
BOLADONESIA – Gianni Infantino, Presiden FIFA, terus mendapatkan tekanan. Terbaru, dia diminta mundur oleh Presiden LaLiga, Javier Tebas, karena dinilai sudah mengambil langkah-langkah kontroversial, terutama selama gelaran Piala Dunia 2026, yang justru merusak sepak bola itu sendiri.
Beberapa hal yang menjadi sorotan Tebas adalah adanya hydration break yang membuat sepak bola seperti basket yang memiliki 4 quarter, jeda babak pada final yang diperpanjang demi menggelar acara hiburan, penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun, dan rencana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

“Menurut saya, iya, saya pikir waktunya sudah habis,” kata Javier Tebas saat ditanya soal apakah Gianni Infantino harus mundur seperti dikutip IDNEWS.TOP dari La Gazzetta dello Sport. “FIFA mengatur segalanya sesuka hati, untuk kepentingan mereka sendiri. Ketika ingin 27 menit jeda laga, jadilah. Hydrations break adalah kebohongan. Di LaLiga, itu hanya dilakukan jika cuaca benar-benar panas.”
Dia menambahkan, “Penangguhan sanksi pemain AS benar-benar serius. Mereka beruntung karena Belgia menang atas AS. Jika tidak, kasus ini bisa saja membuat Infantino kehilangan jabatannya. Karena Belgia menang, mereka bisa mengubur masalah ini. Namun, ini semua hanyalah puncak gunung es.”
Sulit Jatuhkan Gianni Infantino
Berbagai hal negatif yang mewarnai Piala Dunia 2026, plus rencana penambahan peserta jadi 64 tim pada edisi berikutnya menambah muak Javier Tebas. Dia meminta Gianni Infantino untuk menghentikan semua kegilaan itu dan mundur. Pasalnya, dia tahu betul tak mungkin sang Presiden FIFA tumbang lewat pemilihan.
“Masalahnya, dia didukung sitem, federasi-federasi,” ucap Tebas setengah putus asa. “Tak ada kandidat oposisi karena tak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, sisten yang sudah busuk dari akarnya. Dia tak seharusnya bertahan, tapi situasi saat ini berarti dia tak akan pergi.”

Dia menambahkan, “Dalam beberapa haris terakhir di AS, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, tak setuju dengan apa yang dilakukannya. Mereka mengatakan itu, tapi tak melakukan apa pun. Saya tak tahu apa yang lebih buruk, sikap diam itu atau keterlibatan karena mereka yang tetap diam sepenuhnya tahu kerusakan yang dialami sepak bola.”
Masa jabatan Infantino akan segera berakhir. Namun, dia sudah menyatakan niat untuk kembali maju dan menjadi presiden untuk periode ke-4. Menurut rencana, pemilihan Presiden FIFA akan digelar di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027. Ditengarai, wacana menambah peserta Piala Dunia 2030 ditujukan untuk mengamankan suara dari banyak anggota FIFA, terutama dari Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.




