27 Oktober 2026

#SepakBolaHariIni

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku telah menjalani percakapan sulit dengan Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus di tengah kemungkinan kedua pemain itu meninggalkan Emirates Stadium.

Masa depan Martinelli dan Jesus menjadi sorotan menjelang penutupan bursa transfer. Martinelli disebut masuk radar klub Arab Saudi, Al Hilal.

Sementara Jesus makin tersisih dari persaingan di lini depan Arsenal setelah mengalami serangkaian cedera.

Mikel Arteta tidak menampik dirinya harus mengambil keputusan sulit terkait sejumlah pemain dalam skuad Arsenal.

Menurutnya, situasi itu merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam pengelolaan tim.

“Pada akhirnya, itu tidak terhindarkan. Pada suatu titik, Anda harus melakukan pembicaraan tertentu dan mengatakan hal-hal tertentu yang terkadang sulit,” ujar Mikel Arteta.

Martinelli menjadi pemain yang masa depannya paling banyak diperbincangkan. Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan sesi latihan lebih awal ketika rumor kepindahan ke Al Hilal semakin menguat.

Klub Arab Saudi tersebut dilaporkan siap mengajukan paket transfer yang nilainya mencapai 50 juta pound atau sekitar Rp1,1 triliun.

Meski demikian, Arteta menegaskan Martinelli tetap memiliki tempat khusus di Arsenal.

“Saya pikir semua orang tahu dan mengakui betapa kami mencintai Gabi. Apa pun hasilnya, itu akan terjadi karena semua pihak menyetujuinya,” kata Arteta.

Gabriel Jesus Semakin Tersisih

Situasi Gabriel Jesus sedikit berbeda. Penyerang berusia 28 tahun itu semakin kehilangan tempat dalam persaingan lini depan Arsenal setelah periode panjang yang terganggu cedera.

Jesus bahkan tidak mengikuti sesi latihan Arsenal pada Kamis (27/8/2026). Kondisinya semakin rumit karena kontraknya bersama The Gunners hanya menyisakan 12 bulan.

Arteta menjelaskan absennya Jesus berkaitan dengan jumlah pemain yang dimiliki Arsenal serta bagaimana klub menangani situasi setiap pemain secara individual.

“Ini berkaitan dengan jumlah pemain yang kami miliki di skuad saat ini dan bagaimana kami mengelola situasi semacam itu secara individual dengan semua pemain. Mereka memiliki situasi pribadi masing-masing,” jelas Arteta.

Jesus bergabung dengan Arsenal dari Manchester City pada 2022 dan sempat menjadi salah satu pemain penting dalam proyek Arteta.

Namun, berbagai masalah kebugaran membuat kontribusinya dalam beberapa musim terakhir tidak maksimal.

Arsenal Dikaitkan dengan Julian Alvarez

Di tengah kemungkinan kepergian Martinelli dan Jesus, Arsenal justru dikaitkan dengan upaya memperkuat lini depan. Salah satu nama yang muncul adalah penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez.

Penyerang Argentina itu sedang berada dalam situasi pelik setelah Atletico menolak melepasnya ke Barcelona.

Kondisi itu kemudian memunculkan spekulasi Arsenal dapat memanfaatkan situasi tersebut untuk mencoba mendatangkannya. Namun, Arteta enggan memberikan komentar mengenai Alvarez.

“Jangan ke sana. Saya tidak akan memberikan komentar apa pun mengenai pemain yang bukan bagian dari kami,” tegasnya.

Jika Martinelli dan Jesus benar-benar pergi, kebutuhan Arsenal untuk menambah opsi di lini depan tentu akan semakin besar.

Terlebih, Arteta ingin membawa The Gunners bersaing dalam berbagai kompetisi sepanjang musim.

Konsa dan Guimaraes Bisa Jadi Kabar Baik

Di tengah kabar mengenai masa depan sejumlah pemain depan, Arsenal mendapatkan perkembangan positif dari sektor lain.

Ezri Konsa berpeluang menjalani debut setelah bergabung dengan Arsenal dari Aston Villa dengan nilai transfer 51 juta pound.

Menariknya, debut tersebut berpotensi terjadi di Villa Park saat Arsenal menghadapi mantan klubnya pada Senin.

Konsa diperkirakan berpotensi mendapatkan sambutan kurang bersahabat dari suporter tuan rumah.

Namun, Arteta menegaskan hal itu tidak akan memengaruhi keputusannya untuk memainkan bek asal Inggris tersebut.

“Jika saya melihat sesuatu yang berbeda dari pemain itu, mungkin saya mempertanyakannya. Namun, sejak hari pertama, melihat Ezri dan mengetahui kepribadiannya dengan sangat baik, serta melalui orang-orang yang pernah bekerja dengannya, saya tidak memiliki kekhawatiran,” ujar Arteta.

Selain Konsa, Bruno Guimaraes juga berpeluang tampil dalam pertandingan itu. Gelandang Brasil itu sebelumnya absen ketika Arsenal menang 3-0 atas Coventry karena mengalami masalah pada pangkal paha.

Dengan bursa transfer yang semakin mendekati penutupan, Arteta kini menghadapi sejumlah keputusan penting.

Kepergian Martinelli dan Jesus dapat mengubah komposisi lini depan Arsenal, dan kedatangan pemain baru akan menentukan seberapa kuat skuad The Gunners menghadapi tantangan musim ini.

Timnas Indonesia harus mewaspadai kekuatan Singapura saat berjumpa di FIFA ASEAN Cup 2026. The Lions memiliki beberapa pemain berbahaya yang bisa jadi ancaman bagi skuad Merah Putih.

Menurut jadwal, Timnas Singapura akan menjadi lawan pertama Timnas Indonesia di Grup A. Duel ini rencananya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB.

Sebelum perjumpaan ini, skuad Garuda asuhan John Herdman terakhir kali gagal meraih kemenangan atas Singapura di Piala AFF 2026. Secara kekuatan, The Lions bakal jauh lebih menantang di FIFA ASEAN Cup 2026.

Ada dua pemain andalan mereka yang berpeluang besar bergabung pada FIFA ASEAN Cup 2026. Keduanya bisa menambah potensi ancaman The Lions pada ajang tersebut. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

  1. Ilhan Fandi

Salah satu penyerang Timnas Singapura yang telah membuktikan kualitasnya dalam beberapa ajang terakhir ialah Ilhan Fandi. Striker berusia 23 tahun itu tampil sangat impresif bersama The Lions di Piala AFF 2026.

Ilhan Fandi telah terbukti menjadi tulang punggung Singapura yang berhasil lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Striker yang kini memperkuat Lion City Sailors itu sukses menjaringkan empat gol dari enam penampilan.

Bahkan, salah satu golnya dicetak saat menggagalkan kemenangan Timnas Indonesia di laga terakhir Grup A. Catatan ini sudah cukup membuktikan bahwa Ilhan Fandi bukanlah pemain yang bisa diremehkan skuad Garuda.

  1. Safuwan Baharudin

Dari seluruh nama pemain Timnas Singapura yang tampil di Piala AFF 2026, sebetulnya masih ada beberapa sosok penting yang tak bisa bergabung. Salah satunya yakni Safuwan Baharudin yang saat ini memperkuat klub Malaysia, Selangor FC.

Mengingat FIFA ASEAN Cup 2026 digelar dalam kalender resmi FIFA, Safuwan bakal punya kesempatan bergabung. Dia saat ini berstatus sebagai pemain aktif dengan caps tertinggi di skuad The Lions. Bek tengah berusia 34 tahun itu tercatat mengukir 133 penampilan internasional dengan kontribusi 14 gol.

Catatan ini menempatkan Safuwan sebagai kolektor caps terbanyak keenam dalam sejarah Timnas Singapura, di belakang Hariss Harun (148 caps), Daniel Bennett (146 caps), Baihakki Khaizan (140 caps), Shahril Ishak (138 caps), dan Khairul Amri (135 caps).

  1. Ikhsan Fandi

Ilhan Fandi bukan satu-satunya striker berbahaya yang harus diwaspadai Timnas Indonesia. Kakak kandungnya, Ikhsan Fandi, juga punya catatan yang jauh lebih istimewa, karena tercatat sebagai pemain dengan koleksi gol terbanyak untuk The Lions.

Sejauh ini, Ikhsan Fandi sudah menyumbangkan 27 gol dari 49 penampilannya bersama The Lions. Sebagai informasi, ini merupakan jumlah gol terbanyak keenam dalam catatan sejarah Timnas Singapura.

Ikhsan masih berada di belakang ayahnya yang berstatus sebagai legenda Singapura, Fandi Ahmad, dengan mengoleksi 55 gol, serta Noh Alam Shah (34 gol), Khairul Amri (32 gol), Indra Sahdan Daud (30 gol), serta Aleksandar Duric (27 gol).

Mentalitas Arda Güler yang Bikin Dirinya Istimewa

BolaIndonesia – Arda Güler kembali menjadi sorotan di Real Madrid. Bukan hanya karena kreativitas, teknik, atau kemampuan menciptakan peluang, tetapi karena mentalitas Arda Güler yang membuatnya semakin istimewa di tengah persaingan ketat skuad Los Blancos.

Memasuki musim 2026/2027, gelandang asal Turki itu menunjukkan perkembangan yang menarik. Di bawah arahan José Mourinho, Güler tidak sekadar mengandalkan bakat alami. Ia memperlihatkan kemauan untuk belajar, bekerja keras, beradaptasi, dan terus meningkatkan kualitas permainan.

Arda Güler Tidak Berhenti pada Talenta

Kreativitas memang menjadi salah satu kekuatan utama Arda Güler. Kemampuannya menemukan ruang, mengirim umpan terobosan, serta memainkan bola di antara lini membuatnya menjadi pemain yang sangat berbahaya.

Namun, mentalitas Arda Güler menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Real Madrid menjadi lingkungan dengan tekanan luar biasa. Setiap pertandingan membawa ekspektasi besar, sementara persaingan mendapatkan tempat di starting XI sangat ketat.

Güler sudah merasakan situasi tersebut sejak bergabung dengan Madrid pada 2023. Akan tetapi, ia terus berkembang dan kini memasuki musim keempatnya bersama klub ibu kota Spanyol tersebut.

Mentalitas Arda Güler untuk Terus Belajar

Salah satu hal yang menunjukkan kedewasaan Güler adalah sikapnya terhadap Mourinho.

Dalam wawancara resmi Real Madrid pada Juli lalu, Güler menegaskan bahwa mentalitas Arda Güler selama pramusim adalah terus mendengarkan dan memahami apa yang diinginkan Mourinho di lapangan.

Pernyataan tersebut sederhana, tetapi memperlihatkan karakter pemain yang tidak merasa sudah cukup hanya karena memiliki kemampuan teknis.

Güler sadar bahwa bermain untuk Real Madrid membutuhkan lebih dari sekadar skill. Ia harus memahami taktik, menjalankan instruksi, meningkatkan kondisi fisik, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan tim.

Mentalitas yang Semakin Matang

Perkembangan mental Güler sebenarnya sudah terlihat sejak musim sebelumnya. Ia tidak lagi sekadar menunggu bola untuk menunjukkan kreativitas.

Güler mulai lebih aktif membantu tekanan, bekerja tanpa bola, dan berkontribusi dalam fase pertahanan. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa mentalitas Arda Güler semakin matang dalam memahami tuntutan sepak bola level tertinggi.

Hal inilah yang membuat perkembangan Güler menjadi menarik.

Pemain muda dengan teknik luar biasa memang banyak. Namun, pemain yang bersedia mengubah kebiasaan, menerima kritik, dan beradaptasi dengan kebutuhan pelatih memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di klub sebesar Real Madrid.

Mourinho Melihat Potensi Besar Arda Güler

José Mourinho juga tampaknya melihat sesuatu yang lebih besar dalam diri Güler.

Pada awal musim ini, Mourinho beberapa kali mencoba Güler dalam peran berbeda. Ia dapat bermain sebagai gelandang serang, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain yang lebih dalam di lini tengah.

Mourinho bahkan menyebut Güler memiliki kemungkinan berkembang seperti Luka Modric dan Bernardo Silva, dengan kemampuan bermain dari posisi nomor 10 hingga peran yang lebih dalam seiring bertambahnya pengalaman.

Artinya, Mourinho tidak melihat Güler hanya sebagai pemain kreatif.

Ia melihat pemain yang masih bisa berkembang secara taktikal dan memiliki kemampuan untuk memahami permainan dengan lebih luas.

Persaingan dengan Bellingham Justru Menjadi Motivasi

Musim ini, Güler menghadapi persaingan berat untuk posisi gelandang serang. Salah satu pesaing utamanya adalah Jude Bellingham.

Keduanya sama-sama memiliki kualitas untuk menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan. Namun, penampilan Güler selama pramusim membuat persaingan tersebut semakin menarik.

Mentalitas Arda Güler terlihat dari konsistensinya selama pramusim dan banyaknya kesempatan bermain sebagai nomor 10 dalam sistem 4-2-3-1 Mourinho.

Situasi tersebut tidak membuat Güler terlihat gentar.

Justru sebaliknya, mentalitas Arda Güler membuatnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya layak mendapatkan tempat.

Bukti Nyata di Awal Musim

Mentalitas tersebut kemudian terlihat pada pertandingan pembuka LaLiga melawan Espanyol.

Güler menjadi starter dan memberikan kontribusi penting dalam proses gol Real Madrid. Umpannya membantu Jude Bellingham mencetak gol pembuka pada menit kesembilan.

Real Madrid akhirnya memenangkan pertandingan 2-1 melalui gol dramatis Carlo Espí pada menit ke-90. Penampilan Güler juga menjadi salah satu sisi positif dari pertandingan tersebut.

Menurut laporan AS, Güler mencatat akurasi umpan 93 persen, menciptakan tujuh peluang, dan menyelesaikan empat umpan panjang dalam pertandingan tersebut.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kontribusinya bukan sekadar aksi spektakuler.

Bukan Sekadar Pemain dengan Kaki Kiri Ajaib

Pada akhirnya, keistimewaan Arda Güler tidak hanya terletak pada kaki kirinya.

Ia memang memiliki teknik, visi, kreativitas, dan kemampuan menciptakan sesuatu dari situasi yang sulit. Namun, mentalitas Arda Güler menjadi fondasi yang membuat semua kemampuan tersebut semakin bernilai.

Ia bersedia belajar dari pelatih, menerima persaingan, meningkatkan kondisi fisik, dan terus mencari cara untuk menjadi pemain yang lebih lengkap.

Bahkan setelah melalui masa sulit, mentalitas Arda Güler tetap menunjukkan ambisi besar. Dalam wawancara dengan Real Madrid, ia menegaskan bahwa dirinya ingin memenangkan semua trofi dan membuat para pendukung Madrid bahagia seperti ketika pertama kali datang ke klub tersebut.

Arda Güler Bisa Menjadi Bintang Besar Madrid

Perjalanan Güler di Real Madrid memang belum selesai. Usianya baru 21 tahun dan persaingan untuk mendapatkan tempat utama masih sangat ketat.

Namun, perkembangan mentalitas Arda Güler memberikan alasan bagi Madridistas untuk tetap optimistis.

Kreativitas membuat Arda Güler menarik untuk ditonton dan teknik membuatnya berbeda. Mentalitas Arda Güler menjadi faktor penting yang menentukan perkembangannya dari pemain berbakat menjadi salah satu bintang penting Real Madrid.

Dan sejauh musim baru berjalan, Güler tampaknya sudah memilih jalan kedua.

Mentalitas Arda Güler menunjukkan bahwa ia tidak ingin hanya dikenal sebagai pemain yang punya bakat besar. Ia ingin membuktikan kemampuannya di panggung terbesar bersama Real Madrid.

Idnews.top – Real Madrid meraih kemenangan kedua secara beruntun pada awal La Liga 2026-27 setelah menundukkan Real Sociedad dengan skor 4-1. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos mendapatkan kontribusi besar dari sejumlah pemain andalan.

Kylian Mbappe menjadi aktor utama kemenangan Real Madrid berkat tiga gol yang dicetaknya. Jude Bellingham dan Vinicius Junior juga tampil menentukan dengan kontribusi gol dan assist.

Selain tiga nama tersebut, Bernardo Silva, Federico Valverde, dan Arda Guler memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim. Berikut enam pemain terbaik Los Blancos dalam kemenangan atas Real Sociedad.

Kylian Mbappe Mengamuk dengan Hattrick

Mbappe membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-40 setelah melakukan pergerakan individu sebelum melepaskan tembakan kaki kiri. Real Sociedad sempat menyamakan kedudukan melalui Luka Sucic empat menit kemudian.

Namun, Mbappe kembali menemukan ketajamannya pada babak kedua dengan mencetak dua gol tambahan. Hattrick tersebut melengkapi penampilan impresifnya dan membuat koleksi kontribusi golnya bersama Real Madrid mencapai 101.

Bellingham dan Vinicius Tampil Menentukan

Bellingham menjadi salah satu motor serangan Real Madrid, terutama ketika tim melancarkan serangan balik. Ia memberikan assist kepada Mbappe untuk gol kedua sebelum menciptakan permainan apik yang menghasilkan gol Vinicius Junior.

Vinicius sempat membuang peluang bagus pada babak pertama, tetapi berhasil bangkit setelah mencetak gol ketiga Real Madrid pada menit ke-68. Winger asal Brasil itu kemudian mengirim umpan matang kepada Mbappe untuk gol ketiganya.

Trio Pendukung yang Membuat Real Madrid Lebih Lengkap

Bernardo Silva tampil solid dalam membantu pertahanan dengan mencatatkan empat tekel sepanjang pertandingan. Catatan itu lebih banyak daripada gabungan dua bek tengah Real Madrid yang menghasilkan tiga tekel.

Valverde ikut mengawali gol pertama melalui pergerakan cepat sebelum memberikan assist kepada Mbappe. Sementara itu, Arda Guler menciptakan lima peluang, terbanyak dalam pertandingan, melalui sejumlah umpan kreatif.

Kombinasi enam pemain tersebut membuat Real Madrid mampu mengendalikan pertandingan setelah sempat mendapat perlawanan ketat. Kemenangan 4-1 pun menjadi bukti bahwa skuad Jose Mourinho memiliki banyak pemain yang mampu menjadi pembeda.

Real Madrid memulai musim 2026-27 dengan hasil sempurna setelah memenangi dua pertandingan pertama mereka. Kemenangan 4-1 atas Real Sociedad menjadi bukti bahwa Los Blancos mulai menemukan permainan terbaik.

Kylian Mbappe tampil luar biasa dengan mencetak hattrick, sementara Vinicius Junior dan Jude Bellingham ikut memberikan kontribusi penting. Bernardo Silva juga menunjukkan kualitasnya dengan membantu Real Madrid menjaga kontrol permainan.

Namun, pemain yang layak dipuji sebagai rekrutan terbaik Real Madrid sejauh musim panas ini justru berasal dari lini belakang. Ibrahima Konate langsung memperlihatkan kualitas yang membuat keputusannya direkrut mulai terlihat tepat.

Keraguan Berubah Menjadi Keyakinan

Kedatangan Konate dengan status bebas transfer sempat membuat sebagian pendukung Real Madrid merasa ragu. Bek asal Prancis itu menjalani musim terakhir yang sulit bersama Liverpool sehingga kondisinya menjadi pertanyaan.

Akan tetapi, dua penampilan resmi pertamanya memberikan gambaran berbeda. Konate tampil tenang saat membangun permainan dan memperlihatkan ketangguhan ketika menghadapi serangan lawan.

Ia juga terlihat cepat beradaptasi dengan Dean Huijsen di jantung pertahanan. Kerja sama keduanya mulai membentuk fondasi yang menjanjikan bagi Real Madrid.

Konate Mulai Menemukan Permainan Terbaik

Musim lalu menjadi periode berat bagi Konate secara pribadi maupun profesional. Ia kehilangan ayah dan sahabatnya, Diogo Jota, dalam rentang waktu yang tentu tidak mudah dilalui.

Kini, pemain berusia 27 tahun tersebut terlihat lebih fokus dan berenergi pada awal musim baru. Konate juga mulai menunjukkan kembali karakter permainan yang pernah membuatnya masuk jajaran bek terbaik Premier League.

Sebelum musim 2025-26, Konate membentuk duet tangguh bersama Virgil van Dijk di Liverpool. Kombinasi fisik, kecepatan, dan kemampuannya membaca permainan membuat Real Madrid tertarik merekrutnya.

Bisa Jadi Rekrutan Paling Menguntungkan

Real Madrid mendapatkan Konate tanpa mengeluarkan biaya transfer sehingga risiko finansial dari perekrutannya relatif kecil. Oleh karena itu, performa positifnya pada awal musim dapat menjadi keuntungan besar bagi klub.

Jika mampu menjaga konsistensi, Konate berpotensi menjadi salah satu pilar utama pertahanan Real Madrid. Duetnya bersama Huijsen juga dapat memberikan solusi jangka panjang untuk lini belakang Los Blancos.

Mbappe memang tetap menjadi pembeda di lini depan, tetapi Konate mulai memberikan rasa aman di area pertahanan. Apabila performanya terus meningkat, status rekrutan terbaik Real Madrid musim panas ini bisa menjadi miliknya.

Kylian Mbappe Tembus 100 Kontribusi Gol Bersama Real Madrid

BolaIndonesia – Kylian Mbappe tembus 100 kontribusi gol bersama Real Madrid setelah kembali menunjukkan performa luar biasa. Penyerang asal Prancis tersebut kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain paling penting di skuad Los Blancos.

Mbappe mencapai milestone tersebut hanya dalam 105 penampilan bersama Los Blancos. Berdasarkan data yang dilaporkan sejumlah sumber statistik, pemain bernomor punggung 10 itu telah mengoleksi 88 gol dan 12 assist untuk Real Madrid.

Kylian Mbappe Tembus 100 Kontribusi Gol

Catatan tersebut semakin istimewa karena Mbappe belum lama menjalani kariernya di Santiago Bernabeu. Ia bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024 setelah meninggalkan Paris Saint-Germain.

Dalam waktu relatif singkat, Mbappe langsung menjadi salah satu pemain paling menentukan di lini depan Real Madrid. Kecepatan, penyelesaian akhir, serta kemampuannya menciptakan peluang membuat kontribusinya terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan.

Milestone 100 kontribusi gol Kylian Mbappe bersama Real Madrid tercipta saat menghadapi Real Sociedad. Ia mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut untuk membawa namanya mencapai angka 100 kontribusi gol. Setelah itu, Mbappe bahkan masih mampu menambah satu gol lagi dan melengkapi hat-trick.

Hat-Trick Jadi Penutup Performa Gemilang

Performa Mbappe pada pertandingan tersebut tidak hanya berbicara soal angka. Penyerang Prancis itu tampil sebagai pemain yang terus memberikan ancaman bagi pertahanan Real Sociedad.

Setelah mencetak gol keduanya dan mencapai 100 kontribusi gol, Mbappe tidak berhenti. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk menyempurnakan hat-trick.

Dengan tambahan tersebut, jumlah gol Mbappe untuk Real Madrid meningkat menjadi 89 gol, sementara catatan assist-nya berada di angka 12. Total kontribusi langsungnya pun menjadi 101 gol, menurut laporan beIN SPORTS yang mengutip statistik MisterChip.

Pencapaian itu menunjukkan betapa cepat Mbappe beradaptasi dengan tuntutan bermain di klub sebesar Real Madrid.

Statistik Mbappe Makin Mengilap

Jika melihat perjalanan Mbappe sejak mengenakan seragam putih Real Madrid, produktivitasnya memang sangat mengesankan.

Dalam 105 penampilan, ia telah mencatatkan puluhan gol dan assist. Angka tersebut membuat Mbappe menjadi salah satu pemain dengan produktivitas paling tinggi pada fase awal kariernya di ibu kota Spanyol.

Musim 2025/2026 juga menjadi periode penting bagi Mbappe. Data statistik menunjukkan bahwa ia menjadi pemain Real Madrid dengan kombinasi gol dan assist terbanyak di La Liga pada musim tersebut, dengan 30 kontribusi gol dalam kompetisi liga.

Konsistensi tersebut membuat ekspektasi terhadap Mbappe semakin tinggi. Ia bukan lagi sekadar pemain bintang yang diharapkan mencetak gol, tetapi juga menjadi pusat permainan ofensif Real Madrid.

Mbappe Mulai Mendekati Sejarah Real Madrid

Pencapaian Kylian Mbappe yang telah menembus 100 kontribusi gol bersama Real Madrid membuatnya semakin dekat dengan deretan pemain legendaris klub.

Setelah hat-trick melawan Real Sociedad, koleksi golnya mencapai 89. Angka tersebut membuat Mbappe terus naik dalam daftar pencetak gol sepanjang sejarah klub.

Menurut laporan beIN SPORTS, Mbappe sebelumnya telah menyamai Luis Regueiro ketika mencapai 88 gol dan masuk ke dalam 25 besar pencetak gol sepanjang masa Real Madrid. Gol berikutnya membuat posisinya semakin kuat dalam daftar tersebut.

Situasi ini tentu menarik karena Mbappe masih berada pada tahap awal kariernya bersama Real Madrid. Jika mampu mempertahankan produktivitasnya, bukan tidak mungkin ia akan terus melewati sejumlah legenda klub dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah 100 Kontribusi Gol, Target Besar Kylian Mbappe Menanti

Bagi Mbappe, pencapaian 100 kontribusi gol bukanlah akhir. Justru milestone tersebut bisa menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar bersama Real Madrid.

Ambisi sang penyerang tentu tidak hanya berkaitan dengan statistik individu. Real Madrid mendatangkan Mbappe dengan harapan besar untuk memenangkan berbagai trofi, terutama La Liga dan Liga Champions.

Mbappe kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa produktivitas individunya dapat berjalan beriringan dengan kesuksesan tim.

Dengan usia yang masih relatif muda dan performa yang terus berkembang, Mbappe berpotensi menciptakan banyak rekor baru di Santiago Bernabeu.

Kylian Mbappe dan 100 Kontribusi Gol Bersama Real Madrid

Dengan pencapaian 100 kontribusi gol bersama Real Madrid, Kylian Mbappe membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi salah satu pemain terpenting Los Blancos. Jika mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin Mbappe akan terus memecahkan rekor dan menorehkan sejarah baru bersama Real Madrid.

Dari 88 gol dan 12 assist hingga mencapai 101 kontribusi setelah hat-trick melawan Real Sociedad, statistik tersebut menggambarkan betapa efektifnya Mbappe ketika berada di area pertahanan lawan.

Kini, perhatian publik kembali tertuju kepada sang kapten Prancis. Jika performanya terus konsisten, Mbappe berpeluang mencatatkan namanya semakin tinggi dalam sejarah Real Madrid.

Satu hal sudah jelas: Kylian Mbappe belum selesai membuat sejarah di Santiago Bernabeu.

Jose Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan kemenangan meyakinkan.

Dalam laga pertamanya kembali memimpin Los Blancos di Santiago Bernabeu setelah lebih dari 13 tahun, Mourinho membawa Madrid menghancurkan Real Sociedad dengan skor 4-1, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB.

Kylian Mbappe menjadi bintang utama berkat torehan hattrick. Namun, performa Jude Bellingham juga mendapatkan sorotan besar dari media Spanyol. Bahkan, Marca menyebut gelandang Inggris tersebut sebagai “pemain bintang Mourinho”.

Kemenangan ini menjadi respons sempurna Madrid setelah penampilan kurang meyakinkan pada babak pertama.

Mereka mendapat siulan dari pendukung sendiri sebelum turun minum, tetapi mampu tampil jauh lebih agresif setelah jeda.

Mbappe Hattrick, Madrid Menang 4-1

Real Madrid harus bekerja keras sebelum akhirnya mengamankan tiga poin. Real Sociedad justru tampil lebih berbahaya pada awal pertandingan dan hampir membuka keunggulan pada menit ke-10.

Take Kubo berhasil merebut bola dari kesalahan pemain Real Madrid di dekat kotak penalti dan memberikan umpan kepada Mikel Oyarzabal.

Namun, tembakan jarak dekat sang penyerang masih mampu digagalkan Thibaut Courtois.

Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-40. Federico Valverde mengirim umpan terobosan luar biasa yang membelah pertahanan Sociedad.

Mbappe kemudian masuk ke kotak penalti, bergerak ke kiri, dan melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit. Luka Sucic menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan situasi di mana lini belakang Madrid gagal mengantisipasi bola panjang.

Memasuki babak kedua, Madrid tampil berbeda. Mbappe kembali membawa tuan rumah unggul pada menit ke-60 setelah melakukan kombinasi satu-dua yang apik dengan Bellingham.

Vinicius Junior kemudian menambah gol ketiga pada menit ke-68 setelah Bellingham memenangkan bola melalui pressing dan mengirim umpan silang mendatar yang mudah diselesaikan sang winger.

Mbappe memastikan kemenangan sekaligus hattrick pada menit ke-80. Ia menerima umpan cerdik dari Vinicius sebelum melakukan chip tenang melewati kiper Sociedad.

Bellingham Disebut “Pemain Bintang Mourinho”

Meski Mbappe menjadi pemain terbaik dalam pertandingan itu setelah mencetak tiga gol, Jude Bellingham juga mendapatkan pujian luar biasa.

Marca memberikan nilai 10/10 kepada Mbappe, sementara Bellingham mendapat nilai 9/10. Media berbasis Madrid itu bahkan memberikan perhatian khusus terhadap penampilan sang gelandang.

Untuk performanya pada babak pertama, Bellingham mendapatkan nilai 8/10. Ia dinilai tampil dalam kondisi fisik prima, agresif, intens, dan mampu memberikan ancaman dari area sekitar kotak penalti.

Bellingham juga menciptakan peluang untuk Mbappe dan Vinicius serta memaksa pemain lawan mendapatkan kartu kuning.

Penampilannya semakin impresif setelah jeda. Marca menaikkan nilainya menjadi 9/10 dan menyebut penampilannya sebagai stellar atau luar biasa.

Salah satu momen terbaik terjadi ketika Bellingham melakukan kombinasi satu-dua dengan Mbappe di tepi kotak penalti. Kerja sama itu membuka ruang bagi Mbappe untuk mencetak gol keduanya.

Bellingham kemudian kembali berperan dalam gol Vinicius. Tekanan agresifnya membuat Madrid merebut bola di dekat garis akhir sebelum umpan mendatarnya diselesaikan Vinicius.

“Bellingham adalah pemain bintang Mourinho,” tulis Marca.

Mourinho Puas dengan Respons Pemain

Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi Mourinho karena merupakan pertandingan kandang pertamanya di Bernabeu sebagai pelatih Madrid setelah lebih dari 13 tahun.

Namun, perjalanan menuju kemenangan tidak berlangsung mulus. Madrid justru tampil lambat pada babak pertama, kurang rapi dalam penguasaan bola, dan beberapa kali terlihat rentan terhadap serangan balik Sociedad.

Suporter bahkan memberikan siulan sebelum jeda. Mourinho mengaku tidak mempermasalahkan reaksi tersebut.

“Selalu ada rasa keadilan dalam siulan dan tepuk tangan. Siulan sesekali tidak akan merugikan siapa pun, justru membantu Anda berkembang,” ujar Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu juga memuji respons para pemain setelah turun minum.

“Saya sangat senang dengan bagaimana para pemain merespons tekanan dan tampil luar biasa pada babak kedua. Kami bahkan bisa mencetak lebih banyak gol,” katanya.

Perubahan strategi dan intensitas Madrid setelah jeda membuat Sociedad kesulitan mengimbangi permainan.

Vinicius dan Mbappe tampil lebih agresif dengan pergerakan langsung yang terus meregangkan pertahanan lawan.

Mourinho Sebut Mbappe “Gila”

Mourinho juga memberikan pujian khusus kepada Mbappe setelah pertandingan. Ia mengakui bahwa meski biasanya enggan membicarakan pemain secara individual, penampilan penyerang Prancis tersebut membuatnya harus memberikan pengecualian.

“Apa yang dilakukan Kylian… itu gila,” ujar Mourinho kepada Real Madrid TV.

Menurut Mourinho, Mbappe memiliki kemampuan alami untuk mencetak gol sekaligus menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Ia juga memuji kemampuan sang striker untuk turun lebih dalam ketika Madrid berada dalam tekanan dan kemudian membangun kombinasi dengan Vinicius serta Bellingham.

Mourinho bahkan menyebut Mbappe sebagai pemain yang “luar biasa” dan yakin sang penyerang memiliki ambisi besar untuk menciptakan sejarah bersama Real Madrid.

Pelatih berusia 63 tahun itu juga menilai keputusan Mbappe kembali lebih awal ke masa pramusim memberikan dampak positif.

Mbappe disebut tiba dua hari sebelum masa liburannya berakhir. Menurut Mourinho, tambahan waktu dalam persiapan pramusim tersebut bisa memberikan perbedaan positif.

Dengan Mbappe yang langsung mencetak hattrick dan Bellingham tampil gemilang, comeback Mourinho di Bernabeu pun dimulai dengan cara yang nyaris sempurna.

Madrid kini memiliki alasan kuat untuk optimistis menghadapi perjalanan musim yang panjang.

Fabio Miretti ke Besiktas: Juventus Lepas Miretti, Kessie Terbuka

BolaIndonesia – Juventus semakin dekat merampungkan kepindahan Fabio Miretti ke Besiktas pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini bukan sekadar keputusan untuk mengurangi kepadatan lini tengah, tetapi juga menjadi bagian penting dari rencana I Bianconeri untuk membuka jalan bagi kedatangan Franck Kessie.

Negosiasi Juventus dan Besiktas untuk Miretti kini telah memasuki tahap akhir. Gelandang asal Italia tersebut disebut telah mencapai kesepakatan personal dengan klub Turki. Besiktas kemudian bersiap menyelesaikan detail terakhir dengan Juventus sebelum transfer resmi diumumkan.

Fabio Miretti ke Besiktas, Segera Terbang ke Turki

Fabio Miretti diproyeksikan bergabung dengan Besiktas menggunakan skema pinjaman dengan opsi pembelian. Nilai opsi tersebut dilaporkan berada di angka 15 juta euro.

Menurut laporan terbaru, Miretti dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis di Turki sebelum menandatangani kontrak bersama Besiktas. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kepindahan pemain 23 tahun tersebut dapat segera diresmikan.

Miretti merupakan produk akademi Juventus dan sempat dipandang sebagai salah satu talenta penting klub. Namun, persaingan di lini tengah membuatnya kesulitan mendapatkan posisi reguler.

Musim lalu, Miretti tampil dalam 31 pertandingan dan mencatatkan satu gol serta tiga assist. Besiktas melihatnya sebagai tambahan penting untuk lini tengah mereka, terutama karena klub tersebut kini ditangani pelatih asal Italia, Vincenzo Italiano.

Fabio Miretti ke Besiktas: Juventus Butuh Ruang di Lini Tengah

Kepergian Miretti memiliki arti lebih besar bagi Juventus. Klub asal Turin tersebut sedang melakukan penataan skuad di bawah arahan Luciano Spalletti.

Juventus ingin memperkuat lini tengah dengan pemain yang memiliki karakter lebih kuat secara fisik dan pengalaman. Karena itu, nama Franck Kessie terus berada dalam radar klub.

Masalahnya, Juventus harus terlebih dahulu menyediakan ruang dalam skuad dan struktur biaya mereka. Transfer Miretti ke Besiktas menjadi salah satu langkah yang dapat membantu manajemen memenuhi kebutuhan tersebut.

Laporan terbaru bahkan menyebut Juventus berharap dapat membebaskan beban biaya tahunan Miretti, termasuk gaji dan komponen amortisasi. Dana serta ruang yang tersedia kemudian bisa dialihkan untuk rencana transfer berikutnya.

Fabio Miretti ke Besiktas, Franck Kessie Semakin Dekat ke Juventus

Nama Franck Kessie sudah beberapa pekan dikaitkan dengan Juventus. Mantan gelandang AC Milan tersebut disebut memprioritaskan kembali ke Italia setelah meninggalkan sepak bola Arab Saudi.

Kessie juga dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan Juventus. Tawaran gaji yang dilaporkan berada di kisaran 4 juta euro per musim menjadi salah satu faktor yang membuat sang pemain tertarik dengan proyek I Bianconeri.

Kedatangan Kessie akan memberikan karakter berbeda di lini tengah Juventus. Pengalaman, kekuatan fisik, kemampuan memenangkan duel, serta pengalamannya di Serie A menjadi alasan mengapa Spalletti disebut menginginkan pemain Pantai Gading tersebut.

Namun, Juventus belum sepenuhnya bebas dari persaingan. AS Roma juga disebut menunjukkan ketertarikan kepada Kessie. Situasi tersebut membuat Juventus perlu bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan pemain yang sudah lama menjadi target mereka.

Fabio Miretti ke Besiktas Jadi Kunci Transfer Kessie?

Secara sederhana, Fabio Miretti ke Besiktas dapat menjadi salah satu bagian penting dari domino transfer Juventus.

Juventus membutuhkan ruang di lini tengah. Miretti menjadi salah satu pemain yang kemungkinan dikorbankan. Setelah kesepakatan dengan Besiktas tercapai, klub kemudian dapat mengalokasikan ruang tersebut untuk Kessie.

Meski demikian, laporan Sky Sport Italia mengingatkan bahwa kepergian Miretti saja belum tentu cukup untuk membuat transfer Kessie langsung terealisasi. Juventus masih harus menyelesaikan beberapa persoalan lain di sektor tengah.

Dengan demikian, transfer Miretti dan Kessie memang saling berkaitan, tetapi belum bisa dianggap sebagai pertukaran langsung.

Besiktas Kembali Berbisnis dengan Juventus

Menariknya, kabar Fabio Miretti ke Besiktas membuat aktivitas transfer antara Besiktas dan Juventus kembali menjadi perhatian pada musim panas ini.

Klub Turki tersebut sebelumnya juga mendapatkan Dusan Vlahovic dari Juventus secara gratis. Kini, mereka berpeluang membawa Miretti ke Istanbul dengan status pinjaman dan opsi pembelian.

Bagi Besiktas, Miretti bisa menjadi investasi jangka menengah. Sementara bagi Juventus, kesepakatan ini memberikan fleksibilitas untuk mengatur komposisi skuad sekaligus membuka peluang mendatangkan pemain baru.

Juventus Harus Bergerak Cepat

Bursa transfer musim panas semakin mendekati tahap akhir. Karena itu, Juventus tidak punya banyak waktu untuk menyelesaikan rencana Fabio Miretti ke Besiktas.

Miretti kini tinggal menunggu penyelesaian detail terakhir dengan Besiktas. Setelah transfer tersebut rampung, perhatian Juventus diperkirakan akan langsung tertuju kepada Kessie.

Situasinya semakin menarik karena Kessie sendiri disebut lebih memilih Juventus. Namun, ketertarikan Roma dapat menjadi ancaman jika Bianconeri terlalu lama menyelesaikan persoalan internal mereka.

Jika seluruh rencana berjalan mulus, Juventus bisa mendapatkan keuntungan dari dua sisi: melepas pemain yang sulit mendapatkan menit bermain sekaligus mendatangkan gelandang berpengalaman untuk memperkuat skuad Spalletti.

Fabio Miretti ke Besiktas kini tinggal menunggu penyelesaian akhir. Setelah itu, jalan menuju Turin bagi Franck Kessie bisa semakin terbuka. Namun, Juventus tetap harus menyelesaikan beberapa detail sebelum transfer pemain Pantai Gading tersebut benar-benar menjadi kenyataan.

Sumber: laporan Football Italia, Goal, Sky Sport Italia, dan laporan media Turki terkait negosiasi Juventus, Besiktas, Fabio Miretti, serta Franck Kessie.

PSIM Yogyakarta telah melengkapi kuota pemain asing untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini memiliki 11 pesepak bola impor dalam skuad.

Mereka adalah Ze Valente, Ezequiel Vidal, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Nermin Haljeta, Marvin Loria, Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, dan Mauro Caballero.

Lima nama terakhir merupakan rekrutan anyar PSIM. Mereka juga bakal mencicipi pengalaman pertama bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.

Sementara sisanya adalah bagian dari skuad musim lalu. Mereka turut membantu Laskar Mataram finis di peringkat ke-11 BRI Super League 2025/2026 dengan torehan 45 poin.

Pertimbangan Matang

Manajer PSIM, Iksan Mahar, sebelumnya mengatakan perekrutan legiun asing dilakukan melalui proses matang. Manajemen dan tim pelatih terlibat dalam menentukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.

“Semuanya hasil rembukan manajemen dan coach Jean-Paul. Kami punya tim talent scouting yang mencari sejumlah pemain, kemudian memberikan beberapa rekomendasi. Coach juga punya rekomendasi sendiri,” ujar Iksan.

Kehadiran para pemain asing diharapkan bisa menjadi kekuatan PSIM untuk menghadapi ketatnya persaingan di level teratas. Apalagi, Laskar Mataram memasang target lebih baik ketimbang musim kemarin.

Ujian pertama PSIM dibawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel tersaji pada 5 September. Laskar Mataram bakal menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore WIB.

Adrian Dalmau Jadi Opsi di Lini Depan

PSIM mempunyai tambahan opsi di lini depan melalui kedatangan Adrian Dalmau. Penyerang asal Spanyol itu diharapkan bisa menjawab kebutuhan Laskar Mataram akan sosok predator di kotak penalti.

Dalmau lahir pada 23 Maret 1994 dan punya pengalaman panjang di kompetisi Eropa. Ia pernah membela Real Madrid U-18, Rayo Vallecano B, Zamora CF, Racing Ferrol, Espanyol B, CD Numancia, Mallorca, Villarreal B, hingga Alcorcon.

Kariernya kemudian berlanjut ke Belanda bersama Heracles Almelo, FC Utrecht, dan Sparta Rotterdam. Ia juga sempat bermain di Polandia dengan berseragam Korona Kielce serta Piast Gliwice.

Salah satu periode terbaik Dalmau terjadi bersama Heracles Almelo pada Eredivisie 2018/2019. Ketika itu, pemain berusia 32 tahun itu sukses mencetak 19 gol plus lima assist.

Ze Valente dan Ezequiel Vidal Tetap Jadi Andalan

Selain mengandalkan wajah baru, PSIM juga masih punya sejumlah pemain asing yang sudah memahami karakter tim. Ze Valente jadi salah satu sosok yang diprediksi kembali memegang peranan penting.

Gelandang asal Portugal itu tampil sebagai motor permainan sekaligus top scorer PSIM musim lalu. Ze membukukan 10 gol dan empat assist dari 32 laga di BRI Super League 2025/2026.

Di belakangnya ada Ezequiel Vidal yang juga tampil produktif. Pemain asal Argentina tersebut mencatatkan delapan gol dan enam assist sepanjang musim lalu.

Vidal kerap dimainkan di sektor sayap dan memberikan kontribusi positif bagi tim. Kombinasi pemain lama dan anyar inilah yang diharapkan membikin PSIM lebih kompetitif musim mendatang.

Daftar Pemain Asing PSIM Musim 2026/2027

1.Ze Valente (gelandang/Portugal)
2.Ezequiel Vidal (winger/Argentina)
3.Jop van der Avert (bek/Belanda)
4.Yusaku Yamadera (bek/Jepang)
5.Franco Ramos (bek/Argentina)
6.Nermin Haljeta (penyerang/Slovenia)
7.Marvin Loria (winger/Kosta Rika)
8.Ondrej Rudzan (bek/Republik Ceko)
9.Adrian Purzycki (gelandang/Polandia)
10.Adrian Dalmau (penyerang/Spanyol)
11.Mauro Caballero (penyerang/Paraguay)

Luke Vickery mengambil keputusan yang mengejutkan dan bisa dikatakan berani. Pemain yang baru memegang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) itu disebut menolak untuk pindah ke klub League One Inggris di bursa transfer musim panas 2026.

Kabar penolakan Luke Vickery itu diungkap oleh jurnalis asal Australia, James Dodd melalui X pada Selasa (25/8/2026). Dodd menyebut Vickery menolak kemungkinan bermain untuk Peterborough United.

“Luke Vickery dari Macarthur dikabarkan menolak kepindahan ke klub League One Inggris, Peterborough United, pada jeda kompetisi kali ini,” tulis James Dodd.

Luke Vickery saat ini masih berusia 20 tahun. Pemain yang berposisi sebagai winger itu pun masih terikat kontrak di klub Australia, Macarthur Bulls FC hingga 2028.

Bertahan Dulu di A-League

Luke Vickery memiliki perjalanan yang baik sejauh ini di A-League bersama Macarthur Bulls FC. Hal itu yang membuat Peterborough United tertarik.

Namun, Jamed Dodd menyebut Luke Vickery kini masih ingin fokus berkarier di Australia. Ia akan mulai memikirkan opsi lain jika ada tawaran menarik dalam 6-12 bulan ke depan.

“Sempat menjalani musim yang cukup baik bersama Bulls, namun merasa situasinya belum tepat dan lebih baik bertahan di A-League serta meninjau kembali situasinya dalam 6 hingga 12 bulan ke depan,” jelas Dodd.

Menanti Debut

Luke Vickery resmi dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada hari Kamis, (16/7/2026). Proses perpindahan kewarganegaraan ini rampung setelah ia melakukan pengambilan sumpah setia warga negara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas.

Penyerang sayap klub Macarthur FC ini mendapatkan darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang lahir di Medan, Sumatra Utara pada 3 Desember 1937.

Luke Vickery kini masih menanti debut bersama Timnas Indonesia. Jika tidak ada halangan, ia akan merasakan hal itu di FIFA Series 2026 bulan depan.