28 Oktober 2026

LARISBOLA

LARISBOLA – Prancis hanya selangkah lagi menuju final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Spanyol pada semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB. Didier Deschamps diperkirakan tetap mempertahankan sebagian besar pemain inti yang telah membawa Les Bleus melaju hingga empat besar.

Laga ini memiliki arti penting bagi tim berjuluk Les Bleus karena mereka berpeluang menjadi negara ketiga yang mampu mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun. Stabilitas susunan pemain menjadi salah satu kekuatan yang terus dijaga Deschamps sepanjang turnamen.

Meski terdapat beberapa pemain yang masih dipantau kondisi kebugarannya, perubahan besar diperkirakan tidak akan terjadi. Hanya beberapa posisi yang masih membuka peluang persaingan hingga menjelang kick-off.

Lini Tengah Prancis Masih Menjadi Tanda Tanya

Mike Maignan hampir dipastikan kembali mengawal gawang Prancis dalam penampilan internasionalnya yang ke-47. Empat bek yang mengisi lini pertahanan juga diprediksi tetap sama, yakni Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Lucas Digne.

Persaingan paling menarik berada di sektor gelandang. Aurelien Tchouameni masih berusaha pulih dari cedera paha yang membuatnya absen dalam dua pertandingan terakhir.

Jika belum sepenuhnya fit, Manu Kone berpeluang kembali menjadi starter. Penampilannya dinilai meyakinkan saat menggantikan peran Tchouameni di fase gugur.

Patrick Vieira bahkan memberikan pujian tinggi kepada Kone. “Dia adalah gelandang terbaik Les Bleus,” ujar juara Piala Dunia 1998 tersebut.

Manu Kone diperkirakan akan berduet dengan Adrien Rabiot apabila sang gelandang mampu mengatasi masalah lutut yang sempat membuatnya ditarik keluar saat Prancis mengalahkan Maroko di perempat final. Kondisi Rabiot terus dipantau, tetapi peluang tampil sejak menit awal masih cukup besar.

Mbappe Siap Pimpin Lini Serang Prancis

Kylian Mbappe tetap menjadi tumpuan utama Prancis meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada laga sebelumnya. Kapten Les Bleus tetap mencatatkan gol kedelapan di turnamen dan kini bersaing dalam perebutan Sepatu Emas.

Mbappe juga sempat mengalami cedera engkel ringan dan ditarik keluar pada babak kedua. Namun, kondisinya diperkirakan sudah cukup baik untuk tampil sejak awal menghadapi Spanyol.

Di belakang Mbappe, Ousmane Dembele dan Michael Olise hampir pasti mengisi posisi sayap. Satu tempat lain di lini depan diprediksi menjadi milik Desire Doue yang bersaing dengan Bradley Barcola.

Marcus Thuram telah kembali berlatih penuh setelah pulih dari cedera betis. Meski demikian, penyerang Inter Milan itu kemungkinan memulai pertandingan dari bangku cadangan bersama Jean-Philippe Mateta, sementara Rayan Cherki tetap menjadi opsi penting untuk mengubah jalannya pertandingan.

LARISBOLA – Timnas Inggris memastikan diri jadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapatkan setelah The Three Lions mengalahkan Norwegia dengan skor 1-2 di babak perempat final.

Di laga ini, Norwegia unggul berkat gol Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham menyamakan kedudukan beberapa menit berselang. Laga dilanjutkan hingga babak tambahan waktu dan Bellingham berhasil mencetak gol kemenangan Inggris di laga ini.

Berkat kemenangan ini, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga Swiss vs Argentina di partai semifinal nanti.

Babak Pertama

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium ini berjalan dengan seru. Di awal laga, Inggris mencoba mengambil inisiatif untuk menyerang ke gawang Norwegia.

Namun pertandingan ini berjalan cukup alot di 15 menit awal pertandingan. Tempo pertandingan yang relatif lambat membuat Inggris kesulitan menembus pertahanan Norwegia yang tampil disiplin di laga ini.

Peluang berbahaya pertama di laga ini datang di menit ke-23, di mana Nico O’Reilly berhasil mengelabuhi bek Norwegia dan melepaskan umpan terukur, namun tidak ada satupun pemain Inggris yang berada di tengah untuk menyambut umpan itu.

Norwegia yang tampil disiplin sesekali melepaskan peluang ke gawang Inggris. Salah satunya ketika Erling Haaland menanduk bola ke gawang Tiga Singa namun bola berhasil diamankan Pickford.

Di menit ke-36, Norwegia sukses membobol gawang Inggris. Schjelderup melepaskan tembakan dari sisi kiri gawang Inggris yang gagal dihalau oleh Pickford sehingga menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Norwegia.

Gol tersebut membuat Norwegia semakin bersemangat. Alexander Sorloth dan Martin Odegaard nyaris membobol gawang Inggris, namun Jordan Pickford dengan sigap menyelamatkan gawang Inggris dari kebobolan gol kedua.

Memasuki injury time babak pertama, Inggris menyamakan kedudukan. Berawal dari pergerakan Gordon di sisi kiri, sang winger melepaskan umpan tarik yang diterima Bellingham. Sang gelandang mengontrol bola, membawa bola masuk dekat gawang lalu melepaskan tembakan mendatar yang berhasil masuk ke gawang Norwegia.

Tidak lama kemudian, pendukung Inggris bersorak gembira ketika Harry Kane membobol gawang Norwegia. Namun wasit menganulir gol tersebut karena sang striker sudah berada dalam posisi offside. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel membuat dua pergantian pemain. Eberechi Eze dan Bukayo Saka masuk menggantikan Declan Rice dan Anthony Gordon.

Pertandingan di babak kedua ini berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Sejak awal laga, kedua tim sama-sama tancap gas untuk mencetak gol kemenangan di laga ini.

Di menit ke-54, pendukung Norwegia bersorak gembira setelah Heggem sukses membobol gawang Inggris memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok. Namun sayang VAR menganulir gol tersebut karena sang bek sudah berada dalam posisi offside.

Tekanan terus diberikan Norwegia kepada Inggris. Di menit ke-76, Kristoff Ajer nyaris mencetak gol kedua Norwegia andai sundulannya tidak menghantam mistar gawang Inggris. Sementara beberapa menit berselang, Antonio Nusa mengancam gawang Inggris melalui tembakannya yang berhasil diamankan oleh Pickford.

Inggris benar-benar kesulitan untuk keluar dari tekanan tersebut. Anak asuh Thomas Tuchel itu bertahan dengan rapat dan susah untuk mengembangkan permainan mereka.

Hingga babak kedua berakhir, skor masih sama kuat 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Babak Tambahan Waktu

Di babak tambahan waktu, Inggris tampil lebih agresif. Mereka langsung menekan pertahanan Norwegia di masa tambahan waktu ini.

Baru tiga menit laga berjalan, Inggris membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Berawal dari Nyland yang menepis tendangan jarak jauh Rogers, bola muntah disambar oleh Bellingham menjadi gol. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Inggris.

Tidak lama berselang, Inggris mendapatkan hadiah penalti dari wasit setelah Djed Spence dijatuhkan di kotak penalti. Namun VAR menganulir keputusan itu karena sang bek dianggap melakukan diving di kotak terlarang. Skor 2-1 menutup tambahan waktu pertama di laga ini.

Di babak tambahan waktu kedua, pertandingan berlangsung sengit. Norwegia di sisa-sisa tenaga terakhir mereka mencoba untuk menyamakan kedudukan.

Inggris berhasil menahan gempuran Norwegia sehingga keunggulan 2-1 mereka bertahan saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan Pemain Norwegia vs Inggris

Norwegia (4-3-3): Nyland; Wolfe, Heggem, Ajer, Ryerson; Berg, Berge, Odegaard; Schjelderup, Haaland, Sorloth

Pelatih: Stale Solbakken

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Stones, Konsa; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Madueke; Kane

Pelatih: Thomas Tuchel

LARISBOLA – Lamine Yamal dinobatkan FIFA sebagai man of the match pertandingan Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Sang winger dianggap jadi pembeda di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Spanyol baru saja memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Lawan yang mereka hadapi adalah sesama tim asal Eropa, Belgia.

Pertandingan berjalan intens dari awal hingga akhir. Spanyol berhasil menyudahi perlawanan The Red Devils dengan skor tipis 2-1.

Yamal dinobatkan sebagai man of the match oleh FIFA di laga ini. Mengapa dmeikian? Simak selengkapnya di bawah ini.

Pemain Paling Berbahaya Sepanjang Laga

FIFA memilih winger Barcelona itu sebagai man of the match laga ini karena sepanjang laga ia jadi pemain paling berbahaya di lini serang Spanyol.

Ia memang tidak menciptakan gol di laga ini. Namun sepanjang laga, ia melepaskan total enam tembakan ke gawang Belgia, dan tidak ada pemain di laga ini yang melepaskan tembakan sebanyak Yamal.

Ia secara konsisten menghadirkan ancaman ke gawang Belgia di laga tersebut, sehingga ia dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga perempat final Piala Dunia 2026 tersebut.

Statistik Pertandingan Spanyol vs Belgia

Spanyol – Belgia
Goals: 2-1
Total Shots: 18-5
Shots on Target: 8-2
Posession: 68%-32%
Fouls: 13-18
Offsides: 3-1

LARISBOLA – Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe buka suara terkait siapa lawan yang ingin ia hadapi di Semifinal Piala Dunia 2026. Ia menyebut bahwa Prancis siap menghadapi siapa-pun di babak empat besar nanti.

Dini hari tadi, Prancis memastikan diri lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Les Bleus berhasil mengalahkan tim kuat Afrika, Timnas Maroko dengan skor 2-0 dan melaju ke semifinal.

Di babak semifinal nanti, Prancis akan kembali dihadapkan dengan lawan yang kuat. Pasalnya mereka akan menghadapi pemenang laga Spanyol vs Belgia, di mana kedua tim ini sama-sama tim kuat asal Eropa.

Mbappe sendiri tidak ambil pusing siapa lawan Prancis di semi final nanti. Ia menyebut bahwa Les Bleus siap menghadapi siapa-pun untuk lolos ke Final Piala Dunia 2026.

Dalam konferensi persnya seusai laga, Mbappe ditanyai mengenai siapa lawan yang ingin ia hadapi di semifinal Piala Dunia 2026.

Di mata Mbappe, baik Spanyol dan Belgia adalah tim yang kuat dan Prancis tidak takut menghadapi salah satu di antara mereka di partai semifinal nanti.

“Kami siap menghadapi siapa pun. Sekarang kami akan memulihkan kondisi dengan tenang, lalu menyaksikan pertandingan besok untuk mengetahui siapa lawan kami di semifinal,” ujar Mbappe seperti yang dikutip France 24.

Belum Waktunya Bicara Gelar Juara

Pada kesempatan ini, Mbappe juga ditanyai mengenai kans Prancis menjuarai Piala Dunia 2026. Saat ini Les Bleus jadi tim yang paling diunggulkan memenangkan turnamen ini.

Mbappe menilai ini bukan waktunya untuk bicara soal juara. Ia menilai Prancis harus fokus sepenuhnya untuk memenangkan semifinal, baru mereka bisa bicara juara.

“Kami sudah berada di semifinal dan tentu sangat senang. Namun, perjalanan kami masih panjang. Kami tahu tantangan berikutnya akan jauh lebih berat dibandingkan yang sudah kami lewati, tetapi kami siap menghadapinya,” ia menandaskan.

Catatan Impresif Prancis

Keberhasilan Prancis menembus semifinal Piala Dunia 2026 ini merupakan catatan yang impresif.

Pasalnya mereka sudah tiga Piala Dunia beruntun lolos ke semifinal, dan tidak banyak negara yang bisa meraih capaian seperti itu.

LARISBOLA – Prancis terus memperkuat statusnya sebagai favorit juara Piala Dunia 2026. Penampilan konsisten Les Bleus sepanjang turnamen membuat banyak pengamat menilai mereka sebagai tim yang paling siap mengangkat trofi.

Tim asuhan Didier Deschamps melangkah ke babak perempat final dengan performa yang meyakinkan. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam lima pertandingan dan tetap mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe sebagai senjata utama.

Di tengah laju impresif tersebut, muncul pandangan menarik dari Arsene Wenger. Mantan pelatih Arsenal itu justru tidak melihat Argentina sebagai ancaman terbesar bagi Prancis.

Menurut Wenger, hanya Spanyol yang memiliki karakter permainan untuk meredam kekuatan Les Bleus. Ia menilai kualitas kolektif La Furia Roja menjadi modal utama untuk menghentikan langkah Prancis menuju gelar dunia.

Wenger Jagokan Prancis, tetapi Waspadai Spanyol
Wenger mengaku menjagokan Prancis menjadi juara Piala Dunia 2026. Ia menilai Les Bleus tampil paling konsisten dibandingkan negara peserta lainnya.

Bagi Wenger, sepak bola modern menuntut setiap tim mampu bermain dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan. Prancis dinilai memiliki perpaduan kualitas teknik, fisik, dan kedalaman skuad yang membuat mereka unggul.

“Prancis akan memenangkan Piala Dunia. Saya tahu Anda akan berkata, ‘Tentu saja Anda mengatakan itu, Anda orang Prancis,” kata Wenger kepada Sky Sports.

“Tetapi ketika Anda menganalisis Piala Dunia, kereta berjalan dengan kecepatan tertentu, dan Anda harus mampu menaiki kereta itu. Misalnya, tim-tim Asia tersingkir karena mereka tidak mampu mengatasi intensitas dan kecepatan pertandingan,” sambungnya.

Pertandingan Selanjutnya

Meski menjagokan negaranya sendiri, Wenger melihat Spanyol sebagai satu-satunya tim yang berpotensi menghentikan Prancis. Kedua tim bahkan berpeluang bertemu di semifinal apabila sama-sama lolos dari babak perempat final.

Menurut Wenger, keunggulan utama Spanyol terletak pada permainan kolektif mereka. Aspek tersebut dinilai belum bisa ditandingi negara lain di Piala Dunia 2026.

“Pertanyaan sebenarnya bagi saya adalah Spanyol. Jika ada satu tim yang mampu mengalahkan Prancis saat ini, saya akan mengatakan itu adalah Spanyol karena level teknis mereka lebih baik daripada Prancis,” tambah pria berusia 76 tahun itu.

“Mereka memiliki kualitas dan budaya sepak bola kolektif yang tidak dimiliki tim lain di dunia pada level itu. Itu bisa menjadi penentu antara kedua tim ini, tetapi tentu saja Prancis lebih kuat secara fisik,” ucap Wenger

BOLADONESIA – Gelandang timnas Portugal, Bruno Fernandes kecewa berat setelah timnya gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Bruno merasa dengan skuad saat ini, Portugal bisa menjadi juara.

Portugal gugur setelah dikalahkan Spanyol 0-1 berkat gol telat Mikel Merino (7/7/26). Hanya sampai 16 besar merupakan sesuatu yang mengecewakan untuk Portugal mengingat susunan skuad yang mereka miliki, dan Bruno sendiri mengakui hal itu.

“Ini momen yang menyedihkan. Kami memiliki tujuan yang jelas untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi kami tidak dalam performa terbaik,” kata Bruno seperti dilansir IDNEWS dari Metro.

“Di babak pertama, kami lebih unggul, tetapi di babak kedua kami kembali melakukan kesalahan dengan terlalu bertahan dan memberikan bola kepada lawan. Ketika itu terjadi, kami akhirnya menderita.

“Spanyol pantas mendapat pujian, tetapi saya percaya bahwa jika kami terus melakukan apa yang kami lakukan di babak pertama, kami akan meninggalkan tempat ini dengan hasil yang berbeda.

“Penilaiannya tidak bisa positif. Itu hanya akan positif jika kami mencapai akhir. Saya tahu kami belum pernah memenangkan Piala Dunia dan kami selalu menetapkan standar yang sangat tinggi, tetapi, dengan pasti, kelompok ini memiliki kualitas untuk memenangkan Piala Dunia.

“Tidak perlu kehilangan kepercayaan. Kami kalah melawan salah satu favorit dan kami harus melihat ke depan dengan cara yang berbeda. Kami harus lebih jujur ​​pada diri sendiri, bermain dengan cara kami sendiri, dan menemukan cara untuk membuat tim lain lebih menghormati kami.”

Bruno Fernandes: Ini Kesempatan yang Terlewatkan

Ketika ditanya apakah ia benar-benar merasa skuad Portugal memiliki bakat untuk mengangkat trofi musim panas ini, Fernandes menjawab: “Sangat menyedihkan bagaimana kami tersingkir dari turnamen, kami memiliki kualitas untuk lebih dari itu.

“Kami goyah karena terlalu banyak memberi Spanyol kendali permainan, yang memang mereka inginkan. Kemudian kaki kami mulai terasa berat, ruang gerak mulai melebar.

“Seharusnya kami terus bermain agresif, mencoba mencegah Spanyol bermain terlalu banyak, seharusnya kami lebih banyak menguasai bola, kami memiliki kualitas untuk itu dan akhirnya kami sedikit kehilangan arah.

“Ini adalah kesempatan yang terlewatkan, kami memiliki kualitas untuk memenangkan Piala Dunia. Kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain dan kami tersingkir dari Piala Dunia terlalu cepat.”

LARISBOLA – Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo mengomentari kekalahan timnya melawan Spanyol pada dini hari tadi. Ia sedih karena Timnas Portugal harus terhenti di babak 16 besar.

Dini hari tadi, Timnas Portugal tampil di Dallas Stadium. Mereka menantang Timnas Spanyol untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Di laga ini, Portugal memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol sepanjang laga. Namun nahas, di penghujung laga Spanyol berhasil mencetak gol satu-satunya di laga ini berkat aksi sang pemain pengganti, Mikel Merino.

Ronaldo tentu kecewa dengan kekalahan ini. Namun ia menilai timnya sudah berjuang sekuat tenaga dan bisa bangga dengan perjuangan mereka.

Sudah Berikan Segalnya

Diwawancarai seusai laga, Ronaldo tidak menampik bahwa kekalahan menit akhir melawan Spanyol itu benar-benar terasa sangat menyesakkan baginya.

Namun ia tidak punya penyesalan apapun, karena baginya ia sudah memberikan yang terbaik di pertandingan ini.

“Saya sedih setelah kami tereliminasi dengan cara seperti ini. Namun satu hal yang pasti, saya sudah memberikan segalanya, saya sudah memberikan yang terbaik di laga ini,” ujar Ronaldo.

Doakan Spanyol Masuk Final

Lebih lanjut, Ronaldo juga membuat sebuah pernyataan menarik. Ia mendoakan sang lawan, Spanyol untuk melaju jauh hingga babak final Piala Dunia 2026 nanti.

“Kami bermain dengan bagus hari ini. Performa kami di laga ini sudah sangat baik,” sambung Ronaldo.

“Kami bisa bermain dengan lebih baik lagi, tetapi lawan kami adalah Spanyol, salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Saya yakin mereka akan masuk ke babak final,” pungkasnya.

Dengan kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026 ini, maka dipastikan Ronaldo tidak akan pernah memenangkan trofi Piala Dunia.

Sebelum laga, ia sudah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 adalah turnamen Piala Dunia terakhir yang ia ikuti bersama Timnas Portugal.

LARISBOLA – Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik. Ia memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi Piala Dunia terakhir dalam karirnya.

Seperti yang sudah diketahui, Ronaldo merupakan salah satu pemain yang langganan tampil di Piala Dunia. Ia pertama kali tampil di turnamen akbar ini pada edisi tahun 2006 silam bersama Timnas Portugal.

Piala Dunia 2026 ini menjadi turnamen keenam sang penyerang bersama Timnas Portugal. Meski sudah berusia 41 tahun, Ronaldo masih menjadi andalan Selecao da Quinas di lini serang.

Melihat kondisinya yang masih fit, banyak yang mengira Ronaldo masih akan bermain di Piala Dunia 2030 mendatang bersama Timnas Portugal. Namun Ronaldo resmi menampik anggapan tersebut.

Piala Dunia Terakhir

Kepastian Ronaldo tidak akan bermain di Piala Dunia 2030 disampaikan sang pemain pada konferensi pers jelang Portugal vs Spanyol baru-baru ini.

Ia mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi Piala Dunia terakhir dalam karirnya dan ia tidak akan tampil di Piala Dunia 2030.

“Saya ingin menikmati turnamen ini sebanyak mungkin karena ini akan jadi Piala Dunia terakhir saya. Namun saya berharap pertandingan besok (vs Spanyol) bukan pertandingan terakhir saya di Piala Dunia,” ujar Ronaldo.

Pensiun? Tunggu Dulu!

Lebih lanjut, Ronaldo juga ditanyai awak media seputar kemungkinan pensiun dari Timnas Portugal seusai Piala Dunia 2026 digulirkan.

Ronaldo menyebut bahwa ia masih belum memikirkan hal tersebut, karena ia akan berbicara dengan keluarganya sebelum mengambil keputusan tersebut.

“Saya akan berhenti bermain ketika saya ingin berhenti bermain, bukan karena kalian (media) yang menginginkannya,” pungkas sang kapten.

Dengan pernyataannya tersebut, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhir Ronaldo melengkapi koleksi trofi juaranya.

Ronaldo sudah memenangkan semua trofi juara di level klub dan Timnas, namun Piala Dunia jadi satu-satunya trofi yang belum ia angkat. Jadi ia berhasrat bisa menuntaskan itu di edisi tahun 2026 ini.

LARISBOLA – Nama Orlando Gill mendadak jadi buah bibir di Piala Dunia 2026. Kiper Timnas Paraguay itu mendapatkan banyak pujian atas performanya yang solid bersama La Albirroja.

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, nama Gill memang tidak banyak dikenal publik. Maklum, ia hanya bermain di Liga Argentina bersama San Lorenzo.

Namun namanya mencuri perhatian di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berkat aksinya yang gemilang di babak adu penalti melawan Jerman, Paraguay berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Di babak 16 besar, FIFA mendaulatnya sebagai man of the match meski Paraguay kalah dari Prancis dengan skor 0-1. Ia menghentikan sejumlah peluang berbahaya Les Bleus sepanjang laga.

Namun tahukah Bolaneters, ada kisah haru di balik performa gemilang Gill selama Piala Dunia 2026 ini. Simak kisah selengkapnya di bawah ini.

Lahir pada 11 Juni 2000 di Departemen Central, Paraguay, Orlando Gill sejak kecil sudah memiliki postur yang mencolok. Dengan tinggi mencapai 1,99 meter, ia sempat menjadi incaran para pencari bakat bola basket ketika remaja. Namun, kecintaannya tetap tertuju pada sepak bola.

Gill memulai perjalanannya sebagai gelandang tengah bersama Club 13 de Junio di Liga Sanlorenzana sebelum kemudian bergabung dengan Sportivo San Lorenzo. Bakat besarnya mulai menarik perhatian mantan pelatih tim nasional Paraguay, Francisco “Chiqui” Arce, yang memanggilnya mengikuti pemusatan latihan tim senior meski saat itu Gill masih bermain di kompetisi regional.

Pada masa itu, Gill juga tidak pernah menyembunyikan sosok yang menjadi inspirasinya. Ia mengidolakan kiper legendaris Jerman, Manuel Neuer, dan menghabiskan banyak waktu mempelajari gaya bermain sang penjaga gawang, terutama kemampuannya sebagai sweeper-keeper serta dominasinya di lapangan.

Meski demikian, perjalanan Gill menuju level tertinggi tidak berjalan mulus. Pada 2024 ia bergabung dengan klub kasta tertinggi Argentina, San Lorenzo de Almagro. Namun, sebagian besar waktunya justru dihabiskan bersama tim cadangan. Hingga akhir tahun tersebut, ia hanya mendapat sedikit kesempatan tampil di tim utama dan nyaris tidak dikenal oleh publik sepak bola internasional.

Air mata Gill usai dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA setelah membantu Paraguay menyingkirkan Jerman di Boston tidak bisa dilepaskan dari kisah hidupnya beberapa tahun sebelumnya.

Pada Desember 2022, ketika kariernya masih belum berkembang dan ia kesulitan mendapatkan tempat sebagai starter di level klub, istrinya, Melissa Ávalos, mengalami komplikasi serius saat menjalani kehamilan prematur.

Putra mereka, Lautaro Daniel, lahir melalui operasi darurat pada 8 Desember dan langsung harus menjalani perawatan intensif karena kondisinya yang kritis. Di saat bersamaan, keluarga kecil tersebut menghadapi persoalan besar lainnya. Sebagai pesepak bola yang belum mapan secara finansial, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya rumah sakit.

Dalam situasi yang sangat sulit itu, Gill mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Ia menjual semua barang yang dimilikinya demi menyelamatkan sang buah hati. Ia menjual sepatu sepak bolanya, perlengkapan latihan, hingga jersey Timnas Paraguay U-20 yang sangat berharga baginya.

Demi Menyelamatkan Sang Buah Hati

Melissa Avalos mengenang masa-masa tersebut melalui sebuah unggahan yang mengharukan di media sosial.

“Kami benar-benar tidak memiliki apa pun. Orlando menjual seluruh perlengkapan klubnya, sepatu sepak bolanya, bahkan jersey tim nasional kelompok usia yang ia miliki. Dia benar-benar menjual semuanya agar kami bisa membayar biaya rumah sakit sementara putra kami berjuang mempertahankan hidupnya,” kenang Melissa.

Pengorbanan itu akhirnya membuahkan hasil. Lautaro berhasil melewati masa kritis dan keluarga mereka dapat pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama.

LARISBOLA – Hasil pertandingan Argentina vs Cape Verde pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Sabtu (4/7) pagi WIB. Argentina harus berjuang keras untuk menang 3-2 lewat babak extra time dan lolos ke 16 Besar.

Pada awal pertandingan, Cape Verde sempat memberikan ancaman melalui tembakan Ryan Mendes yang berhasil diblok lini pertahanan Argentina. Namun, peluang itu menjadi satu-satunya momen berbahaya Blue Sharks di paruh pertama, dengan catatan expected goals (xG) hanya 0,04.

Memasuki menit ke-15, Argentina mulai mengambil alih kendali permainan. Albiceleste terus menekan pertahanan lawan dan menciptakan sejumlah peluang, termasuk tembakan Messi yang melebar serta tendangan bebasnya yang masih mampu diamankan kiper Vozinha.

Gol akhirnya lahir setelah Lisandro Martinez mengirim umpan panjang akurat kepada Messi. Sang kapten mengontrol bola dengan sempurna di dalam kotak penalti sebelum melepaskan penyelesaian klinis yang membawa Argentina unggul 1-0.

Enzo Fernandez juga sempat memperoleh peluang emas, sementara Argentina menutup babak pertama dengan dominasi permainan dan berpeluang menambah gol selepas jeda.

Argentina tetap dominan pada awal babak kedua. Lionel Messi jadi poros serangan sang juara bertahan. Namun, Cape Verde tidak menunjukkan rasa takut. Mereka bermain normal dan mampu mencuri gol pada menit ke-59.

Ryan Mendes melakukan pergerakan yang bagus dari sisi sayap. Setelah itu, dia melepas umpan pada Deroy Duarte. Selanjutnya, setelah kontrol yang bagus, Duarte mengirim bola mendatar dan membobol gawang Argentina.

Lionel Scaloni segera merespon situasi dengan melakukan pergantian pemain. Julian Alvares dan Nicolas Gonzalez dimainkan untuk menggantikan Lautaro Martinez dan Thiago Almada. Argentina meningkatkan intensitas serangan.

Vozinha membuat penyelamatan penting pada menit ke-72 dan 72. Dia menepis tendangan bebas indah Lionel Messi. Setelah itu, upaya dari Nico Gonzalez juga masih bisa digagalkan. Skor masih 1-1. Vozinha kokoh di bawah mistar.

Argentina punya beberapa peluang lain, termasuk dari tendangan bebas Lionel Messi di periode tambahan waktu. Namun, tidak ada gol tercipta. Laga dilanjutkan lewat tambahan waktu.

Argentina mencetak gol cepat pada babak extra time. Pada menit 93, berawal dari situasi sepak sudut, Alexis Mac Allister melepas sundulan yang mengarah ke Lisandro Martinez. Sang bek tengah lantas melepas sepakan keras. Goll! Skor 2-1.

Cape Verde keluar menyerang. Yannick Semedo dan Gilson Benchimol dimainkan untuk menambah daya gedor. Hasilnya, Sidny Lopes Cabral mencetak gol indah lewat sepakan melengkung. Skor menjadi imbang 2-2.

Argentina kembali unggul pada menit 112. Dari situasi sepak sudut yang diambil Lionel Messi, terjadi perebutan bola di kotak penalti. Bola mengenai Diney Borges dan masuk ke gawang sendiri. Argentina unggul 3-2.

Pada sisa waktu, Cape Verde punya beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, skor 3-2 bertahan hingga usai. Argentina lolos ke babak 16 Besar. Lionel Messi dan kolega akan berjumpa Mesir pada babak tersebut.

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Cape Verde (4-1-4-1): Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Cabral; Kevin Pina; Ryan Mendes, Laros Duarte, Deroy Duarte, Jovane Cabral; Nuno da Costa.

Pelatih: Bubista.