30 Oktober 2026

J13

Idnews.top – Chelsea resmi mengumumkan perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai transfer mencapai 117 juta poundsterling. Nilai tersebut menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah sekaligus rekrutan anyar The Blues dengan kontrak berdurasi enam tahun.

Sebelum bergabung ke Stamford Bridge, Rogers sempat dikaitkan dengan Arsenal. Namun, Chelsea berhasil membajak proses transfer pada akhir pekan lalu dan mengamankan tanda tangan gelandang berusia 23 tahun itu.

Rogers datang ke London setelah tampil bersama Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Penampilannya bersama Aston Villa membuatnya dipercaya masuk skuad asuhan Thomas Tuchel.

Selama membela Aston Villa, Rogers mencatatkan 125 penampilan dengan torehan 31 gol dan 29 assist. Ia juga pernah menimba ilmu di akademi Manchester City sebelum berkarier di Middlesbrough, Lincoln City, Bournemouth, dan Blackpool.

Morgan Rogers Ungkap Alasan Memilih Chelsea

Rogers mengaku sangat antusias memulai petualangan barunya bersama Chelsea. Ia menyebut The Blues sebagai klub yang sudah lama dikaguminya sejak masih kecil.

Selain itu, Rogers tertarik dengan proyek yang sedang dibangun klub bersama pelatih baru. Menurutnya, arah perkembangan Chelsea menjadi alasan utama menerima tawaran tersebut.

“Saya sangat bersemangat. Bagi saya, Chelsea adalah klub terbesar di London dan klub yang selalu saya kagumi sejak masih kecil,” ujar Rogers.

“Saya juga sangat antusias dengan proyek bersama pelatih baru, para pemain yang kami miliki, dan arah yang sedang dituju klub ini. Itulah alasan saya berada di sini dan saya sudah tidak sabar untuk segera memulai,” lanjut Rogers.

Xabi Alonso Jadi Faktor Penting

Morgan Rogers mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali berbicara dengan Xabi Alonso sebelum transfer diselesaikan. Pembicaraan tersebut membuatnya semakin yakin memilih Chelsea.

Ia merasa filosofi permainan yang diterapkan Alonso sangat sesuai dengan gaya bermainnya. Rogers pun berharap bisa berkembang di bawah arahan pelatih asal Spanyol tersebut.

“Saya sudah beberapa kali berbicara dengan Xabi Alonso. Bagi saya, sangat penting memahami seperti apa karakter pelatih, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana dia ingin tim bermain,” kata Rogers.

“Semua itu sangat sesuai dengan cara saya memandang sepak bola, cara saya ingin bermain, menjadi diri sendiri, bermain dengan bebas, dan mengekspresikan kemampuan saya. Kehadirannya menjadi salah satu alasan terbesar saya memilih bergabung ke sini,” tutup Rogers.

Idnews.top – Spanyol kembali berada di puncak sepak bola dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah.

Kemenangan itu menjadi penutup sempurna perjalanan tim asuhan Luis de la Fuente yang tampil konsisten sejak fase grup. Mereka menguasai jalannya laga final dan hanya membutuhkan satu momen untuk memastikan trofi berpindah tangan.

Keberhasilan tersebut langsung memicu gelombang apresiasi dari berbagai kalangan. Tokoh kerajaan, politik, olahraga, hingga dunia hiburan memberikan penghormatan atas pencapaian Spanyol.

Banyak pihak menilai gelar ini merupakan buah dari proses panjang pembinaan pemain muda dan konsistensi filosofi permainan. Dominasi Spanyol sepanjang turnamen menjadi alasan mengapa mereka pantas berdiri sebagai juara dunia.

Ferran Torres Jadi Penentu Gelar Dunia

Spanyol mendominasi pertandingan sejak menit awal meski Argentina bertahan sangat rapat. Emiliano Martinez berkali-kali menggagalkan peluang La Roja sepanjang waktu normal.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-106. Nico Williams menyundul umpan Pedro Porro sebelum Ferran Torres menyambar bola ke atap gawang tanpa mampu dihentikan Martinez.

Argentina kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu kuning kedua menjelang babak tambahan. Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap berjuang hingga akhir, tetapi gagal membendung tekanan Spanyol.

Raja Felipe VI hingga Gianni Infantino Beri Apresiasi

Raja Felipe VI memberikan penghormatan kepada para pemain atas perjuangan mereka sepanjang turnamen. Ia berkata, “Kalian telah menghadapi setiap tantangan dengan keyakinan sebagai tim besar dan membawa nama Spanyol ke titik tertinggi.”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga memberikan ucapan selamat kepada sang juara. Ia berkata, “Selamat kepada Spanyol yang dinobatkan sebagai tim terbaik di dunia. Sebagai tim terbaik sepanjang turnamen, kalian pantas menjadi juara Piala Dunia FIFA!”

Perdana Menteri Pedro Sanchez turut merayakan keberhasilan tersebut melalui pesan singkat. Ia menulis, “Kita adalah juara dunia! Tim nasional kita luar biasa! Terima kasih, tim.”

Tokoh Olahraga dan Hiburan Ikut Merayakan
Petenis Carlos Alcaraz meluapkan kegembiraannya dengan kalimat singkat. Ia menulis, “Ayo, Spanyol!!!!!!!!!!!”

Legenda basket Pau Gasol menilai keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif yang dibangun selama bertahun-tahun. Ia berkata, “Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari kerja bertahun-tahun, tumbuh bersama, dan membangun tim yang tidak pernah berhenti percaya.”

Aktor Javier Bardem juga memberikan penghormatan kepada skuad Spanyol. Ia menilai tim nasional menjadi contoh kerja sama, persatuan, sportivitas, dan semangat kebersamaan.

Fondasi Luis de la Fuente Berbuah Gelar

Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Spanyol, Aitor Karanka, menganggap kesuksesan ini merupakan hasil kepercayaan terhadap pemain muda dan para pelatih. Menurutnya, Luis de la Fuente beserta staf mampu memperlihatkan identitas sepak bola Spanyol di panggung tertinggi.

Legenda Spanyol Carles Puyol memberikan ucapan singkat, “Selamat, Spanyol. Sangat pantas.” Mantan petenis Rafael Nadal juga ikut merayakan dengan kalimat, “Juara dunia untuk kedua kalinya!”

Rangkaian ucapan tersebut menjadi gambaran besarnya kebanggaan masyarakat terhadap pencapaian La Roja. Setelah tampil dominan sepanjang turnamen, Spanyol akhirnya mengukuhkan diri sebagai raja baru sepak bola dunia dengan cara yang benar-benar meyakinkan.

BOLADONESIA – Bek anyar Persija Jakarta, Denis Kolinger, mengaku terkesan dengan metode kepelatihan Shin Tae-yong. Meski baru menjalani pekan pertama bersama Macan Kemayoran, pemain asal Kroasia itu menilai latihan yang diterapkan pelatih asal Korea Selatan tersebut berjalan sangat profesional.

Kolinger menjadi salah satu rekrutan anyar Persija untuk menghadapi musim 2026-2027. Sejak bergabung dalam sesi latihan di Persija Training Ground, bek berusia 32 tahun itu langsung mengikuti seluruh program yang disusun Shin Tae-yong bersama tim pelatih.

Proses adaptasi bek jangkung itu pun berjalan cukup mulus. Dia merasa tidak mengalami kesulitan untuk mengikuti ritme latihan maupun berbaur dengan rekan-rekan barunya di dalam skuad Macan Kemayoran.

Menurut dia, intensitas latihan terus meningkat dari hari ke hari. Dia optimistis seluruh pemain akan berada dalam kondisi terbaik saat kompetisi Super League 2026-2027 dimulai.

“Latihan berjalan sangat baik setiap hari. Sekarang kami sudah memiliki rutinitas harian. Kami memulainya dengan intensitas yang lebih ringan dan saya rasa setiap hari akan semakin berat. Saya berharap kami siap menyambut awal musim,” kata Denis Kolinger.

Denis Kolinger Apresiasi STY

Selain puas dengan proses adaptasinya, Kolinger juga memberikan apresiasi kepada Shin Tae-yong. Pemain yang pernah mencatatkan satu penampilan bersama Timnas Kroasia itu menilai sang pelatih mampu menciptakan keseimbangan antara kedisiplinan dan suasana yang menyenangkan di dalam tim.

Menurut Kolinger, Shin Tae-yong selalu menuntut para pemain tampil serius selama latihan. Namun, di luar sesi latihan, mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut tetap memberi ruang agar para pemain bisa menikmati kebersamaan di dalam tim.

“Saya pikir pelatih sangat profesional, itulah yang saya sukai. Dia ingin kami serius saat latihan, itu hal yang normal. Ketika kami bercanda, kami bercanda. Tetapi ketika kami bekerja, kami benar-benar bekerja,” ucap dia.

Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.

Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.

Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.

Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.

Jadi Pencetak Asisst Terbanyak

Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.

Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.

Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.

Lampaui Rekor Pele

Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.

Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.

Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.

Idnews.top – Ajang Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarpembalap muda terbaik Asia-Pasifik. Seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 17-19 Juli itu juga menyuguhkan cerita menarik dari sosok di luar dunia balap.

Perhatian publik tertuju kepada Ing Asavanund, pembalap asal Thailand yang memiliki karier ganda sebagai aktor. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race 2026.

Ing Asavanund bukan nama asing bagi penggemar serial televisi Thailand. Aktor kelahiran 9 Februari 2006 itu berada di bawah naungan agensi GMMTV dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial My Sweetheart Jom yang tayang pada 2025.

Meski memiliki popularitas di industri hiburan, Ing datang ke Mandalika bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Ia menunjukkan bahwa kemampuannya di lintasan balap juga layak diperhitungkan saat menjalani sesi latihan bebas pertama.

Aktor Muda Thailand yang Serius Menekuni Dunia Balap

R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship seri Mandalika diikuti 21 pembalap dari berbagai negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan ini juga menghadirkan rider dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.

Di antara deretan peserta tersebut, Ing Asavanund menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian. Latar belakangnya sebagai aktor profesional membuat kehadirannya mendapat sorotan, tetapi performanya di lintasan membuktikan bahwa ia bukan sekadar figur publik yang mencoba dunia balap.

Pada sesi Free Practice 1 yang digelar Jumat (17/7), Ing membukukan waktu terbaik 1 menit 55,274 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi ke-10 dari total 21 pembalap yang mengikuti sesi latihan pembuka.

Hasil itu menjadi modal awal yang cukup menjanjikan bagi pembalap Thailand tersebut. Ing masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya saat mengikuti sesi kualifikasi pada Sabtu (18/7), sebelum bertarung pada balapan utama yang berlangsung Minggu (19/7).

Tantangan Berat Menanti Ing Asavanund di Mandalika

Persaingan Ing Asavanund dipastikan tidak akan mudah karena ia harus menghadapi tiga pembalap Yamaha Racing Indonesia yang memiliki kualitas mumpuni. Ketiganya adalah Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior, dan M. Abid Ashar Musyafa yang tampil pada seri Mandalika.

Sabian Fathul Ilmi datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi balapan seri kedua di The Bend Motorsport Park, Australia, pada awal Mei lalu. Pembalap berusia 14 tahun itu kini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin dan bertekad kembali bersaing di barisan depan pada balapan kandangnya.

Sementara itu, Reynaldi Junior menjalani musim penting dalam perjalanan kariernya. Juara R15 Idemitsu Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025 tersebut kini menimba pengalaman di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship setelah sebelumnya naik kelas ke National Sport 250cc pada Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series musim 2026.

Di sisi lain, M. Abid Ashar Musyafa menjadi salah satu ancaman terbesar pada seri Mandalika. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih kemenangan pada dua race seri pertama dan kedua kelas Junior Sport 250 U-18 Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series 2026..

BOLADONESIA – Kapten timnas Inggris, Harry Kane masih belum memutuskan apakah ini akan jadi Piala Dunia terakhirnya. Namun dia melihat Lionel Messi yang masih bisa bermain pada usia 39 tahun.

Inggris gagal lolos ke final Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Argentina dengan skor 1-2, menandakan mereka masih juga bisa belum lolos ke final sejak juara pada 1966.

Kane akan berusia 36 tahun saat Piala Dunia berikutnya tiba, dan mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya bersama Inggris.

“Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Saya menjalaninya tahun demi tahun dan tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya,” ucap Kane seperti dilansir IDNNEWS dari ESPN.

“Itulah yang paling saya sukai. Jelas empat tahun masih lama, saya berusia 33 tahun musim panas ini tetapi itu tidak pernah berakhir dengan Leo (Messi) di sana, dia masih tampil di level tertinggi.

“Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal ini. Saya akan mengatasi situasi saat itu terjadi, tetapi untuk saat ini, ini hanya tentang memproses kekalahan yang berat.”

Harry Kane Bela Taktik Timnya

Hampir semua tokoh sampai media Inggris mengecam taktik The Three Lions yang justru bermain sangat bertahan sejak mencetak gol pada menit ke-55. Namun Kane membela permainan timnya.

“Ini cerita yang mirip dengan apa yang terjadi di turnamen sebelumnya, menurut saya. Kami mengelola momentum permainan dengan sangat baik selama 60 menit, kami mencetak gol dan unggul,” ujar Kane.

“Dan kemudian karena satu dan lain hal, kami kesulitan menguasai bola, kami kesulitan memberikan tekanan pada bola dan itu memungkinkan mereka untuk menciptakan momentum lebih besar dan menciptakan lebih banyak serangan bagi mereka di sepertiga akhir lapangan kami.

“Merupakan pola pikir yang wajar untuk mencoba bertahan dan mempertahankan keunggulan satu gol, tetapi Anda tahu, masih ada 20 menit lagi, jadi akan ada cukup waktu (bagi Argentina untuk mencetak gol).

“Kami harus menonton ulang pertandingan dan mencari tahu persis bagaimana kami dapat meningkatkan diri dalam situasi tersebut, tetapi mungkin itulah bagian yang hilang selama empat turnamen terakhir.”

Idnews. top – Kylian Mbappe gagal membawa Prancis melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-2 dari Spanyol di Dallas Stadium. Penyerang Real Madrid itu tampil selama 90 menit, tetapi tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

Spanyol memastikan kemenangan lewat gol penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan gol Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil tersebut mengantar La Furia Roja melaju ke final untuk menghadapi pemenang semifinal Inggris kontra Argentina.

Prancis sebenarnya datang dengan status unggulan tipis berkat kualitas lini serang yang dimiliki. Akan tetapi, organisasi pertahanan Spanyol membuat Les Bleus kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.

Bagi Prancis, kekalahan ini mengakhiri langkah mereka di semifinal dan membuat tim asuhan Didier Deschamps harus menjalani laga perebutan peringkat ketiga. Sementara itu, Spanyol menjaga peluang meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.

Kylian Mbappe Gagal Memberi Ancaman

Kylian Mbappe memasuki semifinal dengan koleksi delapan gol di Piala Dunia 2026. Catatan tersebut membuatnya kembali menjadi tumpuan utama lini depan Prancis saat menghadapi Spanyol.

Namun, pertahanan rapat yang dibangun Luis de la Fuente berhasil memutus ruang gerak sang penyerang. Mbappe kesulitan memperoleh ruang untuk berlari maupun melepaskan penyelesaian yang membahayakan gawang Unai Simon.

Selama pertandingan berlangsung, Mbappe tidak mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang (0 shot on target). Kondisi itu menjadi gambaran keberhasilan lini belakang Spanyol membatasi pengaruh pemain berusia 27 tahun tersebut.

Pertahanan Spanyol Redam Andalan Prancis

Mbappe sempat berusaha membangkitkan permainan Prancis setelah gol Lamine Yamal dianulir karena offside. Akan tetapi, upayanya berulang kali terhenti oleh disiplin pertahanan lawan.

Marc Cucurella melakukan tekel penting untuk menggagalkan peluang Mbappe pada babak kedua. Unai Simon juga tampil sigap sebagai sweeper-keeper sehingga ruang di belakang lini pertahanan tetap aman.

Frustrasi mulai terlihat menjelang akhir pertandingan ketika Mbappe menerima kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Simon. Ia kemudian memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas, tetapi bola melambung di atas mistar gawang.

Prancis Gagal Bangkit

Didier Deschamps sempat memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki untuk menambah daya gedor. Pergantian tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan karena Spanyol tetap tampil disiplin hingga peluit akhir.

Kekalahan 0-2 memastikan Prancis gagal ke final Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Spanyol melangkah ke partai puncak dengan modal pertahanan kokoh yang sukses meredam pemain-pemain berbahaya milik lawan, termasuk Kylian Mbappe.

Idnews.top – Emiliano Martinez menjadi sosok penting di bawah mistar Argentina menjelang semifinal Piala Dunia 2026. Kiper berusia 33 tahun itu siap mengawal La Albiceleste saat menghadapi Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Martinez tampil dalam seluruh perjalanan Argentina menuju empat besar turnamen. Hingga semifinal, ia mencatat dua clean sheet dan kebobolan enam gol dalam enam pertandingan.

Pengalaman serta ketangguhannya membuat Argentina tetap percaya diri menghadapi laga besar. Mental kuat yang dimiliki Martinez berkali-kali membantu juara bertahan melewati situasi sulit sepanjang kompetisi.

Emiliano Martinez Selalu Hadir pada Momen Penting

Sebagai penjaga gawang, Martinez dikenal mampu menguasai area penalti dengan sangat baik. Posturnya yang tinggi dan keberaniannya keluar dari gawang membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.

Pada perempat final melawan Swiss, Martinez menjadi penyelamat lewat sejumlah intervensi penting. Salah satu aksi terbaiknya adalah menggagalkan peluang Breel Embolo melalui penyelamatan saat keluar dari gawang dengan timing yang tepat.

Ketika Lionel Messi menjadi pembeda di lini depan, Martinez memberikan rasa aman di sektor pertahanan. Determinasi, keberanian, dan komitmennya menjadi fondasi penting bagi permainan Argentina.

Peraih Golden Glove yang Tak Kenal Menyerah

Martinez bukan sosok asing di panggung Piala Dunia. Ia pernah meraih penghargaan Golden Glove berkat kontribusi besarnya saat membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar.

Semangat juangnya juga terlihat di level klub. Martinez tetap tampil pada final Liga Europa bersama Aston Villa meski mengalami cedera jari, sebuah bukti ketangguhan yang terus melekat dalam kariernya.

Karier profesional Martinez seluruhnya dijalani di Inggris setelah bergabung dengan Arsenal dari Independiente saat masih remaja. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya bersama Aston Villa dan berkembang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Kapten Argentina, Lionel Messi, memberikan pujian tinggi kepada rekan setimnya tersebut. “Kami memiliki Emiliano Martinez yang luar biasa. Dia adalah monster di bawah mistar gawang.”

BOLADONESIA – Bintang timnas Argentina, Lionel Messi sudah tidak sabar untuk melawan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Karena ini adalah pertama kalinya Messi akan melawan mereka.

Argentina lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss 3-1 (12/7/26). Sementara Inggris lolos setelah mengalahkan Norwegia 2-1.

Walaupun keduanya punya sejarah panjang di Piala Dunia, seperti pada 1986 di mana Diego Maradona mencetak gol “Hand of God” dan “Goal of the Century”, ini akan jadi pertama kalinya Messi melawan Inggris.

“Semua yang saya lihat dan ingat (tentang Argentina vs. Inggris dari tahun 1986) berasal dari video dan gambar yang terus-menerus ditonton dan dikenang oleh orang Argentina,” kata Messi seperti dilansir IDNEWS dari ESPN.

“Tapi saya pikir kelompok ini terbiasa memainkan pertandingan sepak bola tanpa memandang lawannya.

“Jelas, bermain melawan Inggris itu spesial karena mereka adalah tim raksasa, dan pertandingan melawan tim raksasa selalu spesial. Secara pribadi, ini pertama kalinya saya akan bermain melawan mereka. Saya telah bermain melawan semua tim kecuali Inggris, jadi akan menyenangkan karena alasan itu juga.

“Dan kami akan mengalaminya apa adanya: semifinal Piala Dunia melawan tim raksasa, tim hebat, dan kami akan mencoba untuk berada dalam kondisi terbaik untuk kembali bersaing.”

Julian Alvarez Sama Semangatnya dengan Lionel Messi

Julian Alvarez, yang mencetak gol cantik di injury time, yang membawa Argentina lolos juga sama semangatnya dengan Messi.

“Kami sangat bangga berada di antara empat tim terbaik di dunia,” kata Alvarez.

“Inggris, kita tahu, memiliki pemain-pemain yang mengesankan. Mereka adalah tim hebat yang telah melakukan banyak hal dengan baik (di Piala Dunia ini) tetapi kami perlu memulihkan diri dan mempersiapkan permainan kami.”

Idnews.top – Jadwal dan link streaming laga Swiss vs Argentina pada babak 8 Besar Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (12/7) mulai pukul 08.00 pagi WIB. Laga Swiss vs Argentina akan disiarkan di TVRI dan MaxStream.

Perjalanan Argentina menuju delapan besar jauh dari kata mulus. Tim asuhan Lionel Scaloni dipaksa bekerja ekstra dalam dua laga fase gugur.

Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga memasuki 10 menit terakhir. Lionel Messi yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti akhirnya mengubah jalannya pertandingan lewat assist untuk Cristian Romero dan gol penyeimbang sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis 3-2.

Di sisi lain, Swiss kembali membuktikan konsistensinya di level internasional. Di bawah arahan Murat Yakin, mereka memang tidak selalu tampil atraktif, tetapi mampu menjaga organisasi permainan dengan sangat baik.

Swiss menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Meski Manuel Akanji gagal mengeksekusi penalti, Ruben Vargas memastikan kemenangan yang membawa Swiss menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Argentina vs Swiss
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Minggu, 12 Juli 2026
Jam kick-off: 08.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_ty7vb3rh/argentina_vs_swiss

Prediksi Skor

Argentina memiliki kualitas individu yang sulit ditandingi, terutama ketika Messi mampu menentukan jalannya pertandingan dalam situasi paling sulit. Pengalaman mereka di laga-laga besar juga menjadi modal penting menghadapi tekanan babak gugur.

Namun, pertahanan Argentina belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka sudah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir, sedangkan Swiss memiliki cukup banyak opsi di lini depan untuk mengeksploitasi ruang yang tersedia.

Swiss kemungkinan akan bermain disiplin sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Jika efektivitas penyelesaian akhir mereka lebih baik dibanding saat menghadapi Kolombia, peluang mencetak gol tetap terbuka.

Meski begitu, sulit mengabaikan faktor Messi yang berkali-kali menjadi pembeda. Argentina diprediksi kembali lolos, tetapi mungkin harus melalui pertandingan yang berlangsung ketat.

Prediksi skor akhir: Argentina 2-1 Swiss