
BOLADONESIA – Dilema kini sedang dihadapi Julian Nagelsmann, pelatih timnas Jerman. Penyebabnya adalah performa apik Deniz Undav. Dalam 2 laga awal di Grup E Piala Dunia 2026, penyerang VfB Stuttgart itu mampu mengemas 3 gol dan 2 assist. Di skuad saat ini, tak ada pemain dengan kontribusi sebesar itu.
Dilema muncul karena Undav hanyalah pemain pengganti. Sejak awal, Nagelsmann memberikan status itu kepada Undav. Sang pemain tentu kecewa, tapi tetap menerima status itu dengan lapang dada. Namun, seiring performa apiknya, termasuk pada uji tanding sebelum Piala Dunia 2026, publik sepak bola Jerman meminta Nagelsmann berubah pikiran.

Jelang lawan Ekuador pada matchday terakhir Grup E, jajak pendapat di Sky menunjukkan 65% responden berharap Deniz Undav jadi starter. Hal serupa juga diungkapkan Lothar Matthaeus, eks kapten timnas Jerman, dalam kolomnya. “Saya sangat yakin Undav sekarang harus dimainkan dari awal, baik dari segi performa maupun rasio mencetak gol,” kata dia seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Sky.
Sebelumnya, Matthaeus sempat mencak-mencak ketika Thomas Mueller dan Juergen Klopp dalam sebuah sesi siaran di televisi lebih memilih Undav ketimbang Jamal Musiala untuk mengisi posisi nomor 10. Dia menyebut Musiala adalah sosok yang sangat dibutuhkan Jerman meskipun tak dalam performa apik.
Tekanan untuk Nagelsmann
Permintaan publik agar Deniz Undav diberi kepercayaan tampil sebagai starter kini jadi tekanan tersendiri bagi Julian Nagelsmann. Keteguhannya diuji. Dia tak dapat mengabaikan suara-suara itu karena statistik menunjukkan Undav memang pantas diandalkan dari menit pertama. Di VfB Stuttgart, dia juga terbiasa tampil sebagai pemain utama.
Akan tetapi, dia juga tak dapat begitu saja membuang rencana yang sudah disiapkan sejak awal. Hasil pada laga melawan Curacao dan Pantai Gading membuktikan dirinya sudah tepat memberi Undav tugas sebagai supersub. Bukankah perubahan tak perlu dilakukan jika sesuatu sudah berjalan baik? Ingat, don’t fix something ain’t broken.

Undav sebagai pemain cadangan juga tak ubahnya cadangan asa bagi Nagelsmann. Ketika timnya macet, menghadapi kebuntuan dalam membongkar pertahanan lawan, dia tinggal memasukkan Undav untuk jadi game changer. Nah, bagaimana jika Undav sudah bermain sejak awal dan tim mengalami kebuntuan? Siapa yang bisa diharapkan jadi game changer?
Bagi Undav pun, status saat ini bisa dibilang sebagai pengorbanan tersendiri untuk target bersama yang lebih besar. Andai Jerman juara, dia akan tetap senang karena kontribusinya yang besar sebagai pemain pengganti. Lagi pula, supersub bukanlah status buruk. Oliver Bierhoff jadi pahlawan di Piala Eropa 1996, sementara Andre Schuerrle jadi aktor penting di Piala Dunia 2014.
Posisi Deniz Undav
Andai Deniz Undav jadi starter pun, Julian Nagelsmann menghadapi dilema lain, yakni soal posisi yang akan ditempatinya dan siapa pemain yang harus dikorbankan dari skema yang saat ini diusungnya. Apakah Undav harus jadi ujung tombak atau nomor 10 seperti yang disarankan Thomas Mueller dan Juergen Klopp serta dilakoni pada 2 laga fase grup saat tampil sebagai supersub?
Itu bukan putusan mudah. Jika Undav diplot sebagai ujung tombak, Nagelsmann harus mencampakkan Kai Havertz yang sudah mengemas 2 gol. Tipikal Havertz sebagai big man juga lebih disukainya sebagai striker utama. Tengok saja, ketika Havertz absen, posisi itu ditempati pemain yang juga punya tinggi menjulang: Tim Kleindienst dan Nick Woltemade.

Sementara itu, jika Undav ditempatkan di posisi nomor 10, Nagelsmann harus mengorbankan Jamal Musiala. Itu jelas sangat berisiko karena bintang Bayern Munich itu adalah pujaan para pencinta Die Mannschaft. tak terkecuali para pakar, pundit, dan para eks bintang Jerman. Dia tentu harus belajar dari pengalaman Mueller dan Klopp yang di-counter keras Lothar Matthaeus.
Pada dasarnya, semua kemungkinan terbuka dan semuanya jadi opsi bagi Nagelsmann dalam memimpin Jerman di perhelatan Piala Dunia 2026. Dia tentu harus membuat putusan yang dirasa paling tepat. Namun, dengan minimnya pemain yang bisa memberi dampak dari bangku cadangan, membiarkan Undav tetap sebagai supersub sepertinya lebih baik pada saat ini.



















