30 Oktober 2026

J13

BOLADONESIA – Kiper Inter Milan, Josep Martinez mengambil tanggung jawab dan meminta maaf kepada para fans atas kesalahannya dalam kekalahan Liga Champions melawan Real Madrid. Josep mengatakan dirinya akan belajar dari kesalahan ini.

Martinez mencoba melewati Federico Valverde yang melakukan pressing, tapi kapten Real Madrid itu berhasil merebut bola dan dengan mudah bola masuk ke gawang.

Hal itu berkontribusi pada kekalahan 1-2 secara keseluruhan, karena gol Carlos Augusto sudah terlambat untuk membatalkan gol Valverde dan Kylian Mbappe.

“Tidak ada perjalanan yang tanpa cela dan kesalahan, dalam sepak bola seperti halnya dalam kehidupan,” tulis Josep seperti dilansir Football5Star dari akun Instagram-nya.

“Pulih dari momen sulit seperti kemarin membantu membentuk kepribadian yang kuat yang Anda butuhkan untuk membela warna-warna ini.

“Saya bertanggung jawab atas kesalahan saya pada gol kedua, kami tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu saat menghadapi lawan seperti Real Madrid, yang tidak akan memaafkan kesalahan-kesalahan tersebut.

“Kami semua kecewa, karena saya pikir tim secara keseluruhan menampilkan performa yang hebat dan pantas membawa sesuatu yang positif kembali ke Milan.

Cristian Chivu Puji Josep Martinez

Martinez sejatinya tampil sangat luar biasa setelah melakukan blunder dengan melakukan beberapa penyelamatan spektakuler yang membuat skor tetap bertahan 0-2 sebelum Augusto memperkecil kedudukan.

Ini membuat pelatih Cristian Chivu memuji reaksi kiper jebolan La Masia itu.

“Pepo bereaksi seperti seorang kiper papan atas: dia tetap fokus dan melakukan beberapa penyelamatan penting,” ucap Chivu.

“Ketika berbicara tentang seorang kiper, yang selalu penting adalah bagaimana Anda bereaksi dan bagaimana Anda menemukan kebanggaan dalam diri Anda untuk menghindari kehilangan kepercayaan diri.”

“Kami belajar, kita tumbuh, kita mencoba untuk meningkatkan diri, dan kita menatap ke depan. Tapi selalu bersama dan bersatu. Forza Inter.”

BOLADOENSIA – Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister mengakui dirinya “sangat sedih” setelah tidak mendapatkan penawaran kontrak baru. Namun dia tetap memilih bertahan di Liverpool.

Berbicara pada konferensi pers sebelum The Reds memulai fase liga Champions melawan Atlético Madrid, Mac Allister mengkonfirmasi bahwa keputusan tersebut telah disampaikan kepadanya selama musim panas.

Ia merasa kecewa karena rekan-rekan gelandangnya, Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai, ditawari kontrak baru, sementara dirinya tidak.

“Saya menerima kabar bahwa klub tidak dalam posisi untuk menawarkan kontrak baru kepada saya, yang tentu saja membuat saya sangat, sangat sedih,” kata Mac Allister seperti dilansir Football5Star dari ESPN.

“Karena saya pikir semua orang bisa melihat bahwa saya memberikan 100 persen kemampuan saya untuk klub ini, setiap hari dalam latihan, pertandingan… Saya selalu memberikan yang terbaik.

“Tentu saja, misalnya, saya melihat Dominik (Szoboszlai) dan Ryan (Gravenberch) memperbarui kontrak mereka, dan itu membuat saya sangat bahagia karena saya pantas mendapatkannya.

“Tetapi itu juga membuat saya sedikit sedih karena saya tidak mendapatkan perpanjangan kontrak saya.

“Ada pilihan untuk pergi musim panas ini, dan saya pikir saat ini saya berada di klub yang tepat, dan saya memiliki pola pikir yang tepat untuk memberikan 100 persen kemampuan saya untuk klub ini.”

Andoni Iraola Soal Kontrak Alexis Mac Allister

Andoni Iraola, yang berbicara pada konferensi pers bersama pemain Argentina itu, tidak memberikan jawaban pasti ketika ditanya apakah ia berharap situasi tersebut akan berubah.

“Pada akhirnya, kita semua memiliki situasi pribadi, kita semua memiliki kontrak yang berbeda dengan klub. Dalam hal ini, bagi saya yang penting adalah dia ingin berada di sini,” kata Iraola.

“Dari sisi sepak bola, kami belum banyak bersama, tetapi… Namun dia telah berperan penting dan telah bermain banyak menit, yang sangat saya hargai. Dan tentu saja, masih ada waktu untuk membicarakan situasi kontrak tersebut.”

Idnews.top – Alexis Mac Allister mengaku sangat kecewa setelah Liverpool belum menawarkan kontrak baru kepadanya. Gelandang asal Argentina itu masih berharap situasi tersebut dapat berubah dalam beberapa waktu ke depan.

Mac Allister menjadi bagian penting Liverpool sejak bergabung pada 2023, tepat pada musim terakhir Jurgen Klopp menangani The Reds. Ia kemudian membantu Liverpool menjuarai Liga Inggris 2024-25.

Pada musim panas lalu, Mac Allister sebenarnya memiliki sejumlah opsi untuk meninggalkan Liverpool. Namun, pemain berusia 27 tahun itu menegaskan dirinya saat ini masih merasa berada di klub dan lingkungan yang tepat.

Kontrak Mac Allister bersama Liverpool masih berlaku hingga akhir musim 2027-28. Jika tidak ada perpanjangan, situasi tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap posisi Liverpool dalam mempertahankan sang gelandang pada masa mendatang.

Mac Allister Sangat Kecewa Belum Dapat Kontrak Baru

Mac Allister mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima pemberitahuan dari Liverpool mengenai keputusan klub untuk belum memberikan kontrak baru. Kabar tersebut terasa mengecewakan karena ia merasa selalu memberikan kemampuan maksimal dalam setiap kesempatan.

Situasi itu juga terjadi ketika dua rekan setimnya di lini tengah, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, mendapatkan perpanjangan kontrak. Mac Allister tetap ikut merasa senang atas kesepakatan yang dicapai kedua pemain tersebut, meski pada saat yang sama menyimpan kekecewaan pribadi.

“Saya menerima kabar bahwa klub tidak berada dalam posisi untuk menawarkan kontrak baru kepada saya, yang tentu saja membuat saya sangat, sangat sedih karena saya pikir semua orang bisa melihat bahwa saya memberikan 100 persen untuk klub ini setiap hari dalam latihan dan pertandingan,” kata Mac Allister.

“Saya melihat Dominik dan Ryan memperbarui kontrak mereka dan itu membuat saya sangat senang karena mereka pantas mendapatkannya, tetapi pada saat yang sama itu membuat saya sedikit sedih karena saya tidak mendapatkan kontrak saya,” lanjut Mac Allister.

Mac Allister Tetap Berkomitmen di Liverpool

Kendati belum mendapatkan kontrak baru, Mac Allister tidak ingin persoalan tersebut mengganggu komitmennya kepada Liverpool. Ia memastikan akan terus memberikan kemampuan terbaik selama masih menjadi bagian dari skuad The Reds.

Mac Allister juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki kesempatan untuk meninggalkan Liverpool pada bursa transfer musim panas. Namun, keputusan akhirnya tetap bertahan karena ia merasa berada di tempat yang tepat untuk melanjutkan kariernya.

“Tentu saja, masih ada waktu. Saya pikir para penggemar tidak perlu khawatir karena saya akan memberikan 100 persen sampai hari terakhir saya berada di sini,” tegas Mac Allister.

“Kita akan melihat apa yang terjadi, tetapi ada opsi untuk pergi pada musim panas ini dan saya pikir saat ini saya berada di klub yang tepat dan memiliki pola pikir yang tepat untuk memberikan 100 persen bagi klub ini,” tambah Mac Allister.

Mac Allister Tak Merasa Perlu Membuktikan Diri

Mac Allister datang ke Liverpool setelah menjadi bagian penting timnas Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022. Bersama Liverpool, ia juga telah melewati periode yang sukses sejak bergabung pada 2023.

Dengan pencapaian tersebut, Mac Allister merasa tidak perlu membuktikan sesuatu untuk mendapatkan penghargaan berupa kontrak baru. Meski demikian, ia tetap menyadari tuntutan untuk menunjukkan kualitasnya di lapangan tidak pernah berhenti.

“Ini adalah periode yang sangat sukses dalam hidup saya dan saya tidak merasa harus membuktikan sesuatu, tetapi tentu saja saya harus menunjukkan level yang bisa saya tampilkan,” ujar Mac Allister.

Kontrak Mac Allister saat ini masih menyisakan waktu hingga musim 2027-28, sehingga Liverpool masih memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya. Tanpa kesepakatan baru, posisinya bisa menjadi lebih kuat dalam urusan transfer ketika memasuki tahun-tahun terakhir kontraknya.

Iraola Tegaskan Liverpool Masih Menghargai Mac Allister

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, turut memberikan pandangannya mengenai situasi Mac Allister. Ia menilai hal terpenting saat ini adalah keinginan sang gelandang untuk tetap menjadi bagian dari Liverpool.

Iraola juga menyatakan dirinya puas dengan performa Mac Allister dalam tiga pertandingan Liga Inggris yang telah dijalani. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang laga Eropa pertamanya sebagai manajer Liverpool.

“Hal yang penting adalah dia ingin berada di sini. Dia ingin terus berada di sini,” kata Iraola.

“Saya sangat menghargainya,” tegas Iraola.

IDNEWS.TOP – Striker Barcelona, Gabriel Jesus mengomentari laga debutnya bersama Barcelona. Sang striker merasa senang akhirnya bisa membuka lembaran baru karirnya bersama Blaugrana.

Menjelang penutupan bursa transfer, Barcelona membuat sebuah manuver mengejutkan. Mereka berhasil mendatangkan Gabriel Jesus dari Arsenal dengan skema transfer permanen.

Sang striker tidak perlu waktu lama untuk menjalani debutnya di Barcelona. Pada akhir pekan kemarin, ia masuk sebagai pemain pengganti saat Barcelona menghadapi Valencia di lanjutan La Liga 2026/2027.

Jesus mengaku senang bisa mencatatkan laga perdananya sebagai pemain Barcelona. “Saya sangat senang karena telah memainkan pertandingan pertama saya bersama klub ini,” buka Jesus kepada Barca TV.

Masih Belum Optimal

Lebih lanjut, Jesus menilai bahwa debutnya di Barcelona sudah oke. Namun ia percaya bahwa dirinya bisa tampil lebih baik lagi.

Ia menyebut bahwa dirinya masih perlu mengembalikan kebugarannya dan ia yakin seiring berjalannya waktu ia bisa berkontribusi lebih untuk Blaugrana.

“Saya sangat senang dengan menit bermain yang saya dapatkan hari ini. Secara fisik saya merasa bagus, namun saya butuh lebih bugar dan tajam,” sambung sang striker.

Nikmati Karir di Barcelona

Jesus juga mengaku bahwa dirinya sangat menikmati kepindahannya di Barcelona. Ia menilai El Blaugrana punya skuad yang sangat bagus sehingga itu memberikannya tantangan untuk bermain dengan lebih baik lagi.

“Kami memiliki tim yang penuh dengan pemain-pemain berkualitas dan kami juga memainkan sepak bola yang cantik. Itulah mengapa saya harus memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan kepada saya,” sambung Jesus.

“Saya mencintai sepakbola dan saya juga mencintai Barcelona. Inilah mengapa saya suka bermain sepakbola, bermain untuk klub ini membuat saya sangat senang,” pungkas striker Timnas Brasil itu.

Laga Berikutnya

Barcelona akan kembali beraksi di tengah pekan ini. El Blaugrana dijadwalkan akan berhadapan Feyenoord di ajang Liga Champions.

Jesus berpotensi mendapatkan lebih banyak menit bermain di laga ini karena Hansi Flick berencana melakukan sejumlah rotasi di partai tersebut.

Idnews.top – Arsenal menunjukkan mentalitas juara mereka di pertandingan pekan ketiga EPL 2026/2027. The Gunners mampu comeback melawan rival sekota mereka, Arsenal usai tertinggal lebih dahulu.

Pertandingan yang digelar di Emirates Stadium itu berlangsung sengit. Baru dua menit laga berjalan, Chelsea berhasil membungkam publik tuan rumah berkat gol dari Morgan Rogers.

Arsenal tidak menyerah begitu saja. Mereka tampil menekan dan akhirnya bisa membalikkan kedudukan menjadi 2-1 dan meraih tiga poin berharga di pertandingan ini.

Di laga ini ada beberapa pemain Arsenal yang tampil menonjol dan beberapa lainnya tidak tampil dengan maksimal. Simak rapor dari para pemain Arsenal saat menghadapi Chelsea di bawah ini.

Kiper

David Raya – 6

Kiper Arsenal tidak mampu berbuat banyak untuk mengantisipasi penyelesaian akhir Rogers yang berkualitas. Namun, ia cukup nyaman mengatasi peluang-peluang lain yang mengarah ke gawangnya. Raya juga melakukan penyelamatan gemilang dari tembakan Estevao pada menit-menit akhir.

Bek

Ben White – 6

Tampil cukup rapi ketika menguasai bola. Namun, kontribusinya di kedua sisi lapangan tidak terlalu menonjol.

Gabriel Magalhaes – 7

Sesekali kalah bersinar dibandingkan Konsa, tetapi secara keseluruhan Gabriel tetap menunjukkan penampilan yang efektif di lini belakang Arsenal.

Ezri Konsa – 7

Menjalani penampilan sebagai starter untuk pertama kalinya bersama Arsenal. Konsa tampil solid dengan memenangkan duel lebih banyak dibandingkan bek lainnya. Ia juga menjadi salah satu pemain dengan jumlah penguasaan bola yang berhasil direbut terbanyak pada babak pertama.

Riccardo Calafiori – 7

Aktif melakukan pergerakan overlap dari dalam dan kerap memberikan ancaman bagi pertahanan lawan. Bek asal Italia itu juga berperan penting dalam menciptakan masalah bagi Chelsea melalui situasi bola mati.

Gelandang

Myles Lewis-Skelly – 6

Melepaskan tembakan buruk yang melebar dari tepi kotak penalti pada akhir babak pertama. Ia juga sempat kehilangan bola di area berbahaya. Meski demikian, Lewis-Skelly tetap tampil kompetitif dalam pertarungan di lini tengah.

Declan Rice – 6

Menjadi bagian penting dalam duel sengit di lini tengah. Rice juga memberikan kontribusi yang cukup baik, baik ketika Arsenal menguasai bola maupun saat bertahan.

Martin Odegaard – 8

Membawa Arsenal unggul pada awal babak kedua lewat penyelesaian yang tenang. Kapten Arsenal itu juga tampil impresif dalam memberikan umpan, baik dari situasi permainan terbuka maupun bola mati.

Penyerang

Bukayo Saka – 8

Menjadi ancaman konstan bagi Chelsea melalui situasi bola mati dan beberapa kali berhasil mendapatkan tendangan bebas di posisi berbahaya. Saka juga memiliki peluang bagus pada babak kedua, tetapi tembakannya masih mampu diselamatkan.

Kai Havertz – 7

Sempat menyia-nyiakan peluang menembak pada menit ke-23, tetapi langsung menebus kesalahannya dua menit kemudian. Havertz memotong ke dalam sebelum melepaskan tembakan yang menghasilkan gol. Ia juga berperan dalam terciptanya gol Odegaard dan kembali memberikan ancaman lewat situasi bola mati.

Christos Tzolis – 7

Tampil baik dari sisi kiri dan menjadi salah satu outlet utama Arsenal ketika melakukan serangan balik setelah Chelsea menguasai bola. Pergerakannya cukup efektif untuk membantu The Gunners keluar dari tekanan.

Pemain Pengganti

Martin Zubimendi – 7

Masuk pada menit ke-67 menggantikan Lewis-Skelly dan langsung memberikan kontribusi positif. Zubimendi menunjukkan kualitas umpan yang baik, mampu melepaskan beberapa tembakan berbahaya, serta membantu memutus serangan lawan.

Piero Hincapie – 6

Masuk pada menit ke-67 menggantikan Calafiori. Ia tidak menonhol dan tidak mengambil banyak risiko ketika Arsenal sudah berada dalam posisi unggul.

Mikel Merino – 6

Masuk pada menit ke-77 untuk menggantikan Odegaard. Merino memberikan tambahan tenaga di lini tengah dan tampil cukup rapi hingga pertandingan berakhir.

Viktor Gyokeres – 5

Masuk pada menit ke-78 menggantikan Havertz. Tidak banyak kesempatan bagi Gyokeres untuk memberikan dampak karena Arsenal lebih fokus mempertahankan keunggulan.

Noni Madueke – n/a

Masuk pada menit ke-90 menggantikan Saka. Tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan kontribusi berarti.

Idnews.top – Manajer Manchester United, Michael Carrick meminta anak asuhnya untuk mempersiapkan diri dengan baik jelang lawatan ke kandang Everton. Ia menyakini bahwa The Toffees bakal jadi lawan yang sangat merepotkan terutama mereka tampil di kandang mereka.

Di pekan ketiga EPL 2026/2027, Manchester United akan menjalani laga tandang. Setan Merah akan menyambangi Hill Dickinson Stadium untuk berhadapan dengan Everton.

Kubu tuan rumah mengawali musim 2026/2027 dengan cukup apik. Mereka memenangkan dua laga dan imbang di laga terakhir mereka melawan Bournemouth, sehingga mereka dalam kepercayaan diri yang tinggi saat menghadapi Setan Merah.

Carrick meyakini bahwa timnya akan mendapatkan perlawanan yang sengit dari tuan rumah di laga ini. “Sejujurnya, sepanjang karir saya, setiap laga tandang ke Goodison selalu menjadi pertandingan yang sangat sulit untuk dimenangkan,” buka Carrick di MUTV baru-baru ini.

Konsisten Jadi Ancaman

Carrick menyebut bahwa Everton setiap musim selalu konsisten menjadi tim yang sulit dikalahkan. Ia yakin pasukan The Toffees akan tampil ngotot di laga ini untuk bisa mengalahkan sang tamu.

“Ya, kami memang memiliki sejumlah hasil yang bagus saat menghadapi mereka, namun kami juga mendapatkan beberapa hasil yang kurang bagus saat menghadapi mereka. Pertandingan di musim lalu menunjukkan betapa sulitnya meraih kemenangan melawan mereka,” sambung Carrick.

“Jika kita melihat sejarah, apapun kondisi mereka, di posisi mana-pun mereka di Liga, setiap kali saya pergi ke kandang mereka, pertandingannya selalu sulit apapun kondisi mereka.”

Puji Magis David Moyes

Pada kesempatan ini, Carrick juga tidak lupa memberikan pujian bagi juru taktik Everton, David Moyes. Ia menyebut pelatih asal Skotlandia itu punya jam terbang yang sangat tinggi di sepak bola Inggris dan kehadirannya membuat Everton jadi tim yang sulit ditaklukkan.

“Kita tidak boleh lupa bahwa David (Moyes) adalah manager yang sangat luar biasa dan mereka juga memiliki skuad yang sangat bagus. Mereka memiliki banyak pemain yang bertalenta, dan para penyerang mereka sangatlah bagus,” sambung Carrick.

“Itulah mengapa kam imenilai pertandingan ini bakal jadi pertandingan yang sulit seperti biasanya, dan kami akan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk pertandingan ini,” pungkasnya

Jadwal Padat

Manchester United sendiri ditunggu jadwal yang padat seusai bertandang ke markas Everton nanti.

Pasalnya mulai pekan depan mereka akan bermain di Liga Champions, di mana pertandingan pertama mereka akan menjamu Sabah di Old Trafford.

BOLADONESIA – Paris Saint-Germain belum juga meraih kemenangan di Ligue 1 musim ini. Setelah ditahan 2-2 oleh Stade Rennes dan Lille OSC, tim asuhan Luis Enrique malah kalah 1-2 dalam big match melawan AS Monaco, sang pemuncak klasemen, di kandang sendiri, Stadion Parc des Princes, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB.

Masih tanpa kemenangan dalam 3 laga awal bukanlah hal biasa bagi PSG. Sejak diakuisisi Qatar Sports Investmenst (QSI) pada 2011, ini adalah start terburuk Les Parisiens di Ligue 1. Meskipun demikian, Enrique sama sekali tidak risau. Dia menilai kekalahan dari Monaco di kandang sendiri tak bisa dijadikan tolok ukur. Kekalahan itu, menurut dia, hanya karena tidak beruntung.

“Sangat jelas kami lebih layak menang. Itu opini saya karena saya melihat pertandingan dan ini adalah laga tipikal ketika Anda jadi tim yang lebih baik, menciptakan banyak peluang, lebih banyak dari lawan, tapi kiper lawan jadi pemain terbaik di lapangan,” kata Luis Enrique seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Le Figaro.

Dia menambahkan, “Dalam 3 tahun terakhir, ada laga-laga seperti ini, yaitu melawan Newcastle (United), Atletico Madrid, Sporting CP, Liverpool. Itu adalah tipikal laga ketika Anda melakukan segalanya, pantas menang berdasarkan performa Anda, tapi sepak bola tak mau tahu apa yang Anda ciptakan, hanya gol yang dihitung. Saya senang dengan tim saya. Ini jenis kekalahan ketika Anda tak beruntung.”

Kepercayaan Diri Luis Enrique

Ucapan Luis Enrique tidak berlebihan. Dalam laga di Parc des Princes itu, Paris Saint-Germain tampil dominan. Penguasaan bola mereka mencapai 68%, melepaskan 23 tembakan yang 10 di antaranya akurat, dan xG mencapai 2,18. Sementara itu, Monaco hanya melepaskan 4 tembakan dengan xG hanya 0,52.

Berdasarkan permainan yang ditunjukkan Khvicha Kvaratskhelia dkk., pelatih asal Spanyol itu sama sekali tidak risau soal perburuan gelar juara musim ini. Dia tenang-tenang saja meskipun kini tertinggal 7 poin dari Les Monegasques yang kokoh bertengger di puncak klasemen. Dia tidak kehilangan kepercayaan diri.

“Kami jelas-jelas pantas menang dan kami malah kalah. Ini sungguh sulit dipercaya, tapi inilah sepak bola dan itulah yang membuat sepak bola menarik, itu tidak adil. Monaco sangat senang dan lebih klinis, tapi mereka tahu bahwa jika kita memainkan laga ini 10 kali, kami akan menang 8 kali dan sekali imbang,” ucap eks pelatih Barcelona dan timnas Spanyol itu.

Dia lantas mengungkapkan, “Ini (tertinggal 7 poin) adalah motivasi luar biasa bagi para pemain saya, tim, klub. Jika Anda ingin bertaruh soal siapa yang akan jadi juara Prancis pada akhir musim, silakan. Saya tak mau mengatakan apa pun. Kami akan coba mengubah keadaan secepat mungkin.”

BOLADONESIA – Davide Frattesi langsung memasang target pribadi setelah resmi bergabung dengan Lazio. Gelandang berusia 26 tahun itu ingin mencetak sebanyak mungkin gol dan assist demi membantu Gli Aquile meraih hasil terbaik pada musim 2026-27.

Frattesi berhasil memulai perjalanannya bersama Lazio dengan cara terbaik. Ia sukses menciptakan dua gol dalam dua penampilan bersama Gli Aquile di Serie A.

“Yang terpenting adalah target tim. Kalau kami finis di posisi ke-15, kami tidak akan mencapai apa-apa,” ujar Frattesi dilansir Football5Star dari laman Tuttomercatoweb.

“Saya tentu ingin mencetak sebanyak mungkin gol dan memberikan assist sebanyak mungkin untuk membantu tim mencapai posisi terbaik,” kata Frattesi menambahkan.

Davide Frattesi Ingin Lupakan Pengalaman Musim 2025-26

Frattesi mengaku musim terakhirnya bersama Inter berjalan sulit. Selain persaingan ketat di lini tengah, Frattesi juga sempat mengalami cedera serius. Ia pun merasa kedatangannya ke pangkuan Gli Aquile merupakan kesempatan yang tepat untuk kembali berkembang.

“Saya memulai musim lalu dengan cedera serius. Secara mental saya baik-baik saja, tetapi kaki saya tidak. Ini klub besar dan kesempatan yang tepat untuk mengejar hal-hal besar di sini,” tegas Frattesi.

Frattesi juga punya ikatan kuat dengan Lazio karena pernah menjadi ball boy sejak usia 11 tahun. Kini, ia akhirnya kembali sebagai pemain dan berharap bisa menikmati perjalanan tersebut bersama klub masa kecilnya.

Frattesi bakal berupaya menambah pundi-pundi golnya pada pertandingan pekan ke-3 Serie A. Gli Aquile dijadwalkan melawat ke markas Udinese pada Selasa (8/9) dinihari WIB.

BOLADONESIA – Chelsea dilaporkan membuka komunikasi dengan perwakilan Georginio Wijnaldum. Foot Mercato mengatakan The Blues sedang mempertimbangkan kemungkinan mendatangkan gelandang berusia 35 tahun tersebut dengan status bebas transfer.

Chelsea membutuhkan tambahan gelandang setelah Enzo Fernandez pindah ke Manchester City dengan nilai transfer mencapai 145 juta euro. Mereka sempat menjadikan Lamine Camara sebagai target pengganti, tetapi transfer tersebut batal di detik-detik akhir bursa transfer musim panas.

The Blues kini mengalihkan perhatian kepada Wijnaldum setelah gagal mendapatkan Camara. Pengalaman Wijnaldum menjadi salah satu alasan The Blues mempertimbangkan namanya untuk mengisi kedalaman lini tengah.

Wijnaldum kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Al Ettifaq pada awal Juli lalu. Situasi tersebut membuat The Blues masih bisa merekrutnya meski bursa transfer Inggris telah ditutup.

Chelsea Gemar Datangkan Pemain Veteran

The Blues telah menambah sejumlah pemain berpengalaman ke dalam skuad. Danny Welbeck dan Jordan Henderson menjadi dua contoh pemain veteran yang didatangkan pada musim panas ini.

Wijnaldum pun dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Pengalamannya bermain di level tertinggi bersama Liverpool, Paris Saint-Germain, dan timnas Belanda menjadi salah satu daya tarik utama.

Gelandang berusia 35 tahun itu memperkuat Al Ettifaq sejak 2023 setelah meninggalkan PSG dengan biaya sekitar 8 juta euro. Ia mencatatkan 96 penampilan bersama timnas Belanda.

Wijnaldum terakhir kali memperkuat Belanda di Euro 2024. Ia tampil dalam seluruh pertandingan fase grup, tetapi belum kembali mendapat panggilan ke tim nasional setelah turnamen tersebut.

Idnews.top – Juventus resmi merekrut Nick Woltemade dari Newcastle United pada hari terakhir bursa transfer Serie A. Penyerang Timnas Jerman itu bergabung dengan status pinjaman hingga 30 Juni 2027.

Woltemade datang ke Turin setelah menjalani satu musim di Premier League bersama Newcastle. Sebelumnya, Newcastle mengeluarkan sekitar 75 juta euro termasuk bonus untuk memboyongnya dari VfB Stuttgart pada musim panas 2025.

Juventus membayar biaya peminjaman sebesar 2,8 juta euro untuk mendapatkan Woltemade. Kesepakatan tersebut juga mencakup bonus hingga 500 ribu euro serta biaya tambahan sebesar 800 ribu euro.

Kehadiran Woltemade menjadi bagian dari aktivitas Juventus pada hari terakhir bursa transfer. Ia diproyeksikan menjadi tambahan opsi Luciano Spalletti di lini depan setelah kepergian Lois Openda dan Jonathan David.

Juventus Resmi Datangkan Woltemade

Woltemade telah menjalani pemeriksaan medis bersama Juventus pada Selasa sebelum merampungkan kepindahannya. Pemain yang telah mengoleksi 12 caps dan mencetak empat gol untuk Timnas Jerman itu kemudian bersiap mengikuti latihan bersama rekan-rekan barunya.

Juventus sebelumnya sempat mengeksplorasi kemungkinan merekrut Jonathan Zirkzee dari Manchester United dan Alexander Sorloth dari Atletico Madrid. Namun, Bianconeri akhirnya memilih Woltemade untuk menambah opsi di posisi penyerang tengah.

Woltemade mencetak delapan gol dari 34 penampilan di Liga Inggris bersama Newcastle pada musim lalu. Ia juga mencatat 12 gol dari 29 pertandingan Bundesliga bersama Stuttgart pada musim 2024/25.

Sebelum bergabung dengan Newcastle, Woltemade mencatat 18 gol dari 36 penampilan bersama Stuttgart dan membantu tim tersebut meraih Piala Jerman. Ia kemudian pindah ke Newcastle pada 2025 dan mencetak 11 gol serta enam assist dalam 53 penampilan.

Woltemade Jadi Tambahan Baru di Lini Depan

Kedatangan Woltemade memberikan Spalletti pilihan tambahan untuk mengisi lini depan Juventus. Penyerang jangkung tersebut akan bersaing dengan Randal Kolo Muani dan Jeff Ekhator untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Woltemade menjadi salah satu dari sejumlah pemain baru yang didatangkan Juventus pada musim panas ini. Bianconeri sebelumnya juga merekrut Randal Kolo Muani, Kerim Alajbegovic, Jhon Lucumi, Guglielmo Vicario, Jeff Ekhator, dan Zeki Celik.

Juventus juga mendatangkan Pape Matar Sarri dari Tottenham pada hari terakhir bursa transfer. Gelandang tersebut bergabung dengan status pinjaman yang disertai opsi pembelian.

Woltemade kini akan bergabung dalam persiapan Juventus menghadapi AC Milan. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari WIB di Allianz Stadium.