
BolaIndonesia – Timnas Inggris berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Norwegia dengan skor 2-1 pada babak perempat final. Kemenangan tersebut memastikan The Three Lions melanjutkan langkah menuju perebutan gelar dunia. Namun di balik hasil positif itu, pelatih Thomas Tuchel justru memberikan kritik tajam terhadap penampilan sang kapten, Harry Kane.
Berbeda dengan Jude Bellingham yang kembali tampil penuh energi dan menjadi motor permainan Inggris, Kane dinilai gagal memberikan pengaruh besar sepanjang pertandingan. Tuchel secara terbuka menyebut striker Bayern Munchen itu belum menunjukkan kualitas terbaiknya pada laga penting tersebut.
Kritik tersebut langsung menjadi sorotan publik sepak bola Inggris karena Kane selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin sekaligus mesin gol utama tim nasional.
Bellingham Jadi Pembeda di Tengah Lapangan
Jude Bellingham kembali membuktikan mengapa dirinya menjadi salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Pemain muda tersebut tampil agresif sejak menit pertama dengan mengatur tempo permainan, memenangkan duel-duel penting, serta menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.
Mobilitas tinggi Bellingham membuat lini tengah Norwegia kesulitan mengembangkan permainan. Ia beberapa kali berhasil merebut bola di area berbahaya sebelum membangun serangan balik cepat yang menghasilkan peluang emas bagi Inggris.
Performa konsisten pemain Real Madrid itu mendapat pujian langsung dari Tuchel.
Menurut sang pelatih, Bellingham menunjukkan karakter pemimpin meski usianya masih relatif muda. Ia terus meminta bola, bekerja keras tanpa henti, dan tetap tampil tenang ketika pertandingan berjalan ketat.
Kontribusi inilah yang membuat Bellingham disebut sebagai pemain paling berpengaruh dalam kemenangan Inggris.
Harry Kane Dinilai Belum Maksimal
Berbeda dengan Bellingham, Harry Kane justru kesulitan memberikan ancaman berarti kepada pertahanan Norwegia.
Striker berusia 33 tahun tersebut beberapa kali kehilangan bola saat mencoba membangun serangan. Ia juga jarang terlihat memenangkan duel melawan bek tengah Norwegia sehingga Inggris lebih banyak menyerang melalui sisi sayap.
Thomas Tuchel mengaku mengharapkan lebih banyak kontribusi dari pemain yang berstatus kapten tim tersebut.
Menurutnya, seorang penyerang utama tidak hanya diukur dari peluang mencetak gol, tetapi juga dari kemampuan membuka ruang, menekan lawan, serta membantu rekan-rekannya menciptakan peluang.
“Kami membutuhkan lebih banyak intensitas dan keterlibatan dari Harry. Ia memiliki kualitas luar biasa, tetapi hari ini belum berada pada level terbaiknya,” ujar Tuchel seusai pertandingan. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu tetap menegaskan kepercayaannya kepada Kane menjelang semifinal.
Norwegia Berikan Perlawanan Sengit
Norwegia tampil jauh lebih baik dibandingkan prediksi banyak pengamat.
Dipimpin sejumlah pemain muda berbakat, mereka mampu memberikan tekanan kepada Inggris sejak awal pertandingan. Organisasi pertahanan yang disiplin membuat Kane dan para penyerang Inggris kesulitan menemukan ruang.
Bahkan beberapa kali Norwegia mampu menciptakan peluang berbahaya melalui serangan balik cepat yang memaksa lini belakang Inggris bekerja keras.
Namun pengalaman para pemain Inggris akhirnya menjadi pembeda.
Gol kemenangan memastikan Inggris mengakhiri perlawanan Norwegia sekaligus menjaga mimpi meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 1966.
Meski lolos ke semifinal, Thomas Tuchel mengingatkan bahwa performa timnya masih harus ditingkatkan.
Ia menilai Inggris belum tampil seimbang selama 90 menit penuh. Beberapa kesalahan dalam transisi bertahan masih sering muncul dan berpotensi dimanfaatkan lawan pada fase berikutnya.
Menurut Tuchel, pertandingan semifinal akan menuntut konsentrasi yang jauh lebih tinggi sehingga setiap pemain harus berada dalam kondisi terbaik.
Kritik kepada Kane juga dianggap sebagai bentuk dorongan agar sang kapten kembali menunjukkan kualitas terbaiknya ketika menghadapi lawan berikutnya.
Kane Tetap Jadi Andalan Inggris
Terlepas dari kritik tersebut, Harry Kane masih menjadi sosok penting dalam skuad Inggris. Pengalamannya di turnamen besar serta naluri mencetak gol membuat Tuchel diyakini tetap akan menempatkannya sebagai ujung tombak utama pada semifinal nanti.
Di sisi lain, Jude Bellingham diprediksi kembali menjadi pemain kunci yang mengatur ritme permainan Inggris. Kolaborasi keduanya akan sangat menentukan peluang The Three Lions melangkah ke final Piala Dunia 2026.
Jika Kane mampu menjawab kritik dengan penampilan yang lebih tajam dan Bellingham mempertahankan performa impresifnya, Inggris memiliki peluang besar untuk terus melaju dan mendekati impian mengangkat trofi Piala Dunia setelah penantian panjang selama enam dekade.






