24 Oktober 2026

BOLADONESIA – Gelandang timnas Portugal, Bruno Fernandes kecewa berat setelah timnya gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Bruno merasa dengan skuad saat ini, Portugal bisa menjadi juara.

Portugal gugur setelah dikalahkan Spanyol 0-1 berkat gol telat Mikel Merino (7/7/26). Hanya sampai 16 besar merupakan sesuatu yang mengecewakan untuk Portugal mengingat susunan skuad yang mereka miliki, dan Bruno sendiri mengakui hal itu.

“Ini momen yang menyedihkan. Kami memiliki tujuan yang jelas untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi kami tidak dalam performa terbaik,” kata Bruno seperti dilansir IDNEWS dari Metro.

“Di babak pertama, kami lebih unggul, tetapi di babak kedua kami kembali melakukan kesalahan dengan terlalu bertahan dan memberikan bola kepada lawan. Ketika itu terjadi, kami akhirnya menderita.

“Spanyol pantas mendapat pujian, tetapi saya percaya bahwa jika kami terus melakukan apa yang kami lakukan di babak pertama, kami akan meninggalkan tempat ini dengan hasil yang berbeda.

“Penilaiannya tidak bisa positif. Itu hanya akan positif jika kami mencapai akhir. Saya tahu kami belum pernah memenangkan Piala Dunia dan kami selalu menetapkan standar yang sangat tinggi, tetapi, dengan pasti, kelompok ini memiliki kualitas untuk memenangkan Piala Dunia.

“Tidak perlu kehilangan kepercayaan. Kami kalah melawan salah satu favorit dan kami harus melihat ke depan dengan cara yang berbeda. Kami harus lebih jujur ​​pada diri sendiri, bermain dengan cara kami sendiri, dan menemukan cara untuk membuat tim lain lebih menghormati kami.”

Bruno Fernandes: Ini Kesempatan yang Terlewatkan

Ketika ditanya apakah ia benar-benar merasa skuad Portugal memiliki bakat untuk mengangkat trofi musim panas ini, Fernandes menjawab: “Sangat menyedihkan bagaimana kami tersingkir dari turnamen, kami memiliki kualitas untuk lebih dari itu.

“Kami goyah karena terlalu banyak memberi Spanyol kendali permainan, yang memang mereka inginkan. Kemudian kaki kami mulai terasa berat, ruang gerak mulai melebar.

“Seharusnya kami terus bermain agresif, mencoba mencegah Spanyol bermain terlalu banyak, seharusnya kami lebih banyak menguasai bola, kami memiliki kualitas untuk itu dan akhirnya kami sedikit kehilangan arah.

“Ini adalah kesempatan yang terlewatkan, kami memiliki kualitas untuk memenangkan Piala Dunia. Kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain dan kami tersingkir dari Piala Dunia terlalu cepat.”

Hasil Swiss vs Kolombia Hari Ini: Drama Adu Penalti Antar Nati Tantang Argentina

BolaIndonesia – Timnas Swiss memastikan diri menjadi tim terakhir yang melengkapi daftar peserta perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti. Duel babak 16 besar yang berlangsung di BC Place Stadium berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu penalti.

Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi skuad berjulukan Nati. Selain mengakhiri perlawanan sengit Kolombia, Swiss juga mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1954. Selanjutnya, mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di babak delapan besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain disiplin. Kolombia tampil lebih agresif dengan mengandalkan kecepatan Luis Díaz serta kreativitas Juan Fernando Quintero dalam membangun serangan.

Swiss tidak tinggal diam. Pasukan Murat Yakin mencoba menguasai bola lebih lama dan mengandalkan kombinasi Ardon Jashari bersama Granit Xhaka untuk mengatur tempo permainan. Meski begitu, rapatnya lini pertahanan kedua kubu membuat peluang bersih sangat minim.

Peluang terbaik justru datang dari Kolombia. Gregor Kobel dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Swiss tetap aman hingga turun minum. Skor 0-0 bertahan sampai jeda pertandingan.

Extra Time Penuh Ketegangan

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Swiss mulai berani menekan pertahanan Kolombia melalui pergerakan Ruben Vargas dan Zeki Amdouni yang masuk sebagai pemain pengganti.

Di sisi lain, Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumí mengenai mistar gawang. Beberapa menit sebelumnya, Gustavo Puerta juga sempat mengancam, namun Kobel kembali menunjukkan kualitasnya di bawah mistar.

Hingga 90 menit berakhir, papan skor masih menunjukkan angka kacamata sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Pada extra time, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi menjaga intensitas permainan. Swiss sempat memperoleh beberapa peluang melalui bola mati, sedangkan Kolombia lebih mengandalkan serangan balik cepat. Namun, tidak ada gol yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama Adu Penalti Menentukan Nasib

Babak tos-tosan berlangsung penuh tekanan. Kedua tim sama-sama tampil percaya diri pada eksekutor awal.

Swiss sempat dibuat cemas ketika Manuel Akanji gagal menjalankan tugasnya. Namun situasi berubah setelah Davinson Sánchez melepaskan tendangan yang membentur mistar gawang.

Momen penentu datang ketika Gregor Kobel berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernández. Kesempatan emas itu kemudian dimanfaatkan Ruben Vargas yang dengan tenang menaklukkan Camilo Vargas untuk memastikan kemenangan Swiss 4-3.

Para pemain Swiss langsung berhamburan ke lapangan merayakan keberhasilan yang mengantar mereka ke delapan besar Piala Dunia. Sementara itu, para pemain Kolombia tampak terpukul setelah perjuangan panjang mereka harus berakhir melalui adu penalti.

Murat Yakin Puji Mental Pemain Swiss

Pelatih Swiss, Murat Yakin, memberikan apresiasi tinggi terhadap mental anak asuhnya. Menurutnya, pertandingan seperti ini ditentukan oleh kesabaran, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan di momen-momen krusial.

Yakin juga menilai pergantian pemain yang dilakukan pada penghujung laga memberi energi baru bagi tim. Ruben Vargas yang masuk dari bangku cadangan akhirnya menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan dalam adu penalti.

Swiss Tantang Argentina di Perempat Final

Dengan hasil ini, Swiss resmi menjadi tim terakhir yang mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya tentu jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Argentina yang sebelumnya sukses melewati hadangan Mesir dalam pertandingan dramatis.

Laga tersebut dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi Swiss. Di satu sisi, mereka memiliki kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Kolombia. Di sisi lain, Argentina datang dengan pengalaman, kualitas individu, dan mental juara yang membuat duel ini layak dinantikan oleh pecinta sepak bola dunia.

Persebaya Surabaya kian agresif dalam menyusun komposisi tim jelang bergulirnya Super League 2026/27. Terkini, mereka secara resmi meresmikan perekrutan gelandang asal Portugal, Diogo Ramalho, untuk memperkuat sektor sentral pada, Selasa (7/7/2026) malam.

Ramalho tampak begitu bergairah menyambut babak baru dalam petualangannya bersama Persebaya. Baginya, mengenakan panji kebesaran Green Force adalah milestone krusial dalam karier profesionalnya.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Persebaya. Ini adalah kesempatan besar untuk membela salah satu klub terbesar di Indonesia dengan dukungan suporter yang luar biasa. Saya sangat antusias menyambut musim baru,” kata Ramalho.

Kedatangan sosok yang karib disapa Ramalho ini diproyeksikan untuk meningkatkan level kualitas serta kedalaman materi pemain Bajol Ijo.

Memiliki gaya main yang eksplosif, Ramalho dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan mobilitas tinggi, tangguh saat transisi permainan, serta mampu memerankan berbagai posisi di area tengah.

Multiposisi

Tak sebatas gelandang sentral, pemain berusia 27 tahun ini bisa pula dimaksimalkan sebagai jangkar pertahanan maupun menyisir sisi sayap sesuai instruksi taktik tim.

Sebelum memutuskan hijrah ke Kota Pahlawan, Ramalho merupakan bagian dari skuad FCV Farul Constanța yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Rumania.

Catatan statistik sepanjang musim kemarin menunjukkan ia tampil sebanyak 29 kali dengan sumbangsih satu gol. Pengalaman merumput di panggung Eropa tentu menjadi bekal berharga yang akan ia tularkan di Stadion Gelora Bung Tomo.

Lebih lanjut, Ramalho membeberkan bahwa ketertarikannya menerima pinangan Persebaya didasari oleh testimoni positif mengenai Indonesia dan klub kebanggaan warga Surabaya tersebut.

“Saya memiliki banyak teman yang pernah bermain atau tinggal di Indonesia. Mereka selalu berbicara hal-hal baik tentang negara ini, tentang masyarakatnya, dan terutama tentang Persebaya sebagai klub besar. Setelah berdiskusi dengan keluarga, saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah baru dalam karier saya,” ujarnya.

Kuasai 5 Bahasa

Pemain yang menguasai lima bahasa ini pun datang dengan tekad yang bulat. Ia menargetkan performa optimal guna mendongkrak posisi Persebaya agar konsisten bersaing di papan atas klasemen musim depan.

“Target utama saya adalah mewakili klub dan kota ini dengan sebaik mungkin. Saya ingin membantu tim meraih kemenangan sebanyak mungkin,” tegasnya.

“Secara pribadi tentu saya ingin mencetak gol dan membuat assist, tetapi yang paling penting adalah membawa tim meraih hasil terbaik,” imbuhnya.

Di luar daya tarik proyek ambisius yang dicanangkan manajemen Persebaya, Ramalho mengaku sangat terkesima dengan militansi pendukung setia mereka, Bonek. Melalui berbagai rekaman video yang ia amati, ia terpukau dengan besarnya fanatisme serta loyalitas suporter terhadap klub.

“Saya tahu Bonek dan Bonita adalah suporter yang luar biasa. Mereka selalu hadir memberikan dukungan untuk tim. Percayalah, kami akan memberikan segalanya di lapangan untuk membanggakan mereka,” jelasnya.

Ramalho bakal menjadi bagian dari skuad Persebaya dengan ikatan kontrak berdurasi multi-musim. Kehadirannya diharapkan menjadi suntikan tenaga baru yang memberikan keseimbangan serta kreativitas bagi lini tengah Green Force saat menantang kerasnya kompetisi Super League 2026/27.

Berbekal jam terbang mumpuni serta motivasi tinggi untuk menjawab tantangan baru, Diogo Ramalho diprediksi akan menjadi kepingan penting dalam upaya Persebaya mengukir prestasi gemilang di musim mendatang.

BOLADONESIA – Perseteruan Kylian Mbappe dengan senator Paraguay, Celeste Amarilla, sepertinya tidak akan berakhir cepat. Pasalnya, perseteruan itu malah menajam. Terbaru, Amarilla kembali melancarkan serangan kepada kapten timnas Prancis tersebut lewat pernyataan tegas dalam pernyataan tertulis di media sosial dan pernyataan lisan pada sebuah konferensi pers.

Amarilla tak terima dilabeli sebagai wanita keji dan rasis. Dia tak merasa seperti itu walaupun unggahan di media sosialnya dinilai banyak pihak bernada rasialisme. Dia meminta penyerang Real Madrid itu menarik kata-katanya dan meminta maaf kepada dirinya atas tuduhan miring tersebut. Bahkan, dia siap menyeret Mbappe ke meja hijau.

“Saya tak menoleransi penghinaanmu. Kamu tak kenal saya. Kamu tak tahu siapa saya dan kamu tak punya hak untuk mengatakan saya wanita keji, tak pantas berada di posisi yang saya tempati,” kata Celeste Amarilla seperti dikutip IDNEWS.TOP dari unggahan di media sosialnya. “Saya tak akan menarik kata-kata saya dan mungkin akan mengambil langkah hukum atas kekerasan berbasis gender.”

Dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip Le Figaro, dia bahkan mengancam Kylian Mbappe. “Biarkan dia membaca pesan saya. Saya menulis dalam bahasa Prancis dan Spanyol. Itu pun jika dia dapat membaca. Saya ingin mengatakan kepada dia, hati-hati dengan orang Paraguay! Jangan macam-macam, Mbappe! Kami sudah pernah menjebloskan Ronaldinho ke penjara. Jangan remehkan kami!” ucap dia.

Pembelaan untuk Kylian Mbappe

Menariknya, Celeste Amarilla dalam unggahan yang menanggapi cuitan Kylian Mbappe mengaku telah menghapus unggahan awalnya. Dia mengaku menyesal telah menulis kalimat-kalimat yang bernada menghina dengan menyebut luapan emosi dari darah campuran dalam dirinya sebagai apologi. Dia menilai tindakannya itu patut dibalas dengan permintaan maaf dari sang kapten Prancis.

Pada pernyataan tertulis yang diunggah lewat akun media sosialnya, Amarilla juga menegaskan, ini adalah persoalan dirinya dengan Mbappe semata, bukan dengan Prancis secara umum. Hal itu secara tidak langsung adalah respons terhadap langkah pemerintah Prancis dan Asosiasi Sepak Bola Prancis yang tegas-tegas membela Mbappe.

“Gol lain dari Kylian Mbappe. Kali ini melawan rasialisme,” ujar Presiden Emmanuel Macron menanggapi cuitan Mbappe yang menyerang balik Amarilla. “Saya mendukung penuh. Ketika ada kata-kata yang mencemarkan nama baik, nilai-nilai kami bereaksi: martabat, respek, dan persauadaran.”

Sementara itu, jaksa Paris dikabarkan telah membuka penyeledikan terhadap kasus tersebut. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut pernyataan Amarillabisa dijatuhi hukuman 1 tahun penjaran dan denda 45.000 euro. Mengenai hal itu, Amarilla balik menantang. Dia menyebut baik FFF maupun pemerintan Prancis tak bisa menuntut karena ini masalah pribadinya dengan Mbappe.

Bintang Argentina, Lionel Messi, tak berhenti menambah panjang koleksi rekornya di kancah sepak bola dunia. Sejarah baru kembali ditorehkan La Pulga saat Argentina melibas Mesir secara dramatis dengan skor 3-2 pada 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).

Messi mencetak menyumbang satu gol pada laga tersebut, tepatnya di menit ke-83. Gol tersebut bukan hanya menjadi penanda kebangkitan Tim Tango yang sempat tertinggal, tetapi juga memastikan rekor baru bagi pemain Inter Miami tersebut.

Menurut Squawka, Messi kini resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun di fase gugur. Tak ada pemain lain yang pernah melakukannya.

Selain itu, La Pulga juga membukukan rekor lain yang mentereng. Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Gol-gol Messi tersebut dimulai saat melawan Australia di Piala Dunia 2022. Dia juga kemudian membobol gawang Belanda, Kroasia, dan Prancis di Piala Dunia 2022 yang berujung tropi juara.

Di Piala Dunia 2026, Messi beruntun membobol gawang Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir.

Remontada Argentina

Argentina mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir 3-2 di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini lahir lewat remontada setelah Tim Tango tertinggal dua gol lebih dulu.

Mesir sempat memimpin melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan kembali mendapatkan momentum di babak kedua lewat Mostafa Ziko pada menit ke-67. Argentina membalas dan menutup laga dengan keunggulan berkat respons di fase akhir pertandingan.

Babak pertama diwarnai kegagalan penalti Lionel Messi, yang dimentahkan Mostafa Shobeir. Kiper Mesir itu juga menepis peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez sebelum jeda.

Selepas turun minum, VAR membatalkan gol Ziko pada menit ke-59 karena pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelumnya. Meski demikian, Ziko akhirnya mencatatkan gol kedua Mesir yang disahkan pada menit ke-67, sebelum Argentina berbalik menguasai laga hingga menutupnya 3-2.

Bintang Argentina, Lionel Messi, tak berhenti menambah panjang koleksi rekornya di kancah sepak bola dunia. Sejarah baru kembali ditorehkan La Pulga saat Argentina melibas Mesir secara dramatis dengan skor 3-2 pada 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).

Messi mencetak menyumbang satu gol pada laga tersebut, tepatnya di menit ke-83. Gol tersebut bukan hanya menjadi penanda kebangkitan Tim Tango yang sempat tertinggal, tetapi juga memastikan rekor baru bagi pemain Inter Miami tersebut.

Menurut Squawka, Messi kini resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun di fase gugur. Tak ada pemain lain yang pernah melakukannya.

Selain itu, La Pulga juga membukukan rekor lain yang mentereng. Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Gol-gol Messi tersebut dimulai saat melawan Australia di Piala Dunia 2022. Dia juga kemudian membobol gawang Belanda, Kroasia, dan Prancis di Piala Dunia 2022 yang berujung tropi juara.

Di Piala Dunia 2026, Messi beruntun membobol gawang Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir.

Remontada Argentina

Argentina mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir 3-2 di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini lahir lewat remontada setelah Tim Tango tertinggal dua gol lebih dulu.

Mesir sempat memimpin melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan kembali mendapatkan momentum di babak kedua lewat Mostafa Ziko pada menit ke-67. Argentina membalas dan menutup laga dengan keunggulan berkat respons di fase akhir pertandingan.

Babak pertama diwarnai kegagalan penalti Lionel Messi, yang dimentahkan Mostafa Shobeir. Kiper Mesir itu juga menepis peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez sebelum jeda.

Selepas turun minum, VAR membatalkan gol Ziko pada menit ke-59 karena pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelumnya. Meski demikian, Ziko akhirnya mencatatkan gol kedua Mesir yang disahkan pada menit ke-67, sebelum Argentina berbalik menguasai laga hingga menutupnya 3-2.

Kontroversi Piala Dunia 2026! Pelatih Timnas Mesir Sebut FIFA Selamatkan Argentina demi Messi

BolaIndonesia – Kontroversi besar mewarnai babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tudingan keras kepada FIFA usai timnya disingkirkan Argentina. Menurut Hassan, sejumlah keputusan yang terjadi selama pertandingan menguntungkan sang juara bertahan demi memastikan Lionel Messi tetap tampil selama mungkin di turnamen.

Mesir harus mengubur mimpi melangkah ke perempat final setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina. Padahal, wakil Afrika tersebut sempat unggul dua gol dan berada di atas angin hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan sebelum Albiceleste membalikkan keadaan secara luar biasa.

Hossam Hassan Pertanyakan Keputusan Wasit

Selepas pertandingan, Hossam Hassan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai beberapa keputusan wasit dan VAR sangat merugikan timnya, mulai dari gol yang dianulir hingga insiden yang menurutnya layak menghasilkan penalti bagi Mesir.

Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menilai rangkaian keputusan tersebut bukan sekadar kebetulan. Ia menuding ada kepentingan yang lebih besar di balik keberhasilan Argentina lolos ke babak berikutnya.

Menurut Hassan, FIFA memiliki alasan komersial untuk mempertahankan Argentina dan Lionel Messi tetap berada di Piala Dunia 2026 selama mungkin. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan media internasional karena merupakan salah satu kritik paling keras terhadap penyelenggara turnamen sepanjang kompetisi berlangsung.

Singgung Faktor Komersial Lionel Messi

Dalam pernyataannya, Hassan menyebut kehadiran Lionel Messi memiliki nilai yang sangat besar bagi Piala Dunia. Ia menilai FIFA tentu menginginkan salah satu ikon terbesar sepak bola dunia itu terus tampil agar perhatian publik global terhadap turnamen tetap tinggi.

Meski demikian, hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pengaturan hasil pertandingan maupun intervensi terhadap perangkat pertandingan.

Karena itu, tuduhan Hassan masih sebatas opini dan kekecewaan dari kubu Mesir setelah tersingkir secara dramatis.

Mesir Pulang dengan Kepala Tegak

Di balik kekalahan tersebut, penampilan Mesir tetap mendapat banyak pujian. Wakil Afrika itu mampu membuat Argentina berada di ujung kekalahan dan hanya terpaut beberapa menit dari tiket menuju perempat final.

Hossam Hassan menegaskan anak asuhnya telah memberikan segalanya di lapangan. Ia mengaku bangga terhadap perjuangan para pemain, meski hasil akhirnya sangat menyakitkan.

Kontroversi yang muncul seusai pertandingan diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Argentina kini bersiap menghadapi Swiss pada babak perempat final dengan harapan terus menjaga asa mempertahankan trofi Piala Dunia 2026.

BOLADONESIA – Rencana Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) merekrut Juergen Klopp mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tak terkecuali Lothar Matthaeus. Dia menilai Klopp memang pantas menanjadi penerus Julian Nagelsmann di timnas Jerman. Namun, dia mengingatkan, Klopp bukanlah panasea utama dan DFB harus menghindari kesalahan yang sama.

Dalam pandangan Matthaeus, kegagalan Jerman dalam 3 edisi terakhir Piala Dunia tak terlepas dari kurangnya dinamika di dalam tim. Cenderung hanya ada satu suara. Menurut dia, hal tersebut harus dihindari saat Klopp didapuk sebagai pelatih baru. Dinamika, kata dia, sangat penting bagi kemajuan tim.

“Kami tak cuma butuh rencana Klopp. Kami juga butuh orang yang mewakili pendapat berbeda, orang yang berpikir di luar kotak,” urai Lothar Matthaeus dalam kolomnya seperti dikutip IDNNEWS.TOP dari Sky. “Friksi itu penting. Sangat penting untuk memastikan semua orang uang dipekerjakan DFB mampu membantu kemajuan sepak bola Jerman.”

Matthaeus juga meminta DFB tak mengulangi langkah sembrono saat memperpanjang kontrak Nagelsmann sebelum Piala Dunia 2026. “Anda harus hati-hati untuk tak membuat kontrak sembrono lagi seperti yang dilakukan kepada Julian Nagelsmann dan membuat Anda kehilangan banyak uang,” ucap dia.

Dukungan Lothar Matthaeus

Dalam kolomnya, Lothar Matthaeus secara khusus memberikan dukungan kepada Rudi Voeller untuk tetap berada di DFB dan berkontribusi bagi timnas Jerman ke depan. Dia menilai Voeller perlu dipertahankan meskipun, sebagai direktur olahraga, jadi bagian dari kegagalan Die Mannschaft di Amerika Utara.

“Kami punya begitu banyak pemain bagus, dan pelatih bagus selalu dapat menyusun pemain-pemain bagus menjadi tim bagus. Nagelsmann gagal karena kurang pengalaman dan banyak hal yang salah,” ujar Matthaeus lagi. “Saya tak mau berspekulasi soal sosok yang akan menjadi Direktur Olahraga DFB ke depan. Namun, saya yakin Rudi Voeller harus tetap dilibatkan dalam kapasitas tertentu.”

Adapun soal pemain-pemain yang patut dipertahankan, dia pertama-tama menyebut Joshua Kimmich yang diminta beberapa pihak untuk pensiun saja. Kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990 itu juga menyebut Jonathan Tah dan Nico Schlotterbeck sebagai sosok yang masih penting di timnas Jerman. Lalu, Kai Havertz dengan posisi yang lebih jelas di lapangan.

Hal mengejutkan disampaikan Matthaeus soal sosok kiper utama. Dia mengungkapkan, “Situasi di gawang agak rumit. Akankah mereka lanjut dengan Oliver Baumann? Dengan Jonas Urbig, mereka punya kiper yang dapat diandalkan, meskipun seandainya dia akan tetap jadi serep Manuel Neuer di Munich. Semuanya bergantung pada keinginan pelatih baru nanti.”

BOLADONESIA – Kylian Mbappe tak tinggal diam setelah menerima serangan bernada rasial dari Senator Paraguay, Celeste Amarilla. Kapten timnas Prancis itu memberikan jawaban menohok atas pelecehan rasial yang dilontarkan sang politikus kepadanya saat mengomentari insiden pada laga Paraguay vs Prancis.

Mbappe jadi sosok paling menyedot perhatian pada laga Paraguay vs Prancis. Bukan hanya jadi penentu kemenangan Les Bleus lewat gol penaltinya, dia juga jadi pemain yang terus diganggu para pemain timnas Paraguay sejak awal. Pada akhir laga, diduga sudah muak, dia pun, mengabaikan uluran tangan kiper Orlando Gill.

Hal itu menuai kontroversi. Selepas laga, Gill menuding Kylian Mbappe tak menunjukkan sportivitas. Padahal, dia juga melakukan hal tak sportif dengan melemparkan bola ke badan Mbappe setelah uluran tangannya tak mendapat sambutan. Celeste Amarilla menambah panjang perseteruan mengenai hal itu.

“Kamu idiot. Kamu bahkan tak pernah belajar menulis. Ketimbang minum susu ibumu, kamu mengiaap kelapa dan orang paling pintar yang kamu dengar adalah simpanse. Kamu seharusnya memberi Orlando Gill jari tengah. Saya melakukan itu di senat dan tak terjadi apa-apa,” urai Amarilla dalam unggahan di X seperti dikutip IDNNEWS.TOP dari Le 10 Sport.

Serangan Balik Kylian Mbappe

Serangan bernada pelecehan rasial dari politikus Paraguay itu tak dibiarkan begitu saja oleh Kylian Mbappe. Di sela-sela persiapan timnas Prancis untuk laga peremlat final, dia menyempatkan diri untuk membalas cuitan tersebut dengan sebuah serangan balik yang tak kalah menohok.

“Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita keji dan tak pantas berada di posisi Anda saat ini. Anda tidak mewakili Paraguay, negeri yang memancarkan gairah dan kehormatan sepanjang kompetisi,” tulis Mbappe membuka tanggapan terhadap pernyataan sang politikus di akun X-nya.

Dia menambahkan, “Melalui kesembronoan dan rasialisme nyata Anda, seluruh dunia telah melupakan perjalanan para pemain Anda di Piala Dunia. Hal yang tertinggal hanyalah wanita tak kompeten yang memberikan citra paling negatif bagi negara Anda. Aku tak akan pernah membiarkan orang seperti Anda menyebarkan kebencian dan rasiialisme ke seluruh dunia.”

Serangan balik bukan hanya datang dari Mbappe. Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, juga tak tinggal diam. “Saya benar-benat marah oleh pernyataan senator Paraguay, Celeste Amarilla. Prancis sangat mengutuk keras serangan pelecehan rasial yan ditujukan kepada Kylian Mbappe,” ujar dia.

KLIKBETS – Kontroversi mengenai kelayakan Folarin Balogun memanas menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Amerika Serikat melawan Timnas Belgia, Selasa (7-7-2026) pagi WIB.

Sebelum duel di Stadion Seattle, Belgia mengancam akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia apabila Amerika Serikat tetap memainkan Balogun.

Kurang dari dua jam sebelum kick-off, Balogun dipastikan berada dalam daftar susunan pemain Timnas Amerika Serikat yang dimainkan pelatih Mauricio Pochettino.

Sebelumnya, kubu Belgia dibuat geram setelah intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut berujung pada keputusan FIFA yang mengizinkan mantan penyerang Arsenal itu tampil menghadapi Belgia di Seattle, meski sebelumnya menerima kartu merah saat melawan Bosnia dan Herzegovina.

Kemarahan Belgia makin bertambah setelah komite FIFA menyatakan protes yang mereka ajukan tidak dapat diterima karena Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) bukan pihak dalam keputusan awal terkait kasus tersebut.

Langkah Belgia

Petinggi RBFA kemudian memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka siap membawa perkara itu hingga ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne dan meminta Amerika Serikat didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026.

RBFA juga mengonfirmasi bahwa banding atas keputusan yang mengizinkan Balogun bermain telah ditolak. Dalam pernyataannya, RBFA mengaku hingga kini belum menerima dasar keputusan tersebut maupun dokumen yang sejak awal mereka minta.

RBFA menyatakan FIFA belum memberikan salinan keputusan, alasan yang menyatakan Balogun memenuhi syarat tampil, maupun laporan wasit. Menurut RBFA, hal itu merupakan pelanggaran terhadap regulasi FIFA.

RBFA juga telah memberi tahu Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) bahwa mereka menolak status kelayakan Balogun apabila namanya tercantum dalam daftar pemain yang diserahkan kepada wasit.

Itulah mengapa, RBFA menyatakan seluruh langkah lanjutan masih terbuka untuk ditempuh.

Jalur Hukum

Belgia tidak memilih menolak bertanding karena tindakan tersebut akan berujung kekalahan walkover. Sebagai gantinya, Belgia mengisyaratkan akan mengambil jalur hukum setelah pertandingan.

CAS disebut dapat menggelar sidang dengan proses cepat dalam waktu 48 jam dan mengeluarkan putusan sebelum jadwal perempat final di Los Angeles pada Jumat.

Dalam proses tersebut, Belgia akan berargumen bahwa Amerika Serikat memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat berdasarkan regulasi FIFA. Belgia menegaskan aturan FIFA mengharuskan pemain yang menerima kartu merah menjalani hukuman minimal larangan bermain satu pertandingan.

Jika argumen itu diterima, Belgia menyebut hasil pertandingan harus dibatalkan dan diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Belgia sesuai regulasi FIFA.

Ancaman tersebut muncul setelah UEFA mengkritik Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Penyataan UEFA

UEFA menyebut perubahan keputusan terkait sanksi kartu merah Balogun sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan tidak dapat dibenarkan.

Sikap UEFA mendapat dukungan Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lisa Klaveness.

Ia menegaskan hukuman otomatis minimal satu pertandingan setelah kartu merah tidak seharusnya ditinjau kembali melalui kebijakan diskresi karena prinsip tersebut telah diatur secara jelas dalam regulasi FIFA.

Klaveness juga menyatakan terdapat alasan untuk mengkhawatirkan integritas kompetisi, campur tangan politik dalam urusan olahraga, serta kredibilitas sepak bola.