29 Oktober 2026

> BERITA GLOBAL DUNIA SEPAK BOLA

Berita sepak bola sajian Info Berita SEPAK BOLA DARI SELURUH DUNIA, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

KLIKBETS – Pertandingan menarik akan tersaji pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 saat Persija Jakarta berhadapan dengan Java United FC. Duel dua tim papan atas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (19/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Persija Jakarta terpaksa menjamu lawannya di Bali tanpa penonton akibat kendala ketersediaan stadion di wilayah Jabodetabek. Hal itu memunculkan kembali julukan Macan Keluyuran yang sempat melekat di Persija beberapa musim lalu.

Kendati bermain di tempat netral, anak asuh Shin Tae-yong datang dengan kepercayaan diri membumbung tinggi setelah mengemas dua kemenangan beruntun atas Borneo FC (1-0) dan Persib Bandung (2-1).

Di sisi lain, Java United yang dibesut Fabio Lefundes berusaha bangkit setelah menelan hasil kurang maksimal. Setelah ditahan imbang Garudayaksa 1-1 pada laga perdana, Laskar Kepodang terpaksa takluk 2-3 dari Persita Tangerang. Menghadapi Persija, kewaspadaan ekstra disiapkan demi menghentikan tren positif Macan Kemayoran.

STY Tidak Senang

Pelatih Persija, Shin Tae-yong kecewa setelah mengetahui tim asuhannya tidak bisa menjamu Java United di Jakarta dan sekitarnya. Apalagi Macan Kemayoran harus menjalani perjalanan jauh ke Bali.

Shin Tae-yong bahkan mengaku sakit hati karena Macan Kemayoran justru harus bertanding di Stadion Dipta tanpa dukungan The Jakmania.

“Ya sebenarnya hari ini sangat menyedihkan dan sangat disayangkan pertandingan home tapi tidak bisa main di home,” bebernya.

“Ini sebenarnya buat sakit hati. Semoga kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini. Mohon dukungannya kepada The Jak agar bisa memberikan dukungan penuh. Di satu sisi, kami juga akan membalas dukungan tersebut dengan kemenangan,” tambahnya.

Ingin Menang

Sementara itu Java United membidik hasil positif pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Target tiga poin diusung saat jumpa tuan rumah Persija Jakarta.

Pelatih Java United, Fabio Lefundes, menegaskan timnya datang ke Bali untuk meraih poin. Pelatih asal Brazil itu menyadari pentingnya raihan poin saat melawan Persija, mengingat hasil kurang maksimal yang dialami Laskar Kepodang Emas pada dua laga sebelumnya.

“Kami siap melawan Persija setelah mendapatkan banyak pembelajaran di dua laga terakhir. Tidak ada pilihan, Java United datang untuk mendapatkan poin,” tegas Lefundes.

Prakiraan Susunan Pemain dan Prediksi Bola.com

Persija Jakarta (4-3-3): Nadeo Argawinata; Rizky Ridho, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Kerim Memija; Arlyansyah Abdulmanan, Stjepan Loncar, Kyohei Yoshino; Rayhan Hannan, Fabio Calonego, Alexander Jeremejeff.

Pelatih: Shin Tae-yong

Java United (4-4-2): Jorge Bartholdy; Riyan Ardiansyah, Gustavo Franca, Christian Gomis, Yance Sayuri; Kei Hirose, Tri Setiawan, Yakob Sayuri, Kaio Nunes; David da Silva, Gustavo Almeida.

Pelatih: Fabio Lefundes

Prediksi Bola.com: 55-45

Sabtu, 19 September 2026

Pukul 19.00 WIB

Kapten I Wayan Dipta

LARISBOLA – Arsenal sempat menjadikan Morgan Rogers sebagai target utama untuk memperkuat lini serang pada bursa transfer musim panas. Pemain timnas Inggris itu dinilai cocok untuk membawa The Gunners bersaing memperebutkan gelar Premier League.

Namun, Chelsea bergerak lebih cepat dalam perburuan tanda tangan Rogers. The Blues dikabarkan menebusnya dengan nilai sekitar 117 juta pounds dan berhasil mengalahkan Arsenal.

Keputusan Arsenal untuk tidak menyamai harga yang diminta Aston Villa membuat mereka harus mengalihkan perhatian ke pemain lain. Mikel Arteta pun masih memiliki sejumlah opsi menarik di pasar transfer.

Rogers dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain di sayap kiri maupun di belakang penyerang. Karena itu, Arsenal membutuhkan sosok dengan karakter permainan yang serupa.

Berikut lima pemain yang bisa menjadi alternatif Morgan Rogers untuk memperkuat lini serang Arsenal musim depan.

1. Yan Diomande

Yan Diomande sempat masuk radar Liverpool pada awal bursa transfer musim panas. Namun, sang pemain disebut lebih tertarik melanjutkan karier bersama Paris Saint-Germain.

Meski demikian, peluang Arsenal masih terbuka karena transfer tersebut belum terwujud. Nilai jual Diomande juga belum mengalami lonjakan setelah penampilannya di Piala Dunia bersama Pantai Gading tidak terlalu mencolok.

RB Leipzig dikabarkan mematok harga sekitar 93,5 juta pounds untuk melepas pemain muda tersebut. Nilai itu tetap tinggi, tetapi masih berada di bawah biaya transfer Morgan Rogers.

Diomande dikenal memiliki kemampuan menggiring bola yang sangat baik dan sulit ditebak. Selain mampu bermain di kedua sisi sayap, ia juga bisa menjadi pelapis ideal bagi Bukayo Saka.

2. Bradley Barcola

Bradley Barcola merupakan salah satu penyerang terbaik yang dimiliki Paris Saint-Germain saat ini. Meski begitu, ia dianggap sebagai pemain yang paling mungkin dilepas dibandingkan rekan-rekannya di lini depan.

PSG tidak memiliki tekanan untuk menjual Barcola karena kontraknya masih cukup panjang. Klub asal Prancis itu bahkan dikabarkan mematok harga sekitar 150 juta euro.

Nilai tersebut bisa berubah apabila PSG berhasil mendatangkan Maghnes Akliouche dari AS Monaco. Kedatangan pemain baru dapat membuka peluang Barcola hengkang.

Liverpool juga disebut meminati Barcola. Namun, Arsenal diyakini memiliki daya tarik tersendiri berkat sejarah panjang klub dengan pemain-pemain asal Prancis.

3. Mika Godts

Arsenal menunjukkan bahwa mereka tidak ingin membayar harga yang dianggap terlalu tinggi. Karena itu, Mika Godts bisa menjadi opsi yang lebih realistis.

Pemain muda Ajax tersebut tampil menonjol sepanjang musim lalu. Ia mencatatkan 29 kontribusi gol dalam 32 pertandingan Eredivisie.

Godts baru berusia 21 tahun dan masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Namun, ia belum membuktikan kualitasnya secara konsisten di level tertinggi.

Penampilannya di Liga Champions juga belum terlalu meyakinkan. Jika direkrut, Arsenal harus bersabar karena Godts masih tergolong sebagai proyek jangka panjang.

4. Kerim Alajbegovic

Nama Kerim Alajbegovic juga dikaitkan dengan Arsenal dalam beberapa waktu terakhir. Pemain Bosnia dan Herzegovina itu dinilai memiliki potensi besar meski belum sepenuhnya matang.

Alajbegovic merupakan lulusan akademi Bayer Leverkusen. Ia tampil cukup menjanjikan bersama RB Salzburg pada musim 2025/2026 sebelum kembali ke Leverkusen.

Meski belum mencatatkan penampilan bersama tim utama Leverkusen, klub tersebut dikabarkan bersedia melepasnya. Situasi itu membuka peluang bagi klub-klub peminat untuk bergerak.

Chelsea dan Atalanta juga disebut memantau perkembangannya. Namun, merekrut Alajbegovic berarti Arsenal harus memberi waktu agar sang pemain berkembang sebelum menjadi andalan utama.

5. Marcus Rashford

Marcus Rashford sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan saat tampil sebagai pemain pengganti di awal Piala Dunia. Namun, menit bermainnya semakin berkurang pada fase-fase berikutnya.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, lebih sering mempercayai Anthony Gordon. Situasi tersebut membuat masa depan Rashford kembali menjadi tanda tanya.

Gaji Rashford yang tinggi menjadi kendala bagi banyak klub peminat. Selain itu, kontribusinya saat bertahan juga sering mendapat sorotan dari para pelatih.

Meski peluangnya tidak terlalu besar, Rashford pernah beberapa kali dikaitkan dengan Arsenal. Jika kesulitan mendapatkan target utama, The Gunners bisa saja mempertimbangkan langkah mengejutkan untuk memboyongnya.

BOLADONESIA – Zinedine Zidane akhirnya mengumumkan daftar skuad timnas Prancis untuk tiga laga UEFA Nations League bulan ini. Zidane memanggil lima nama debutan di skuad perdananya bersama Les Bleus.

Lima pemain debutan tersebut adalah Guillaume Restes, Andy Diouf, Jeremy Jacquet, Lucas Da Cunha serta Esteban Lepaul. Selain kelima pemain debutan itu, Zidane juga menyertakan pemain-pemain bintang seperti Rayan Cherki, Kylian Mbappe, Dayot Upamecano serta Ousmane Dembele.

Zidane pun buka suara menganai keputusannya memanggil Lepaul. Zidane mengaku sangat senang dengan cara Lepaul bergerak di atas lapangan, khususnya di area-area sempit.

“Lepaul memiliki profil berbeda dibanding penyerang-penyerang lainnya. Dia mampu beroperasi dengan sangat baik di ruang sempit,” ujar Zidane dilansir Football5Star dari laman RMC Sport.

“Dia adalah salah satu pemain yang menarik perhatian saya. Dia punya insting mencetak gol yang bagus dan saya ingin melihat penampilannya secara langsung,” sambung Zidane.

Prancis membuka perjalannnya di UEFA Nations League dengan laga tandang melawan Turkiye. Partai tersebut rencananya digelar di Kocaeli Stadium pada 26 September mendatang.

Daftar Pemain Timnas Prancis:

Kiper: Mike Maignan (AC Milan), Guillaume Restes (Toulouse), Robin Risser (Lens);

Belakang: Andy Diouf (Inter Milan), Jeremy Jacquet (Liverpool), Pierre Kalulu (Juventus), Ibrahima Konate (Real Madrid), Jules Koundé (Barcelona), Maxence Lacroix (Chelsea), Adrien Truffert (Bournemouth), Dayot Upamecano (Bayern Munich);

Tengah: Eduardo Camavinga (Real Madrid), Rayan Cherki (Manchester City), Lucas Da Cunha (Como), Manu Kone (AS Roma), Adrien Rabiot (AC Milan), Warren Zaire-Emery (PSG)

Depan: Bradley Barcola (Liverpool), Ousmane Dembele (PSG), Desire Doue (PSG), Estéban Lepaul (Rennes), Kylian Mbappe (Real Madrid), Michael Olise (Bayern Munich).

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, mengakui timnya kehilangan kendali saat kalah telak 0-3 dari Brentford pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Gtech Community Stadium, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB.

Chelsea tampil cukup solid pada babak pertama. Namun, permainan The Blues berantakan setelah jeda hingga akhirnya Brentford mencetak tiga gol melalui Jaidon Anthony, Igor Thiago, dan Fabio Carvalho.

Kekalahan tersebut membuat Chelsea kini menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan di Liga Inggris. Sebelumnya, mereka takluk dari Arsenal dan bermain imbang kontra Hull City.

Alonso menilai Chelsea kehilangan konsistensi serta mentalitas kompetitif yang dibutuhkan untuk menjaga performa sepanjang pertandingan.

“Saya akan mengatakan bahwa kami kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan pada babak kedua,” ujar Alonso.

Detail-Detail Kecil Jadi Penentu

Menurut Alonso, detail-detail kecil bisa menentukan hasil pertandingan. Chelsea, kata dia, seharusnya mampu menjaga konsentrasi dan tidak memberikan keuntungan kepada lawan.

“Anda tahu bahwa detail-detail kecil bisa menjadi penentu. Anda tidak boleh memberikan keuntungan dalam pertandingan seperti ini,” kata Alonso.

“Ini tentang 95 menit pertandingan. Kami belum mampu mempertahankan level tersebut sepanjang pertandingan dalam beberapa laga awal musim ini dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki.”

Salah satu masalah yang menjadi sorotan adalah situasi bola mati. Bek Chelsea, Levi Colwill, bahkan mengakui timnya beberapa kali kalah dalam duel bola mati.

“Babak kedua kami tidak cukup bagus. Kami punya banyak hal yang harus dikerjakan selama jeda internasional,” ujar Colwill kepada Sky Sports.

“Mungkin pada beberapa momen kami kalah dalam duel bola mati dan kami harus memperbaikinya. Kami tidak bisa hanya mengandalkan tiga pemain depan untuk menyelamatkan kami dari situasi sulit. Kami semua harus saling membantu.”

Butuh Waktu

Alonso menilai Chelsea masih membutuhkan waktu untuk memahami bagaimana mengelola pertandingan dan mempertahankan level kompetitif hingga peluit akhir.

“Memahami pertandingan, mengetahui apa yang dibutuhkan untuk terus bersaing sampai akhir, itu adalah sebuah proses. Mereka membutuhkan waktu untuk merasakannya,” ujar mantan pelatih Real Madrid itu.

“Saat ini kami belum sepenuhnya merasakan hal itu untuk bisa bersaing sepanjang pertandingan.”

Di kubu Brentford, manajer Keith Andrews mengaku puas melihat timnya tampil sesuai rencana, terutama pada babak kedua.

“Saya sangat menantikan pertandingan ini. Lawan bermain dengan cara yang penuh respek untuk meredam apa yang kami lakukan,” kata Andrews.

“Saya merasa ada performa yang mulai muncul. Pendekatan kami fokus dan pada babak kedua kami menunjukkan siapa kami sebenarnya.”

Juventus Menang 5-0, Kemenangan Penting di Liga Europa

Boladonesia – Juventus akhirnya mendapatkan kemenangan yang terasa penting setelah melewati periode yang cukup mengecewakan di Serie A. Bianconeri tampil meyakinkan ketika menghadapi NEC Nijmegen pada pertandingan pembuka Liga Europa 2026/27. Bermain di Allianz Stadium, Juventus menang telak dengan skor 5-0, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB.

Kemenangan besar ini bukan sekadar tambahan tiga poin di kompetisi Eropa. Juventus juga berhasil menunjukkan respons setelah hasil buruk di Serie A. Sebelumnya, tim asuhan Luciano Spalletti harus menerima kekalahan dramatis 2-3 dari Sassuolo pada pertandingan liga.

Juventus Menang 5-0 dengan Tekanan Sejak Awal

Sejak menit pertama, Juventus memperlihatkan keinginan untuk mengontrol pertandingan. Bianconeri menekan NEC dan membuat tim asal Belanda tersebut kesulitan mengembangkan permainan.

Tekanan Juventus akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-9. Nicolas Gonzalez berhasil memanfaatkan situasi setelah menerima umpan panjang dari Kamil Grabara. Penyerang asal Argentina itu bergerak cepat sebelum menaklukkan kiper NEC untuk membawa Juventus unggul 1-0.

Gol tersebut membuat permainan Juventus semakin percaya diri. Tim tuan rumah terus menguasai wilayah permainan dan menciptakan sejumlah peluang.

Menurut laporan resmi Juventus, Bianconeri mampu mempertahankan tekanan setelah gol pembuka dan terus memaksa NEC bertahan di wilayah mereka sendiri.

Juventus Menang 5-0 Setelah Woltemade Membantu Menjauh

Keunggulan Juventus bertambah sebelum turun minum. Kerim Alajbegovic mencatatkan namanya di papan skor untuk membuat kedudukan berubah menjadi 2-0.

Tidak lama kemudian, Nick Woltemade ikut mencetak gol melalui titik penalti. Juventus pun memasuki ruang ganti dengan keunggulan 3-0.

Situasi tersebut membuat babak kedua menjadi jauh lebih nyaman bagi tuan rumah. NEC harus mengejar ketertinggalan besar, sementara Juventus memiliki ruang lebih luas untuk mengendalikan tempo pertandingan.

Menariknya, lima gol Juventus dalam pertandingan ini dicetak oleh lima pemain berbeda. Selain Gonzalez, Alajbegovic dan Woltemade, Zeki Celik serta Randal Kolo Muani juga berhasil mencetak gol.

Babak Kedua Berjalan dalam Kendali Juventus

Memasuki babak kedua, Juventus tidak mengendurkan permainan. Bianconeri tetap agresif dan berusaha memanfaatkan celah yang muncul di lini pertahanan NEC.

Zeki Celik kemudian mencetak gol keempat Juventus. Keunggulan 4-0 semakin memperlihatkan perbedaan performa kedua tim pada pertandingan tersebut.

Randal Kolo Muani kemudian melengkapi pesta gol Juventus dengan gol kelima. Skor 5-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil tersebut sekaligus menjadi awal yang sangat positif bagi perjalanan Juventus di Liga Europa musim 2026/27. Lima gol dan tidak kebobolan menjadi catatan yang memberikan kepercayaan diri tambahan kepada tim.

Respons Setelah Kekalahan dari Sassuolo

Kemenangan Juventus 5-0 atas Sassuolo terasa semakin penting karena datang hanya beberapa hari setelah Juventus mengalami kekalahan menyakitkan di Serie A.

Ketika menghadapi Sassuolo, Juventus sebenarnya sempat bangkit dua kali melalui Edon Zhegrova. Pemain asal Kosovo tersebut mencetak dua gol setelah Juventus tertinggal. Namun, Vasilije Adzic mencetak gol penentu pada menit ke-94 dan membuat Juventus pulang tanpa poin.

Kekalahan tersebut membuat Juventus harus segera memberikan respons. Spalletti sebelumnya menilai timnya kehilangan keseimbangan ketika terlalu banyak pemain maju untuk mencari kemenangan.

Kini, kemenangan 5-0 atas NEC memberikan respons tersebut dengan cara yang sangat meyakinkan.

Bukan Sekadar Pesta Lima Gol

Bagi Juventus, kemenangan ini dapat menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Selain menghasilkan lima gol, Bianconeri juga menunjukkan kedalaman skuad dengan lima pencetak gol berbeda.

Kemenangan tersebut juga memberikan kesempatan kepada beberapa pemain untuk membangun kepercayaan diri di kompetisi Eropa. Juventus membutuhkan kontribusi kolektif apabila ingin menjalani musim yang lebih konsisten di berbagai ajang.

Namun, hasil besar atas NEC tetap perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Juventus masih harus membuktikan konsistensi tersebut ketika kembali menghadapi lawan-lawan berat di Serie A.

Dengan demikian, kemenangan 5-0 ini menjadi lebih dari sekadar pesta gol di Allianz Stadium. Juventus mendapatkan momentum, kepercayaan diri, sekaligus respons setelah kekalahan dari Sassuolo.

Bianconeri kini memiliki tugas berikutnya: membawa energi positif dari Liga Europa ke kompetisi domestik dan menunjukkan bahwa kemenangan atas NEC bukan hanya sebuah malam yang indah, tetapi bagian dari proses untuk membangun Juventus yang lebih konsisten.

KLIKBETS – Pertaruhan gengsi sebagai sesama klub Jawa Timur akan terjadi di pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.

Arema FC akan melawan Persik Kediri yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (17-9-2026).

Duel ini selalu memantik psywar antara kedua suporter di media sosial lantaran hubungan kedua suporter, Aremania dan Persikmania, masih pasang surut.

Itulah mengapa, panpel Arema menghimbau agar suporter Persik tidak datang ke Stadion Kanjuruhan. Hal itu sebagai antisipasi agar tidak ada insiden di dalam dan luar stadion.

Dengan tidak adanya suporter Persik, sebenarnya membuat panpel Arema kehilangan pemasukan dari tiket.

Saat ini, PSSI sudah mencabut larangan away bagi suporter sehingga tiap klub yang jadi tuan rumah bisa mendapatkan pemasukan dari tiket suporter lawan.

Keuntungan bagi Pemain

Akan tetapi, bagi pemain Arema, itu sebuah keuntungan. Mereka bisa fokus bermain dengan dukungan suporter sendiri, Aremania, seperti diakui kiper Adi Satryo.

“Tentu sangat menguntungkan bagi Arema. Sekarang kami harus menjaga kandang sendiri. Tentunya optimistis bisa mendapat kemenangan,” kata Adi Satryo.

Di sisi lain, Adi menambahkan ke depan, semua suporter punya hubungan yang baik sehingga atmofer persaudaraan bisa terbawa di setiap pertandingan.

“Pastinya kami ingin semua suporter menjaga agar situasi tetap kondusif. Psywar atau apa pun itu mungkin hal biasa di kalangan suporter. Tapi, jangan sampai ada aksi berujung sanksi yang tidak menguntungkan bagi kompetisi ini,” imbuhnya.

Sebenarnya, sudah cukup lama kedua suporter tidak saling berkunjung.

Saat Persik menjamu Arema di Kediri, suporter Aremania juga dihimbau tidak datang lantaran sering terjadi kericuhan di area perbatasan Malang-Kediri ketika dua kubu suporter saling melakukan away.

Berharap Tidak Kebobolan

Saat ini, Adi jadi andalan utama Arema di bawah mistar. Dia tak tergantikan dalam dua laga awal musim ini.

Saat melawan Persik, dia ingin kembali membuat gawangnya cleansheet.

Di laga home pertama, Adi berhasil melakukannya sehingga saat laga kandang kedua, dia ingin menjaga agar tidak ada pemain lawan yang bisa merobek gawangnya.

“Antisipasi kami untuk laga ini, memperbanyak komunikasi dan mengingatkan pemain belakang agar melakukan man to man,” ungkapnya.

Adi menambahkan, jelang menghadapi Persik, taktik dan strategi yang akan dimainkan sudah disiapkan tim pelatih.

“Persiapan kami sudah sangat matang. Semua arahan dari pelatih sudah disampaikan kepada seluruh pemain. Jadi, kami tinggal menunggu pertandingan besok dan mengimplementasikannya di lapangan,” tegas Adi.

BOLADONESIA – Juergen Klopp, pelatih timnas Jerman, membuat langkah kejutan. Untuk mengarungi 4 pertandingan pada jeda internasional September-Oktober, dia memanggil total 44 pemain yang terbagi ke dalam 2 tim. Meskipun ada risiko besar di dalamnya, langkah tersebut disikapi positif oleh banyak pihak.

Dari 44 pemain yang dipanggil Klopp, 16 di antaranya adalah muka baru yang namanya masih asing di telinga para pencinta sepak bola. Sebut saja Bambase Conte, Mika Baur, Felix Keidel, Max Rosenfelder, dan Philipp Treu. Menariknya lagi, hanya kiper Finn Dahmen yang berada dalam 2 tim yang dibuat Klopp.

“Ini memang tidak biasa, tapi saya sepenuhnya paham alasan Klopp memikirkan langkah ini. Dia tahu persis apa yang dilakukannya,” kata Stefan Effenberg, eks kapten Bayern Munich, soal langkah kejutan Juergen Klopp seperti dikutip Football5Star.net dari kolomnya di laman T-Online. “Sekarang, tak ada pemain yang bisa mengeluh soal tak mendapatkan kesempatan.”

Effenberg menambahkan, “Dia ingin mengenal karakteristik sebagai mungkin pemain dalam waktu secepatnya dan jeda internasional yang hampir 3 pekan ini adalah kesempatan unik untuk melakukan hal tersebut. Tentu saja, Klopp mengambil risiko dengan membuat dua tim. Jika tak berjalan sesuai harapan, akan ada kritik yang berhamburan.”

Langkah Lain Juergen Klopp

Lothar Matthaeus, kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990, juga punya pandangan serupa soal putusan Juergen Klopp memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam 2 tim untuk 4 laga di Nations League A. Seperti Stefan Effenberg, dia menilai langkah tersebut diambil untuk mengenal sebanyak mungkin pemain secara lebih dekat. Itu adalah langkah biasa bagi seorang pelatih timnas.

“Ketika melatih timnas Hungaria, saya juga memanggil 3-4 pemain pada setiap pemusatan latihan hanya untuk mengenal lebih jauh. Jadi, ini bukan sesuatu yang benar-bear baru. Ini soal hak pelatih mengenal pemain lebih baik, bukan hanya saat menontonnya. Ini soal bisa bersama mereka, dapat berbicara dengan mereka, menujukkan hal-hal tertentu, menyampaikan cara mainnya,” kata Matthaeus.

Di samping memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam 2 tim, Klopp juga membuat langkah lain. Dia membuat topi khusus yang dikenakan saat konferensi pers pengumuman skuad pertamanya. Di sana tertulis kata-kata “Satu dari 83 juta”. Itu merujuk pada jumlah warga Jerman saat ini. Menurut DFB, topi itu murni gagasan Klopp, bukan gimmick pemasaran Adidas atau DFB.

“Anda lihat topi yang dipakai pelatih Juergen Klopp saat konferensi pers pengumuman skuad pertamanya? Tertulis ‘Satu dari 83 juta’. Itulah gayanya. Klopp tahu cara merebut hati banyak orang dan sekarang juga bagi timnas Jerman. Dia benar-benar tahu apa yang dilakukannya,” ucap Effenberg soal topi yang hanya dibuat 3 lusin dan dibagi-bagikan secara gratis tersebut.

LARISBOLA – Juventus merespons kekalahan 2-3 dari Sassuolo dengan kemenangan telak 5-0 atas NEC Nijmegen pada matchday pertama Liga Europa 2026-27. Bermain di Allianz Stadium, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB, tuan rumah tampil efektif sejak awal laga.

Lima pemain berbeda mencetak gol dalam kemenangan di fase liga tersebut. Nico Gonzalez, Kerim Alajbegovic, Nick Woltemade, Zeki Celik, dan Randal Kolo Muani bergantian membobol gawang NEC.

Hasil ini menjadi awal yang meyakinkan bagi Bianconeri di fase liga Liga Europa. Selain kemenangan besar, tiga gol di antaranya menjadi catatan perdana bagi pemain yang mencetaknya bersama klub.

Nico Gonzalez Buka Keunggulan

Juventus membuka skor ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit. Kiper NEC, Nikolas Polster, keluar dari sarangnya untuk menyambut umpan panjang Kamil Grabara, tetapi gagal membaca arah bola.

Nico Gonzalez memanfaatkan kesalahan tersebut dengan melewati Polster sebelum memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong. Grabara yang menjalani debut bersama Juventus pun tercatat memberikan kontribusi lewat umpan panjangnya.

NEC kemudian berusaha mengimbangi permainan tuan rumah. Namun, Juventus mampu menjaga keunggulan dan kembali mencetak gol pada menit ke-24 melalui Alajbegovic.

Lima Gol Dari Lima Pemain

Weston McKennie membawa bola ke depan sebelum mengirim umpan mendatar ke tepi kotak penalti. Alajbegovic menyambutnya dengan tembakan keras ke sudut atas untuk mencatatkan gol pertamanya sejak bergabung pada musim panas.

Sepuluh menit kemudian, Juventus mendapatkan hadiah penalti setelah Almugera Kabar menjatuhkan Gonzalez di kotak terlarang. Woltemade menjalankan tugasnya dengan baik dan mengecoh Polster untuk membawa tuan rumah unggul 3-0.

NEC sebenarnya tidak bermain pasif. Mereka mencatat tujuh tembakan berbanding lima milik Juventus hingga turun minum dan sempat menguasai 67 persen bola pada 15 menit awal babak kedua.

Kolo Muani Lengkapi Pesta

Penampilan Grabara menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Juventus menjaga gawang tetap bersih. Kiper Polandia itu beberapa kali menghadapi ancaman Ayodele Thomas, tetapi NEC tidak mampu memanfaatkannya.

Pergantian pemain turut dilakukan Luciano Spalletti untuk menjaga intensitas permainan. Gleison Bremer, Francisco Conceicao, dan Teun Koopmeiners masuk secara bertahap, sementara McKennie mendapat kesempatan beristirahat setelah baru kembali dari cedera.

Kolo Muani kemudian memberikan dampak cepat setelah masuk menggantikan Alajbegovic. Empat menit berselang, penyerang Prancis itu melewati Tobias Storm lalu mengirim umpan tarik yang diselesaikan Zeki Celik pada menit ke-75.

Kolo Muani lantas mencetak gol sendiri pada menit ke-82 setelah menerima umpan Jhon Lucumi. Polster kembali keluar dari kotak penalti dan Kolo Muani memanfaatkan situasi tersebut untuk mengunci kemenangan 5-0.

Klasemen

TeamMW-/+P
1Juventus1153
2Crystal Palace1143
3Sparta Praha1133
4Besiktas1133
5Union St. Gilloise1133
6Ferencvarosi TC1123
7Benfica1123
8Bayer Leverkusen1123
9OFI1123
10Bournemouth1113

Manchester City melangkah ke babak keempat Carabao Cup 2026/2027 dengan meyakinkan. The Citizens menghajar Norwich City dengan skor telak 5-0 pada putaran ketiga di Stadion Etihad, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB.

Floyd Samba menjadi sorotan utama dalam kemenangan tersebut. Talenta berusia 17 tahun itu menikmati debut impiannya bersama tim utama Manchester City dengan mencetak dua gol.

Samba membobol gawang Norwich pada menit ke-29 dan kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54.

Tiga gol Manchester City lainnya masing-masing dicetak Rayan Cherki pada menit ke-32, Allan (48′), dan Ryan McAidoo (90′).

Debut Impian Floyd Samba

Enzo Maresca melakukan 10 perubahan di tim dibandingkan tim yang tampil saat Manchester City mengalahkan Manchester United dalam duel derbi dramatis pada Minggu (13/9/2026).

Kesempatan tersebut dimanfaatkan Samba untuk menunjukkan bahwa dirinya pantas mendapatkan lebih banyak menit bermain bersama tim utama.

Ia langsung membuka rekening golnya pada menit ke-29. Samba menyambut umpan silang Allan dengan sundulan.

Empat menit berselang, giliran Rayan Cherki yang menambah keunggulan Manchester City. Cherki dengan tenang mengecoh Grimshaw yang keluar dari sarangnya sebelum menceploskan bola ke gawang Norwich.

Allan juga menyumbangkan gol. Pemain asal Brasil itu menunjukkan kualitasnya pada menit ke-48.

Semakin Tak Terbendung

Manchester City kemudian semakin menjauh pada menit ke-54. Samba kembali memanfaatkan kelengahan lini belakang Norwich untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengubah skor menjadi 4-0.

Ryan McAidoo, yang juga merupakan jebolan akademi Manchester City, kemudian melengkapi pesta gol The Citizens pada menit ke-90.

Pada babak berikutnya, The Citizens akan menghadapi Brighton. Tim tersebut sebelumnya menyingkirkan Manchester United setelah meraih kemenangan 3-2 di Old Trafford.

Duel Brentford vs Chelsea akan tersaji pada pekan ke-5 Liga Inggris 2026-27 di Gtech Community Stadium. Pertandingan derby London Barat tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu, 19 September 2026 pukul 02.00 WIB.

Brentford tidak terkalahkan dalam enam pertandingan di semua kompetisi. The Bees mencatat tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, termasuk kemenangan 2-1 atas Reading di putaran ketiga Carabao Cup.

Chelsea juga mengawali musim dengan catatan positif meski belum konsisten. The Blues mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan dan berada di posisi keenam, satu tingkat di atas Brentford yang mengumpulkan enam poin.

Brentford Punya Modal Kuat

Brentford belumtak terkalahkan dalam empat pertandingan Liga Inggris musim ini. Setelah mengawali musim dengan kemenangan 3-0 atas Tottenham Hotspur, mereka bermain imbang melawan Leeds United, Sunderland, dan Bournemouth.

Catatan pertemuan di kandang juga membuat Brentford memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka memang belum pernah menang atas Chelsea dalam lima laga kandang di Liga Inggris, tetapi empat pertandingan terakhir di markas The Bees berakhir imbang.

Tren hasil imbang Brentford bahkan cukup mencolok. Sepuluh dari 14 pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris berakhir dengan skor imbang. Chelsea berpotensi kembali menghadapi laga yang sulit dimenangkan.

Chelsea Masih Belum Stabil

Chelsea memiliki lini serang yang produktif pada awal musim. Skuad asuhan Xabi Alonso telah mencetak 10 gol dalam empat pertandingan Liga Inggris, tetapi mereka juga kebobolan sembilan kali.

Jumlah tersebut menjadi kebobolan terbanyak di antara sembilan besar klasemen. Chelsea juga hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan tandang terakhir mereka di Liga Inggris.

Hasil dua laga terakhir di berbagai ajang memperlihatkan kecenderungan pertandingan terbuka. Chelsea bermain 2-2 melawan Hull City sebelum menghancurkan Leeds United 6-3 di Carabao Cup, sedangkan laga tandang terakhir di Liga Inggris berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Arsenal.

Prediksi Skor Brentford Vs Chelsea

Brentford harus tampil tanpa Josh Dasilva, Antoni Milambo, Nathan Collins, Sepp van den Berg, dan Kafe Furo. Mathias Jensen juga masih diragukan, sementara Kevin Schade menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak tiga gol dalam lima penampilan.

Di kubu Chelsea, Joao Pedro dan Reece James diperkirakan tetap tersedia meski tidak mengikuti latihan Selasa. Moises Caicedo, Marco Palestra, Emmanuel Emegha, dan Jordan Henderson juga memiliki peluang tampil, sedangkan Maxence Lacroix diprediksi kembali memperkuat tim.

Chelsea memang memenangi pertemuan terakhir dengan Brentford 2-0. Akan tetapi, duel di markas Brentford pada musim 2025-26 berakhir 2-2 dan catatan The Bees menunjukkan mereka kerap sulit dikalahkan.

Melihat performa kedua tim serta sejarah pertemuan di kandang Brentford, pertandingan ini berpeluang kembali berlangsung ketat. Produktivitas Chelsea dapat menjadi ancaman, tetapi Brentford diprediksi mampu memanfaatkan dukungan penuh di kandang untuk mengamankan satu poin.

Prediksi skor: Brentford 2-2 Chelsea.