
BOLADONESIA – Dick Advocaat masih punya hasrat tinggi untuk melatih timnas Curacao. pelatih berumur 78 tahun itu sangat membuka diri jika Asosiasi Sepak Bola Curacao (FFK) memberikan kontrak baru. Dia menegaskan, dirinya tak pernah mengatakan tidak dan masih punya keinginan tinggi untuk membawa Curacao terbang lebih tinggi lagi.
Advocaat adalah sosok yang membuat sejarah dengan meloloskan Curacao untuk kali pertama ke putaran final Piala Dunia. Pada Februari lalu, dia sempat mundur karena urusan keluarga yang penting. Namun, dia kembali didapuk sebagai pelatih menggantikan Fred Rutten sekitar sebulan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir.

Sesuai kontraknya, kerja sama Dick Advocaat dengan FFK akan berakhir pada 31 Juli nanti. Mengenai hal itu, pelatih asal Belanda itu punya sikap jelas. “Saya tidak pernah mengatakan tidak di awal,” ujar dia seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Curacao.nu. “Namun, saya masih butuh sedikit waktu lagi untuk membuat putusan definitif (karena menunggu kepastian FFK soal staf teknis).”
Soal umurnya yang sudah senja, Advocaat menilai tak ada masalah. “Saya merasa sangat baik secara fisik. Jadi, itu sama sekali tak masalah. Saya masih punya antusiasme tinggi. Anda sudah lihat itu di Piala Dunia lalu,” kata pelatih yang juga pernah menangani timnas Belanda tersebut.
Komitmen Dick Advocaat
Lebih lanjut, Dick Advocaat mengungkapkan komitmen kuatnya untuk timnas Curacao. Dia memastikan tak ada opsi lain bagi dirinya seperti rumor yang beredar belakangan ini. Bagi dia, satu-satunya tim yang akan dilatih adalah Curacao. Di luar itu, tidak ada klub atau timnas lain yang ada dalam opsinya.
“Ada seseorang yang melakukan hal itu,” ucap Advocaat soal rumor di media sosial yang menyatakan dirinya terbuka menangani tim di Belanda. “Saya sama sekali tak tahu-menahu mengenai hal itu. Jika ada yang terjadi, itu hanya akan terjadi di Curacao. Jika tidak begitu, ya tidak sama sekali.”

Andai kembali tercapai kesepakatan baru, Advocaat antusias menatap kiprah Curacao di Piala Emas Concacaf dan perjuangan menuju Piala Dunia 2030. Dia yakin Leandro Bacuna dkk. bisa bicara banyak dengan melihat perkembangan belakangan ini. Termasuk di Piala Dunia meskipun selalu kalah pada 3 laga fase grup.
“Terlepas dari pertandingan pertama, saya pikir kami sudah tampil bagus. Anda tidak dapat meremehkan negara-negara yang jadi lawan kami. Ketika melihat kami mampu mengimbangi lawan pada pertandingan kedua dan ketiga, saya melihat hal yang sangat positif,” ujar pelatih yang jadi penasihat Feyenoord sebelum kembali ke Curacao itu.
