25 Oktober 2026

Jamal Musiala

BOLADONESIA – Jamal Musiala dikabarkan beberapa media Jerman ditepikan Bayern Munich. Khususnya untuk pertandingan melawan Borussia Dortmund pada Franz Beckenbauer Supercup 2026, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB. pemain berumur 23 tahun itu disebut-sebut tak akan masuk skuad untuk laga di Stadion Signal Iduna Park tersebut.

Kabar Musiala tak akan masuk skuad Bayern untuk laga Franz Beckenbauer Supercup 2026 antara lain datang dari TZ dan Bild. Keduanya menyebut sang pemain akan ditepikan oleh pelatih Vincent Kompany setelah mengalami kolaps pada 2 laga pramusim terakhir Die Roten, yakni saat menghadapi RB Leipzig dan 1.FC Heidenheim 1846.

Belakangan ini, kondisi kesehatan Jamal Musiala memang jadi topik pembicaraan. Dua kali kali kolaps, meskipun tidak sampai terjatuh karena segera ditolong reken-rekan setimnya, Musiala dinilai banyak pihak tidak cukup sehat untuk bermain, apalagi di level sepak bola tertinggi.

Setelah kolaps untuk kali kedua, sesuai kesepakatan dengan manajemen Bayern, Musiala memberikan keterangan soal kondisinya. Lewat unggahan di media sosial, dia mengaku mengidap kejang absans atau epilepsi ringan, tapi menegaskan kondisinya baik-baik saja, tak ada yang perlu dicemaskan secara berlebihan.

Keterbukaan Soal Jamal Musiala

Insiden Jamal Musiala kolaps pada laga pramusim melawan RB Leipzig dan 1.FC Heidenheim 1846 membuat Bayern Munich dalam sorotan dan tekanan. Mereka dinilai abai, bahkan ada yang menuding ceroboh karena membiarkan sang pemain tampil. Tekanan itu tetap ada meskipun sang pemain dan Uli Hoeness menyebut sudah ada izin tertulis dari dokter dan ahli syaraf.

Eks kapten Bayern, Stefan Effenberg, tetap meminta manajemen Die Roten untuk lebih transparan mengenai kondisi kesehatan Musiala. Dia menekankan, ini adalah masalah serius yang harus diketahui juga oleh publik meskipun catatan kesehatan memang tergolong informasi rahasia.

“Saya sekarang berharap Bayern Munich, idealnya bersama pakar syaraf, memberikan pembaruan segera mengenai kesehatan pemain mereka. Mereka harus memberikan keterbukaan lebih besar sehingga semua pertanyaan bisa terjawab. Ini sangatlah penting,” kata Efffenberg seperti dikutip IDNEWS.TOP dalam kolomnya di T-Online.

Dia menambahkan, “Akan jadi kesalahan besar jika Bayern mengabaikan hal itu. Mereka akan merugikan diri sendiri, terutama Musiala. Pasalnya, dalam setiap kesempatan, pertanyaan yang sama akan terus muncul dan menciptakan kegaduhan ke dalam klub. Mereka tak boleh membiarkan itu terjadi.”

BOLADONESIA – Jamal Musiala lagi-lagi membuat cemas Bayern Munich dan para fannya. Saat Bayern menang 4-2 dalam uji tanding melawan 1.FC Heidenheim 1846, Selasa (18/8/2026) tengah malam WIB, dia kembali kolaps di lapangan sehingga hanya bermain selama 9 menit. Masuk menggantikan Ismael Saibari pada menit ke-60, dia diagantikan Cassiano Kiala pada menit ke-69.

Baru beraksi selama 7 menit, seperti saat melawan RB Leipzig, Musiala tiba-tiba tumbang tanpa ada kontak dengan lawan. Untung saja, rekan-rekannya sigap sehingga dia tak sampai terjatuh. Walaupun cepat siuman, dia tetap ditangani tim medis sebelum akhirnya ditarik dari lapangan. Pada akhir laga, sang bintang muda menjelaskan kondisinya.

“Pertama-tama, aku baik-baik saja!” kata Jamal Musiala seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun Instagram-nya. “Aku paham banyak di antara kalian cemas. Hari ini, aku ingin menepis kekhawatiran itu dan menjelaskan situasinya. Aku didiagnosis mengidap absence seizure ‘kejang absan’ singkat yang bersifat sementara -tapi sangat bisa ditangani- karena gangguang fungsi syaraf.”

Dia menambahkan, “Hal ini bisa memicu insiden yang belakangan ini terjadi, seperti pada pertandingan melawan Leipzig dan di Heidenheim. Aku tahu itu sekilas terlihat mengerikan. Namun, bagiku, itu pada saat ini hanyalah bagian dari kehidupanku sehari-hari. Aku mendapatkan perawatan medis sangat baik untuk hal ini dan tetap sangat optimistis.”

Semangat Tinggi Jamal Musiala

Lebih lanjut, Jamal Musiala mengungkapkan semangat dan tekad kuatnya untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya itu. Dia yakin, dengan perawatan tepat dan dukungan penuh dari manajemen Bayern Munich, kariernya tidak terancam. Apalagi, tidak ada masalah lebih serius yang diakibatkan dari kejang absans tersebut.

“Dengan konsultasi dan komunikasi terus-menerus dengan para ahli, aku secara pribadi bertekad menghadapi tantangan ini. Dengan izin dari ahli syaraf, aku ingin terus melakukan hal yang dapat membantu pemulihan lebih cepat: menjalani kehidupan seperti biasa dan mengejar hasratku untuk bermain sepak bola,” kata Musiala lagi.

Pemain berumur 23 tahun itu lantas mengungkapkan, “Aku mengambil tanggung jawab penuh atas putusan ini. Secara keseluruhan, aku merasa sangat positif dan yakin berada di jalur yang tepat. Hal yang sangat membantuku untuk melanjutkan perjalanan ini adalah mengejar kemenangan dan gelar bersama rekan-rekan setim dan dengan dukungan luar biasa kalian. Aku harap kalian lebih mengerti situasinya.”

Pada bagin penutup dari unggahannya, Musiala juga meminta agar privasinya tetap hihormati. Dia tak ingin membahas lebih jauh mengenai penyakit yang diidapnya saat ini. Dia menegaskan, hanya akan berbagi mengenai hal itu dengan orang-orang terdekat, klub, dan para pakar kesehatan.

BOLADONESIA – Jelang musim baru, tekanan langsung didapatkan Jamal Musiala. Bintang Bayern Munich itu dituntut legenda Jerman, Lothar Matthaeus, untuk bangkit dari keterpurukan akibat cedera parah pada Piala Dunia Antarklub 2025.

Bagi Matthaeus, Musiala tak lagi punya alasan. Cedera yang dialaminya sudah setahun berlalu. Dia harus kembali menampilkan permainan terbaiknya lagi, baik untuk Bayern maupun timnas Jerman. Sejak comeback, hal itu belun nampu ditunjukkan sang bintang.

“Pada akhirnya, cedera serius yang dideritanya lebih dari setahun lalu akan pulih. Dia perlu melupakannya. Itu sangat penting karena jika tidak, dia mungkin akan menghabiskan banyak waktu di bangku cadangan karena persaingan ketat,” ujar Lothar Matthaeus soal Jamal Musiala seperti dikutip IDNEWS.TOP dari kolomnya di Sky.

Matthaeus lantas mengungkapkan, “Serge Gnabry dan Harry Kane telH menunjukkan chemistry sangat baik dalam rotasi mereka. Lalu, kita tahu (Michael) Olise dan (Lennart) Karl dapat bermain di posisi nomor 10. (Vincent) Kompany akan dengan mudah menemukan kombinasi tepat.

Dukungan untuk Jamal Musiala

Sebagai eks pemain, Lothar Matthaeus sangat paham bahwa Jamal Musiala butuh waktu untuk kembali pada permainan terbaiknya. Namun, dia mengingatkan, di tengah persaingan ketat, waktu yang tersedia tidaklah banyak. Apalagi, dia memikul ekspektasi tinggi dari para fan.

Matthaeus menilai Musiala sudah berada di jalur yang tepat. “Musiala telah menunjukkan potensi pada akhir musim lalu di Bayern. Ada juga tanda-tanda yang menjanjikan di Piala Dunia (2026). Jadi, tidak ada lagi alasan untuk dia sekarang,” ujar kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990 itu.

Dukungan bagi Musiala datang dari Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl. Dia sangat yakin sang bintang akan kembali pada performa terbaiknya lagi. Terutama setelah pengambilan pelat yang dipasang untuk membantu pemulihan cederanya.

“Semoga saja itu jadi langkah terakhirnya. Itu juga secara sinbolis membebaskannya. Musiala telah kehilangan sentuhan-sentuhan ajaibnya. Namun, itu akan kembali. Kami 100 persen yakin akan hal tersebut,” ucap Eberl dengan penuh harap dan keyakinan.