26 Oktober 2026

Timnas Inggris

BOLADONESIA – Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris jadi salah satu laga terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Inggris menang dengan skor 6-4!

Inggris sudah berhasil mencetak gol pada menit kedua. Declan Rice merebut bola di tengah lapangan di saat Prancis mencoba membuat serangan. Dia maju sampai tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke pojok gawang.

Gol kedua didapatkan pada menit ke-18. Lewat sepak pojok, Rice memberi umpan lambung yang bisa ditanduk Ezri Konsa.

Prancis benar-benar terlihat tidak tertarik memainkan pertandingan ini. Pada menit ke-37, Ivan Toney dengan mudah memberi umpan terobosan ke Marcus Rashford yang kosong di sisi kanan karena Malo Gusto dan Michael Olise hanya berjalan saat serangan terjadi. Sepakan Rashford ditepis Mike Maignan, namun bola akhirnya tetap masuk berkat upaya Bukayo Saka.

Lalu Saka kembali mencetak gol dengan mudah di penghujung babak pertama.

Piala Dunia 2026: Prancis Hampir Lakukan Comeback

Pada pergantian babak, Didier Deschamps langsung memasukkan empat pemain sekaligus: Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Lucas Digne, dan Dayot Upamecano. Dan pergantian itu merubah permainan.

Pada menit ke-48, Upamecano berhasil merebut bola dari Ollie Watkins. Dia lalu memberi umpan ke Olise yang langsung meneruskannya ke Kylian Mbappe yang berhasil mencetak gol.

Enam menit kemudian, Mbappe memberi umpan terobosan ke Barcola yang langsung berhadapan satu lawan satu dengan Dean Henderson dan dengan tenang melepaskan tembakan ke sudut sempit.

Lalu Mbappe berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-66 lewat kerja sama apik dia, Olise dan Dembele. Gol ini adalah gol ke-10 Mbappe dan membuatnya menjadi topskorer sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol menyalip Lionel Messi.

Namun saat Prancis hampir melakukan comeback luar biasa, finishing mereka justru buruk, terutama dari Olise dan Dembele yang punya peluang emas dan gagal dimanfaatkan.

Mereka justru memberi Inggris penalti pada menit ke-86 setelah Malo Gusto melanggar Djed Spence. Saka yang maju sebagai eksekutor berhasil mencetak hat-trick.

Setelah itu, laga belum berakhir, Prancis kembali mencetak gol akhirnya lewat Dembele yang kini mampu menyelesaikan peluangnya pada menit 90+6. Namun taktik all out attack Prancis membuat Bellingham dengan mudah melancarkan serangan balik dan membuat laga berakhir 6-4.

BOLADONESIA – Kapten timnas Inggris, Harry Kane masih belum memutuskan apakah ini akan jadi Piala Dunia terakhirnya. Namun dia melihat Lionel Messi yang masih bisa bermain pada usia 39 tahun.

Inggris gagal lolos ke final Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Argentina dengan skor 1-2, menandakan mereka masih juga bisa belum lolos ke final sejak juara pada 1966.

Kane akan berusia 36 tahun saat Piala Dunia berikutnya tiba, dan mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya bersama Inggris.

“Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Saya menjalaninya tahun demi tahun dan tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya,” ucap Kane seperti dilansir IDNNEWS dari ESPN.

“Itulah yang paling saya sukai. Jelas empat tahun masih lama, saya berusia 33 tahun musim panas ini tetapi itu tidak pernah berakhir dengan Leo (Messi) di sana, dia masih tampil di level tertinggi.

“Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal ini. Saya akan mengatasi situasi saat itu terjadi, tetapi untuk saat ini, ini hanya tentang memproses kekalahan yang berat.”

Harry Kane Bela Taktik Timnya

Hampir semua tokoh sampai media Inggris mengecam taktik The Three Lions yang justru bermain sangat bertahan sejak mencetak gol pada menit ke-55. Namun Kane membela permainan timnya.

“Ini cerita yang mirip dengan apa yang terjadi di turnamen sebelumnya, menurut saya. Kami mengelola momentum permainan dengan sangat baik selama 60 menit, kami mencetak gol dan unggul,” ujar Kane.

“Dan kemudian karena satu dan lain hal, kami kesulitan menguasai bola, kami kesulitan memberikan tekanan pada bola dan itu memungkinkan mereka untuk menciptakan momentum lebih besar dan menciptakan lebih banyak serangan bagi mereka di sepertiga akhir lapangan kami.

“Merupakan pola pikir yang wajar untuk mencoba bertahan dan mempertahankan keunggulan satu gol, tetapi Anda tahu, masih ada 20 menit lagi, jadi akan ada cukup waktu (bagi Argentina untuk mencetak gol).

“Kami harus menonton ulang pertandingan dan mencari tahu persis bagaimana kami dapat meningkatkan diri dalam situasi tersebut, tetapi mungkin itulah bagian yang hilang selama empat turnamen terakhir.”

BOLADONESIA – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel tak menyesal dengan pemilihan taktiknya pasca dikalahkan Argentina 1-2 (16/7/26). Dia bahkan menyebut Inggris mungkin memainkan performa terbaiknya di laga ini.

Inggris terlihat akan melaju ke babak final Piala Dunia 2026 setelah Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55. Namun Tuchel memutuskan untuk bermain parkir bis dengan memasukkan dua bek tengah Dan Burn dan Ezri Konsa.

Dan Argentina berhasil melakukan comeback lewat Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2. Tuchel ditanya apakah dia menyesali keputusannya.

“Saat ini tidak ada penyesalan. Tim telah memberikan segalanya dan kami sangat, sangat dekat. Kami pantas unggul 1-0. Kami memainkan salah satu pertandingan terbaik kami, mungkin pertandingan terbaik kami dalam keadaan seperti ini. Tim berada di puncak, kami tidak bisa menyelesaikannya,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari The Guardian.

“Yang merugikan kami hari ini adalah kurangnya aktivitas kami dalam struktur permainan apa pun. Saya mengerti diskusi-diskusi ini ada di luar sana dan tentu saja jutaan pelatih setelah pertandingan lebih mengetahuinya.

“Anda bisa mendiskusikan ini dengan jutaan pelatih. Saya harus membuat keputusan di lapangan. Ini adalah bagaimana saya menganalisis pertandingan dan saya bertanggung jawab atas hal itu.”

Thomas Tuchel Jelaskan Taktiknya

Tuchel menjelaskan lebih rinci mengapa dirinya memutuskan untuk bermain dengan lima bek.

“Kami memutuskan untuk menggunakan formasi lima bek karena celah di antara mereka terlalu terbuka,” kata Tuchel.

“Argentina bermain lebih berisiko, bermain dengan ritme yang lebih baik, dan bermain dengan perasaan bahwa mereka tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan, yang membuat mereka lebih leluasa dan membuat kami tertekan.

“Karena kami jelas tiba-tiba bermain dengan perasaan bahwa kami memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan. Tentu saja tanggung jawab ada pada pelatih dan jika hasilnya tidak baik, mudah untuk mengatakan bahwa itu salah.”

BOLADONESIA – Bintang timnas Argentina, Lionel Messi sudah tidak sabar untuk melawan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Karena ini adalah pertama kalinya Messi akan melawan mereka.

Argentina lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss 3-1 (12/7/26). Sementara Inggris lolos setelah mengalahkan Norwegia 2-1.

Walaupun keduanya punya sejarah panjang di Piala Dunia, seperti pada 1986 di mana Diego Maradona mencetak gol “Hand of God” dan “Goal of the Century”, ini akan jadi pertama kalinya Messi melawan Inggris.

“Semua yang saya lihat dan ingat (tentang Argentina vs. Inggris dari tahun 1986) berasal dari video dan gambar yang terus-menerus ditonton dan dikenang oleh orang Argentina,” kata Messi seperti dilansir IDNEWS dari ESPN.

“Tapi saya pikir kelompok ini terbiasa memainkan pertandingan sepak bola tanpa memandang lawannya.

“Jelas, bermain melawan Inggris itu spesial karena mereka adalah tim raksasa, dan pertandingan melawan tim raksasa selalu spesial. Secara pribadi, ini pertama kalinya saya akan bermain melawan mereka. Saya telah bermain melawan semua tim kecuali Inggris, jadi akan menyenangkan karena alasan itu juga.

“Dan kami akan mengalaminya apa adanya: semifinal Piala Dunia melawan tim raksasa, tim hebat, dan kami akan mencoba untuk berada dalam kondisi terbaik untuk kembali bersaing.”

Julian Alvarez Sama Semangatnya dengan Lionel Messi

Julian Alvarez, yang mencetak gol cantik di injury time, yang membawa Argentina lolos juga sama semangatnya dengan Messi.

“Kami sangat bangga berada di antara empat tim terbaik di dunia,” kata Alvarez.

“Inggris, kita tahu, memiliki pemain-pemain yang mengesankan. Mereka adalah tim hebat yang telah melakukan banyak hal dengan baik (di Piala Dunia ini) tetapi kami perlu memulihkan diri dan mempersiapkan permainan kami.”

BOLADONESIA – Thomas Tuchel, manajer timnas Inggris, mengaku tertantang menghadapi timnas Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dia percaya diri meskipun tahu laga nanti tak akan mudah. Dia juga tak gentar dengan segala hal negatif yang akan dialami The Three Lions jelang laga itu.

Setelah menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar, Inggris memang akan bersua Meksiko yang terlebih dahulu mengeliminasi Ekuador dengan skor 2-0. Itu jadi tantangan tersendiri karena El Tri adalah tuan rumah dan laga nanti akan berlangsung di Stadion Ezteca, Mexico City.

“Saya tak yakin kami siap karena jelas kami mengalami kerugian mengingat Meksiko bermain di sana sejak awal turnamen dan telah beradaptasi dengan ketinggian. Kami tak punya cukup waktu untuk menyesuaikan diri. Ini kerugian besar dan saya tidak yakin apakah kami akan mendapatkan kerugian lain,” ujar Thomas Tuchel seperti dikutip Football5Star.net dari BBC.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, “Saya tak yakin perjalanan kami akan mulus, tidur kami akan nyenyak, apakah akan ada kegaduhan di luar hotel. Baiklah, ayo kita hadapi. Ini partai yang sangat menarik dan indah. Akan ada begitu banyak rintangan, tapi tim ini akan siap menghadapi apa pun.”

Tantangan Thomas Tuchel

Menghadapi timnas Meksiko akan jadi tantangan berat bagi Thomas Tuchel. Apalagi, banyak pihak menilai performa timnas Inggris belum terlalu meyakinkan. The Three Lions tidak tampil seperti tim-tim favorit lain. Sudah begitu, melawan El Tri di Mexico City bukan perkara mudah.

Inggris memang selalu menang dalam 4 pertemuan terakhir dengan Meksiko. Namun, mereka punya catatan buruk saat melawat ke Mexico City. Dalam 3 lawatan, mereka menelan 2 kekalahan dan hanya 1 kali imbang. Satu laga berlangsung di Stadion Olimpico Universitario dan dua laga di Stadion Azteca.

Khusus di Azteca, lawatan pertama Inggris dilakoni pada 1 Juni 1969. Kala itu, mereka hanya imbang tanpa gol. Adapun lawatan kedua berlangsung pada 9 Juni 1985. Hasilnya, The Three Lions takluk 0-1. Satu-satunya gol pada laga itu dicetak oleh Luis Flores pada menit ke-20.

Stadion Azteca juga punya tuan tersendiri bagi El Tri saat berlaga di Piala Dunia. Mereka unbeaten dalam 10 pertandingan dengan rincian 8 kali menang dan 2 kali seri. Pada 1970, Meksiko disisihkan Italia pada perempat final dalam laga di Stadion La Bombonera, Toluca. Lalu, pada 1986, mereka disingkirkan Jerman Barat lewat adu penalti dalam laga di Stadion Universitario, Mexico City.