29 Oktober 2026

> BERITA GLOBAL DUNIA SEPAK BOLA

Berita sepak bola sajian Info Berita SEPAK BOLA DARI SELURUH DUNIA, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

BolaIndonesia – Laga antara Norwegia dan Prancis menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan di fase grup Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena kedua tim sama-sama berpeluang lolos ke babak berikutnya, tetapi juga karena duel dua striker terbaik dunia saat ini akan tersaji di atas lapangan.

Norwegia datang dengan kekuatan utama mereka, Erling Haaland. Sementara Prancis mengandalkan sang kapten sekaligus mesin gol, Kylian Mbappe. Pertemuan keduanya diprediksi menjadi panggung pertarungan dua pemain yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi sepak bola Eropa.

Publik sepak bola menilai pertandingan ini sebagai duel kekuatan individu sekaligus adu strategi antara dua tim yang memiliki gaya bermain berbeda. Jika Norwegia mengandalkan efektivitas serangan langsung, Prancis lebih dikenal dengan kombinasi kecepatan, kreativitas, dan kedalaman skuad.


Haaland Jadi Harapan Besar Norwegia

Erling Haaland kembali menjadi tumpuan utama Norwegia setelah tampil tajam sejak awal turnamen. Penyerang berusia 25 tahun itu memperlihatkan naluri mencetak gol yang luar biasa dengan memanfaatkan setiap peluang di kotak penalti.

Keunggulan Haaland tidak hanya terletak pada postur tubuhnya yang tinggi dan kuat. Ia juga memiliki kecepatan, penyelesaian akhir yang mematikan, serta kemampuan membaca arah permainan dengan sangat baik.

Pelatih Norwegia diperkirakan akan kembali membangun permainan yang berpusat kepada Haaland. Dukungan dari lini tengah dan umpan silang dari kedua sisi lapangan menjadi senjata utama yang bisa merepotkan pertahanan Prancis.

Bila Haaland mendapatkan ruang sedikit saja, peluang terciptanya gol akan sangat besar. Karena itulah lini belakang Prancis dipastikan memberikan perhatian khusus kepada striker yang dikenal sangat klinis tersebut.


Mbappe Tetap Jadi Andalan Les Bleus

Di sisi lain, Prancis memiliki sosok yang tidak kalah berbahaya. Kylian Mbappe kembali membuktikan dirinya sebagai pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan kapan saja.

Kecepatan luar biasa, kemampuan menggiring bola, serta penyelesaian akhir yang semakin matang membuat Mbappe menjadi ancaman terbesar bagi setiap lawan. Ia juga semakin berkembang sebagai pemimpin di dalam skuad Prancis.

Sepanjang turnamen, Mbappe tidak hanya mencetak gol, tetapi juga aktif membuka ruang dan memberikan assist kepada rekan-rekannya. Perannya jauh lebih lengkap dibanding beberapa tahun lalu.

Pelatih Prancis diperkirakan tetap memberikan kebebasan kepada Mbappe untuk bergerak dari sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah guna mengeksploitasi pertahanan Norwegia.


Duel Dua Striker Elite Dunia

Pertandingan ini juga menjadi pembuktian siapa yang mampu tampil lebih menentukan di laga besar. Haaland dikenal sebagai predator kotak penalti, sedangkan Mbappe lebih fleksibel dengan kemampuan menusuk dari berbagai sisi.

Perbedaan karakter keduanya justru membuat pertandingan semakin menarik.

Haaland lebih mengandalkan kekuatan fisik, duel udara, serta penyelesaian satu sentuhan. Sementara Mbappe mengandalkan akselerasi, dribel cepat, dan kemampuan menciptakan peluang dari situasi yang tampaknya sulit.

Statistik individu memang sering menjadi bahan perbandingan. Namun, hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh performa kolektif kedua tim.


Laga Penentu Juara Grup

Pertemuan Norwegia kontra Prancis diprediksi menjadi laga yang menentukan posisi puncak klasemen grup. Kedua tim sama-sama memiliki modal positif sehingga kemenangan akan memberikan keuntungan besar menjelang fase gugur.

Norwegia tentu berharap mampu membuat kejutan dengan mengalahkan salah satu favorit juara dunia. Sebaliknya, Prancis ingin mempertahankan status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi.

Selain persaingan di klasemen, duel Haaland dan Mbappe juga menjadi perhatian pencinta sepak bola di seluruh dunia. Banyak yang ingin melihat siapa di antara keduanya yang mampu menjadi pembeda dalam pertandingan sebesar ini.


Siapa yang Akan Bersinar?

Tekanan besar dipastikan mengiringi kedua pemain. Haaland diharapkan membawa Norwegia mencatat sejarah baru, sedangkan Mbappe memiliki misi membawa Prancis kembali berjaya di panggung dunia.

Bila Haaland mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun, Norwegia berpeluang membuat kejutan. Namun jika Mbappe menemukan ritme permainannya sejak menit awal, lini pertahanan Norwegia akan menghadapi malam yang sangat berat.

Satu hal yang pasti, duel ini tidak hanya mempertemukan dua negara kuat, tetapi juga menghadirkan persaingan dua ikon sepak bola generasi baru yang diprediksi masih akan mendominasi dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan kualitas yang dimiliki kedua pemain, pertandingan Norwegia melawan Prancis berpotensi menjadi salah satu laga terbaik di Piala Dunia 2026. Seluruh mata akan tertuju kepada Erling Haaland dan Kylian Mbappe, dua mesin gol yang siap menentukan nasib negaranya dalam perebutan tiket menuju babak berikutnya.

KLIKBETS – FIFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain sebanyak lima pertandingan kepada gelandang Qatar, Assim Madibo. Dia dihukum setelah tekel kerasnya menyebabkan gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki pada ajang Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin FIFA pada Kamis (26/6/2026), seperti dikutip dari CBC. Madibo dinilai melakukan pelanggaran serius atau serious foul play saat Qatar menghadapi Kanada di Vancouver pekan lalu.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Kanada 6-0 itu, Madibo langsung diganjar kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Kone.

FIFA menyatakan hukuman tersebut masih dapat diajukan banding oleh pihak terkait.

Kemenangan perdana Kanada di Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen bersejarah. Namun, laga tersebut justru dibayangi cedera serius yang dialami Ismael Kone.

Insiden terjadi pada menit ke-51 ketika Kone menerima tekel dari belakang yang dilakukan Madibo. Para pemain yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung menyadari bahwa cedera yang dialami gelandang Kanada itu sangat serius.

Kone terlihat kesakitan sambil memegangi kakinya dan menutupi mulut dengan tangan sebelum ditandu keluar lapangan.

Hasil pemeriksaan medis kemudian mengonfirmasi pemain berusia 24 tahun tersebut mengalami patah tulang tibia dan fibula pada kaki kirinya. Ia harus menjalani operasi untuk mempercepat proses pemulihan.

Meski menjadi penyebab cedera tersebut, Madibo juga tampak terpukul dengan insiden yang terjadi. Pemain Qatar itu dikabarkan mendatangi langsung Kone setelah pertandingan untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

Bukan Hukuman Terberat

Sementara itu, Kone mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan selama masa pemulihan.

“Kalian tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya saya kepada semua orang yang telah menghubungi saya dan mendoakan kesembuhan saya,” tulis Kone melalui akun Instagram pribadinya.

Hingga berita ini diturunkan, Federasi Sepak Bola Qatar belum memberikan komentar resmi terkait hukuman yang dijatuhkan FIFA kepada Madibo.

Meski tergolong berat, sanksi lima pertandingan untuk Madibo belum menjadi hukuman terbesar yang pernah dijatuhkan FIFA di ajang Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, striker Uruguay, Luis Suarez, menerima hukuman sembilan pertandingan internasional serta larangan terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola selama empat bulan setelah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini.

Sementara itu, pada Piala Dunia 1994, bek Italia Mauro Tassotti dijatuhi hukuman delapan pertandingan akibat menyikut penyerang Spanyol, Luis Enrique.

Kasus yang melibatkan Assim Madibo kini menjadi salah satu insiden paling kontroversial di Piala Dunia 2026, terutama karena dampaknya yang membuat Ismael Kone harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera parah

Keberhasilan Timnas Afrika Selatan melaju ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya disambut meriah oleh para pemain seusai mengalahkan Korea Selatan, Kamis (25-6-2026) pagi WIB.

Namun, perayaan tersebut memicu ketegangan di mixed zone Stadion Monterrey, Meksiko.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pemain Afrika Selatan bernyanyi di area tersebut.

Aksi itu mengganggu para pemain Timnas Korea Selatan yang sedang menjalani sesi wawancara dengan media.

Gelandang Korea Selatan, Hwang In-beom, kemudian meluapkan kekesalannya.

Menurut South China Morning Post, Hwang meminta salah seorang staf Afrika Selatan untuk “menunjukkan sedikit rasa hormat” terhadap situasi yang sedang berlangsung.

Kebangkitan Afsel

Hwang sebelumnya tampil menonjol bersama Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Ia mencetak satu gol dan satu assist saat timnya mengalahkan Republik Ceko pada laga pembuka.

Namun, gelandang Feyenoord itu gagal memberi pengaruh besar ketika Korea Selatan menghadapi Afrika Selatan pada laga terakhir fase grup.

Gol Thapelo Maseko pada babak kedua memastikan kemenangan Afrika Selatan sekaligus mengantarkan mereka lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup A.

Hasil tersebut melengkapi kebangkitan Afrika Selatan setelah kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka. Dalam pertandingan itu, mereka juga kehilangan dua pemain akibat kartu merah.

Tunggu Kepastian

Afrika Selatan selanjutnya akan menghadapi tuan rumah bersama Kanada di Los Angeles pada Minggu untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.

Sementara itu, Korea Selatan harus menunggu kepastian nasib setelah finis di peringkat ketiga grup dengan menelan dua kekalahan beruntun.

Dengan format baru Piala Dunia yang diikuti 48 tim, delapan tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke babak 32 besar.

Bosnia dan Herzegovina menjadi tim pertama yang memastikan lolos melalui jalur tersebut setelah mengalahkan Qatar 3-1 di Grup B. Brasil, Jerman, Maroko, Swiss, Argentina, Meksiko, dan Amerika Serikat juga telah mengamankan tempat di fase gugur.

Neymar dikawal ketat Kenny McLean, dan Lewis Ferguson, dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 antara Skotlandia dan Brasil di Stadion Miami, Miami Gardens, pada 24 Juni 2026.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

BANDARQQ365.COM – Klasemen akhir Grup C Piala Dunia 2026

BOLADONESIA – setelah laga Skotlandia vs Brasil dan Maroko vs Haiti di matchday ketiga. Pertandingan Skotlandia vs Brasil yang berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB berakhir dengan skor 0-3. Brasil mengamankan tiga poin lewat brace Vinicius Jr pada menit ke-7 dan 45+3 dan Matheus Cunha menit ke-60. Vinicius Jr sebenarnya mampu mencetak hattrick namun digagalkan oleh VAR usai terindikasi pelanggaran.

Laga ini juga menjadi momen kembalinya Neymar usai absen bermain bersama Timnas Brasil sejak Oktober 2023 lalu.

Dengan kemenangan ini, Brasil memastikan tempat di babak 32 besar sebagai pemuncak Grup C dengan koleksi tujuh poin. Sementara itu, kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Skotlandia dan membuat kans mereka lolos ke babak 32 besar sangat kecil. Skotlandia masih harus menunggu hasil dari grup lainnya demi mengamankan tiket 32 besar via peringkat ketiga terbaik. Baca juga: Hasil Maroko Vs Haiti 4-2: Singa Atlas Comeback Fantastis, Temani Brasil ke Fase Gugur

Maroko Remontada, Susul Brasil ke 32 Besar Timnas Maroko menjadi wakil dari Grup C selanjutnya yang memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel Maroko vs Haiti di Stadion Atlanta, Kamis (25/6/2026) pagi WIB yang berakhir dengan skor 4-2 memastikan Singa Atlas menyusul Brasil. Timnas Maroko sempat tertinggal dua kali setelah Maroko unggul melalui gol bunuh diri Yassine Bounou (10′) dan Wilson Isidoe (43′).

Namun, Maroko mampu membalikan keadaan melalui gol Achraf Hakimi (39″), Ismael Saibari (45+1′), Soufiane Rahimi (78′), dan Gessime Yassine (89′).

Dengan modal dua kemenangan dan satu kali imbang, Maroko mengoleksi poin yang sama dengan Brasil namun kalah selisih gol. Sementara itu, Haiti yang telah tersingkir sejak matchday kedua harus puas finis sebagai juru kunci dengan nol poin.

LARISBOLA – Lionel Messi membuka peluang tampil di Piala Dunia 2030. Kapten Argentina itu belum menutup kemungkinan bermain di turnamen ketujuh sepanjang karier internasionalnya.

Lionel Messi baru saja menorehkan rekor baru di Piala Dunia setelah melampaui Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Catatan tersebut mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.Di Piala Dunia 2026 sejauh ini, Lionel Messi sudah mengoleksi lima gol untuk Argentina. Ia juga berambisi membawa Albiceleste meraih gelar Piala Dunia kedua secara beruntun setelah sukses menjadi juara pada 2022.

Banyak pihak sempat memperkirakan Messi akan pensiun dari tim nasional setelah meraih trofi yang lama ia kejar di 2022. Namun, keputusan itu tak pernah datang karena ia masih merasa mampu bersaing di level tertinggi.

Dalam wawancara terbaru, Messi mendapat pertanyaan terkait peluang tampil di Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol. Jawabannya menunjukkan bahwa ia belum ingin membuat keputusan sekarang.Messi menegaskan bahwa kondisi fisik akan menjadi faktor utama dalam menentukan masa depannya. Ia juga memilih menikmati kariernya hari demi hari tanpa terlalu jauh memikirkan masa mendatang.

“Saya akan terus bermain untuk sementara waktu, selama saya masih bisa memberikan yang terbaik, merasa bugar secara fisik, dan terus berlari serta membantu rekan setim,” ujar Messi.“Saya akan terus bermain. Saya tidak tahu apakah saya akan bermain di Piala Dunia 2030, sejujurnya saya tidak memikirkannya sekarang. Itu terasa masih cukup jauh, tetapi saya menjalani semuanya hari demi hari dan fokus pada masa kini,” lanjutnya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Lionel Messi belum menutup pintu sepenuhnya. Meski demikian, ia juga tidak ingin memberikan janji tentang sesuatu yang masih sangat jauh.

Jika benar tampil pada 2030, Lionel Messi akan berusia 43 tahun. Angka tersebut sangat jarang untuk pemain non-kiper yang masih bersaing di level elite sepak bola dunia.

Tantangan terbesar tentu ada pada kebugaran tubuh dan kemampuan menjaga intensitas permainan. Sepak bola modern menuntut kecepatan, stamina, dan konsistensi tinggi di setiap pertandingan.

Ada faktor emosional yang bisa menjadi dorongan tambahan bagi Messi. Piala Dunia 2030 akan berlangsung di Spanyol, negara yang sangat lekat dengan karier gemilangnya bersama Barcelona.

Messi menghabiskan era terbaiknya di Barcelona dan membangun warisan luar biasa di sana. Kesempatan kembali ke tanah yang membesarkan namanya dalam panggung terbesar dunia tentu dapat menjadi motivasi tersendiri.

Kini, semua kembali pada waktu dan kondisi fisik Lionel Messi. Satu hal yang pasti, selama Messi masih bermain, peluang melihat keajaiban lain darinya selalu terbuka.

Idnews.top – Maroko menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-2 atas Haiti pada matchday ketiga Grup C. Pertandingan berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB.

Achraf Hakimi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Gessime Yassine mencetak gol untuk Maroko. Haiti sempat unggul melalui gol bunuh diri Bono dan tembakan spektakuler Wilson Isidor.

Berkat kemenangan ini, Maroko mengunci posisi kedua klasemen Grup C dengan koleksi tujuh poin. Singa Atlas pun memastikan diri melaju ke babak 32 besar mendampingi Brasil yang menjadi juara grup.

Di sisi lain, Haiti harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini tanpa meraih satu poin pun. Tiga kekalahan dari tiga pertandingan membuat mereka finis di dasar klasemen.

Babak Pertama

Maroko langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal pertandingan. Bilal El Khannouss memperoleh peluang pada menit keenam, tetapi kiper Johny Placide mampu membaca situasi dengan baik.

Haiti justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-10. Bola yang mengenai Bono berakhir masuk ke gawang sendiri dan membuat Maroko tertinggal 0-1.

Setelah kebobolan, Maroko meningkatkan tekanan ke area pertahanan lawan. Ismael Saibari dan Achraf Hakimi mendapatkan peluang, namun belum mampu menaklukkan Placide.

Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-39 melalui Hakimi. Bek kanan Maroko itu memanfaatkan bola liar di kotak penalti sebelum VAR memastikan gol tersebut sah.

Kejar-kejaran gol terjadi menjelang turun minum. Wilson Isidor membawa Haiti kembali unggul pada menit ke-43 sebelum Saibari menyamakan skor menjadi 2-2 pada masa injury time babak pertama.

Babak Kedua

Maroko kembali mendominasi permainan selepas jeda. Mereka terus menekan demi mencari gol yang bisa membalikkan keadaan.

Peluang emas didapat Bilal El Khannouss pada menit ke-60. Namun, Johny Placide kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Soufiane Rahimi memanfaatkan bola lepas di dalam kotak penalti untuk membawa Maroko berbalik unggul 3-2.

Haiti berusaha memberikan respons di sisa waktu pertandingan. Akan tetapi, pertahanan Maroko mampu meredam upaya lawan untuk menyamakan kedudukan.

Maroko memastikan kemenangan pada menit ke-89 melalui Gessime Yassine. Gol tersebut sempat diperiksa VAR sebelum disahkan, dan skor 4-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Chadi Riad, Anass Salah-Eddine; Sofyan Amrabat, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss, Ayoub El Kaabi.

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Haiti (4-4-2): Johny Placide; Jean-Kevin Duverne, Ricardo Ade, Hannes Delcroix; Martin Experience; Josue Casimir, Danley Jean Jacques, Jean-Ricner Bellegarde, Ruben Providence; Wilson Isidor, Lenny Joseph.

Pelatih: Sebastien Migne

KLIKBETS – Bintang Inggris, Jude Bellingham, tidak mendapat kartu merah saat laga melawan Ghana di Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Padahal, ia terlihat menutupi mulutnya saat berbicara dengan pemain Ghana, Jordan Ayew. 

Alasan di balik insiden tersebut akhirnya terungkap. Apakah itu? 

Insiden tersebut terjadi hanya tiga hari setelah pemain Paraguay, Miguel Almiron, mendapat kartu merah karena menutupi mulutnya saat berbicara kepada bek Turki, Mert Muldur, dalam pertandingan lain di akhir pekan.

Saat itu, Muldur melaporkan ucapan Almiron kepada wasit. Insiden tersebut kemudian diperiksa melalui VAR dan berujung pada kartu merah untuk pemain Paraguay tersebut.

Gara-gara kejadian itu, banyak penonton kebingungan mengapa Bellingham tidak menerima hukuman serupa setelah tertangkap kamera melakukan hal yang tampak sama.

Namun, menurut laporan yang beredar, percakapan antara Bellingham dan Ayew tidak diselidiki lebih lanjut karena dianggap berlangsung dalam suasana santai dan bersahabat.

Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, sebenarnya telah menjelaskan aturan baru tersebut sebelum turnamen Piala Dunia 2026 dimulai.

“Pemain tetap boleh menutupi mulut mereka dengan lengan atau jersey karena mereka mungkin sedang berbincang dengan teman,” ujar Collina.

“Sangat normal bagi pemain untuk berbicara sebelum, selama, atau setelah pertandingan.”

“Jadi jika percakapannya bersifat ramah, mereka bisa terus melakukannya tanpa masalah.”

Namun, Collina menegaskan situasinya berbeda jika percakapan berlangsung dengan nada konfrontatif.

“Ketika percakapan bersifat konfrontatif, menutupi mulut bisa berarti Anda sedang melakukan sesuatu yang sangat salah. Dalam kondisi seperti itu, hukumannya adalah kartu merah.”

Bellingham dan Ayew tampak hanya mengobrol biasa, sehingga tidak ada alasan bagi wasit untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, insiden yang melibatkan Almiron dan Muldur terjadi dalam situasi yang jauh lebih panas.

Keributan bermula setelah penyerang Paraguay, Isidro Pitta, terjatuh akibat benturan dengan pemain lawan. Para pemain Turki menuduh Pitta berpura-pura cedera dan memintanya segera bangkit.

Situasi itu memicu adu mulut antara kedua kubu, yang kemudian berujung pada percakapan antara Almiron dan Muldur saat Almiron menutupi mulutnya.

Meski harus bermain dengan 10 orang, Paraguay tetap mampu meraih kemenangan 1-0 dalam pertandingan tersebut.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kemudian menegaskan aturan mengenai larangan menutupi mulut saat berbicara dalam situasi tertentu merupakan bagian penting dari upaya menjaga sportivitas.

“Aturan tentang menutupi mulut ini sangat penting bagi kami..Ini soal rasa hormat. Ini soal contoh yang harus kita berikan,” kata Infantino. 

“Jika Anda tidak memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan, Anda tidak perlu menutupi mulut saat berbicara dengan seseorang.”

“Aturannya sudah dijelaskan dengan sangat jelas kepada semua pihak.”

Berikut hasil pertandingan Piala Dunia 2026 dari Grup C, Maroko versus Haiti dan Skotlandia melawan Brasil.

TIMNAS Brasil dan Maroko sama-sama mengakhiri fase Grup C Piala Dunia 2026 dengan kemenangan pada laga terakhir, Kamis (25-6-2026) pagi WIB.

Selecao menundukkan Skotlandia 3-0, sementara Singa Atlas mengalahkan Haiti 4-2.

Brasil tampil dominan sejak menit-menit awal di Miami Stadium. Vinicius Junior membuka keunggulan lebih dulu sebelum Matheus Cunha ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.

Hasil tersebut membuat Brasil finis sebagai juara Grup C. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu melangkah ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup.

Di pertandingan lain yang berlangsung di Atlanta Stadium, Maroko dipaksa bekerja keras menghadapi Haiti. Meski sempat dua kali tertinggal, Maroko mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2.

Maroko Runner-Up

Achraf Hakimi dan Ismael Saibari membawa Maroko menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Pada babak kedua, dua gol tambahan dari pemain pengganti memastikan tiga poin untuk wakil Afrika tersebut.

Berkat kemenangan itu, Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C.

Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir sebelum laga terakhir, tetap mampu memberikan perlawanan sengit dengan mencetak dua gol ke gawang Maroko.

Bagi Skotlandia, kekalahan dari Brasil membuat peluang mereka bergantung pada persaingan tim peringkat ketiga terbaik. Meski sempat memberikan ancaman pada babak kedua, pertahanan Brasil tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.

Vinicius Junior kembali menjadi bintang Brasil setelah mencetak gol pada laga ketiga secara beruntun di fase grup. Penampilan impresif penyerang Real Madrid itu menjadi modal penting bagi Selecao menjelang fase gugur.

Susunan Pemain

Skotlandia Vs Brasil

Skotlandia (4-2-3-): Angus Gunn; Nathan Patterson, Jack Hendry, Scott McKenna, Andy Robertson; Lewis Ferguson, Kenny McLean; Scott McTominay, John McGinn; Ben Doak; Lawrence Shankland.

Pelatih: Stephen Clark

Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Rayan, Vinicius Junior, Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti

Maroko Vs Haiti

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Jawad El Yamiq, Adam Aznou; Bilal El Khannouss, Sofyan Amrabat; Ismael Saibari, Brahim Diaz, Abde Ezzalzouli; Ayoub El Kaabi.

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Haiti (4-4-2): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Alex Christian Jr.; Leverton Pierre, Danley Jean Jacques, Bryan Alceus, Louicius Don Deedson; Frantzdy Pierrot, Derrick Etienne Jr

Pelatih: Sebastien Migne

BolaIndonesia – Brasil memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Skotlandia dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga terakhir Grup C yang berlangsung di Miami. Penampilan gemilang Vinicius Junior menjadi kunci kemenangan Selecao berkat dua gol yang ia ciptakan sepanjang pertandingan. Hasil ini membuat tim asuhan Carlo Ancelotti finis sebagai juara grup dan melanjutkan perjalanan mereka di fase gugur dengan penuh percaya diri.

Sejak menit-menit awal, Brasil langsung menunjukkan kualitasnya. Vinicius membuka keunggulan pada menit ketujuh setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Skotlandia. Gol cepat tersebut membuat permainan Brasil semakin nyaman dan mendominasi penguasaan bola.

Skotlandia Kesulitan Membendung Serangan Selecao

Skotlandia sebenarnya datang dengan harapan menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Namun, tekanan tinggi dan kualitas individu para pemain Brasil membuat pasukan Steve Clarke kesulitan mengembangkan permainan.

Ketika Skotlandia berusaha bangkit, Brasil justru kembali menghukum lawannya. Menjelang turun minum, Vinicius Junior mencetak gol keduanya melalui penyelesaian yang tenang untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol tersebut membuat Brasil memasuki ruang ganti dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Skotlandia semakin tertekan.

Matheus Cunha Lengkapi Pesta Gol Brasil

Memasuki babak kedua, dominasi Brasil tidak mengendur. Aliran bola yang rapi dan pergerakan cepat di sektor depan terus merepotkan pertahanan Skotlandia. Hasilnya, Matheus Cunha berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-60 setelah menerima umpan matang dari Bruno Guimaraes.

Gol tersebut praktis mengunci kemenangan Brasil. Skotlandia berusaha mencari gol balasan, tetapi sejumlah peluang yang mereka dapatkan gagal dikonversi menjadi gol. Kiper Alisson Becker juga tampil solid saat dibutuhkan untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Neymar Kembali, Tambah Kabar Baik untuk Brasil

Selain kemenangan besar, Brasil juga mendapat kabar menggembirakan dengan kembalinya Neymar ke lapangan. Sang bintang masuk sebagai pemain pengganti dan menjalani penampilan pertamanya bersama tim nasional setelah lama absen karena cedera.

Kehadiran Neymar disambut meriah oleh para pendukung Brasil di stadion. Meski tidak mencetak gol, beberapa sentuhan dan peluang yang ia ciptakan menjadi sinyal positif bagi Selecao menjelang babak gugur.

Brasil Juara Grup C, Skotlandia Menanti Keajaiban

Kemenangan ini membuat Brasil mengakhiri fase grup dengan status juara Grup C dan mengamankan tiket ke babak 32 besar. Tim Samba juga tampil impresif dengan lini serang tajam serta pertahanan yang sulit ditembus lawan sepanjang fase grup.

Di sisi lain, kekalahan telak ini membuat Skotlandia berada dalam posisi sulit. Mereka harus berharap hasil dari grup lain berpihak kepada mereka untuk bisa lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun selisih gol yang kurang menguntungkan membuat peluang tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.

Vinicius Semakin Bersinar di Piala Dunia 2026

Dua gol ke gawang Skotlandia membuat Vinicius Junior semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di turnamen ini. Penyerang Real Madrid tersebut kini telah mengoleksi empat gol dan masuk dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang terus meningkat, kembalinya Neymar, serta racikan Carlo Ancelotti yang semakin matang, Brasil mengirim pesan kuat kepada para rival bahwa mereka siap berburu gelar juara dunia keenam dalam sejarah sepak bola mereka.

Anda juga bisa meminta: Show me the Group C standings, Apa lawan Brasil di babak 32 besar?, atau Buat prediksi perjalanan Brasil hingga final Piala Dunia 2026.

PSSI masih menganggap program naturalisasi sebagai salah satu jalan yang tepat untuk memperkuat Timnas Indonesia naik level.

Program naturalisasi sebenarnya sudah dijalankan oleh kepengurusan PSSI sebelumnya, namun kian masif di bawah kepemimpinan Erick Thohir sebagai ketua umum.

Bergabungnya pemain-pemain naturalisasi sejauh ini membuahkan hasil manis. Dua di antaranya yang paling mencolok adalah keberhasilan Timnas Indonesia U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 pada 2024 lalu.

Selanjutnya dan ini yang tak kalah sensasional, Indonesia berhasil melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kini, di bawah arahan pelatih baru John Herdman, ranking FIFA Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Dari yang tadinya di posisi ke-122, kini di posisi ke-118.

Naiknya peringkat berkat kesuksesan Skuad Garuda memenangkan dua laga melawan Oman dan Mozambik pada FIFA matchday beberapa waktu lalu.

Kini, Indonesia bersiap melakoni sederet hajatan yang tak kalah penting, yakni Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, Piala Asia 2027, dan target besarnya adalah lolos Piala Dunia 2030 via kualifikasi.

Kumpulkan Pemain Diaspora

Mengingat beratnya perjuangan, PSSI terus memburu pemain-pemain keturunan potensial dari seluruh penjuru dunia, khususnya Eropa.

Dua nama yang kini tengah diproses di DPR RI adalah Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. Jika tak ada aral melintang, keduanya akan segera mengantongi KTP Indonesia dan untuk selanjutnya bergabung dengan Rizky Ridho dan kawan-kawan.

Langkah PSSI mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, juga parlemen alias DPR RI. Dengan demikian, beban dan perjuangan pasukan John Herdman untuk merealisasikan target yang dipatok PSSI kini terasa lebih enteng.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube Bung Ropan juga mengapresiasi sikap positif pemerintah.

“Ketua Umum PSSI Pak Erick Thohir sudah mengatakan bahwa program naturalisasi terus akan berjalan. Jadi tidak akan berhenti demi untuk mempertebal bagaimana pemain-pemain kita di semua level,” kata Ronny Pangemanan.

Persiapan Serius

Semua lini akan diperkuat dan itu berarti PSSI masih akan terus mencari pemain-pemain keturunan nan mumpuni yang akan memperkuat timnas.

“Itu akan memudahkan John Herdman untuk membesut tim nasional kita terbang tinggi. Karena kita bukan saja membidik untuk juara Piala AFF tapi bagaimana juga bisa menjadi juara di FIFA ASEAN Cup pada September dan Oktober yang akan datang,” ujar pengamat yang akrab disapa Ropan.

Menurut Ropan, khusus untuk FIFA ASEAN Cup, Indonesia berpotensi besar menjadi tuan rumah.

“Karena kemungkinan besar kita ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah pelaksana FIFA ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah. Nah, setelah itu ada juga proyek yang lebih besar atau turnamen Piala Asia pada bulan Januari dan September 2027,” tukas Ropan.

“Pada bulan September kalau tidak salah sudah mulai kualifikasi Pra Piala Dunia 2030 zona Asia. Kemarin kita sampai di putaran keempat, nyaris lolos ke Piala Dunia 2026. Sayang kita tersandung dalam putaran keempat menghadapi Arab Saudi dan Irak.”

“Untuk ya membuat tim nasional kita tangguh, maka proyek naturalisasi ini yang sudah mendapat dukungan ya bukan saja dari pemerintah, tapi DPR RI juga siap mem-backup itu”.

“Setiap ada naturalisasi, DPR terutama Komisi XIII sudah mengatakan untuk mendukung selama itu berguna, bagus untuk peningkatan tim nasional kita. Karena yang dibidik adalah bagaimana bisa berprestasi di Piala Asia dan lolos ke Piala Dunia 2030,” pungkas Ropan.