28 Oktober 2026

Lothar Matthaeus

BOLADONESIA – Jelang musim baru, tekanan langsung didapatkan Jamal Musiala. Bintang Bayern Munich itu dituntut legenda Jerman, Lothar Matthaeus, untuk bangkit dari keterpurukan akibat cedera parah pada Piala Dunia Antarklub 2025.

Bagi Matthaeus, Musiala tak lagi punya alasan. Cedera yang dialaminya sudah setahun berlalu. Dia harus kembali menampilkan permainan terbaiknya lagi, baik untuk Bayern maupun timnas Jerman. Sejak comeback, hal itu belun nampu ditunjukkan sang bintang.

“Pada akhirnya, cedera serius yang dideritanya lebih dari setahun lalu akan pulih. Dia perlu melupakannya. Itu sangat penting karena jika tidak, dia mungkin akan menghabiskan banyak waktu di bangku cadangan karena persaingan ketat,” ujar Lothar Matthaeus soal Jamal Musiala seperti dikutip IDNEWS.TOP dari kolomnya di Sky.

Matthaeus lantas mengungkapkan, “Serge Gnabry dan Harry Kane telH menunjukkan chemistry sangat baik dalam rotasi mereka. Lalu, kita tahu (Michael) Olise dan (Lennart) Karl dapat bermain di posisi nomor 10. (Vincent) Kompany akan dengan mudah menemukan kombinasi tepat.

Dukungan untuk Jamal Musiala

Sebagai eks pemain, Lothar Matthaeus sangat paham bahwa Jamal Musiala butuh waktu untuk kembali pada permainan terbaiknya. Namun, dia mengingatkan, di tengah persaingan ketat, waktu yang tersedia tidaklah banyak. Apalagi, dia memikul ekspektasi tinggi dari para fan.

Matthaeus menilai Musiala sudah berada di jalur yang tepat. “Musiala telah menunjukkan potensi pada akhir musim lalu di Bayern. Ada juga tanda-tanda yang menjanjikan di Piala Dunia (2026). Jadi, tidak ada lagi alasan untuk dia sekarang,” ujar kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990 itu.

Dukungan bagi Musiala datang dari Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl. Dia sangat yakin sang bintang akan kembali pada performa terbaiknya lagi. Terutama setelah pengambilan pelat yang dipasang untuk membantu pemulihan cederanya.

“Semoga saja itu jadi langkah terakhirnya. Itu juga secara sinbolis membebaskannya. Musiala telah kehilangan sentuhan-sentuhan ajaibnya. Namun, itu akan kembali. Kami 100 persen yakin akan hal tersebut,” ucap Eberl dengan penuh harap dan keyakinan.

BOLADONESIA – Rencana Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) merekrut Juergen Klopp mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tak terkecuali Lothar Matthaeus. Dia menilai Klopp memang pantas menanjadi penerus Julian Nagelsmann di timnas Jerman. Namun, dia mengingatkan, Klopp bukanlah panasea utama dan DFB harus menghindari kesalahan yang sama.

Dalam pandangan Matthaeus, kegagalan Jerman dalam 3 edisi terakhir Piala Dunia tak terlepas dari kurangnya dinamika di dalam tim. Cenderung hanya ada satu suara. Menurut dia, hal tersebut harus dihindari saat Klopp didapuk sebagai pelatih baru. Dinamika, kata dia, sangat penting bagi kemajuan tim.

“Kami tak cuma butuh rencana Klopp. Kami juga butuh orang yang mewakili pendapat berbeda, orang yang berpikir di luar kotak,” urai Lothar Matthaeus dalam kolomnya seperti dikutip IDNNEWS.TOP dari Sky. “Friksi itu penting. Sangat penting untuk memastikan semua orang uang dipekerjakan DFB mampu membantu kemajuan sepak bola Jerman.”

Matthaeus juga meminta DFB tak mengulangi langkah sembrono saat memperpanjang kontrak Nagelsmann sebelum Piala Dunia 2026. “Anda harus hati-hati untuk tak membuat kontrak sembrono lagi seperti yang dilakukan kepada Julian Nagelsmann dan membuat Anda kehilangan banyak uang,” ucap dia.

Dukungan Lothar Matthaeus

Dalam kolomnya, Lothar Matthaeus secara khusus memberikan dukungan kepada Rudi Voeller untuk tetap berada di DFB dan berkontribusi bagi timnas Jerman ke depan. Dia menilai Voeller perlu dipertahankan meskipun, sebagai direktur olahraga, jadi bagian dari kegagalan Die Mannschaft di Amerika Utara.

“Kami punya begitu banyak pemain bagus, dan pelatih bagus selalu dapat menyusun pemain-pemain bagus menjadi tim bagus. Nagelsmann gagal karena kurang pengalaman dan banyak hal yang salah,” ujar Matthaeus lagi. “Saya tak mau berspekulasi soal sosok yang akan menjadi Direktur Olahraga DFB ke depan. Namun, saya yakin Rudi Voeller harus tetap dilibatkan dalam kapasitas tertentu.”

Adapun soal pemain-pemain yang patut dipertahankan, dia pertama-tama menyebut Joshua Kimmich yang diminta beberapa pihak untuk pensiun saja. Kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990 itu juga menyebut Jonathan Tah dan Nico Schlotterbeck sebagai sosok yang masih penting di timnas Jerman. Lalu, Kai Havertz dengan posisi yang lebih jelas di lapangan.

Hal mengejutkan disampaikan Matthaeus soal sosok kiper utama. Dia mengungkapkan, “Situasi di gawang agak rumit. Akankah mereka lanjut dengan Oliver Baumann? Dengan Jonas Urbig, mereka punya kiper yang dapat diandalkan, meskipun seandainya dia akan tetap jadi serep Manuel Neuer di Munich. Semuanya bergantung pada keinginan pelatih baru nanti.”