26 Oktober 2026

Timnas Jerman

BOLADONESIA – Rudi Voeller mengakui permintaan langsung dari Juergen Klopp membuat dia mengurungkan niat mundur dari posisinya sebagai Dorektur Olahraga DFB. Sebelumnya, dia sempat mempertimbangkan untuk mundur seperti yang dilakukan pelatih Julian Nagelsmann.

Setelah timnas Jerman kandas pada 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari timnas Paraguay, tekanan utama memang mengarah kepada Nagelsmann. Namun, sebagai direktur olahraga, Voeller juga merasa bertanggung jawab dalam kegagalan tersebut. Hal itu membuat dia berada dalam situasi dilematis.

“Saya mempertimbangkan apakan masih masuk akal untuk melanjutkan tugas setelah Piala Dunia ini dan saya merasa ragu-ragu. Saya hampir mengundurkan diri,” urai Rudi Voeller seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Sport1. “Namun, saya juga mempertanyakan apakah benar-benar masuk akal untuk meninggalkan semuanya saat ini.”

Pria berumur 66 tahun itu lantas mengungkapkan, “Salah satu kelemahan terbesar saya adalah tidak dapat mengatakan tidak. Ketika pelatih baru seperti Juergen Klopp datang dengan rekam jejak mengesankan dan mengatakan saya harus tetap bertahan, saya senang mengenai hal itu.”

Kebutuhan Juergen Klopp

Sejak awal ditawari jadi pelatih baru timnas Jerman, Juergen Klopp memang mendengar kemungkinan Rudi Voeller mundur dari DFB. Namun, dia menilai eks striker ulung era 1980-an tersebut tak perlu mengundurkan diri. Secara pribadi, dia merasa Voeller akan jadi sosok yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas barunya.

“Sejak awal, saya mengatakan kepada dia secara langsung bahwa saya tidak ada masalah jika dia tetap berada di posisinya,” kata Juergen Klopp pada awal Juli lalu. “Jika jadi kenyataan (jadi pelatih timnas Jerman), akan bagus untuk punya seseorang yang tahu proses dan terlibat dalam segala hal.”

Els manajer Liverpool itu menambahkan, “Rudi, di satu sisi, punya pengalaman sepak bola luar biasa. Di sisi lain, dia juga telah lama bekerja di DFB, sesuati yang sama sekali tak saya miliki jika saja menjadi pelatih (Die Mannschaft). Saya tak pernah bermain untuk timnas dan tak pernah pula menangani timnas.”

Batu-baru ini, Klopp kembali menegaskan arti penting Voeller. “Rudi akan jadi kontak yang sangat penting bagi saya. Pengalaman, pandangan hidup, dan kemampuannya marah pada waktu yang tepat, saya menginginkan itu semua di tim saya. Dia berjanji akan menceritakan beberapa kisah yang tak saya tahu sebelumnya. Saya menantikan itu. Itu akan luar biasa. Saya mengagumi dia sebagai pemain,” ujar Klopp.

BOLADONESIA – Penunjukan Juergen Klopp sebagai pelatih kepala timnas Jerman hanya tinggal menunggu waktu. Klopp mengatakan proses negosiasi berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apa pun.

Proses negosiasi antara Klopp dengan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah berlangsung di New York semenjak beberapa pekan lalu. Proses negosiasi berlangsung dengan lancar meski Klopp saat ini masih terikat kontrak dengan Red Bull.

“Belum ada yang sepenuhnya final. Namun, pembicaraan telah berjalan dengan baik, dan semuanya bergerak ke arah yang benar. Saya telah mencapai kesepakatan dan persetujuan dengan Red Bull. Jadi, secara praktis, tidak ada lagi yang menghalangi,” kata Klopp kepada Magenta TV.

“Kami sudah tidak jauh lagi dari waktu pengumuman. Ketika saatnya tiba, kami akan membuat pengumuman itu sendiri,” sambung pria berumur 59 tahun itu.

Penunjukan Juergen Klopp akan Diumumkan dalam Beberapa Hari ke Depan

Lebih lanjut, Klopp mengatakan DFB bakal mengumumkan penunjukannya dalam beberapa hari ke depan. Ia berharap punya waktu cukup untuk mempersiapkan tim untuk menjalani partai pekan pembuka UEFA Nations League pada September mendatang.

“Idealnya, hal ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Lagipula, hanya ada sekitar 60 hari hingga pertandingan internasional berikutnya. Pada titik tertentu, sebuah keputusan harus diambil, dan itu akan segera diputuskan,” tuntas Klopp.

Klopp dihadapkan dengan tugas berat bersama timnas Jerman. Ia diminta membangkitkan Die Mannschaft dari keterpurukan yang telah berlangsung selama enam tahun terakhir.

Klopp bakal menjalani debutnya pada partai UEFA Nations League di markas Belanda. Laga tersebut rencananya mentas pada 25 September 2026.

BOLADONESIA – Rencana Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) merekrut Juergen Klopp mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tak terkecuali Lothar Matthaeus. Dia menilai Klopp memang pantas menanjadi penerus Julian Nagelsmann di timnas Jerman. Namun, dia mengingatkan, Klopp bukanlah panasea utama dan DFB harus menghindari kesalahan yang sama.

Dalam pandangan Matthaeus, kegagalan Jerman dalam 3 edisi terakhir Piala Dunia tak terlepas dari kurangnya dinamika di dalam tim. Cenderung hanya ada satu suara. Menurut dia, hal tersebut harus dihindari saat Klopp didapuk sebagai pelatih baru. Dinamika, kata dia, sangat penting bagi kemajuan tim.

“Kami tak cuma butuh rencana Klopp. Kami juga butuh orang yang mewakili pendapat berbeda, orang yang berpikir di luar kotak,” urai Lothar Matthaeus dalam kolomnya seperti dikutip IDNNEWS.TOP dari Sky. “Friksi itu penting. Sangat penting untuk memastikan semua orang uang dipekerjakan DFB mampu membantu kemajuan sepak bola Jerman.”

Matthaeus juga meminta DFB tak mengulangi langkah sembrono saat memperpanjang kontrak Nagelsmann sebelum Piala Dunia 2026. “Anda harus hati-hati untuk tak membuat kontrak sembrono lagi seperti yang dilakukan kepada Julian Nagelsmann dan membuat Anda kehilangan banyak uang,” ucap dia.

Dukungan Lothar Matthaeus

Dalam kolomnya, Lothar Matthaeus secara khusus memberikan dukungan kepada Rudi Voeller untuk tetap berada di DFB dan berkontribusi bagi timnas Jerman ke depan. Dia menilai Voeller perlu dipertahankan meskipun, sebagai direktur olahraga, jadi bagian dari kegagalan Die Mannschaft di Amerika Utara.

“Kami punya begitu banyak pemain bagus, dan pelatih bagus selalu dapat menyusun pemain-pemain bagus menjadi tim bagus. Nagelsmann gagal karena kurang pengalaman dan banyak hal yang salah,” ujar Matthaeus lagi. “Saya tak mau berspekulasi soal sosok yang akan menjadi Direktur Olahraga DFB ke depan. Namun, saya yakin Rudi Voeller harus tetap dilibatkan dalam kapasitas tertentu.”

Adapun soal pemain-pemain yang patut dipertahankan, dia pertama-tama menyebut Joshua Kimmich yang diminta beberapa pihak untuk pensiun saja. Kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990 itu juga menyebut Jonathan Tah dan Nico Schlotterbeck sebagai sosok yang masih penting di timnas Jerman. Lalu, Kai Havertz dengan posisi yang lebih jelas di lapangan.

Hal mengejutkan disampaikan Matthaeus soal sosok kiper utama. Dia mengungkapkan, “Situasi di gawang agak rumit. Akankah mereka lanjut dengan Oliver Baumann? Dengan Jonas Urbig, mereka punya kiper yang dapat diandalkan, meskipun seandainya dia akan tetap jadi serep Manuel Neuer di Munich. Semuanya bergantung pada keinginan pelatih baru nanti.”