28 Oktober 2026

> BERITA BOLA INDONESIA

Berita sepak bola sajian Info Berita Lokal, Tarkam, Liga Domestik, liga 3, liga 2, Hingga Liga 1 Indonesia.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, kembali menegaskan betapa pentingnya Cody Gakpo bagi The Reds.

Pernyataan sang kapten terasa semakin kuat setelah Gakpo mencatatkan dua assist untuk dua gol Alexander Isak dalam kemenangan 2-0 atas Ipswich Town, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB, hanya beberapa hari setelah masa depannya sempat dikaitkan dengan Manchester City.

Gakpo menjadi salah satu pemain Liverpool yang paling banyak dibicarakan sepanjang bursa transfer musim panas.

Manchester City dikabarkan tertarik memboyong winger asal Belanda tersebut dengan tawaran sekitar USD115 juta, sementara Tottenham Hotspur juga disebut mengincarnya.

Namun, Liverpool memilih mempertahankan Gakpo di Anfield. Keputusan itu langsung mendapat pembenaran setelah Gakpo memainkan peran penting dalam kemenangan perdana The Reds musim ini.

Van Dijk Senang Gakpo Tetap di Anfield

Setelah pertandingan melawan Ipswich, Van Dijk kembali mengingatkan Cody Gakpo merupakan pemain penting bagi Liverpool.

Kapten The Reds itu bahkan sebelumnya sudah menyampaikan keyakinannya terhadap sang rekan setim sebelum bursa transfer ditutup.

“Ini sangat penting. Saya sudah mengatakannya sebelum bursa transfer ditutup, dia penting bagi kami,” ujar Van Dijk kepada Sky Sports seperti dilansir Liverpool Echo.

“Dia juga akan menjadi pemain penting bagi kami musim ini dan dia kembali menunjukkannya. Pekan lalu juga demikian, begitu pula selama beberapa tahun terakhir,” lanjutnya.

Pernyataan Van Dijk menunjukkan Liverpool memang tidak ingin kehilangan Gakpo.

Apalagi, pemain berusia 27 tahun itu telah menjadi bagian penting dari skuad dalam beberapa musim terakhir. Keputusan mempertahankannya kini terlihat semakin tepat.

Dua Assist Gakpo Antar Liverpool Menang

Gakpo tampil luar biasa ketika Liverpool menghadapi Ipswich di Portman Road. Winger asal Belanda itu memberikan assist untuk dua gol Alexander Isak, yang masing-masing tercipta dalam periode awal pertandingan.

Liverpool pun mampu mengamankan kemenangan 2-0. Kolaborasi Gakpo dan Isak menjadi salah satu cerita utama pertandingan.

Gakpo mampu menemukan ruang dan memberikan umpan yang tepat, sementara Isak menunjukkan ketajamannya dalam menyelesaikan peluang.

Kontribusi tersebut juga melanjutkan tren positif Gakpo.

Ia kini telah mencatatkan tiga assist dalam dua penampilan terakhirnya bersama Liverpool. Performa itu menunjukkan Gakpo bukan hanya mampu mencetak gol, tetapi juga dapat menjadi kreator penting di lini depan.

Sementara itu, dua gol Isak membuat sang striker telah mengoleksi tiga gol di Premier League musim ini. Menariknya, jumlah itu sudah menyamai total gol yang dicetaknya sepanjang musim lalu.

Gakpo: Kemenangan Ini Sangat Dibutuhkan

Gakpo tidak terlalu memikirkan kontribusi individunya. Setelah pertandingan, ia lebih menyoroti pentingnya Liverpool mendapatkan tiga poin.

“Ini pertandingan yang bagus bagi kami, meskipun ada beberapa hal yang harus kami perbaiki. Kemenangan ini sangat dibutuhkan. Saya senang kami mendapatkan tiga poin dengan performa yang ditunjukkan,” ujar Gakpo.

Kemenangan atas Ipswich memang memiliki arti penting bagi Liverpool. Sebelumnya, The Reds hanya mengumpulkan hasil imbang dalam dua pertandingan awal.

Kini, kemenangan tersebut membuat Liverpool mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan Premier League.

Lebih penting lagi, Liverpool berhasil mengatasi masalah start lambat yang sebelumnya menjadi sorotan.

Gakpo Jadi Aset Penting Jelang Liga Champions

Setelah mengamankan kemenangan pertama, Liverpool kini harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi Eropa.

The Reds akan menjalani pertandingan Liga Champions pertama musim ini dengan menjamu Atletico Madrid di Anfield pada Rabu mendatang.

Tiga hari kemudian, Liverpool kembali bermain di kandang untuk menghadapi Fulham di Premier League.

Padatnya jadwal membuat kedalaman skuad menjadi sangat penting. Dalam situasi tersebut, keberadaan Gakpo menjadi aset berharga bagi Liverpool.

Kemampuan bermain di beberapa posisi lini depan, ditambah kontribusinya dalam menciptakan peluang, membuat Gakpo menjadi salah satu pemain yang bisa diandalkan Andoni Iraola.

Manchester City mungkin sempat menginginkannya, tetapi Liverpool memilih mempertahankan Gakpo.

Setelah melihat kontribusi Gakpo dalam kemenangan atas Ipswich, Van Dijk kini punya alasan kuat untuk kembali menegaskan: mempertahankan sang pemain adalah keputusan yang tepat.

Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles

Idnews.top – Real Madrid menelan kekalahan pertama di La Liga 2026-27 setelah takluk 0-1 dari Real Betis di La Cartuja, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB. Alvaro Valles menjadi aktor penting kemenangan tuan rumah setelah tampil gemilang sepanjang pertandingan.

Kiper Betis tersebut berkali-kali menggagalkan peluang Madrid ketika Los Blancos tampil agresif sejak awal laga. Puncak penampilannya terjadi pada masa tambahan waktu saat ia menepis penalti Kylian Mbappe.

Troy Parrott memang mencetak gol kemenangan pada menit ke-81, tetapi Valles memastikan keunggulan tersebut bertahan hingga peluit akhir. Serangkaian penyelamatan krusial membuat Betis mampu mengamankan tiga poin dari tekanan Madrid.

Valles Tahan Gempuran Madrid

Madrid langsung menguasai pertandingan dan memperoleh peluang berbahaya pada menit ke-11. Arda Guler mengirim sepak pojok ke area penalti yang disambut Dean Huijsen, tetapi Valles bereaksi cepat untuk mengamankan bola.

Empat menit kemudian, Madrid kembali hampir unggul melalui Vinicius Junior. Penyerang Brasil itu melepaskan tembakan dari sudut sempit setelah mendapat dukungan Mbappe, tetapi bola hanya membentur tiang.

Valles kembali bekerja keras menjelang turun minum ketika Jude Bellingham menyambut sepak pojok dengan sundulan keras. Kiper Betis itu mampu menepis bola, sementara Huijsen kemudian kembali mengancam lewat upaya yang membentur mistar.

Penalti Mbappe Jadi Ujian Terbesar

Madrid mulai kehilangan tekanan setelah jeda dan Betis perlahan tampil lebih nyaman. Jose Mourinho mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Bernardo Silva, Trent Alexander-Arnold, dan Yan Diomande pada menit ke-64.

Betis kemudian mendapatkan momentum setelah Troy Parrott masuk dari bangku cadangan. Penyerang tersebut mencetak gol pada menit ke-81 setelah menyambar bola muntah dari sundulan Nelson Deossa yang ditepis Thibaut Courtois.

Madrid berusaha mencari gol penyama kedudukan, tetapi peluang Carlos Espi pada menit ke-88 dianulir karena offside. Kesempatan emas kembali hadir pada masa tambahan waktu setelah Natan menjatuhkan Vinicius di dalam kotak penalti.

Mbappe maju sebagai eksekutor dengan peluang menyelamatkan Madrid dari kekalahan. Namun, Valles membaca arah tendangan tersebut dan melakukan penyelamatan luar biasa untuk mempertahankan keunggulan Betis.

Penyelamatan Terakhir Kunci Kemenangan

Tugas Valles belum selesai setelah menggagalkan penalti Mbappe. Pada menit ke-97, ia kembali melakukan penyelamatan penting dengan menepis sundulan Espi yang mengarah ke gawang.

Betis akhirnya mampu mempertahankan kemenangan 1-0 hingga pertandingan berakhir. Performa Valles menjadi fondasi utama keberhasilan tim Manuel Pellegrini bertahan dari tekanan Madrid.

Parrott layak mendapat kredit sebagai pencetak gol tunggal, tetapi Valles pantas membawa penghargaan Man of the Match. Tanpa rangkaian penyelamatannya, terutama saat menghadapi penalti Mbappe, Betis mungkin sudah tumbang.

LARISBOLA – Pertandingan Man City vs Coventry City pada pekan ke-3 Premier League 2026-27 akan tersaji di Etihad Stadium. Pertandingan Liga Inggris ini dijadwalkan kick-off Sabtu, 5 September 2026, jam 21.00 WIB, live streaming di Vidio.

Manchester City berbekal dua kemenangan atas Bournemouth dan Crystal Palace. Setelah susah payah menang 2-1 atas Bournemouth, mereka tampil jauh lebih meyakinkan saat menghajar Crystal Palace 4-1 lewat masing-masing dua gol Rayan Cherki dan Erling Haaland.

Maresca juga terlihat cepat menerapkan filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola. Man City memimpin Premier League dalam jumlah operan sukses dengan 1.315 umpan, akurasi operan 90,9 persen, serta akurasi operan saat mendapat tekanan intens sebesar 85,8 persen.

Kembali bermain di Etihad Stadium turut menjadi keuntungan besar bagi Man City. Mereka hanya dua kali kalah dalam 20 pertandingan kandang terakhir di Premier League, dengan catatan 15 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Catatan melawan tim promosi juga sangat kuat. Man City tidak terkalahkan dalam 30 pertemuan terakhir kontra klub promosi, dengan 27 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Coventry datang dengan modal yang sangat berbeda. The Sky Blues belum meraih poin maupun mencetak gol dalam dua pertandingan pertama setelah menjadi juara Championship musim lalu.

Coventry kalah 0-3 dari Arsenal pada pekan pertama sebelum kembali tumbang 0-1 di kandang saat menghadapi Hull City. Frank Lampard kini hanya mencatat empat kemenangan dari 32 pertandingan Premier League terakhirnya sebagai pelatih.

Prediksi Starting XI Man City vs Coventry City

Man City masih kehilangan Jeremy Doku akibat cedera betis. Matheus Nunes juga diragukan tampil karena masalah otot sehingga Abdukodir Khusanov berpeluang kembali mengisi posisi bek kanan.

Enzo Fernandez berpotensi menjalani debut penuh setelah bergabung dengan Man City dengan nilai transfer 125 juta poundsterling. Ia akan bersaing dengan Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi untuk posisi di lini tengah.

Iliman Ndiaye juga tersedia setelah menjadi rekrutan pada Deadline Day. Namun, Maresca kemungkinan tetap mengandalkan Antoine Semenyo dan Phil Foden di sisi sayap, dengan Rayan Cherki bermain di belakang Haaland.

Haaland memiliki catatan impresif melawan tim promosi. Striker asal Norwegia itu telah mencetak 19 gol dalam 20 penampilan Premier League menghadapi klub yang baru naik kasta.

Di kubu Coventry, Haji Wright masih menepi karena cedera paha. Frank Onyeka dan Sidiki Cherif juga diragukan setelah absen saat kalah dari Hull.

Man City (4-2-3-1): Donnarumma; Khusanov, Dias, Guehi, Gvardiol; Anderson, Bouaddi; Foden, Cherki, Semenyo; Haaland

Pelatih: Enzo Maresca

Coventry City (5-3-2): Rushworth; Van Ewijk, Thomas, Pinnock, Amenda, Dasilva; Yirenkyi, Grimes, Rudoni; Mason-Clark, Awoniyi

Pelatih: Frank Lampard

KLIKBETS – Wasit muda Indonesia, Naufal Adya Fairuski, berstatus AFC Elite dan mulai memiliki jalur untuk memimpin pertandingan di level internasional.

Namun, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menjelaskan bahwa perjalanan Naufal menuju Piala Dunia masih membutuhkan proses panjang.

Naufal saat ini masih berusia 26 tahun dan telah mengantongi pengalaman memimpin pertandingan di berbagai kejuaraan.

Berdasarkan data Transfermarkt, Naufal tercatat sudah memimpin 68 partai dengan catatan 227 kartu kuning, enam kartu kuning-merah, sembilan kartu merah, serta 27 penalti.

Kompetisi dengan jumlah kepemimpinan terbanyak bagi Naufal adalah BRI Super League. Dia tercatat sudah bertugas dalam 43 laga dengan mengeluarkan 163 kartu kuning, empat kartu kuning-merah, lima kartu merah, dan 17 penalti.

Pengalaman Lain

elain BRI Super League, Naufal juga memiliki pengalaman di Championship dengan total sebelas pertandingan sampai dengan musim lalu.

Pengalaman Naufal juga mencakup turnamen internasional dan levek usia. Dia tercatat pernah memimpin tiga uji coba, tiga Piala AFF U-17, dua Piala AFF U-19, serta dua Piala AFF U-23.

Di level kompetisi lainnya, Naufal pernah dipercaya memimpin Piala Presiden. Dia juga tercatat memimpin satu pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-17.

Meski sudah memiliki pengalaman tersebut, Ogawa menjelaskan bahwa status AFC Elite baru menjadi satu di antara tahapan dalam perjalanan Naufal menuju level yang lebih tinggi. Naufal terlebih dahulu harus mendapatkan kesempatan memimpin pertandingan resmi AFC atau FIFA.

“Sebenarnya, langkah demi langkah. Dia baru menjadi wasit AFC Elite, yang berarti dia bisa memimpin pertandingan resmi AFC atau FIFA terlebih dahulu,” ujar Ogawa setelah Refereeing Workshop for Media di Kantor I.League, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026).

Beberapa Tingkatan

Ogawa menjelaskan bahwa terdapat beberapa tingkatan kompetisi yang harus dilalui Naufal sebelum dapat masuk dalam persaingan menuju Piala Dunia. Level tertinggi yang disebutnya adalah AFC Champions League (ACL) Elite.

“Ada beberapa tingkatan turnamen. Tingkatan tertingginya adalah ACL Elite. Setelah dia mulai memimpin pertandingan di ACL Elite dan menunjukkan performa yang baik, barulah dia menjadi kandidat untuk Piala Dunia,” kata Ogawa.

Dengan begitu, peluang Naufal untuk bertugas di Piala Dunia bukanlah sesuatu yang bisa dicapai dalam waktu dekat. Ogawa memperkirakan Naufal masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun untuk menjalani seluruh tahapan yang diperlukan.

“Artinya, dia masih membutuhkan waktu tiga, empat, bahkan lima tahun lagi. Sebab, pertama-tama dia harus memimpin pertandingan di level terendah AFC,” tutur Ogawa.

Setelah mendapatkan kesempatan di level tersebut, Naufal dituntut menunjukkan performa yang konsisten agar dapat naik tingkatan.

Setiap Jenjang

Setiap jenjang menjadi bagian dari proses yang harus dilewati sebelum dirinya bisa mendapatkan kesempatan memimpin pertandingan di level tertinggi.

“Kemudian, dia harus menunjukkan performa yang bagus sebelum naik ke level berikutnya, lalu level berikutnya lagi, dan seterusnya. Karena itu, kita harus memberikan dukungan bukan hanya kepada Naufal, tetapi juga membantu perkembangan mereka ke depannya,” jelas Ogawa.

Ogawa memberikan penilaian positif terhadap potensi Naufal setelah melihat perkembangannya sebagai wasit muda. Dia menilai Naufal memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh dalam kariernya sebagai pengadil pertandingan.

“Ya, sebenarnya dia memiliki masa depan yang sangat bagus. Dia memiliki potensi yang sangat besar,” imbuh Ogawa.

Trent Alexander-Arnold Jawab Kritik

BolaIndonesia – Trent Alexander-Arnold mulai menunjukkan perkembangan positif bersama Real Madrid pada awal musim 2026/2027. Bek kanan asal Inggris tersebut perlahan menjawab berbagai keraguan yang selama ini melekat pada dirinya, terutama mengenai kemampuan bertahan.

Penampilan Trent ketika Real Madrid menang telak 4-0 atas Malaga menjadi salah satu bukti terbaru. Ia tidak hanya aktif membantu serangan, tetapi juga terlihat lebih agresif ketika tim kehilangan bola.

Trent Alexander-Arnold Mulai Menjawab Keraguan

Sejak bergabung dengan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold memang tidak selalu mendapatkan tempat utama. Persaingan di posisi bek kanan menjadi semakin menarik setelah klub memiliki sejumlah opsi untuk posisi tersebut.

Situasi tersebut membuat Trent harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan pelatih Jose Mourinho.

Kesempatan menjadi starter saat menghadapi Malaga akhirnya dimanfaatkan dengan sangat baik. Trent tampil selama 90 menit dan memberikan kontribusi langsung dalam kemenangan besar Real Madrid.

Menurut data pertandingan, Trent mencatat 12 umpan silang dan membantu menciptakan gol Kylian Mbappe. Ia juga membuat empat intersep serta tampil aktif dalam fase bertahan.

Mitos Trent Lemah dalam Bertahan Mulai Terpatahkan

Salah satu kritik terbesar terhadap Trent Alexander-Arnold selama beberapa tahun terakhir adalah kemampuannya dalam bertahan.

Kemampuan mengirim umpan dan menciptakan peluang memang tidak pernah diragukan. Namun, sejumlah pengamat sering mempertanyakan konsentrasi dan kontribusinya ketika menghadapi serangan lawan.

Performa melawan Malaga memberikan gambaran berbeda.

Trent tidak hanya berdiri tinggi untuk membantu serangan. Ia juga berusaha terlibat dalam perebutan bola dan menjaga struktur pertahanan Real Madrid.

Hal tersebut menjadi perkembangan penting karena Real Madrid membutuhkan bek kanan yang mampu menjalankan dua tugas sekaligus: membantu serangan dan tetap disiplin ketika bertahan.

Peran Mourinho Bisa Menjadi Faktor Penting

Kehadiran Jose Mourinho juga berpotensi memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Trent.

Mourinho dikenal sebagai pelatih yang sangat memperhatikan organisasi pertahanan dan disiplin posisi. Karena itu, perubahan permainan Trent menjadi menarik untuk diamati sepanjang musim.

Alih-alih menghilangkan karakter menyerangnya, Mourinho tampaknya berusaha membuat Trent lebih seimbang.

Trent tetap diberikan kebebasan untuk mengirim umpan silang dan membantu membangun serangan. Namun, ia juga dituntut memahami kapan harus maju dan kapan harus menjaga posisi.

Pendekatan tersebut dapat membuat permainan Trent menjadi lebih komplet.

Statistik Awal Musim Mulai Berbicara

Data LaLiga menunjukkan Trent sudah tampil dalam dua pertandingan pada musim 2026/2027 dengan total sekitar 100 menit. Ia juga telah mencatat satu assist.

Dalam pertandingan melawan Malaga, kontribusinya bahkan lebih menonjol. Trent bermain penuh selama 90 menit dan memberikan assist untuk gol Mbappe.

Catatan tersebut tentu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua kelemahannya sudah hilang. Namun, performa tersebut menjadi sinyal positif bagi pemain berusia 27 tahun tersebut.

Yang terpenting, Trent mulai menunjukkan bahwa dirinya bisa beradaptasi dengan tuntutan sepak bola Real Madrid.

Trent Punya Kesempatan Membungkam Kritik

Perjalanan Trent di Real Madrid masih panjang. Satu pertandingan bagus tentu belum menghapus seluruh kritik yang pernah muncul.

Namun, performa melawan Malaga memberikan modal penting untuk membangun kepercayaan diri.

Jika mampu mempertahankan konsistensi, Trent berpeluang mengubah pandangan banyak orang mengenai permainannya.

Ia tidak harus meninggalkan kemampuan menyerangnya untuk menjadi bek yang lebih baik. Sebaliknya, tantangannya adalah menggabungkan kreativitas, kualitas umpan, dan kemampuan bertahan dalam satu paket permainan.

Persaingan Bek Kanan Real Madrid Makin Menarik

Persaingan untuk posisi bek kanan juga akan menjadi salah satu cerita menarik di Real Madrid musim ini.

Trent harus terus membuktikan dirinya di tengah persaingan dengan pemain lain. Setiap kesempatan bermain akan menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa ia layak mendapatkan kepercayaan lebih besar.

Kemenangan 4-0 atas Malaga menjadi langkah awal yang menjanjikan.

Kesimpulan

Trent Alexander-Arnold perlahan mulai mematahkan mitos tentang dirinya. Penampilannya bersama Real Madrid menunjukkan bahwa ia bukan sekadar bek yang memiliki kemampuan luar biasa ketika menyerang.

Performa melawan Malaga memperlihatkan sisi lain dari permainannya. Trent mampu bekerja lebih keras dalam bertahan sekaligus tetap memberikan ancaman dari sisi kanan.

Musim 2026/2027 masih sangat panjang. Jika perkembangan ini terus berlanjut, Trent Alexander-Arnold memiliki peluang besar untuk membuktikan bahwa kritik terhadap kemampuan bertahannya tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas dirinya.

Real Madrid akan menjalani laga tandang pertama yang benar-benar menantang pada musim 2026/27 ketika menghadapi Real Betis. Duel pekan ke-4 Liga Spanyol tersebut berlangsung di La Cartuja, Sabtu, 5 September 2026 pukul 02.00 WIB.

Los Blancos datang dengan catatan sempurna dari tiga pertandingan pertama. Setelah menundukkan Espanyol, pasukan Jose Mourinho kemudian meraih kemenangan meyakinkan atas Real Sociedad dan Malaga.

Betis berpotensi menjadi penghalang bagi laju sempurna Madrid karena klub Andalusia itu belum pernah kalah dari Los Blancos dalam empat pertemuan terakhir. Mourinho juga perlu memikirkan rotasi karena Madrid akan bertemu Inter Milan di Liga Champions hanya empat hari kemudian.

Huijsen dan Konate Jadi Benteng

Thibaut Courtois diperkirakan kembali berdiri di bawah mistar setelah mencatat clean sheet pada pertandingan melawan Malaga. Kiper Belgia tersebut ingin mempertahankan momentum positif dengan kembali menjaga gawangnya tanpa kebobolan.

Trent Alexander-Arnold berpeluang melanjutkan perannya sebagai bek kanan. Ia tampil sejak awal ketika menghadapi Malaga dan memberikan assist kepada Kylian Mbappe melalui kontribusinya dari sisi kanan.

Ibrahima Konate kemungkinan mendapatkan kesempatan mengisi salah satu posisi bek tengah. Antonio Rudiger tersedia sebagai alternatif, tetapi Mourinho bisa memilih mengatur menit bermainnya untuk persiapan menghadapi Inter.

Dean Huijsen akan menjadi pasangan Konate di pusat pertahanan. Pemain berusia 21 tahun tersebut memperlihatkan kemampuan distribusi bola yang membuatnya semakin nyaman sebagai bek tengah yang berperan dalam fase awal serangan.

Marc Cucurella diperkirakan tetap menjadi pilihan di bek kiri. Pemain asal Spanyol itu baru menjalani debut kandang pada laga sebelumnya dan berpeluang mempertahankan tempatnya meski jadwal Liga Champions sudah menanti.

Valverde, Bernardo, dan Bellingham

Federico Valverde kembali menjadi kandidat kuat untuk mengisi salah satu slot gelandang tengah. Kapten Madrid tersebut selalu menjadi starter dalam tiga pertandingan pertama sejak Mourinho kembali menangani tim.

Bernardo Silva berpeluang kembali ke starting XI setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti ketika Madrid menghancurkan Malaga. Rotasi diperlukan Mourinho agar lini tengah tetap segar untuk menghadapi rangkaian pertandingan penting.

Jude Bellingham akan beroperasi di belakang striker dalam formasi 4-2-3-1. Penampilannya melawan Malaga sangat impresif hingga Mourinho mulai mengaitkannya dengan persaingan Ballon d’Or 2027.

Diomande Temani Vinicius dan Mbappe

Yan Diomande menjadi kandidat menarik untuk mengisi posisi winger kanan. Pemain tersebut belum pernah menjadi starter sejak pindah dengan nilai €125 juta (sekitar Rp2,56 triliun), sehingga pertandingan melawan Betis dapat menjadi kesempatan pertamanya sejak menit awal.

Vinicius Junior kemungkinan tetap berada di sisi kiri meski catatannya menghadapi Betis tidak terlalu produktif. Dalam 14 pertandingan kontra klub Andalusia tersebut, Vinicius baru menghasilkan dua gol dan satu assist.

Kylian Mbappe akan kembali menjadi ujung tombak Madrid. Empat gol dari tiga pertandingan membuat penyerang Prancis itu mengawali musim dengan sangat baik dalam upayanya mengejar gelar Pichichi ketiga secara beruntun.

Prediksi susunan pemain Real Madrid (4-2-3-1): Courtois; Alexander-Arnold, Konate, Huijsen, Cucurella; Valverde, Bernardo Silva; Diomande, Bellingham, Vinicius Junior; Mbappe.

BRI Super League 2026/2027 resmi dimulai pada Jumat (4-9-2026). Bali United langsung mendapat tantangan dari PSS Sleman dalam pertandingan pembuka yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Bali United memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Sebanyak 15 ribu tiket yang disediakan panitia pelaksana dilaporkan sudah habis terjual.

Dukungan penuh suporter pun akan menjadi bagian dari pertandingan perdana Serdadu Tridatu musim ini.

Namun, bermain di Stadion Dipta tidak serta-merta menjamin kemenangan bagi Bali United.

Dalam Dewata Challenge Series 2026 beberapa waktu lalu, Bali United justru menelan kekalahan dari Sabah FC dan Persib Bandung di stadion yang sama.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, juga menyadari pertandingan pertama tidak akan berjalan mudah. Musim lalu, Bali United mengawali kompetisi dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu Persik Kediri di Stadion Dipta.

Pertama Selalu Sulit

PSS bahkan pernah memberikan hasil buruk bagi Bali United pada pekan pembuka tiga musim lalu. Meski demikian, Jansen memilih tidak menjadikan hasil-hasil tersebut sebagai fokus utama.

“Pertandingan pertama selalu menjadi laga yang sulit karena ini awal yang baru. Semua orang sudah bersiap sepanjang pramusim untuk fokus pada pertandingan ini, begitu pula dengan kami. Kami sangat senang bisa berlaga besok,” ujar Jansen dalam konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (3-9-2026).

Jansen menyadari PSS akan menjadi lawan yang berat, terlebih pertandingan berlangsung di hadapan banyak suporter.

Itulah mengapa ia berharap skuadnya bisa berjuang bersama pendukung mereka untuk mengamankan tiga poin.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang berat dan akan dihadiri banyak suporter. Jadi, kami ingin berjuang bersama para suporter untuk mengamankan tiga poin di Dipta. Kami sangat tidak sabar untuk bertanding besok,” imbuhnya.

Catatan Pertemuan

Jansen juga mengetahui catatan pertemuan Bali United kontra PSS. Dalam lima perjumpaan terakhir, Bali United meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Menurut Jansen, catatan tersebut menunjukkan kekuatan kedua tim relatif berimbang. Karena itu, ia menilai persiapan dan dukungan suporter akan menjadi bagian penting dalam pertandingan nanti.

“Artinya, Sleman dan Bali United punya kekuatan yang sangat berimbang. Namun, kami sudah bersiap dengan sangat baik untuk besok. Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan tiga poin di Stadion Dipta,” kata Jansen.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, kami semua tahu itu. Namun, dengan dukungan suporter dan koneksi antarpemain yang coba kami bangun besok, semoga kami bisa mengamankan tiga poin di sini,” lanjutnya.

Berharap Awal Baik

Di kubu PSS, pelatih Pieter Huistra juga sudah mengetahui kekuatan Bali United. Ia menyambut positif dimulainya kembali kompetisi setelah PSS menjalani musim lalu di Championship.

Ya, PSS baru saja promosi dan Huistra berharap timnya bisa mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan suasana serta hasil yang positif.

“Kemarin PSS main di Championship dan kami baru promosi. Kami berharap PSS bisa mulai dengan atmosfer positif dan juga dengan hasil yang positif,” ujar Huistra.

Huistra menyebut timnya sudah mempelajari kekuatan Bali United. Namun, fokus utama PSS tetap diarahkan kepada kesiapan tim sendiri, termasuk kondisi pemain dan mental sebelum menjalani pertandingan perdana.

“Untuk Bali United, kami sudah tahu kekuatan mereka. Ini adalah pertandingan perdana kami. Sekarang kami harus fokus ke tim kami terlebih dahulu. Kami ingin melihat kondisi para pemain, mental, dan semuanya,” jelasnya.

“Kami sudah siap dan pasti kami sudah melihat kekuatan tim lawan seperti apa,” imbuh Huistra.

Prakiraan Susunan Pemain

Bali United (4-1-2-3): Mike Hauptmeijer; Ricky Fajrin, Thomas Lam, Joao Ferrari, Thijmen Goppel; Brandon Wilson, Kadek Agung, Teppei Yachida; Rahmat Arjuna, Remco Balk, Jort van der Sande

Pelatih: Johnny Jansen

PSS Sleman (4-3-3): Ega Rizky; Saiful Djoge, Christophe Nduwarugira, Cleberson, Kevin Gomes; Frederic Injay, Moussa Bagayoko, Hiromu Tanaka; Melvin Lorenzo, Matheus Fornazari, Riko Simanjuntak

Pelatih: Pieter Huistra

KLIKBETS – Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Legenda sepak bola Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin (31/8/2026).

Messi, yang kini berusia 39 tahun, menutup karier internasional setelah meraih pencapaian terbesar dengan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.

“Saya tahu ini adalah keputusan yang tepat, tetapi keputusan ini menyakitkan dan masih terasa begitu dalam di jiwa saya,” tulis Messi melalui Instagram.

“Saya bersumpah selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan untuk jersey ini.”

Keputusan Messi menjadi akhir dari sebuah era. Selama hampir tiga dekade berkarier di level internasional, La Pulga meninggalkan sederet rekor yang sulit ditandingi.

Messi tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Timnas Argentina, yakni 207 caps. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Albiceleste dengan koleksi 125 gol.

Ia melewati rekor Gabriel Batistuta yang sebelumnya mencetak 54 gol untuk Argentina pada Copa America Centenario 2016.

Messi kemudian mencatat penampilan ke-200 bersama Argentina saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, ia juga mencetak hattrick pertamanya di ajang Piala Dunia.

Rekor Lionel Messi Bersama Argentina

Di Piala Dunia, Messi juga mengukir sederet rekor luar biasa.

  • Penampilan terbanyak di Piala Dunia: 34 pertandingan.
  • Menit bermain terbanyak di Piala Dunia.
  • Satu-satunya pemain yang mencetak gol di fase grup, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final Piala Dunia.
  • Pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun, dengan rentang rekor dari Piala Dunia 2022 hingga 2026. Ia melewati rekor enam laga yang sebelumnya dipegang Just Fontaine dan Jairzinho.
  • Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia: 21 gol.
  • Pemberi assist terbanyak di Piala Dunia: 12 assist.
  • Kontribusi gol terbanyak di Piala Dunia: 33 gol dan assist dalam enam edisi.
  • Pemain outfield tertua yang tampil di final Piala Dunia, yakni pada usia 39 tahun 25 hari.
  • Pemain tertua yang mencetak hattrick di Piala Dunia, pada usia 38 tahun 357 hari.
  • Meraih lima penghargaan Player of the Match dalam satu edisi Piala Dunia, sebuah rekor yang dicatat pada 2026.

Dominasi di Copa America

Bukan hanya di Piala Dunia, Messi juga menjadi sosok sentral dalam sejarah Copa America.

La Pulga tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Copa America. Ia juga menjadi pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Di era Messi, Argentina meraih sejumlah trofi penting, termasuk Piala Dunia 2022, dua gelar Copa America, dan Finalissima.

Kini, setelah menghabiskan puluhan tahun membela negaranya, Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan warisan yang luar biasa.

Rekor demi rekor telah ditorehkannya. Bukan berlebihan jika perjalanan Messi bersama Argentina disebut sebagai salah satu kisah paling spektakuler dalam sejarah sepak bola internasional.

LARISBOLA – Manchester United telah memulai rangkaian pramusim menjelang musim 2026/2027. Era baru di bawah pelatih Michel Carrick menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Tiga pemain baru telah bergabung untuk memperkuat skuad Setan Merah. Namun, perhatian utama tetap tertuju kepada para pemain lama yang harus membuktikan diri di hadapan sang pelatih.

Musim depan akan menjadi tantangan besar karena Manchester United kembali tampil di Liga Champions. Persaingan memperebutkan tempat utama pun dipastikan semakin ketat di semua lini.

Selain pemain senior yang sedang berjuang mempertahankan posisinya, sejumlah talenta akademi juga berusaha mencuri perhatian. Jadwal pramusim yang padat menjadi panggung ideal untuk menunjukkan kualitas mereka.

Berikut tujuh pemain Manchester United yang paling membutuhkan penampilan impresif sepanjang pramusim. Performa mereka bisa menentukan peran masing-masing pada musim kompetisi mendatang.

1. Joshua Zirkzee

Karier Joshua Zirkzee di Manchester United sejauh ini belum berjalan sesuai harapan. Setelah mencetak gol penentu kemenangan pada debutnya di Premier League, kontribusinya terus menurun.

Penyerang asal Belanda itu hanya mencetak delapan gol tambahan sejak bergabung. Pada musim 2025/2026, ia bahkan hanya mampu mencetak dua gol di semua kompetisi.

Persaingan kini semakin berat setelah hadirnya Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo. Pramusim menjadi kesempatan terbaik bagi Zirkzee untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus meyakinkan Michel Carrick agar tetap mempertahankannya.

2. Mason Mount

Cedera masih menjadi hambatan terbesar bagi Mason Mount sejak bergabung dengan Manchester United. Dalam tiga musim, gelandang Inggris itu belum pernah mencapai 30 penampilan dalam satu musim.

Padahal saat masih membela Chelsea, Mount dikenal sebagai gelandang kreatif yang produktif mencetak gol dan assist. Musim 2021/2022 menjadi bukti kualitas terbaik yang pernah ia tampilkan.

Dengan hadirnya Andrey Santos dan Youri Tielemans, persaingan di lini tengah semakin sengit. Mount harus memanfaatkan pramusim untuk membangun kembali ritme permainan dan kebugarannya.

3. Leny Yoro

Manchester United sempat memenangkan persaingan dengan Liverpool dan Real Madrid untuk mendapatkan Leny Yoro. Bek muda Prancis itu datang dengan status sebagai salah satu talenta bertahan terbaik di Eropa.

Namun, perkembangan Yoro dalam dua musim terakhir belum sesuai ekspektasi. Ia kesulitan menembus persaingan dengan Harry Maguire, Matthijs de Ligt, dan Lisandro Martinez.

Beberapa kesalahan individu juga membuat penampilannya mendapat sorotan. Pramusim menjadi momentum penting bagi Yoro untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi bagian utama lini belakang Manchester United.

4. Patrick Dorgu

Patrick Dorgu sempat kehilangan tempat pada era Ruben Amorim. Padahal, ia direkrut untuk mengisi peran wingback kiri dalam skema favorit pelatih asal Portugal tersebut.

Situasi berubah setelah Michel Carrick datang dan memberinya kesempatan bermain lebih menyerang. Dorgu tampil menjanjikan sebelum cedera panjang menghentikan performa apiknya.

Kini ia memiliki peluang besar untuk merebut tempat utama kembali. Penampilan konsisten selama pramusim akan memperkuat posisinya meski Manchester United masih berpeluang merekrut winger baru.

5. Harry Amass

Harry Amass merupakan salah satu bek kiri muda yang mulai mencuri perhatian. Ia sempat tampil bersama tim utama sebelum dipinjamkan ke Sheffield Wednesday dan Norwich City.

Sayangnya, cedera hamstring membuat proses perkembangannya terhambat. Kini ia kembali dan sudah mendapatkan menit bermain pada laga pramusim melawan Wrexham.

Peluang Amass cukup terbuka karena stok bek kiri Manchester United sangat terbatas. Jika mampu tampil meyakinkan, pemain berusia 19 tahun itu bisa menjadi pelapis utama Luke Shaw musim depan.

6. Toby Collyer

Toby Collyer tampil menjanjikan saat menembus tim utama pada musim 2024/2025. Gelandang bertahan itu dikenal memiliki etos kerja tinggi dan berani memenangkan duel.

Musim lalu, ia menjalani masa peminjaman di West Bromwich Albion dan Hull City. Namun, cedera membuat kesempatan menunjukkan kemampuannya menjadi sangat terbatas.

Kontrak Collyer akan berakhir pada 2027 sehingga masa depannya masih menjadi tanda tanya. Pramusim menjadi kesempatan emas untuk membuktikan bahwa ia masih layak masuk rencana Michel Carrick.

7. Shea Lacey

Shea Lacey sudah lama disebut sebagai salah satu lulusan akademi paling berbakat milik Manchester United. Winger berusia 19 tahun itu bahkan telah menjalani debut bersama tim utama musim lalu.

Lacey tampil impresif di level akademi, terutama bersama tim U-21. Penampilannya membuat sejumlah klub mulai tertarik meminjam jasanya demi memberi pengalaman bermain reguler.

Meski harus bersaing dengan Bryan Mbeumo dan Amad Diallo, peluangnya belum tertutup. Jika mampu tampil menonjol pada laga-laga pramusim, Lacey bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bersama tim utama musim depan.

Idnews.top – Klub Serie A, AS Roma mengomentari rumor yang beredar bahwa mereka memblokir kepindahan Manu Kone ke Chelsea. Ia menegaskan bahwa rumor yang beredar itu sama sekali tidak benar.

Di deadline day kemarin, Chelsea mengambil langkah besar. Mereka memutuskan untuk menjual gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez ke Manchester City dengan bayaran 125 juta pounds.

Kepergian Enzo Fernandez menyisakan lubang besar di lini tengah The Blues. Itulah mengapa mereka mencari penggantinya, dan salah satu nama yang dikaitkan dengan Chelsea adalah Manu Kone.

Namun kabarnya, AS Roma memblokir kepindahan Kone di deadline day kemarin. Gian Piero Gasperini, pelatih Roma, dikabarkan sampai melakukan veto untuk mencegah sang gelandang pindah ke London Barat.

Tidak Ada Tawaran Masuk

Baru-baru ini, direktur AS Roma, Tony D’Amico resmi membantah kabar bahwa klubnya menghalangi kepindahan Kone ke Chelsea.

Ia menyebut bahwa Chelsea tidak benar-benar serius untuk mendatangkan Kone, bahkan ia mengonfirmasi tim besutan Xabi Alonso tidak mengajukan tawaran apapun untuk transfer sang gelandang.

“Manu Kone tidak pernah nyaris bergabung dengan Chelsea, dan saya bisa bilang kami sama sekali tidak menerima penawaran resmi untuknya dari Chelsea,” buka D’Amico.

Tidak Ada Veto Pelatih

D’Amico juga meluruskan rumor bahwa Gasperini melakukan veto sehingga transfer Kone ke Inggris gagal terlaksana. Ia memastikan kabar itu sama sekali tidak benar.

Ia menyebut bahwa Chelsea tidak melakukan pendekatan yang serius pada Kone, sehingga sejak awal kepindahan sang gelandang ke Stamford Bridge itu murni spekulatif semata.

“Gasperini bahkan tidak melakukan veto karena tidak ada apa-apa. Mereka (Chelsea) hanya menghubungi kami, dan itu sesuatu yang biasa di bursa transfer. Namun satu yang jelas, mekrea tidak mengajukan tawaran apapun,” pungkas sang Direktur.

Gagal Transfer

Selain Kone, ada satu gelandang lain yang sempat dikaitkan dengan Chelsea di deadline day kemarin, yaitu Lamine Camara.

The Blues dikabarkan sudah bersepakat dengan AS Monaco untuk transfer itu, namun tiba-tiba klub asal Prancis itu membatalkan kesepakatan dan Chelsea tidak mendatangkan gelandang baru di deadline day.