27 Oktober 2026

timnas vietnam

BOLADONESIA – Kim Sang Sik sangat bangga dapat membawa timnas Vietnam menjuarai Piala ASEAN 2026. Apalagi, gelar itu tak diraih dengan mudah. Meskipun bermodal kemenangan 2-0 pada leg I di kandang Thailand, mereka justru sempat 2 kali tertinggal di kandang sendiri pada leg II, Rabu (26/8/2026). Bahkan, mereka nyaris tertinggal 0-2 andai penalti Kakana Khamyok tak melambung.

Ketegangan tak pernah lepas dari Sang-sik sepanjang laga di Stadion My Dinh. Begitu laga berakhir dengan skor 2-2 dan Vietnam jadi juara dengan kemenangan agregat 4-2, dia tampak lega sekaligus kehabisan energi. Selepas laga, pelatih asal Korea Selatan yang menggantikan Philippe Troussier pada awal 2024 itu mengakui hal tersebut.

“Pada akhir laga, saya sempat ambruk karena keletihan. Saya memberikan segalanya dan tak ada kekuatan yang tersisa. Saya tak pernah punya impian besar. Dalam 2 tahun terakhir, aku telah memenangi 4 kejuaraan. Itu jadi sumber kebanggaan bagi saya dan sepak bola Vietnam,” urai Kim Sang Sik seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Thanh Nien.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, “Presiden Lee Jae-myeong sempat berujar, ‘Sepak bola adalah rajanya olahraga di Vietnam dan pelatih Kim Sang-sik adalah raja olahraga ini.’ Hari ini, saya merasa seperti telah menjadi raja seperti yang dikatakan presiden. Saya akan menikmati perasaan jadi raja ini dengan seluruh tim pada hari ini. Mulai besok, saya akan terus berusaha lebih keras demi kemajuan sepak bola Vietnam.”

Prestasi Istimewa Kim Sang Sik

Kesuksesan timnas Vietnam menjuarai Piala ASEAN 2026 jadi catatan istimewa bagi Kim Sang Sik. Dia jadi pelatih pertama yang mengantar The Golden Star Warriors juara back to back di ajang ini. Dia juga jadi pelatih ke-5 yang melakukan hal itu setelah Peter White, Kiatisuk Senamuang, dan Alexandre Polking bersama Thailand serta Raddy Avramovic bersama Singapura.

Meskipun demikian, Sang-sik tidak menepuk dada. “Saya tidak berpikir telah meraih 4 gelar untuk sepak bola Vietnam. Prestasi ini datang dari usaha para pemain untuk memenuhi standar dari staf kepelatihan,” kata dia. “Gelar kedua secara beruntun (di Piala ASEAN) ini datang dari mereka. Seluruh tim akan mencoba yang terbaik dalam setiap laga sehingga sepak bola Vietnam dapat terus berkembang.”

Selain 2 kali menjuarai Piala ASEAN bersama timnas Vietnam, Sang-sik juga membawa timnas U-23 Vietnam jadi yang terbaik pada dua ajang. Pertama, pada Juli 2025, dia mengantar Vietnam juara Piala AFF U-22 2025 dengan menang 1-0 atas Indonesia, sang tuan rumah. Kedua, pada akhir 2025, dia membawa Vietnam meraih medali emas SEA Games XXXIII dengan menang 3-2 atas Thailand.

Deretan gelar itu telah menyamai jejak pendahulunya, Park Hang-seo. Dia bahkan lebih baik karena Coach Park tak pernah membawa Vietnam juara back to back di ajang Piala ASEAN. Meskipun demikian, Sang-sik juga masih kalah di ajang level ASEAN. Patut diingat, Coach Park sempat membawa timnas U-23 Vietnam ke final Piala Asia U-23 2018.

BOLADONESIA – Timnas Vietnam berhasil menjadi juara Piala ASEAN 2026 (26/8/26). Mereka berhasil menahan imbang 2-2 Thailand pada leg kedua babak final dan unggul secara aggregat 4-2.

Thailand sejatinya mampu memperkecil keadaan secara agregat terlebih dahulu pada menit ke-12 lewat sepakan keras Yotsakor Burapha yang gagal diantisipasi Patrik Le Giang.

Thailand punya peluang besar untuk memperkecil keadaan pada menit ke-47 karena mereka mendapatkan penalti. Tapi sepakan Kakana Khamyok melambung tinggi ke atas gawang.

The Golden Star Warriors justru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Sepakan Nguyen Xuan Son membentur tiang gawang, tapi bola lalu mengenaik kaki kiper Chatchai Budprom dan masuk ke gawangnya sendiri.

Thailand akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-85 lewat sepakan Wanchai Jarunongkarn pada menit ke-85.

Tapi di saat mereka ingin menyamakan kedudukan, Vietnam berhasil killing the game pada injury time lewat gol bunuh diri spektakuler sang pencetak gol Wanchai, di mana dia berniat memotong umpan dari jarak yang cukup jauh dan malah berakhir menendang bola ke gawangnya sendiri. Skor 2-2 (agg. 4-2) bertahan hingga akhir.

Fakta Fakta Menarik Piala ASEAN 2026

Dengan hasil ini Vietnam berhasil mempertahankan gelar juara mereka dan meraih gelar juara keempat dalam sejarah turnamen ini, hanya Thailand yang lebih banyak (7).

Vietnam berhasil menjadi tim ketiga yang berhasil mempertahankan gelar setelah Thailand (2002, 2016) dan Singapura (2006)

Dua pemain Vietnam Nguyen Dinh Bac dan Nguyen Xuan Son berhasil menjadi topskorer Piala ASEAN 2026 dengan 5 gol, dengan nama pertama juga dinobatkan menjadi MVP.

BOLADONESIA – Timnas Thailand belum mau menyerah meski berada dalam posisi sulit setelah kalah 0-2 dari Vietnam pada leg pertama final Piala ASEAN 2026. Bek keturunan Maroko, Oussama Thiangkham, percaya peluang Thailand untuk membalikkan keadaan masih terbuka pada pertandingan kedua.

Kekalahan tersebut membuat Timnas Thailand harus bekerja keras pada leg kedua yang akan berlangsung di kandang Vietnam pada 26 Agustus 2026. Dua gol Vietnam di Stadion Rajamangala membuat skuad Gajah Perang harus menang dengan selisih setidaknya dua gol jika ingin menjaga peluang menjadi juara.

Oussama mengakui hasil pertandingan pertama membuat dirinya dan rekan-rekannya kecewa. Namun, bek berusia 23 tahun tersebut menegaskan para pemain Thailand tidak boleh larut dalam kekecewaan.

Yakin Timnas Thailand Masih Punya Peluang

“Secara pribadi, saya sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi semua pemain telah berusaha sebaik mungkin. Sayang sekali kami tidak bisa memanfaatkan peluang atau mencetak gol,” kata Oussama dikutip dari Soha.

Menurut dia, Timnas Thailand harus segera mengevaluasi kesalahan yang terjadi pada leg pertama. Persiapan juga menjadi sangat penting karena Vietnam akan mendapatkan dukungan penuh dari para suporter ketika kedua tim kembali bertemu.

“Tapi pertandingan belum berakhir; masih ada pertandingan kedua di depan. Kami akan berusaha sebaik mungkin, bersiap untuk melawan mereka, dan mengincar hasil yang baik,” ujar dia.

Oussama menegaskan para pemain Timnas Thailand akan mencoba memperbaiki berbagai kekurangan yang terlihat pada pertandingan sebelumnya. Dia menyadari tugas tersebut tidak mudah, terutama karena pertandingan kedua digelar di kandang Vietnam.

“Kami mencoba mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dari pertandingan sebelumnya untuk meningkatkan performa. Tentu saja, bermain tandang di stadion Vietnam adalah tugas yang sangat sulit,” kata Oussama.

Meski begitu, dia tetap percaya Timnas Thailand bisa memberikan kejutan. Oussama meminta rekan-rekannya mempertahankan keyakinan dan mengerahkan seluruh kemampuan pada leg kedua.

“Tapi tidak ada yang mustahil, dan yang terpenting, kami akan memberikan yang terbaik,” pungkas dia.

BOLADONESIA – Timnas Vietnam menuai pujian setelah menutup persiapan jelang Piala ASEAN 2026 secara sempurna. The Golden Star Warriors menang 4-0 atas timnas Myanmar dalam uji tanding pamungkas, Sabtu (18/7/2026).

Kemenangan 4-0 atas Myanmar membuat Vietnam membukukan hasil sempurna. Sebelumnya, saat pemusatan latihan di Korea Selatan, mereka membantai Siheung FC dengan skor 6-0, menang 2-1 atas Yongin FC dan unggul 2-1 pula atas Gangwon FC.

Selepas laga, Vietnam disebut pelatih Myanmar, Joern Andersen, memang beda kelas. “Vietnam punya peringkat FIFA jauh lebih baik dari Myanmar,” kata dia seperti dikutip Football5Star.net dari Thanh Nien. “Di Asia Tenhgara, mereka juga salah satu yang terbaik.”

Pelatih asal Norwegja itu mena.bahkan, “Selamat kepada Vietnam atas kemenangan 4-0. Ini laga sulit bagi kami. Ada perbedaan signifikan dalam level kemampuan antara Vietnam dan Myanmar. Berdasar peringkat FIFA, kita bisa melihat Vietnam punya kualitas lebih tinggi.”

Peringatan untuk Timnas Vietnam

Meskipun demikian, timnas Vietnam tak boleh jemawa. Pasalnya, menang telak atas timnas Myanmar adalah hal biasa. Thanh Nien mengingatkan, The Golden Star Warriors sebelumnya juga menang 5-0 dan 3-0 pada 2 pertemuan terakhir. Jadi, skor 4-0 sama sekali tak istimewa.

Di samping itu, Myanmar kali ini juga bisa dikatakan tidak siap. Laga melawan Vietnam adalah debut bagi Joern Andersen yang baru sepekan lalu resmi jadi pelatih menggantikan Myo Hlaing Win. Andersen mengakui hal itu sebagai kendala tersendiri bagi Myanmar.

“Waktu sepekan memang sangat pendek. Saya menilai 3 dari 4 gol tercipta terlalu mudah. Saya harus menganalisis, belajar, dan mengambil pelajaran. Saya ingin para pemain tampil dengan semangat juang lebih tinggi,” ucap pria yang pernah jadi top scorer Bundesliga itu.

Kekalahan telak dari Vietnam jadi bekal buruk dan menambah beban di pundak Andersen. Bukan apa-apa, dia hanya punya waktu sepekan lagi sebelum menghadapi Malaysia pada laga pertana fase grup. Jikapun ada kabaf baik, Harimau Malaya juga tak dalam kondisi bagus.