28 Oktober 2026

LARISBOLA

LARISBOLA – Frenkie de Jong dipastikan absen pada awal musim baru setelah mengalami cedera ligamen lutut kanan. Barcelona mengonfirmasi sang gelandang mengalami robekan medial collateral ligament (MCL) dan kini menjalani proses pemulihan.

De Jong mengalami cedera tersebut saat membela Belanda di Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam empat pertandingan sebelum Belanda tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko.

Barcelona belum memberikan perkiraan pasti mengenai lamanya masa pemulihan pemain berusia 29 tahun itu. Namun, operasi untuk saat ini dipastikan tidak menjadi pilihan.

Menurut laporan ESPN, De Jong hampir dipastikan tidak akan tampil pada laga pembuka La Liga melawan Elche pada 23 Agustus. Dalam skenario terburuk, ia bahkan bisa menepi selama beberapa bulan.

Barcelona Konfirmasi Cedera De Jong

Barcelona mengumumkan hasil pemeriksaan medis terhadap De Jong pada Kamis. Klub menyatakan sang pemain mengalami robekan ligamen MCL di lutut kanan.

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menjelaskan De Jong akan terus menjalani perawatan di bawah pengawasan tim medis klub. Kondisinya akan dipantau secara berkala dalam beberapa pekan ke depan.

Meski belum ada kepastian mengenai waktu pemulihan, klub memastikan operasi belum diperlukan. Hal itu memberi harapan De Jong bisa pulih tanpa harus menjalani tindakan bedah.

De Jong Jelaskan Kronologi Cedera

De Jong kemudian mengeluarkan pernyataan untuk menjawab anggapan bahwa ia lebih mementingkan tim nasional daripada Barcelona. Ia menegaskan selalu memberikan kemampuan terbaik bagi klub maupun negaranya.

Menurut De Jong, cedera itu sebenarnya sudah terjadi saat Piala Dunia berlangsung. Berdasarkan pemeriksaan awal, dokter menyatakan cedera tersebut ringan dan tidak akan memburuk apabila ia tetap bermain, meski harus menahan rasa sakit.

Setelah kembali ke Barcelona, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa cedera tersebut lebih serius daripada perkiraan awal. Meski demikian, De Jong bersyukur karena operasi belum diperlukan dan kini fokus menjalani pemulihan agar bisa segera kembali ke lapangan.

Barcelona Masih Punya Banyak Opsi

Musim lalu, De Jong juga sempat beberapa kali mengalami masalah kebugaran. Ia bahkan absen dalam 11 pertandingan di akhir musim akibat cedera hamstring sebelum kembali memperkuat Belanda di Piala Dunia.

Pelatih Hansi Flick masih memiliki sejumlah opsi di lini tengah untuk mengisi kekosongan De Jong. Pedri, Gavi, Marc Bernal, Marc Casado, Eric Garcia, Andreas Christensen, Dani Olmo, dan Fermin Lopez dapat dimainkan di posisi tersebut.

Sementara itu, Barcelona masih fokus memperkuat lini serang pada bursa transfer musim panas. Setelah merekrut Anthony Gordon dan Karim Adeyemi, laporan ESPN juga menyebut Blaugrana masih mengincar Julian Alvarez sebagai target utama untuk menggantikan Robert Lewandowski yang akan hengkang.

Klasemen La Liga

TeamMW-/+P
1Barcelona38315994
2Real Madrid38274286
3Villarreal38222672
4Atletico Madrid38211869
5Real Betis38151160
6Celta Vigo3814554
7Getafe3815-651
8Rayo Vallecano3812-350
9Valencia3813-949
10Real Sociedad3811-246

LARISBOLA – Robert Lewandowski menilai Lamine Yamal belum memperlihatkan performa terbaiknya bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Menurutnya, cedera yang dialami sebelum turnamen membuat pemain muda Barcelona itu kesulitan mencapai kondisi ideal.

Meski demikian, Yamal tetap menjadi bagian penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 19 tahun tersebut mampu memberikan kontribusi besar sepanjang turnamen.

Yamal sempat menepi akibat cedera sebelum kembali tepat waktu untuk memperkuat Spanyol. Namun, minimnya menit bermain sebelum turnamen dinilai berdampak pada performanya di lapangan.

Lewandowski juga menilai kualitas Yamal tetap terlihat sepanjang kompetisi. Ia yakin pemain muda tersebut masih memiliki masa depan yang sangat panjang bersama Timnas Spanyol.

Lewandowski Nilai Cedera Menghambat Performa Lamine Yamal

Robert Lewandowski menilai Lamine Yamal belum mampu menampilkan permainan terbaiknya selama Piala Dunia 2026. Menurutnya, kondisi fisik Yamal belum sepenuhnya pulih setelah absen cukup lama akibat cedera.

Striker asal Polandia itu menilai situasi tersebut membuat Yamal sulit menemukan ritme permainan. Meski begitu, ia tetap melihat kualitas luar biasa yang dimiliki rekan setimnya di Barcelona tersebut.

“Sejujurnya, tidak, kami belum melihat versi terbaiknya di turnamen ini. Penampilan terbaik Lamine bagi saya bukan musim lalu, melainkan dua musim lalu. Itulah versi terbaik Lamine Yamal yang pernah saya lihat,” ucap Lewandowski kepada ESPN.

“Dia masih sangat muda. Dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan tidak bermain selama sekitar delapan pekan. Sangat sulit jika Anda tidak bermain selama delapan pekan lalu langsung tampil di Piala Dunia, karena tidak ada waktu berlatih dan hanya berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya,” lanjut Lewandowski.

Tetap Memuji Kontribusi Lamine Yamal untuk Spanyol

Meski menilai Yamal belum mencapai performa terbaik, Lewandowski tetap memberikan pujian atas kontribusinya. Ia menyebut kerja sama antara Yamal dan rekan-rekan setimnya menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol.

Menurut Lewandowski, kualitas individu Yamal tetap terlihat meski belum berada di level terbaiknya. Ia juga menganggap dukungan dari seluruh skuad membantu sang pemain berkembang selama turnamen.

“Namun, dia tetap menunjukkan kualitas yang sangat baik. Para pemain Spanyol membantu Lamine dan Lamine juga membantu seluruh tim. Saya pikir kerja sama itu berjalan dengan sempurna,” tutur Lewandowski.

“Saya senang karena mereka benar-benar siap memenangkan Piala Dunia. Mereka masih sangat muda dan masa depan yang luar biasa masih terbentang di depan mereka,” pungkas Lewandowski.

Lewandowski Dukung Spanyol karena Mantan Rekan Setimnya

Lewandowski mengaku memberikan dukungan kepada Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Keputusan itu dipengaruhi banyaknya pemain Spanyol yang pernah menjadi rekan setimnya di Barcelona.

Ia mengaku mengenal sebagian besar pemain Spanyol dengan sangat baik. Sementara dari kubu Argentina, ia hanya memiliki kedekatan pribadi dengan Lionel Messi.

“Saya mengenal banyak pemain Spanyol karena menghabiskan waktu yang panjang bersama mereka di Barcelona. Karena itu, saya sangat mendukung mereka,” jelas Lewandowski.

“Tentu saja, dari Argentina saya hanya mengenal Leo secara pribadi dan saya tahu dia memenangkan Piala Dunia sebelumnya. Namun, ketika Anda pernah bermain bersama para pemain Spanyol dan menghabiskan banyak waktu dengan mereka, akan lebih mudah untuk mendukung tim tersebut,” imbuh Lewandowski.

LARISBOLA – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi akhirnya buka suara usai timnya kalah di final Piala Dunai 2026. Ia menulis surat terbuka untuk seluruh pendukung Argentina.

Ya, Messi dan Timnas Argentina baru saja mengalami patah hati besar. Mereka kalah di final Piala Dunia 2026, setelah gol Ferran Torres gagal mereka balas di laga itu.

Kekalahan di final itu memang jadi kekecewaan besar bagi Timnas Argentina. Pasalnya asa mereka untuk memenangkan gelar Piala Dunia back to back dipastikan kandas.

Messi juga tidak menampik bahwa kekalahan tersebut terasa menyakitkan untuk dirinya. “Rasa sakit ini sungguh luar biasa, dan butuh waktu untuk memulihkan luka ini,” tulis Messi di akun instagramnya.

Kenang Memori Baik

Lebih lanjut, Messi enggan meratapi berlebihan kekalahan Argentina di final itu. Karena menurutnya apa yang dilakukan La Albiceleste di turnamen ini sudah luar biasa.

“Namun saya juga memilih untuk menyimpan semua hal-hal yang baik yang terjadi, semua pertandingan di mana kami memberikan segalanya dan momen-momen itu akan tinggal dalam ingatan kami selamanya,” sambung Messi.

“Saya akan mengingat dukungan sepenuh hati negara ini, dan juga usaha dan kerja keras tim ini, di mana kami sudah berupaya untuk kembali menjadi tim terbaik di dunia.”

Ucapkan Terima Kasih dan Selamat

Pada kesempatan ini Messi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para masyarakat Argentian pada timnya. Ia juga mengucapkan selamat kepada Spanyol yang menjadi juara dunia.

“Saya rasa sulit bagi kami untuk mengapresiasi apa yang sudah kami capai saat ini, namun tim ini sudah dua kali beruntun masuk ke final Piala Dunia. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dari lubuk hati terdalam untuk semua pesan yang kalian berikan setiap hari,”

“Sekali lagi, kami berhasil bersatu dan melangkah bersama dan menunjukkan kebanggaan besar sebagai masyarakat Argentina. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol yang telah memenangkan Piala Dunia,” pungkas Messi.

Akhir Messi di Timnas Argentina?

Banyak yang berspekulasi bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi turnamen terakhir Lionel Messi sebagai pemain Timnas Argentina.

Ia dikabarkan akan segera pensiun dari skuad La Albiceleste setelah ia memenangkan semua trofi yang bisa diraih bersama Timnas Argentina.

Sumber: Lionel Messi Official Instagram

LARISBOLA – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memberikan isyarat mengenai masa depannya bersama La Albiceleste. Sang pelatih mengindikasikan bahwa dirinya akan mundur dari jabatannya saat kontraknya berakhir di akhir tahun ini.

Pernyataan ini dikeluarkan Scaloni seusai partai final Piala Dunia 2026. Di laga ini, Timnas Argentina harus menelan kekalahan 1-0 dari Spanyol sehingga mereka gagal juara back to back.

Kekalahan ini tentu berpengaruh pada masa depan Scaloni. Ia masih terikat kontrak bersama Timnas Argentina hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Namun Scaloni baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik seputar masa depannya. Ia mengindikasikan bahwa ia tidak akan melanjutkan karirnya sebagai pelatih Timnas Argentina.

Segera Bicarakan dengan AFA

Dalam wawancaranya baru-baru ini, Scaloni mengatakan bahwa ia akan menghadap Federasi Sepak Bola Argentina, AFA dalam waktu dekat ini untuk membahas masa depannya selaku pelatih Timnas Argentina.

“Saya akan berbicara dengan presiden. Saya sudah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin saya lakukan. Saya akan memenuhi kontrak saya, lalu kita lihat nanti,” ujar Scaloni yang dikutip TyC Sports.

“Sejujurnya, saya merasa perlu berpikir lebih jauh mengenai posisi ini. Saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan sesuatu sebesar ini lagi. Mungkin kami perlu berbicara.”

Scaloni Khawatir Harus Membangun Ulang Skuad

Scaloni kemudian mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masa depan skuad Argentina. Ia menyadari bahwa membangun kembali tim yang telah mencapai kesuksesan luar biasa bukanlah perkara mudah.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa kami akan berada dalam posisi seperti ini (lolos ke final Piala Dunia 2026),” sambung Scaloni.

“Untuk melanjutkan, banyak hal yang dibutuhkan, terutama melakukan penyegaran dan membangun kembali kelompok seperti ini. Kelompok seperti ini kemungkinan besar tidak akan terbentuk lagi, dan itu sangat menyakitkan bagi saya,” pungkasnya.

Tidak Sendiri

Lionel Scaloni nampaknya bukan satu-satunya sosok yang akan mengundurkan diri dari Timnas Argentina usai Piala Dunia 2026 ini.

Kapten La Albiceleste, Lionel Messi santer dikabarkan akan pensiun dari Timnas Argentina dalam waktu dekat ini.

LARISBOLA – Pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 berakhir klimaks dan seru. Duel antara Timnas Prancis vs Inggris ini berakhir menjadi drama 10 gol.

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu memang berjalan seru. Pertandingan yang diprediksi berjalan sengit ini justru berubah menjadi pesta gol.

Di babak pertama, Inggris secara mengejutkan mampu mencetak empat gol ke gawang Prancis. Les Bleus bangkit di babak kedua, di mana mereka berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-4.

Bukayo Saka mencetak gol melalui titik putih sehingga Inggris menjauh 3-5 atas Prancis. Di masa injury time, Ousmane Dembele mencetak gol sehingga skor berubah menjadi 4-5.

Namun Jude Bellingham sukses memastikan kemenangan Inggris di laga ini berkat golnya di detik-detik akhir. ALhasil pertandingan perebutan juara tiga ini berakhir dengan skor 4-6 untuk kemenangan Inggris.

Pesta Gol Terbesar di Piala Dunia 2026

Laga Prancis vs Inggris ini dipastikan menjadi laga dengan jumlah gol terbanyak selama Piala Dunia 2026.

Dengan total 10 gol yang tercipta di laga ini, laga Prancis vs Inggris sejauh ini jadi laga dengan jumlah gol terbanyak di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, laga dengan gol terbanyak di Piala Dunia 2026 terjadi di fase grup saat Jerman menang 7-1 atas Curacao. Namun catatan delapan gol itu berhasil dilampaui oleh laga Prancis vs Inggris di laga perebutan juara tiga Piala Dunia ini.

Bukan yang Terbanyak Sepanjang Sejarah

Meski berhasil mencatatkan 10 gol, laga Prancis vs Inggris ini bukan laga Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak di sejarah Piala Dunia.

Catatan ini menyamai rekor yang terjadi di tahun 1958. Pada saat itu Prancis mengalahkan Paraguay dengan skor 7-3.

Sementara rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia terjadi di tahun 1954. Pada saat itu Austria mengalahkan Swiss dengan skor 7-5.

Catatan Gol Terbanyak di Sejarah Piala Dunia

12 Gol

  • Austria 7-5 Swiss – 1954

11 Gol

  • Brazil 6-5 Polandia – 1938
  • Hungara 8-3 Jerman Barat – 1954
  • Hungaria 10-1 El Salvador – 1982

10 Gol

  • Prancis 7-3 Paraguay – 1958
    Prancis 4-6 Inggris – 2026

LARISBOLA – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan sang juara bertahan Timnas Argentina dan juara Euro 2024, Timnas Spanyol. Kedua tim akan bertarung di New York New Jersey Stadium pada hari Senin (20/7/2026) dini hari Pkl 02.00 WIB.

Final Piala Dunia 2026 ini memang bisa dikatakan final yang ideal. Pasalnya baik Spanyol dan Argentina sejak awal turnamen sudah dijagokan jadi kandidat juara dan kedua tim berhasil mencapai partai puncak dari turnamen empat tahunan ini.

Kedua tim sama-sama punya misi besar di final Piala Dunia 2026. Timnas Spanyol mendambakan trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah, di mana mereka baru menjuarai Piala Dunia di tahun 2010 silam. Di sisi lain, Timnas Argentina mengincar trofi keempat mereka, di mana mereka juga mengejar rekor Italia dan Brasil sebagai negara yang mampu memenangkan gelar Piala Dunia back to back.

Perjalanan Spanyol hingga partai final Piala Dunia 2026 ini cukup mulus. Sempat ditahan imbang Cape Verde, La Furia Roja memenangkan semua pertandingan hingga babak semifinal, di mana mereka menyingkirkan beberapa tim top seperti Belgia, Portugal dan Prancis untuk mencapai final. Lebih mengesankan lagi, Spanyol baru kebobolan satu gol saja di Piala Dunia 2026 ini, sehingga lini serang Argentina benar-benar akan diuji di laga ini.

Di sisi lain, perjalanan Argentina relatif kurang mulus menuju partai final. La Albiceleste bebrapa kali berada dalam posisi yang sulit, namun mereka menunjukkan mentalitas juara yang kuat di mana mereka beberapa kali meraih comeback seperti yang terjadi di semifinal melawan Inggris. Mentalitas ini jadi modal berharga La Albiceleste di partai puncak nanti.

Kondisi Spanyol jelang partai final ini juga cukup apik. Lamine Yamal dan Pedro Porro yang dikabarkan mengalami masalah melawan Prancis dipastikan sudah fit untuk bermain. Di sisi lain, Argentina juga tidak mengalami masalah cedera berarti di tim mereka. Sehingga baik Spanyol maupun Argentina sama-sama bisa menurunkan tim terbaik mereka di final Piala Dunia 2026 ini.

Siapa yang akan dinobatkan jadi juara Dunia di New York New Jersey Stadium nanti?

Prakiraan Susunan Pemain Spanyol vs Argentina

Spanyol (4-2-3-1): Simon; Cucurella, Laporte, Cubarsi, Porro; Ruiz, Rodri; Baena, Olmo, Yamal; Oyarzabal

Pelatih: Luis De La Fuente

Argentina (4-1-4-1): E.Martinez; Tagliafico, L.Martinez, Romero, Molina; Paredes; Alvarez, Fernandez, Mac Allister, Simeone; Messi

Pelatih: Lionel Scaloni

Statistik Pertandingan

Head to Head

  • 28/03/18 Spanyol 6-1 Argentina (Uji Coba)
  • 08/09/10 Argentina 4-1 Spanyol (Uji Coba)
  • 15/11/09 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)
  • 12/10/06 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)
  • 17/11/99 Spanyol 0-2 Argentina (Uji Coba)

5 Pertandingan Terakhir Spanyol (M-M-M-M-M)

  • 15/07/26 Prancis 0-2 Spanyol (PD 2026)
  • 11/07/26 Spanyol 2-1 Belgia (PD 2026)
  • 07/07/26 Portugal 0-1 Spanyol (PD 2026)
  • 03/07/26 Spanyol 3-0 Austria (PD 2026)
  • 27/06/26 Uruguay 0-1 Spanyol (PD 2026)

5 Pertandingan Terakhir Argentina (M-M-M-M-M)

  • 16/07/26 Inggris 1-2 Argentina (PD 2026)
  • 12/06/26 Argentina 3-1 Swiss (PD 2026)
  • 07/07/26 Argentina 3-2 Mesir (PD 2026)
  • 04/07/26 Argentina 3-2 Cape Verde (PD 2026)
  • 28/06/26 Yordania 1-3 Argentina (PD 2026)

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina ini dipastikan bakal berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil ciamik sejak fase grup dan keduanya memang layak berada di partai puncak.

Secara performa, Spanyol tampil lebih konsisten dan meyakinkan ketimbang Argentina sejak awal turnamen. Namun Argentina membuktikan bahwa mereka punya mental juara dan pantang menyerah dan aspek itu bakal jadi pembeda di partai final nanti.

Mempertimbangkan semua aspek yang ada, Redaksi Bola.net memprediksi laga ini akan dimenangkan Spanyol dengan skor 2-1. Bagaimana dengan prediksi kalian, Bolaneters?

Jadwal Siaran Langsung Spanyol vs Argentina

LARISBOLA – Kekalahan Inggris dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Thomas Tuchel. The Three Lions gagal menjaga keunggulan dan akhirnya menyerah 1-2, sehingga impian tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966 kembali tertunda.

Hasil tersebut membuat Tuchel menjadi sasaran kritik, terutama terkait keputusan pergantian pemain pada fase akhir pertandingan. Setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul, Argentina mampu membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Meski tekanan publik meningkat, posisi Tuchel sebagai pelatih kepala ternyata tidak berada dalam ancaman. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) justru memastikan tetap memberikan kepercayaan kepada pelatih asal Jerman tersebut.

Dukungan itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih setelah Piala Dunia 2026. Tuchel diproyeksikan tetap memimpin Inggris dalam persiapan menuju Euro 2028 yang akan digelar di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia.

FA Tetap Percaya kepada Thomas Tuchel

Thomas Tuchel datang ke Inggris pada Januari 2025 dengan target utama membawa The Three Lions meraih gelar juara Piala Dunia. Sebulan kemudian, tepatnya pada Februari, ia menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun.

Meski gagal memenuhi target tersebut, FA tetap menilai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sebagai pencapaian yang layak diapresiasi. Inggris berhasil menembus empat besar setelah melewati serangkaian pertandingan yang tidak mudah sepanjang turnamen.

Dukungan kepada Tuchel juga datang langsung dari Chief Executive FA, Mark Bullingham. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa federasi masih percaya terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun bersama mantan pelatih Chelsea itu.

Tuchel pun memastikan dirinya akan tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Inggris. Fokus berikutnya adalah membangun tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi Euro 2028 di hadapan publik sendiri.

“Kami akan melanjutkan kontrak hingga Euro di kandang sendiri,” kata Tuchel dikutip dari BBC Sport.

Euro 2028 Jadi Target Baru The Three Lions

Kegagalan di semifinal memang menjadi pukulan bagi Inggris. Namun, Tuchel menilai pencapaian hingga empat besar tetap menunjukkan bahwa timnya mampu bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.

Dengan dukungan penuh dari FA, pelatih 52 tahun kini memiliki waktu lebih panjang untuk menyempurnakan proyeknya. Kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi sekaligus membangun fondasi tim menuju Euro 2028.

“Saya menantikan itu meskipun saat ini sulit untuk melihat sejauh itu. Banyak negara sepak bola besar tersingkir sebelum semifinal, jadi itu adalah sebuah pencapaian,” kata Tuchel.

“Tidak ada yang ingin mendengar itu saat ini; saya juga tidak, karena kami menuntut yang terbaik dari diri kami sendiri. Itulah sifat dari persaingan,” ucap mantan manajer Chelsea.

LARISBOLA – Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Albiceleste bangkit dari ketertinggalan melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia.

Laga berlangsung ketat sejak babak pertama dengan duel fisik yang mendominasi permainan. Kedua tim hanya menghasilkan total expected goals (xG) 0,08 hingga turun minum sehingga peluang bersih nyaris tidak terlihat.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah drastis setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul. Argentina merespons lewat tembakan spektakuler Enzo Fernandez sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time berkat umpan Lionel Messi.

Kemenangan tersebut membawa Argentina ke final menghadapi Spanyol di New York/New Jersey Stadium. Berikut rapor para pemain Albiceleste berdasarkan performa mereka sepanjang pertandingan.

Kiper dan Lini Belakang Argentina

Emiliano Martinez memperoleh nilai 6 setelah menjalani babak pertama yang relatif tenang. Ia hanya kebobolan satu gol dari penyelesaian Anthony Gordon dan tidak banyak mendapat ancaman lain sepanjang laga.

Di lini belakang, Nicolas Tagliafico meraih nilai 6 meski sempat kesulitan menghadapi Morgan Rogers. Penampilannya membaik setelah Argentina tertinggal dan lebih sering membantu serangan.

Lisandro Martinez juga mendapat nilai 6 berkat beberapa intersep penting serta agresivitasnya membatasi ruang Harry Kane. Namun, bek Manchester United itu menerima kartu kuning setelah menghentikan serangan balik Inggris.

Cristian Romero memperoleh nilai 6 karena tampil solid dalam duel satu lawan satu. Bek tengah Tottenham itu juga bermain dengan intensitas tinggi meski harus menerima kartu kuning.

Nahuel Molina menjadi pemain dengan nilai terendah, yakni 3. Ia gagal mengawal Anthony Gordon pada proses gol Inggris dan beberapa kali kehilangan momentum saat membantu serangan.

Lini Tengah Argentina

Enzo Fernandez menjadi motor kebangkitan Argentina dengan nilai 8. Gelandang Chelsea itu mencetak gol penyama lewat tembakan jarak jauh yang tidak mampu dijangkau Jordan Pickford.

Alexis Mac Allister meraih nilai 7 setelah tampil tenang mengatur ritme permainan. Ia juga dua kali membentur tiang gawang sehingga nyaris mencatatkan namanya di papan skor.

Leandro Paredes mendapat nilai 5 usai menjalankan peran sebagai jangkar lini tengah. Ia tampil agresif menghadapi Jude Bellingham, tetapi pengaruhnya belum terlalu besar sebelum akhirnya ditarik keluar.

Giuliano Simeone juga memperoleh nilai 5. Kerja kerasnya dalam menekan pertahanan Inggris cukup terlihat, tapi kontribusinya di lini depan masih terbatas.

Julian Alvarez menerima nilai 6 setelah menjadi pencipta peluang terbaik Argentina pada awal babak kedua. Pergerakannya cukup merepotkan pertahanan Inggris walau gagal mencetak gol.

Lionel Messi menjadi pemain terbaik dengan nilai 9. Dua assist yang ia berikan kepada Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menjadi pembeda, ditambah kemampuannya mengendalikan tempo permainan saat Argentina membutuhkan inspirasi.

Pemain Pengganti Argentina

Nico Gonzalez memperoleh nilai 6 berkat pergerakan tanpa bola yang membuka ruang di kotak penalti Inggris. Kehadirannya menambah ancaman melalui bola-bola udara.

Rodrigo De Paul juga meraih nilai 6 setelah langsung memberi dampak lewat umpan silang yang hampir berbuah gol Alexis Mac Allister. Energinya membantu Argentina menjaga tekanan hingga akhir laga.

Nicolas Otamendi mendapat nilai 6 meski tidak terlalu banyak menghadapi ancaman. Gonzalo Montiel juga meraih nilai 6 karena membantu memperlebar permainan di sisi lapangan.

Lautaro Martinez tidak mendapatkan nilai karena masuk pada menit ke-81. Meski demikian, penyerang Inter Milan itu menjadi pahlawan kemenangan lewat sundulan pada menit 90+2.

Rangkuman Rating Pemain Argentina

  • Emiliano Martinez: 6
  • Nicolas Tagliafico: 6
  • Lisandro Martinez: 6
  • Cristian Romero: 6
  • Nahuel Molina: 3
  • Enzo Fernandez: 8
  • Alexis Mac Allister: 7
  • Leandro Paredes: 5
  • Giuliano Simeone: 5
  • Julian Alvarez: 6
  • Lionel Messi: 9
  • Nico Gonzalez: 6
  • Rodrigo De Paul: 6
  • Nicolas Otamendi: 6
  • Gonzalo Montiel: 6
  • Lautaro Martinez: Tidak mendapat rating (masuk menit ke-81, tetapi mencetak gol kemenangan).

BOLADOENSIA – Angin kencang terus menghantam Gianni Infantino. Terbaru, Presiden FIFA itu diadukan oleh lembaga pembela hak-hak asasi manusia (HAM), FairSquare, ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas pelanggaran salah satu aturan yang menuntut netralitas politik.

FairSquare sudah jengah dan muak dengan tindakan Infantino belakangan ini yang menunjukkan kedekatan dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Secara khusus, mereka mengungkap beberapa jejak yang menunjukkan ketundukan Infantino, juga FIFA, terhadap Trump. Bahkan, Infantino sempat menghadiri beberapa kampanye Presiden AS itu.

“Gianni Infantino telah berulang kali melanggar aturan IOC soal netralitas politik dengan menyatakan dukungan politik kepada Presiden AS Donald Trump. Ada setidaknya 5 pelanggaran terhadap prinsip itu,” urai pernyataan FairSquare seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resminya.

Dalam laporannya, lembaga itu antara lain secara spesifik menyoroti penangguhan hukuman bagi Folarin Balogun, pemain AS, sehingga tetap bisa bermain pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 meskipun mendapat kartu merah pada laga sebelumnya. Kasus itu mengindikasikan ketundukan Infantino kepada Trump.

Kontroversi Gianni Infantino

Meskipun belakangan diketahui ada sosok lain di belakang putusan itu, Gianni Infantino tetap jadi sorotan karena statusnya sebagai Presiden FIFA. Dia tak mungkin tak mengetahui hal itu. Apalagi, Donald Trump sempat mengaku bertelepon dengan dia untuk membahas kartu merah yang didapatkan Folarin Baloguun.

Hal lain yang disoroti oleh FairSquare adalah promosi laman penggemar FIFA oleh Infantino yang diduga merupakan bagian dari kampanye pengumpulan data yang terkait dengan Trump. Ini lagi-lagi menunjukkan betapa intens kedekatan keduanya walaupun Infantino menyebut itu wajar karena AS adalah tuan rumah Piala Dunia 2026.

Jauh sebelumnya, FairSquare langsung melayangkan gugatan kepada Komite Etik FIFA begitu Infantino menganugerahkan Penghargaan Perdanaian FIFA kepada Trump pada Desember 2025. Langkah itu dipandang kontroversial dan kian tak sesuai ketika AS bersama Israel menyerang Iran pada Februari lalu.

Pekan lalu, Presiden IOC Kristy Coventry memang membuka kemungkinan komite etik memeriksa Infantino jika memang adu pengaduan resmi. Hal itu diungkapkan seiring kontroversi soal penangguhan hukuman kartu merah yang didapatkan Balogun. Kini, FairSquare sudah melayangkan aduan tersebut.

LARISBOLA – Piala Dunia 2026 memasuki fase semifinal dengan menghadirkan empat negara yang sama-sama pernah mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina siap berebut tiket menuju partai final dalam dua pertandingan besar.

Laga pertama mempertemukan Prancis melawan Spanyol di AT&T Stadium, Arlington, Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Sehari berselang, Inggris menghadapi Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Empat semifinalis juga menempati empat posisi teratas dalam Ranking FIFA. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju final diperkirakan berlangsung dengan kualitas permainan yang sangat tinggi.

Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Lamine Yamal, Rodri, Harry Kane, Jude Bellingham, Lionel Messi, hingga Julian Alvarez menjadi tumpuan masing-masing tim. Pengalaman dan kualitas individu mereka diyakini dapat menentukan hasil pertandingan ketika tekanan mencapai puncaknya.

Lionel Messi Siap Jalani Pengalaman Baru

Lionel Messi mengaku antusias karena akan menghadapi Inggris untuk pertama kalinya sepanjang kariernya. Kapten Argentina itu menilai pertandingan tersebut memiliki arti khusus karena berlangsung pada semifinal Piala Dunia.

“Ini akan menjadi pertandingan yang spesial karena saya belum pernah bermain melawan Inggris. Mereka juga tim hebat, salah satu kekuatan dunia, dan selalu menyenangkan menghadapi tim seperti itu. Ini adalah pertandingan yang menjanjikan, terlebih lagi di semifinal Piala Dunia.”

Julian Alvarez juga percaya diri setelah mencetak gol jarak jauh pada babak perempat final. Penyerang Argentina itu berharap mampu mempertahankan performanya ketika peluang melakukan kesalahan semakin kecil.

“Mencetak gol itu penting. Saya berkembang sepanjang Piala Dunia dan berharap bisa tampil lebih baik lagi di semifinal. Yang paling penting adalah tim menang, tetapi sebagai penyerang saya ingin membantu lewat gol. Rasanya sangat emosional. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana suasananya di kampung halaman.”

Inggris Ingin Menyelesaikan Misi

Harry Kane menilai perjalanan Inggris dalam beberapa turnamen besar sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Akan tetapi, penyerang berusia 32 tahun itu merasa timnya masih membutuhkan satu langkah terakhir agar meninggalkan warisan yang lebih besar.

“Ini adalah periode yang sangat sukses bagi tim nasional kami. Kami ingin mengambil langkah terakhir itu. Kami sudah bersama selama enam pekan dan memberikan segalanya demi lambang ini setiap hari.”

Jude Bellingham turut menjadi salah satu pemain paling konsisten bagi Inggris sepanjang turnamen. Gelandang muda tersebut bangga melihat semangat rekan-rekannya yang terus bertahan dalam berbagai situasi sulit.

“Ini mungkin melampaui mimpi terliar saya. Saya memang percaya diri, tetapi saya rasa tidak ada yang bermimpi mengalami pertandingan seperti itu. Senang bisa memberi pengaruh dan membantu tim, tetapi saya sangat bangga melihat para pemain terus berjuang apa pun situasinya.”

Prancis Percaya Diri

Kylian Mbappe menegaskan Prancis belum menyelesaikan tugas meski sudah mencapai semifinal. Penyerang Les Bleus itu merasa timnya masih harus membuktikan kualitas sebelum pantas mendapat pengakuan sebagai tim yang sulit dikalahkan.

“Saya tidak tahu apakah itu bisa disebut ‘misi’, tetapi kami semua tahu bahwa kami hanya bisa bersantai jika menjadi juara. Kami tidak boleh lengah sampai saat itu. Kami masih harus membuktikan banyak hal jika ingin diakui sebagai tim yang ‘tak terkalahkan’.”

Ousmane Dembele menikmati perannya bersama tim nasional dan merasa permainannya terus meningkat. Meski demikian, pemain PSG tersebut tetap menempatkan kepentingan tim di atas pencapaian individu.

“Saya sangat bahagia. Saya merasa nyaman dengan peran saya di Prancis dan Paris Saint-Germain. Saya semakin kuat seiring berjalannya turnamen, tetapi tim tetap yang utama.”

Yamal dan Rodri Siap Tantang Les Bleus

Lamine Yamal menyambut duel melawan Prancis dengan penuh keyakinan. Winger muda Spanyol itu menilai banyak orang memang sudah menantikan pertandingan antara dua kandidat kuat juara tersebut.

“Sejak turnamen dimulai, banyak orang berharap pertandingan ini terjadi. Bagi saya, inilah dua tim terbaik di Piala Dunia. Kami tidak takut. Jika ada tim yang bisa mengalahkan Prancis, itu adalah kami.”

Rodri memandang Prancis sebagai lawan terberat yang akan dihadapi Spanyol sejauh ini. Gelandang berusia 30 tahun tersebut optimistis timnya memiliki kualitas untuk mengamankan tiket menuju final.

“Prancis mungkin akan menjadi ujian terberat kami. Kami sangat termotivasi dan bertekad memenangi pertandingan ini. Kami harus bermain sesuai kekuatan kami. Prancis adalah tim hebat, tetapi kami juga demikian.”