
BOLADONESIA – Jamal Musiala dikabarkan beberapa media Jerman ditepikan Bayern Munich. Khususnya untuk pertandingan melawan Borussia Dortmund pada Franz Beckenbauer Supercup 2026, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB. pemain berumur 23 tahun itu disebut-sebut tak akan masuk skuad untuk laga di Stadion Signal Iduna Park tersebut.
Kabar Musiala tak akan masuk skuad Bayern untuk laga Franz Beckenbauer Supercup 2026 antara lain datang dari TZ dan Bild. Keduanya menyebut sang pemain akan ditepikan oleh pelatih Vincent Kompany setelah mengalami kolaps pada 2 laga pramusim terakhir Die Roten, yakni saat menghadapi RB Leipzig dan 1.FC Heidenheim 1846.

Belakangan ini, kondisi kesehatan Jamal Musiala memang jadi topik pembicaraan. Dua kali kali kolaps, meskipun tidak sampai terjatuh karena segera ditolong reken-rekan setimnya, Musiala dinilai banyak pihak tidak cukup sehat untuk bermain, apalagi di level sepak bola tertinggi.
Setelah kolaps untuk kali kedua, sesuai kesepakatan dengan manajemen Bayern, Musiala memberikan keterangan soal kondisinya. Lewat unggahan di media sosial, dia mengaku mengidap kejang absans atau epilepsi ringan, tapi menegaskan kondisinya baik-baik saja, tak ada yang perlu dicemaskan secara berlebihan.
Keterbukaan Soal Jamal Musiala
Insiden Jamal Musiala kolaps pada laga pramusim melawan RB Leipzig dan 1.FC Heidenheim 1846 membuat Bayern Munich dalam sorotan dan tekanan. Mereka dinilai abai, bahkan ada yang menuding ceroboh karena membiarkan sang pemain tampil. Tekanan itu tetap ada meskipun sang pemain dan Uli Hoeness menyebut sudah ada izin tertulis dari dokter dan ahli syaraf.
Eks kapten Bayern, Stefan Effenberg, tetap meminta manajemen Die Roten untuk lebih transparan mengenai kondisi kesehatan Musiala. Dia menekankan, ini adalah masalah serius yang harus diketahui juga oleh publik meskipun catatan kesehatan memang tergolong informasi rahasia.

“Saya sekarang berharap Bayern Munich, idealnya bersama pakar syaraf, memberikan pembaruan segera mengenai kesehatan pemain mereka. Mereka harus memberikan keterbukaan lebih besar sehingga semua pertanyaan bisa terjawab. Ini sangatlah penting,” kata Efffenberg seperti dikutip IDNEWS.TOP dalam kolomnya di T-Online.
Dia menambahkan, “Akan jadi kesalahan besar jika Bayern mengabaikan hal itu. Mereka akan merugikan diri sendiri, terutama Musiala. Pasalnya, dalam setiap kesempatan, pertanyaan yang sama akan terus muncul dan menciptakan kegaduhan ke dalam klub. Mereka tak boleh membiarkan itu terjadi.”






