28 Oktober 2026

beritabola

Jerman Tersingkir! Hasil Jerman vs Paraguay Berakhir Tragis Usai Kalah Adu Penalti

BolaIndonesia – Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 lebih cepat dari yang diperkirakan. Die Mannschaft secara mengejutkan tersingkir setelah kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada laga babak 32 besar.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur turnamen. Paraguay, yang tidak banyak diunggulkan sebelum pertandingan dimulai, justru mampu menunjukkan mental luar biasa ketika menghadapi tekanan dari salah satu raksasa sepak bola dunia.

Kemenangan tersebut memastikan La Albirroja melaju ke babak 16 besar, sementara Jerman kembali gagal memenuhi ekspektasi publik sepak bola dunia. Kekalahan ini juga memperpanjang catatan kurang memuaskan Der Panzer di ajang Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir.

Paraguay Unggul Lebih Dulu Lewat Julio Enciso

Sejak peluit pertama dibunyikan, Jerman langsung mencoba mengambil alih penguasaan bola. Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz bergantian membangun serangan dari lini tengah.

Namun justru Paraguay yang mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu. Melalui sebuah serangan efektif, Julio Enciso berhasil menyundul bola menjadi gol dan membuat pendukung Paraguay bersorak.

Gol tersebut membuat pertandingan berubah drastis. Paraguay semakin disiplin bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat. Sebaliknya, Jerman terus meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan sebelum turun minum.

Meski menciptakan sejumlah peluang emas, penyelesaian akhir Die Mannschaft belum mampu menembus pertahanan rapat Paraguay hingga babak pertama berakhir.

Kai Havertz Menjaga Asa Jerman

Memasuki babak kedua, Jerman tampil jauh lebih agresif. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52.

Kai Havertz sukses mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Julian Nagelsmann. Mereka terus mengurung pertahanan Paraguay melalui kombinasi serangan dari kedua sisi lapangan.

Sementara itu Paraguay memilih bermain lebih sabar. Mereka tetap berbahaya melalui serangan balik cepat yang beberapa kali membuat lini belakang Jerman bekerja keras mengamankan situasi.

Hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Drama Extra Time dan Keputusan VAR

Pada babak tambahan, Jerman sebenarnya sempat merasa berhasil membalikkan keadaan setelah mencetak gol.

Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, dinilai terjadi sebelum bola masuk ke gawang sehingga skor tetap bertahan 1-1.

Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan. Jerman kehilangan momentum, sementara Paraguay semakin percaya diri mampu membawa laga hingga adu penalti.

Beberapa peluang kembali tercipta dari kedua kubu, namun ketangguhan lini pertahanan dan penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tidak berubah hingga peluit akhir extra time dibunyikan.

Adu Penalti Jadi Penentu Nasib

Babak adu penalti berlangsung penuh ketegangan. Paraguay tampil lebih tenang ketika menjadi algojo.

Sebaliknya, Jerman justru kehilangan ritme pada momen paling krusial. Orlando Gill tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan tendangan Kai Havertz, sementara Jonathan Tah gagal memanfaatkan kesempatan setelah eksekusinya melambung.

Jose Canale kemudian menjadi penendang penentu kemenangan Paraguay. Eksekusinya yang tenang memastikan Paraguay menang 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengamankan tiket menuju babak 16 besar.

Para pemain Paraguay langsung merayakan kemenangan bersejarah tersebut bersama para pendukung yang memenuhi stadion.

Jerman Pulang Lebih Cepat, Paraguay Lanjutkan Mimpi

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu kandidat juara. Dominasi penguasaan bola dan banyaknya peluang ternyata belum cukup untuk membawa mereka melewati perlawanan disiplin Paraguay.

Sebaliknya, Paraguay kembali membuktikan bahwa semangat juang dan organisasi permainan mampu mengalahkan perbedaan kualitas di atas kertas. Keberhasilan ini menjadi kemenangan fase gugur Piala Dunia pertama mereka sejak 2010 sekaligus membuka peluang mencatat sejarah baru di turnamen edisi kali ini.

Di babak 16 besar, Paraguay akan menghadapi pemenang pertandingan Prancis melawan Swedia dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menumbangkan salah satu kekuatan utama Eropa. Sementara bagi Jerman, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar untuk membangun kembali kekuatan tim menuju turnamen internasional berikutnya.

Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan

BolaIndonesia – Timnas Kanada mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah memastikan langkah ke babak 16 besar usai menundukkan Afrika Selatan dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 32 besar. Kemenangan dramatis tersebut diraih berkat gol Stephen Eustaquio pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+2, yang sekaligus mengantarkan wakil CONCACAF itu melangkah lebih jauh di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbaik Kanada sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia. Setelah sebelumnya belum pernah melewati fase grup pada format lama, kini mereka sukses memanfaatkan status sebagai salah satu tuan rumah dengan menembus fase gugur dan langsung mengamankan tiket menuju babak 16 besar.

Gol Dramatis Eustaquio Jadi Penentu

Pertandingan melawan Afrika Selatan berlangsung sangat ketat. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga peluang bersih sangat minim sepanjang laga. Kanada lebih banyak menguasai permainan, tetapi kokohnya lini belakang Afrika Selatan membuat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan.

Namun, ketika waktu normal hampir habis, Stephen Eustaquio muncul sebagai pahlawan. Gelandang Porto tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Ronwen Williams. Gol tersebut langsung disambut selebrasi meriah para pemain Kanada yang sadar mereka baru saja menorehkan sejarah baru bagi negaranya.

Pelatih Jesse Marsch pun memberikan pujian kepada seluruh skuadnya. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan mentalitas luar biasa hingga detik terakhir pertandingan dan layak disebut sebagai pahlawan bagi sepak bola Kanada.

Menunggu Pemenang Belanda vs Maroko

Usai memastikan tiket ke babak 16 besar, Kanada kini tinggal menunggu siapa lawan berikutnya. Mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Belanda dan Maroko yang dijadwalkan berlangsung setelah laga Kanada selesai.

Duel Belanda kontra Maroko diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak 32 besar. Belanda datang dengan reputasi sebagai salah satu kandidat kuat juara, sedangkan Maroko berambisi mengulang performa impresif mereka di turnamen internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Kanada Punya Modal Percaya Diri

Selain kemenangan penting, Kanada juga memperoleh keuntungan berupa waktu pemulihan yang lebih panjang sebelum menjalani babak 16 besar. Kondisi ini memberi kesempatan bagi pelatih Jesse Marsch untuk memulihkan kebugaran pemain, termasuk Alphonso Davies yang baru kembali tampil setelah pulih dari cedera.

Momentum positif juga menjadi modal besar. Kanada kini memiliki kepercayaan diri tinggi setelah mampu memenangkan pertandingan sulit melalui kerja keras hingga menit-menit terakhir. Mental juang tersebut bisa menjadi senjata penting ketika menghadapi lawan yang secara kualitas di atas kertas lebih berpengalaman.

Belanda atau Maroko, Tantangan Berat Menanti

Jika bertemu Belanda, Kanada akan menghadapi tim yang memiliki kualitas individu dan pengalaman panjang di turnamen besar. Sebaliknya, apabila Maroko yang lolos, pertandingan diperkirakan berlangsung lebih terbuka mengingat kedua tim sama-sama mengandalkan kecepatan transisi dan organisasi pertahanan yang solid.

Apa pun hasil pertandingan tersebut, Kanada dipastikan menghadapi ujian sesungguhnya dalam upaya melanjutkan kisah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.

Seluruh perhatian kini tertuju pada duel Belanda kontra Maroko. Pemenangnya akan menjadi lawan berikutnya bagi Kanada dalam laga hidup-mati babak 16 besar yang dipastikan berlangsung sengit dan sarat gengsi.

Idnews.top – Pertandingan Afrika Selatan vs Kanada pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan drama hingga detik terakhir. Duel yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Senin (29/6/2026) WIB itu dimenangkan Kanada dengan skor tipis 1-0.

Laga Afrika Selatan vs Kanada berjalan ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling menciptakan peluang berbahaya. Ketika laga tampak akan berakhir tanpa gol, Stephen Eustaquio muncul sebagai pembeda.

Gelandang Kanada tersebut mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+2. Berkat kontribusi krusialnya, Eustaquio terpilih sebagai Man of the Match dalam pertandingan tersebut.

Gol Penentu Eustaquio Antar Kanada ke Babak Berikutnya

Afrika Selatan tampil cukup menjanjikan pada babak pertama dengan sejumlah kombinasi serangan yang merepotkan lini belakang Kanada. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama yang membuat peluang gagal berbuah gol.

Kanada juga memiliki kesempatan emas menjelang turun minum. Aubrey Modiba berhasil menyapu sundulan Moise Bombito di garis gawang sebelum Ronwen Williams melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Tajon Buchanan.

Setelah jeda, Kanada mengambil alih kendali permainan. Tembakan Tani Oluwaseyi sempat ditepis Williams, sementara Mbekezeli Mbokazi melakukan intersepsi penting untuk menghalau ancaman lanjutan.

Masuknya Alphonso Davies pada menit ke-75 meningkatkan intensitas serangan Kanada. Kecepatan dan kemampuan individunya memberi tekanan tambahan kepada pertahanan Afrika Selatan.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada masa stoppage time. Eustaquio menyambut bola pantul di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang bersarang di sudut bawah gawang.

Man of the Match yang Menentukan Nasib Kanada

Penampilan Stephen Eustaquio menjadi faktor pembeda dalam laga yang berlangsung sangat seimbang. Gol pada menit akhir memastikan Kanada melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

FIFA menilai kontribusi Eustaquio sangat menentukan hasil pertandingan. Gol tersebut memberi kemenangan penting bagi skuad asuhan Jesse Marsch setelah bekerja keras sepanjang laga.

Gol detik-detik akhir Stephen Eustaquio memberi Kanada kemenangan yang diraih melalui perjuangan keras atas Afrika Selatan.

Kemenangan ini membawa Kanada ke fase berikutnya untuk menghadapi pemenang laga Belanda melawan Maroko. Sementara itu, Afrika Selatan harus mengakhiri perjalanan mereka meski berhasil mencatat sejarah dengan mencapai fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Bagi Eustaquio, penghargaan Man of the Match menjadi pelengkap malam istimewa yang memastikan namanya tercatat sebagai pahlawan kemenangan Kanada. Satu sentuhan akurat pada menit akhir cukup untuk mengubah arah pertandingan dan menjaga mimpi Kanada tetap hidup di Piala Dunia 2026.

Cristiano Ronaldo Tak Lagi Bermain 90 Menit di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

BolaIndonesia – Cristiano Ronaldo tak lagi bermain 90 menit di Piala Dunia 2026. Menit bermain Cristiano Ronaldo menjadi sorotan karena pelatih Portugal memilih melakukan rotasi.

Namun kali ini bukan karena jumlah gol atau selebrasi khasnya, melainkan karena durasi bermain yang dinilai tidak biasa. Sang megabintang Portugal beberapa kali tidak menyelesaikan pertandingan selama 90 menit penuh, sesuatu yang jarang terjadi sepanjang kariernya.

Situasi tersebut memunculkan banyak pertanyaan. Apakah pelatih sengaja membatasi menit bermain Ronaldo demi menjaga kebugarannya, atau justru ada alasan lain yang berkaitan dengan strategi tim? Terlepas dari berbagai spekulasi, keputusan itu menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas selama turnamen berlangsung.

Ronaldo Tak Lagi Bermain Penuh

Selama bertahun-tahun, Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pemain yang hampir selalu berada di lapangan hingga peluit akhir berbunyi. Bahkan ketika usianya memasuki kepala tiga, ia tetap memiliki kondisi fisik luar biasa yang membuatnya mampu tampil penuh di berbagai kompetisi.

Namun di Piala Dunia 2026, pola tersebut berubah. Ronaldo beberapa kali ditarik keluar pada babak kedua atau bahkan memulai pertandingan dari bangku cadangan sebelum akhirnya dimainkan sebagai pemain pengganti.

Keputusan itu terasa janggal bagi banyak pendukung Portugal. Sebab dalam laga-laga besar sebelumnya, Ronaldo hampir selalu menjadi sosok yang dipercaya tampil selama 90 menit.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak serta-merta menunjukkan penurunan kualitas permainan sang kapten. Sebaliknya, banyak pihak menilai hal itu merupakan bagian dari pendekatan baru untuk memaksimalkan kontribusinya.

Faktor Usia Tak Bisa Diabaikan

Di usia yang kini telah melewati 40 tahun, Cristiano Ronaldo memang menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Meski kondisi fisiknya masih berada di level elite, proses pemulihan tubuh tentu tidak lagi secepat ketika masih berusia 25 atau 30 tahun.

Pelatih Portugal tampaknya memahami situasi tersebut. Mengurangi menit bermain bisa menjadi cara efektif untuk memastikan Ronaldo tetap segar ketika pertandingan memasuki fase-fase penentuan.

Pendekatan semacam ini juga lazim dilakukan terhadap pemain senior di berbagai klub elite Eropa. Beban pertandingan yang padat membuat rotasi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Efektivitas Tetap Menjadi Nilai Utama

Menariknya, meskipun waktu bermainnya berkurang, Ronaldo tetap mampu memberikan dampak positif ketika berada di lapangan.

Pergerakannya di kotak penalti masih berbahaya. Kemampuannya membaca arah bola tetap menjadi salah satu yang terbaik. Selain itu, kehadirannya juga memberi kepercayaan diri bagi rekan-rekan setim.

Statistik memang menunjukkan bahwa jumlah sentuhan bolanya tidak sebanyak pemain lain. Namun efisiensi Ronaldo masih menjadi senjata utama Portugal.

Dalam banyak kesempatan, satu peluang yang diperolehnya mampu menghasilkan ancaman nyata bagi pertahanan lawan.

Strategi Pelatih Jadi Sorotan

Keputusan mengurangi menit bermain Ronaldo juga dianggap sebagai bentuk keberanian pelatih Portugal dalam mengelola skuad.

Alih-alih bergantung sepenuhnya kepada sang legenda, Portugal kini mencoba membangun permainan yang lebih kolektif. Ronaldo tetap menjadi pusat perhatian, tetapi tidak lagi harus memikul seluruh beban serangan.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemain-pemain muda tampil lebih leluasa, sementara Ronaldo dapat difokuskan pada momen-momen yang benar-benar menentukan jalannya pertandingan.

Strategi ini memang menuai pro dan kontra. Sebagian pendukung ingin melihat Ronaldo bermain penuh, sementara lainnya percaya bahwa pengaturan menit bermain justru akan membuatnya lebih efektif.

Portugal Memikirkan Turnamen, Bukan Sekadar Satu Laga

Dalam kompetisi sepanjang Piala Dunia, menjaga kebugaran pemain menjadi faktor yang sangat penting. Tim yang mampu mempertahankan kondisi fisik skuad biasanya memiliki peluang lebih besar untuk melangkah jauh.

Karena itulah, keputusan membatasi menit bermain Ronaldo kemungkinan merupakan investasi jangka panjang. Daripada memaksanya tampil penuh di setiap pertandingan, Portugal memilih memastikan bahwa sang kapten tetap berada dalam kondisi terbaik ketika menghadapi laga hidup-mati.

Langkah tersebut juga mengurangi risiko cedera yang bisa mengganggu perjalanan tim di fase gugur.

Ronaldo Tetap Menjadi Figur Sentral

Terlepas dari durasi bermain yang berkurang, pengaruh Cristiano Ronaldo terhadap Portugal masih sangat besar. Ia tetap menjadi pemimpin di ruang ganti, sumber motivasi bagi para pemain muda, sekaligus sosok yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.

Menit bermainnya mungkin terasa janggal dibandingkan standar yang selama ini melekat pada dirinya. Namun dalam sepak bola modern, efektivitas sering kali lebih penting daripada lamanya berada di lapangan.

Jika strategi ini mampu membawa Portugal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, maka keputusan membatasi menit bermain Cristiano Ronaldo bisa saja dikenang sebagai salah satu langkah paling tepat yang pernah diambil tim pelatih. Dengan pengalaman, insting mencetak gol, dan mental juara yang masih dimilikinya, Ronaldo tetap menjadi aset terbesar Portugal meski kini tidak lagi harus bermain selama 90 menit penuh di setiap pertandingan.

Brasil akan menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Selasa (30/6) pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini akan disiarkan langsung oleh TVRI dan menjadi ujian besar bagi Jepang yang berambisi menyingkirkan salah satu kandidat juara.

Brasil datang dengan status juara Grup C dan membawa reputasi sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Sementara itu, Jepang melangkah ke fase gugur sebagai runner-up Grup F setelah menunjukkan konsistensi melawan lawan-lawan tangguh.

Bagi Brasil, kemenangan menjadi target utama untuk menjaga ambisi meraih gelar keenam. Tim asuhan Carlo Ancelotti memiliki kombinasi pengalaman, kualitas individu, dan efektivitas serangan yang membuat mereka menjadi salah satu favorit turnamen.

Jepang tidak datang hanya sebagai pelengkap. Samurai Biru sudah beberapa kali menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi dan kini memiliki kesempatan membuktikan kekuatan sepak bola Asia di panggung dunia.

Brasil tampil meyakinkan sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Setelah bermain imbang melawan Maroko pada laga pembuka, Brasil bangkit dengan kemenangan beruntun 3-0 atas Haiti dan Skotlandia untuk memastikan posisi puncak Grup C.

Di bawah arahan Carlo Ancelotti, Brasil tampil lebih pragmatis dibandingkan beberapa edisi sebelumnya. Mereka tetap mengandalkan kualitas individu, tetapi lebih sabar dalam membangun serangan dan berbahaya ketika melakukan transisi cepat.

Jepang memiliki perjalanan yang tidak kalah menarik di Grup F. Tim asuhan Hajime Moriyasu bermain imbang 2-2 melawan Belanda, menang 4-0 atas Tunisia, dan kembali bermain imbang 1-1 dengan Swedia untuk memastikan tiket babak gugur.

Kekuatan utama Jepang berada pada organisasi permainan. Samurai Biru dikenal memiliki pressing agresif, disiplin posisi, serta kemampuan memanfaatkan ruang ketika lawan kehilangan bola.

Perkiraan Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Santos; Guimaraes, Casemiro; Rayan, Paqueta, Vinicius Jr; Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-2-1): Suzuki; Ito, Tomiyasu, Itakura; Doan, Sano, Tanaka, Nakamura; Kamada, Maeda; Ueda.

Pelatih: Hajime Moriyasu.

Head to Head dan Performa

5 pertemuan terakhir

14/10/25 Jepang 3-2 Brasil
06/06/22 Jepang 0-1 Brasil
10/11/17 Jepang 1-3 Brasil
14/10/14 Jepang 0-4 Brasil
16/06/13 Brasil 3-0 Jepang
5 laga terakhir Brasil

25/06/26 Skotlandia 0-3 Brasil
20/06/26 Brasil 3-0 Haiti
14/06/26 Brasil 1-1 Maroko
07/06/26 Brasil 2-1 Mesir
01/06/26 Brasil 6-2 Panama
5 laga terakhir Jepang

26/06/26 Jepang 1-1 Swedia
21/06/26 Tunisia 0-4 Jepang
15/06/26 Belanda 2-2 Jepang
31/05/26 Jepang 1-0 Islandia
01/04/26 Inggris 0-1 Jepang

Prediksi Skor

Brasil dan Jepang sudah 14 kali bertemu dalam sejarah. Secara keseluruhan, Brasil memiliki catatan lebih baik, termasuk kemenangan pada beberapa pertandingan penting.

Dalam pertemuan terakhir, Jepang sempat memberikan kejutan dengan mengalahkan Brasil 3-2 pada Piala Kirin 2025. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu menyulitkan Brasil ketika bermain dengan intensitas tinggi.

Pertarungan menarik dalam laga ini akan terjadi antara Vinicius Junior dan lini pertahanan Jepang di sisi kanan. Kecepatan serta kemampuan pemain Brasil tersebut dalam situasi satu lawan satu bisa menjadi masalah besar bagi Samurai Biru.

Jepang harus mampu membatasi ruang gerak Vinicius agar Brasil tidak mudah menciptakan peluang dari sisi sayap. Jika gagal menjaga area tersebut, Brasil memiliki banyak pemain yang siap memanfaatkan celah.

Prediksi Skor: Brasil 2-2 Jepang (Brasil menang adu penalti).

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: 32 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan: Brasil vs Jepang
Tempat: Houston Stadium
Hari, tanggal: Selasa, 30 Juni 2026
Jam kick-off: 00.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, membukukan sejarah baru. Dia sah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris di ajang Piala Dunia 2026.

Rekor tersebut tercipta saat Inggris menundukkan Timnas Panama dengan skor 2-0 pada laga terakhir Grup L di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (28/6/2026) dini hari WIB.

Dalam pertandingan itu, Jude Bellingham turut mencetak gol untuk membawa The Three Lions memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai juara grup.

Gol kedua Inggris lahir melalui sundulan Harry Kane yang memanfaatkan umpan silang Jude Bellingham. Gol tersebut menjadi gol ke-11 Kane di putaran final Piala Dunia, sekaligus melewati rekor milik Gary Lineker yang sebelumnya mengoleksi 10 gol.

Kane kini juga telah mengemas total 18 gol di turnamen besar bersama Inggris, yakni Piala Dunia dan Euro.

Lewati Rekor Gary Lineker

Sebelum laga kontra Panama, Kane sudah menyamai torehan Lineker setelah mencetak dua gol ketika Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka fase grup.

Bahkan, Lineker sebelumnya sempat melontarkan pujian tinggi kepada Kane. Menurutnya, sang kapten merupakan penyerang terbaik yang pernah dimiliki Inggris.

Tambahan satu gol ke gawang Panama juga membuat Kane mengoleksi 82 gol bersama tim nasional. Di level Piala Dunia, ia kini sejajar dengan Jurgen Klinsmann dan Sandor Kocsis yang sama-sama mengemas 11 gol sepanjang karier di turnamen tersebut.

Incar Sepatu Emas Lagi

Harry Kane juga masih berpeluang meraih penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, striker berusia 32 tahun itu sukses merebut Golden Boot pada edisi 2018 di Rusia setelah mencetak enam gol, termasuk hattrick saat menghadapi Panama.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Kane menambah dua gol lagi. Namun, langkah Inggris terhenti di perempat final setelah kalah dari Prancis. Dalam laga tersebut, Kane juga gagal mengeksekusi penalti penting.

Sementara itu, Gary Lineker mencetak total 10 gol di dua edisi Piala Dunia. Enam gol dibukukannya saat menjadi top scorer di Meksiko 1986, lalu menambah empat gol pada Italia 1990.

Saat ini, Kane telah mengoleksi tiga gol di Piala Dunia 2026. Ia hanya terpaut dua gol dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol sementara dengan lima gol. Di belakang Messi terdapat Kylian Mbappe, Erling Haaland, Ousmane Dembele, dan Vinícius Júnior yang masing-masing telah mengemas empat gol.

Uruguay vs Spanyol Live! Tempat Menonton, Jadwal Kick-off, dan Link Siaran Resmi Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Laga Uruguay vs Spanyol menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada fase grup Piala Dunia FIFA 2026. Duel yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 ini menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 32 besar.

Spanyol datang dengan modal lebih baik setelah bermain imbang melawan Tanjung Verde (Cape Verde) dan meraih kemenangan telak atas Arab Saudi. Sementara Uruguay mengoleksi dua hasil seri sehingga wajib meraih kemenangan apabila ingin memastikan tiket lolos tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.

Atmosfer pertandingan dipastikan berlangsung panas mengingat kedua negara memiliki sejarah panjang di ajang Piala Dunia. Pertemuan kali ini juga menjadi duel dua filosofi sepak bola berbeda, yakni permainan penguasaan bola ala Spanyol melawan intensitas tinggi racikan Marcelo Bielsa bersama Uruguay.


Tempat Menonton Uruguay vs Spanyol

Bagi pecinta sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung, berikut beberapa pemegang hak siar resmi di berbagai negara:

  • Indonesia: Platform resmi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 (seperti Vidio melalui Emtek Group sesuai wilayah lisensi yang berlaku).
  • Amerika Serikat: FOX (bahasa Inggris) dan Telemundo (bahasa Spanyol).
  • Inggris: ITV1 serta layanan streaming ITVX.
  • Spanyol: TVE La 1.
  • Australia: SBS.
  • India: Zee5.

Pastikan menyaksikan pertandingan melalui layanan resmi agar memperoleh kualitas tayangan terbaik sekaligus mendukung penyelenggara kompetisi.


Jadwal Kick-off Uruguay vs Spanyol

Pertandingan berlangsung di Guadalajara Stadium, Meksiko, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Tanggal: Sabtu, 27 Juni 2026
  • Kick-off Indonesia (WIB): sekitar pukul 07.00 WIB
  • Lokasi: Guadalajara Stadium, Guadalajara, Meksiko.

Perbedaan zona waktu membuat pertandingan dimainkan pada malam hari waktu setempat, namun dapat dinikmati pada pagi hari oleh penonton di Indonesia.


Duel Bintang yang Layak Dinantikan

Laga ini menghadirkan sederet pemain kelas dunia.

Di kubu Spanyol, perhatian tertuju kepada Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, hingga Álex Baena yang tampil impresif sepanjang fase grup. Kreativitas lini tengah mereka menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Uruguay.

Sementara Uruguay mengandalkan pengalaman dan determinasi para pemain seperti Federico Valverde, Darwin Núñez, dan Maxi Araújo. Tim besutan Marcelo Bielsa diprediksi bermain menyerang sejak menit pertama mengingat hanya kemenangan yang benar-benar mengamankan peluang lolos.


Statistik Pertemuan Uruguay vs Spanyol

Secara historis, Uruguay dan Spanyol sudah beberapa kali bertemu di berbagai ajang internasional.

Di Piala Dunia, kedua negara pernah bermain imbang 2-2 pada edisi 1950 serta 0-0 pada Piala Dunia 1990. Secara keseluruhan, Spanyol memiliki catatan yang lebih baik dalam rekor pertemuan, termasuk kemenangan 2-1 pada Piala Konfederasi FIFA 2013.

Rekor tersebut membuat Spanyol sedikit lebih diunggulkan, namun Uruguay dikenal sebagai tim yang mampu tampil luar biasa pada laga-laga besar.


Prediksi Jalannya Pertandingan

Spanyol diperkirakan tetap memainkan gaya menyerang berbasis penguasaan bola sambil menjaga keseimbangan pertahanan. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi terbaik di Grup H.

Sebaliknya, Uruguay hampir dipastikan tampil agresif sejak awal pertandingan. Bielsa kemungkinan meminta anak asuhnya menekan tinggi dan memanfaatkan kecepatan serangan balik demi mencetak gol cepat.

Apabila Uruguay mampu mencuri gol lebih dahulu, pertandingan diprediksi berlangsung jauh lebih terbuka. Namun bila Spanyol berhasil mengendalikan tempo, La Roja berpeluang mengunci kemenangan dan memastikan status juara grup.

Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, duel Uruguay vs Spanyol layak disebut sebagai salah satu pertandingan paling menarik pada penutupan fase grup Piala Dunia 2026. Selain menentukan siapa yang melangkah ke babak gugur, laga ini juga menjadi panggung pembuktian dua kekuatan tradisional sepak bola dunia yang sama-sama mengincar prestasi tertinggi di turnamen terbesar FIFA.

Man of the Match Norwegia vs Prancis: Ousmane Dembele Tampil Ganas dengan Hat-trick di Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Ousmane Dembele layak dinobatkan sebagai Man of the Match setelah membawa Prancis meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Norwegia pada laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Penyerang sayap berusia 29 tahun itu mencetak hat-trick hanya dalam babak pertama, sekaligus memastikan Les Bleus menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup dengan hasil sempurna.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Kecepatan Dembele di sisi kanan berkali-kali membuat lini belakang Norwegia kewalahan. Kerja sama apik bersama Kylian Mbappe menjadi senjata utama yang sulit dihentikan sepanjang pertandingan.

Dembele membuka keunggulan hanya beberapa menit setelah kickoff melalui aksi individu yang memukau sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang Norwegia. Gol cepat tersebut menjadi awal dari malam yang luar biasa bagi bintang Prancis itu.

Hat-trick Kilat yang Mengubah Jalannya Pertandingan

Penampilan Dembele semakin menggila ketika dirinya mencetak gol kedua sekitar menit ke-20. Lagi-lagi ia memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lini pertahanan Norwegia sebelum melepaskan penyelesaian klinis.

Norwegia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Thelo Aasgaard sehingga skor berubah menjadi 2-1. Namun harapan tim Skandinavia itu hanya bertahan beberapa menit.

Dembele kembali menunjukkan kualitas kelas dunia dengan mencetak gol ketiganya pada menit ke-32. Hat-trick tersebut menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia dan langsung mengunci dominasi Prancis bahkan sebelum turun minum.

Koneksi Dembele dan Mbappe Jadi Mimpi Buruk Norwegia

Selain mencetak tiga gol, Dembele juga tampil aktif sepanjang pertandingan. Pergerakannya tanpa bola membuka ruang bagi rekan-rekannya, sementara kombinasi bersama Kylian Mbappe menjadi ancaman yang terus menghantui pertahanan Norwegia.

Mbappe sendiri beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dan turut menyumbang assist dalam proses gol Dembele. Kolaborasi keduanya menunjukkan bahwa lini depan Prancis sedang berada dalam performa terbaik menjelang babak gugur.

Prancis kemudian memastikan kemenangan 4-1 setelah Désiré Doué mencetak gol penutup pada babak kedua. Hasil tersebut semakin menegaskan status Les Bleus sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Norwegia Tetap Lolos Meski Takluk

Meski mengalami kekalahan telak, Norwegia tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup I. Pelatih Ståle Solbakken melakukan rotasi besar dengan mengistirahatkan sejumlah pemain inti, termasuk Erling Haaland yang tidak dimainkan sepanjang pertandingan.

Keputusan tersebut memang menuai perhatian karena duel yang dinanti antara Haaland dan Mbappe akhirnya tidak terjadi. Namun langkah itu diambil demi menjaga kebugaran skuad menjelang fase gugur.

Kini Norwegia akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat di babak berikutnya, sementara Prancis melangkah dengan penuh percaya diri sebagai juara grup setelah mengoleksi poin sempurna.

Statistik Ousmane Dembele vs Norwegia

Penampilan Dembele menjadi sorotan utama berkat efektivitas dan penyelesaian akhirnya yang luar biasa.

  • 3 gol (hat-trick)
  • Membuka keunggulan Prancis sejak awal laga
  • Menjadi pemain terbaik (Man of the Match)
  • Membantu Prancis menang 4-1
  • Mengantar Les Bleus finis sebagai juara Grup I dengan rekor sempurna

Modal Besar Prancis Menuju Babak Gugur

Performa luar biasa Ousmane Dembele menjadi kabar menggembirakan bagi Prancis. Ketika perhatian banyak tertuju kepada Kylian Mbappe, justru Dembele tampil sebagai pembeda melalui hat-trick spektakuler yang memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini.

Jika Dembele mampu mempertahankan konsistensi seperti yang ditunjukkannya saat menghadapi Norwegia, maka Prancis memiliki peluang sangat besar untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Dengan lini serang yang tajam, kedalaman skuad yang mumpuni, serta kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih fase grup, Les Bleus kini semakin layak disebut sebagai salah satu favorit utama untuk mengangkat trofi juara.

Timnas Belanda memastikan diri finis sebagai juara Grup F Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Tunisia dengan skor 3-1 pada laga terakhir fase grup, Jumat (26-6-2026) pagi hari WIB.

Di pertandingan lain, Jepang bermain imbang 1-1 melawan Swedia, hasil yang cukup untuk mengantar Samurai Biru lolos sebagai runner-up grup.

Kemenangan Belanda sekaligus membuat tim asuhan Ronald Koeman mengoleksi tujuh poin. Jepang berada di posisi kedua, sedangkan Swedia juga berhasil melaju ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Tunisia harus mengakhiri turnamen tanpa mampu lolos dari fase grup.

Juara Grup

Belanda tampil dominan sejak awal menghadapi Tunisia di Kansas City Stadium. Tim Oranye menguasai permainan dan mampu memaksimalkan peluang untuk mengamankan kemenangan yang sekaligus mengunci posisi puncak klasemen Grup F.

Brian Brobbey kembali menjadi andalan lini depan Belanda. Bersama Cody Gakpo dan Donyell Malen, ia terus memberi tekanan kepada pertahanan Tunisia hingga Belanda akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-1.

Hasil tersebut membuat Belanda terhindar dari duel melawan Brasil di babak 32 besar. Sebagai juara grup, Belanda dijadwalkan menghadapi Maroko pada fase gugur.

Jepang Runner-Up, Swedia Lolos

Sementara itu, pertandingan Jepang kontra Swedia di Dallas berlangsung lebih ketat. Kedua tim tampil hati-hati karena sama-sama masih memiliki peluang lolos ke fase berikutnya.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-56 ketika Daizen Maeda membawa Jepang unggul lewat penyelesaian akhir dari sebuah skema serangan rapi.

Keunggulan itu hanya bertahan lima menit karena Anthony Elanga mencetak gol penyama kedudukan melalui aksi individu yang impresif.

Setelah skor menjadi 1-1, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas. Namun, hingga peluit panjang berbunyi tidak ada tambahan gol sehingga Jepang dan Swedia harus puas berbagi angka.

Hasil imbang itu memastikan Jepang finis sebagai runner-up Grup F dan akan menghadapi Brasil pada babak 32 besar. Swedia juga tetap melangkah ke fase gugur sebagai satu di antara tim peringkat ketiga terbaik.

Susunan Pemain

Tunisia Vs Belanda

Tunisia (5-4-1): Aymen Dahmen; Yan Valery, Montassar Talbi, Ali Abdi, Mohamed Amine Ben Hmida, Rani Khedira; Ellyes Skhiri, Hannibal Mejbri, Ismael Gharbi Anis Slimane; Hazem Mastouri.

Pelatih: Herve Renard

Belanda (4-1-2-3): Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Nathan Ake; Ryan Gravenberch; Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Donyell Malen.

Pelatih: Ronald Koeman

Jepang Vs Swedia

Jepang (3-4-3): Zion Suzuki; Kota Takai, Koki Machida, Ayumu Seko; Yukinari Sugawara, Hidemasa Morita, Wataru Endo, Kaoru Mitoma; Daichi Kamada, Takefusa Kubo; Daizen Maeda.

Pelatih: Hajime Moriyasu

Swedia (3-4-3): Viktor Johansson; Emil Holm, Isak Hien, Victor Lindelof; Gabriel Gudmundsson, Hugo Larsson, Yasin Ayari, Dejan Kulusevski; Anthony Elanga, Alexander Isak, Ken Sema.

Pelatih:-

BolaIndonesia – Pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Selandia Baru dan Belgia menjadi salah satu duel yang paling dinanti. Kedua tim datang dengan kondisi yang belum ideal setelah gagal meraih kemenangan pada pertandingan sebelumnya. Situasi tersebut membuat laga ini memiliki arti yang sangat penting bagi peluang keduanya untuk lolos ke babak 32 besar.

Belgia, yang sejak awal turnamen diprediksi menjadi unggulan grup, justru belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Di sisi lain, Selandia Baru tampil penuh semangat, namun masih kesulitan menjaga konsistensi ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.

Dengan tekanan yang semakin besar, pertandingan ini diperkirakan berlangsung terbuka sejak menit pertama.


Selandia Baru Berusaha Bertahan di Tengah Tekanan

Selandia Baru menunjukkan karakter pantang menyerah sepanjang fase grup. Mereka sempat memberikan kejutan lewat permainan disiplin dan serangan balik yang efektif. Namun hasil-hasil sebelumnya membuat posisi mereka semakin sulit.

Lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah utama. Beberapa kali mereka kehilangan konsentrasi ketika menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lawan. Jika kesalahan serupa kembali terjadi saat menghadapi Belgia, peluang mencuri poin akan semakin kecil.

Pelatih Selandia Baru diperkirakan akan menginstruksikan anak asuhnya bermain lebih rapat dengan mengandalkan transisi cepat. Strategi tersebut menjadi senjata utama untuk meredam dominasi penguasaan bola Belgia.

Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi perhatian. Kesempatan yang tercipta harus mampu dimaksimalkan mengingat peluang menghadapi tim sekelas Belgia biasanya tidak datang berkali-kali.


Belgia Masih Belum Menemukan Ritme Permainan

Meski dihuni banyak pemain berpengalaman, Belgia justru tampil kurang meyakinkan sepanjang dua pertandingan awal. Aliran bola sering terhenti di sepertiga akhir lapangan dan kreativitas lini tengah belum berkembang maksimal.

Masalah lain yang cukup terlihat adalah minimnya variasi serangan. Belgia terlalu sering mengandalkan umpan silang dan kurang mampu membongkar pertahanan rapat lawan melalui kombinasi umpan pendek.

Pelatih Belgia diprediksi akan melakukan beberapa perubahan dalam susunan pemain guna meningkatkan agresivitas sejak awal pertandingan. Kecepatan di sektor sayap kemungkinan menjadi salah satu fokus utama demi membuka ruang bagi para penyerang.

Jika mampu bermain lebih efektif, Belgia tetap memiliki kualitas individu yang cukup untuk mengendalikan jalannya pertandingan.


Duel Lini Tengah Diprediksi Menjadi Penentu

Pertarungan di sektor tengah diyakini akan menentukan arah pertandingan. Belgia hampir pasti mendominasi penguasaan bola, sementara Selandia Baru akan berusaha memotong aliran serangan sebelum memasuki area berbahaya.

Kemampuan Belgia mengalirkan bola dengan cepat akan diuji oleh disiplin pertahanan Selandia Baru. Sebaliknya, setiap keberhasilan Selandia Baru merebut bola akan menjadi peluang emas untuk melancarkan serangan balik.

Tempo pertandingan diperkirakan meningkat pada babak kedua, terutama apabila skor masih imbang. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan sehingga tidak memiliki banyak pilihan selain bermain lebih berani.


Mentalitas Menjadi Faktor Pembeda

Tekanan psikologis kini menjadi tantangan terbesar bagi kedua tim. Belgia dibebani ekspektasi sebagai salah satu tim unggulan, sedangkan Selandia Baru berusaha mempertahankan asa untuk menciptakan kejutan di turnamen ini.

Belgia harus mampu mengatasi tekanan publik dan segera menemukan identitas permainannya. Sebaliknya, Selandia Baru akan mencoba memanfaatkan setiap celah untuk membuat lawannya frustrasi.

Pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat, terutama jika Belgia kembali kesulitan mencetak gol di awal laga. Semakin lama skor tetap imbang, kepercayaan diri Selandia Baru akan semakin meningkat.


Peluang Kedua Tim Masih Terbuka

Secara kualitas skuad, Belgia tetap lebih diunggulkan. Pengalaman para pemainnya di kompetisi elite Eropa menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan bertekanan tinggi seperti ini.

Namun Selandia Baru telah menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dikalahkan. Disiplin bertahan, kerja sama tim, dan semangat juang tinggi dapat menjadi modal untuk memberikan kejutan apabila Belgia kembali tampil di bawah performa terbaiknya.

Laga Grup G ini diprediksi berlangsung sengit hingga peluit akhir. Belgia membutuhkan kemenangan untuk membuktikan statusnya sebagai unggulan, sementara Selandia Baru akan berjuang habis-habisan demi menjaga harapan lolos ke fase gugur. Dengan kepentingan besar yang dipertaruhkan, duel ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada penutupan fase grup.