Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).
Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.
Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.
Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.
Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.
Komposisi Paten
Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.
Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.
Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.
Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.
Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.
Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.
Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.
Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.
Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.
Axel Disasi
Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.
Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.
Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.
Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.
Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.
Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya
Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.
Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.
Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.
Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.
Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya
Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.
Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.
Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.
Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.
Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.
Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya
Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.
Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.
Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.
Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.
Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.
Idnews.top – Klub Premier League, Manchester United nampaknya akan turun dengan kekuatan penuh saat menghadapi AC Milan. Michael Carrick mempersiapkan total 25 pemain untuk menghadapi mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim.
Seperti yang sudah diketahui, MU telah melakukan pra musim mereka selama kurang lebih satu bulan. Selama periode itu, Setan Merah telah menggelar lima laga uji coba, dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Manchester United dijadwalkan akan menutup rangkaian uji coba pra musim mereka pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menantang AC Milan di Polandia, di mana mereka akan bereuni dengan mantan manajer mereka, Ruben Amorim yang kini menjadi alenatore Rossoneri.
Michael Carrick mempersiapkan laga ini dengan serius. Untuk menghadapi AC Milan, ia memboyong 25 pemain ke Polandia untuk pertandingan ini.
Beberapa Pemain Inti Absen
Dari daftar yang dirilis Manchester United di situs resmi mereka, ada beberapa pemain senior mereka yang akan absen melawan AC Milan.
Di sektor kiper, Tom Heaton dan Karl Darlow belum bisa tampil karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun Senne Lammens dan Dermot Mee siap menjadi palang pintu MU di laga ini.
Mason Mount dan Benjamin Sesko juga dilaporkan akan absen di laga ini karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun kondisi mereka dikabarkan sudah hampir sembuh total.
Tiga Pemain Siap Beraksi
Di laga uji coba melawan AC Milan ini, tiga pemain Manchester United yang telat bergabung karena Piala Dunia 2026 sudah siap tampil.
Mereka adalah Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Ketiga pemain ini bermain di final dan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 kemarin sehingga mereka mendapatkan libur ekstra.
Ketiga pemain ini dikonfirmasi pasti akan bermain melawan AC Milan, namun ketiganya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.
Daftar Lengkap
Berikut adalah 25 pemain yang dibawa Michael Carrick untuk menghadapi AC Milan-nya Amorim:
Kiper: Dermot Mee, Fred Heath, Senne Lammens.
Bek: Ayden Heaven, Diogo Dalot, Harry Amass, Harry Maguire, Leny Yoro, Lisandro Martinez, Luke Shaw, Noussair Mazraoui, Patrick Chinazaekpere Dorgu.
Gelandang: Andrey Santos, Bruno Fernandes, Jack Fletcher, Kobbie Mainoo, Toby Collyer, Tyler Fletcher, Youri Tielemans.
FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.
Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.
“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).
“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.
Bukan Hanya Kualitas Pemain
Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.
“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.
FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.
“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.
Harus Punya Plan B
Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?
“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.
Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.
“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.
Real Madrid kini punya lima opsi sayap kanan: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Mourinho lebih fleksibel memilih sesuai
Real Madrid kini memiliki kedalaman luar biasa di posisi sayap kanan. Setelah beberapa musim kesulitan menemukan pemain yang benar-benar cocok, Jose Mourinho kini punya lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.
Lima nama menjadi kandidat utama untuk sektor tersebut: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Masing-masing menawarkan solusi berbeda, mulai dari kontrol permainan, kemampuan teknis, kekuatan fisik, hingga pressing agresif.
Posisi ini sebelumnya menjadi salah satu titik lemah Real Madrid, terutama setelah era terbaik Gareth Bale berakhir. Dengan pilihan yang melimpah, penentuan peran akan menjadi pekerjaan penting sepanjang musim.
Kedalaman Baru di Sisi Kanan Real Madrid
Real Madrid sekarang memiliki lima opsi berkualitas di sisi kanan setelah periode panjang mencari profil yang tepat. Perkembangan ini menutup celah yang muncul usai berakhirnya masa terbaik Gareth Bale.
Jose Mourinho memperoleh keleluasaan memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan. Tim tidak lagi bergantung pada satu sosok untuk mengisi posisi tersebut.
Lima pemain berada dalam daftar opsi itu: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Setiap nama membawa karakter dan keunggulan berbeda.
Profil Opsi: Dari Winger Natural hingga Mesin Pressing
Yan Diomande adalah pilihan yang natural untuk peran sayap kanan. Kehadirannya memberikan spesialis di posisi tersebut setelah bertahun-tahun mengandalkan pemain yang harus beradaptasi.
Bernardo Silva memiliki pengalaman panjang bermain di sisi kanan bersama Manchester City. Jika dibutuhkan kontrol permainan dan kemampuan teknis tinggi, gelandang Portugal itu menjadi pilihan ideal bagi Mourinho.
Federico Valverde menawarkan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang sangat baik. Ia bisa memberikan perlindungan tambahan di sisi kanan ketika Real Madrid membutuhkan keseimbangan lebih besar.
Endrick mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan permainan langsung sebagai pembeda. Naluri mencetak golnya sebagai penyerang menambah ancaman saat ia bergerak dari area sayap menuju kotak penalti.
Brahim Diaz melengkapi kedalaman dengan kemampuan teknis dan energi tinggi. Kualitas tersebut mendukung permainan pressing dari sektor sayap ketika dibutuhkan pemain yang aktif mengejar lawan sejak area depan.
Langkah Mourinho dan Persaingan di Sektor Kanan
Rodrygo dan Arda Guler secara teknis juga dapat dimainkan di sisi kanan. Akan tetapi, keduanya memiliki keterbatasan tertentu untuk posisi tersebut.
Dengan banyaknya pilihan, Mourinho dapat menentukan komposisi berdasarkan kebutuhan setiap pertandingan. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada satu pemain untuk mengisi sektor kanan.
Kedalaman ini menjadi perkembangan penting bagi Real Madrid karena tiap opsi menawarkan kelebihan yang berbeda. Tantangan berikutnya adalah menentukan siapa yang paling sering mendapatkan kesempatan sekaligus menjaga seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.
Luis Enrique memuji karakter Paris Saint-Germain (PSG) setelah mempertahankan Piala Super Eropa. Les Parisiens menaklukkan Aston Villa 2-1 di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. PSG hanya punya waktu singkat untuk mempersiapkan laga karena sebagian besar pemain baru kembali dari liburan usai membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026.
Meski begitu, PSG tetap menunjukkan mentalitas juara. Enrique meminta skuadnya menikmati keberhasilan ini sekaligus menjaga ambisi untuk kembali memburu banyak trofi pada musim baru.
PSG Juara, Luis Enrique Soroti Persiapan Singkat
Hasil 2-1 atas Aston Villa memastikan PSG mengangkat trofi Piala Super Eropa untuk tahun kedua secara beruntun. Kemenangan di Salzburg itu menegaskan konsistensi sang juara bertahan di ajang antarklub Eropa tersebut.
Enrique sebelumnya menyoroti minimnya waktu persiapan. Banyak pemain baru menyelesaikan tugas internasional dan kembali dari liburan, membuatnya harus memaksimalkan sisa hari latihan sebelum jumpa wakil Inggris itu.
“Saya tidak terkejut karena saya mengenal para pemain dan mengetahui kemampuan mereka. Pertandingan ini sangat rumit, sama seperti musim lalu,” tutur Enrique.
“Kami harus menyoroti apa yang dilakukan tim karena sama sekali tidak mudah ketika Anda hanya memiliki beberapa hari untuk berlatih,” tegas Enrique.
Mentalitas Kompetitif Jadi Kekuatan PSG
Di luar persoalan teknis, Enrique menekankan motivasi skuadnya. Dengan waktu persiapan terbatas, intensitas dan kecintaan para pemain terhadap sepak bola menjadi fondasi untuk menjaga level kompetitif.
“Sangat mudah memotivasi para pemain ini karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Saya pikir situasinya hampir ideal,” ungkap Enrique.
Kondisi tersebut membantu PSG tetap tajam di laga penting seperti Piala Super Eropa. Sang pelatih melihatnya sebagai modal positif untuk memasuki musim yang menuntut konsistensi tinggi di berbagai kompetisi.
Ambisi Berlanjut Usai Trofi Beruntun
Enrique menegaskan standar klub tidak boleh turun setelah meraih gelar berturut-turut. “Sangat sulit memenangkan trofi secara beruntun. Karena itu, kami harus menikmati apa yang telah kami capai, tetapi pada saat yang sama kami harus tetap ambisius dan profesional untuk mencoba memenangkan semuanya lagi,” lanjut Enrique.
Keberhasilan mempertahankan Piala Super Eropa menambah koleksi trofi PSG dalam beberapa musim terakhir. Namun, ia tidak ingin ruang ganti cepat puas karena masih banyak target yang menanti dan standar yang wajib dijaga.
Premier League mungkin merupakan liga terkaya di dunia. Tetapi La Liga menggaji 10 pemain dengan bayaran tertinggi lebih besar secara rata-rata.
Vinicius Jr. sebenarnya bisa menjadi pemain dengan gaji tertinggi kedua di Premier League jika benar-benar serius untuk bergabung dengan Arsenal. Namun, alih-alih pindah ke Inggris, penghargaan tersebut justru ia dapatkan di La Liga.
Kondisi itu membuat La Liga berada di atas Premier League jika berbicara mengenai rata-rata gaji 10 pemain dengan bayaran tertinggi di masing-masing kompetisi.
Sebagai perbandingan, berikut adalah 10 pemain dengan gaji tertinggi di masing-masing dari lima liga top Eropa. Seluruh data gaji bersumber dari Capology, dengan angka dari semua liga, kecuali Premier League.
Idnews.top – Arsenal harus puas bermain imbang 1-1 melawan Como dalam laga pramusim di Emirates Stadium. The Gunners kemudian mengamankan kemenangan 4-3 lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Laga ini menjadi panggung debut Bruno Guimaraes setelah didatangkan dari Newcastle dengan nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,81 triliun).
Di sisi lain, Myles Lewis-Skelly mencetak gol ketika masa depannya bersama Arsenal tengah dikaitkan dengan kemungkinan hengkang.
Lewis-Skelly Buka Keunggulan Arsenal
Lewis-Skelly membawa Arsenal unggul pada menit ke-33 setelah memanfaatkan kesalahan kiper Como, Jean Butez. Ia memotong umpan buruk sang penjaga gawang sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang ke dalam gawang.
Gol tersebut memiliki arti tersendiri karena Lewis-Skelly tengah berada dalam pembicaraan mengenai masa depannya. Setelah mencetak gol, pemain muda Inggris itu merayakannya dengan membuat gestur hati menggunakan kedua tangannya.
Como mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui Martin Baturina. Gelandang tersebut melewati Theo Julienne dan Max Dowman sebelum melepaskan penyelesaian keras yang tidak mampu dihentikan Kepa Arrizabalaga.
Bruno Guimaraes Jalani Debut
Bruno Guimaraes mendapatkan sambutan hangat dari pendukung tuan rumah ketika masuk pada awal babak kedua. Gelandang Brasil itu menjadi salah satu rekrutan baru Arsenal yang menjalani penampilan pertamanya bersama klub.
Kehadiran Bruno belum mampu membawa Arsenal mencetak gol kedua sepanjang 45 menit terakhir. Martin Odegaard sempat menciptakan peluang matang untuk Fabio Vieira pada menit ke-53, tetapi tembakan pemain Portugal tersebut masih dapat diamankan kiper Como.
Mikel Arteta juga memberikan kesempatan tampil pertama pada pramusim kepada Eberechi Eze, David Raya, Mikel Merino, dan Noni Madueke. Sementara itu, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Martin Zubimendi belum dimainkan setelah baru kembali dari tugas bersama Timnas masing-masing.
Arsenal Menang Adu Penalti 4-3
Pertandingan akhirnya dilanjutkan ke adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Arsenal menang 4-3 dengan Bruno Guimaraes dan rekrutan anyar lainnya, Christos Tzolis, ikut mencetak gol dari titik putih.
Madueke menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang gagal menjalankan tugasnya dalam drama tersebut. Kemenangan ini memberikan hasil positif bagi tim Arteta meski performa selama babak kedua belum menghasilkan gol tambahan.
Arsenal kini mengalihkan perhatian ke Community Shield menghadapi Manchester City di Wembley pada Minggu. Setelah itu, The Gunners akan membuka perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Coventry pada Jumat, 21 Agustus.
Idnews.top – Bruno Guimaraes resmi datang untuk menjadi penggerak baru di lini tengah Arsenal. Transfer senilai £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dari Newcastle menjadi simbol ambisi The Gunners untuk langsung bersaing memperebutkan trofi sejak pekan-pekan awal musim.
Mikel Arteta kini memiliki lebih banyak opsi di sektor tengah setelah sebelumnya mengandalkan Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard. Kehadiran Guimaraes diproyeksikan memperkuat struktur permainan agar lebih agresif sekaligus fleksibel menghadapi berbagai karakter pertandingan.
Pada usia 28 tahun, Guimaraes bukan pembelian jangka panjang. Namun, Arsenal memang mencari profil yang dapat memberi pengaruh segera dalam perburuan Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.
Bruno Guimaraes: Investasi Mahal yang Sudah Teruji
Nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) terhitung besar, tetapi Arsenal mendapatkan gelandang yang telah membuktikan kualitasnya di Premier League. Guimaraes datang bukan dengan janji potensi, melainkan rekam jejak sebagai pemimpin dan pemain yang tampil konsisten di level tertinggi.
Keandalan fisiknya memberi keuntungan tambahan. Sejak debut, ia telah tampil dalam 195 pertandingan bersama Newcastle, menghadirkan ketahanan untuk melalui musim panjang yang bisa mencapai hampir 60 pertandingan dalam satu musim.
Lebih dari sekadar menambah kualitas teknis, Guimaraes membawa karakter kompetitif yang dapat memperkuat mental tim. Transfer ini mempertegas niat Arsenal untuk tidak menunggu kesempatan berikutnya dalam perburuan gelar.
Guimaraes hadir untuk membantu memenangkan pertandingan besar sekarang. Dengan pengalaman, agresivitas, kreativitas, dan kemampuan bertahan, ia berpeluang menjadi kepingan penting dalam upaya Arteta mengangkat The Gunners ke level berikutnya.
Pengalaman Premier League Jadi Modal Utama
Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi bagian vital sejak Februari 2022. Ia sempat mengenakan ban kapten, tampil lebih banyak dibanding pemain Newcastle lain sejak debut, dan berkembang menjadi pusat permainan tim asuhan Eddie Howe.
Kontribusinya menghadirkan kombinasi agresivitas, teknik, dan ketenangan. Ia mampu memenangkan duel, membawa bola melewati tekanan, mengatur ritme, serta mengirim umpan pembuka ruang bagi rekan setim.
Arsenal membutuhkan profil tersebut untuk menghadapi jadwal padat dan laga-laga berintensitas tinggi. Pengalaman Guimaraes di pertandingan besar membuat Arteta mendapatkan pemain yang tidak memerlukan waktu panjang untuk memenuhi tuntutan Premier League.
Kombinasi Ideal Bersama Rice, Bukan Sekadar Gelandang Bertahan
Selama berkostum Newcastle, Guimaraes kerap dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang agresif merebut bola. Namun, perkembangan beberapa musim terakhir menunjukkan kontribusinya jauh melampaui label gelandang bertahan semata.
Musim lalu, ia mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League, sekaligus menjadi pemain Newcastle dengan kontribusi gol terbanyak. Produktivitas ini menunjukkan ancaman dari lini kedua tanpa mengorbankan tanggung jawab defensif.
Pergerakan ke area yang lebih tinggi membuka peluang bagi Arteta untuk memainkannya sebagai gelandang nomor delapan. Guimaraes dapat masuk dari sisi kanan, menyerang ruang di sekitar kotak penalti, dan memanfaatkan pergerakan Martin Odegaard atau Bukayo Saka.
Dipadukan dengan Declan Rice, karakter keduanya saling melengkapi. Guimaraes mencatat 6,1 duel dimenangkan dan 1,6 tekel sukses per 90 menit, serta 5,0 recovery per 90 menit—hanya berada di bawah Rice di antara gelandang tengah Arsenal dalam kategori tersebut. Fleksibilitasnya memungkinkan Arteta mengubah struktur permainan: Guimaraes bisa bermain lebih dalam untuk membantu Zubimendi, sementara Rice diberi kebebasan ke depan atau sebaliknya, menjaga kans bersaing di Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengungkap alasan di balik keputusan manajemen melanjutkan kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel untuk BRI Super League 2026/2027.
Liana Tasno menyebut ada kesamaan visi dan nilai antara dirinya dengan Van Gastel. Salah satu yang paling utama ialah soal integritas dalam menjalankan tugas dan membawa PSIM menjadi lebih baik.
“Puji Tuhan saya bisa berjodoh dengan coach Jean-Paul van Gastel. Saya menilai beliau punya visi yang sama dengan PSIM, terutama soal integritas,” ujar Liana Tasno.
“Setiap orang punya nilai yang berbeda-beda. Ada yang suka fashion, ada yang suka kuliner. Tapi yang paling penting saya dan coach JP punya satu kesamaan, yaitu integritas,” imbuh wanita berusia 43 tahun itu.
Integritas Jadi Dasar Utama
Menurut Liana, Integritas yang dimaksud bukan sekadar nilai yang tertulis, melainkan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi PSIM. Ia ingin elemen tim memiliki tujuan sama ketika menghadapi kompetisi.
“Bagaimana caranya supaya PSIM datang untuk menang dan selalu bisa menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Memang tidak mudah, tapi setidaknya value kami sama. Kalau nilai dasarnya sudah sama, perjalanan ke depan akan jauh lebih enak,” katanya.
Kesamaan visi tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen PSIM memberikan kepercayaan kepada Jean-Paul van Gastel untuk semusim ke depan. Pelatih asal Belanda itu diharapkan bisa mengantar Naga Jawa terbang lebih tinggi.
Bagi Liana, kesamaan nilai adalah modal penting untuk membangun kerja sama dalam jangka panjang. Terlebih, PSIM akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Melibatkan Banyak Pihak
Selain itu, Liana juga menjelaskan bahwa pembentukan skuad PSIM bukan merupakan hasil keputusan satu orang. Proses perekrutan pemain dilakukan melalui diskusi dan komunikasi yang melibatkan sejumlah pihak.
“Sekali lagi tolong diluruskan di media, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa saya mempercayakan 100 persen kepada coach Jean-Paul sendiri. Itu salah,” papar Liana Tasno.
“Coach JP membangun skuad ini bersama satu tim. Ada asisten pelatih, analis, tim scouting, kemudian juga diperbantukan oleh Mas Iksan sebagai manajer tim dan coach Guntur Cahyo. Jadi coach JP sudah diperkuat oleh tim yang lengkap.”
“Kalau bicara secara teknis, saya memang percaya kepada coach JP. Selama bekerja dengan beliau, saya melihat beliau adalah pelatih yang sangat cerdas dalam menyusun skuad, terutama dalam hal leadership. Itu sangat penting di dalam sebuah tim,” pungkasnya.