23 Oktober 2026

LARISBOLA – Gol kemenangan Erling Haaland dalam Derby Manchester ternyata seharusnya tidak disahkan. Badan wasit Pro Ref mengakui adanya “error of judgement” atau kesalahan penilaian dalam keputusan VAR yang membuat gol tersebut tetap disahkan.

Manchester City menang 1-0 atas Manchester United di Old Trafford pada Minggu (13/9) meski hanya bermain dengan 10 pemain. Haaland mencetak gol pada menit ke-60 setelah Phil Foden lebih dulu mendapat kartu merah pada babak pertama.

Haaland sempat dinyatakan offside ketika menyambar bola hasil umpan silang Josko Gvardiol yang membentur pemain lawan dari sisi kiri. Setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, gol akhirnya disahkan karena teknologi semiotomatis menunjukkan posisi Haaland sejajar dengan kaki Patrick Dorgu.

Namun, terdapat persoalan lain dalam proses terjadinya gol tersebut. Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan terlihat melakukan gerakan untuk menyambut bola, tetapi gol tetap disahkan karena ia tidak menyentuh bola.

Pro Ref Akui VAR Salah Menilai Posisi Fernandez

Premier League Match Centre sebelumnya menjelaskan bahwa tidak adanya sentuhan Fernandez terhadap bola membuat pelanggaran offside tersebut bersifat subjektif. Bek Manchester United Lisandro Martinez menilai keputusan tersebut sebagai sebuah “injustice” atau ketidakadilan.

Beberapa jam setelah pertandingan berakhir, Pro Ref mengakui bahwa VAR seharusnya merekomendasikan tinjauan langsung oleh wasit. Menurut badan tersebut, posisi Fernandez berpotensi memberikan dampak terhadap jalannya permainan meski ia tidak menyentuh bola.

“Keputusan di lapangan adalah offside terhadap Erling Haaland – hal tersebut diperiksa oleh VAR dan dia dinyatakan berada dalam posisi onside,” kata juru bicara Pro Ref. “Dalam serangan yang sama, ditetapkan bahwa Enzo Fernandez tidak memainkan bola dan karena itu pelanggaran offside apa pun bersifat subjektif, tetapi pada kesempatan ini VAR tidak mengenali kemungkinan dampak dari posisinya dan seharusnya merekomendasikan tinjauan di lapangan.”

Pro Ref juga telah menghubungi Manchester United terkait keputusan tersebut. “Kami telah menghubungi Manchester United malam ini untuk mengakui apa yang kami anggap sebagai kesalahan penilaian. Peninjauan terhadap insiden tersebut akan dilakukan,” lanjut juru bicara Pro Ref.

Fernandez Dinilai Mengganggu Martinez

Dalam aturan offside, pemain yang berada dalam posisi offside dapat dihukum apabila menghalangi lawan memainkan atau memiliki kemampuan untuk memainkan bola. Pelanggaran juga dapat terjadi jika pemain menantang lawan, berusaha memainkan bola yang berada di dekatnya dan memengaruhi lawan, atau melakukan tindakan yang berdampak jelas terhadap kemampuan lawan memainkan bola.

Fernandez berada di antara Lisandro Martinez dan Haaland ketika umpan silang Gvardiol mengarah ke tiang jauh. Karena itu, terdapat argumen kuat bahwa gerakan Fernandez telah mengganggu Martinez dalam upayanya mengantisipasi bola.

Tanpa keberadaan Fernandez di dalam kotak penalti, Martinez diperkirakan bisa mencoba menghalau umpan silang tersebut. Kiper Manchester United Senne Lammens juga berpeluang keluar untuk mengamankan bola jika Fernandez tidak berada di area tersebut.

Inter Milan berusaha melupakan kekalahan dari Real Madrid saat menjamu Udinese pada pekan keempat Liga Italia 2026-27. Pertandingan Inter vs Udinese berlangsung di Stadion San Siro, Selasa (15/9/2026) pukul 01.45 WIB.

Sebelum kalah di Liga Champions, Inter tampil sempurna di tiga pertandingan domestik dengan mengoleksi sembilan poin. Kemenangan dramatis 3-2 atas Napoli bahkan memperlihatkan kemampuan tim asuhan Cristian Chivu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol.

Udinese datang dengan misi berbeda setelah momentum positif mereka terhenti akibat kekalahan 1-2 dari Lazio. Kendati demikian, kemenangan di markas Inter pada musim lalu menjadi bekal penting bagi tim tamu untuk kembali membuat kejutan.

Inter Bertekad Kembali Menang

Kekalahan dari Real Madrid menjadi noda pertama Inter pada awal musim 2026-27, setelah sebelumnya meraih hasil sempurna di kompetisi domestik. Carlos Augusto sempat memperkecil ketertinggalan di Madrid, tetapi Inter tetap pulang tanpa poin.

Lautaro Martinez menjadi pemain yang paling diandalkan Inter untuk kembali ke jalur kemenangan. Kapten Nerazzurri itu mencetak dua gol ketika menghadapi Napoli dan telah mengoleksi tujuh gol di Liga Italia melawan Udinese.

Federico Dimarco berpeluang kembali bermain setelah absen di Madrid karena cedera ringan. Curtis Jones juga bisa kembali dipercaya setelah mendapatkan kesempatan sebagai starter ketika menghadapi Real Madrid.

Udinese Bisa Jadi Ancaman

Udinese memiliki catatan tandang yang cukup menarik menjelang lawatan ke San Siro. Mereka memenangkan empat dari enam pertandingan tandang terakhir, termasuk kemenangan atas Inter pada musim lalu.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri tujuh kekalahan beruntun Udinese dalam lawatan ke markas Inter. Namun, performa terbaru mereka sedikit menurun setelah Lazio mampu membalikkan keadaan dan mencetak dua gol pada 15 menit terakhir pertandingan.

Keinan Davis diperkirakan kembali menjadi pilihan utama di lini depan Udinese. Tim tamu harus bermain tanpa sejumlah pemain karena cedera, termasuk Jakub Piotrowski dan Oumar Solet yang mengalami masalah dalam laga melawan Lazio.

Prediksi Skor Inter Vs Udinese

Inter memiliki keunggulan dari segi kualitas skuad dan produktivitas di kandang. Sepanjang 2026, mereka rata-rata mencetak 2,8 gol per pertandingan Liga Italia di San Siro.

Udinese tetap berpeluang memberikan perlawanan karena memiliki pengalaman mengalahkan Inter pada musim lalu. Namun, absennya sejumlah pemain dan pertahanan yang kebobolan dua gol dalam dua pertandingan liga terakhir dapat menyulitkan tim tamu.

Inter diperkirakan tampil lebih agresif sejak awal untuk mengamankan tiga poin sekaligus menjaga posisi di papan atas.

Prediksi skor: Inter 3-1 Udinese.

Idnews.top – David Raya terpilih sebagai Man of the Match dalam duel Sunderland vs Arsenal. Kiper asal Spanyol itu tampil gemilang dengan menjaga gawang The Gunners tetap bersih sepanjang pertandingan.

Arsenal melanjutkan start sempurna di Premier League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland. Bermain di Stadium of Light, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners berhasil membawa pulang tiga poin.

Arsenal harus bekerja keras untuk memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain ketat pada babak pertama. Bruno Guimaraes kemudian menjadi pembeda lewat gol spektakuler, sebelum Bukayo Saka memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti.

Tambahan tiga poin membuat Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Sunderland masih berada di posisi ke-14 dengan raihan empat poin.

Performa David Raya

Raya memainkan peran penting dalam keberhasilan Arsenal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Ia mencatatkan dua penyelamatan dan tidak kebobolan sepanjang 90 menit.

Salah satu penyelamatan penting Raya terjadi ketika Sunderland mendapatkan hadiah penalti. Ia mampu menggagalkan eksekusi Enzo Le Fee dengan menepis bola yang mengarah rendah ke sisi kirinya.

Selain dua penyelamatan, Raya juga mencatatkan satu penalty save. Berdasarkan data pertandingan, ia memiliki expected goals conceded (xGC) sebesar 1,67, tetapi tetap mampu menjaga gawang Arsenal tanpa kebobolan.

Penampilan tersebut membuat Raya terpilih sebagai Player of the Match versi Premier League. Ia mendapatkan 71 persen suara dalam pemungutan suara resmi.

Susunan Pemain

Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Reinildo Mandava, Dan Ballard, Kevin Danso, Nordi Mukiele; Noah Sadiki, Granit Xhaka; Nilson Angulo, Enzo Le Fee, Thomas Meunier; Brian Brobbey.

Pelatih: Regis Le Bris

Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel Magalhaes, Ezri Konsa, Ben White; Myles Lewis-Skelly, Declan Rice; Christos Tzolis, Martin Odegaard, Bukayo Saka; Kai Havertz.

Pelatih: Mikel Arteta

Idnews.top – Sebanyak tujuh pertandingan Premier League dimainkan pada Sabtu (12/9/2026) malam WIB hingga Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. Rangkaian laga tersebut membuat persaingan klasemen Liga Inggris 2026/2027 semakin menarik setelah memasuki pekan keempat.

Arsenal menjadi tim yang paling menonjol setelah menjaga rekor sempurna dengan empat kemenangan beruntun. The Gunners naik ke puncak klasemen berkat kemenangan 2-0 atas Sunderland di Stadium of Light.

Gol Bruno Guimaraes dan penalti Bukayo Saka memastikan Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Mereka juga memiliki selisih gol +7, unggul dari Manchester City yang baru memainkan tiga laga.

Manchester City berada di posisi kedua dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. The Citizens masih memiliki kesempatan kembali ke puncak karena baru akan menghadapi Manchester United pada Minggu (13/9) malam WIB.

Hull City menjadi kejutan di papan atas dengan menempati posisi ketiga melalui koleksi delapan poin dari empat laga. Chelsea berada di posisi keempat dengan tujuh poin setelah bermain imbang 2-2 saat menjamu Hull City.

Liverpool masih tertahan setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Fulham. The Reds baru mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan, sementara Tottenham Hotspur berada di posisi ke-17 dengan dua poin setelah bermain tanpa gol kontra Everton.

Nottingham Forest meraih kemenangan 2-1 atas Aston Villa, sedangkan Ipswich Town menang dramatis 3-2 atas Crystal Palace. Bournemouth dan Brentford juga berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 pada pekan keempat.

Hasil Pekan 4 Premier League 2026/2027

Sabtu, 12 September 2026

21.00 WIB – Aston Villa 1-2 Nottingham Forest
21.00 WIB – Bournemouth 1-2 Brentford
21.00 WIB – Chelsea 2-2 Hull City
21.00 WIB – Crystal Palace 2-3 Ipswich Town
21.00 WIB – Liverpool 0-0 Fulham
23.30 WIB – Tottenham Hotspur 0-0 Everton

Minggu, 13 September 2026

02.00 WIB – Sunderland 0-2 Arsenal

Jadwal Pekan 4 Premier League 2026/2027

Minggu, 13 September 2026

20.00 WIB – Coventry City vs Brighton and Hove Albion
22.30 WIB – Manchester United vs Manchester City

Selasa, 15 September 2026

02.00 WIB – Leeds United vs Newcastle United

Top Skor Premier League 2026/2027

3 Gol

Joao Pedro (Chelsea), Bruno Fernandes (Manchester United), Morgan Rogers (Chelsea), Erling Haaland (Manchester City), Alexander Isak (Liverpool), Bukayo Saka (Arsenal), Marcus Tavernier (Bournemouth), Kevin Schade (Brentford)

2 Gol

Rayan Cherki (Manchester City), Cole Palmer (Chelsea), Emersonn (Ipswich Town), Mohamed Belloumi (Hull City), Leif Davis (Ipswich Town), Jack Hinshelwood (Brighton), Anthony Elanga (Newcastle), Bryan Mbeumo (Manchester United), Martin Odegaard (Arsenal), Tyrick Mitchell (Crystal Palace), Kai Havertz (Arsenal), Josh King (Fulham), Vitaly Janelt (Brentford)

BolaIndonesia – Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Rayo Vallecano pada jornada kelima LaLiga 2026/2027. Bermain di Santiago Bernabéu, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, Los Blancos menang telak dengan skor 4-1.

Kylian Mbappé menjadi bintang utama kemenangan Real Madrid setelah mencetak dua gol. Sementara itu, Álvaro Carreras dan Jude Bellingham masing-masing menyumbangkan satu gol. Rayo Vallecano hanya mampu membalas melalui Sergio Camello pada awal babak kedua.

Hasil ini membuat Real Madrid melanjutkan tren positif di kandang. Kemenangan atas Rayo juga menjadi kemenangan keempat secara beruntun Los Blancos di Santiago Bernabéu.

Real Madrid Tampil Agresif Sejak Awal

Real Madrid langsung memperlihatkan intensitas tinggi sejak menit awal pertandingan. Tekanan yang diberikan pasukan José Mourinho akhirnya membuahkan hasil ketika Álvaro Carreras dijatuhkan di dalam kotak penalti.

Kylian Mbappé maju sebagai eksekutor dan sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-14. Hanya berselang tiga menit, Real Madrid kembali mencetak gol.

Kali ini Carreras mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan kombinasi apik dengan Mbappé di dalam kotak penalti. Keunggulan 2-0 membuat Madrid semakin nyaman mengendalikan pertandingan.

Dominasi tersebut kembali menghasilkan gol pada menit ke-35. Vinícius Júnior memberikan umpan kepada Jude Bellingham yang kemudian melepaskan penyelesaian akurat untuk membawa Madrid unggul 3-0 hingga turun minum.

Rayo Vallecano Sempat Bangkit

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan berbeda. Rayo Vallecano mulai berani keluar menyerang dan memanfaatkan menurunnya intensitas permainan Real Madrid.

Sergio Camello berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-51. Gol tersebut membuat Rayo semakin percaya diri dan beberapa kali mampu memberikan ancaman ke pertahanan tuan rumah.

Situasi tersebut menjadi perhatian Mourinho. Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa timnya tidak mampu mempertahankan energi fisik dan mental seperti yang ditunjukkan pada babak pertama.

Menurut Mourinho, aspek fundamental seperti konsentrasi, energi mental, penguasaan bola, serta pressing menjadi bagian yang harus terus diperbaiki Real Madrid.

Mourinho Bicara Hal Fundamental

Mourinho menilai pertandingan melawan Rayo pada dasarnya sudah berada dalam kendali Real Madrid setelah babak pertama. Namun, penurunan konsentrasi membuat timnya memberikan kesempatan kepada lawan untuk berkembang.

Ia menjelaskan bahwa energi pemain bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Faktor mental juga sangat penting, terutama ketika tim harus mempertahankan intensitas dalam pertandingan dengan jadwal padat.

Mourinho juga menyoroti kesalahan dalam proses membangun serangan dari belakang serta kesulitan melakukan pressing. Menurutnya, Rayo yang pada babak pertama hampir tidak memberikan ancaman justru mampu mendapatkan lebih banyak peluang setelah jeda.

Mbappé Tutup Pertandingan dengan Gol Kedua

Real Madrid akhirnya memastikan kemenangan dengan cara yang lebih meyakinkan pada masa tambahan waktu. Mbappé kembali mencetak gol setelah menerima assist dari Arda Güler.

Gol tersebut menjadi gol ketujuh Mbappé dalam enam penampilannya bersama Real Madrid. Catatan tersebut sekaligus mempertegas ketajaman penyerang asal Prancis tersebut pada awal musim.

Mourinho juga memberikan apresiasi terhadap kedalaman skuadnya. Ia menilai kualitas pemain yang berada di bangku cadangan membuat dirinya memiliki banyak pilihan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Arda Güler menjadi salah satu pemain yang mendapatkan sorotan positif. Mourinho menilai sang gelandang memiliki kualitas dan mampu memberikan pengaruh positif ketika masuk ke lapangan.

Mourinho: Real Madrid Masih Harus Berkembang

Meski menang besar, Mourinho tidak ingin Real Madrid terlena. Ia menyadari masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi jika tim ingin bersaing dalam jangka panjang.

Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa membangun tim yang hampir sempurna tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Real Madrid baru menjalani proses bersama selama beberapa bulan sehingga masih membutuhkan perkembangan secara bertahap.

Kemenangan 4-1 atas Rayo Vallecano menjadi bukti bahwa Madrid memiliki kekuatan ofensif luar biasa. Namun, pertandingan tersebut juga memperlihatkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Mourinho, terutama terkait konsistensi, konsentrasi, pressing, dan kekuatan mental sepanjang 90 menit.

Dengan tambahan tiga poin, Real Madrid kini mengoleksi 12 poin dan menyamai perolehan Barcelona, meski posisi klasemen masih dapat berubah setelah pertandingan Barcelona berikutnya.

Bagi Madrid, kemenangan ini bukan sekadar pesta gol. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa Los Blancos memiliki kualitas untuk menghukum lawan, tetapi juga masih harus meningkatkan sejumlah aspek fundamental jika ingin tampil konsisten sepanjang musim.

Milan vs Lazio: Moreira Pahlawan, Estupinan Buruk

BolaIndonesia – AC Milan menunjukkan mental luar biasa saat menghadapi Lazio pada pekan keempat Serie A 2026/27. Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, Rossoneri mampu bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2 di Stadion Olimpico, Sabtu (12/9/2026).

Pahlawan utama Milan kali ini adalah Diego Moreira. Masuk sebagai pemain pengganti, Moreira mencetak dua gol dalam waktu hanya sekitar dua menit untuk menghidupkan kembali peluang Milan meraih poin.

Di sisi lain, performa Pervis Estupinan menjadi salah satu sorotan negatif. Bek sayap asal Ekuador tersebut kesulitan mengantisipasi serangan Lazio dan terlibat dalam situasi yang berujung pada gol pembuka tuan rumah.

Babak Pertama Jadi Mimpi Buruk Milan

Lazio langsung bermain agresif sejak menit awal. Tekanan tersebut membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan dan beberapa kali kehilangan kontrol di area pertahanan.

Pada menit ke-10, Matteo Cancellieri membawa Lazio unggul. Ia berhasil menyambar umpan silang Mattia Zaccagni setelah bergerak lebih cepat daripada Estupinan. Gol tersebut memperlihatkan masalah Milan dalam mengawal sisi pertahanan.

Milan sebenarnya masih memiliki beberapa peluang untuk merespons. Namun, penyelesaian akhir dan koordinasi lini depan belum berjalan maksimal. Lazio justru mampu menjaga keunggulan hingga turun minum.

Estupinan Jadi Salah Satu Pemain Terburuk

Pervis Estupinan menjalani pertandingan yang cukup sulit. Sebagai pemain yang ditempatkan di sisi kiri, ia tidak hanya kesulitan membantu serangan, tetapi juga terlihat bermasalah ketika harus bertahan.

Dalam proses gol pertama Lazio, Cancellieri mampu bergerak lebih cepat di depannya. Situasi tersebut membuat Estupinan mendapatkan sorotan besar setelah pertandingan.

Sejumlah penilaian media Milan bahkan memberikan nilai rendah kepada sang bek. Kritik terutama muncul karena kontribusinya dianggap belum cukup untuk membantu Milan mengontrol sisi kiri permainan.

Meski begitu, performa buruk tersebut tidak berarti seluruh lini belakang Milan bermain buruk. Mike Maignan justru menjadi salah satu pemain penting karena beberapa penyelamatannya membuat Milan tetap memiliki peluang untuk bangkit.

Moreira Mengubah Jalannya Pertandingan

Perubahan besar terjadi setelah Ruben Amorim melakukan pergantian pemain. Diego Moreira mendapatkan kesempatan tampil dan langsung memberikan energi baru untuk lini serang Milan.

Moreira kemudian mencetak dua gol dalam waktu sekitar dua menit. Gol pertama lahir setelah umpan Christian Pulisic berhasil dimanfaatkan dengan baik. Setelah itu, Moreira kembali menemukan ruang dan mencetak gol keduanya untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Brace tersebut membuat Moreira menjadi pemain paling menentukan dalam comeback Milan. Masuk dari bangku cadangan, ia justru mampu memberikan dampak yang tidak terlihat dari para pemain Milan yang tampil sejak menit pertama.

Rapor Pemain AC Milan

Mike Maignan – 7,5

Maignan tampil penting di bawah mistar. Beberapa penyelamatan yang dibuatnya menjaga Milan agar tidak semakin tertinggal pada babak pertama.

Mario Gila – 6,5

Gila menunjukkan determinasi dan menjadi salah satu pemain yang cukup konsisten ketika Milan berada dalam tekanan.

Koni De Winter – 5

De Winter tidak tampil meyakinkan. Ia beberapa kali terlihat kurang solid dalam menjaga pertahanan dan ikut disorot dalam proses gol kedua Lazio.

Strahinja Pavlovic – 6

Pavlovic mengalami kesulitan pada babak pertama, tetapi permainannya meningkat setelah jeda. Ia juga beberapa kali mencoba membantu serangan.

Pervis Estupinan – 4

Estupinan menjadi salah satu pemain dengan performa terburuk. Ia kesulitan menjaga sisi kiri dan gagal mencegah Cancellieri mencetak gol pembuka Lazio.

Luka Modric – 6,5

Modric tetap memberikan pengalaman dan kualitas dalam distribusi bola. Namun, pengaruhnya pada babak pertama belum cukup untuk mengubah dominasi Lazio.

Adrien Rabiot – 6,5

Rabiot bekerja keras di lini tengah. Ia juga terlibat dalam proses gol kedua Moreira melalui umpan yang membuka ruang bagi sang pemain.

Christian Pulisic – 7

Kembali tampil sebagai pemain pengganti, Pulisic langsung memberikan kontribusi penting. Umpannya membantu Moreira mencetak gol pertama Milan.

Diego Moreira – 9

Moreira adalah pahlawan Milan. Dua gol dalam waktu singkat membuatnya menjadi pemain paling menentukan dalam pertandingan. Kehadirannya mengubah momentum sekaligus menyelamatkan Rossoneri dari kekalahan.

Kesimpulan

Hasil imbang 2-2 melawan Lazio menunjukkan bahwa Milan memiliki karakter untuk bangkit dari situasi sulit. Setelah tertinggal dua gol pada babak pertama, Rossoneri mampu mengubah permainan dan membawa pulang satu poin.

Diego Moreira jelas menjadi bintang utama berkat dua golnya. Sementara itu, Pervis Estupinan perlu segera memperbaiki performa jika ingin kembali mendapatkan kepercayaan penuh di sisi kiri pertahanan.

Dengan hasil tersebut, Milan mengoleksi delapan poin dari empat pertandingan dan berada di posisi kelima, sedangkan Lazio naik ke puncak klasemen dengan 10 poin.

Pertandingan ini sekaligus memperlihatkan satu hal penting: kedalaman skuad bisa menjadi senjata Milan musim ini. Ketika pemain utama kesulitan memberikan dampak, pemain dari bangku cadangan seperti Moreira mampu menjadi pembeda.

BOLADONESIA – Rentetan hasil buruk masih terus dituai Tottenham Hotpsur di Premier League musim ini. Pada pekan ke-4, Sabtu (12/9/2026), tim asuhan Roberto De Zerbi hanya imbang 0-0 dengan Everton. Itu membuat mereka tetap winless dalam 4 pekan awal dengan rincian 2 kali imbang dan 2 kali kalah. Pedihnya, mereka juga belum mampu mencetak gol.

Sebelumnya, Dominic Solanke cs. juga gagal menjebol gawang Brentford, Newcastle United, dan Nottingham Forest. Padahal, pada putaran I Carabao Cup, Spurs mampu menang telak 5-1 atas Charlton Athletic. Saat itu, Mikey Moore, Solanke, Kevin Danso, Savio, dan Ben Davies bergantian membobol gawang lawan.

Fakta itu membuat Roberto De Zerbi geleng-geleng kepala. “Saya tahu para pemain sudah bekerja keras dan saya pikir kami ada di jalur yang benar. Namun, sulit untuk menjelaskan karena 4 laga tanpa mencetak gol adalah hal yang sulit diterima. Kami minta maaf kepada para fan,” urai dia sepertin dikutip IDNEWS.TOP dari Football London.

Dia menambahkan, “Ada kata dalam bahasa Italia, yaitu scloccarsi yang artinya melepaskan diri. Saya kira memang ada mental block karena kami tak menang dan tak mencetak gol pula pada 4 partai. Ini juga berat bagi para pemain karena mereka hanyalah manusia biasa dan sangat baik.”

Optimisme Roberto De Zerbi

Meskipun tak habis pikir dengan kenyataan Tottenham Hotspur belum juga pecah telur dalam 4 laga di Premier League, Roberto De Zerbi tak putus asa. Dia tetap punya kepercayaan diri tinggi. Salah satu sebabnya adalah performa apik anak-anak asuhnya pada 30 menit awal laga melawan Everton.

“Jika saja mampu memperpanjang bagian itu hingga 60, 70, 80, dan 90 menit, menurut saya, keyakinan saya, kami akan memenangi banyak laga. Tentu saja, kami harus meningkatkan performa di seperti akhir lapangan. Putusan akhir, umpan akhir, dan kami harus lenbih sering menembak, terutama saat ada kesempatan,” kata De Zerbi.

Pelatih berumur 47 tahun itu juga menilai positif hasil 2 laga terakhir karena Spurs selalu clean sheet. Dia berseloroh, “Di Italia, sekarang saya seharusnya disebut pelatih terbaik, bukan? Dua laga, dua clean sheet. Dua clean sheet? (berpaling kepada jurnalis Italia) Besok, apa yang akan Anda tulis? Clean sheet atau nirgol? Jelaskan kepada saya apa yang ingin Anda tulis? Saya kira tebakan saya benar.”

Terlepas dari hal itu, tantangan yang dihadapi De Zerbi tidaklah kecil. Pada pekan berikutnya, lawan yang harus dihadapi adalah Aston Villa yang musim lalu menjuarai Liga Europa. Sebelumnya, Spurs juga harus melawan Liverpool pada putaran II Carabao Cup. Butuh kerja lebih keras untuk segera membuat Dominic Solanke cs. pecah telur di Premier League.

LARISBOLA – Arsenal melanjutkan start sempurna di Premier League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland. Bermain di Stadium of Light, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners membawa pulang tiga poin penting.

Arsenal memiliki beberapa peluang untuk membuka keunggulan pada babak pertama melalui Bukayo Saka dan Kai Havertz. Namun, Sunderland justru mendapatkan penalti setelah Ezri Konsa dinilai melakukan pelanggaran terhadap Dan Ballard.

David Raya kemudian menjadi penyelamat Arsenal dengan menggagalkan eksekusi penalti Enzo Le Fee. Tidak lama berselang, Bruno Guimaraes membawa Arsenal unggul lewat tembakan indah dari luar kotak penalti.

Arsenal harus bekerja keras mempertahankan keunggulan hingga pertandingan memasuki waktu tambahan. Saka akhirnya memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti pada menit ke-96 setelah Arsenal mendapatkan hadiah tendangan 12 pas.

Berikut ini rapor pemain Arsenal saat menang atas Sunderland:

Kiper dan Bek

David Raya – 9

David Raya tampil gemilang dengan menggagalkan penalti Enzo Le Fee melalui penyelamatan ke sisi kiri bawah gawang. Ia juga kembali melakukan penyelamatan penting pada akhir pertandingan untuk memastikan Arsenal tetap unggul.

Ben White – 4

Ben White menjalani babak pertama yang sulit karena beberapa kali kesulitan menghadapi pergerakan Nilson Angulo. Ia kemudian ditarik keluar saat jeda setelah mengalami masalah pada bagian pangkal paha.

Ezri Konsa – 7

Ezri Konsa menjadi penyebab Sunderland mendapatkan penalti pada babak pertama. Ia tetap tampil cukup baik secara keseluruhan dan beruntung penalti tersebut berhasil digagalkan Raya.

Gabriel – 8

Gabriel menunjukkan semangat besar pada fase akhir pertandingan ketika Arsenal berusaha mempertahankan keunggulan. Ia melakukan sejumlah aksi penting dan tampil penuh determinasi untuk membantu tim mengamankan kemenangan.

Riccardo Calafiori – 7

Riccardo Calafiori aktif bergerak di berbagai area lapangan sepanjang pertandingan. Ia juga menunjukkan keberanian dengan berusaha menghentikan berbagai ancaman Sunderland pada fase akhir laga.

Gelandang

Declan Rice – 8

Declan Rice mengirimkan umpan apik kepada Saka pada babak pertama dan menunjukkan visi yang sangat baik saat melihat posisi Bruno Guimaraes. Ia juga tampil kuat dalam bertahan dan memberikan kontribusi penting dalam permainan Arsenal.

Myles Lewis-Skelly – 4

Myles Lewis-Skelly kesulitan memberikan dampak pada babak pertama. Ia beberapa kali kehilangan penguasaan bola dan kurang cepat mengambil keputusan sehingga ditarik keluar saat jeda.

Martin Odegaard – 8

Martin Odegaard tampil sangat baik dan layak mendapatkan setidaknya satu assist dalam pertandingan ini. Ia juga memberikan umpan yang membuka peluang Saka pada babak kedua.

Penyerang

Bukayo Saka – 7

Bukayo Saka sempat membuang peluang pada awal pertandingan dan kemudian gagal menaklukkan kiper Sunderland dalam situasi satu lawan satu. Ia menebus kesalahannya dengan memenangkan penalti pada akhir laga dan mengeksekusinya untuk memastikan kemenangan Arsenal.

Kai Havertz – 6

Kai Havertz mendapatkan peluang bagus setelah menerima umpan tarik dari Odegaard. Ia gagal menyelesaikan kesempatan tersebut dengan baik, meski tetap bekerja keras sepanjang pertandingan.

Christos Tzolis – 6

Christos Tzolis tidak terlalu efektif dalam memberikan ancaman dari sisi serangan. Ia tetap memberikan kontribusi penting secara defensif melalui tekel dan duel perebutan bola.

Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari lawatan ke markas Sunderland, Stadium of Light, Minggu (13/9/2026). Dalam laga pekan keempat Premier League itu, Arsenal menang 2-0 di markas Sunderland.

Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam 45 menit pertama pertandingan. Pertandingan berjalan alot sepanjang babak pertama berlangsung.

Pada babak kedua, tim tuan rumah sempat mendapatkan kans untuk unggul lebih dulu. Sayangnya, eksekusi penalti Enzo Le Fee pada menit ke-56 gagal dan tak mengubah keadaan.

Justru Arsenal berhasil membuka keunggulan dua menit kemudian. Bruno Guimaraes mencetak gol pembuka kemenangan the Gunners pada menit ke-58 setelah menerima umpan dari Declan Rice.

Skor 0-1 untuk keunggulan Arsenal seakan bakal menjadi akhir dari pertandingan. Namun, pada masa injury time, The Gunners mendapatkan penalti dari wasit, di mana di sisi lain Sunderland kehilangan pemainnya, Reinildo, karena kartu kuning kedua.

Bukayo Saka yang mengambil eksekusi penalti pada menit 90’+7 itu berhasil menggandakan keunggulan bagi The Gunners yang sukses mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0 dan membawa pulang tiga poin dari markas Sunderland.

Susunan Pemain

Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Nordi Mukiele, Kevin Danso, Daniel Ballard, Reinildo; Granit Xhaka, Noah Sadiki; Thomas Meunier, Enzo Le Fee, Nilson Angulo; Brian Brobbey
Pelatih: Regis Le Bris
Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Ben White, Ezri Konsa, Gabriel, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Christos Tzolis; Kai Havertz
Pelatih: Mikel Arteta

PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam WIB.

Laga ini menjadi momen yang dinantikan pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel. Arsitek asal Belanda tersebut antusias membawa timnya kembali tampil di GBT.

“Ya, pertama-tama saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus untuk memulai kembali pertandingan tandang pertama kami di Surabaya seperti musim lalu,” ujar Van Gastel pada Sabtu (12/9/2026).

“Saya sangat menantikannya untuk bermain di stadion seperti ini dengan banyak sekali pendukung. Jadi saya sangat bersemangat untuk berada di sini dan persiapan kami sejauh ini berjalan cukup baik,” lanjutnya.

Punya Memori Positif

PSIM punya kenangan manis saat bertandang ke markas Persebaya pada musim lalu. Laskar Mataram berhasil membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 berkat gol Ezequiel Vidal.

Bek PSIM, Jop van der Avert, juga mendapat cerita dari beberapa rekan setim yang bermain pada pertandingan tersebut. Ia mendapat gambaran mengenai atmosfer GBT yang begitu meriah.

“Ya, jadi ketika kami melakukan perjalanan ke sini saya bertanya kepada beberapa rekan yang bermain di pertandingan pertama di sini musim lalu saat liga dimulai,” kata Van der Avert.

“Mereka memberi tahu saya tentang stadion yang bagus dan atmosfer yang luar biasa. Jadi saya pikir ya, bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus. Mudah-mudahan bisa meraih tiga poin,” sambungnya.

Sama-sama Raih Satu Poin

Kedua tim kompak mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan hasil imbang. PSIM bermain 1-1 kontra Persita Tangerang, sedangkan Persebaya juga ditahan Bhayangkara FC dengan skor identik.

Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin. PSIM berada di peringkat ke-11, adapun Persebaya tepat berada satu tingkat di bawahnya.

Di sisi lain, PSIM memboyong 25 pemain untuk berhadapan dengan Bajul Ijo. Hanya penjaga gawang muda Athaullah Daib yang tidak ikut dalam rombongan Laskar Mataram.