
BOLADONESIA – Timnas Uruguay dipastikan tak akan memiliki pelatih tetap hingga setidaknya 6 bulan ke depan. Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) sudah punya rencana pasti. La Celeste hanya akan ditangani pelatih sementara dan sosok itu adalah pelatih yang akan menangani timnas U-20 Uruguay.
Saat ini, satu sosok yang disebut-sebut akan mengisi pos tersebut adalah Diego Forlan. Eks striker berumur 47 tahun tersebut sudah bertemu dengan Ignacio Alonso, Presiden AUF, dan menyatakan ketertarikan terhadap rencana yang dimiliki AUF. Alhasil, jika tak ada aral, dia akan dimumkan sebagai pelatih timnas U-20 sekaligus pelatih sementara timnas Uruguay dalam waktu dekat.

“Kami sudah memanggil dan berbicara dengan dia. Dia antusias. Pertemuan dengannya berjalan baik. Masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, di antaranya soal kesepakatan konesptual dan finansial. Dia diajukan oleh komite eksekutif dan kami mendiskusikannya dengan (Direktur Olahraga Jorge) Giordano,” urai Alonso seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Futbol Uruguay.
Dia menambahkan, “Kami sedang merekrut pelatih untuk tim U-20 yang juga akan menangani tim senior. Setelah itu, pengalaman akan menentukan bagaimana evaluasi berjalan. Tak ada yang dapat memungkiri dedikasi dan pengetahuan Diego. Dengan dia, kami menambahkan aset sangat penting ke dalam proses pemilihan timnas.”
Pengincar Kursi Pelatih Timnas Uruguay
Setelah Marcelo Bielsa mundur dari kursi pelatih menyusul kegagalan timnas Uruguay lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, ada satu sosok yang sebetulnya sangat ingin jadi penerusnya. Dia bukanlah Diego Forlan, melainkan Marcelo Broli. Dia adalah pelatih yang membawa Uruguay juara Piala Dunia U-20 2023 dan terakhir menangani timnas U-23 Uni Emirat Arab.
Tak main-main, Broli mendatangi AUF dan menyodorkan proposal untuk jadi pengganti Bielsa. Namun, ada benturan prinsip. Pasalnya, dia ingin jadi pelatih tetap La Celeste. Dalam pandangannya, tugas menangani timnas senior tak bisa disambi. Itu bertentangan dengan rencana AUF yang enggan menunjuk pelatih tetap karena akan ada pemilihan presiden Baru pada Maret 2027.

“Kami tiga kali melakukan pertemuan dengan Chelo. Dia datang dengan proposal bagus untuk menjadi pelatih tim senior. Kami sangat terkesan oleh proyeknya yang sangat bagus. Dia aset besat. Kami katakan bahwa dia adalah akndidat untuk tim senior, terlepas dari kami memilih dia untuk tim U-20 atau tidak,” kata Ignacio Alonso.
Lebih lanjut, Alonso mengaku menolak ide Broli yenga mengajukan Nicolas Vagneri sebagai pelatih tim U-20. Adapun Broli bersama Mercelo Mendez hany jadi penyokong. “Prioritas kami adalah menunjuk pelatih tim U-20, lalu akan menggunakan waktu 6 bulan untuk mengembangkan profil pelatih timnas senior. Kami ingin Broli menangani tim U-20, bukannya pihak ketiga,” ujar Alonso lagi.
