
BOLADONESIA – Rudi Voeller mengakui permintaan langsung dari Juergen Klopp membuat dia mengurungkan niat mundur dari posisinya sebagai Dorektur Olahraga DFB. Sebelumnya, dia sempat mempertimbangkan untuk mundur seperti yang dilakukan pelatih Julian Nagelsmann.
Setelah timnas Jerman kandas pada 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari timnas Paraguay, tekanan utama memang mengarah kepada Nagelsmann. Namun, sebagai direktur olahraga, Voeller juga merasa bertanggung jawab dalam kegagalan tersebut. Hal itu membuat dia berada dalam situasi dilematis.

“Saya mempertimbangkan apakan masih masuk akal untuk melanjutkan tugas setelah Piala Dunia ini dan saya merasa ragu-ragu. Saya hampir mengundurkan diri,” urai Rudi Voeller seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Sport1. “Namun, saya juga mempertanyakan apakah benar-benar masuk akal untuk meninggalkan semuanya saat ini.”
Pria berumur 66 tahun itu lantas mengungkapkan, “Salah satu kelemahan terbesar saya adalah tidak dapat mengatakan tidak. Ketika pelatih baru seperti Juergen Klopp datang dengan rekam jejak mengesankan dan mengatakan saya harus tetap bertahan, saya senang mengenai hal itu.”
Kebutuhan Juergen Klopp
Sejak awal ditawari jadi pelatih baru timnas Jerman, Juergen Klopp memang mendengar kemungkinan Rudi Voeller mundur dari DFB. Namun, dia menilai eks striker ulung era 1980-an tersebut tak perlu mengundurkan diri. Secara pribadi, dia merasa Voeller akan jadi sosok yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas barunya.
“Sejak awal, saya mengatakan kepada dia secara langsung bahwa saya tidak ada masalah jika dia tetap berada di posisinya,” kata Juergen Klopp pada awal Juli lalu. “Jika jadi kenyataan (jadi pelatih timnas Jerman), akan bagus untuk punya seseorang yang tahu proses dan terlibat dalam segala hal.”

Els manajer Liverpool itu menambahkan, “Rudi, di satu sisi, punya pengalaman sepak bola luar biasa. Di sisi lain, dia juga telah lama bekerja di DFB, sesuati yang sama sekali tak saya miliki jika saja menjadi pelatih (Die Mannschaft). Saya tak pernah bermain untuk timnas dan tak pernah pula menangani timnas.”
Batu-baru ini, Klopp kembali menegaskan arti penting Voeller. “Rudi akan jadi kontak yang sangat penting bagi saya. Pengalaman, pandangan hidup, dan kemampuannya marah pada waktu yang tepat, saya menginginkan itu semua di tim saya. Dia berjanji akan menceritakan beberapa kisah yang tak saya tahu sebelumnya. Saya menantikan itu. Itu akan luar biasa. Saya mengagumi dia sebagai pemain,” ujar Klopp.






