
BOLADONESIA – Hong Myung Bo, pelatih timnas Korsel, resmi mengundurkan diri dari posisinya setelah kegagalan total di Piala Dunia 2026. Hal itu dilakukan di tengah tekanan bertubi-tubi yang diterima akibat kegagalan timnya. Tak terkecuali dari orang nomor satu di Korea Selatan.
Korsel gagal melaju dari fase grup karena hanya finis di posisi ke-3 Grup A. Setelah menang 2-1 atas Republik Cheska, Taeguk Warriors lantas takluk 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan. Raihan 3 poin dengan selisih gol -1 tak cukup untuk membawa tim asuhan Myung-bo berada didertan 8 peringkat ke-3 terbaik yang berhak lolos ke 34 besar.

“Pertama-tama, saya dengan tulus meminta maaf kepada orang-orang yang mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung timnas. Saya bermaksud mengundurkan diri dari posisi sebagai pelatih kepala timnas Korsel pada hari ini,” urai Hong Myung Bo seperti dikutip IDNNEWS.TOP dari Chosun Ilbo.
Dia menambahkan, “Menerima peran sebagai pelatih timnas bukanlah putusan mudah bagi saya. Namun, sejak menerima posisi ini, saya tak mempertimbangkan alasan-alasan lain. Saya yakin bahwa memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya hingga saat terakhir adalah satu-satunya hal yang harus saya lakukan.”
Hong Myung Bo Tak Kompeten?
Kritik membanjiri Hong Myung Bo setelah Korea Selatan takluk 0-1 dari Afrika Selatan. Hal utama yang jadi sasaran adalah putusannya mencadangkan sang bintang, Son Heung-min. Dia menerima semua kritik itu dengan lapang dada dan tak mau memberikan pembelaan dan enggan menjelaskan poin-poin yang menjadi kritik pihak luar.
“Saya tak dapat mengklaim setiap putusan yang ambil selalu benar. Standar dari semua putusan saya selalu sepak bola Korea. Saya yakin bahwa posisi pelatih kepala adalah posisi di mana tak ada penjelasan ketika berhadapan dengan hasil. Oleh karena itu, saya berdiri di sini hari ini untuk mengambil tanggung jawab, bukan memberikan penjelasan. Saya telah gagal mendapatkan hasil yang diharapkan,” ujar Myung-bo.

Tekanan yang dihadapi pelatih berumur 57 tahun itu bukan main-main. Tekanan itu bahkan datang dari Presiden Korsel Lee Jae-myung. Orang nomor satu di Korsel tersebut bahkan menyinggung soal kompetensi dalam unggahan di akun media sosialnya setelah tim asuhan Myung-bo tersisih dari Piala Dunia 2026.
“Ketika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai dari kompetensi dan orang tak berkompeten ditunjuk mengisi posisi sebagai pemimpin, hasilnya sudah bisa diterka,” tulis Jae-myung. Meskipun tak menyebut nama, sang presiden diduga menyerang Myung-bo yang pengangkatannya sebagai pelatih Korsel sempat digugat banyak pihak karena dinilai tidak transparan.
