
BOLADONESIA – Kim Sang Sik sangat bangga dapat membawa timnas Vietnam menjuarai Piala ASEAN 2026. Apalagi, gelar itu tak diraih dengan mudah. Meskipun bermodal kemenangan 2-0 pada leg I di kandang Thailand, mereka justru sempat 2 kali tertinggal di kandang sendiri pada leg II, Rabu (26/8/2026). Bahkan, mereka nyaris tertinggal 0-2 andai penalti Kakana Khamyok tak melambung.
Ketegangan tak pernah lepas dari Sang-sik sepanjang laga di Stadion My Dinh. Begitu laga berakhir dengan skor 2-2 dan Vietnam jadi juara dengan kemenangan agregat 4-2, dia tampak lega sekaligus kehabisan energi. Selepas laga, pelatih asal Korea Selatan yang menggantikan Philippe Troussier pada awal 2024 itu mengakui hal tersebut.

“Pada akhir laga, saya sempat ambruk karena keletihan. Saya memberikan segalanya dan tak ada kekuatan yang tersisa. Saya tak pernah punya impian besar. Dalam 2 tahun terakhir, aku telah memenangi 4 kejuaraan. Itu jadi sumber kebanggaan bagi saya dan sepak bola Vietnam,” urai Kim Sang Sik seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Thanh Nien.
Dia lebih lanjut mengungkapkan, “Presiden Lee Jae-myeong sempat berujar, ‘Sepak bola adalah rajanya olahraga di Vietnam dan pelatih Kim Sang-sik adalah raja olahraga ini.’ Hari ini, saya merasa seperti telah menjadi raja seperti yang dikatakan presiden. Saya akan menikmati perasaan jadi raja ini dengan seluruh tim pada hari ini. Mulai besok, saya akan terus berusaha lebih keras demi kemajuan sepak bola Vietnam.”
Prestasi Istimewa Kim Sang Sik
Kesuksesan timnas Vietnam menjuarai Piala ASEAN 2026 jadi catatan istimewa bagi Kim Sang Sik. Dia jadi pelatih pertama yang mengantar The Golden Star Warriors juara back to back di ajang ini. Dia juga jadi pelatih ke-5 yang melakukan hal itu setelah Peter White, Kiatisuk Senamuang, dan Alexandre Polking bersama Thailand serta Raddy Avramovic bersama Singapura.
Meskipun demikian, Sang-sik tidak menepuk dada. “Saya tidak berpikir telah meraih 4 gelar untuk sepak bola Vietnam. Prestasi ini datang dari usaha para pemain untuk memenuhi standar dari staf kepelatihan,” kata dia. “Gelar kedua secara beruntun (di Piala ASEAN) ini datang dari mereka. Seluruh tim akan mencoba yang terbaik dalam setiap laga sehingga sepak bola Vietnam dapat terus berkembang.”

Selain 2 kali menjuarai Piala ASEAN bersama timnas Vietnam, Sang-sik juga membawa timnas U-23 Vietnam jadi yang terbaik pada dua ajang. Pertama, pada Juli 2025, dia mengantar Vietnam juara Piala AFF U-22 2025 dengan menang 1-0 atas Indonesia, sang tuan rumah. Kedua, pada akhir 2025, dia membawa Vietnam meraih medali emas SEA Games XXXIII dengan menang 3-2 atas Thailand.
Deretan gelar itu telah menyamai jejak pendahulunya, Park Hang-seo. Dia bahkan lebih baik karena Coach Park tak pernah membawa Vietnam juara back to back di ajang Piala ASEAN. Meskipun demikian, Sang-sik juga masih kalah di ajang level ASEAN. Patut diingat, Coach Park sempat membawa timnas U-23 Vietnam ke final Piala Asia U-23 2018.






















