26 Oktober 2026

Piala ASEAN 2026

BOLADONESIA – Kim Sang Sik sangat bangga dapat membawa timnas Vietnam menjuarai Piala ASEAN 2026. Apalagi, gelar itu tak diraih dengan mudah. Meskipun bermodal kemenangan 2-0 pada leg I di kandang Thailand, mereka justru sempat 2 kali tertinggal di kandang sendiri pada leg II, Rabu (26/8/2026). Bahkan, mereka nyaris tertinggal 0-2 andai penalti Kakana Khamyok tak melambung.

Ketegangan tak pernah lepas dari Sang-sik sepanjang laga di Stadion My Dinh. Begitu laga berakhir dengan skor 2-2 dan Vietnam jadi juara dengan kemenangan agregat 4-2, dia tampak lega sekaligus kehabisan energi. Selepas laga, pelatih asal Korea Selatan yang menggantikan Philippe Troussier pada awal 2024 itu mengakui hal tersebut.

“Pada akhir laga, saya sempat ambruk karena keletihan. Saya memberikan segalanya dan tak ada kekuatan yang tersisa. Saya tak pernah punya impian besar. Dalam 2 tahun terakhir, aku telah memenangi 4 kejuaraan. Itu jadi sumber kebanggaan bagi saya dan sepak bola Vietnam,” urai Kim Sang Sik seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Thanh Nien.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, “Presiden Lee Jae-myeong sempat berujar, ‘Sepak bola adalah rajanya olahraga di Vietnam dan pelatih Kim Sang-sik adalah raja olahraga ini.’ Hari ini, saya merasa seperti telah menjadi raja seperti yang dikatakan presiden. Saya akan menikmati perasaan jadi raja ini dengan seluruh tim pada hari ini. Mulai besok, saya akan terus berusaha lebih keras demi kemajuan sepak bola Vietnam.”

Prestasi Istimewa Kim Sang Sik

Kesuksesan timnas Vietnam menjuarai Piala ASEAN 2026 jadi catatan istimewa bagi Kim Sang Sik. Dia jadi pelatih pertama yang mengantar The Golden Star Warriors juara back to back di ajang ini. Dia juga jadi pelatih ke-5 yang melakukan hal itu setelah Peter White, Kiatisuk Senamuang, dan Alexandre Polking bersama Thailand serta Raddy Avramovic bersama Singapura.

Meskipun demikian, Sang-sik tidak menepuk dada. “Saya tidak berpikir telah meraih 4 gelar untuk sepak bola Vietnam. Prestasi ini datang dari usaha para pemain untuk memenuhi standar dari staf kepelatihan,” kata dia. “Gelar kedua secara beruntun (di Piala ASEAN) ini datang dari mereka. Seluruh tim akan mencoba yang terbaik dalam setiap laga sehingga sepak bola Vietnam dapat terus berkembang.”

Selain 2 kali menjuarai Piala ASEAN bersama timnas Vietnam, Sang-sik juga membawa timnas U-23 Vietnam jadi yang terbaik pada dua ajang. Pertama, pada Juli 2025, dia mengantar Vietnam juara Piala AFF U-22 2025 dengan menang 1-0 atas Indonesia, sang tuan rumah. Kedua, pada akhir 2025, dia membawa Vietnam meraih medali emas SEA Games XXXIII dengan menang 3-2 atas Thailand.

Deretan gelar itu telah menyamai jejak pendahulunya, Park Hang-seo. Dia bahkan lebih baik karena Coach Park tak pernah membawa Vietnam juara back to back di ajang Piala ASEAN. Meskipun demikian, Sang-sik juga masih kalah di ajang level ASEAN. Patut diingat, Coach Park sempat membawa timnas U-23 Vietnam ke final Piala Asia U-23 2018.

BOLADONESIA – Timnas Vietnam berhasil menjadi juara Piala ASEAN 2026 (26/8/26). Mereka berhasil menahan imbang 2-2 Thailand pada leg kedua babak final dan unggul secara aggregat 4-2.

Thailand sejatinya mampu memperkecil keadaan secara agregat terlebih dahulu pada menit ke-12 lewat sepakan keras Yotsakor Burapha yang gagal diantisipasi Patrik Le Giang.

Thailand punya peluang besar untuk memperkecil keadaan pada menit ke-47 karena mereka mendapatkan penalti. Tapi sepakan Kakana Khamyok melambung tinggi ke atas gawang.

The Golden Star Warriors justru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Sepakan Nguyen Xuan Son membentur tiang gawang, tapi bola lalu mengenaik kaki kiper Chatchai Budprom dan masuk ke gawangnya sendiri.

Thailand akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-85 lewat sepakan Wanchai Jarunongkarn pada menit ke-85.

Tapi di saat mereka ingin menyamakan kedudukan, Vietnam berhasil killing the game pada injury time lewat gol bunuh diri spektakuler sang pencetak gol Wanchai, di mana dia berniat memotong umpan dari jarak yang cukup jauh dan malah berakhir menendang bola ke gawangnya sendiri. Skor 2-2 (agg. 4-2) bertahan hingga akhir.

Fakta Fakta Menarik Piala ASEAN 2026

Dengan hasil ini Vietnam berhasil mempertahankan gelar juara mereka dan meraih gelar juara keempat dalam sejarah turnamen ini, hanya Thailand yang lebih banyak (7).

Vietnam berhasil menjadi tim ketiga yang berhasil mempertahankan gelar setelah Thailand (2002, 2016) dan Singapura (2006)

Dua pemain Vietnam Nguyen Dinh Bac dan Nguyen Xuan Son berhasil menjadi topskorer Piala ASEAN 2026 dengan 5 gol, dengan nama pertama juga dinobatkan menjadi MVP.

BOLADONESIA – Timnas Thailand belum mau menyerah meski berada dalam posisi sulit setelah kalah 0-2 dari Vietnam pada leg pertama final Piala ASEAN 2026. Bek keturunan Maroko, Oussama Thiangkham, percaya peluang Thailand untuk membalikkan keadaan masih terbuka pada pertandingan kedua.

Kekalahan tersebut membuat Timnas Thailand harus bekerja keras pada leg kedua yang akan berlangsung di kandang Vietnam pada 26 Agustus 2026. Dua gol Vietnam di Stadion Rajamangala membuat skuad Gajah Perang harus menang dengan selisih setidaknya dua gol jika ingin menjaga peluang menjadi juara.

Oussama mengakui hasil pertandingan pertama membuat dirinya dan rekan-rekannya kecewa. Namun, bek berusia 23 tahun tersebut menegaskan para pemain Thailand tidak boleh larut dalam kekecewaan.

Yakin Timnas Thailand Masih Punya Peluang

“Secara pribadi, saya sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi semua pemain telah berusaha sebaik mungkin. Sayang sekali kami tidak bisa memanfaatkan peluang atau mencetak gol,” kata Oussama dikutip dari Soha.

Menurut dia, Timnas Thailand harus segera mengevaluasi kesalahan yang terjadi pada leg pertama. Persiapan juga menjadi sangat penting karena Vietnam akan mendapatkan dukungan penuh dari para suporter ketika kedua tim kembali bertemu.

“Tapi pertandingan belum berakhir; masih ada pertandingan kedua di depan. Kami akan berusaha sebaik mungkin, bersiap untuk melawan mereka, dan mengincar hasil yang baik,” ujar dia.

Oussama menegaskan para pemain Timnas Thailand akan mencoba memperbaiki berbagai kekurangan yang terlihat pada pertandingan sebelumnya. Dia menyadari tugas tersebut tidak mudah, terutama karena pertandingan kedua digelar di kandang Vietnam.

“Kami mencoba mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dari pertandingan sebelumnya untuk meningkatkan performa. Tentu saja, bermain tandang di stadion Vietnam adalah tugas yang sangat sulit,” kata Oussama.

Meski begitu, dia tetap percaya Timnas Thailand bisa memberikan kejutan. Oussama meminta rekan-rekannya mempertahankan keyakinan dan mengerahkan seluruh kemampuan pada leg kedua.

“Tapi tidak ada yang mustahil, dan yang terpenting, kami akan memberikan yang terbaik,” pungkas dia.

BOLADONESIA – Kesuksesan timnas Malaysia lolos ke semifinal Piala ASEAN 2026 membuat Tan Cheng Hoe bangga bukan main. Pasalnya, sebelum turnamen berlangsung, banyak pihak yang menilai Harimau Malaya tak akan mampu berbuat banyak karena datang dengan pemain seadanya dan persiapan pun tidak bagus.

Malaysia memastikan lolos ke semifinal setelah menang 1-0 atas Filipina pada matchday terakhir, Sabtu (8/8/2026). Sundulan Gunalan Pavithran yang menyambut umpan silang Wan Kuzain Wan Kamal pada menit ke-16 memastikan mereka meraup 3 poin dan finis sebagai runner-up Grup B. Bagi Cheng Hoe, kesuksesan itu adalah bukti kekuatan mental anak-anak asuhnya.

“Selamat kepada suluruh pemain atas kemenangan penting ini,” urai Tan Cheng Hoe selepas laga Malaysia vs Filipina seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Harian Metro. “Walaupun persiapan kami menghadapi banyak kendala, tekad para pemain untuk memberikan yang terbaik sangatlah tinggi.”

Pelatih berumur 58 tahun itu lantas menambahkan, “Staf kepelatihan juga telah memberikan peran besar dalam mengasah dan mempersiapkan para pemain. Hasilnya, kami berhasil lolos ke semifinal walaupun pada awal turnamen mungkin tidak banyak yang menaruh harapan besar terhadap tim ini.”

Tan Cheng Hoe Tetap Membumi

Meskipun timnas Malaysia telah mampu melampaui ekspektasi banyak pihak, Tan Cheng Hoe tak lantas jemawa. Dia tetap membumi dan sepenuhnya sadar tantangan yang akan dihadapi pada semifinal tidaklah mudah. Sebagai runner-up Grup B, mereka harus berjumpa juara Grup A yang juga berstatus juara bertahan Piala ASEAN, yakni timnas Vietnam.

Cheng Hoe mengakui Vietnam adalah tim yang jauh lebih diunggulkan, sementara Malaysia hanyalah underdog. Sikap itu sejalan dengan pernyataannya pada awal turnamen. Kala itu, dia meminta publik sepak bola Malaysia tetap realistis dan tak berharap banyak untuk terulangnya kejutan besar pada 2018 ketika mereka mampu lolos ke final.

Pujian Cheng Hoe untuk Vietnam pun bukan tanpa dasar. Pada fase grup, The Golden Star Warriors unbeaten dengan meraup 3 kemenangan dan 1 kali seri. Mereka pun hanya kebobolan 1 gol. Hal yang patut dicatat, tim asuhan Kim Sang-sik mampu menang telak 3-0 di kandang Indonesia, tim dengan nilai pemain terbesar di Piala ASEAN 2026.

Sementara itu, timnas Malaysia sempat menelan kekalahan kala berhadapan dengan timnas Thailand. Sudah begitu, pasukan Cheng Hoe juga kemungkinan besar masih akan pincang. Gelandang andalan, Endrick dos Santos dan bek kanan Jimmy Raymond belum pulih dari cedera yang dialami pada laga sebelumnya.

BOLADONESIA – Kiper timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, tidak mau menganggap remeh timnas Kamboja. Menurut Nadeo, Kamboja bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata.

Kamboja bakal menjalani partai Piala ASEAN 2026 melawan Indonesia di Stadion Pakansari pada Senin (27/7). Kamboja tidak punya modal positif karena menelan kekalahan dari Singapura pada partai pekan pembuka.

“Coach juga sudah menganalisa bagaimana pertandingannya, bagaimana kekuatan apa saja yang Kamboja punya. Sebagai pemain pasti sendiri kita juga mempersiapkan diri sesuai instruksi pelatih juga pastinya,” ujar Nadeo dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan.

“Pertandingan pertama tidak gampang meskipun kita sudah lihat Kamboja kemarin kalah 1-2 di home lawan Singapura, eh tapi itu tidak menjadi alasan bahwa kita melihat Kamboja juga tim yang sepele atau tim gampang untuk dikalahkan,” imbuhnya.

Nadeo Argawinata Punya Motivasi Ekstra Besar

Lebih lanjut, Nadeo mengaku punya motivasi sangat besar di Piala ASEAN 2026. Kiper berumur 29 tahun itu bertekad membawa Skuad Garuda menjadi rasa Asia Tenggara untuk kali pertamanya.

“Selama 30 tahun kita mengikuti Piala AFF tapi belum pernah sekali pun mendapatkan juara. Saya rasa dengan hadirnya Coach John (Herdman) sekarang dengan apa yang dia bawa, kita di sini fokus selama di Bali untuk membangun koneksi itu antar satu sama pemain, antar pemain ke pelatih, atau siapa pun yang ada di dalam tim saat ini.”

“Untuk hasilnya ya pasti kita mau juara. Setelah 30 tahun kita mengikuti piala AFF pasti kita mau juara dan ya kita percaya akan itu dan semoga itu bisa terjadi di turnamen edisi kali ini,” tuntas Nadeo.

Selepas menghadapi Kamboja, Skuad Garuda bakal bertolak ke Thailand untuk menantang Timor Leste. Laga tersebut rencananya mentas pada Jumat (31/7).

BOLADOENESIA – Pelatih timnas Singapura, Gavin Lee kurang terlalu berkesan dengan performa timnya dalam kemenangan 2-1 lawan Kamboja (24/7/26). Lee menyebut ini bisa jadi pembelajaran.

Singapura butuh gol spektakuler Ilhan Fandi di menit terakhir laga untuk bisa mengalahkan Kamboja 2-1 pada laga pertama Piala ASEAN 2026.

Lee mengatakan bahwa dirinya tidak mau menikmati hasil ini.

“Pertandingan pembuka di setiap kompetisi selalu sedikit sulit, dan saya rasa kami melihatnya malam ini. Sejujurnya, saya tidak terlalu ingin menikmati hasilnya, dan saya rasa para pemain juga menyadari hal itu,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi ASEAN United.

“Selalu menyenangkan memulai kompetisi dengan tiga poin, tetapi sekarang kami harus mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Kami punya pertandingan lain pada hari Senin, jadi penting untuk mengarahkan energi kami ke pertandingan itu.”

Gavin Lee Mengungkapkan Apa yang Salah

Singapura akan menjamu Timor-Leste dalam pertandingan fase grup berikutnya di Stadion Jalan Besar pada hari Senin (27/7/26). Lee bersikeras agar para pemainnya tidak mengulangi penampilan buruk pada hari Jumat setelah melihat Ouk Sovann menyamakan kedudukan setelah gol pembuka Shawal Anuar pada menit ke-22 untuk tim tamu.

“Kami memasuki setiap pertandingan dengan kesepakatan tertentu tentang bagaimana kami ingin bermain. Sayangnya, kami tidak menepati kesepakatan tersebut hari ini, terutama selama babak pertama,” kata Lee.

“Pada jeda babak pertama, kami menunjukkan kepada semua orang cermin. Saya pikir kami memulai babak kedua dengan jauh lebih baik dalam bertahan. Terlalu banyak ruang bagi gelandang kami untuk bertahan di babak pertama, dan kami menderita kerugian yang tidak perlu sebagai akibatnya. Kami sedikit membaik selama babak kedua.

“Sesuatu yang sering kami katakan adalah bahwa kami harus menerima ketidaknyamanan. Ada banyak momen tidak nyaman hari ini, tetapi kami membiarkan momen-momen itu mengendalikan kami. Itu adalah pelajaran yang harus kami pelajari.”

BOLADONESIA – Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe memuji para pemainnya setelah meraih kemenangan comeback lawan Myanmar di laga pertama Piala ASEAN 2026 (25/7/26). Namun Cheng Hoe menyebut Malaysia masih punya kelemahan.

Malaysia kebobolan pada menit ke-10 lewat gol Myat Kaung Khant yang mengandalkan serangan balik.

Namun Paulo Josue berhasil mencetak brace di babak kedua dan membuat Harimay Malaya menang 2-1. Ini adalah kemenangan pertama Malaysia tahun ini.

“Kami kebobolan gol di babak pertama, tetapi kami bekerja sangat keras untuk bangkit dan menang,” kata Cheng Hoe seperti dilansir IDNEDWS dari New Straits Times.

“Saya sangat senang, tetapi para pemain harus tetap fokus untuk pertandingan selanjutnya dan terus meningkatkan kemampuan.

“Hasil ini memberi kami kepercayaan diri, tetapi kami tahu kami memiliki kelemahan. Sebagian besar pemain baru saja kembali dari latihan pramusim.

“Kami fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan, dan saya berharap setelah satu atau dua pertandingan lagi, kerja sama tim, pemahaman, dan kekompakan kami akan meningkat.”

Tan Cheng Hoe Puji Josue

Cheng Hoe juga memuji Josue karena telah membimbing tim yang memadukan pemain muda dan berpengalaman.

“Josue memimpin tim dengan baik. Kami memiliki perpaduan yang baik antara pemain muda dan berpengalaman yang bekerja sama,” ucapnya.

Malaysia selanjutnya akan menjamu Laos pada hari Selasa, sementara Myanmar akan menghadapi Filipina di Stadion New Clark City di Capas.

BOLADONESIA – Timnas Vietnam menuai pujian setelah menutup persiapan jelang Piala ASEAN 2026 secara sempurna. The Golden Star Warriors menang 4-0 atas timnas Myanmar dalam uji tanding pamungkas, Sabtu (18/7/2026).

Kemenangan 4-0 atas Myanmar membuat Vietnam membukukan hasil sempurna. Sebelumnya, saat pemusatan latihan di Korea Selatan, mereka membantai Siheung FC dengan skor 6-0, menang 2-1 atas Yongin FC dan unggul 2-1 pula atas Gangwon FC.

Selepas laga, Vietnam disebut pelatih Myanmar, Joern Andersen, memang beda kelas. “Vietnam punya peringkat FIFA jauh lebih baik dari Myanmar,” kata dia seperti dikutip Football5Star.net dari Thanh Nien. “Di Asia Tenhgara, mereka juga salah satu yang terbaik.”

Pelatih asal Norwegja itu mena.bahkan, “Selamat kepada Vietnam atas kemenangan 4-0. Ini laga sulit bagi kami. Ada perbedaan signifikan dalam level kemampuan antara Vietnam dan Myanmar. Berdasar peringkat FIFA, kita bisa melihat Vietnam punya kualitas lebih tinggi.”

Peringatan untuk Timnas Vietnam

Meskipun demikian, timnas Vietnam tak boleh jemawa. Pasalnya, menang telak atas timnas Myanmar adalah hal biasa. Thanh Nien mengingatkan, The Golden Star Warriors sebelumnya juga menang 5-0 dan 3-0 pada 2 pertemuan terakhir. Jadi, skor 4-0 sama sekali tak istimewa.

Di samping itu, Myanmar kali ini juga bisa dikatakan tidak siap. Laga melawan Vietnam adalah debut bagi Joern Andersen yang baru sepekan lalu resmi jadi pelatih menggantikan Myo Hlaing Win. Andersen mengakui hal itu sebagai kendala tersendiri bagi Myanmar.

“Waktu sepekan memang sangat pendek. Saya menilai 3 dari 4 gol tercipta terlalu mudah. Saya harus menganalisis, belajar, dan mengambil pelajaran. Saya ingin para pemain tampil dengan semangat juang lebih tinggi,” ucap pria yang pernah jadi top scorer Bundesliga itu.

Kekalahan telak dari Vietnam jadi bekal buruk dan menambah beban di pundak Andersen. Bukan apa-apa, dia hanya punya waktu sepekan lagi sebelum menghadapi Malaysia pada laga pertana fase grup. Jikapun ada kabaf baik, Harimau Malaya juga tak dalam kondisi bagus.

BOLADONESIA – Tan Cheng Hoe mengaku pusing dalam mempersiapkan timnas Malaysia ke Piala ASEAN 2026. Pasalnya, dia menghadapi dua persoalan rumit yang justru sangat krusial bagi Harimau Malaya untuk bernicara banyak dan nerprestasi di ajang 2 tahunan tersebut.

Ditunjuk sebagai pelatih sementara sebagai pengganti Peter Cklamovski, Cheng Hoe ibarat ketiban pulung. Dia langsung dihadapkan dengan Piala ASEAN yang selama bertahun-tahun jadi masalah bagi Malaysia karena resistensi klub-klub untuk melepas pemain. Dalihnya, ajang ini tak masuk kalender FIFA.

Resistensi itu memunculkan dua masalah besar. Pertama, sudah tentu materi pemain yang seadanya karena para pemain andalan tak dilepas. Kedua, waktu persiapan yang mepet. Kali ini pun, timnas Malaysia hanya punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani laga pertama fase grup.

“Jika dilihat, tantangan kali ini agak berbeda dengan 2018 karena kala itu saya punya waktu lebih panjang untuk membentuk skuad. Kali ini, situasinya berbeda karena kebanyakan pemain masih mentah pada level internasional,” urai Tan Cheng Hoe soal kendala yang dihadapinya seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Harian Metro.

Modal Tan Cheng Hoe

Meskipun demikian, Tan Cheng Hoe tak lantas pesimistis dan putus asa. Pelatih berumur 58 tahun itu menilai keberadaan pemain-pemain tanpa pengalaman di pentas internasional justru bisa jadi modal tersendiri bagi timnas Malaysia. Setidaknya, mereka punya semangat lebih besar untuk memperlihatkan kemampuan terbaik.

“Terlepas dari hal itu, saya melihat banyak pemain memiliki keinginan besar untuk mencapai sesuatu dalam kejuaraan kali ini. Tantangan terbesar adalah mencapai harmoni terbaik karena dalam sepak bola, kesepahaman dan semangat tim adalah hal terpenting untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ujar Cheng Hoe.

Secara pribadi, Cheng Hoe juga punya modal tersendiri. Itu adalah pengalaman berkiprah di Piala ASEAN. Sempat menangani Malaysia dari 2017 hingga 2022, dia berkiprah di Piala ASEAN 2018 dan 2020 yang digelar pada 2021. Total, 12 laga dijalaninya dengan rekor 5 kali menang, 3 kali seri, dan 4 kali kalah.

Pada 2 kesempatan terdahulu itu, Cheng Hoe pun punya satu memori indah. Pada 2018, dia mampu membawa Malaysia ke final. Kala itu, mereka kalah agregat 2-3 dari Vietnam pada laga final. Sebelumnya, pada semifinal, Harimau Malaya menyingkirkan Thailand dengan menang agresivitas gol tandang dengan 2 kali imbang.

BOLADONESIA – Yotsakon Burapha optimistis menatap gelaran Piala ASEAN 2026 yang akan digelar mulai 25 Juli mendatang. Striker timnas Thailand itu merasa dalam kondisi prima untuk tampil apik dalam gelaran rutin dua tahunan tersebut.

“Kondisi fisikku sekarang sangat bagus, siap membantu timnas Thailand di Piala ASEAN. Aku sudah berlatih dengan tim di Chonburi selama hampir tiga pekan ini,” urai Yotsakon Burapha seperti dikutip Football5Star.net dari Siam Sport.

Penyerang Chonburi FC itu menambahkan, “Pada kesempatan akhir, aku menyesal berada di timnas dalam kondisi fisik tidak bagus. Namun, aku sekarang sangat siap, baik fisik maupun mental.”

Bukan tanpa alasan striker berumur 21 tahun itu sangat bersemangat untuk berlaga di Piala ASEAN nanti. Bukan apa-apa, dia baru 5 kali dipanggil ke skuad Changsuek dan hanya turun pada 2 laga awal, yakni dalan lawatan ke Eropa pada Oktober 2023.

Target Yotsakon Burapha

Jadi salah satu dari hanya empat striker yang dibawa pelatih Anthony Hudson ke skuad timnas Thailand untuk Piala ASEAN 2026, Yotsakon Burapha punya target jelas. Dia ingin mencetak gol sebanyak mungkin bagi Changsuek.

“Targetku adalah mencetak gol dan mebantu tim meraih kemenangan. Namun, itu hanya target kedua. Target utama adalah berkontribusi kepada tim, membuktikan diri sebaik mungkin karena aku melihat kembali ke timnas lagi ini sebagai tantangan,” ujar dia.

Sebelum bisa mencetak gol di gawang lawan, Yotsakon memang harus terlebih dahulu berebut tempat di tim utama dengan Teerasak Poeiphimai, Patrik Gustavsson, dan Jehhanafee Mamah. Soal pengalaman, dia jelas kalah dari Teerasak dan Gustavsson.

Dari keempat striker yang dibawa Hudson, Teerasak dan Gustavsson termasuk pemain yang tampil pada Piala ASEAN 2024. Kala itu, Gustavsson menjaringkan 4 gol dan membuat 2 assist, sementara Teerasak mencetak 3 assist.