27 Oktober 2026

Timnas Brasil

BOLADONESIA – Kegagalan timnas Brasil di Piala Dunia 2026 masih menyisakan kekecewaan dan kekesalan di publik sepak bola negeri itu. Carlo Ancelotti, sang pelatih, jadi sasaran utamanya. Romario Faria, striker andalan saat juara Piala Dunia 1994, bahkan menyebut pelatih Italia itu seharusnya dipecat oleh Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Romario mengakui materi pemain Brasil saat ini tidak seperti pada masanya. Ada penurunan kualitas yang begitu nyata. Namun, Ancelotti sebagai pelatih tetaplah sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan di Piala Dunia kali ini. Terutama kekalahan 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar.

“Kami pernah punya Dunga. Dia kalah dan pergi. Felipao yang menang dan bertahan. Kami pernah dilatih Tite yang kalah, bertahan, dan pergi. Sekarang, kami punya Ancelotti ini yang kalah dan akan bertahan lagi. Sumpah, itu salah besar!” ujar Romario Faria soal Carlo Ancelotti seperti dikutip IDNEWS.TOP dari No Ataque. “Saya akan bilang kepada dia untuk mengambil tiket dan pulang ke Italia.”

Pemain terbaik Piala Dunia 1994 itu menambahkan, “Saya tak mengatakan Ancelotti sebagai biang kegagalan, tapi dia sangat bertanggung jawab pada kekalahan ini. Dia menarik Bruno Guimaraes dan memasukkan Ederson. Mengapa dan untuk alasan apa? Saya ingin tahu apa yang ingin dia coba dengan melakukan hal itu.”

Kontrak Carlo Ancelotti

Hal yang juga dikritik Romario Faria adalah putusan CBF memperpanjang kontrak Carlo Ancelotti jelang Piala Dunia 2026. Durasinya pun tak main-main, hingga Piala Dunia 2030! Padahal, saat didapuk sebagai pelatih baru pada Mei 2025, dia hanya diikat kontrak hingga Piala Dunia 2026. Logikanya, hasil di ajang itu jadi pertimbangan utama untuk memperpanjang atau memutus kontraknya.

“Tidak mungkin Ancelotti bisa terus jadi pelatih timnas Brasil setelah kekalahan ini, setelah aib yang ditimbulkannya (melawan Norwegia). Saya akan merobek surat kontraknya dan menyuruh dia untuk mengambil langkah hukum!” ucap eks striker yang menjulang di PSV Eindhoven dan Barcelona tersebut.

Akan tetapi, harapan Romario dipastikan tak terwujud. CBF tetap bergeming untuk memberikan waktu kepada Ancelotti. “Dia hanya punya waktu kurang dari setahun dan bekerja sekitar 4 bulan,” ujar Ridrigo Caetano, Direktur Tim Nasional. “Saya yakin tim ini berada di jalur meningkat. Penilaiannya pun positif. Jika tidak, dia tak mungkin mau bertahan. Dia sendiri tentu tak akan memutuskan bertahan.”

Caetano pun yakin Ancelotti dan tim kepelatihannya akan mampu membentuk tim baru dengan mengandalkan para pemain muda seiring berakhirnya era para pemain senior. Dia juga menegaskan, putusan tetap mempertahankan Ancelotti adalah upaya untuk mencari stabilitas. Dia mengingatkan, tren memecat pelatih setelah gagal di turnamen bersar terbukti tak berdampak positif bagi Selecao.

BOLADONESIA – Timnas Jepang pincang saat menghadapi timnas Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Gelandang Takefusa Kubo dipastikan masih absen karena belum pulih dari cedera yang dialami saat melawan Belanda pada matchday pertama fase grup.

Kubo mengalami cedera pada lutut kirinya ketika Jepang imbang 2-2 dengan Belanda. Gara-gara cedera itu, pemain Real Sociedad tersebut absen pada dua laga sisa Samurai Blue pada fase grup. Kondisinya pun masih belum membalik jelang laga Brasil vs Jepang pada babak 32 besar. Hal itu diungkapkan pelatih Hajime Moriyasu pada konferensi pers pralaga.

“Kubo tak akan dapat bermain pada pertandingan melawan Brasil. Dia belum bergabung dengan latihan tim secara penuh. Sejauh ini, dia hanya dapat melakukan latihan lari secara individual. Jadi, dia sudah pasti tak akan bermain pada pertandingan besok,” kata Hajime Moriyasu soal kondisi Takefusa Kubo seperti dikutip Football5Star.net dari Gekisaka.

Pelatih berumur 57 tahun itu lebih lanjut mengungkapkan, “Kami semua berharap pemulihannya berlangsung cepat. Dia pun terus bekerja keras untuk meningkatkan kondisinya. Semoga saja dia akan segera dapat bermain kembali pada pertandingan berikutnya (jika lolos dari adangan Brasil).”

Kondisi Takefusa Kubo Kian Membaik

Harapan Hajime Moriyasu bukan tanpa alasan. Kondisi Takefusa Kubo kian membaik. Buktinya, dia ikut terbang ke Houston untuk laga Brasil vs Jepang meskipun dipastikan tak dapat tampil. Sebelumnya, saat Jepang melawan Tunisia dan swedia, pemain berumur 25 tahun itu ditinggal di Nashville untuk fokus pada pemulihan cederanya.

Sang pemain pun menunjukkan optimisme soal kondisinya. “Perasaanku baik. Aku baik-baik saja,” kata Kubo selepas latihan timnas Jepang jelang babak 32 besar meskipun tetap tak dapat menyembunyikan kemurungannya. Hal itu juga ditegaskan bek kanan Yukinari Sugawara. “Kondisinya bagus!” ujar dia.

Pada laga melawan Belanda, Kubo memang tidak mencetak gol. Namun, dialah pemberi assist bagi gol Keito Nakamura yang menjadikan kedudukan imbang 1-1. Itu juga merupakan assist ke-3 Kubo dalam 4 penampilan beruntun bersama Samurai Biru. Statistik tersebut menunjukkan arti penting sang pemain bagi tim asuhan Moriyasu.

Bagi Kubo, kepastian absen pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 jadi kenyataan pahit. Bukan apa-apa, itu mengulang kisah 4 tahun lalu. Ketika itu, dia juga tak ada di skuad Jepang saat menjelani laga pertama pada fase gugur Piala Dunia 2022. Hasilnya, Samurai Blue tersisih setelah kalah 2-4 dari Kroasia pada du penalti menyusul hasil imbang 1-1 dalam 120 menit