30 Oktober 2026

J13

BOLADONESIA – Jamal Musiala dikabarkan beberapa media Jerman ditepikan Bayern Munich. Khususnya untuk pertandingan melawan Borussia Dortmund pada Franz Beckenbauer Supercup 2026, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB. pemain berumur 23 tahun itu disebut-sebut tak akan masuk skuad untuk laga di Stadion Signal Iduna Park tersebut.

Kabar Musiala tak akan masuk skuad Bayern untuk laga Franz Beckenbauer Supercup 2026 antara lain datang dari TZ dan Bild. Keduanya menyebut sang pemain akan ditepikan oleh pelatih Vincent Kompany setelah mengalami kolaps pada 2 laga pramusim terakhir Die Roten, yakni saat menghadapi RB Leipzig dan 1.FC Heidenheim 1846.

Belakangan ini, kondisi kesehatan Jamal Musiala memang jadi topik pembicaraan. Dua kali kali kolaps, meskipun tidak sampai terjatuh karena segera ditolong reken-rekan setimnya, Musiala dinilai banyak pihak tidak cukup sehat untuk bermain, apalagi di level sepak bola tertinggi.

Setelah kolaps untuk kali kedua, sesuai kesepakatan dengan manajemen Bayern, Musiala memberikan keterangan soal kondisinya. Lewat unggahan di media sosial, dia mengaku mengidap kejang absans atau epilepsi ringan, tapi menegaskan kondisinya baik-baik saja, tak ada yang perlu dicemaskan secara berlebihan.

Keterbukaan Soal Jamal Musiala

Insiden Jamal Musiala kolaps pada laga pramusim melawan RB Leipzig dan 1.FC Heidenheim 1846 membuat Bayern Munich dalam sorotan dan tekanan. Mereka dinilai abai, bahkan ada yang menuding ceroboh karena membiarkan sang pemain tampil. Tekanan itu tetap ada meskipun sang pemain dan Uli Hoeness menyebut sudah ada izin tertulis dari dokter dan ahli syaraf.

Eks kapten Bayern, Stefan Effenberg, tetap meminta manajemen Die Roten untuk lebih transparan mengenai kondisi kesehatan Musiala. Dia menekankan, ini adalah masalah serius yang harus diketahui juga oleh publik meskipun catatan kesehatan memang tergolong informasi rahasia.

“Saya sekarang berharap Bayern Munich, idealnya bersama pakar syaraf, memberikan pembaruan segera mengenai kesehatan pemain mereka. Mereka harus memberikan keterbukaan lebih besar sehingga semua pertanyaan bisa terjawab. Ini sangatlah penting,” kata Efffenberg seperti dikutip IDNEWS.TOP dalam kolomnya di T-Online.

Dia menambahkan, “Akan jadi kesalahan besar jika Bayern mengabaikan hal itu. Mereka akan merugikan diri sendiri, terutama Musiala. Pasalnya, dalam setiap kesempatan, pertanyaan yang sama akan terus muncul dan menciptakan kegaduhan ke dalam klub. Mereka tak boleh membiarkan itu terjadi.”

BOLADONESIA – Lazio tampaknya tidak akan melanjutkan upaya untuk mendatangkan Mauro Icardi. Rencana memboyong Icardi batal setelah kedua pihak menyadari adanya jarak yang terlalu besar terkait tuntutan gaji.

Sebelumnya, Icardi sempat muncul sebagai salah satu opsi Lazio untuk memperkuat lini depan. Penyerang berusia 33 tahun itu itu juga disebut terbuka untuk kembali ke Italia setelah kontraknya bersama Galatasaray habis pada 30 Juni lalu.

Namun, menurut laporan Matteo Moretto, negosiasi kedua pihak kini telah terhenti. Gli Aquile merasa tidak sanggup memenuhi permintaan finansial Icardi.

Situasi tersebut membuat transfer Icardi sulit terwujud. Gli Aquile pun mulai mengalihkan fokus kepada target lain untuk mengisi lini depan.

Andrea Pinamonti Jadi Striker Incaran Lazio

Nama Andrea Pinamonti kini kembali berada di posisi terdepan dalam daftar incaran Gli Aquile. Striker Sassuolo tersebut merupakan pemain yang sangat dihargai oleh pelatih Gennaro Gattuso.

Gattuso disebut ingin bekerja sama dengan Pinamonti di Lazio. Sang pelatih juga melihat penyerang asal Italia itu sebagai kandidat untuk menjadi ujung tombak utama timnya.

Pinamonti sendiri dikabarkan berharap dapat segera bereuni dengan Gattuso di Formello. Setelah peluang mendatangkan Icardi semakin mengecil, jalan bagi striker berusia 27 tahun itu untuk merapat ke Lazio pun kembali terbuka.

Bagi Gli Aquile, Pinamonti juga menjadi opsi yang lebih realistis dari sisi finansial dibandingkan Icardi. Terlebih, Pinamonti tidak mematok gaji setinggi Icardi dan telah punya pengalaman membuktikan ketajamannya di Serie A.

Idnews.top – Rodri resmi meninggalkan Manchester City dan melanjutkan karier bersama Barcelona setelah transfer senilai £64,4 juta (sekitar Rp1,56 triliun) rampung. Kepergian gelandang Timnas Spanyol itu menutup perjalanan tujuh tahun yang menghasilkan berbagai trofi penting bersama The Citizens.

Rodri bergabung dengan Manchester City dari Atletico Madrid pada 2019 dan berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Selama enam musim, ia mencatat 298 penampilan kompetitif dan membantu klub meraih 12 trofi utama.

Kini, Rodri harus mengucapkan salam perpisahan kepada klub yang membentuk bagian penting dalam kariernya. Ia juga mengingat kembali momen-momen bersejarah, termasuk keberhasilan meraih treble dan Ballon d’Or 2024.

Perpisahan Berat dengan Manchester City

Rodri mengakui perpisahan dengan Manchester City menjadi salah satu momen paling sulit dalam hidupnya. “Sulit untuk menemukan kata-kata untuk mengungkapkan betapa besar rasa terima kasih, cinta, dan dukungan yang saya dan keluarga saya rasakan selama bertahun-tahun ini.”

Ia masih mengingat antusiasmenya ketika pertama kali tiba di Manchester City pada 2019. “Saya tidak bisa berhenti tersenyum,” ujar Rodri saat mengenang kesempatan bermain bersama Kevin De Bruyne, Sergio Aguero, David Silva, Bernardo Silva, dan John Stones.

Rodri juga memberikan apresiasi khusus kepada Pep Guardiola yang membantunya berkembang sejak hari pertama. “Pep, sekarang saya bisa mengatakan kepada Anda, saya tidak bisa menangani semua taktik itu di kepala saya,” kata Rodri dengan nada emosional.

Kenangan Trofi hingga Ballon d’Or

Selama memperkuat Manchester City, Rodri menjadi bagian penting dari periode sukses klub dengan empat gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions. Ia juga mencetak gol kemenangan melawan Inter Milan pada final Liga Champions 2023 yang mengantarkan City meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.

Prestasi Rodri semakin lengkap ketika ia memenangkan Ballon d’Or 2024. “Anda tidak bisa membayangkan betapa bangganya saya menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan ini dengan seragam biru langit,” ujarnya.

Rodri juga mengingat keberhasilan Manchester City meraih treble dan empat gelar liga secara beruntun. “Kami membuat sejarah, dengan treble, dengan empat gelar beruntun. Kami melihat hal-hal yang tidak akan pernah mereka lihat,” katanya.

Suporter Selalu dalam Ingatannya

Hubungan Rodri dengan suporter Manchester City tidak hanya terbentuk melalui kesuksesan di lapangan. Ia juga merasakan dukungan besar ketika kembali bermain setelah mengalami cedera lutut yang membuatnya absen dalam waktu panjang.

“Pada hari pertama saya kembali ke lapangan, saya menyadari betapa besar cinta kalian kepada saya dan saya memahami betapa istimewanya para penggemar ini,” ujar Rodri. Pesan itu menjadi penutup emosional sebelum sang gelandang memulai tantangan baru bersama Barcelona.

Kepergian Rodri membuat Manchester City harus mencari solusi baru di lini tengah sebelum bursa transfer ditutup. Klub kini dikaitkan dengan Ayyoub Bouaddi dari Lille serta gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, yang memiliki nilai pasar transfer £120 juta (sekitar Rp2,90 triliun).

Idnews.top – Legenda Manchester United, Patrice Evra memberikan penilaiannya mengenai situasi Marcus Rashford di Manchester United. Ia menilai sang winger tidak akan diberikan kesempatan cuma-cuma untuk membela Setan Merah sekali lagi.

Marcus Rashford merupakan pemain didikan akademi Manchester United. Meski sudah berada di klub sejak usia tujuh tahun, penyerang Timnas Inggris itu kini kembali ke Old Trafford setelah menjalani masa peminjaman bersama Aston Villa dan Barcelona dalam satu setengah tahun terakhir.

Rashford sebelumnya sempat membuka peluang untuk meninggalkan Manchester United secara permanen. Namun rencananya itu meleset, karena Barcelona memutuskan untuk tidak mempermanenkannya di musim panas ini.

Kabar yang tersiar menyebutkan bahwa Rashford kemungkinan besar akan tetap bertahan di Manchester United pada musim 2026/2027 ini. Evra sendiri tidak ada salahnya bagi MU untuk menerima kembali Rashford di dalam tim mereka.

Layak Diberi Kesempatan Kedua

Mantan bek Manchester United, Patrice Evra, menilai Rashford masih memiliki kesempatan untuk memulai kembali kariernya di Old Trafford. Menurutnya, para suporter United pada dasarnya bersedia memberikan kesempatan kedua kepada sang penyerang.

“Saya pikir fans United itu pemaaf. Mereka memaafkan apa yang sudah terjadi. Namun, setelah itu ada semua tekanan di media sosial dan sebagainya. Saya pikir Matheus Cunha tampil sangat baik,” ujar Evra kepada Goal International.

Evra kemudian menilai Rashford harus siap menghadapi persaingan untuk mendapatkan tempat utama. Ia meminta sang pemain menerima kemungkinan bahwa dirinya tidak selalu menjadi pilihan pertama.

“Ini tergantung Marcus untuk menerima bahwa mungkin dia bukan pilihan pertama. Saya juga bukan pilihan pertama, tetapi saya akan membuktikan kepada kalian bahwa ketika saya berada di lapangan, saya akan berjuang mati-matian untuk Manchester United,” lanjut Evra.

Tunjukkan Komitmen

Menurut Evra, Rashford harus jujur kepada dirinya sendiri dan menunjukkan komitmen ketika mendapatkan kesempatan bermain.

Ia ingin sang winger bekerja keras untuk merebut kembali tempatnya di skuad Manchester United, karena baginya Michael Carrick tidak akan membiarkan Rashford begitu saja bermain di skuad Setan Merah.

“Jadi, dia hanya perlu jujur kepada dirinya sendiri. Namun, fans bisa memaafkan. Sebagian dari mereka mungkin akan membuat keributan di media sosial, tetapi fans United yang sebenarnya benar-benar ingin Marcus Rashford sukses di Manchester United,” tegas Evra.

Laga Berikutnya

Manchester United saat ini sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan pertama mereka di Premier League 2026/2027.

Setan Merah akan bertandang ke MKM Stadium untuk menantang tim promosi EPL, Hull City di pekan pertama EPL musim ini.

Idnews.top – Arsenal membuka musim 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada ajang Community Shield di Cardiff. Hasil ini menjadi awal ideal bagi tim Mikel Arteta untuk menatap kompetisi yang padat.

Kemenangan tersebut menghadirkan modal penting dalam misi mempertahankan gelar Premier League, sekaligus memberi pesan tegas kepada para pesaing. Arsenal tampil dominan dan mengendalikan permainan sejak menit awal.

Di balik performa kolektif yang solid, empat pemain berkontribusi besar: David Raya, Gabriel Magalhaes, Cristhian Mosquera, dan Christos Tzolis. Tzolis langsung mencetak dua assist pada debut kompetitifnya bersama The Gunners.

David Raya Mengamankan Momentum

David Raya kembali tampil meyakinkan meski hanya bermain 45 menit sepanjang pramusim dan tidak mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia bersama Spanyol. Ia tetap tenang mengawal gawang Arsenal.

Kiper asal Spanyol itu mencatat empat penyelamatan, termasuk dua aksi penting pada babak pertama yang menjaga keunggulan tim tetap aman.

Pada menit ke-20, ia menggagalkan tembakan jarak jauh Phil Foden dari sekitar 30 meter melalui tepisan tangan kanan yang kuat. Respons tersebut mencegah momentum berbalik.

Dua puluh menit kemudian, Raya kembali sigap dengan penyelamatan reaktif untuk menggagalkan peluang Erling Haaland dari dalam kotak penalti. Intervensi itu kembali menjaga kontrol pertandingan di pihak Arsenal.

Rangkaian aksi tersebut mempertegas perannya sebagai fondasi penting di lini belakang, memastikan dominasi Arsenal tidak terganggu hingga peluit akhir.

Gabriel dan Mosquera Menutup Ruang

Gabriel Magalhaes dan Cristhian Mosquera baru dua kali bermain bersama sebelum Community Shield. Namun, duet ini langsung memperlihatkan koordinasi yang solid di jantung pertahanan.

Keduanya membantu Arsenal membatasi Manchester City hanya menghasilkan nilai expected goals 0,77 dari 12 tembakan. The Citizens dibuat kesulitan menembus area berbahaya.

Selain rapat dalam bertahan, keduanya aktif membangun serangan dengan tingkat keberhasilan umpan mencapai 87 persen. Sirkulasi bola dari belakang berjalan efektif.

Performa Mosquera semakin penting karena William Saliba masih mengalami cedera. Arteta mendapatkan alternatif yang meyakinkan di posisi bek tengah tanpa mengorbankan stabilitas.

Kokohnya lini belakang menjadi landasan kemenangan, membuat upaya City meraih momentum kerap terhenti di area pertahanan Arsenal.

Debut Christos Tzolis Bernilai Dua Assist

Christos Tzolis langsung memberi dampak pada debut kompetitifnya. Winger asal Yunani itu didatangkan dari Club Brugge dengan biaya 34 juta poundsterling (Rp745,7 miliar) dan menjawab kepercayaan dengan kontribusi nyata.

Tzolis mencatat dua assist yang membantu Arsenal mencetak gol kedua dan ketiga. Dampaknya terasa di momen krusial saat tim berusaha menutup laga.

Assist pertama hadir melalui sundulan yang mengarahkan bola ke Kai Havertz di tiang jauh. Pergerakan tanpa bola dan eksekusinya tepat sasaran.

Umpan keduanya mengarah tepat ke kaki Martin Odegaard yang kemudian melewati beberapa pemain City sebelum mencetak gol ketiga Arsenal. Akurasi servisnya menjadi pembeda.

Tzolis juga menunjukkan etos kerja tinggi, aktif mengejar bola lepas dan berduel dengan pemain bertahan. Gaya bermain tersebut membuatnya cepat mendapat sambutan positif dari pendukung Arsenal.

Namun, pemain berusia 24 tahun itu masih perlu meningkatkan keberanian saat mendapatkan peluang mencetak gol. Meski begitu, performa debutnya mengindikasikan Tzolis berpeluang menjadi bagian penting dalam rencana Arteta musim ini.

Idnews.top – AC Milan meraih kemenangan 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Rossoneri setelah dua kali imbang dan sekali kalah.

MU sempat unggul lewat Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Milan kemudian membalikkan keadaan melalui Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.

Kemenangan tersebut terasa spesial karena Ruben Amorim sukses mengalahkan klub yang pernah dilatihnya. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan pertandingan tersebut tidak memiliki makna emosional khusus.

Amorim juga mengingatkan Milan agar tidak terlena dengan hasil pramusim. Fokusnya kini beralih ke pertandingan kompetitif melawan Torino.

Amorim Nilai Kemenangan Belum Krusial

Amorim mengakui kemenangan atas Manchester United memberikan perasaan positif, terutama karena Milan tampil baik. Namun, ia menilai laga melawan Torino akan jauh berbeda karena merupakan pertandingan kompetitif.

“Tentu saja, namun hasil hari ini tidaklah krusial, karena yang terpenting adalah meraih kemenangan pada hari Minggu melawan Torino, pertandingan yang akan sangat berbeda dibandingkan hari ini. Hari ini kami memiliki lebih banyak ruang untuk bermain,” ucap Amorim kepada Sky Sports.

Menurut Amorim, perbedaan suasana pertandingan juga terasa ketika tim meraih kemenangan dengan permainan yang bagus. Karena itu, performa Milan tetap menjadi sisi positif yang patut diperhatikan dari laga tersebut.

“Jadi, situasinya akan berbeda. Namun, jelas ada perbedaan besar dalam perasaan tim saat menang biasa dibandingkan saat menang dengan permainan yang bagus,” sambung pria asal Portugal.

Tak Ada Sentimen Khusus Lawan Mantan Klub

Amorim mengaku tidak merasakan emosi khusus ketika menghadapi Manchester United. Baginya, status sebagai mantan pelatih MU tidak lagi memengaruhi fokusnya sejak bergabung dengan Milan.

“Tidak. Bagi saya, ini adalah pertandingan biasa. Sejak saya bergabung dengan Milan, saya tidak lagi memiliki ikatan emosional khusus dengan Manchester United,” kata Amorim.

Ia tetap bangga pernah menjadi bagian dari Manchester United dan mengaku masih mencintai klub tersebut. Namun, Amorim menegaskan dirinya kini bahagia di Milan dan ingin sepenuhnya melanjutkan kiprahnya bersama Rossoneri.

“Saya bangga pernah berada di Manchester United dan masih mencintai klub itu, namun setelah bergabung dengan Milan, saya tidak menyimpan perasaan negatif apa pun karena saya sangat bahagia; saya berada di tempat yang saya inginkan. Saya hanya ingin melanjutkan kiprah saya di sini,” sambungnya.

BOLADONESIA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, berniat melakukan eksperimen pada partai uji coba melawan Penang FC. Tavares ingin menurunkan pemain-pemain yang tak banyak mendapat kesempatan tampil di Piala Presiden 2026.

Laga Persebaya vs Penang rencananya mentas di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (15/8) malam WIB. Partai uji coba itu menjadi rangkaian dari persiapan Bajol Ijo untuk mengarungi musim 2026-27.

“Kami akan melihat beberapa pemain yang sebelumnya belum mendapat banyak menit bermain. Saya selalu ingin memberikan kesempatan kepada pemain yang menunjukkan performa bagus dalam latihan,” jelas Tavares dilansir IDNEWS dari laman resmi klub.

“Perubahan satu atau dua pemain dari komposisi sebelumnya tidak boleh menjadi alasan bagi tim untuk kehilangan intensitas, agresivitas, maupun identitas permainan Persebaya,” imbuhnya.

Bernardo Tavares Pasang Ekspektasi Tinggi

Meski ingin melakukan eksperimen, Tavares tetap memasang ekspektasi tinggi. Tavares pun berharap anak asuhnya menghadapi Penang dengan keseriusan tinggi.

“Pertandingan seperti ini penting karena jika kami ingin menjadi tim yang baik, kami harus serius di setiap pertandingan pramusim. Dengan menjalankan tanggung jawab dan memberikan yang terbaik, kami bisa terus berkembang.”

“Melawan Penang, kami bermain di kandang sendiri di hadapan Bonek dan Bonita. Karena itu, sejak peluit pertama berbunyi, kami harus berusaha memenangi pertandingan,” tuntas Tavares.

Persebaya memulai Super League 2026-27 dengan laga tandang melawan Bhayangkara FC. Partai tersebut rencananya mentas di Stadion Sumpah Pemuda pada 5 September 2026.

BOLADONESIA – Laga leg I semifinal Piala ASEAN 2026 akan berlangsung pada akhir pekan ini. Partai Singapura vs Thailand akan berlangsung pada Sabtu (15/8/2026), sementara duel Malaysia vs Vietnam digelar pada keesokan harinya. Namun, animo penonton untuk kedua laga itu terbilang berbeda.

Untuk laga Singapura vs Thailand, Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) pada Rabu (12/8/2026) mengumumkan bahwa tiket telah habis terjual. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sehari kemudian mengumumkan baru 3.563 tiket yang terjual untuk laga Malaysia vs Vietnam. Itu hanya sekitar 24% dari total kapasitas stadion.

Memang betul, kapasitas Stadion Jalan Besar yang jadi kandang The Lions tidaklah besar, hanya 6.000 hingga 6.500 penonton. Itu jauh dari kapasitas Stadion KLFA, kandang Harimau Malaya pada Piala ASEAN 2026, yang mampu menampung 15.000 penonton. Namun, angka 3,563 tiket yang telah terjual hingga Kamis lalu hanya setengah dari kapasitas Stadion Jalan Besar.

Situasi penjualan tiket semifinal Piala ASEAN 2026 ini berbeda dengan saat Malaysia menjamu Filipina pada matchday terakhir fase grup. Kala itu, 2 hari jelang pertandingan, tiket sudah hampir ludes. Hanya tiket untuk suporter tim tamu yang tersedia. Saat pertandingan, total penonton yang hadir mencapai 12.734 orang.

Protes Tiket Semifinal Piala ASEAN

Penjualan tiket semifinal Piala ASEAN 2026 untuk laga Malaysia vs Vietnam yang baru mencapai 20% dari kapasitas total stadion ditengarai tak terlepas dari satu faktor. Itu adalah putusan FAM menaikkan harga tiket hingga 70%, dari 30 ringgit menjadi 50 ringgit. Hal itu memicu protes dari para suporter Harimau Malaya.

Harga itu memang tidak seberapa dan masih terjangkau. Namun, sebagian suporter menilai kenaikan itu tidak masuk akal karena fasilitas dan kenyamanan di Stadion KLFA tidaklah bagus. Mereka terang-terangan menyebut harga 50 ringgit hanya pantas diberlakukan jika pertandingan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil yang kini masih dalam masa renovasi.

FAM berdalih, kenaikan harga tiket semifinal Piala ASEAN 2026 tak terlepas dari kenaikan biaya penyelenggaraan. Salah satunya soal keamanan. Patut dicatat, selepas laga melawan Filipina, terjadi kericuhan yang melihatkan suporter dari kedua tim di luar stadion. Hal tersebut sepertinya membuat panitia menambah personil keamanan untuk laga melawan Vietnam.

Bagi para pemain dan pelatih Tan Cheng Hoe, kehadiran para suporter sangatlah penting dalam partai menjamu Vietnam nanti. Dorongan semangat dari mereka bisa jadi salah satu senjata untuk menghadapi tim asuhan Kim Sang-sik yang tampil luar biasa pada fase grup meskipun sempat ditahan tanpa gol oleh Singapura.

BOLADONESIA – Tradisi itu akhirnya benar-benar terhenti. Setelah 48 tahun, timnas Belanda akhirnya ditangani lagi oleh pelatih asing. Kamis (13/8/2026), Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi mengumumkan Xavi Hernandez sebagai pelatoh baru Oranje. Dia mengisi pos yang ditinggalkan Ronald Koeman setelah Piala Dunia 2026.

Rumor Belanda akan kembali ditangani pelatih asing baru muncul belakangan ini. Terutama setelah De Telegraaf mengabarkan pendekatan KNVB melalui Direktur Teknik Nigel de Jong kepada Roberto Martinez. Sebelumnya, sosok yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat adalah Michael Reiziger, pelatih timnas U-21.

Pada akhirnya, aosok yang terpilih adalah Xavi. “Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda. Pelatih Spanyol bsrumjr 46 tahun itu mengambil alih dari Ronald Koeman. Xavi telah mencapai kesepakatan dengan KNVB mengenai kontrak hingga Piala Duni 2030,” urai pernyataan KNVB seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resminya.

Kepercayaan yang diterima dari KNVB sangat dijunjung tinggi oleh Xavi. Apalagi, dia menjadi pelatih asing pertama Oranje sejak Ernst Happel dari Austria pada 1978. “Saya merasa sangat terhormat menjadi pelatih timnas Belanda,” ujar pria yang jadi bagian penting Spanyol saat menekuk Belanda di final Piala Dunia 2010 itu.

Koneksi Xavi Hernandez dengan Belanda

Putusan Xavi Hernandez menerima tawaran melatih timnas Belanda tak terlepas dari koneksi eratnya dengan sepak bola Belanda. Meskipun tak pernah membela klub Belanda, dia tidak asing dengan sepak bola Belanda. Dia sudah terpengaruh hal itu saat menimba ilmu di La Masia yang sangat dipengaruhi Johan Cruyff.

“Sebagai seseorang yang menerima latihan di akademi Barcelona yang sangat dipengaruhi Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasakan ikatan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, sebagian dari diri saya adalah anak sepak bola Belanda,” ujar Xabi mengenai koneksinya dengan sepak bola Belanda.

Dia lantas mengungkapkan 2 sosok lain dari Belanda yang penting bagi dirinya. “Pelatih-pelatih hebat lain, terutama Louis van Gaal yang memberi saya debut di Barca, dan Frank Rojkaard, juga punya peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih,” kata pria kelahiran 25 Januari 1980 tersebut.

Satu hal menarik, penunjukan Xavi oleh KNVB ternyata meneruskan pengaruh Barcelona di timnas Belanda. Sejak 2018, pelatih definitif Oranje adalah eks pemain atau pelatih Barca, yakni Koeman, Frank de Boer, Van Gaal, dan kembali lagi kepada Koeman. Kini, giliran Xavi yang meneruskannya.

Idnews.top – Bruno Guimaraes resmi datang untuk menjadi penggerak baru di lini tengah Arsenal. Transfer senilai £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dari Newcastle menjadi simbol ambisi The Gunners untuk langsung bersaing memperebutkan trofi sejak pekan-pekan awal musim.

Mikel Arteta kini memiliki lebih banyak opsi di sektor tengah setelah sebelumnya mengandalkan Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard. Kehadiran Guimaraes diproyeksikan memperkuat struktur permainan agar lebih agresif sekaligus fleksibel menghadapi berbagai karakter pertandingan.

Pada usia 28 tahun, Guimaraes bukan pembelian jangka panjang. Namun, Arsenal memang mencari profil yang dapat memberi pengaruh segera dalam perburuan Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Bruno Guimaraes: Investasi Mahal yang Sudah Teruji

Nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) terhitung besar, tetapi Arsenal mendapatkan gelandang yang telah membuktikan kualitasnya di Premier League. Guimaraes datang bukan dengan janji potensi, melainkan rekam jejak sebagai pemimpin dan pemain yang tampil konsisten di level tertinggi.

Keandalan fisiknya memberi keuntungan tambahan. Sejak debut, ia telah tampil dalam 195 pertandingan bersama Newcastle, menghadirkan ketahanan untuk melalui musim panjang yang bisa mencapai hampir 60 pertandingan dalam satu musim.

Lebih dari sekadar menambah kualitas teknis, Guimaraes membawa karakter kompetitif yang dapat memperkuat mental tim. Transfer ini mempertegas niat Arsenal untuk tidak menunggu kesempatan berikutnya dalam perburuan gelar.

Guimaraes hadir untuk membantu memenangkan pertandingan besar sekarang. Dengan pengalaman, agresivitas, kreativitas, dan kemampuan bertahan, ia berpeluang menjadi kepingan penting dalam upaya Arteta mengangkat The Gunners ke level berikutnya.

Pengalaman Premier League Jadi Modal Utama

Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi bagian vital sejak Februari 2022. Ia sempat mengenakan ban kapten, tampil lebih banyak dibanding pemain Newcastle lain sejak debut, dan berkembang menjadi pusat permainan tim asuhan Eddie Howe.

Kontribusinya menghadirkan kombinasi agresivitas, teknik, dan ketenangan. Ia mampu memenangkan duel, membawa bola melewati tekanan, mengatur ritme, serta mengirim umpan pembuka ruang bagi rekan setim.

Arsenal membutuhkan profil tersebut untuk menghadapi jadwal padat dan laga-laga berintensitas tinggi. Pengalaman Guimaraes di pertandingan besar membuat Arteta mendapatkan pemain yang tidak memerlukan waktu panjang untuk memenuhi tuntutan Premier League.

Kombinasi Ideal Bersama Rice, Bukan Sekadar Gelandang Bertahan

Selama berkostum Newcastle, Guimaraes kerap dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang agresif merebut bola. Namun, perkembangan beberapa musim terakhir menunjukkan kontribusinya jauh melampaui label gelandang bertahan semata.

Musim lalu, ia mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League, sekaligus menjadi pemain Newcastle dengan kontribusi gol terbanyak. Produktivitas ini menunjukkan ancaman dari lini kedua tanpa mengorbankan tanggung jawab defensif.

Pergerakan ke area yang lebih tinggi membuka peluang bagi Arteta untuk memainkannya sebagai gelandang nomor delapan. Guimaraes dapat masuk dari sisi kanan, menyerang ruang di sekitar kotak penalti, dan memanfaatkan pergerakan Martin Odegaard atau Bukayo Saka.

Dipadukan dengan Declan Rice, karakter keduanya saling melengkapi. Guimaraes mencatat 6,1 duel dimenangkan dan 1,6 tekel sukses per 90 menit, serta 5,0 recovery per 90 menit—hanya berada di bawah Rice di antara gelandang tengah Arsenal dalam kategori tersebut. Fleksibilitasnya memungkinkan Arteta mengubah struktur permainan: Guimaraes bisa bermain lebih dalam untuk membantu Zubimendi, sementara Rice diberi kebebasan ke depan atau sebaliknya, menjaga kans bersaing di Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.