27 Oktober 2026

Timnas Argentina

BOLADONESIA – Bintang Inter Miami, Lionel Messi memutuskan untuk pensiun dari timnas Argentina. La Pulga menyebut bahwa dia sudah memutuskan ini dua hari setelah final Piala Dunia 2026.

Messi mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah berencana pensiun dua hari setelah final Piala Dunia 2026. Tapi kematian sang ayah baru-baru ini semakin memantapkan keputusannya.

“Saya menulis kata-kata ini pada tanggal 21 Juli, dua hari setelah final… hari ini, setelah apa yang terjadi dengan ayah saya, saya bahkan lebih yakin dengan keputusan ini daripada sebelumnya,” tulis Messi seperti dilansir IDNEWS dari akun media sosialnya.

“Setelah sekian lama sejak final, dan setelah banyak memikirkannya, saya ingin memberi tahu semua orang bahwa saya pensiun dari tim nasional.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih sangat menyakitkan, tetapi saya mengerti bahwa ini adalah saat yang tepat.

“Saya bersumpah saya selalu memberikan segalanya, tidak hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kita memenangkan segalanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan segalanya untuk seragam ini, untuk membawa kebahagiaan dan membuat Anda bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.

“Tidak banyak waktu tersisa, dan berbagai bab akan segera berakhir. Ini adalah salah satu yang sangat menyakitkan saya. Saya mencintai, pernah mencintai, dan akan selalu mencintai menjadi bagian dari tim nasional. Saya telah memberikan semua yang saya miliki, dan saya tidak punya apa pun lagi untuk diberikan.

“Juga, ada pemain muda hebat yang muncul dan pantas berada di sini.

“Terima kasih atas semua cinta selama 20 tahun ini. Saya akan merindukan mendengar suara kalian dari dalam. Sekarang aku akan menjadi bagian dari kalian, selalu mendukung dari luar, di saat-saat baik dan terlebih lagi di saat-saat buruk.

“Terima kasih kepada keluarga saya karena selalu ada dan bersama saya sepanjang perjalanan yang indah namun sulit ini. Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan satu tim, dan direktur yang berkesempatan berbagi perjalanan ini denganku. Aku membawa serta kenangan dan momen yang tak terlupakan.

“Saya pergi dengan damai dan bangga, mengetahui bahwa bersama rekan satu tim saya, kami telah memberikan kalian momen-momen yang pernah kami impikan. Sungguh luar biasa bisa mengalami semua ini bersama kalian. Aku mencintai kalian!

“Terima kasih Tuhan karena telah menjadikan aku orang Argentina.

“Vamos Argentina!”

Prestasi Lionel Messi Bersama Argentina

Kapten Argentina ini adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa dan pemain dengan penampilan terbanyak untuk negaranya. Messi telah mencetak 125 gol dalam 207 pertandingan untuk tim nasional.

Ia adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola Amerika Selatan.

Ketika ia memimpin Argentina meraih kemenangan Piala Dunia pada tahun 2022, itu adalah kemenangan pertama negara tersebut dalam 36 tahun dan yang ketiga secara keseluruhan.

Sebelum itu, Messi memainkan peran penting dalam mengakhiri paceklik trofi Argentina selama 28 tahun dengan memenangkan Copa America 2021 dan kemudian memenangkannya lagi pada tahun 2024.

Ia sebelumnya mengumumkan pensiun dari tim nasional pada tahun 2016, setelah memimpin Argentina dalam tiga final berturut-turut dan gagal memenangkan satu pun.

Messi membatalkan keputusan tersebut tidak lama kemudian untuk akhirnya memimpin negara tersebut meraih dua kemenangan Copa America dan kemenangan Piala Dunia.

BOLADONESIA – Lionel Messi akhirnya angkat bicara soal kegagalan timnas Argentina mempertahankan gelar juara setelah kalah 0-1 dari timnas Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Dia mengakui kesedihan dan kekecewaan mendalam. Namun, dia juga mengenang banyak hal indah dari gelaran di Amerika Utara tersebut.

“Rasa sakitnya sangat besar dan butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini,” kata Lionel Messi mengungkapkan kepedihan hatinya saat membuka pernyataannya seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun Instagram-nya. “Namun, aku juga berpegang teguh pada semua hal baik.”

Dia lantas menambahkan, “Pertandingan-pertandingan kami menangi dengan membalikkan keadaan, dengan memberikan yang terbaik, akan tetap terukir dalam ingat kami, dukungan dari seluruh negeri yang, bersama dengan kerja keras dan upaya tim ini, membawa kali untuk sekali lagi menjadi yang terbaik di dunia.”

La Pulga pun mengungkapkan, dirinya tetap bangga karena, walaupun gagal juara, Argentina telah lolos ke final Piala Dunia dalam 2 edisi secara beruntun. Dia menyebut, mereka telah seklai lagi menyatukan seluruh negeri dan berbagi kebanggaan luar biasa sebagai orang Argentina.

Ketidakberdayaan Lionel Messi

Pada bagian akhir penyataan lewat unggahan di akun media sosialnya itu, Lionel Messi juga tak lupa menyampaikan selamat kepada timnas Spanyol yang telah mengalahkan timnas Argentina dan tampil sebagai juara Piala Dunia 2026. Namun, dia sama sekali tidak menyinggung soal performa dan perilaku buruk La Albiceleste pada laga final Piala Dunia 2026 itu.

Laga di Stadion MetLife, New York New Jersey, jadi penutup kisah yang sangat buruk bagi Argentina. Melaju ke final dengan berbagai cibiran karena dinilai mendapat perlakuan khusus dari FIFA dan para wasit, mereka gagal membungkam kritik. Alih-alih tampil penuh motivasi untuk menang, mereka memilih bermain defensif dan baru dapat melepaskan tembakan pada menit ke-117!

Messi yang jadi pahlawan pada semifinal dengan 2 assist yang membawa Argentina comeback dari tertinggal 0-1 menjadi menang 2-1 juga terlihat tak berdaya. Tak ada sentuhan ajaib apalagi aksi-aksi menawan seorang pemain yang disebut-sebut sebagai GOAT. Dia malah terlihat frustrasi dengan meminta wasit mengartu merah Marc Cucurella yang sempat bicara dengan menutup mulutnya.

La Pulga juga tidak berbuat apa-apa ketika Nahuel Molina, Leandro Paredes, Nicolas Otamendi, dan Thiago Almada menyerang pemain Spanyol saat laga usai. Lalu, megabintang Inter Miami juga ikut membalikkan badan bersama seluruh anggota tim saat Spanyol naik podium untuk menerima trofi juara dan merayakan kemenangan.

BOLADONESIA – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel tak menyesal dengan pemilihan taktiknya pasca dikalahkan Argentina 1-2 (16/7/26). Dia bahkan menyebut Inggris mungkin memainkan performa terbaiknya di laga ini.

Inggris terlihat akan melaju ke babak final Piala Dunia 2026 setelah Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55. Namun Tuchel memutuskan untuk bermain parkir bis dengan memasukkan dua bek tengah Dan Burn dan Ezri Konsa.

Dan Argentina berhasil melakukan comeback lewat Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2. Tuchel ditanya apakah dia menyesali keputusannya.

“Saat ini tidak ada penyesalan. Tim telah memberikan segalanya dan kami sangat, sangat dekat. Kami pantas unggul 1-0. Kami memainkan salah satu pertandingan terbaik kami, mungkin pertandingan terbaik kami dalam keadaan seperti ini. Tim berada di puncak, kami tidak bisa menyelesaikannya,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari The Guardian.

“Yang merugikan kami hari ini adalah kurangnya aktivitas kami dalam struktur permainan apa pun. Saya mengerti diskusi-diskusi ini ada di luar sana dan tentu saja jutaan pelatih setelah pertandingan lebih mengetahuinya.

“Anda bisa mendiskusikan ini dengan jutaan pelatih. Saya harus membuat keputusan di lapangan. Ini adalah bagaimana saya menganalisis pertandingan dan saya bertanggung jawab atas hal itu.”

Thomas Tuchel Jelaskan Taktiknya

Tuchel menjelaskan lebih rinci mengapa dirinya memutuskan untuk bermain dengan lima bek.

“Kami memutuskan untuk menggunakan formasi lima bek karena celah di antara mereka terlalu terbuka,” kata Tuchel.

“Argentina bermain lebih berisiko, bermain dengan ritme yang lebih baik, dan bermain dengan perasaan bahwa mereka tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan, yang membuat mereka lebih leluasa dan membuat kami tertekan.

“Karena kami jelas tiba-tiba bermain dengan perasaan bahwa kami memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan. Tentu saja tanggung jawab ada pada pelatih dan jika hasilnya tidak baik, mudah untuk mengatakan bahwa itu salah.”

BOLADONESIA – Bintang timnas Argentina, Lionel Messi sudah tidak sabar untuk melawan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Karena ini adalah pertama kalinya Messi akan melawan mereka.

Argentina lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss 3-1 (12/7/26). Sementara Inggris lolos setelah mengalahkan Norwegia 2-1.

Walaupun keduanya punya sejarah panjang di Piala Dunia, seperti pada 1986 di mana Diego Maradona mencetak gol “Hand of God” dan “Goal of the Century”, ini akan jadi pertama kalinya Messi melawan Inggris.

“Semua yang saya lihat dan ingat (tentang Argentina vs. Inggris dari tahun 1986) berasal dari video dan gambar yang terus-menerus ditonton dan dikenang oleh orang Argentina,” kata Messi seperti dilansir IDNEWS dari ESPN.

“Tapi saya pikir kelompok ini terbiasa memainkan pertandingan sepak bola tanpa memandang lawannya.

“Jelas, bermain melawan Inggris itu spesial karena mereka adalah tim raksasa, dan pertandingan melawan tim raksasa selalu spesial. Secara pribadi, ini pertama kalinya saya akan bermain melawan mereka. Saya telah bermain melawan semua tim kecuali Inggris, jadi akan menyenangkan karena alasan itu juga.

“Dan kami akan mengalaminya apa adanya: semifinal Piala Dunia melawan tim raksasa, tim hebat, dan kami akan mencoba untuk berada dalam kondisi terbaik untuk kembali bersaing.”

Julian Alvarez Sama Semangatnya dengan Lionel Messi

Julian Alvarez, yang mencetak gol cantik di injury time, yang membawa Argentina lolos juga sama semangatnya dengan Messi.

“Kami sangat bangga berada di antara empat tim terbaik di dunia,” kata Alvarez.

“Inggris, kita tahu, memiliki pemain-pemain yang mengesankan. Mereka adalah tim hebat yang telah melakukan banyak hal dengan baik (di Piala Dunia ini) tetapi kami perlu memulihkan diri dan mempersiapkan permainan kami.”

BOLADONESIA – Bintang timnas Argentina, Lionel Messi tak menutup peluang untuk bisa bermain di Piala Dunia 2030. Dia mengatakan selama dirinya masih bisa berkontribusi, dia akan tetap bermain.

Messi baru saja berulang tahun ke-39 dan karena itu banyak yang meyakini Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terakhir untuk La Pulga.

Namun ketika ditanya apakah dirinya bisa bermain di Piala Dunia 2030, dia tidak menutup peluang.

  • “Saya tidak tahu. Sejujurnya, saya tidak memikirkan itu sekarang. Rasanya masih agak jauh, tapi seperti yang saya katakan, saya menjalani hidup saya hari demi hari dan fokus pada saat ini,” kata Messi seperti dilansir IDNSPORT dari Fox Sports.

“Saya akan terus bermain untuk beberapa waktu lagi, selama saya masih bisa berkontribusi, merasa sehat secara fisik, dan membantu rekan satu tim saya… Saya akan terus bermain.”

Bermain di Piala Dunia 2030 Bukan Hal yang Mustahil untuk Lionel Messi

Jika Messi memutuskan bermain di Piala Dunia 2030, usianya saat itu akan menginjak 43 tahun, dan itu bukan sesuatu hal yang mustahil.

Rekor pemain tertua di dunia saat ini dipegang oleh kiper Essam El Hadary, yang bermain untuk Mesir di Piala Dunia 2018 pada usia 45 tahun.

Dan rekor pemain outfield tertua masih dipegang oleh Roger Milla yang bermain untuk Kamerun pada usia 42 tahun di Piala Dunia 1994.

Dan saat itu, Milla bukan hanya jadi pemanis, dia masih bisa mencetak gol dan menjadikannya pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia. Messi bisa mengalahkan rekor ini jika dia memutuskan bermain di Piala Dunia 2030.