Penyerang anyar PSIM Yogyakarta, Adrian Dalmau, mulai menikmati proses adaptasi bersama Laskar Mataram. Satu di antara faktor yang membuatnya cepat menyesuaikan diri adalah keberadaan pelatih Jean-Paul van Gastel.
Kendati berasal dari Spanyol, Dalmau punya pengalaman berkarier di Liga Belanda selama beberapa musim. Oleh karena itu, gaya latihan dan permainan yang diterapkan Van Gastel terasa cukup familier baginya.
Mantan pemain FC Utrecht tersebut menilai pendekatan pelatih asal Belanda tersebut memiliki banyak kesamaan dengan sepak bola yang selama ini dikenalnya di Eropa.
“Itu adalah sesuatu yang sangat saya sukai. Saya menganggap semua latihan dan gaya bermain akan mirip dengan apa yang biasa saya lakukan di Belanda dan Eropa umumnya. Tidak ada perbedaan besar,” ujar Dalmau.
“Jadi, itu sempurna untuk gaya bermain saya sebagai pemain tipikal menyerang dan kombinasi. Dari apa yang saya lihat pada minggu-minggu pertama latihan, saya sangat menyukainya,” lanjutnya.
Fokus Berikan Kontribusi
Dalmau menandatangani kontrak selama semusim bersama PSIM. Durasi tersebut menurutnya jadi kesempatan bagi kedua pihak untuk melihat bagaimana proses adaptasi dan kerja sama berjalan.
“Saya baru menandatangani kontrak selama satu tahun. Saya pikir dari kedua belah pihak perlu saling melihat dulu,” kata pemain berusia 32 tahun itu.
Di sisi lain, Dalmau tak menutup peluang melanjutkan kerja sama setelah kontraknya habis. Namun, saat ini ia memilih fokus memberikan kontribusi terbaik untuk PSIM.
“Jika adaptasi berjalan baik dan semuanya lancar, setelah itu kami bisa berbicara lagi. Tapi, sekarang ini lebih tentang beradaptasi dengan banyak hal baru dan menunjukkan bahwa saya bisa memberikan nilai bagi klub,” ucapnya.
“Kita lihat saja nanti di bulan-bulan mendatang, tapi di minggu-minggu pertama ini semuanya terlihat sempurna,” lanjut jebolan akademi Real Madrid tersebut.
Cuaca Jadi Tantangan
Sebelumnya, Dalmau mengakui mulai merasakan tantangan baru usai beberapa pekan berada di Indonesia. Cuaca menjadi satu di antara hal utama yang harus disesuaikan.
“Saya pikir hal yang paling khusus adalah cuacanya. Saya bermain selama tujuh tahun terakhir di Belanda dan Polandia, jadi cuacanya sangat berbeda dengan di sini,” tutur Dalmau.
“Ini tentang beradaptasi dengan suhu, kelembapan, dan pernapasan. Ini salah satu kendala yang harus kami hadapi, tapi sisanya mudah bagi saya. Makanan, budaya, dan lingkungan saya sangat menyukainya.”
“Saya berasal dari Mallorca, cuacanya mirip dengan di sini. Tapi, sudah lama tidak bermain dalam kondisi seperti ini. Ini tentang beradaptasi, tapi semuanya akan baik-baik saja,” ucap Dalmau.
BolaIndonesia – Barcelona kembali meraih kemenangan di La Liga 2026/2027 setelah mengalahkan Athletic Bilbao 2-0 di Spotify Camp Nou, Jumat (28/8/2026) dini hari WIB. Raphinha dan Fermín López menjadi pencetak gol kemenangan Blaugrana.
Kemenangan ini membuat Barcelona mengawali kompetisi dengan hasil sempurna. Setelah sebelumnya menghancurkan Elche 5-0, tim asuhan Hansi Flick kembali menunjukkan kualitas permainan yang membuat mereka layak diperhitungkan dalam perburuan gelar.
Namun, kemenangan atas Bilbao tidak hanya berbicara tentang skor. Ada sejumlah catatan menarik, terutama mengenai performa Anthony Gordon, kedalaman skuad, dan masalah pertahanan yang masih harus diperbaiki.
Raphinha Buka Keunggulan Barcelona
Barcelona langsung mencoba mengontrol pertandingan sejak menit awal. Permainan cepat dari lini tengah membuat Athletic Bilbao kesulitan mempertahankan tekanan.
Gol pertama akhirnya tercipta pada menit ke-37. Raphinha menerima umpan terobosan Pedri sebelum melewati Unai Simón dan menyelesaikan peluang dengan tenang.
Gol tersebut kembali memperlihatkan fleksibilitas Raphinha. Dalam kondisi Barcelona belum memiliki penyerang tengah klasik, pemain asal Brasil itu mampu menjadi ancaman utama di lini depan.
Barcelona sebenarnya memiliki sejumlah peluang tambahan. Namun, penampilan Unai Simón membuat Athletic tetap bertahan dalam pertandingan hingga babak kedua.
Anthony Gordon Tunjukkan Kecepatan dan Agresivitas
Salah satu pemain yang menarik perhatian adalah Anthony Gordon. Winger asal Inggris tersebut mendapatkan kesempatan menjadi starter dan beroperasi di sisi kiri serangan Barcelona.
Gordon tampil agresif dengan mengandalkan kecepatan, pergerakan langsung, serta kemampuannya membawa bola ke area pertahanan lawan. Gaya bermain tersebut memberikan variasi baru dalam serangan Barcelona.
Pada laga sebelumnya melawan Elche, Gordon juga memberikan dampak besar setelah masuk sebagai pemain pengganti dengan dua assist. Kini, kesempatan menjadi starter menunjukkan bahwa Hansi Flick mulai mempercayai kontribusinya.
Gordon memang belum mencatatkan gol dalam pertandingan ini, tetapi pergerakannya membuat pertahanan Bilbao tidak bisa terlalu fokus kepada Lamine Yamal dan Raphinha.
Ada pula momen ketika Gordon terjatuh di kotak penalti Bilbao yang sempat membuat pemain Barcelona meminta hadiah penalti. Namun, keputusan tersebut tidak mengubah jalannya pertandingan.
Kedalaman Skuad Barcelona Makin Mengkhawatirkan Lawan
Kemenangan atas Bilbao juga memperlihatkan betapa dalamnya skuad Barcelona musim ini.
Flick memiliki sejumlah pemain berkualitas yang dapat mengubah jalannya pertandingan dari bangku cadangan. Nama-nama seperti Rodri, Dani Olmo, Jules Koundé, Alejandro Balde, Karim Adeyemi, Andreas Christensen, dan João Cancelo memberikan banyak pilihan taktik.
Rodri bahkan menjalani debut resminya bersama Barcelona dalam pertandingan tersebut. Kehadirannya memberikan tambahan kualitas dan pengalaman di lini tengah.
Kondisi ini menjadi keuntungan besar bagi Barcelona karena musim masih panjang. Rotasi pemain akan sangat penting ketika jadwal La Liga, Liga Champions, dan kompetisi lainnya mulai semakin padat.
Masalah Pertahanan Masih Terlihat
Meski berhasil mencatat clean sheet, Barcelona belum sepenuhnya bebas dari masalah pertahanan.
Sistem garis pertahanan tinggi yang diterapkan Flick tetap memiliki risiko. Beberapa kali Bilbao mampu menemukan ruang ketika lini belakang Barcelona kehilangan koordinasi.
Joan García juga harus melakukan beberapa tindakan penting untuk mengamankan gawang Barcelona. Athletic bahkan sempat memiliki peluang menyamakan kedudukan ketika tembakan Oihan Sancet mengenai tiang gawang.
Artinya, skor 2-0 memang terlihat nyaman, tetapi Barcelona tidak boleh menganggap masalah pertahanan sudah selesai.
Jika menghadapi lawan dengan kualitas penyerang yang lebih tajam, celah kecil tersebut bisa menjadi ancaman serius.
Fermín López Pastikan Barcelona Menang
Barcelona akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-81 melalui Fermín López.
Gol tersebut tercipta setelah kesalahan Aymeric Laporte dimanfaatkan Barcelona. Fermín berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang dan mengubah skor menjadi 2-0.
Gol Fermín sekaligus mengakhiri harapan Bilbao untuk mencuri poin di Camp Nou.
Barcelona Makin Percaya Diri
Secara keseluruhan, kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao menjadi sinyal positif bagi Barcelona.
Raphinha kembali mencetak gol, Fermín menunjukkan ketajamannya, Gordon memberikan energi baru di sisi serangan, sementara kedalaman skuad semakin terlihat setelah sejumlah pemain berkualitas tersedia di bangku cadangan.
Namun, masalah pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Hansi Flick.
Barcelona memiliki kualitas untuk kembali bersaing memperebutkan gelar. Jika organisasi pertahanan dapat diperbaiki dan Gordon terus berkembang, Blaugrana berpotensi menjadi tim yang semakin sulit dihentikan sepanjang musim 2026/2027.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku telah menjalani percakapan sulit dengan Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus di tengah kemungkinan kedua pemain itu meninggalkan Emirates Stadium.
Masa depan Martinelli dan Jesus menjadi sorotan menjelang penutupan bursa transfer. Martinelli disebut masuk radar klub Arab Saudi, Al Hilal.
Sementara Jesus makin tersisih dari persaingan di lini depan Arsenal setelah mengalami serangkaian cedera.
Mikel Arteta tidak menampik dirinya harus mengambil keputusan sulit terkait sejumlah pemain dalam skuad Arsenal.
Menurutnya, situasi itu merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam pengelolaan tim.
“Pada akhirnya, itu tidak terhindarkan. Pada suatu titik, Anda harus melakukan pembicaraan tertentu dan mengatakan hal-hal tertentu yang terkadang sulit,” ujar Mikel Arteta.
Martinelli menjadi pemain yang masa depannya paling banyak diperbincangkan. Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan sesi latihan lebih awal ketika rumor kepindahan ke Al Hilal semakin menguat.
Klub Arab Saudi tersebut dilaporkan siap mengajukan paket transfer yang nilainya mencapai 50 juta pound atau sekitar Rp1,1 triliun.
Meski demikian, Arteta menegaskan Martinelli tetap memiliki tempat khusus di Arsenal.
“Saya pikir semua orang tahu dan mengakui betapa kami mencintai Gabi. Apa pun hasilnya, itu akan terjadi karena semua pihak menyetujuinya,” kata Arteta.
Gabriel Jesus Semakin Tersisih
Situasi Gabriel Jesus sedikit berbeda. Penyerang berusia 28 tahun itu semakin kehilangan tempat dalam persaingan lini depan Arsenal setelah periode panjang yang terganggu cedera.
Jesus bahkan tidak mengikuti sesi latihan Arsenal pada Kamis (27/8/2026). Kondisinya semakin rumit karena kontraknya bersama The Gunners hanya menyisakan 12 bulan.
Arteta menjelaskan absennya Jesus berkaitan dengan jumlah pemain yang dimiliki Arsenal serta bagaimana klub menangani situasi setiap pemain secara individual.
“Ini berkaitan dengan jumlah pemain yang kami miliki di skuad saat ini dan bagaimana kami mengelola situasi semacam itu secara individual dengan semua pemain. Mereka memiliki situasi pribadi masing-masing,” jelas Arteta.
Jesus bergabung dengan Arsenal dari Manchester City pada 2022 dan sempat menjadi salah satu pemain penting dalam proyek Arteta.
Namun, berbagai masalah kebugaran membuat kontribusinya dalam beberapa musim terakhir tidak maksimal.
Arsenal Dikaitkan dengan Julian Alvarez
Di tengah kemungkinan kepergian Martinelli dan Jesus, Arsenal justru dikaitkan dengan upaya memperkuat lini depan. Salah satu nama yang muncul adalah penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez.
Penyerang Argentina itu sedang berada dalam situasi pelik setelah Atletico menolak melepasnya ke Barcelona.
Kondisi itu kemudian memunculkan spekulasi Arsenal dapat memanfaatkan situasi tersebut untuk mencoba mendatangkannya. Namun, Arteta enggan memberikan komentar mengenai Alvarez.
“Jangan ke sana. Saya tidak akan memberikan komentar apa pun mengenai pemain yang bukan bagian dari kami,” tegasnya.
Jika Martinelli dan Jesus benar-benar pergi, kebutuhan Arsenal untuk menambah opsi di lini depan tentu akan semakin besar.
Terlebih, Arteta ingin membawa The Gunners bersaing dalam berbagai kompetisi sepanjang musim.
Konsa dan Guimaraes Bisa Jadi Kabar Baik
Di tengah kabar mengenai masa depan sejumlah pemain depan, Arsenal mendapatkan perkembangan positif dari sektor lain.
Ezri Konsa berpeluang menjalani debut setelah bergabung dengan Arsenal dari Aston Villa dengan nilai transfer 51 juta pound.
Menariknya, debut tersebut berpotensi terjadi di Villa Park saat Arsenal menghadapi mantan klubnya pada Senin.
Konsa diperkirakan berpotensi mendapatkan sambutan kurang bersahabat dari suporter tuan rumah.
Namun, Arteta menegaskan hal itu tidak akan memengaruhi keputusannya untuk memainkan bek asal Inggris tersebut.
“Jika saya melihat sesuatu yang berbeda dari pemain itu, mungkin saya mempertanyakannya. Namun, sejak hari pertama, melihat Ezri dan mengetahui kepribadiannya dengan sangat baik, serta melalui orang-orang yang pernah bekerja dengannya, saya tidak memiliki kekhawatiran,” ujar Arteta.
Selain Konsa, Bruno Guimaraes juga berpeluang tampil dalam pertandingan itu. Gelandang Brasil itu sebelumnya absen ketika Arsenal menang 3-0 atas Coventry karena mengalami masalah pada pangkal paha.
Dengan bursa transfer yang semakin mendekati penutupan, Arteta kini menghadapi sejumlah keputusan penting.
Kepergian Martinelli dan Jesus dapat mengubah komposisi lini depan Arsenal, dan kedatangan pemain baru akan menentukan seberapa kuat skuad The Gunners menghadapi tantangan musim ini.
Timnas Indonesia harus mewaspadai kekuatan Singapura saat berjumpa di FIFA ASEAN Cup 2026. The Lions memiliki beberapa pemain berbahaya yang bisa jadi ancaman bagi skuad Merah Putih.
Menurut jadwal, Timnas Singapura akan menjadi lawan pertama Timnas Indonesia di Grup A. Duel ini rencananya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB.
Sebelum perjumpaan ini, skuad Garuda asuhan John Herdman terakhir kali gagal meraih kemenangan atas Singapura di Piala AFF 2026. Secara kekuatan, The Lions bakal jauh lebih menantang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Ada dua pemain andalan mereka yang berpeluang besar bergabung pada FIFA ASEAN Cup 2026. Keduanya bisa menambah potensi ancaman The Lions pada ajang tersebut. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.
Ilhan Fandi
Salah satu penyerang Timnas Singapura yang telah membuktikan kualitasnya dalam beberapa ajang terakhir ialah Ilhan Fandi. Striker berusia 23 tahun itu tampil sangat impresif bersama The Lions di Piala AFF 2026.
Ilhan Fandi telah terbukti menjadi tulang punggung Singapura yang berhasil lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Striker yang kini memperkuat Lion City Sailors itu sukses menjaringkan empat gol dari enam penampilan.
Bahkan, salah satu golnya dicetak saat menggagalkan kemenangan Timnas Indonesia di laga terakhir Grup A. Catatan ini sudah cukup membuktikan bahwa Ilhan Fandi bukanlah pemain yang bisa diremehkan skuad Garuda.
Safuwan Baharudin
Dari seluruh nama pemain Timnas Singapura yang tampil di Piala AFF 2026, sebetulnya masih ada beberapa sosok penting yang tak bisa bergabung. Salah satunya yakni Safuwan Baharudin yang saat ini memperkuat klub Malaysia, Selangor FC.
Mengingat FIFA ASEAN Cup 2026 digelar dalam kalender resmi FIFA, Safuwan bakal punya kesempatan bergabung. Dia saat ini berstatus sebagai pemain aktif dengan caps tertinggi di skuad The Lions. Bek tengah berusia 34 tahun itu tercatat mengukir 133 penampilan internasional dengan kontribusi 14 gol.
Catatan ini menempatkan Safuwan sebagai kolektor caps terbanyak keenam dalam sejarah Timnas Singapura, di belakang Hariss Harun (148 caps), Daniel Bennett (146 caps), Baihakki Khaizan (140 caps), Shahril Ishak (138 caps), dan Khairul Amri (135 caps).
Ikhsan Fandi
Ilhan Fandi bukan satu-satunya striker berbahaya yang harus diwaspadai Timnas Indonesia. Kakak kandungnya, Ikhsan Fandi, juga punya catatan yang jauh lebih istimewa, karena tercatat sebagai pemain dengan koleksi gol terbanyak untuk The Lions.
Sejauh ini, Ikhsan Fandi sudah menyumbangkan 27 gol dari 49 penampilannya bersama The Lions. Sebagai informasi, ini merupakan jumlah gol terbanyak keenam dalam catatan sejarah Timnas Singapura.
Ikhsan masih berada di belakang ayahnya yang berstatus sebagai legenda Singapura, Fandi Ahmad, dengan mengoleksi 55 gol, serta Noh Alam Shah (34 gol), Khairul Amri (32 gol), Indra Sahdan Daud (30 gol), serta Aleksandar Duric (27 gol).
KLIKBETS– Barcelona menyambut musim baru La Liga dengan modal yang sangat kuat. Blaugrana datang sebagai juara bertahan setelah tampil dominan sepanjang musim lalu.
Dalam 38 pertandingan, Barcelona meraih 31 kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan. Mereka mengoleksi 94 poin, unggul delapan angka dari Real Madrid yang finis di posisi kedua dengan 86 poin.
Produktivitas Barcelona juga menjadi salah satu kekuatan utama. Tim asal Catalunya itu mencetak 95 gol dan hanya kebobolan 36 gol, sehingga memiliki selisih gol +59.
Performa tersebut menunjukkan konsistensi Barcelona dalam persaingan domestik. Meski sempat mengalami beberapa kekalahan pada lima pertandingan terakhir musim lalu, mereka tetap mampu menjaga keunggulan hingga memastikan gelar juara.
Kini, tantangan baru menanti. Barcelona harus mempertahankan standar tinggi tersebut sekaligus menghadapi persaingan ketat dari Real Madrid, Atletico Madrid, dan Villarreal.
Dengan status sebagai juara bertahan dan catatan 94 poin musim lalu, Barcelona kembali menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi La Liga pada musim baru.
Jadwal Agustus-November
24 Agustus 2026 Elche vs Barcelona (0-5)
28 Agustus 2026 Barcelona vs Athletic Bilbao — 02.00 WIB
1 September 2026 Barcelona vs Rayo Vallecano — 02.30 WIB
6 September 2026 Valencia vs Barcelona — 21.15 WIB
14 September 2026 Levante vs Barcelona — TBD
17 September 2026 Barcelona vs Racing Santander — TBD
21 September 2026 Sevilla vs Barcelona — TBD
12 Oktober 2026 Barcelona vs Getafe — TBD
19 Oktober 2026 Real Betis vs Barcelona — TBD
26 Oktober 2026 Barcelona vs Real Madrid — TBD
2 November 2026 Barcelona vs Alavés — TBD
9 November 2026 Atlético Madrid vs Barcelona — TBD
23 November 2026 Barcelona vs Villarreal — TBD
30 November 2026 Deportivo vs Barcelona — TBD
Desember-Februari
7 Desember 2026 Barcelona vs Celta Vigo — TBD
14 Desember 2026 Málaga vs Barcelona — TBD
21 Desember 2026 Barcelona vs Real Sociedad — TBD
4 Januari 2027 Espanyol vs Barcelona — TBD
11 Januari 2027 Osasuna vs Barcelona — TBD
18 Januari 2027 Barcelona vs Elche — TBD
25 Januari 2027 Alavés vs Barcelona — TBD
1 Februari 2027 Barcelona vs Valencia — TBD
8 Februari 2027 Barcelona vs Atlético Madrid — TBD
Idnews.top – Real Madrid meraih kemenangan kedua secara beruntun pada awal La Liga 2026-27 setelah menundukkan Real Sociedad dengan skor 4-1. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos mendapatkan kontribusi besar dari sejumlah pemain andalan.
Kylian Mbappe menjadi aktor utama kemenangan Real Madrid berkat tiga gol yang dicetaknya. Jude Bellingham dan Vinicius Junior juga tampil menentukan dengan kontribusi gol dan assist.
Selain tiga nama tersebut, Bernardo Silva, Federico Valverde, dan Arda Guler memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim. Berikut enam pemain terbaik Los Blancos dalam kemenangan atas Real Sociedad.
Kylian Mbappe Mengamuk dengan Hattrick
Mbappe membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-40 setelah melakukan pergerakan individu sebelum melepaskan tembakan kaki kiri. Real Sociedad sempat menyamakan kedudukan melalui Luka Sucic empat menit kemudian.
Namun, Mbappe kembali menemukan ketajamannya pada babak kedua dengan mencetak dua gol tambahan. Hattrick tersebut melengkapi penampilan impresifnya dan membuat koleksi kontribusi golnya bersama Real Madrid mencapai 101.
Bellingham dan Vinicius Tampil Menentukan
Bellingham menjadi salah satu motor serangan Real Madrid, terutama ketika tim melancarkan serangan balik. Ia memberikan assist kepada Mbappe untuk gol kedua sebelum menciptakan permainan apik yang menghasilkan gol Vinicius Junior.
Vinicius sempat membuang peluang bagus pada babak pertama, tetapi berhasil bangkit setelah mencetak gol ketiga Real Madrid pada menit ke-68. Winger asal Brasil itu kemudian mengirim umpan matang kepada Mbappe untuk gol ketiganya.
Trio Pendukung yang Membuat Real Madrid Lebih Lengkap
Bernardo Silva tampil solid dalam membantu pertahanan dengan mencatatkan empat tekel sepanjang pertandingan. Catatan itu lebih banyak daripada gabungan dua bek tengah Real Madrid yang menghasilkan tiga tekel.
Valverde ikut mengawali gol pertama melalui pergerakan cepat sebelum memberikan assist kepada Mbappe. Sementara itu, Arda Guler menciptakan lima peluang, terbanyak dalam pertandingan, melalui sejumlah umpan kreatif.
Kombinasi enam pemain tersebut membuat Real Madrid mampu mengendalikan pertandingan setelah sempat mendapat perlawanan ketat. Kemenangan 4-1 pun menjadi bukti bahwa skuad Jose Mourinho memiliki banyak pemain yang mampu menjadi pembeda.
Real Madrid memulai musim 2026-27 dengan hasil sempurna setelah memenangi dua pertandingan pertama mereka. Kemenangan 4-1 atas Real Sociedad menjadi bukti bahwa Los Blancos mulai menemukan permainan terbaik.
Kylian Mbappe tampil luar biasa dengan mencetak hattrick, sementara Vinicius Junior dan Jude Bellingham ikut memberikan kontribusi penting. Bernardo Silva juga menunjukkan kualitasnya dengan membantu Real Madrid menjaga kontrol permainan.
Namun, pemain yang layak dipuji sebagai rekrutan terbaik Real Madrid sejauh musim panas ini justru berasal dari lini belakang. Ibrahima Konate langsung memperlihatkan kualitas yang membuat keputusannya direkrut mulai terlihat tepat.
Keraguan Berubah Menjadi Keyakinan
Kedatangan Konate dengan status bebas transfer sempat membuat sebagian pendukung Real Madrid merasa ragu. Bek asal Prancis itu menjalani musim terakhir yang sulit bersama Liverpool sehingga kondisinya menjadi pertanyaan.
Akan tetapi, dua penampilan resmi pertamanya memberikan gambaran berbeda. Konate tampil tenang saat membangun permainan dan memperlihatkan ketangguhan ketika menghadapi serangan lawan.
Ia juga terlihat cepat beradaptasi dengan Dean Huijsen di jantung pertahanan. Kerja sama keduanya mulai membentuk fondasi yang menjanjikan bagi Real Madrid.
Konate Mulai Menemukan Permainan Terbaik
Musim lalu menjadi periode berat bagi Konate secara pribadi maupun profesional. Ia kehilangan ayah dan sahabatnya, Diogo Jota, dalam rentang waktu yang tentu tidak mudah dilalui.
Kini, pemain berusia 27 tahun tersebut terlihat lebih fokus dan berenergi pada awal musim baru. Konate juga mulai menunjukkan kembali karakter permainan yang pernah membuatnya masuk jajaran bek terbaik Premier League.
Sebelum musim 2025-26, Konate membentuk duet tangguh bersama Virgil van Dijk di Liverpool. Kombinasi fisik, kecepatan, dan kemampuannya membaca permainan membuat Real Madrid tertarik merekrutnya.
Bisa Jadi Rekrutan Paling Menguntungkan
Real Madrid mendapatkan Konate tanpa mengeluarkan biaya transfer sehingga risiko finansial dari perekrutannya relatif kecil. Oleh karena itu, performa positifnya pada awal musim dapat menjadi keuntungan besar bagi klub.
Jika mampu menjaga konsistensi, Konate berpotensi menjadi salah satu pilar utama pertahanan Real Madrid. Duetnya bersama Huijsen juga dapat memberikan solusi jangka panjang untuk lini belakang Los Blancos.
Mbappe memang tetap menjadi pembeda di lini depan, tetapi Konate mulai memberikan rasa aman di area pertahanan. Apabila performanya terus meningkat, status rekrutan terbaik Real Madrid musim panas ini bisa menjadi miliknya.
LARISBOLA – Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Sociedad di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi kemenangan kedua Los Blancos dalam dua pertandingan bersama Jose Mourinho.
Real Sociedad sempat membuat Madrid kerepotan setelah menyamakan skor menjadi 1-1 pada penghujung babak pertama. Namun, Real Madrid tampil jauh lebih agresif setelah jeda dan berhasil mencetak tiga gol tambahan.
Kylian Mbappe menjadi bintang utama kemenangan Real Madrid dengan torehan hattrick. Jude Bellingham dan Vinicius Junior juga memberikan kontribusi penting dalam membongkar pertahanan Real Sociedad.
Kemenangan ini membuat Real Madrid semakin percaya diri menatap perjalanan musim 2026/2027. Performa sejumlah pemain utama juga menunjukkan bahwa Los Blancos mulai menemukan permainan terbaiknya.
Berikut ini rapor pemain Real Madrid saat menang 4-1 atas Real Sociedad.
Kiper dan Bek
Thibaut Courtois – 6,8
Thibaut Courtois beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga Real Madrid tetap dalam posisi aman pada babak pertama. Ia menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak terlalu banyak mendapat ancaman setelah jeda.
Denzel Dumfries – 6,9
Denzel Dumfries cukup aktif membantu serangan dari sisi kanan. Ia masih perlu memperbaiki transisi bertahan karena sempat meninggalkan ruang yang dimanfaatkan Real Sociedad untuk mencetak gol.
Ibrahima Konate – 7,3
Ibrahima Konate beberapa kali tampil agresif dalam duel dengan pemain Real Sociedad. Ia sempat melakukan kesalahan yang berujung pada gol lawan, tetapi mampu memperbaiki permainannya setelah itu.
Dean Huijsen – 7,8
Dean Huijsen tampil tenang dalam mengawal lini belakang Real Madrid. Ia sempat kesulitan ketika Real Sociedad mencetak gol, tetapi mampu bangkit dan bermain lebih solid pada babak kedua.
Alvaro Carreras – 6,7
Alvaro Carreras mendapat kartu kuning pada awal pertandingan yang membuat pergerakannya menjadi lebih terbatas. Ia juga meninggalkan ruang di sisi kiri sebelum akhirnya ditarik keluar pada awal babak kedua.
Pertandingan Selanjutnya
Bernardo Silva – 7,9
Bernardo Silva menunjukkan determinasi tinggi ketika membantu pertahanan Real Madrid. Ia mencatatkan empat tekel dan tampil jauh lebih meyakinkan dibandingkan penampilan sebelumnya.
Federico Valverde – 8,2
Federico Valverde menjadi salah satu pemain penting dalam terciptanya gol pembuka Real Madrid. Ia juga terus memberikan ancaman lewat pergerakan agresif dari lini tengah.
Arda Guler – 8,2
Arda Guler kembali menunjukkan kualitas tekniknya melalui sejumlah umpan yang membuka pertahanan lawan. Ia menciptakan lima peluang, terbanyak dibandingkan pemain lain dalam pertandingan tersebut.
BolaIndonesia – Kylian Mbappe kembali mencuri perhatian setelah mencatatkan pencapaian luar biasa bersama Real Madrid. Penyerang asal Prancis itu menembus 100 kontribusi gol untuk Los Blancos setelah tampil gemilang menghadapi Real Sociedad pada lanjutan La Liga 2026/2027.
Mbappe mencetak hattrick dalam kemenangan telak Real Madrid 4-1 atas Real Sociedad di Santiago Bernabeu. Tiga gol tersebut bukan hanya membantu Madrid meraih tiga poin, tetapi juga membawa sang striker melewati tonggak penting dalam kariernya di ibu kota Spanyol.
Mbappe Capai 100 Kontribusi Gol
Menurut data statistik dari MisterChip, Kylian Mbappe mencapai 100 kontribusi gol bersama Real Madrid ketika mencetak gol keduanya ke gawang Real Sociedad. Setelah melengkapi hattrick, catatannya meningkat menjadi 89 gol dan 12 assist dari 105 penampilan.
Artinya, Mbappe kini sudah mengoleksi 101 kontribusi gol langsung untuk Real Madrid. Statistik tersebut terdiri dari gol dan assist yang diberikan kepada rekan setimnya.
Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena Mbappe baru menjalani 105 pertandingan bersama klub. Produktivitasnya menunjukkan betapa besar pengaruh penyerang Prancis tersebut sejak mengenakan seragam putih Real Madrid.
Hattrick Mbappe Hancurkan Real Sociedad
Real Madrid sempat menghadapi pertandingan yang tidak mudah. Namun, situasi berubah setelah lini depan Los Blancos mulai menemukan ruang.
Mbappe kemudian tampil sebagai pembeda. Tiga golnya membuat Real Madrid mampu mengamankan kemenangan 4-1 sekaligus mencatatkan start positif pada kompetisi La Liga musim 2026/2027.
Gol kedua Mbappe menjadi momen bersejarah karena memastikan dirinya mencapai 100 kontribusi gol. Tidak berhenti di sana, ia kembali mencetak gol ketiga untuk menyempurnakan hattrick.
Performa tersebut juga memperlihatkan kemampuan Mbappe dalam merespons tekanan. Sebelumnya, pemain bernomor punggung 10 itu beberapa kali mendapat sorotan ketika penampilannya dianggap belum sesuai ekspektasi tinggi di Real Madrid.
Kini, jawabannya kembali diberikan melalui performa di lapangan.
Statistik Mbappe Semakin Mengesankan
Dengan koleksi 89 gol dan 12 assist dalam 105 pertandingan, Mbappe memiliki rata-rata kontribusi gol yang sangat tinggi. Ia bahkan sudah masuk dalam jajaran 25 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Real Madrid.
Sebelum gol ketiganya ke gawang Real Sociedad, Mbappe menyamai catatan Luis Regueiro dengan 88 gol. Hattrick tersebut kemudian membuatnya melewati salah satu legenda klub dan semakin dekat dengan nama-nama besar dalam sejarah Los Blancos.
Pencapaian itu menjadi semakin menarik karena perjalanan Mbappe bersama Real Madrid masih berada pada tahap awal. Dengan usia yang masih memungkinkan untuk bermain di level tertinggi selama bertahun-tahun, peluangnya untuk terus memperbaiki posisi dalam daftar pencetak gol klub terbuka sangat lebar.
Mbappe Mulai Ukir Sejarah di Real Madrid
Kylian Mbappe datang ke Real Madrid dengan ekspektasi yang sangat besar. Statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia membuat setiap pertandingan selalu menjadi perhatian.
Kini, statistik mulai berbicara. 100 kontribusi gol bersama Real Madrid menjadi bukti bahwa Mbappe mampu memberikan dampak besar bagi klub.
Hattrick melawan Real Sociedad juga menunjukkan bahwa sang penyerang masih menjadi salah satu senjata utama Real Madrid. Ketajamannya akan menjadi faktor penting bagi ambisi Los Blancos dalam persaingan La Liga dan kompetisi Eropa.
Jika mampu mempertahankan produktivitas tersebut, bukan tidak mungkin Mbappe akan terus melewati berbagai rekor klub pada musim-musim berikutnya.
Tantangan Berikutnya Menanti Mbappe
Setelah menembus 100 kontribusi gol, tantangan Mbappe tentu tidak berhenti. Ia masih memiliki kesempatan untuk menambah jumlah gol dan assist sekaligus mengejar posisi yang lebih tinggi dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Real Madrid.
Bagi seorang pemain yang baru mencatatkan 105 penampilan, angka 89 gol dan 12 assist merupakan pencapaian luar biasa.
Hattrick melawan Real Sociedad akhirnya menjadi pengingat bahwa ketika Real Madrid membutuhkan sosok pembeda, Mbappe mampu menjawabnya.
Kylian Mbappe telah menembus 100 kontribusi gol bersama Real Madrid. Kini, perjalanan menuju rekor yang lebih besar baru saja dimulai.
Jose Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan kemenangan meyakinkan.
Dalam laga pertamanya kembali memimpin Los Blancos di Santiago Bernabeu setelah lebih dari 13 tahun, Mourinho membawa Madrid menghancurkan Real Sociedad dengan skor 4-1, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB.
Kylian Mbappe menjadi bintang utama berkat torehan hattrick. Namun, performa Jude Bellingham juga mendapatkan sorotan besar dari media Spanyol. Bahkan, Marca menyebut gelandang Inggris tersebut sebagai “pemain bintang Mourinho”.
Kemenangan ini menjadi respons sempurna Madrid setelah penampilan kurang meyakinkan pada babak pertama.
Mereka mendapat siulan dari pendukung sendiri sebelum turun minum, tetapi mampu tampil jauh lebih agresif setelah jeda.
Mbappe Hattrick, Madrid Menang 4-1
Real Madrid harus bekerja keras sebelum akhirnya mengamankan tiga poin. Real Sociedad justru tampil lebih berbahaya pada awal pertandingan dan hampir membuka keunggulan pada menit ke-10.
Take Kubo berhasil merebut bola dari kesalahan pemain Real Madrid di dekat kotak penalti dan memberikan umpan kepada Mikel Oyarzabal.
Namun, tembakan jarak dekat sang penyerang masih mampu digagalkan Thibaut Courtois.
Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-40. Federico Valverde mengirim umpan terobosan luar biasa yang membelah pertahanan Sociedad.
Mbappe kemudian masuk ke kotak penalti, bergerak ke kiri, dan melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit. Luka Sucic menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan situasi di mana lini belakang Madrid gagal mengantisipasi bola panjang.
Memasuki babak kedua, Madrid tampil berbeda. Mbappe kembali membawa tuan rumah unggul pada menit ke-60 setelah melakukan kombinasi satu-dua yang apik dengan Bellingham.
Vinicius Junior kemudian menambah gol ketiga pada menit ke-68 setelah Bellingham memenangkan bola melalui pressing dan mengirim umpan silang mendatar yang mudah diselesaikan sang winger.
Mbappe memastikan kemenangan sekaligus hattrick pada menit ke-80. Ia menerima umpan cerdik dari Vinicius sebelum melakukan chip tenang melewati kiper Sociedad.
Bellingham Disebut “Pemain Bintang Mourinho”
Meski Mbappe menjadi pemain terbaik dalam pertandingan itu setelah mencetak tiga gol, Jude Bellingham juga mendapatkan pujian luar biasa.
Marca memberikan nilai 10/10 kepada Mbappe, sementara Bellingham mendapat nilai 9/10. Media berbasis Madrid itu bahkan memberikan perhatian khusus terhadap penampilan sang gelandang.
Untuk performanya pada babak pertama, Bellingham mendapatkan nilai 8/10. Ia dinilai tampil dalam kondisi fisik prima, agresif, intens, dan mampu memberikan ancaman dari area sekitar kotak penalti.
Bellingham juga menciptakan peluang untuk Mbappe dan Vinicius serta memaksa pemain lawan mendapatkan kartu kuning.
Penampilannya semakin impresif setelah jeda. Marca menaikkan nilainya menjadi 9/10 dan menyebut penampilannya sebagai stellar atau luar biasa.
Salah satu momen terbaik terjadi ketika Bellingham melakukan kombinasi satu-dua dengan Mbappe di tepi kotak penalti. Kerja sama itu membuka ruang bagi Mbappe untuk mencetak gol keduanya.
Bellingham kemudian kembali berperan dalam gol Vinicius. Tekanan agresifnya membuat Madrid merebut bola di dekat garis akhir sebelum umpan mendatarnya diselesaikan Vinicius.
“Bellingham adalah pemain bintang Mourinho,” tulis Marca.
Mourinho Puas dengan Respons Pemain
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi Mourinho karena merupakan pertandingan kandang pertamanya di Bernabeu sebagai pelatih Madrid setelah lebih dari 13 tahun.
Namun, perjalanan menuju kemenangan tidak berlangsung mulus. Madrid justru tampil lambat pada babak pertama, kurang rapi dalam penguasaan bola, dan beberapa kali terlihat rentan terhadap serangan balik Sociedad.
Suporter bahkan memberikan siulan sebelum jeda. Mourinho mengaku tidak mempermasalahkan reaksi tersebut.
“Selalu ada rasa keadilan dalam siulan dan tepuk tangan. Siulan sesekali tidak akan merugikan siapa pun, justru membantu Anda berkembang,” ujar Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu juga memuji respons para pemain setelah turun minum.
“Saya sangat senang dengan bagaimana para pemain merespons tekanan dan tampil luar biasa pada babak kedua. Kami bahkan bisa mencetak lebih banyak gol,” katanya.
Perubahan strategi dan intensitas Madrid setelah jeda membuat Sociedad kesulitan mengimbangi permainan.
Vinicius dan Mbappe tampil lebih agresif dengan pergerakan langsung yang terus meregangkan pertahanan lawan.
Mourinho Sebut Mbappe “Gila”
Mourinho juga memberikan pujian khusus kepada Mbappe setelah pertandingan. Ia mengakui bahwa meski biasanya enggan membicarakan pemain secara individual, penampilan penyerang Prancis tersebut membuatnya harus memberikan pengecualian.
“Apa yang dilakukan Kylian… itu gila,” ujar Mourinho kepada Real Madrid TV.
Menurut Mourinho, Mbappe memiliki kemampuan alami untuk mencetak gol sekaligus menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Ia juga memuji kemampuan sang striker untuk turun lebih dalam ketika Madrid berada dalam tekanan dan kemudian membangun kombinasi dengan Vinicius serta Bellingham.
Mourinho bahkan menyebut Mbappe sebagai pemain yang “luar biasa” dan yakin sang penyerang memiliki ambisi besar untuk menciptakan sejarah bersama Real Madrid.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga menilai keputusan Mbappe kembali lebih awal ke masa pramusim memberikan dampak positif.
Mbappe disebut tiba dua hari sebelum masa liburannya berakhir. Menurut Mourinho, tambahan waktu dalam persiapan pramusim tersebut bisa memberikan perbedaan positif.
Dengan Mbappe yang langsung mencetak hattrick dan Bellingham tampil gemilang, comeback Mourinho di Bernabeu pun dimulai dengan cara yang nyaris sempurna.
Madrid kini memiliki alasan kuat untuk optimistis menghadapi perjalanan musim yang panjang.