26 Oktober 2026

#SepakBolaDunia

Idnews.top – Ada kabar mengejutkan datang dari Piala Dunia 2026. Kick off pertandingan 16 besar antara Meksiko vs Inggris resmi diundur.

Azteca Stadium, Meksiko akan menggelar sebuah laga panas. Tuan rumah, Timnas Meksiko akan memainkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Lawan yang mereka hadapi adalah wakil Eropa, Timnas Inggris. The Three Lions sendiri merupakan salah satu unggulan juara di turnamen ini sehingga banyak yang antusias untuk menyaksikan pertandingan seru tersebut.

Namun ada kabar kurang baik bagi mereka yang menantikan pertandingan ini. Kick Off pertandingan ini resmi diundur oleh FIFA karena ada kondisi yang mendesak.

Cuaca Ekstrim

Kepastian kick off laga Meksiko vs Inggris ini diundur disampaikan langsung oleh Timnas Inggris melalui akun media sosial mereka.

Pertandingan ini sedianya dimulai pada Pkl 07.00 WIB. Namun FIFA dan kedua tim sepakat untuk memundurkan kick off pertandingan ini selama satu jam, sehingga laga baru dimulai pada Pkl 08.00 WIB.

Keputusan ini diambil karena Stadion Azteca saat ini diguyur hujan yang sangat deras dan sesekali ada petir. Jadi demi keselamatan kedua tim, pertandingan ditunda sejam dengan harapan hujan sudah reda saat kick off.

Timnas Inggris dalam Kondisi Kurang Ideal

Di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini, Timnas Inggris dianggap berada dalam kondisi yang kurang ideal.

Pasalnya Azteca Stadium berada di dataran tinggi. Alhasil stok oksigen lebih tipis dari kondisi normal, sehingga Inggris bakal kesulitan beradaptasi dengan situasi tersebut.

Di sisi lain, Azteca Stadium akan dipenuhi oleh puluhan ribu pendukung setia Timnas Meksiko, sehingga mereka akan berada dalam tekanan besar sepanjang laga.

Susunan Pemain Meksiko vs Inggris

Meksiko (4-3-3): Rangel; Gallardo, Vasquez, Montes, Sanchez; Romo, Lira, Mora; Quinones, Jimenez, Alvarado

Pelatih: Javier Aguirre

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Quansah; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Saka; Kane

Pelatih: Thomas Tuchel

Idnews.top – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe sangat senang melihat timnya mengalahkan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif La Albirroja di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Timnas Prancis berhadapan dengan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan di Philadelphia Stadium itu berlangsung dengan sangat alot sejak awal laga.

Pasalnya Paraguay bermain dengan sangat pragmatis sejak awal laga. Wakil Amerika Selatan itu juga tidak sungkan untuk melakukan pelanggaran demi menghentikan pergerakan Prancis.

Namun Les Bleus berhasil keluar sebagai pemenang laga ini setelah Kylian Mbappe mencetak gol dari titik putih di babak kedua. Mbappe sendiri sangat senang melihat timnya memenangkan laga alot ini.

Taktik Negatif Paraguay

Dalam wawancaranya seusai laga, Kylian Mbappe menilai timnya sangat layak untuk lolos ke babak perempat final. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif Paraguay di laga ini.

“Paraguay tidak mau bermain sepak bola di pertandingan tadi, dan kami menunjukkan kepada mereka caranya bermain bola,” buka Mbappe.

“Kami memenangkan pertandingan ini dan kami tim yang lebih bagus daripada mereka.”

Prancis Juga Bisa Main Kotor

Lebih lanjut, Mbappe juga mengomentari permainan kasar yang diperagakan Paraguay sepanjang laga. Ia menyebut bahwa timnya juga bisa melakukan hal yang serupa.

“Jika kami harus mengotori tangan kami, maka kami akan melakukan itu. Mereka (Paraguay) mengira kami akan bermain sambil menggunakan tuxedo di pertandingan tadi, namun kami juga tahu bagaimana cara bermain kotor juga,” sambung Mbappe.

“Kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa kami bukan hanya tim yang mampu memainkan sepak bola menyerang,” pungkasnya.

Laga Berikutnya

Timnas Prancis saat ini harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena mereka ditunggu laga berat di perempat final nanti.

Mereka akan menghadapi Timnas Maroko, di mana wakil Afrika itu menghancurkan Kanada dengan skor 3-0 di babak 16 besar pada dini hari tadi.

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 kembali menyajikan pertandingan penuh drama pada 4 Juli 2026. Argentina berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah melewati laga sengit, sedangkan Prancis bersiap menghadapi tantangan berat dari Paraguay pada fase gugur.

Selain itu, Kanada juga akan menghadapi Maroko dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat. Dengan demikian, persaingan menuju perempat final semakin menarik untuk disaksikan para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Argentina Selamat dari Kejutan Cape Verde

Argentina harus bekerja ekstra keras saat menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat unggul lebih dulu, tetapi lawannya mampu memberikan perlawanan luar biasa hingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol dan memberikan assist yang membantu Argentina meraih kemenangan 3-2. Berkat hasil tersebut, La Albiceleste memastikan langkah ke babak 16 besar setelah melalui pertandingan yang menguras tenaga.

Meski menang, performa Cape Verde mendapatkan banyak pujian. Tim debutan tersebut tampil disiplin dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan sang juara dunia.

Prancis Waspadai Kejutan Paraguay

Sementara itu, Prancis akan menjalani pertandingan penting melawan Paraguay. Les Bleus tetap diunggulkan karena memiliki kualitas pemain yang lebih merata. Namun, Paraguay datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu menyingkirkan lawan tangguh pada fase sebelumnya.

Pelatih Prancis meminta para pemainnya untuk tidak menganggap remeh Paraguay. Sebab, fase gugur tidak memberikan kesempatan kedua bagi tim yang kalah.

Kanada Tantang Maroko

Di pertandingan lainnya, Kanada akan menghadapi Maroko dalam perebutan tiket menuju perempat final. Kanada mengandalkan kecepatan lini serang, sedangkan Maroko tetap mengusung permainan disiplin seperti saat mereka menciptakan kejutan pada turnamen-turnamen sebelumnya.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama memiliki motivasi besar untuk mencetak sejarah di Piala Dunia 2026

Cuaca Panas Jadi Tantangan Baru

Selain persaingan di lapangan, kondisi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian utama penyelenggara. Beberapa kota tuan rumah diperkirakan mengalami suhu sangat tinggi sehingga FIFA menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk jeda minum dan peningkatan layanan medis bagi pemain maupun penonton.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini (4 Juli)

  • Kanada vs Maroko
  • Paraguay vs Prancis

Selain dua pertandingan tersebut, hasil dramatis Argentina atas Cape Verde menjadi salah satu sorotan utama hari ini setelah juara bertahan berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 terus menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi. Argentina sukses melewati ujian berat dan melaju ke babak berikutnya. Di sisi lain, Prancis wajib tampil maksimal saat menghadapi Paraguay, sedangkan Kanada dan Maroko siap menyuguhkan duel yang tak kalah menarik.

Dengan semakin dekatnya babak perempat final, setiap pertandingan kini menjadi penentu nasib masing-masing negara dalam perburuan gelar juara dunia.

Idnews.Top – Tempat menonton pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Ghana. Bolaneters bisa menonton laga mendebarkan ini melalui sejumlah saluran berikut ini.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Kolombia dan Ghana di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB. Di atas kertas, Kolombia diunggulkan berkat kualitas individu dan performa konsisten sepanjang turnamen.

Kelebihan utama Los Cafeteros terletak di sektor sayap, dengan Daniel Munoz dan Luis Diaz sebagai motor serangan. Kecepatan dan agresivitas mereka diprediksi akan menyulitkan pertahanan Ghana yang terkenal kokoh. Sebelumnya, tim kuat seperti Inggris dan Kroasia kesulitan membongkar pertahanan Ghana karena terlalu fokus menyerang dari tengah. Kolombia hadir dengan strategi berbeda, memaksimalkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang.

Daniel Munoz sendiri datang dengan momentum positif setelah mencetak gol ke gawang RD Kongo di fase grup. Performa apiknya menjadi modal berharga bagi tim asuhan Nestor Lorenzo.

Meski tidak diunggulkan, Ghana tetap menyimpan peluang kejutan. Organisasi pertahanan disiplin menjadi kekuatan utama mereka untuk meredam serangan lawan. Di lini depan, kehadiran pemain berpengalaman seperti Jordan Ayew menjadi senjata mematikan dalam skema serangan balik, terutama saat pemain Kolombia terlalu asyik menyerang ke depan.

Dengan Kolombia yang mengandalkan sayap dan Ghana yang siap menunggu di belakang, laga ini menjanjikan duel taktik menarik antara serangan agresif dan pertahanan terorganisir.

Tempat Menonton Kolombia vs Ghana

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Kolombia vs Ghana
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Jam kick-off: 08.30 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_t2lownf9/kolombia_vs_ghana

DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prakiraan Susunan Pemain Kolombia vs Ghana

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Lucumi, Sanchez, Mojica; Puerta, Lerma, Arias; Rodriguez, Suarez, Diaz

Pelatih: Nestor Lorenzo

Ghana (4-5-1): Asare; Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah; Sulemana, Partey, Owusu, Sibo, Semenyo; Ayew

Pelatih: Carlos Queiroz

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.

Tangis Mohamed Salah! Panenka Ikonik Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Mohamed Salah kembali membuktikan mengapa dirinya menjadi ikon sepak bola Mesir. Sang kapten tampil sebagai sosok sentral saat membawa The Pharaohs melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti yang mendebarkan.

Laga yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir dengan skor 1-1 sebelum Mesir memastikan kemenangan 4-2 lewat adu penalti. Salah menjadi sorotan utama berkat eksekusi penalti bergaya Panenka yang berani sekaligus penuh ketenangan, sebuah momen yang langsung menjadi perbincangan dunia sepak bola. Kemenangan tersebut juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir yang sukses memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Pertandingan Penuh Tekanan Sejak Menit Awal

Mesir sebenarnya membuka keunggulan lebih dahulu melalui sundulan Emam Ashour pada menit ke-13 setelah memanfaatkan rangkaian serangan yang dibangun dari sisi kiri lapangan. Australia kemudian meningkatkan intensitas permainan dan akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany di babak kedua.

Setelah skor kembali imbang, kedua tim saling berhati-hati. Peluang emas memang tercipta, termasuk beberapa kesempatan yang melibatkan Salah, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu.

Meski tampil dominan dalam beberapa fase pertandingan, Mesir gagal mencetak gol kemenangan sehingga drama adu penalti tak dapat dihindari.

Panenka Salah Jadi Simbol Kepercayaan Diri

Ketika tekanan mencapai titik tertinggi, Mohamed Salah justru memperlihatkan ketenangan luar biasa.

Sebagai algojo ketiga Mesir, pemain berusia 34 tahun itu memilih melakukan tendangan Panenka, yakni sebuah teknik penalti dengan mencungkil bola pelan ke tengah gawang ketika kiper telah menjatuhkan diri.

Keputusan tersebut sangat berisiko. Jika gagal, Salah akan menjadi sasaran kritik. Namun sang kapten memperlihatkan mental kelas dunia. Bola meluncur mulus ke tengah gawang sementara penjaga gawang Australia sudah bergerak ke sisi lain.

Sorak sorai pendukung Mesir pun pecah. Eksekusi tersebut langsung menjadi salah satu momen paling ikonik sepanjang Piala Dunia 2026 sekaligus menunjukkan kualitas mental seorang pemimpin di bawah tekanan.

Tangis Haru Setelah Peluit Akhir

Usai Hossam Abdelmaguid memastikan kemenangan Mesir melalui penalti penentu, emosi Mohamed Salah akhirnya tak lagi terbendung.

Kapten Mesir terlihat berkaca-kaca bahkan nyaris menangis ketika merayakan keberhasilan bersama rekan-rekannya. Momen itu menggambarkan betapa besar arti kemenangan tersebut bagi Salah yang telah bertahun-tahun membawa harapan jutaan rakyat Mesir.

Dalam wawancaranya setelah pertandingan, Salah menyebut kemenangan ini sebagai bagian dari sejarah baru sepak bola Mesir. Ia mengaku bangga karena generasi saat ini berhasil mencatatkan pencapaian yang selama puluhan tahun sulit diraih negaranya.

Strategi Australia Justru Berbalik Menjadi Bumerang

Australia sebenarnya telah menyiapkan strategi khusus menghadapi kemungkinan adu penalti. Pelatih Tony Popovic melakukan pergantian penjaga gawang menjelang babak tos-tosan dengan harapan mendapatkan keuntungan psikologis.

Namun keputusan tersebut justru tidak membuahkan hasil. Keempat penendang Mesir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara Australia gagal memanfaatkan momentum dan harus menerima kenyataan tersingkir dari turnamen.

Tantangan Berat Menanti Mesir

Lolos ke babak 16 besar menjadi pencapaian luar biasa bagi Mesir, tetapi perjalanan mereka belum selesai. Selanjutnya The Pharaohs dijadwalkan menghadapi Argentina yang telah memastikan tiket ke fase berikutnya usai mengalahkan Cape Verde dalam pertandingan babak 32 besar. Duel tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik karena mempertemukan Mohamed Salah dengan Lionel Messi di panggung Piala Dunia.

Panenka yang Akan Selalu Dikenang

Di luar hasil pertandingan, malam di Texas akan selalu dikenang sebagai malam milik Mohamed Salah. Bukan karena jumlah gol yang dicetaknya, melainkan karena keberanian mengambil keputusan yang tidak semua pemain berani lakukan dalam situasi paling menegangkan.

Panenka yang dingin, tangis haru setelah peluit akhir, serta keberhasilan membawa Mesir mencetak sejarah baru menjadikan pertandingan melawan Australia sebagai salah satu bab paling emosional dalam perjalanan karier Mohamed Salah. Di usia yang telah memasuki penghujung karier internasionalnya, sang “Raja Mesir” sekali lagi membuktikan bahwa pemain besar selalu hadir ketika negaranya paling membutuhkan.

Granit Xhaka Jadi Jenderal Lapangan Tengah, Swiss Bersinar di Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Granit Xhaka kembali membuktikan mengapa dirinya masih menjadi salah satu gelandang terbaik dunia di Piala Dunia 2026. Kapten Timnas Swiss itu tampil luar biasa saat memimpin negaranya mengalahkan Aljazair dengan skor 2-0 pada babak 32 besar, sekaligus mengantar Swiss melangkah ke babak 16 besar.

Meski namanya tidak tercatat di papan skor, kontribusi Xhaka terlihat jelas sepanjang pertandingan. Gelandang berusia 33 tahun tersebut menjadi pusat permainan Swiss, mengatur tempo, menjaga keseimbangan lini tengah, hingga memutus serangan lawan dengan ketenangan khas pemain berpengalaman.

Swiss memang tampil efektif lewat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye. Namun di balik kemenangan itu, sosok Xhaka menjadi fondasi yang membuat permainan tim asuhan Murat Yakin berjalan begitu rapi dan disiplin. Swiss bahkan sukses meraih kemenangan fase gugur Piala Dunia pertama mereka sejak 1938, sebuah pencapaian bersejarah bagi negara tersebut.

Kapten yang Mengendalikan Permainan

Sepanjang laga, Xhaka menunjukkan kualitas yang sulit ditandingi. Ia hampir selalu menjadi opsi pertama dalam membangun serangan dari lini belakang.

Akurasi umpannya membuat Swiss mampu keluar dari tekanan Aljazair dengan tenang. Selain itu, visi bermainnya membantu rekan-rekannya menemukan ruang kosong untuk melancarkan serangan balik yang cepat.

Ketika Aljazair mulai meningkatkan intensitas serangan, Xhaka tetap tampil dingin. Ia mampu membaca arah permainan, menutup ruang lawan, sekaligus memberikan instruksi kepada para pemain muda di sekitarnya.

Kepemimpinan seperti inilah yang membuat Swiss mampu mengontrol jalannya pertandingan meski Aljazair sempat memiliki penguasaan bola yang cukup seimbang. Reuters juga menilai lini tengah Swiss yang dipimpin Xhaka menjadi kunci keberhasilan mereka meredam tekanan lawan sepanjang pertandingan.

Pengalaman Jadi Pembeda

Piala Dunia 2026 menjadi panggung yang memperlihatkan pentingnya pengalaman. Saat banyak tim mengandalkan energi pemain muda, Swiss memiliki kombinasi sempurna antara talenta muda dan sosok senior seperti Xhaka.

Pemain yang kini memperkuat Sunderland tersebut tampil sebagai mentor di lapangan. Ia tidak hanya fokus memainkan perannya sendiri, tetapi juga membantu menjaga organisasi permainan seluruh tim.

Ketenangan Granit Xhaka membuat para pemain muda seperti Johan Manzambi dapat bermain lebih lepas. Manzambi memang mencuri perhatian lewat assist indah untuk gol pembuka Embolo, namun kebebasan yang ia nikmati tidak lepas dari perlindungan dan keseimbangan yang diberikan Xhaka di lini tengah.

Statistik Tak Selalu Menggambarkan Pengaruhnya

Dalam sepak bola modern, pemain terbaik tidak selalu harus mencetak gol atau memberikan assist.

Peran Xhaka lebih banyak terlihat melalui keputusan-keputusan kecil yang menentukan jalannya pertandingan. Ia tahu kapan harus mempercepat tempo, kapan harus memperlambat permainan, hingga kapan harus melakukan pelanggaran taktis untuk menghentikan momentum lawan.

Kemampuan membaca pertandingan tersebut menjadi alasan mengapa Murat Yakin terus mempercayainya sebagai kapten tim nasional Swiss.

Selama lebih dari satu dekade membela negaranya, Xhaka telah berkembang menjadi simbol konsistensi dan kepemimpinan. Di Piala Dunia 2026, kualitas tersebut kembali terlihat saat Swiss menghadapi pertandingan hidup-mati.

Swiss Makin Percaya Diri Menuju Babak 16 Besar

Keberhasilan menyingkirkan Aljazair memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi Swiss. Mereka kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi.

Performa solid Xhaka menjadi modal penting untuk menghadapi lawan yang lebih berat. Dengan pengalaman tampil di berbagai turnamen besar, ia diyakini akan kembali menjadi sosok sentral yang menentukan arah permainan Swiss.

Di usia yang sudah tidak muda lagi, Xhaka justru menunjukkan bahwa kualitas seorang gelandang tidak hanya diukur dari kecepatan atau kekuatan fisik, melainkan kecerdasan membaca permainan dan kemampuan memimpin rekan-rekannya.

Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Swiss akan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Dan selama Granit Xhaka terus bermain di level terbaiknya, peluang tersebut akan selalu terbuka lebar.

BolaIndonesia – Tottenham Hotspur benar-benar menunjukkan ambisi besar di bursa transfer musim panas 2026. Setelah sukses mengamankan gelandang muda berbakat Mateus Fernandes dengan nilai transfer fantastis, klub asal London Utara itu kini dikabarkan tinggal selangkah lagi merampungkan perekrutan Sandro Tonali dari Newcastle United.

Langkah agresif ini menjadi bukti bahwa manajemen Spurs tidak ingin mengulangi musim 2025/2026 yang nyaris berakhir dengan bencana. Setelah harus berjuang hingga pekan terakhir untuk memastikan tetap bertahan di Premier League, Tottenham kini memilih melakukan perombakan besar-besaran demi kembali bersaing di papan atas. Sejumlah laporan menyebut kedua klub telah mencapai kesepakatan transfer yang bernilai sekitar 100 juta poundsterling.

Nilai Transfer Fantastis Pecahkan Rekor Klub

Transfer Sandro Tonali diperkirakan akan menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah Tottenham Hotspur. Kesepakatan tersebut disebut mencapai total 100 juta poundsterling, terdiri dari pembayaran awal sebesar

Angka tersebut bahkan melampaui rekor yang baru saja dibuat Tottenham saat mendatangkan Mateus Fernandes. Dalam hitungan beberapa hari saja, Spurs rela mengeluarkan dana hampir 200 juta poundsterling hanya untuk memperkuat sektor lini tengah.

Keberanian finansial tersebut memperlihatkan betapa seriusnya proyek baru Tottenham di bawah arahan Roberto De Zerbi.

Roberto De Zerbi Jadi Faktor Utama

Salah satu alasan terbesar yang membuat Sandro Tonali bersedia menerima pinangan Tottenham adalah kehadiran Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tonali sejak keduanya masih berkiprah di kompetisi Italia.

Beberapa laporan menyebut Tonali memang tertarik bekerja sama dengan De Zerbi meski sempat diminati sejumlah klub elite Premier League lainnya. Bahkan gelandang berusia 26 tahun tersebut dikabarkan telah bertolak ke London untuk menjalani tahapan akhir proses transfer, termasuk tes medis sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik.

Lini Tengah Tottenham Berubah Total

Jika transfer ini resmi diumumkan, maka Tottenham akan memiliki salah satu lini tengah paling menarik di Premier League musim depan. Kehadiran Mateus Fernandes yang dikenal kreatif dipadukan dengan kualitas bertahan, distribusi bola, dan pengalaman internasional milik Sandro Tonali diperkirakan mampu mengangkat performa Spurs secara signifikan.

De Zerbi tampaknya ingin membangun permainan yang lebih dominan dalam penguasaan bola. Tonali dinilai sebagai sosok ideal karena memiliki kemampuan mengatur tempo permainan sekaligus disiplin saat bertahan.

Dengan tambahan pemain-pemain baru di berbagai posisi, Tottenham mulai menunjukkan wajah baru yang jauh berbeda dibandingkan musim lalu.

Newcastle Siapkan Dana untuk Bangun Skuad Baru

Di sisi lain, Newcastle United disebut menerima tawaran besar tersebut karena mempertimbangkan aspek finansial sekaligus rencana membangun kembali skuad mereka.

Dana hasil penjualan Tonali diyakini akan digunakan untuk mendatangkan beberapa pemain baru agar kekuatan tim tetap kompetitif. Newcastle memang tengah melakukan restrukturisasi skuad setelah melepas sejumlah pemain penting dalam jendela transfer kali ini.

Bursa Transfer Tottenham Belum Berakhir

Meski sudah menghabiskan dana dalam jumlah sangat besar, aktivitas Tottenham diperkirakan belum selesai. Sejumlah laporan dari Inggris menyebut klub asal London Utara itu masih ingin menambah amunisi, khususnya di sektor penyerangan agar proyek besar Roberto De Zerbi semakin komplet.

Apabila seluruh rencana berjalan sesuai harapan, Tottenham berpotensi menjadi salah satu tim dengan perubahan skuad paling drastis di Premier League musim 2026/2027. Setelah mendatangkan Mateus Fernandes dan segera meresmikan Sandro Tonali, Spurs mengirimkan pesan tegas kepada para rival bahwa mereka siap kembali bersaing memperebutkan posisi papan atas, bahkan membuka peluang untuk ikut dalam perebutan gelar musim depan.

Timnas Australia dan Timnas Mesir akan saling berhadapan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, pada Sabtu (4/6/2026) dini hari WIB.

Timnas Australia dan Timnas Mesir kan saling berhadapan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, pada Sabtu (4/6/2026) dini hari WIB.

Australia lolos sebagai runner-up Grup D setelah mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan. Tim berjuluk Socceroos itu membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Timnas Turki sebelum kalah 0-2 dari tuan rumah bersama Timnas Amerika Serikat.

Pada laga terakhir Grup D, Australia bermain imbang tanpa gol melawan Timnas Paraguay yang memastikan finis di posisi kedua grup. Hasil tersebut membuat Socceroos tertinggal dua poin dari Amerika Serikat yang keluar sebagai juara grup.

Namun, Australia memiliki pengalaman di babak gugur Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya mencapai babak 16 besar pada edisi 2006 dan 2022. Pada edisi terakhir, langkah Socceroos terhenti setelah kalah dari Argentina yang menjadi juara turnamen.

Pertemuan Kedua

Ini akan menjadi pertemuan kedua antara Australia dan Mesir dalam sejarah sepak bola kedua negara.Satu-satunya pertemuan sebelumnya terjadi pada uji coba 2010 yang dimenangkan Mesir dengan skor 3-0.

Pemenang pertandingan ini akan menghadapi satu di antara dari Timnas Argentina atau Timnas Tanjung Verde pada babak 16 besar.

Kondisi ini bakal menambah tekanan sekaligus motivasi bagi kedua kesebelasan untuk bermain maksimal.

Mesir melaju ke babak gugur setelah finis sebagai runner-up Grup G dengan lima poin dari tiga pertandingan.

Perjalanan Mesir

Armada Hossam Hassan tersebut hanya kalah selisih gol dari Timnas Belgia yang menempati posisi puncak grup.

Mesir memulai Piala Dunia 2026 dengan hasil 1-1 melawan Belgia sebelum menang 3-1 atas Timnas Selandia Baru dan imbang 1-1 melawan Timnas Iran.

Mesir belum pernah mencapai babak 16 besar sejak Piala Dunia 1934 dan hanya lolos empat kali di putaran final sepanjang sejarahnya.

Pada Piala Dunia 2018, tim berjuluk The Pharaohs itu gagal meraih satu kemenangan sehingga capaian kali ini sudah menjadi peningkatan signifikan.

Prakiraan Susunan Pemain

Australia (3-4-3): Patrick Beach; Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington; Jordan Bos, Aiden O’Neill, Jackson Irvine, Aziz Behich; Cristian Volpato, Nestory Irankunda, Connor Metcalfe

Pelatih: Tony Popovic

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Marwan Ateya, Mahmoud Saber; Mostafa Zico, Mohamed Salah, Emam Ashour; Omar Marmoush

Pelatih: Hossam Hassan

Spanyol Lolos ke 16 Besar, Marc Cucurella Jadi Arsitek Kemenangan atas Austria

BolaIndonesia – Marc Cucurella tampil luar biasa saat membawa Spanyol menyingkirkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bek kiri yang dikenal berkat energi tanpa henti di sisi lapangan itu menjadi aktor penting di balik kemenangan La Furia Roja setelah terlibat dalam seluruh proses tiga gol yang bersarang ke gawang Austria.

Performa Cucurella membuktikan bahwa perannya bukan sekadar pemain bertahan. Ia menjadi motor serangan dari sisi kiri, terus memberikan ancaman melalui umpan-umpan akurat, overlap cepat, dan kerja sama apik dengan lini depan Spanyol.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Spanyol melaju ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah memperlihatkan permainan paling dominan sepanjang turnamen.

Awal Laga, Cucurella Langsung Mengancam

Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola yang tinggi membuat Austria lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.

Cucurella berkali-kali naik membantu serangan. Bahkan, ia sempat mencetak gol pada awal pertandingan. Namun gol tersebut dianulir wasit karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Austria sebelum bola masuk ke gawang. Meski gagal mencatatkan nama di papan skor, bek Chelsea itu tidak kehilangan kepercayaan diri.

Ia terus memberikan tekanan melalui pergerakan agresif di sisi kiri dan menjadi sumber kreativitas bagi lini serang Spanyol.

Assist Perdana untuk Oyarzabal

Usaha Cucurella akhirnya membuahkan hasil pada babak pertama. Berawal dari penetrasi di sisi kiri, ia mengirim umpan datar yang sangat akurat ke depan gawang.

Mikel Oyarzabal berhasil menyambut bola tersebut dengan penyelesaian tenang untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Assist itu menjadi bukti kualitas visi bermain Cucurella. Alih-alih melepaskan umpan sembarangan, ia mampu memilih momen yang tepat sehingga Oyarzabal mendapatkan ruang ideal untuk menaklukkan kiper Austria.

Berperan Besar dalam Gol Kedua

Kontribusi Cucurella tidak berhenti sampai di sana. Pada gol kedua yang dicetak Pedro Porro, bek berusia 27 tahun itu kembali menjadi inisiator serangan.

Ia memulai rangkaian umpan cepat dari sisi kiri yang membuat pertahanan Austria kehilangan keseimbangan. Bola kemudian mengalir ke kotak penalti sebelum diselesaikan Porro melalui sundulan jarak dekat.

Meski tidak tercatat sebagai pemberi assist resmi, pergerakan dan umpannya menjadi kunci terciptanya gol kedua yang semakin memantapkan dominasi Spanyol sepanjang pertandingan.

Menutup Laga dengan Assist Kedua

Pada penghujung pertandingan, Cucurella kembali menunjukkan kualitasnya. Kali ini ia mengirim umpan terobosan yang sangat matang kepada Oyarzabal.

Sang striker tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dan mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 untuk Spanyol.

Dengan dua assist dan keterlibatan langsung dalam proses gol kedua, Cucurella praktis menjadi pemain yang berkontribusi pada seluruh gol Spanyol dalam pertandingan tersebut. Penampilannya mendapat banyak pujian karena mampu tampil sama baiknya ketika menyerang maupun bertahan.

Kokoh Bertahan, Tajam Menyerang

Selain kontribusi ofensif, Cucurella juga tampil disiplin saat bertahan. Ia mencatat akurasi operan di atas 90 persen, memenangi duel penting, serta membantu Spanyol menjaga clean sheet.

Statistik tersebut semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling konsisten di skuad Luis de la Fuente sepanjang turnamen. Bersama lini belakang Spanyol, ia sukses membuat Austria gagal menciptakan ancaman berarti ke gawang Unai Simón.

Modal Besar Menuju Babak 16 Besar

Pelatih Luis de la Fuente mengaku puas dengan performa anak asuhnya, tetapi tetap mengingatkan agar tim tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, fase gugur berikutnya akan jauh lebih berat sehingga Spanyol harus mempertahankan intensitas permainan yang sama.

Spanyol kini bersiap menghadapi pemenang duel Portugal kontra Kroasia pada babak 16 besar. Jika Cucurella mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Austria, peluang La Furia Roja melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 tentu semakin terbuka.

Penampilan impresif sang bek kiri menjadi bukti bahwa modern full-back bukan hanya bertugas menghentikan serangan lawan. Dalam sistem permainan Spanyol, Marc Cucurella justru menjelma sebagai salah satu senjata utama yang mampu menentukan hasil pertandingan melalui kontribusi nyata di kedua sisi lapangan.