25 Oktober 2026

Chelsea

BOLADONESIA – Chelsea dilaporkan membuka komunikasi dengan perwakilan Georginio Wijnaldum. Foot Mercato mengatakan The Blues sedang mempertimbangkan kemungkinan mendatangkan gelandang berusia 35 tahun tersebut dengan status bebas transfer.

Chelsea membutuhkan tambahan gelandang setelah Enzo Fernandez pindah ke Manchester City dengan nilai transfer mencapai 145 juta euro. Mereka sempat menjadikan Lamine Camara sebagai target pengganti, tetapi transfer tersebut batal di detik-detik akhir bursa transfer musim panas.

The Blues kini mengalihkan perhatian kepada Wijnaldum setelah gagal mendapatkan Camara. Pengalaman Wijnaldum menjadi salah satu alasan The Blues mempertimbangkan namanya untuk mengisi kedalaman lini tengah.

Wijnaldum kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Al Ettifaq pada awal Juli lalu. Situasi tersebut membuat The Blues masih bisa merekrutnya meski bursa transfer Inggris telah ditutup.

Chelsea Gemar Datangkan Pemain Veteran

The Blues telah menambah sejumlah pemain berpengalaman ke dalam skuad. Danny Welbeck dan Jordan Henderson menjadi dua contoh pemain veteran yang didatangkan pada musim panas ini.

Wijnaldum pun dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Pengalamannya bermain di level tertinggi bersama Liverpool, Paris Saint-Germain, dan timnas Belanda menjadi salah satu daya tarik utama.

Gelandang berusia 35 tahun itu memperkuat Al Ettifaq sejak 2023 setelah meninggalkan PSG dengan biaya sekitar 8 juta euro. Ia mencatatkan 96 penampilan bersama timnas Belanda.

Wijnaldum terakhir kali memperkuat Belanda di Euro 2024. Ia tampil dalam seluruh pertandingan fase grup, tetapi belum kembali mendapat panggilan ke tim nasional setelah turnamen tersebut.

BOLADONESIA – Pelatih Chelsea, Xabi Alonso menjelaskan alasan mengapa Cole Palmer tidak bermain di laga lawan Juventus (5/8/26). Alonso memastikan sang pemain tidak cedera.

Palmer menyaksikan timnya kalah 0-1 dari Juventus dari tribun di Stadion Kai Tak setelah juga absen dari sesi latihan terbuka sehari sebelumnya.

Rekannya sesama pemain internasional Inggris, Levi Colwill, juga absen dari latihan dan pertandingan hari Rabu. Alonso menjelaskan kondisi kedua pemain itu.

“Ya, mereka mengalami beberapa masalah, bukan cedera, tapi ketidaknyamanan. Cole terkena benturan dan Levi juga, jadi tidak ada gunanya mengambil risiko hari ini dan semoga mereka baik-baik saja untuk hari Sabtu (melawan AC Milan di Jakarta),” kata Alonso seperti dilansir IDNEWS.TOP dari BBC.

“Apakah cedera Palmer adalah cedera kambuhan dari musim lalu? Tidak, itu benturan, cedera akibat kontak yang dialaminya saat melawan Spurs. Jadi bukan itu masalahnya.”

Xabi Alonso Soal Mykhailo Mudryk

Laga lawan Juventus itu juga menjadi laga pertama Mykhailo Mudryk setelah 20 bulan absen karena sanksi akibat positif menggunakan doping.

“Sangat mengharukan bagi semua orang di klub melihatnya kembali, terutama ketika saya memberi tahu dia sebelum pertandingan bahwa dia bisa bermain selama 10 hingga 15 menit,” ucap Alonso.

“Dia pasti sangat gembira. Setelah sekian lama, sungguh perasaan yang luar biasa baginya untuk kembali ke lapangan, dan juga bagi semua orang.”

BOLADONESIA – Xabi Alonso, manajer Chelsea, menyambut baik kepastian Mykhailo Mudryk bisa kembali bermain setelah menjalani skor akibat kasus doping sejak akhir 2024. Namun, pria asal Spanyol itu skeptis sang winger bisa benar-benar dapat segera tampil di lapangan lagi.

Setelah melalui perjuangan keras dan panjang, Mudryk akhirnya bernapas lega. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akhirnya mencabut skors untuk pemain asal Ukraina tersebut. Putusan itu diambil setelah sang pemain mengakui kesalahannya dan menerima hukuman yang telah dijalaninya. Namun, menurut Alonso, itu bukan berarti winger berumur 25 tahun itu bisa langsung beraksi di lapangan.

“Terlalu awal untuk mengatakan bagaimana kondisi kebugarannya, waktu bermain yang dibutuhkan untuk kembali terlibat,” kata Xabi Alonso seperti dikutip IDNEWS.TOP dari BBC. “Namun, kami senang untuk dia karena kita mungkin tak akan dapat memahami apa yang telah dilaluinya pada masa itu dan bagaimana perasaannya menghadapi semua itu.”

Dia menambahkan, “Kami kira dia akan butuh waktu. Dia berlatih sendiri setiap hari dan saya pikir itu benar-benar keras karena dia sangat ingin bermain sepak bola, ingin jadi bagian dari tim, dan dia tak diizinkan melakukan itu dalam waktu lama. kami akan lihat apakah dia lebih cepat atau lebih lambat. Kami ingin dia jadi bagian tim. Begitu dia bergabung, kami akan memantau perkembangannya.”

Masalah Xabi Alonso

Berakhirnya skors yang dijalani Mykhailo Mudryk juga sebetulnya jadi kejutan tersendiri bagi Xabi Alonso. Saat tiba sebagai manajer baru Chelsea, dia tak memasukkan eks pemain Shakhtar Donetsk dalam rencananya. Bukan apa-apa, berdasarkan vonis awal, Mudryk harus menjalani skors hingga 2028.

Alhasil, Mudryk jadi masalah tersendiri bagi Alonso karena stok pemain sayap yang bertambah banyak. Di sektor sayap, dia sudah punya Pedro Neto, Estevao Willian, Jamie Gittens, dan Geovany Quenda. Sudah begitu, Cole Palmer beserta dua rekrutan anyar, Morgan Rogers dan Danny Welbeck, juga bisa bermain di posisi itu.

Alonso tak menampik hal tersebut. Bagaimanapun, dia harus mempertimbangkan pemain sayap Ukraina itu untuk jadi opsi dalam taktiknya karena jelas-jelas berada di skuad asuhannya. “Ya, jujur saja, kami tak menduga kabar besar ini akan datang pada saat ini,” ujar eks pelatih Real Madrid dan Bayer Leverkusen itu.

Alonso tak dapat mengabaikan Mudryk begitu saja karena memang punya kualitas tersendiri. Apalagi jika mampu kembali pada performa saat masih membela Shakhtar. Dia mengakui sang pemain punya kecepatan dan kuat dalam duel satu lawan satu. Selain itu, Mudryk pun bisa jadi pemutus kebuntuan. Namun, kata dia, tetap saja Mudryk butuh waktu lagi untuk mengembalikan performanya tersebut.

BOLADONESIA – – Chelsea secara resmi perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa. Untuk mendatangkan gelandang serang berumur 23 tahun itu, The Blues harus mengeluarkan uang 137,3 juta euro. Pemain yang baru saja memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tersebut diganjar kontrak hingga 2033.

Rogers kini tercatat sebagai rekor pembelian termahal dalam sejarah The Blues. Sebelumnya, rekor dipegang Enzo Fernandez yang diangkut dari Benfica pada 2022 dengan biaya transfer sebesar 121 juta euro. Tak hanya itu, pembelian Rogers memecahkan rekor transfer di Inggris Raya. Rekor sebelumnya dipegang Elliot Anderson yang diangkut Manchester City dari Nottingham Forest dengan dana 135 juta euro.

Jumlah uang yang dikeluarkan Chelsea untuk mendatangkan pemain berdarah Jamaika itu juga ternyata lebih dari 1,5 kali lipat dari nilai pasarnya. Menurut Transfermarkt, nilai pasar sang pemain saat ini adalah 90 juta euro. Nilai tersebut sesuai valuasi terakhir yang dilakukan pada awal Juni. Sebelumnya, pada Maret 2026, nilai pasar Rogers hanya 80 juta euro.

Dalam sejarah The Blues, Morgan Rogers tercatat sebagai pemain ke-5 yang dibeli dengan harga setidaknya 100 juta euro. Selain Enzo Fernandez, tiga pemain lainnya adalah Moises Caicedo (116 juta euro), Romelu Lukaku (113 juta euro), dan Kai Havertz (100 juta euro). Dari kelima pemain itu, Lukaku dan Havertz sudah tak lagi berada di klub asal London Barat.

Kagumi Chelsea Sejak Kecil

Bagi Morgan Rogers, kesepakatan transfer yang jadi rekor adalah perwujudan impian masa kecilnya. Dalam pernyataan pertamanya setelah resmi menjadi pemain baru Chelsea, Rogers mengaku sudah sejak lama mengagumi klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge tersebut.

“Aku sangat senang. Bagiku, Chelsea adalah klub terbesar di LOndon dan klub yang selalu kukagumi sejak masih anak-anak,” urai Rogers seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resmi klub barunya. “Aku sangat antusias dengan proyek dari manajer baru, para pemain yang ada, dan arah yang dituju klub ini. Itu sebabnya aku ada di sini dan aku tak sabar untuk memulai.”

Dia lantas mengungkapkan, “Aku sudah beberapa kali berbicara dengan dia (Xabi ALonso) dan kupikir penting bagiku untuk berada di sini. Aku perlu memahami seperti apa sang manajer, bagaimana dia dan apa yang diiinginkannya. Semuanya sangat cocok dengan caraku melihat permainan, cara bermain yang kuinginkan. Dia jadi faktor penting yang membuatku berada di sini.”

Rogers juga tak sabar untuk bereuni dengan Cole Palmer, mantan rekannya saat di tim junior Inggris dan Manchester City. “Aku sudah mengenal Cole sejak aku berumur 14 tahun. Pertama di timnas junior Inggris, lalu ketika kami sama-sama di Man. City. Kami sudah bicara soal ini beberapa kali. Kami sangat senang bermain bersama. Kesepekatan ini membuat kami senang,” kata dia lagi.

BOLADONESIA – Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai suksesor Pep Guardiola mulai musim depan. Eks klub Maresca Chelsea, juga mengeluarkan pernyataan terkait penunjukkan ini.

“Manchester City dengan senang hati mengkonfirmasi penunjukan Enzo Maresca sebagai manajer. Pelatih asal Italia itu telah menandatangani kontrak tiga tahun hingga musim panas 2029,” tulis pernyataan City seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi klub.

Bagi Maresca, ini akan menandai periode ketiganya di Man City. Dia sebelumya bergabung ke Man City pada 2020 sebagai pelatih tim muda mereka, sebelum menjadi pelatih Parma pada 2021.

Lalu pada 2022, dia kembali ke Man City kini sebagai asisten pelatih Pep Guardiola sampai 2023 sebelum menjadi pelatih Leicester.

“Manchester City adalah klub yang sangat saya kenal dan mendapat kesempatan untuk melatih tim ini adalah peluang luar biasa bagi saya,” kata Maresca.

Chelsea Buat Pernyataan Terkait Enzo Maresca

Maresca sendiri secara mengejutkan dipecat oleh Chelsea pada Desember lalu, padahal performa tim saat itu tidak terlalu buruk. Dan terbukti performa The Blues menurun jauh sejak Maresca dipecat. Kini setelah pelatih asal Italia itu diresmikan Man City, Chelsea buka suara terkait apa yang terjadi saat itu.

“Pada musim gugur tahun lalu, klub diberitahu oleh mantan Pelatih Kepala kami bahwa mungkin ada kesempatan baginya untuk menggantikan Pep Guardiola di akhir musim,” tulis pernyataan Chelsea.

“Menjadi jelas bagi kami bahwa itu adalah keinginan kuatnya untuk menggantikan Guardiola dan bahwa ia sepenuhnya berkomitmen untuk mengejar kesempatan tersebut, meskipun ia terikat kontrak jangka panjang yang tidak berhak ia akhiri.

“Pada Desember 2025, Pelatih Kepala kami secara tak terduga dan tiba-tiba mengundurkan diri dari posisinya. Jelas, kami merasa kecewa karena kami percaya bahwa pikiran dan hatinya terfokus pada klub lain dan kesempatan lain, meskipun baru saja tiba di Chelsea setahun sebelumnya.

“Tidak ada klub yang ingin mengganti pelatih kepalanya di tengah musim. Namun, mengingat keputusannya untuk tidak melanjutkan tanggung jawabnya hingga akhir musim, Klub tidak punya pilihan selain melindungi para pemain, pendukung, dan Lambang Klub serta menerima pengunduran dirinya.

“Dalam keadaan tersebut dan mengingat rasa saling menghormati antar klub, kesepakatan rahasia telah dicapai dengan Manchester City, yang mencakup pembayaran kompensasi. Kesepakatan rahasia juga telah tercapai dengan mantan Pelatih Kepala, di mana ia akan membayar kompensasi.”

Fabrizio Romano melaporkan bahwa Chelsea mendapatkan kompensasi sebesar 17 juta pounds.