24 Oktober 2026

Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai membekuk Norwegia 2-1 melalui extra time pada perempat final di Hard Rock Stadium, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2026) dini hari WIB.

Dua gol Jude Bellingham menjadi pembeda. Gelandang itu menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama lalu memastikan kemenangan pada perpanjangan waktu.

Hasil ini mengakhiri dongeng Norwegia di turnamen. Pasukan Thomas Tuchel kini menunggu pemenang Argentina melawan Swiss yang baru berlangsung beberapa jam mendatang.

Laga berjalan hati-hati di awal. Peluang bersih baru hadir setelah menit ke-20, sebelum drama berlangsung hingga tambahan waktu.

Babak Pertama: Norwegia Memimpin, Inggris Menjawab

Kedua tim membuka pertandingan dengan tempo terukur sehingga minim peluang pada 20 menit awal. Inggris memiliki kesempatan pertama pada menit 28 melalui tendangan bebas Harry Kane yang masih meleset.

Tak lama berselang, Norwegia membalas lewat Erling Haaland. Sundulannya mengarah tepat sasaran tetapi mampu diamankan Jordan Pickford.

Tim Skandinavia unggul lebih dahulu pada menit 36. Tendangan Andreas Schjelderup dari sudut sempit gagal dibendung Pickford, membentur tiang jauh lalu bergulir masuk.

Norwegia hampir menggandakan skor ketika tembakan Alexander Sortloth melayang tipis di atas mistar gawang Inggris.

Inggris menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama. Jude Bellingham menyambar umpan tarik winger Anthony Gordon untuk membuat skor 1-1.

Beberapa detik jelang jeda, Harry Kane sempat menceploskan bola untuk membalikkan keadaan. Namun wasit menganulir karena offside. Interval berakhir 1-1.

Babak Kedua: Tekanan Skandinavia, VAR, dan Perubahan Tuchel

Selepas turun minum, Norwegia masih berbahaya. Pada menit 53, sundulan Erling Haaland memaksa Pickford melakukan penyelamatan krusial.

Dua menit kemudian, kiper Inggris kembali sigap menggagalkan upaya Patrick Berg dari jarak menengah.

Norwegia sempat merayakan gol pada menit 56 saat Torbjorn Lysaker Heggem menyambar bola kemelut di kotak penalti. Setelah meninjau VAR, wasit menganulir karena Haaland melakukan pelanggaran kepada Elliot Anderson dalam prosesnya.

Inggris kesulitan menciptakan peluang bersih di paruh kedua. Thomas Tuchel memasukkan Eberechi Eze dan Bukayo Saka, tetapi perubahan itu belum langsung berdampak.

Norwegia lebih menguasai permainan dan nyaris unggul lagi pada menit 76. Sundulan David Wolfe sudah tak terjangkau Pickford, namun bola membentur mistar.

Sampai 90 menit, skor 1-1 tak berubah dan laga dilanjutkan ke extra time.

Extra Time: Brace Bellingham Menentukan, Upaya Norwegia Mentok

Memasuki perpanjangan waktu, Inggris tancap gas. Pada menit 93, peluang Harry Kane ditepis Orjan Nyland.

Beberapa saat kemudian, Nyland tak sempurna menepis tendangan jarak jauh Morgan Rogers. Bola muntah langsung disontek Jude Bellingham untuk membawa Inggris berbalik unggul 2-1.

Menit 99, wasit sempat menunjuk titik putih untuk Inggris usai duel Oscar Bobb dengan Djed Spence. Keputusan itu dibatalkan setelah peninjauan VAR.

Norwegia merespons lewat dua kesempatan, masing-masing melalui sepakan Antonio Nusa yang diblok Marc Guehi dan tembakan Patrick Berg yang meleset.

Inggris juga punya dua peluang untuk menjauh. Nyland melakukan dua tepisan beruntun untuk menggagalkan usaha Spence dan sambaran Bukayo Saka.

Pelatih Stale Solbakken mengambil keputusan berani dengan menarik Erling Haaland pada menit 106 dan memasukkan Jorgen Larsen. Haaland mati kutu di laga ini oleh Guehi, dan perjudian tersebut tidak membuahkan hasil.

Sampai peluit panjang, Norwegia tak mampu menyamakan skor. Inggris menang 2-1 dan memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026, menanti pemenang Argentina vs Swiss.

Susunan Pemain dan Pergantian

Norwegia: Orjan Nyland; Julian Ryerson (Aursnes 60′), Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem (Ostigard 91′), David Wolfe (Pedersen 90′); Sander Berge, Martin Odegaard, Patrick Berg, Alexander Sorloth, Andreas Schjelderup (Nusa 68′); Erling Haaland (Larsen 106′)
Inggris: Jordan Pickford; Ezri Konsa (Rogers 89′), John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elija Anderson, Declan Rice (Eze 46′), Jude Bellingham (Burn 111′); Noni Madueke (Saka 46′), Anthony Gordon (James 71′), Harry Kane.

Idnews.top – Ada insiden menarik di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Norwegia yang baru saja selesai digelar. Gol pertama Jude Bellingham di laga ini diperdebatkan keabsahannya.

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu berjalan sengit. Norwegia yang tampil agresif sejak awal laga mampu mencetak gol terlebih dahulu berkat gol Andreas Schjelderup.

Namun keunggulan Norwegia itu tidak bertahan lama. Beberapa detik jelang buyaran babak pertama, Jude Bellingham mampu mencetak gol ke gawang Norwegia.

Gol tersebut membuat kedudukan kembali sama kuat 1-1 sebelum memasuki jeda pertandingan. Namun gol Bellingham tersebut menimbulkan kontroversi, terutama dari pihak Norwegia.

Bola Kena Kabel

Dalam proses terjadinya gol tersebut, ada indikasi bahwa gol ini seharusnya tidak sah.

Ini disebabkan proses gol ini diawali dari tendangan gawang dari Jordan Pickford. Bola terlihat mengenai kabel spider cam di atas lapangan sehingga bola berubah arah.

Bola kemudian berhasil diamankan Harry Kane sehingga ia memberikan umpan kunci kepada Anthony Gordon sebelum sang winger akhirnya melepaskan umpan tarik yang diselesaikan Bellingham menjadi gol penyama kedudukan Inggris.

Norwegia Protes Keras, Wasit Tak Bergeming

Setelah gol tersebut, para pemain dan staff Timnas Norwegia melancarkan protes kepada wasit Clement Turpin.

Mereka menilai gol itu seharusnya tidak sah. Karena jika bola tidak mengenai kabel spidercam tersebut, maka bola kemungkinan besar akan out dan gol itu tidak akan pernah terjadi.

Nmaun wasit asal Prancis itu tidak bergeming akan protes tersebut. Ia tetap mengesahkan gol tersebut dan skor 1-1 tetap bertahan hingga turun minum

Laga Berikutnya

Timnas Inggris sendiri berhasil menjadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.

Lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah pemenang dari laga Swiss vs Argentina yang akan digelar beberapa saat lagi.

LARISBOLA – Timnas Inggris memastikan diri jadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapatkan setelah The Three Lions mengalahkan Norwegia dengan skor 1-2 di babak perempat final.

Di laga ini, Norwegia unggul berkat gol Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham menyamakan kedudukan beberapa menit berselang. Laga dilanjutkan hingga babak tambahan waktu dan Bellingham berhasil mencetak gol kemenangan Inggris di laga ini.

Berkat kemenangan ini, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga Swiss vs Argentina di partai semifinal nanti.

Babak Pertama

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium ini berjalan dengan seru. Di awal laga, Inggris mencoba mengambil inisiatif untuk menyerang ke gawang Norwegia.

Namun pertandingan ini berjalan cukup alot di 15 menit awal pertandingan. Tempo pertandingan yang relatif lambat membuat Inggris kesulitan menembus pertahanan Norwegia yang tampil disiplin di laga ini.

Peluang berbahaya pertama di laga ini datang di menit ke-23, di mana Nico O’Reilly berhasil mengelabuhi bek Norwegia dan melepaskan umpan terukur, namun tidak ada satupun pemain Inggris yang berada di tengah untuk menyambut umpan itu.

Norwegia yang tampil disiplin sesekali melepaskan peluang ke gawang Inggris. Salah satunya ketika Erling Haaland menanduk bola ke gawang Tiga Singa namun bola berhasil diamankan Pickford.

Di menit ke-36, Norwegia sukses membobol gawang Inggris. Schjelderup melepaskan tembakan dari sisi kiri gawang Inggris yang gagal dihalau oleh Pickford sehingga menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Norwegia.

Gol tersebut membuat Norwegia semakin bersemangat. Alexander Sorloth dan Martin Odegaard nyaris membobol gawang Inggris, namun Jordan Pickford dengan sigap menyelamatkan gawang Inggris dari kebobolan gol kedua.

Memasuki injury time babak pertama, Inggris menyamakan kedudukan. Berawal dari pergerakan Gordon di sisi kiri, sang winger melepaskan umpan tarik yang diterima Bellingham. Sang gelandang mengontrol bola, membawa bola masuk dekat gawang lalu melepaskan tembakan mendatar yang berhasil masuk ke gawang Norwegia.

Tidak lama kemudian, pendukung Inggris bersorak gembira ketika Harry Kane membobol gawang Norwegia. Namun wasit menganulir gol tersebut karena sang striker sudah berada dalam posisi offside. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel membuat dua pergantian pemain. Eberechi Eze dan Bukayo Saka masuk menggantikan Declan Rice dan Anthony Gordon.

Pertandingan di babak kedua ini berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Sejak awal laga, kedua tim sama-sama tancap gas untuk mencetak gol kemenangan di laga ini.

Di menit ke-54, pendukung Norwegia bersorak gembira setelah Heggem sukses membobol gawang Inggris memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok. Namun sayang VAR menganulir gol tersebut karena sang bek sudah berada dalam posisi offside.

Tekanan terus diberikan Norwegia kepada Inggris. Di menit ke-76, Kristoff Ajer nyaris mencetak gol kedua Norwegia andai sundulannya tidak menghantam mistar gawang Inggris. Sementara beberapa menit berselang, Antonio Nusa mengancam gawang Inggris melalui tembakannya yang berhasil diamankan oleh Pickford.

Inggris benar-benar kesulitan untuk keluar dari tekanan tersebut. Anak asuh Thomas Tuchel itu bertahan dengan rapat dan susah untuk mengembangkan permainan mereka.

Hingga babak kedua berakhir, skor masih sama kuat 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Babak Tambahan Waktu

Di babak tambahan waktu, Inggris tampil lebih agresif. Mereka langsung menekan pertahanan Norwegia di masa tambahan waktu ini.

Baru tiga menit laga berjalan, Inggris membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Berawal dari Nyland yang menepis tendangan jarak jauh Rogers, bola muntah disambar oleh Bellingham menjadi gol. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Inggris.

Tidak lama berselang, Inggris mendapatkan hadiah penalti dari wasit setelah Djed Spence dijatuhkan di kotak penalti. Namun VAR menganulir keputusan itu karena sang bek dianggap melakukan diving di kotak terlarang. Skor 2-1 menutup tambahan waktu pertama di laga ini.

Di babak tambahan waktu kedua, pertandingan berlangsung sengit. Norwegia di sisa-sisa tenaga terakhir mereka mencoba untuk menyamakan kedudukan.

Inggris berhasil menahan gempuran Norwegia sehingga keunggulan 2-1 mereka bertahan saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan Pemain Norwegia vs Inggris

Norwegia (4-3-3): Nyland; Wolfe, Heggem, Ajer, Ryerson; Berg, Berge, Odegaard; Schjelderup, Haaland, Sorloth

Pelatih: Stale Solbakken

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Stones, Konsa; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Madueke; Kane

Pelatih: Thomas Tuchel

Fabian Ruiz Antar Spanyol ke Semifinal, Golnya Dipersembahkan untuk Sang Anak

BolaIndonesia – Fabian Ruiz tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan Timnas Spanyol saat menyingkirkan Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026. Gelandang milik Paris Saint-Germain itu tidak hanya dipercaya tampil sebagai starter, tetapi juga sukses mencetak gol penting yang membuka jalan La Furia Roja menuju semifinal. Di balik selebrasinya yang penuh emosi, Fabian mengungkapkan bahwa gol tersebut ia persembahkan khusus untuk sang anak.

Penampilan impresif Fabian Ruiz menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi sosok penting di lini tengah Spanyol. Kepercayaan pelatih dibayar lunas dengan permainan disiplin, distribusi bola yang akurat, serta kontribusi nyata berupa gol yang membuat Spanyol semakin percaya diri menghadapi tekanan Belgia.

Kepercayaan Pelatih Dibayar dengan Penampilan Gemilang

Sejak menit pertama pertandingan, Fabian Ruiz langsung menunjukkan kualitasnya sebagai motor permainan Spanyol. Ia aktif menghubungkan lini belakang dengan lini depan, menjaga tempo permainan, dan beberapa kali memutus serangan Belgia melalui intersep yang bersih.

Keputusan pelatih untuk menempatkannya sebagai starter sempat dipertanyakan oleh sebagian pengamat. Namun Fabian membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangannya menjadi faktor penting dalam laga sebesar ini.

Gol yang ia cetak lahir dari pergerakan cerdas tanpa bola. Memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan, Fabian muncul dari lini kedua sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Belgia. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh sekaligus mengangkat moral seluruh pemain Spanyol.

Momentum itu menjadi titik balik pertandingan karena Belgia dipaksa bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Selebrasi Penuh Makna untuk Sang Buah Hati

Usai mencetak gol, Fabian Ruiz langsung berlari ke tepi lapangan sambil membentuk gestur menggendong bayi. Selebrasi sederhana itu ternyata memiliki makna yang sangat emosional.

Dalam wawancara setelah pertandingan, Fabian mengaku gol tersebut dipersembahkan untuk sang anak yang selalu menjadi sumber motivasinya.

“Gol ini untuk anak saya. Dia adalah alasan terbesar saya terus bekerja keras setiap hari. Ketika saya mencetak gol, yang pertama terlintas di pikiran saya adalah keluarga,” ungkap Fabian.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para pendukung Spanyol. Banyak yang menilai selebrasi itu menjadi salah satu momen paling menyentuh sepanjang turnamen.

Bagi Fabian, keluarga menjadi penyemangat utama di tengah padatnya jadwal kompetisi bersama klub dan tim nasional.

Dominasi Spanyol Berkat Lini Tengah yang Solid

Selain gol Fabian Ruiz, kekuatan terbesar Spanyol kembali terlihat pada dominasi lini tengah mereka. Kombinasi penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, serta transisi cepat membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan.

Fabian menjadi pusat keseimbangan tim. Ia tidak hanya berperan dalam membangun serangan, tetapi juga disiplin membantu pertahanan ketika Belgia melancarkan serangan balik.

Akurasi umpannya yang tinggi membuat Spanyol mampu mempertahankan ritme permainan hingga peluit panjang dibunyikan. Performa tersebut kembali memperlihatkan mengapa Fabian menjadi salah satu gelandang paling komplet yang dimiliki Spanyol saat ini.

Belgia Memberikan Perlawanan Sengit

Meski kalah, Belgia tidak menyerah begitu saja. Tim berjuluk Setan Merah beberapa kali mengancam melalui serangan cepat dan bola mati.

Namun lini belakang Spanyol tampil disiplin sehingga peluang-peluang Belgia dapat dipatahkan. Setelah sempat menyamakan kedudukan, Belgia kembali tertinggal ketika Spanyol berhasil mencetak gol kemenangan di babak kedua.

Fabian Ruiz menjadi pemain yang paling menonjol sepanjang pertandingan. Selain mencetak gol, ia juga memenangkan banyak duel di lini tengah dan menjadi pemain dengan kontribusi umpan progresif terbanyak untuk Spanyol.

Modal Berharga Menuju Semifinal

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Performa kolektif tim semakin matang, sementara para pemain kunci menunjukkan performa terbaiknya pada saat yang tepat.

Fabian Ruiz berharap kemenangan ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar.

“Kami masih memiliki pekerjaan yang belum selesai. Target kami adalah terus melaju dan memberikan yang terbaik untuk Spanyol,” ujarnya.

Dengan permainan yang semakin solid serta mental juara yang mulai terlihat, La Furia Roja kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Jika Fabian Ruiz mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Belgia, peluang Spanyol untuk kembali menjadi kampiun dunia tentu semakin terbuka lebar.

 KLIKBETS – Penyerang Timnas Norwegia, Erling Haaland, melontarkan pesan menarik jelang duel melawan Inggris pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

Bomber Manchester City itu meminta seluruh pihak, termasuk para pemain dan pendukung The Three Lions, untuk tetap rendah hati.

Norwegia akan menghadapi Inggris di Miami, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, dalam laga yang memperebutkan satu tiket ke semifinal. Pertandingan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Norwegia yang untuk pertama kalinya berhasil menembus babak delapan besar Piala Dunia.

Menjelang laga, Haaland mengirimkan psywar singkat kepada calon lawannya.

“Saya pikir semua orang harus tetap rendah hati. Namun, mereka juga pantas percaya diri untuk lolos. Bagaimanapun, ini Inggris,” ujar Haaland kepada Sky Sports.

Laga yang Sangat Spesial

Bagi Haaland, duel melawan Inggris memiliki arti tersendiri. Selain membela klub Premier League bersama Manchester City, penyerang berusia 26 tahun itu juga lahir di Inggris.

Karena itu, ia mengaku antusias bisa menghadapi banyak pemain yang sudah dikenalnya dari kompetisi domestik.

“Ini pertandingan yang spesial. Bagi saya sangat spesial karena saya bermain di Inggris dan saya juga lahir di Inggris. Rasanya menyenangkan bisa menghadapi rekan-rekan yang biasa saya temui. Sulit dijelaskan, tetapi ini pertandingan yang unik,” kata Haaland.

Haaland menjadi salah satu pemain paling bersinar di Piala Dunia 2026. Ia sudah mengoleksi tujuh gol dari lima pertandingan dan menjadi pesaing kuat Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas.

Kesan di Amerika

Ketajaman mantan striker Borussia Dortmund tersebut menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang Inggris yang ingin melanjutkan langkah ke semifinal.

Tak hanya tampil tajam di lapangan, popularitas Haaland juga meningkat selama turnamen berlangsung. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme para penggemar sepak bola di Amerika Serikat.

“Saya suka orang-orang Amerika. Mereka lucu dan menyenangkan. Semua hal di Piala Dunia ini luar biasa, mulai dari pertandingan, stadion hingga tempat latihan. Semuanya sangat mengesankan,” ucapnya.

Inggris Waspada

Sementara itu, gelandang Inggris, Morgan Rogers, mengakui kualitas Haaland yang dinilainya sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia.

Menurut pemain Aston Villa tersebut, menghentikan Haaland bukan perkara mudah. Namun, Inggris harus menemukan cara jika ingin melangkah ke semifinal.

“Apakah ada yang benar-benar bisa menghentikan Erling Haaland? Saya rasa belum banyak. Dia pemain luar biasa, statistiknya luar biasa, dan Anda hanya bisa mengagumi kualitasnya,” ujar Rogers.

Meski demikian, Rogers mengingatkan bahwa Norwegia bukan hanya mengandalkan Haaland.

“Bukan cuma dia. Mereka punya banyak pemain berkualitas yang kami kenal dari Premier League. Kekuatan terbesar Norwegia adalah permainan mereka sebagai sebuah tim,” tegasnya.

Jika berhasil mengalahkan Norwegia, Inggris akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Swiss di babak semifinal Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Piala AFF 2026 dengan menggelar pemusatan latihan (TC) di Bali United Training Center. Program yang dimulai sejak 5 Juli itu akan berlangsung hingga 20 Juli 2026.

Sebanyak 23 pemain mengikuti pemusatan latihan tahap pertama. Di antaranya terdapat Nadeo Argawinata, Thom Haye, Mauro Zijlstra, Eliano Reijnders, Beckham Putra, hingga Sandy Walsh. Sementara itu, Shayne Pattynama masih menjalani program pemulihan bersama tim fisioterapi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan fokus utama TC kali ini adalah mengembalikan kondisi fisik para pemain setelah menjalani masa libur kompetisi. Selain itu, tim pelatih juga melakukan evaluasi terhadap seluruh pemain yang dipanggil.

Herdman menjelaskan pemusatan latihan akan memasuki fase berikutnya pada pekan depan. Beberapa pemain baru berpeluang bergabung, sedangkan sebagian lainnya bisa tersingkir karena persaingan di dalam skuad sengaja diciptakan sejak awal melalui menu latihan yang cukup berat.

Selama berada di Bali, Timnas Indonesia belum memiliki agenda laga uji coba. Sebagai gantinya, tim pelatih menggelar pertandingan internal untuk mengukur perkembangan para pemain sekaligus menentukan komposisi terbaik jelang Piala AFF 2026.

Timnas Indonesia di Grup A

Grup A

Vietnam
Singapura
Timnas Indonesia
Kamboja
Brunei/Timor Leste

Grup B

Thailand
Malaysia
Filipina
Myanmar
Laos

Jadwal Timnas Indonesia

Matchday 1

Senin, 27 Juli 2026, 20.30 WIB
Indonesia vs Kamboja, Stadion Pakansari, Bogor

Matchday 2

Jumat, 31 Juli 2026, 18.00 WIB
Timor-Leste vs Indonesia, Chonburi Stadium, Chonburi, Thailand

Matchday 3

Senin, 3 Agustus 2026, 20.30 WIB
Indonesia vs Vietnam, Stadion Pakansari, Bogor

Matchday 4

Jumat, 7 Agustus 2026, 20.00 WIB (21.00 waktu Singapura)
Singapura vs Indonesia, Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura

Lamine Yamal Tantang Prancis: Mereka yang Seharusnya Takut kepada Spanyol!

BolaIndonesia – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengirim pesan tegas kepada Prancis jelang bentrok panas semifinal Piala Dunia 2026. Alih-alih merasa tertekan menghadapi salah satu favorit juara, pemain Barcelona berusia 18 tahun itu justru menegaskan bahwa Spanyol sama sekali tidak gentar.

Menurut Yamal, jika ada tim yang harus merasa khawatir menjelang pertandingan besar tersebut, maka tim itu adalah Prancis. Pernyataan berani tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi yang kini menyelimuti skuad asuhan Luis de la Fuente setelah tampil impresif sepanjang turnamen.

Spanyol melangkah ke semifinal dengan modal kemenangan meyakinkan atas Belgia, sementara Prancis mengamankan tiket empat besar usai menyingkirkan Maroko. Pertemuan dua raksasa Eropa itu pun diprediksi menjadi salah satu laga terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.


Yamal: Kami Tidak Datang untuk Bertahan

Dalam sesi wawancara menjelang pertandingan, Yamal menolak anggapan bahwa Spanyol akan bermain hati-hati menghadapi kekuatan Prancis.

“Kami sama sekali tidak takut menghadapi siapa pun. Justru mereka yang seharusnya memikirkan bagaimana cara menghentikan permainan kami,” tegas Yamal.

Ucapan tersebut bukan sekadar psywar. Sepanjang turnamen, Spanyol memang memperlihatkan gaya bermain yang agresif dengan penguasaan bola tinggi, transisi cepat, dan kreativitas luar biasa di lini depan.

Yamal sendiri menjadi salah satu motor serangan La Roja. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menghadapi duel satu lawan satu membuat pertahanan lawan berkali-kali kerepotan.

Kepercayaan dirinya pun semakin meningkat setelah tampil konsisten di setiap pertandingan knockout.


Spanyol Datang dengan Modal Besar

La Roja memasuki semifinal sebagai salah satu tim dengan performa paling stabil. Mereka mampu menjaga keseimbangan antara lini belakang yang disiplin dan lini depan yang produktif.

Selain Yamal, sejumlah pemain seperti Nico Williams, Pedri, Gavi, hingga Dani Olmo juga tampil dalam performa terbaiknya. Kombinasi pemain muda dan senior membuat permainan Spanyol terlihat matang sekaligus dinamis.

Pelatih Luis de la Fuente berhasil membangun tim yang tidak lagi bergantung pada satu pemain. Hampir setiap pertandingan menghadirkan pahlawan berbeda, membuat lawan kesulitan menentukan fokus penjagaan.

Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Yamal begitu percaya diri menghadapi Prancis.


Prancis Tetap Menjadi Lawan Berbahaya

Meski optimistis, Yamal tetap mengakui bahwa Prancis merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Les Bleus memiliki kedalaman skuad luar biasa serta dipenuhi pemain kelas dunia di setiap lini.

Kecepatan serangan balik, pengalaman bermain di laga-laga besar, serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi senjata utama Prancis sepanjang turnamen.

Namun, menurut Yamal, kualitas tersebut bukan alasan bagi Spanyol untuk mengubah identitas permainan mereka.

La Roja diyakini tetap akan tampil menyerang sejak menit pertama sambil berusaha mendominasi penguasaan bola seperti yang selama ini menjadi ciri khas mereka.


Duel Yamal vs Lini Belakang Prancis Jadi Sorotan

Salah satu duel paling dinantikan dalam pertandingan nanti adalah aksi Lamine Yamal menghadapi lini pertahanan Prancis.

Pemain muda Barcelona itu dikenal memiliki kemampuan menciptakan peluang dari situasi yang tampak mustahil. Pergerakannya di sisi kanan kerap memancing lebih dari satu pemain bertahan lawan untuk melakukan penjagaan.

Jika berhasil mendapatkan ruang, Yamal mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu umpan matang ataupun aksi individu.

Tak heran bila banyak pengamat memprediksi Prancis akan memberikan perhatian khusus kepada pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia tersebut.


Semifinal Sarat Gengsi dan Aroma Final Lebih Cepat

Pertandingan Spanyol melawan Prancis disebut banyak pihak sebagai “final sebelum final”. Kedua negara memiliki kualitas skuad yang relatif seimbang dan sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Pemenang laga ini akan selangkah lebih dekat menuju trofi Piala Dunia 2026, sementara tim yang kalah harus mengubur mimpi menjadi juara dunia.

Bagi Lamine Yamal, pertandingan tersebut bukan hanya soal tiket menuju final, tetapi juga kesempatan membuktikan bahwa generasi baru Spanyol telah siap mengambil alih panggung sepak bola dunia.

Dengan penuh keyakinan, Yamal menegaskan bahwa La Roja tidak akan mengubah pendekatan mereka hanya karena menghadapi Prancis.

“Kalau ada yang harus merasa takut, itu bukan kami. Mereka yang harus takut kepada Spanyol,” tutup Yamal penuh percaya diri.

Idnews.top – Sebuah kejutan dibuat oleh Manchester United terkait Ederson. Setan Merah memutuskan batal untuk merekrut sang gelandang di musim panas ini.

Seperti yang sudah diketahui, MU memang aktif belanja gelandang baru di musim panas ini. Setan Merah butuh beberapa pemain baru di lini tengah mereka pasca kepergian Casemiro dan cedera panjang yang dialami Manuel Ugarte.

MU sendiri sebenarnya bergerak cepat di bursa transfer ini. Di bulan Juni yang lalu mereka mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk transfer Ederson, namun transfer ini tertunda karena Ederson harus membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.

Fabrizio Romano melaporkan bahwa MU mengambil keputusan yang mengejutkan terkait transfer ini. Mereka memutuskan untuk membatalkan kesepakatan yang sudah terjalin dengan Atalanta untuk transfer Ederson.

MU Batal Rekrut Ederson

Menurut laporan Romano, Manchester United memutuskan batal merekrut Ederson setelah pemeriksaan medis yang mereka lakukan pada sang gelandang baru-baru ini.

Dalam pemeriksaan medis tersebut, MU menemukan bahwa sang gelandang punya masalah di bagian lututnya. Masalah ini berpotensi menjadi masalah di kemudian hari karena ia bakal rentan cedera.

MU tidak mau mengambil resiko akan hal tersebut dan mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan transfer sang gelandang di bursa transfer musim panas ini.

Atalanta Kecewa dengan Keputusan MU

Menurut laporan yang sama, Atalanta sangat kecewa dengan keputusan Manchester United yang membatalkan transfer Ederson ini.

Di mata La Dea, Ederson berada dalam kondisi yang segar bugar. Ia juga tidak mengalami masalah cedera selama bermain di Piala Dunia 2026 kemarin.

Alhasil sang gelandang akan kembali ke Bergamo di musim panas ini, di mana ia masih terikat kontrak satu tahun lagi di Atalanta. Jadi kedua pihak akan duduk bersama untuk mencari solusi.

MU Rekrut Gelandang Lain

Setelah kegagalan transfer Ederson, Manchester United dilaporkan akan segera mengesahkan pembelian pertama mereka di musim panas ini.

Setan Merah berhasil mendatangkan sosok Andrey Santos dari Chelsea dengan mahar mencapai total 50 juta pounds.

LARISBOLA – Lamine Yamal dinobatkan FIFA sebagai man of the match pertandingan Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Sang winger dianggap jadi pembeda di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Spanyol baru saja memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Lawan yang mereka hadapi adalah sesama tim asal Eropa, Belgia.

Pertandingan berjalan intens dari awal hingga akhir. Spanyol berhasil menyudahi perlawanan The Red Devils dengan skor tipis 2-1.

Yamal dinobatkan sebagai man of the match oleh FIFA di laga ini. Mengapa dmeikian? Simak selengkapnya di bawah ini.

Pemain Paling Berbahaya Sepanjang Laga

FIFA memilih winger Barcelona itu sebagai man of the match laga ini karena sepanjang laga ia jadi pemain paling berbahaya di lini serang Spanyol.

Ia memang tidak menciptakan gol di laga ini. Namun sepanjang laga, ia melepaskan total enam tembakan ke gawang Belgia, dan tidak ada pemain di laga ini yang melepaskan tembakan sebanyak Yamal.

Ia secara konsisten menghadirkan ancaman ke gawang Belgia di laga tersebut, sehingga ia dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga perempat final Piala Dunia 2026 tersebut.

Statistik Pertandingan Spanyol vs Belgia

Spanyol – Belgia
Goals: 2-1
Total Shots: 18-5
Shots on Target: 8-2
Posession: 68%-32%
Fouls: 13-18
Offsides: 3-1

Sadio Mane memutuskan mengakhiri kariernya bersama Timnas Senegal setelah tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Mane mengumumkan keputusan tersebut setelah mencatatkan 130 penampilan dan mencetak 54 gol untuk Senegal.

Pernyataannya disampaikan melalui sebuah surat yang dikutip harian lokal, Le Quotidien, Jumat waktu setempat.

“Saya mengorbankan segalanya untuk bendera ini. Saya memberikan kemampuan terbaik dan selalu berjuang sepenuh hati untuk tanah air kita,” tulis penyerang berusia 34 tahun tersebut.

Mane juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter Senegal. Menurutnya, dukungan yang terus diberikan menjadi kekuatan utama di balik perjalanan kariernya.

“Terima kasih atas dukungan yang tidak pernah berhenti. Dukungan kalian selalu menjadi kekuatan yang mendorong kesuksesan saya,” ujarnya.

Ingin Tetap Berkontribusi

Senegal harus mengakhiri langkah di Piala Dunia setelah kalah 2-3 dari Belgia melalui babak perpanjangan waktu pada pekan lalu.

Selama membela Timnas Senegal, Mane mempersembahkan gelar Piala Afrika 2022. Di level klub, ia meraih sejumlah trofi, termasuk gelar Liga Champions 2019 saat memperkuat Liverpool. Ia juga sempat membela Bayern Munchen pada musim 2022/2023.

Saat ini, Mane bermain untuk Al Nassr di Liga Pro Arab Saudi dengan kontrak yang berlaku hingga 2027.

Dalam surat tersebut, Mane juga mengungkapkan keinginannya untuk tetap berkontribusi bagi sepak bola Senegal setelah pensiun dari timnas.

Ia membuka peluang bergabung dalam staf pelatih, menjadi pelatih kepala, atau berkiprah di badan pengelola sepak bola negaranya.