31 Oktober 2026

> BERITA BOLA VIRAL

Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Idnews.top – Arsenal harus puas bermain imbang 1-1 melawan Como dalam laga pramusim di Emirates Stadium. The Gunners kemudian mengamankan kemenangan 4-3 lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir tanpa pemenang.

Laga ini menjadi panggung debut Bruno Guimaraes setelah didatangkan dari Newcastle dengan nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,81 triliun).

Di sisi lain, Myles Lewis-Skelly mencetak gol ketika masa depannya bersama Arsenal tengah dikaitkan dengan kemungkinan hengkang.

Lewis-Skelly Buka Keunggulan Arsenal

Lewis-Skelly membawa Arsenal unggul pada menit ke-33 setelah memanfaatkan kesalahan kiper Como, Jean Butez. Ia memotong umpan buruk sang penjaga gawang sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang ke dalam gawang.

Gol tersebut memiliki arti tersendiri karena Lewis-Skelly tengah berada dalam pembicaraan mengenai masa depannya. Setelah mencetak gol, pemain muda Inggris itu merayakannya dengan membuat gestur hati menggunakan kedua tangannya.

Como mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui Martin Baturina. Gelandang tersebut melewati Theo Julienne dan Max Dowman sebelum melepaskan penyelesaian keras yang tidak mampu dihentikan Kepa Arrizabalaga.

Bruno Guimaraes Jalani Debut

Bruno Guimaraes mendapatkan sambutan hangat dari pendukung tuan rumah ketika masuk pada awal babak kedua. Gelandang Brasil itu menjadi salah satu rekrutan baru Arsenal yang menjalani penampilan pertamanya bersama klub.

Kehadiran Bruno belum mampu membawa Arsenal mencetak gol kedua sepanjang 45 menit terakhir. Martin Odegaard sempat menciptakan peluang matang untuk Fabio Vieira pada menit ke-53, tetapi tembakan pemain Portugal tersebut masih dapat diamankan kiper Como.

Mikel Arteta juga memberikan kesempatan tampil pertama pada pramusim kepada Eberechi Eze, David Raya, Mikel Merino, dan Noni Madueke. Sementara itu, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Martin Zubimendi belum dimainkan setelah baru kembali dari tugas bersama Timnas masing-masing.

Arsenal Menang Adu Penalti 4-3

Pertandingan akhirnya dilanjutkan ke adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Arsenal menang 4-3 dengan Bruno Guimaraes dan rekrutan anyar lainnya, Christos Tzolis, ikut mencetak gol dari titik putih.

Madueke menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang gagal menjalankan tugasnya dalam drama tersebut. Kemenangan ini memberikan hasil positif bagi tim Arteta meski performa selama babak kedua belum menghasilkan gol tambahan.

Arsenal kini mengalihkan perhatian ke Community Shield menghadapi Manchester City di Wembley pada Minggu. Setelah itu, The Gunners akan membuka perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Coventry pada Jumat, 21 Agustus.

BOLADONESIA – Tradisi itu akhirnya benar-benar terhenti. Setelah 48 tahun, timnas Belanda akhirnya ditangani lagi oleh pelatih asing. Kamis (13/8/2026), Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi mengumumkan Xavi Hernandez sebagai pelatoh baru Oranje. Dia mengisi pos yang ditinggalkan Ronald Koeman setelah Piala Dunia 2026.

Rumor Belanda akan kembali ditangani pelatih asing baru muncul belakangan ini. Terutama setelah De Telegraaf mengabarkan pendekatan KNVB melalui Direktur Teknik Nigel de Jong kepada Roberto Martinez. Sebelumnya, sosok yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat adalah Michael Reiziger, pelatih timnas U-21.

Pada akhirnya, aosok yang terpilih adalah Xavi. “Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda. Pelatih Spanyol bsrumjr 46 tahun itu mengambil alih dari Ronald Koeman. Xavi telah mencapai kesepakatan dengan KNVB mengenai kontrak hingga Piala Duni 2030,” urai pernyataan KNVB seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resminya.

Kepercayaan yang diterima dari KNVB sangat dijunjung tinggi oleh Xavi. Apalagi, dia menjadi pelatih asing pertama Oranje sejak Ernst Happel dari Austria pada 1978. “Saya merasa sangat terhormat menjadi pelatih timnas Belanda,” ujar pria yang jadi bagian penting Spanyol saat menekuk Belanda di final Piala Dunia 2010 itu.

Koneksi Xavi Hernandez dengan Belanda

Putusan Xavi Hernandez menerima tawaran melatih timnas Belanda tak terlepas dari koneksi eratnya dengan sepak bola Belanda. Meskipun tak pernah membela klub Belanda, dia tidak asing dengan sepak bola Belanda. Dia sudah terpengaruh hal itu saat menimba ilmu di La Masia yang sangat dipengaruhi Johan Cruyff.

“Sebagai seseorang yang menerima latihan di akademi Barcelona yang sangat dipengaruhi Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasakan ikatan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, sebagian dari diri saya adalah anak sepak bola Belanda,” ujar Xabi mengenai koneksinya dengan sepak bola Belanda.

Dia lantas mengungkapkan 2 sosok lain dari Belanda yang penting bagi dirinya. “Pelatih-pelatih hebat lain, terutama Louis van Gaal yang memberi saya debut di Barca, dan Frank Rojkaard, juga punya peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih,” kata pria kelahiran 25 Januari 1980 tersebut.

Satu hal menarik, penunjukan Xavi oleh KNVB ternyata meneruskan pengaruh Barcelona di timnas Belanda. Sejak 2018, pelatih definitif Oranje adalah eks pemain atau pelatih Barca, yakni Koeman, Frank de Boer, Van Gaal, dan kembali lagi kepada Koeman. Kini, giliran Xavi yang meneruskannya.

Idnews.top – Bruno Guimaraes resmi datang untuk menjadi penggerak baru di lini tengah Arsenal. Transfer senilai £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dari Newcastle menjadi simbol ambisi The Gunners untuk langsung bersaing memperebutkan trofi sejak pekan-pekan awal musim.

Mikel Arteta kini memiliki lebih banyak opsi di sektor tengah setelah sebelumnya mengandalkan Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard. Kehadiran Guimaraes diproyeksikan memperkuat struktur permainan agar lebih agresif sekaligus fleksibel menghadapi berbagai karakter pertandingan.

Pada usia 28 tahun, Guimaraes bukan pembelian jangka panjang. Namun, Arsenal memang mencari profil yang dapat memberi pengaruh segera dalam perburuan Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Bruno Guimaraes: Investasi Mahal yang Sudah Teruji

Nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) terhitung besar, tetapi Arsenal mendapatkan gelandang yang telah membuktikan kualitasnya di Premier League. Guimaraes datang bukan dengan janji potensi, melainkan rekam jejak sebagai pemimpin dan pemain yang tampil konsisten di level tertinggi.

Keandalan fisiknya memberi keuntungan tambahan. Sejak debut, ia telah tampil dalam 195 pertandingan bersama Newcastle, menghadirkan ketahanan untuk melalui musim panjang yang bisa mencapai hampir 60 pertandingan dalam satu musim.

Lebih dari sekadar menambah kualitas teknis, Guimaraes membawa karakter kompetitif yang dapat memperkuat mental tim. Transfer ini mempertegas niat Arsenal untuk tidak menunggu kesempatan berikutnya dalam perburuan gelar.

Guimaraes hadir untuk membantu memenangkan pertandingan besar sekarang. Dengan pengalaman, agresivitas, kreativitas, dan kemampuan bertahan, ia berpeluang menjadi kepingan penting dalam upaya Arteta mengangkat The Gunners ke level berikutnya.

Pengalaman Premier League Jadi Modal Utama

Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi bagian vital sejak Februari 2022. Ia sempat mengenakan ban kapten, tampil lebih banyak dibanding pemain Newcastle lain sejak debut, dan berkembang menjadi pusat permainan tim asuhan Eddie Howe.

Kontribusinya menghadirkan kombinasi agresivitas, teknik, dan ketenangan. Ia mampu memenangkan duel, membawa bola melewati tekanan, mengatur ritme, serta mengirim umpan pembuka ruang bagi rekan setim.

Arsenal membutuhkan profil tersebut untuk menghadapi jadwal padat dan laga-laga berintensitas tinggi. Pengalaman Guimaraes di pertandingan besar membuat Arteta mendapatkan pemain yang tidak memerlukan waktu panjang untuk memenuhi tuntutan Premier League.

Kombinasi Ideal Bersama Rice, Bukan Sekadar Gelandang Bertahan

Selama berkostum Newcastle, Guimaraes kerap dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang agresif merebut bola. Namun, perkembangan beberapa musim terakhir menunjukkan kontribusinya jauh melampaui label gelandang bertahan semata.

Musim lalu, ia mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League, sekaligus menjadi pemain Newcastle dengan kontribusi gol terbanyak. Produktivitas ini menunjukkan ancaman dari lini kedua tanpa mengorbankan tanggung jawab defensif.

Pergerakan ke area yang lebih tinggi membuka peluang bagi Arteta untuk memainkannya sebagai gelandang nomor delapan. Guimaraes dapat masuk dari sisi kanan, menyerang ruang di sekitar kotak penalti, dan memanfaatkan pergerakan Martin Odegaard atau Bukayo Saka.

Dipadukan dengan Declan Rice, karakter keduanya saling melengkapi. Guimaraes mencatat 6,1 duel dimenangkan dan 1,6 tekel sukses per 90 menit, serta 5,0 recovery per 90 menit—hanya berada di bawah Rice di antara gelandang tengah Arsenal dalam kategori tersebut. Fleksibilitasnya memungkinkan Arteta mengubah struktur permainan: Guimaraes bisa bermain lebih dalam untuk membantu Zubimendi, sementara Rice diberi kebebasan ke depan atau sebaliknya, menjaga kans bersaing di Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengungkap alasan di balik keputusan manajemen melanjutkan kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel untuk BRI Super League 2026/2027.

Liana Tasno menyebut ada kesamaan visi dan nilai antara dirinya dengan Van Gastel. Salah satu yang paling utama ialah soal integritas dalam menjalankan tugas dan membawa PSIM menjadi lebih baik.

“Puji Tuhan saya bisa berjodoh dengan coach Jean-Paul van Gastel. Saya menilai beliau punya visi yang sama dengan PSIM, terutama soal integritas,” ujar Liana Tasno.

“Setiap orang punya nilai yang berbeda-beda. Ada yang suka fashion, ada yang suka kuliner. Tapi yang paling penting saya dan coach JP punya satu kesamaan, yaitu integritas,” imbuh wanita berusia 43 tahun itu.

Integritas Jadi Dasar Utama

Menurut Liana, Integritas yang dimaksud bukan sekadar nilai yang tertulis, melainkan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi PSIM. Ia ingin elemen tim memiliki tujuan sama ketika menghadapi kompetisi.

“Bagaimana caranya supaya PSIM datang untuk menang dan selalu bisa menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Memang tidak mudah, tapi setidaknya value kami sama. Kalau nilai dasarnya sudah sama, perjalanan ke depan akan jauh lebih enak,” katanya.

Kesamaan visi tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen PSIM memberikan kepercayaan kepada Jean-Paul van Gastel untuk semusim ke depan. Pelatih asal Belanda itu diharapkan bisa mengantar Naga Jawa terbang lebih tinggi.

Bagi Liana, kesamaan nilai adalah modal penting untuk membangun kerja sama dalam jangka panjang. Terlebih, PSIM akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Melibatkan Banyak Pihak

Selain itu, Liana juga menjelaskan bahwa pembentukan skuad PSIM bukan merupakan hasil keputusan satu orang. Proses perekrutan pemain dilakukan melalui diskusi dan komunikasi yang melibatkan sejumlah pihak.

“Sekali lagi tolong diluruskan di media, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa saya mempercayakan 100 persen kepada coach Jean-Paul sendiri. Itu salah,” papar Liana Tasno.

“Coach JP membangun skuad ini bersama satu tim. Ada asisten pelatih, analis, tim scouting, kemudian juga diperbantukan oleh Mas Iksan sebagai manajer tim dan coach Guntur Cahyo. Jadi coach JP sudah diperkuat oleh tim yang lengkap.”

“Kalau bicara secara teknis, saya memang percaya kepada coach JP. Selama bekerja dengan beliau, saya melihat beliau adalah pelatih yang sangat cerdas dalam menyusun skuad, terutama dalam hal leadership. Itu sangat penting di dalam sebuah tim,” pungkasnya.

Idnews.top – Bek Manchester United, Harry Maguire memberikan sanjungan kepada Andrey Santos dan Youri Tielemans. Ia menilai kedua gelandang anyar Setan Merah itu menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan.

Di musim panas ini MU memutuskan untuk berinvestasi besar di lini tengah. Mereka mendatangkan beberapa gelandang pasca kepergian Casemiro dan cedera yang dialami Manuel Ugarte.

MU menghabiskan total 85 juta pounds untuk belanja dua gelandang di musim panas ini. Mereka menebus Andrey Santos dari Chelsea dan Youri Tielemans dari Aston Villa.

Kedua pemain ini sudah mulai terlibat di pra musim MU di mana Santos ikut sejak laga pra musim pertama, sementara Tielemans baru menyusul karena ia mendapatkan libur ekstra usai tampil di Piala Dunia 2026. Maguire mengaku terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan kedua gelandang anyar MU itu.

Talenta Istimewa

Dalam wawaancaranya di MUTV baru-baru ini, Maguire mengaku terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan Andrey Santos di skuad Setan Merah.

Ia menilai sang gelandang memiliki bakat yang sangat besar dan ia menyebut pemain asal Brasil itu sudah menunjukkan perkembangan yang fantastis di skuad MU.

“Andrey tampil dengan sangat fantastis di tim kami sejauh ini. Kami sudah melihat langsung bagaimana progress-nya di tim ini,” ujar Maguire.

Dampak Instan Tielemans

Lebih lanjut, Maguire juga menyoroti sosok Youri Tielemans. Ia menyebut bahwa sang gelandang adalah pemain yang sudah punya rekam jejak impresif di Premier League.

Ia yakin sang gelandang akan beradaptasi dengan skaud MU dan memberikan dampak yang besar bagi skuad Setan Merah di musim depan.

“Youri sudah berada di usia di mana ia tidak perlu lagi beradaptasi dengan tim barunya. Saya sangat yakin dia bakal jadi sosok yang sangat penting untuk klub ini,” pungkas sang bek.

Laga Berikutnya

Baik Tielemans maupun Santos akan kembali menjadi andalan Setan Merah di tengah pekan ini.

Manchester United dijadwalkan akan menjalani laga uji coba melawan Leeds United dan Michael Carrick akan mengandalkan kedua pemain ini di lini tengah Setan Merah.

Idnews.top – Ronald Araujo mengungkapkan kebahagiaannya usai bergabung dengan Liverpool. Ia menilai The Reds adalah salah satu klub terbaik di dunia dan ia tidak sabar berkarir di Anfield.

Araujo sebenarnya merupakan sosok andalan di jantung pertahanan Barcelona. Namun di musim lalu ia mengalami masalah mental dan juga beberapa kali mengalami cedera sehingga ia kerap absen dari skuad Barcelona.

Di musim panas ini, Araujo memutuskan untuk membuka lembaran baru dalam karirnya. Ia memutuskan untuk membela Liverpool dengan status peminjaman hingga bulan Juni 2027 mendatang.

Araujo sendiri sangat antusias dengan kepindahannya ke Inggris ini. “Saya benar-benar bahagia. Saya tidak sabar untuk memulai karir saya di sini,” ujar Araujo di laman resmi Liverpool.

Bukan Klub Sembarangan

Menurut Araujo, ia tidak berpikir dua kali ketika Liverpool menginginkan jasanya. Ia menilai Liverpool adalah salah satu klub terbaik di dunia.

ia menyebut The Reds punya sejarah yang kaya dan ia ingin menjadi bagian dari klub asal Merseyside tersebut.

“Saya sangat antusias bergabung dengan klub yang punya sejarah yang luar biasa ini. Saya antusias untuk bertemu rekan-rekan setim saya, saya antusias untuk bermain dan saya sangat termotivasi untuk terlibat di dalam tim ini,” sambung sang bek.

Langkah yang Dibutuhkan

Menurut Araujo, pindah ke Liverpool merupakan transfer yang tepat untuk karirnya. Ia sudah beberapa tahun menuai banyak kesuksesan di Barcelona sehingga ia butuh tantangan baru dalam karirnya.

“Saya rasa ini kepindahan yang ideal dalam fase karir saya saat ini dan saya rasa kepindahan ini memang harus saya lakukan. Sesaat setelah saya mendengar ketertarikan Liverpool, segalanya berlangsung dengan cepat,” sambung Araujo.

“Seperti yang saya bilang, saya sangat senang bisa berada di klub ini dan saya antusais untuk memulai segalanya. Syaa senang dengan ketertarikan klub pada saya, karena ketertarikan itu datang di waktu yang tepat,” pungkasnya.

Nomor Punggung Araujo di Liverpool

Araujo sendiiri telah menentukan nomor punggunya di skuad Liverpool.

Sang bek memilih nomor punggung 33 di Liverpool, karena nomor punggung 4 yang identik dengan dirinya masih dikenakan oleh kapten klub, Virgil van Dijk.

Idnews.top – Juventus tengah mempertimbangkan Alexander Sorloth sebagai tambahan untuk lini serang mereka. Penyerang Atletico Madrid tersebut kini masuk daftar pemain yang siap dilepas klub Spanyol itu pada bursa transfer musim panas.

Sorloth menjadi opsi menarik bagi lini serang Juventus. Bianconeri menilai karakter permainan striker asal Norwegia tersebut sesuai dengan kebutuhan tim.

Situasi di Atletico Madrid turut membuka peluang bagi Juventus untuk bergerak lebih jauh. Klub Spanyol itu siap menjual Sorloth karena kesulitan menjamin menit bermain reguler yang diinginkan sang penyerang.

Atletico Madrid Buka Pintu untuk Sorloth

Sorloth ingin mendapatkan peran utama jika bertahan di Spanyol, tetapi persaingan di lini depan Atletico Madrid membuat keinginannya sulit dipenuhi. Oleh karena itu, klub asuhan Diego Simeone kini bersedia membuka pintu keluar bagi pemain berusia 30 tahun tersebut.

Menurut Tuttomercatoweb, Atletico Madrid siap menjual Sorloth pada bursa transfer kali ini. Langkah tersebut dapat memberikan Juventus kesempatan untuk mendapatkan striker yang sudah lama mereka pantau.

Juventus Butuh Penyerang Baru

Juventus sudah meminjamkan Lois Openda ke Lyon, juga bakal segera berpisah dengan Dusan Vlahovic, sehingga membutuhkan tambahan pemain di lini depan. Sorloth dianggap cocok dengan kebutuhan tersebut dan berpotensi mendapatkan peran penting jika bergabung dengan Bianconeri.

Keinginan Sorloth untuk menjadi pemain utama juga dapat menjadi faktor pendukung transfer. Juventus bisa menawarkan peran yang lebih besar sekaligus kesempatan bagi sang striker untuk kembali menjadi pusat permainan tim.

Harus Bergerak Cepat

Atletico Madrid memang tidak berniat menjual Julian Alvarez pada musim panas ini meski nilai pasarnya lebih tinggi. Oleh karena itu, Sorloth menjadi salah satu pemain yang berpeluang dilepas untuk membantu klub mendapatkan pemasukan dari bursa transfer.

Namun, Juventus bukan satu-satunya klub yang tertarik kepada Sorloth sehingga persaingan berpotensi semakin ketat. Dengan Atletico Madrid sudah membuka peluang penjualan dan sang pemain menginginkan menit bermain reguler, Bianconeri perlu bergerak cepat.

Juventus melihat Sorloth sebagai opsi untuk memperkuat sekaligus membentuk kembali lini serang mereka. Akan tetapi, langkah konkret perlu segera dilakukan jika mereka ingin mengalahkan klub-klub peminat lainnya.

Como Menggila, Proyek Cesc Fabregas Bikin Italia Terpukau

BolaIndonesia – Como kembali menjadi sorotan sepak bola Italia setelah langkah berani mereka di bursa transfer dan proyek besar yang dirancang Cesc Fabregas. Seorang jurnalis Italia menilai apa yang dilakukan Como sebagai sesuatu yang “gila”, tetapi sekaligus melihat ide Fabregas sebagai sebuah terobosan luar biasa untuk membawa klub bersaing di level tertinggi.

Perkembangan Como dalam dua musim terakhir memang sulit diabaikan. Setelah kembali ke Serie A, klub asal Lombardia tersebut mampu berkembang dengan sangat cepat. Musim lalu, Como bahkan berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Kini, tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Como tidak hanya harus mempertahankan performa di Serie A, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi persaingan Eropa.

Ide Cesc Fabregas Mulai Membentuk Wajah Baru Como

Cesc Fabregas menjadi sosok penting dalam perubahan besar Como. Mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu tidak sekadar bertugas sebagai pelatih, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap arah perkembangan tim.

Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Fabregas sedang membangun sebuah “laboratorium” sepak bola di Como. Timnya mencoba berbagai pendekatan taktik, meningkatkan analisis pertandingan, serta memperluas kualitas skuad untuk menghadapi jadwal yang semakin padat.

Fabregas juga ingin Como memiliki keseimbangan antara pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman. Hal tersebut menjadi penting karena kompetisi Liga Champions menuntut kedalaman skuad yang jauh lebih baik dibandingkan kompetisi domestik.

“Gila” mungkin menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan perkembangan Como. Hanya dalam waktu relatif singkat, klub yang sebelumnya berjuang kembali ke kasta tertinggi Italia kini sudah berbicara tentang Liga Champions.

Como Berani Mengambil Langkah Besar di Bursa Transfer

Ambisi tersebut terlihat dari aktivitas Como di bursa transfer. Klub terus memperkuat beberapa posisi yang dianggap membutuhkan tambahan kualitas.

Salah satu langkah terbaru adalah kedatangan Trevoh Chalobah dari Chelsea. Bek Inggris tersebut resmi bergabung dengan Como dengan kontrak lima tahun. Nilai transfernya dilaporkan sekitar €30 juta ditambah potensi bonus.

Kedatangan Chalobah menunjukkan bahwa Como tidak ingin sekadar menjadi peserta Liga Champions. Mereka mencoba membangun skuad yang mampu menghadapi lawan-lawan besar di Eropa.

Sebelumnya, Como juga telah memperkuat sejumlah posisi dengan pemain muda dan pemain yang dianggap sesuai dengan filosofi Fabregas. Nico Paz juga berhasil dipertahankan setelah menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan luar biasa Como.

Fabregas Ingin Como Tidak Berhenti di Sini

Yang menarik adalah Fabregas tampaknya belum puas dengan pencapaian Como sejauh ini. Pelatih asal Spanyol tersebut melihat masih banyak ruang untuk perkembangan.

Dalam wawancara sebelumnya, Fabregas menyampaikan keinginannya agar Como memiliki lebih banyak pemain Italia. Ia juga menekankan pentingnya membangun proyek jangka panjang, bukan hanya mengejar hasil instan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Como sedang membangun identitas baru. Mereka tidak ingin hanya dikenal sebagai klub yang memiliki investasi besar, tetapi juga sebagai tim dengan filosofi permainan dan sistem pengembangan pemain yang jelas.

Como dan Fabregas Bisa Menjadi Kejutan di Eropa

Musim 2026/2027 berpotensi menjadi periode paling penting dalam sejarah modern Como. Debut di Liga Champions akan menjadi ujian terbesar bagi Fabregas dan para pemainnya.

Persaingan di Serie A juga tidak akan mudah. Klub-klub besar Italia memiliki pengalaman dan kedalaman skuad yang lebih matang. Namun, Como memiliki satu keunggulan: mereka sedang berkembang dengan sangat cepat dan memiliki proyek yang jelas.

Komentar jurnalis Italia mengenai langkah “gila” Como pun semakin masuk akal jika melihat perubahan klub dalam beberapa tahun terakhir. Dari tim yang baru kembali ke Serie A, Como kini mampu mendatangkan pemain dengan pengalaman Premier League dan mempersiapkan skuad untuk kompetisi Eropa.

Tantangan Berikutnya Menunggu Como

Tantangan terbesar bagi Fabregas sekarang adalah menjaga keseimbangan. Jadwal Serie A dan Liga Champions dapat membuat pemain mengalami kelelahan, sementara ekspektasi publik juga akan meningkat.

Karena itu, kedalaman skuad menjadi faktor penting. Fabregas harus mampu melakukan rotasi tanpa menghilangkan identitas permainan Como.

Jika strategi tersebut berhasil, Como bukan tidak mungkin kembali mengejutkan sepak bola Italia. Ide Fabregas yang berani, dukungan klub, serta perekrutan pemain berkualitas membuat proyek Como menjadi salah satu cerita paling menarik untuk diikuti.

Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: Como tidak lagi ingin hanya menjadi kejutan di Serie A. Mereka sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar bersama Cesc Fabregas.

Liverpool menelan kekalahan 2-3 dari AS Monaco pada laga pramusim di Anfield. Hasil ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Andoni Iraola setelah timnya gagal menjaga keunggulan yang sempat berdiri dua gol. Pola yang sama kembali muncul seperti saat menghadapi Leeds United pada tur Amerika Serikat.

Tim tuan rumah sempat memimpin lewat gol Alexander Isak dan Florian Wirtz pada babak pertama. Monaco membalas melalui penalti Aleksandr Golovin, sebelum Mika Biereth dan Paris Brunner menyelesaikan pembalikan skor. Momentum pertandingan berubah setelah jeda dan menguras kepercayaan diri The Reds.

Kekalahan ini datang di fase akhir pramusim ketika persiapan memasuki tahapan krusial. Oleh karena itu, Iraola membutuhkan respons cepat dari para pemainnya sebelum kompetisi resmi dimulai. Perbaikan di beberapa sektor menjadi fokus utama dalam beberapa hari ke depan.

Keunggulan Dua Gol Terbuang di Anfield

Liverpool mengawali pertandingan dengan meyakinkan lewat gol Isak pada menit ke-16 setelah menerima umpan Ryan Gravenberch. Wirtz kemudian menggandakan keunggulan sebelum Monaco memperkecil jarak melalui penalti Golovin menjelang turun minum.

Monaco tampil lebih leluasa setelah jeda dan berhasil menyamakan kedudukan. Biereth memanfaatkan bola muntah dari Giorgi Mamardashvili untuk mengubah skor menjadi 2-2 dan mematahkan kontrol permainan tuan rumah.

Petaka datang pada dua menit terakhir ketika Brunner menuntaskan umpan dengan sundulan yang berakhir menjadi gol penentu. Pola kehilangan keunggulan setelah jeda kembali terjadi, selaras dengan performa saat menghadapi Leeds United pada tur Amerika Serikat. Tren ini mempertegas kebutuhan Liverpool untuk menjaga intensitas dan konsentrasi hingga laga berakhir.

Kebutuhan Skuad Liverpool Belum Tuntas

Kedatangan Ronald Araujo dari Barcelona melalui skema peminjaman diharapkan menambah tenaga di lini belakang. Akan tetapi, kebutuhan skuad belum selesai karena masalah kebugaran Jeremy Jacquet masih mengganggu opsi rotasi.

Di sisi lain, kendala izin kerja Ifeanyi Ndukwe turut memengaruhi ketersediaan pemain di sektor tertentu. Situasi ini membuat perencanaan pramusim tidak sepenuhnya ideal bagi Iraola dalam membangun fondasi tim.

Posisi sayap kanan juga belum memiliki penerus jangka panjang Mohamed Salah. Bradley Barcola masuk pertimbangan, namun negosiasi dengan PSG belum berjalan maksimal sehingga alternatif tetap perlu dipersiapkan.

Masa Depan Curtis Jones Makin Kabur

Curtis Jones tidak masuk skuad saat Liverpool menghadapi Monaco di tengah ketidakpastian masa depannya di Anfield. Inter Milan masih menunjukkan minat, tetapi tawaran mereka belum memenuhi valuasi Liverpool sebesar £35 juta (sekitar Rp840,35 miliar).

Iraola sejatinya masih ingin mempertahankan gelandang jebolan akademi tersebut. Absennya pada laga melawan Monaco dikaitkan dengan langkah pencegahan demi menghindari risiko di tengah situasi transfer.

Kendati demikian, peluang kepergian Jones tetap terbuka apabila penawaran yang sesuai datang sebelum bursa ditutup. Liverpool akan kembali bermain di Anfield dalam tujuh hari untuk menghadapi Como pada laga persahabatan terakhir. Laga itu menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki masalah setelah dua kali kehilangan keunggulan dalam pramusim.

Paolo Maldini mengungkapkan betapa seriusnya Pep Guardiola mempertimbangkan tawaran untuk menjadi pelatih Timnas Italia.

Menurut Maldini, Guardiola bahkan sudah mulai menyusun kemungkinan formasi dan mempelajari skuad Italia dari level junior.

Maldini menceritakan proses tersebut dalam wawancara dengan Corriere della Sera.

Ketika itu, Maldini masih menjabat sebagai Direktur Teknis FIGC dan bersama penasihatnya, Leonardo, berupaya mendatangkan Guardiola sebagai pelatih Timnas Italia.

Maldini dan Leonardo menemui Guardiola di Barcelona untuk membicarakan proyek tersebut. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana serius dan membahas kemungkinan Guardiola mengambil alih Timnas Italia.

Sangat Tertarik

Guardiola disebut sangat tertarik dengan kesempatan tersebut. Maldini bahkan mengklaim mantan pelatih Barcelona dan Manchester City itu sudah mulai memikirkan komposisi serta formasi yang mungkin digunakan.

“Dia sempat menyampaikan kepada beberapa temannya bahwa ingin melatih sebuah tim nasional. Kami pergi menemuinya di Barcelona, makan siang bersama, lalu berbicara sepanjang hari,” ujar Maldini.

“Dia sangat tergoda. Dia hampir menerimanya. Dia bahkan mulai menuliskan formasi di beberapa lembar kertas,” lanjutnya.

Namun, Guardiola akhirnya tidak mengambil pekerjaan tersebut. Maldini menegaskan bahwa persoalannya bukan tuntutan gaji seperti yang sebelumnya diberitakan di Italia.

Kelelahan

Sejumlah laporan menyebut Guardiola meminta gaji 20 juta euro per musim untuk menangani Timnas Italia. Maldini membantah kabar tersebut.

“Sama sekali tidak. Uang tidak pernah menjadi masalah. Pep berkata dengan jelas kepada kami: Beri saya satu euro lebih sedikit dari yang diterima pelatih sebelumnya dan saya tidak masalah,” kata Maldini.

Menurut Maldini, faktor yang membuat Guardiola urung menerima tawaran tersebut adalah kelelahan setelah menjalani periode panjang di Premier League.

“Karena kelelahan. Guardiola baru saja melewati 10 tahun yang sangat melelahkan di Premier League. Dia juga menjalani operasi punggung dan ingin beristirahat,” ungkapnya.

Akhirnya Pilih Mancini

Kendati pada akhirnya Guardiola tidak menjadi pelatih Italia, Maldini menegaskan pembicaraan tersebut berlangsung dengan sangat serius.

Mereka bahkan sudah mempelajari pemain-pemain Italia dari kelompok usia U-17 ke atas sebagai bagian dari pembahasan proyek tersebut.

“Namun, pembicaraan itu sangat serius. Kami mempelajari skuad mulai dari U-17 dan seterusnya,” tutur Maldini.

Setelah pendekatan kepada Guardiola tidak berlanjut, Maldini dan Leonardo kemudian memilih Andrea Pirlo sebagai opsi berikutnya. Maldini juga menyebut Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengetahui proses tersebut dan mendapat informasi secara bertahap.

“Jadi, kemudian kami memilih Andrea (Pirlo). Malago mengetahui semuanya, kami memberitahunya langkah demi langkah,” kata Maldini.

Hanya, proses dengan Pirlo juga gagal setelah Malago lebih memilih Roberto Mancini untuk kembali melatih Timnas Italia.