29 Oktober 2026

> BERITA GLOBAL DUNIA SEPAK BOLA

Berita sepak bola sajian Info Berita SEPAK BOLA DARI SELURUH DUNIA, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Timnas Brasil harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 di babak 16 besar. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026) dini hari WIB, di mana Erling Haaland sukses mencetak brace.

Pertarungan di antara kedua tim begitu seru, di mana pada 45 menit pertama pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Namun, pada babak kedua, Norwegia lebih dulu mengejutkan Brasil.

Erling Haaland membuka keunggulan Norwegia setelah tandukan memaksimalkan umpan Andreas Schejelderup berhasil mengoyak jala gawang Timnas Brasil yang dikawal Alisson Becker pada menit ke-79.

Andreas Schejelderup kemudian kembali mengirimkan umpan yang membuat Erling Haaland memastikan brace pada menit ke-90. Norwegia pun di atas angin untuk memenangkan laga dan lolos ke perempat final.

Namun, Brasil memperkecil peluang lewat eksekusi penalti Neymar pada menit 90’+10. Berawal dari Casemiro yang dilanggar Ostigard di kotak penalti, Neymar maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Orjan Nyland.

Skor 2-1 untuk keunggulan Norwegia bertahan hingga laga usai. Norwegia pun ini menanti lawan di perempat final, yaitu antara Meksiko dan Inggris yang baru akan bertanding pada Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Susunan Pemain

Brasil (4-1-2-3): Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Gabriel Martinelli; Rayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior

Pelatih: Carlo Ancelotti

Norwegia (4-1-2-3): Orjan Nyland; Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, Moller Wolfe; Sander Berge; Martin Odegaard, Patrick Berg; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa

Pelatih: Stale Solbakken

Idnews.top – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe sangat senang melihat timnya mengalahkan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif La Albirroja di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Timnas Prancis berhadapan dengan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan di Philadelphia Stadium itu berlangsung dengan sangat alot sejak awal laga.

Pasalnya Paraguay bermain dengan sangat pragmatis sejak awal laga. Wakil Amerika Selatan itu juga tidak sungkan untuk melakukan pelanggaran demi menghentikan pergerakan Prancis.

Namun Les Bleus berhasil keluar sebagai pemenang laga ini setelah Kylian Mbappe mencetak gol dari titik putih di babak kedua. Mbappe sendiri sangat senang melihat timnya memenangkan laga alot ini.

Taktik Negatif Paraguay

Dalam wawancaranya seusai laga, Kylian Mbappe menilai timnya sangat layak untuk lolos ke babak perempat final. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif Paraguay di laga ini.

“Paraguay tidak mau bermain sepak bola di pertandingan tadi, dan kami menunjukkan kepada mereka caranya bermain bola,” buka Mbappe.

“Kami memenangkan pertandingan ini dan kami tim yang lebih bagus daripada mereka.”

Prancis Juga Bisa Main Kotor

Lebih lanjut, Mbappe juga mengomentari permainan kasar yang diperagakan Paraguay sepanjang laga. Ia menyebut bahwa timnya juga bisa melakukan hal yang serupa.

“Jika kami harus mengotori tangan kami, maka kami akan melakukan itu. Mereka (Paraguay) mengira kami akan bermain sambil menggunakan tuxedo di pertandingan tadi, namun kami juga tahu bagaimana cara bermain kotor juga,” sambung Mbappe.

“Kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa kami bukan hanya tim yang mampu memainkan sepak bola menyerang,” pungkasnya.

Laga Berikutnya

Timnas Prancis saat ini harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena mereka ditunggu laga berat di perempat final nanti.

Mereka akan menghadapi Timnas Maroko, di mana wakil Afrika itu menghancurkan Kanada dengan skor 3-0 di babak 16 besar pada dini hari tadi.

Strategi Baru Maroko Hancurkan Kanada 3-0 di 16 Besar

BolaIndonesia – Timnas Maroko menunjukkan performa luar biasa saat menaklukkan Kanada dengan skor telak 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan meyakinkan tersebut tidak hanya mengantarkan Singa Atlas melangkah ke perempat final, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan perubahan strategi yang diterapkan sang pelatih sebelum pertandingan berlangsung.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Maroko tampil lebih agresif dibandingkan laga-laga sebelumnya. Intensitas pressing yang tinggi, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, serta penguasaan lini tengah membuat Kanada kesulitan mengembangkan permainan. Tiga gol tanpa balas menjadi gambaran betapa efektifnya pendekatan taktik yang diterapkan Maroko sepanjang 90 menit.

Pelatih Akui Mengubah Pendekatan Taktik

Usai pertandingan, pelatih Maroko mengungkapkan bahwa kemenangan besar tersebut merupakan hasil dari perubahan strategi yang telah dipersiapkan selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, tim pelatih mempelajari gaya bermain Kanada secara mendalam sebelum memutuskan melakukan sejumlah penyesuaian.

“Kami tahu Kanada memiliki kecepatan di sisi sayap dan mampu melakukan serangan balik dengan baik. Karena itu, kami mengubah struktur permainan agar lebih kompak ketika kehilangan bola sekaligus lebih cepat saat melakukan transisi menyerang,” ujarnya dalam konferensi pers.

Perubahan paling mencolok terlihat pada lini tengah. Maroko menempatkan lebih banyak pemain yang mampu menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu membangun serangan dari bawah. Strategi tersebut membuat Kanada kehilangan ruang untuk menciptakan peluang berbahaya.

Pressing Tinggi Jadi Kunci Kemenangan

Selain perubahan komposisi pemain, pelatih juga meminta anak asuhnya melakukan pressing lebih tinggi sejak menit awal. Instruksi tersebut berhasil dijalankan dengan sempurna. Para pemain Maroko terus menekan lini belakang Kanada sehingga lawan sering kehilangan bola di area berbahaya.

Strategi ini membuahkan hasil ketika gol pembuka lahir dari kesalahan pemain belakang Kanada yang dipaksa melakukan umpan terburu-buru. Setelah unggul, Maroko tidak mengendurkan tekanan. Sebaliknya, mereka semakin percaya diri menguasai pertandingan dan terus menciptakan peluang.

Dominasi tersebut membuat Kanada kesulitan keluar dari tekanan. Beberapa kali mereka mencoba membangun serangan melalui kedua sisi lapangan, tetapi disiplin pertahanan Maroko mampu mematahkan setiap upaya yang dilakukan.

Efektivitas Serangan Jadi Pembeda

Selain solid dalam bertahan, Maroko juga tampil sangat efektif saat menyerang. Hampir setiap peluang yang diciptakan mampu mengancam gawang Kanada. Pergerakan tanpa bola yang lebih dinamis membuat lini belakang lawan sering kehilangan koordinasi.

Pelatih Maroko mengaku sengaja memberikan kebebasan kepada para pemain depan untuk bertukar posisi selama pertandingan berlangsung. Tujuannya adalah membingungkan bek Kanada sekaligus membuka ruang bagi gelandang yang datang dari lini kedua.

Pendekatan tersebut terbukti berhasil. Dua gol tambahan lahir melalui kombinasi umpan cepat dan penyelesaian akhir yang tenang. Efektivitas inilah yang akhirnya membuat Maroko mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-0.

Mentalitas Tim Semakin Matang

Sang pelatih juga memberikan pujian kepada seluruh pemain yang mampu menjalankan instruksi dengan disiplin. Menurutnya, keberhasilan Maroko tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh mentalitas kolektif yang terus berkembang sepanjang turnamen.

Ia menilai para pemain semakin percaya diri menghadapi lawan-lawan kuat. Pengalaman mencapai semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya dinilai menjadi modal penting dalam membangun karakter tim saat menghadapi pertandingan besar.

“Kami bermain sebagai satu kesatuan. Semua pemain memahami tugas masing-masing dan saling membantu. Mentalitas seperti inilah yang ingin kami pertahankan hingga akhir turnamen,” tambahnya.

Fokus Hadapi Tantangan Berikutnya

Meski puas dengan hasil yang diraih, pelatih Maroko menegaskan bahwa timnya belum ingin larut dalam euforia. Ia meminta seluruh pemain segera mengalihkan fokus ke pertandingan perempat final yang dipastikan berlangsung jauh lebih berat.

Menurutnya, setiap fase gugur menghadirkan tantangan berbeda sehingga Maroko harus terus meningkatkan kualitas permainan. Evaluasi tetap akan dilakukan meski tim meraih kemenangan telak atas Kanada.

Dengan performa impresif, organisasi permainan yang solid, serta strategi yang semakin matang, Maroko kembali membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, peluang Singa Atlas untuk melangkah lebih jauh hingga perebutan gelar juara terbuka lebar.

KLIKBETS – Timnas Prancis berhasil lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Paraguay pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Minggu (5/7/2026) pagi WIB. Sang pelatih, Didier Dechamps, sukses mencatatkan sejarah lewat keberhasilan itu.

Timnas Prancis melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe menjadi penentu keberhasilan Les Bleus dengan menjebol gawang Paraguay dari titik putih.

Kemenangan 1-0 sudah cukup bagi Prancis untuk memastikan diri menghadapi Maroko di babak delapan besar yang akan digelar di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) pagi WIB.

Menariknya, bukan hanya Kylian Mbappe yang layak disorot dari kemenangan Prancis ini, melainkan sang pelatih, Didier Deschamps, yang juga mencatatkan prestasi gemilang.

10 Kemenangan di Fase Gugur

Didier Deschamps menjadi manajer tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil memenangkan 10 pertandingan fase gugur.

Seperti dilansir dari Squawka, Kemenangan Prancis 1-0 atas Paraguay merupakan ke-10 Les Bleus di fase gugur selama ditangani oleh Deschamps.

Catatan itu diawali Deschamps sat mengantar Pancis menang atas Nigeria di 16 besar Piala Dunia 2014. Kemudian mantan gelandang Timnas Prancis itu membawa timnya menang atas Argentina, Uruguay, Belgia, dan Kroasia untuk menjadi juara Piala Dunia 2018.

Catatan berlanjut dengan tiga kemenangan di edisi 2022, yaitu atas Polandia, Inggris, dan Maroko. Sementara pada 2026, sudah ada Swedia dan Paraguay yang menjadi korban.

Jika Deschamps mampu menambah tiga kemenangan lagi di edisi 2026, gelar juara dunia kedua sebagai manajer tim akan diraihnya bersama Prancis.

LARISBOLA – Nama Orlando Gill mendadak jadi buah bibir di Piala Dunia 2026. Kiper Timnas Paraguay itu mendapatkan banyak pujian atas performanya yang solid bersama La Albirroja.

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, nama Gill memang tidak banyak dikenal publik. Maklum, ia hanya bermain di Liga Argentina bersama San Lorenzo.

Namun namanya mencuri perhatian di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berkat aksinya yang gemilang di babak adu penalti melawan Jerman, Paraguay berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Di babak 16 besar, FIFA mendaulatnya sebagai man of the match meski Paraguay kalah dari Prancis dengan skor 0-1. Ia menghentikan sejumlah peluang berbahaya Les Bleus sepanjang laga.

Namun tahukah Bolaneters, ada kisah haru di balik performa gemilang Gill selama Piala Dunia 2026 ini. Simak kisah selengkapnya di bawah ini.

Lahir pada 11 Juni 2000 di Departemen Central, Paraguay, Orlando Gill sejak kecil sudah memiliki postur yang mencolok. Dengan tinggi mencapai 1,99 meter, ia sempat menjadi incaran para pencari bakat bola basket ketika remaja. Namun, kecintaannya tetap tertuju pada sepak bola.

Gill memulai perjalanannya sebagai gelandang tengah bersama Club 13 de Junio di Liga Sanlorenzana sebelum kemudian bergabung dengan Sportivo San Lorenzo. Bakat besarnya mulai menarik perhatian mantan pelatih tim nasional Paraguay, Francisco “Chiqui” Arce, yang memanggilnya mengikuti pemusatan latihan tim senior meski saat itu Gill masih bermain di kompetisi regional.

Pada masa itu, Gill juga tidak pernah menyembunyikan sosok yang menjadi inspirasinya. Ia mengidolakan kiper legendaris Jerman, Manuel Neuer, dan menghabiskan banyak waktu mempelajari gaya bermain sang penjaga gawang, terutama kemampuannya sebagai sweeper-keeper serta dominasinya di lapangan.

Meski demikian, perjalanan Gill menuju level tertinggi tidak berjalan mulus. Pada 2024 ia bergabung dengan klub kasta tertinggi Argentina, San Lorenzo de Almagro. Namun, sebagian besar waktunya justru dihabiskan bersama tim cadangan. Hingga akhir tahun tersebut, ia hanya mendapat sedikit kesempatan tampil di tim utama dan nyaris tidak dikenal oleh publik sepak bola internasional.

Air mata Gill usai dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA setelah membantu Paraguay menyingkirkan Jerman di Boston tidak bisa dilepaskan dari kisah hidupnya beberapa tahun sebelumnya.

Pada Desember 2022, ketika kariernya masih belum berkembang dan ia kesulitan mendapatkan tempat sebagai starter di level klub, istrinya, Melissa Ávalos, mengalami komplikasi serius saat menjalani kehamilan prematur.

Putra mereka, Lautaro Daniel, lahir melalui operasi darurat pada 8 Desember dan langsung harus menjalani perawatan intensif karena kondisinya yang kritis. Di saat bersamaan, keluarga kecil tersebut menghadapi persoalan besar lainnya. Sebagai pesepak bola yang belum mapan secara finansial, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya rumah sakit.

Dalam situasi yang sangat sulit itu, Gill mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Ia menjual semua barang yang dimilikinya demi menyelamatkan sang buah hati. Ia menjual sepatu sepak bolanya, perlengkapan latihan, hingga jersey Timnas Paraguay U-20 yang sangat berharga baginya.

Demi Menyelamatkan Sang Buah Hati

Melissa Avalos mengenang masa-masa tersebut melalui sebuah unggahan yang mengharukan di media sosial.

“Kami benar-benar tidak memiliki apa pun. Orlando menjual seluruh perlengkapan klubnya, sepatu sepak bolanya, bahkan jersey tim nasional kelompok usia yang ia miliki. Dia benar-benar menjual semuanya agar kami bisa membayar biaya rumah sakit sementara putra kami berjuang mempertahankan hidupnya,” kenang Melissa.

Pengorbanan itu akhirnya membuahkan hasil. Lautaro berhasil melewati masa kritis dan keluarga mereka dapat pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama.

Cristiano Ronaldo belum bersedia membahas kemungkinan pensiun dari Timnas Portugal, meski isu tersebut kembali mencuat di tengah Piala Dunia 2026.

Ronaldo menegaskan fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada perjalanan Portugal di turnamen, bukan pada masa depannya.

Spekulasi mengenai masa depan Ronaldo bersama timnas muncul setelah saudara perempuannya, Katia Aveiro, menyebut Piala Dunia 2026 sebagai “tarian terakhir” sang megabintang bersama Portugal.

Pernyataan itu disampaikan tak lama sebelum Portugal bangkit mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar.

Menanggapi rumor tersebut, Ronaldo memilih tidak memberikan jawaban tegas. Penyerang berusia 41 tahun itu mengatakan baru akan memikirkan masa depannya setelah Piala Dunia berakhir.

“Masa depan bukan hal yang penting saat ini. Nanti saya akan membicarakannya. Saya akan punya waktu setelah kami menang atau kalah untuk berbicara dengan keluarga, lalu mengambil keputusan seperti yang biasa saya lakukan,” ujar Ronaldo kepada Sport TV.

“Sekarang, saya tidak lagi mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Saya menjalani semuanya dengan tenang. Untuk saat ini, saya hanya ingin menikmati hari ini,” imbuhnya.

Minus Piala Dunia

Piala Dunia menjadi satu-satunya trofi bergengsi yang belum berhasil diraih Ronaldo bersama Portugal. Sebelumnya, ia telah membawa negaranya menjuarai Euro 2016 serta UEFA Nations League edisi 2019 dan 2025.

Portugal kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak 16 besar, yakni duel melawan Spanyol. Tim asuhan Roberto Martínez tidak termasuk kelompok unggulan utama turnamen, yang diisi tim-tim seperti Prancis, Argentina, dan Spanyol.

Di tengah perjalanan Portugal di Piala Dunia, perdebatan mengenai peran Ronaldo di dalam tim juga masih berlangsung.

Sebagian pihak menilai Portugal akan lebih kuat tanpa kehadirannya, meski rekan-rekan setimnya menepis anggapan tersebut.

Kejar 1000 Gol

Selain memburu gelar Piala Dunia, Ronaldo masih mengejar satu pencapaian pribadi.

Golnya ke gawang Kroasia tidak hanya menjadikannya pencetak gol tertua dalam sejarah fase gugur Piala Dunia, tetapi juga merupakan gol ke-976 sepanjang kariernya di level klub dan timnas.

Hal ini berarti, Ronaldo masih membutuhkan 24 gol lagi untuk mencapai torehan 1.000 gol sepanjang karier. Target tersebut juga sempat disinggung oleh saudara perempuannya.

“Setelah 1.000 gol, dia akan pensiun? Ya, itu mungkin saja,” kata Aveiro.

Timnas Prancis berhasil melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. Gol penalti Kylian Mbappe ke gawang Paraguay menjadi penentu laju Les Bleus ke babak delapan besar.

Bermain di Philadelphia Stadium, Minggu (5/7/2026), Prancis berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Paraguay. Kylian Mbappe menjadi eksekutor penalti yang dingin untuk menjebol gawang Orlando Gill.

Berawal dari wasit yang melihat Diego Gomez melakukan pelanggaran terhadap Desire Doue, Kylian Mbappe maju sebagai eksekutor. Dengan dingin penyerang Real Madrid itu menceploskan bola ke arah yang berlawanan dengan gerakan Orlando Gill.

Gol penalti tersebut cukup untuk memastikan langkah Prancis ke perempat final Piala Dunia 2026. Prancis akan menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Boston Stadium pada Jumat (10/7/2026) pagi WIB.

Maroko melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas tim tuan rumah Kanada.

Susunan Pemain

Paraguay (5-4-1): Orlando Gill; Juan Caceres, Gustavo Velazquez, Gustavo Gomez, Omar Alderete, Junior Alonso; Miguel Almiron, Diego Gomez, Andres Cubas, Matias Galarza; Julio Enciso

Pelatih: Gustavo Alfaro

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Kouadio Kone, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola; Kylian Mbappe

Pelatih: Didier Deschamps

Idnews.Top – Tempat menonton pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Ghana. Bolaneters bisa menonton laga mendebarkan ini melalui sejumlah saluran berikut ini.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Kolombia dan Ghana di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB. Di atas kertas, Kolombia diunggulkan berkat kualitas individu dan performa konsisten sepanjang turnamen.

Kelebihan utama Los Cafeteros terletak di sektor sayap, dengan Daniel Munoz dan Luis Diaz sebagai motor serangan. Kecepatan dan agresivitas mereka diprediksi akan menyulitkan pertahanan Ghana yang terkenal kokoh. Sebelumnya, tim kuat seperti Inggris dan Kroasia kesulitan membongkar pertahanan Ghana karena terlalu fokus menyerang dari tengah. Kolombia hadir dengan strategi berbeda, memaksimalkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang.

Daniel Munoz sendiri datang dengan momentum positif setelah mencetak gol ke gawang RD Kongo di fase grup. Performa apiknya menjadi modal berharga bagi tim asuhan Nestor Lorenzo.

Meski tidak diunggulkan, Ghana tetap menyimpan peluang kejutan. Organisasi pertahanan disiplin menjadi kekuatan utama mereka untuk meredam serangan lawan. Di lini depan, kehadiran pemain berpengalaman seperti Jordan Ayew menjadi senjata mematikan dalam skema serangan balik, terutama saat pemain Kolombia terlalu asyik menyerang ke depan.

Dengan Kolombia yang mengandalkan sayap dan Ghana yang siap menunggu di belakang, laga ini menjanjikan duel taktik menarik antara serangan agresif dan pertahanan terorganisir.

Tempat Menonton Kolombia vs Ghana

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Kolombia vs Ghana
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Jam kick-off: 08.30 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_t2lownf9/kolombia_vs_ghana

DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prakiraan Susunan Pemain Kolombia vs Ghana

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Lucumi, Sanchez, Mojica; Puerta, Lerma, Arias; Rodriguez, Suarez, Diaz

Pelatih: Nestor Lorenzo

Ghana (4-5-1): Asare; Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah; Sulemana, Partey, Owusu, Sibo, Semenyo; Ayew

Pelatih: Carlos Queiroz

KLIKBETS – Piala Dunia 2026 mulai memasuki babak 16 besar, dengan satu di antara pertandingannya mempertemukan tuan rumah Kanada melawan Maroko. Duel kedua tim akan digelar di Houston Stadium, Minggu (5-7-2026) dini hari mulai pukul 00.00 WIB.

Bakal menjadi pertandingan menarik, saat Kanada yang berstatus tuan rumah, bertemu Maroko sebagai tim terkuat di Afrika dan penuh kejutan.

Kanada berambisi melanjutkan mimpi mereka melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026. Predikat tuan rumah, tak disia-siakan, dari saat lolos dari fase grup, hingga menendang Afrika Selatan di babak 32 besar. 

PialaDunia 2026

Begitu juga Maroko, tim yang dalam tren positif sejak keluar sebaga peringkat keempat di Piala Dunia 2022 Qatar. Maroko susah dihentikan sejak fase grup di edisi kali ini.

Layak dinantikan tim mana yang lebih kuat di pertandingan nanti.

Kesempatan Revans

Timnas Kanada baru menorehkan sejarah untuk pertama kalinya lolos ke babak gugur di sepanjang sejarah Piala Dunia. 

PialaDunia 2026

Grafik anak asuh Jesse Marsch itu makin positif sejak awal turnamen, dengan meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Kemenangan paling mencolok diraih Les Rouges adalah menghajar Qatar 6-0 di fase grup dan kemenangan dramatis 1-0 atas Afrika Selatan di menit-menit akhir untuk lolos ke babak 16 besar.

Pertemuan dengan Maroko juga menjadi kesempatan Kanada untuk membalas kekalahan mereka di Piala Dunia 2022. Kala itu, Kanada yang diarsiteki John Herdman, kalah 1-2 di fase grup, mengantarkan mereka pulang lebih cepat dari Qatar.

Kini, Kanada punya potensi besar untuk mendepak Maroko. Selain berasa tampil di rumah sendiri, meski bermain di Houston, Kanada punya permainan agresif dalam membongkar pertahanan lawan.

Mereka mencatatkan tidak kurang dari 100 aksi tekanan di area sepertiga akhir lapangan saat mengalahkan Afrika Selatan.

Sementara Maroko punya kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan tim unggulan Belanda, meski harus ditentukan dengan adu penalti. Mental bertanding dan permainan impresif dari Ismael Saibari dkk. menjadi senjata mematikan.

Singa Atlas bisa kembali menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawan Maroko, tak terkecuali Kanada. 

Ya, Kanada perlu mewaspadai kekuatan Maroko yang tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berturut-turut sejak kekalahan mereka dari Senegal di final Piala Afrika 2025.

Kondisi Skuad

Kanada mendapat kabar baik dengan kesiapan pemain sayap andalan mereka, Alphonso Davies, setelah bintang Bayern Munchen itu masuk sebagai pemain pengganti pada 15 menit terakhir laga melawan Afrika Selatan. Sekaligus penampilan comeback pertamanya sejak Maret 2025.

Marsch tidak menutup kemungkinan memainkan Davies sejak awal untuk meladeni Maroko, meski Richie Laryea masih difavoritkan bermain sebagai starter.

Marsch menghadapi dua dilema krusial, yakni pemilihan Jacob Shaffelburg dan Liam Millar di posisi sayap kiri, menentukan antara Promise David, Cyle Larin, dan Tani Oluwaseyi untuk mendampingi Jonathan David di lini depan.

Di kubu Maroko, Singa Atlas sempat dibuat cemas saat melawan Belanda ketika Chadi Riad ditarik keluar pada menit ke-75. Akan tetapi, pemain Crystal Palace itu pulih dengan cepat dan kembali berlatih penuh sehingga diperkirakan akan tampil dalam laga nanti.

Redouane Halhal dan Marwane Saadane bersiaga jika Riad akhirnya tidak bisa bermain. Namun, pelatih Mohamed Ouahbi diperkirakan akan memiliki skuad yang sepenuhnya bugar, termasuk Ismael Saibari.

Prakiraan Susunan Pemain

Kanada (4-4-2): Crepeau; Johnston, Bombito, Cornelius, Laryea; Buchanan, Saliba, Eustaquio, Shaffelburg; David, Oluwaseyi

Pelatih: Jesse Marsch

Maroko (4-2-3-1): Bono; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; El Aynaoui, Bouaddi; Diaz, Ounahi, El Khannouss; Saibari

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Minggu, 5 Juli 2026

Pukul 00.00 WIB

Stadion Houston, Houston

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.