27 Oktober 2026

Piala Dunia

BOLADONESIA – Gianni Infantino, Presiden FIFA, terus mendapatkan tekanan. Terbaru, dia diminta mundur oleh Presiden LaLiga, Javier Tebas, karena dinilai sudah mengambil langkah-langkah kontroversial, terutama selama gelaran Piala Dunia 2026, yang justru merusak sepak bola itu sendiri.

Beberapa hal yang menjadi sorotan Tebas adalah adanya hydration break yang membuat sepak bola seperti basket yang memiliki 4 quarter, jeda babak pada final yang diperpanjang demi menggelar acara hiburan, penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun, dan rencana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

“Menurut saya, iya, saya pikir waktunya sudah habis,” kata Javier Tebas saat ditanya soal apakah Gianni Infantino harus mundur seperti dikutip IDNEWS.TOP dari La Gazzetta dello Sport. “FIFA mengatur segalanya sesuka hati, untuk kepentingan mereka sendiri. Ketika ingin 27 menit jeda laga, jadilah. Hydrations break adalah kebohongan. Di LaLiga, itu hanya dilakukan jika cuaca benar-benar panas.”

Dia menambahkan, “Penangguhan sanksi pemain AS benar-benar serius. Mereka beruntung karena Belgia menang atas AS. Jika tidak, kasus ini bisa saja membuat Infantino kehilangan jabatannya. Karena Belgia menang, mereka bisa mengubur masalah ini. Namun, ini semua hanyalah puncak gunung es.”

Sulit Jatuhkan Gianni Infantino

Berbagai hal negatif yang mewarnai Piala Dunia 2026, plus rencana penambahan peserta jadi 64 tim pada edisi berikutnya menambah muak Javier Tebas. Dia meminta Gianni Infantino untuk menghentikan semua kegilaan itu dan mundur. Pasalnya, dia tahu betul tak mungkin sang Presiden FIFA tumbang lewat pemilihan.

“Masalahnya, dia didukung sitem, federasi-federasi,” ucap Tebas setengah putus asa. “Tak ada kandidat oposisi karena tak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, sisten yang sudah busuk dari akarnya. Dia tak seharusnya bertahan, tapi situasi saat ini berarti dia tak akan pergi.”

Dia menambahkan, “Dalam beberapa haris terakhir di AS, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, tak setuju dengan apa yang dilakukannya. Mereka mengatakan itu, tapi tak melakukan apa pun. Saya tak tahu apa yang lebih buruk, sikap diam itu atau keterlibatan karena mereka yang tetap diam sepenuhnya tahu kerusakan yang dialami sepak bola.”

Masa jabatan Infantino akan segera berakhir. Namun, dia sudah menyatakan niat untuk kembali maju dan menjadi presiden untuk periode ke-4. Menurut rencana, pemilihan Presiden FIFA akan digelar di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027. Ditengarai, wacana menambah peserta Piala Dunia 2030 ditujukan untuk mengamankan suara dari banyak anggota FIFA, terutama dari Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

BOLADONESIA – Anthony Hudson, pelatih timnas Thailand, mengungkapkan sebuah impian besar dalam hidupnya. Dia mengaku, sebelum meninggal, sangat ingin melihat Changsuek berlaga di gelaran akbar Piala Dunia. Dalam pandangannya, impian itu tidaklah mustahil.

“Saya benar-benar ingin melihat timnas Thailand lolos ke Piala Dunia setidaknya sekali dalam hidup saya,” ujar Anthony Hudson seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Siam Sport. “Sebelum meninggal, saya ingin melihat timnas Thailand di Piala Dunia. Itu benar-benar kata hari saya dan saya yakin kami dapat melakukannya.”

Hal yang membuat pelatih asal Inggris itu sangat yakin adalah rencana penambahan lagi jumlah peserta dari 48 menjadi 64 tim. Meskipun baru sekadar usulan, Hudson menilai hal itu sebagai peluang emas bagi negara-negara kecil yang selama ini merasakan tampil di Piala Dunia adalah impian mustahil.

“Langkah atau regulasi seperti itu akan menguntungkan bagi timnas seperti kita (Thailand). Setelah bekerja sama dengan berbagai asosiasi dan negara, penambahan jumlah tim peserta menciptakan peluang positif bagi banyak timnas, entah soal nilai nasional, investasi atau gambaran keseluruhan negara dalam hudungan dengan turnamen,” ujar Hudson.

Ajakan Anthony Hudson

Atas dasar itu, Anthony Hudson mengajak seluruh pemangku kepentingan di sepak bola Thailand untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik. Visi dan misi menuju Piala Dunia harus lebih ditingkatkan dengan langkah-langkah nyata. Tanpa itu, penambahan jumlah peserta tidak akan berarti apa-apa.

“Tentu saja, itu seharusnya memotivasi timnas dengan peringkat lebih bawah dari rata-rata dan tidak lolos ke Piala Dunia untuk lebih berkembang lagi. Itu seharusnya memendorong lebih banyak perkembangan di liga dan program-program usia muda yang sangat bagus bagi banyak timnas,” urai pelatih berumur 45 tahun itu.

Dalam konteks Thailand, dia berujar, “Dari sekarang, kami akan fokus pada pemanduan bakat dan pengecekan performa pemain. Pada September, kami akan punya 23 pemain. Lalu, kami akan menggunakan kelompok ini ini untuk menjalani TC jangka panjang. Saya yakin kami punya potensi untuk mencapai titik itu. Jika melihat beberapa tim yang masuk Piala Dunia terakhir ini, kami juga bisa sama baiknya.”

Hudson didapuk sebagai pelatih Thailand pada 22 Oktober 2025 setelah pemecatan Masatada Ishii yang membuat tim sulit lolos ke ke Piala Asia 2027. Saat itu, dia kurang dari 4 bulan menjabat Direktur Teknik FA Thailand. Di tangannya, Changsuek masih unbeaten dengan meraih 3 kemenangan dan 2 kali imbang.

BOLADONESIA – Kemenangan timnas Spanyol atas timnas Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 diwarnai sebuah torehan rekor oleh sang kiper, Unai Simon. Clean sheet pada laga yang dimenangi Spanyol dengan 3-0 itu, dia mematahkan rekor milik Walter Zenga yang telah bertahan selama 36 tahun.

Tak kebobolan oleh pemain Austria, Simon kini membukukan clean sheet selama 519 menit di Piala Dunia. Sebelumnya, pada Piala Dunia 1990, Walter Zenga membukukan rekor tak kebobolan selama 517 menit. Selama 36 tahun, tak ada kiper yang mampu memecahkan rekor clean sheet terlama itu hingga akhirnya Simon melakukannya.

Kali terakhir gawang Unai Simon jebol saat Spanyol kalah 1-2 dari Jepang pada matchday III fase grup Piala Dunia 2022. Jala gawangnya digetarkan Ao Tanaka saat pertandingan berjalan 51 menit. Setelah itu, dia membukukan clean sheet meskipun Spanyol tersingkir oleh Maroko lewat adu penalti pada babak 16 besar. Lalu, di Piala Dunia 2026, dia tak kebobolan dalam 4 laga.

Kesuksesan Simon memecahkan rekor Zenga bisa dibilang di luar radar. Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, wacana soal pemecahan rekor selalu berkisar pada nama Lionel Messi, Kylian Mbappe, Cristiano Ronaldo, hingga Thibuat Courtois dan Manuel Neuer. Maklum saja, dia memasuki turnamen kali ini hanya berbekal clean sheet 159 menit.

Tantangan Khusus Unai Simon

Seiring kesuksesan timnas Spanyol lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, tentu saja Unai Simon punya peluang untuk terus mempertajam rekor clean sheet yang kini dipegangnya. Pada babak itu, lawan yang akan dihadapi La Furia Roja adalah pemenang laga Portugal vs Kroasia yang berlangsung hanya 2 jam setelah Spanyol memulangkan Austria.

Berbekal clean sheet dalam 5 laga beruntun, Simon kini punya tantangan baru. Itu adalah menyamai atau bahkan mematahkan rekor clean sheet terbanyak. Hingga saat ini, rekor tersebut masih dipegang Peter Shilton (Inggris) dan Fabien Barthez (Prancis). Keduanya sama-sama tak kebobolan dalam 10 laga.

Akan tetapi, Simon dipastikan tak akan bisa melakukan hal itu pada edisi kali ini. Pasalnya, jikapun Spanyol lolos ke final, dia hanya bisa tampil dalam 4 laga lagi. Artinya, kiper berumur 29 tahun itu harus menanti 4 tahun lagi untuk menyamai atau memecahkan rekor Shilton dan Barthez.

Meskipun demikian, Simon tetap punya peluang untuk membukukan rekor lain. Syaratnya, dia harus terus tak kebobolan hingga La Furia Roja juara. Jika itu mampu dilakukan, kiper Athletic BIlbao tersebut akan tercatat sebagai orang pertama yang gawangnya tak kebobobolan dalam satu edisi Piala Dunia, dari fase grup hingga final.