31 Oktober 2026

> BERITA BOLA VIRAL

Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

BOLADONESIA – Timnas Thailand belum mau menyerah meski berada dalam posisi sulit setelah kalah 0-2 dari Vietnam pada leg pertama final Piala ASEAN 2026. Bek keturunan Maroko, Oussama Thiangkham, percaya peluang Thailand untuk membalikkan keadaan masih terbuka pada pertandingan kedua.

Kekalahan tersebut membuat Timnas Thailand harus bekerja keras pada leg kedua yang akan berlangsung di kandang Vietnam pada 26 Agustus 2026. Dua gol Vietnam di Stadion Rajamangala membuat skuad Gajah Perang harus menang dengan selisih setidaknya dua gol jika ingin menjaga peluang menjadi juara.

Oussama mengakui hasil pertandingan pertama membuat dirinya dan rekan-rekannya kecewa. Namun, bek berusia 23 tahun tersebut menegaskan para pemain Thailand tidak boleh larut dalam kekecewaan.

Yakin Timnas Thailand Masih Punya Peluang

“Secara pribadi, saya sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi semua pemain telah berusaha sebaik mungkin. Sayang sekali kami tidak bisa memanfaatkan peluang atau mencetak gol,” kata Oussama dikutip dari Soha.

Menurut dia, Timnas Thailand harus segera mengevaluasi kesalahan yang terjadi pada leg pertama. Persiapan juga menjadi sangat penting karena Vietnam akan mendapatkan dukungan penuh dari para suporter ketika kedua tim kembali bertemu.

“Tapi pertandingan belum berakhir; masih ada pertandingan kedua di depan. Kami akan berusaha sebaik mungkin, bersiap untuk melawan mereka, dan mengincar hasil yang baik,” ujar dia.

Oussama menegaskan para pemain Timnas Thailand akan mencoba memperbaiki berbagai kekurangan yang terlihat pada pertandingan sebelumnya. Dia menyadari tugas tersebut tidak mudah, terutama karena pertandingan kedua digelar di kandang Vietnam.

“Kami mencoba mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dari pertandingan sebelumnya untuk meningkatkan performa. Tentu saja, bermain tandang di stadion Vietnam adalah tugas yang sangat sulit,” kata Oussama.

Meski begitu, dia tetap percaya Timnas Thailand bisa memberikan kejutan. Oussama meminta rekan-rekannya mempertahankan keyakinan dan mengerahkan seluruh kemampuan pada leg kedua.

“Tapi tidak ada yang mustahil, dan yang terpenting, kami akan memberikan yang terbaik,” pungkas dia.

BOLADONESIA – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memperingatkan Randal Kolo Muani setelah sang striker gagal mencetak gol di laga lawan Frosinone. Spalletti menyebut Muani harus sadar dirinya sudah tertinggal selama dua tahun terakhir.

Juventus berhasil menang 1-0 di laga pembuka Serie A mereka lawan Frosinone lewat gol Bremer (23/8/26). Tapi I Bianconeri bisa saja mencetak gol lebih banyak jika Kolo Muani bisa menyelesaikan peluangnya.

Sang striker direkrut dari PSG dengan biaya yang bisa mencapai 50 juta euro. Juve percaya kepadanya walaupun musim lalu tampil sangat buruk bersama Tottenham dan Spalletti meminta Muani menyadari hal itu.

“Kami mendatangkan Kolo, kami telah merawatnya dan kami tahu nilainya. Tetapi dia harus menyadari bahwa dia belum bermain (baik) selama dua tahun dan pasti ada alasan untuk itu,” ucap Spalleti seperti dilansir IDNEWS dari Football Italia.

“Terkadang Anda berpikir Anda berada di level yang luar biasa tetapi Anda telah meninggalkan sesuatu yang perlu Anda raih kembali.

“Ini adalah pertandingan di mana Anda harus mencetak gol karena ruang-ruang tersebut menguntungkan Anda.

“Striker yang kami cari mungkin memiliki karakteristik yang berbeda. Hari ini ruang-ruang itu ada tetapi kami tidak mampu memanfaatkannya.”

Luciano Spalletti: Kami Masih Bekerja

Spalletti menegaskan Juventus masih memperbaiki beberapa masalah yang masih timnya alami.

“Saya lebih suka tim menunjukkan identitasnya, dan mereka telah melakukannya,” kata Spalletti.

“Pada momen-momen tertentu kami agak kurang bersemangat, kami kurang pandai menunjukkan tekad. Tapi itu bisa terjadi, terutama di awal pertandingan. Kami akan mengusahakannya.”

Idnews.top – Xabi Alonso menilai Chelsea menunjukkan performa profesional dan solid saat mengalahkan Fulham pada laga pembuka Liga Inggris 2026/2027. Kemenangan 4-2 di Craven Cottage, Selasa (25/8/2026) dini hari WIB, menjadi awal positif bagi sang pelatih di kompetisi domestik.

Chelsea langsung membuka keunggulan ketika laga baru berjalan 32 detik melalui Joao Pedro. Fulham sempat menyamakan skor lewat Joshua King, tetapi Morgan Rogers membawa The Blues kembali unggul sebelum Cole Palmer memperlebar keunggulan setelah jeda.

Fulham kembali memperkecil ketertinggalan melalui Gonzalo Garcia. Chelsea tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang tiga poin dari markas rival sekota.

Alonso mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi dari permainan timnya. Namun, ia senang karena Chelsea mampu melewati berbagai situasi sulit dan menunjukkan kematangan yang dibutuhkan sepanjang musim.

Alonso Puji Performa Profesional Chelsea

Alonso menilai kemenangan di kandang Fulham bukan hasil yang mudah diraih. Menurutnya, pertandingan berjalan intens dan Chelsea harus mampu mengelola berbagai fase permainan sebelum memastikan kemenangan.

Chelsea sempat kehilangan kontrol selama sekitar 10 menit setelah Fulham mencetak gol penyama kedudukan. Alonso kemudian melihat timnya melakukan perbaikan dan tampil lebih nyaman ketika memasuki babak kedua.

“Rasanya sangat bagus, tentu saja. Kami tahu betapa sulitnya memenangkan pertandingan Liga Inggris, apalagi pertandingan Liga Inggris tandang,” kata Alonso di situs resmi klub.

“Kami mempersiapkan diri untuk pertandingan yang intens, dan saya merasa ini adalah penampilan yang sangat profesional, solid, menunjukkan kedewasaan dan mampu mengelola momen-momen sulit,” lanjutnya.

Chelsea Belajar Mengontrol Momen Sulit

Alonso menilai kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki Chelsea. Ia ingin para pemain memahami bahwa pertandingan Liga Inggris tidak selalu dapat dikendalikan sesuai rencana.

Sang pelatih juga menekankan bahwa pengelolaan pertandingan harus berjalan beriringan dengan penerapan taktik. Kemenangan atas Fulham menjadi bagian dari proses Chelsea untuk terus berkembang.

“Kami mendapatkan keunggulan cukup cepat dan memiliki peluang untuk mencetak gol kedua, tetapi setelah penyama kedudukan, kami melewati 10 menit ketika kami tidak memilih momen yang tepat untuk melakukan pressing dan pergerakan,” ujar Alonso.

“Kami memperbaikinya dengan baik dan pada babak kedua kami merasa nyaman tanpa bola serta mampu mengontrol pertandingan. Ini adalah performa yang bisa kami bangun untuk masa depan,” tambahnya.

Alonso Senang Bisa Rayakan Kemenangan Bersama Fans

Setelah peluit akhir berbunyi, Alonso dan para pemain Chelsea menghampiri suporter yang hadir di Craven Cottage. Momen tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan antara pemain dan pendukung sejak awal musim.

Alonso juga merasakan antusiasme suporter sebelum pertandingan dimulai. Ia senang karena para pemain mampu memberikan penampilan serius dan menunjukkan usaha maksimal hingga pertandingan berakhir.

“Kami senang memainkan pertandingan Liga Inggris pertama musim ini. Pertandingan resmi Liga Inggris pertama saya bersama Chelsea terasa luar biasa, di stadion ini bersama fans kami dan merayakannya bersama mereka,” tutur Alonso.

“Saya melihat wajah-wajah yang bahagia pada akhirnya dan penting untuk menciptakan ikatan ini. Ini masih awal, pertandingan pertama, tetapi merupakan awal yang bagus,” pungkasnya.

BolaIndonesia – Adrien Rabiot langsung memberikan jawaban di atas lapangan setelah kembali memperkuat AC Milan pada awal musim 2026/2027. Gelandang asal Prancis tersebut tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Torino dan menjadi salah satu aktor penting dalam kemenangan 2-1 Rossoneri.

Masuk pada menit ke-56 menggantikan Ruben Loftus-Cheek, Rabiot hanya membutuhkan beberapa menit untuk memberikan pengaruh besar. Ia mencatatkan satu assist untuk gol Alphadjo Cissè sebelum kemudian mencetak gol kedua Milan hanya dua menit berselang.

Penampilan tersebut menjadi sinyal positif bagi pelatih baru Milan, Ruben Amorim. Sang gelandang juga mengakui bahwa dirinya mulai memahami keinginan Amorim terkait perannya dalam sistem permainan baru Rossoneri.

Rabiot Langsung Beri Dampak

AC Milan mengawali Serie A 2026/2027 dengan kemenangan penting di markas Torino. Setelah pertandingan berjalan tanpa gol cukup lama, Amorim memasukkan Rabiot untuk mengubah dinamika permainan.

Keputusan tersebut terbukti tepat. Pada menit ke-64, Rabiot menerima bola dan memberikan umpan kepada Cissè. Pemain muda Milan itu kemudian melepaskan tembakan yang membawa Rossoneri unggul 1-0.

Tidak berhenti di sana, Rabiot kembali menjadi pusat perhatian dua menit kemudian. Umpan silang Samuel Chukwueze menemukan pergerakannya di tiang jauh. Rabiot menyelesaikan peluang tersebut dengan kaki kiri untuk membawa Milan unggul 2-0.

Torino memang sempat memperkecil ketertinggalan melalui Che Adams pada menit ke-90+3. Namun, Milan mampu mempertahankan keunggulan dan membawa pulang tiga poin dari Turin.

Rabiot Pahami Ide Permainan Amorim

Usai pertandingan, Rabiot menunjukkan kesiapannya menjalani proyek baru bersama Amorim. Ia mengaku sudah memahami gagasan yang ingin diterapkan sang pelatih di Milan.

“Saya senang bisa kembali, melihat ide-ide pelatih, dan berbicara dengan sang bos,” ujar Rabiot seusai pertandingan seperti dikutip dari laporan Football Italia.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena Amorim memang memiliki rencana khusus untuk memaksimalkan kemampuan Rabiot.

Pelatih asal Portugal itu menggunakan sistem 3-4-2-1 di Milan. Dalam skema tersebut, Rabiot berpotensi dimainkan lebih maju sebagai gelandang serang atau trequartista, bukan hanya sebagai gelandang tengah.

Peran tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar asing bagi Rabiot. Ketika memperkuat Marseille di bawah Roberto De Zerbi, ia pernah dimainkan sebagai pemain nomor 10. Dalam 22 pertandingan sebagai starter pada posisi tersebut, Rabiot mencatatkan delapan gol dan lima assist.

Peran Baru Bisa Jadi Senjata Milan

Penggunaan Rabiot sebagai pemain yang lebih ofensif memberikan dimensi tambahan bagi permainan AC Milan. Kemampuan fisik, pengalaman, pergerakan tanpa bola, serta kualitas umpan membuatnya bisa menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.

Ketika menghadapi Torino, karakter tersebut langsung terlihat. Rabiot tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk ke dalam permainan. Ia mampu menciptakan peluang, memberikan assist, kemudian muncul di kotak penalti untuk mencetak gol.

Catatan statistik AC Milan juga menunjukkan bahwa Rabiot telah empat kali mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu pertandingan Serie A. Menariknya, seluruh catatan tersebut terjadi dalam pertandingan tandang, termasuk saat menghadapi Torino, Bologna, Monza, dan Sassuolo.

Awal Positif Era Amorim

Kemenangan atas Torino menjadi awal yang sangat positif bagi era Ruben Amorim di Serie A. Milan bukan hanya mendapatkan tiga poin, tetapi juga menemukan salah satu pemain penting dalam sistem baru mereka.

Rabiot menjadi contoh bagaimana perubahan posisi dapat memberikan keuntungan bagi sebuah tim. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Torino, sang gelandang berpeluang menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang Amorim.

Bagi Rabiot sendiri, penampilan tersebut menjadi jawaban terbaik atas berbagai pembicaraan mengenai masa depannya di Milan. Ia kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya dapat menjadi pemain penting dalam proyek baru Rossoneri.

Dengan satu assist dan satu gol hanya dalam waktu singkat setelah masuk lapangan, Rabiot telah menunjukkan bahwa ia memahami apa yang diinginkan Amorim. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan membuktikan bahwa performa tersebut bukan sekadar penampilan sesaat.

AC Milan kini memiliki alasan kuat untuk berharap. Kombinasi antara sistem 3-4-2-1 Amorim dan fleksibilitas Rabiot dapat menjadi salah satu senjata utama Rossoneri dalam persaingan Serie A musim 2026/2027.

Idnews.top – AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Samuel Chukwueze terpilih sebagai Man of the Match berkat kontribusi pentingnya dalam keberhasilan Rossoneri membawa pulang tiga poin.

Alphadjo Cisse membuka keunggulan AC Milan pada menit ke-64 setelah memanfaatkan peluang di kotak penalti. Adrien Rabiot kemudian menggandakan keunggulan tiga menit berselang sebelum Che Adams memperkecil skor melalui gol akrobatik pada menit ke-90+3.

Chukwueze menjadi salah satu pemain yang paling aktif membongkar pertahanan Torino sepanjang pertandingan. Winger asal Nigeria itu memang belum maksimal pada babak pertama, tetapi terus mengambil inisiatif dan akhirnya memberikan assist untuk gol Rabiot.

Chukwueze Beri Ancaman dari Sisi Kanan

Chukwueze beberapa kali menciptakan masalah bagi pertahanan Torino melalui pergerakan dan keberaniannya membawa bola dari sisi kanan. Ia juga memaksa kiper Torino melakukan penyelamatan setelah melakukan aksi individu pada fase awal pertandingan.

Sejumlah umpan silang Chukwueze belum menghasilkan gol pada babak pertama. Namun, ia tidak menghilang dari permainan dan terus berusaha mencari cara untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Chukwueze mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Rabiot yang berada dalam posisi tepat menyambut bola dengan volley terkontrol untuk membawa AC Milan unggul 2-0.

Kontribusi Chukwueze juga terlihat saat membantu tim bertahan dan mengejar pergerakan lawan. Kemampuannya melakukan tracking back membuat penampilannya tidak hanya berpengaruh ketika AC Milan menyerang.

Cisse dan Rabiot Juga Berperan Penting

Cisse menjalani babak pertama yang tidak mudah karena gagal memanfaatkan dua peluang yang didapatkannya. Namun, penyerang muda itu bangkit dengan penyelesaian tenang untuk mencetak gol pembuka dan gol perdananya di Serie A.

Gol tersebut menjadi momen penting bagi pemain muda AC Milan itu untuk membayar kegagalan sebelumnya. Penyelesaiannya juga memperlihatkan ketenangan karena Cisse memilih menempatkan bola ke sudut gawang daripada melepaskan tendangan terlalu keras.

Rabiot memberikan dampak instan setelah masuk dari bangku cadangan. Gelandang Prancis itu menciptakan gol Cisse melalui umpan ke kotak penalti sebelum mencetak gol kedua AC Milan.

Penampilan Rabiot menunjukkan potensinya ketika dimainkan lebih dekat dengan lini depan. Pergerakannya menuju tiang jauh untuk menyambut umpan Chukwueze menjadi bukti bahwa ia dapat memberikan opsi tambahan di posisi gelandang serang.

Kemenangan ini menjadi awal positif bagi AC Milan dalam perjalanan Serie A 2026-27. Chukwueze pun layak mendapatkan penghargaan Man of the Match setelah tampil aktif, mencatatkan assist, dan memberikan kontribusi dalam dua fase permainan.

Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic, mengakui timnya masih membutuhkan tambahan penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Menurut pelatih asal Kroasia ini, sektor penjaga gawang Persib saat ini masih cukup rawan karena hanya memiliki dua kiper, yakni Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat padatnya agenda yang akan dijalani Maung Bandung.

Persib menghadapi tantangan berat pada musim 2026/2027. Selain harus tampil di kompetisi domestik, tim besutan Igor Tolic juga akan menjalani AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.

Selain itu, skuad Maung Bandung harus menempuh perjalanan panjang untuk melakoni pertandingan tandang. Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi penting, termasuk di posisi penjaga gawang

“Secara umum, ya, karena jika Anda memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi. Jadi memperhitungkan perjalanan jauh ini, dan Indonesia juga negara yang sangat besar, banyak perjalanan, banyak pertandingan, mungkin cedera dam (akumulasi) kartu kuning atau merah,” ungkap Jozic.

“Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kami mungkin masih membutuhkan penjaga gawang baru,” lanjutnya.

Belum Ada Keputusan

Kendati begitu, Jozic menegaskan keputusan untuk merekrut penjaga gawang baru bukan kewenangannya. Sebagai pelatih kiper, ia hanya memberikan masukan kepada manajemen mengenai kebutuhan tim.

Sejauh ini, Jozic memastikan kondisi Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana terus menunjukkan perkembangan. Dia meyakini kedua kipernya dalam kondisi siap tempur saat menghadapi Manila Digger.

Persib akan menghadapi klub Filipina tersebut pada babak kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027. Duel kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 31 Agustus mendatang.

“Saya pikir kita masih punya waktu 10 hari lagi menuju pertandingan paling penting. Jadi saya pikir Teja dan Fitrah akan siap untuk pertandingan ini,” katanya.

“Jadi saya tidak merasa khawatir sedikit pun tentang pertandingan atau tentang performa mereka. Saya tenang dan saya ingin mereka berdua juga tetap tenang, serta memberikan yang terbaik untuk tim,” terang Jozic.

Menuju AFC Champions League 2

Laga kontra Manila Digger sangat krusial bagi Persib. Jika mampu memetik kemenangan, Marc Klok dkk. dipastikan melangkah ke fase Grup E ACL 2 bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.

Borneo FC akan melakoni fase Grup D pada AFC Challenge League 2026/2027.

Tim Pesut Etam terpilih sebagai tuan rumah bagi One Taguig FC (Filipina), Tainan City FC (China Taipei), dan pemenang laga playoff antara Yangon United (Myanmar) melawan Ezra FC (Laos).

Semua laga kasta ketiga antarklub Asia itu akan dilaksanakan di Stadion Segiri Samarinda, pada 18, 21, dan 24 Oktober 2026. Pelatih Mauro Jeronimo pun sangat serius menyiapkan tim. Karena agenda Borneo FC musim ini sangat padat.

Selain turnamen ini, Diego Michiels dkk. ditempa untuk dua agenda lainnya yakni BRI Super League dan League Cup musim ini. Arsitek asal Portugal ini diharapkan mampu mengarungi tiga ajang ini dengan hasil maksimal.

Pesan Mauro

Khusus AFC Challenge League 2026/2027, Mauro Jeronimo menilai turnamen ini tak mudah. Karena dia mengaku belum tahu kekuatan tiga calon lawan yang akan dihadapi pasukannya.

“Saya harus jujur. Kita akan memainkan tiga laga pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus menyiapkan diri dengan baik. Saya tidak ingin berkomentar soal tiga calon lawan itu. Karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus pelajari mereka terlebih dulu,” katanya.

Mauro Jeronimo juga menyadari permainan sepak bola selalu sulit. Meskipun Borneo FC akan bertarung di kandang sendiri dengan dukungan total suporter fanatiknya.

“Kami akan main di Samarinda. Main di turnamen Internasional di depan suporter. Ini akan sangat memotivasi para pemain. Tapi pertandingan sepak bola tak selalu mudah. Jadi perlu rendah hati, tapi harus bermain dengan hati agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut,” ucapnya.

Dukungan Suporter

Mauro Jerenimo juga menyebut Pusamania akan menjadi kekuatan besar untuk memompa spirit anak asuhnya.

“Saya berharap kita bermain dengan 12 pemain. Sebelas pemain di lapangan ditambah satu kehadiran para suporter. Mereka akan jadi kekuatan dan daya besar untuk pertandingan nanti bersama suporter dalam momen baik maupun buruk. Seperti biasa saya bilang, kita akan jadi kuat,” tuturnya.

LARISBOLA – Real Madrid meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol pada pekan kedua La Liga 2026/2027. Bermain di markas lawan, Los Blancos sempat unggul lebih dulu sebelum Espanyol menyamakan kedudukan.

Jude Bellingham membawa Real Madrid memimpin pada menit ke-9 melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan bola mati Arda Guler. Namun, Alex Calatrava membuat skor kembali imbang pada menit ke-30 dan bertahan hingga jeda.

Espanyol kemudian tampil disiplin sepanjang babak kedua dan membuat Real Madrid kesulitan menemukan celah. Ketika pertandingan seolah akan berakhir imbang, Carlos Espi muncul sebagai pahlawan lewat gol pada menit ke-90.

Hasil tersebut memperlihatkan sejumlah pemain Real Madrid tampil menonjol, terutama Guler dan Bellingham. Di sisi lain, beberapa pemain masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Jose Mourinho, termasuk Vinicius Junior yang gagal memberikan ancaman berarti.

Bek dan Kiper

Thibaut Courtois (7) tidak banyak mendapatkan pekerjaan sepanjang pertandingan. Ia kembali harus kecewa karena pertahanan Real Madrid gagal mencegah Calatrava mencetak gol penyama kedudukan.

Denzel Dumfries (7) tampil agresif dengan sering membantu serangan, tetapi pergerakannya meninggalkan ruang yang harus ditutup Ibrahima Konate. Bek kanan asal Belanda itu juga kalah dalam duel ketika proses gol Espanyol, meski beberapa kali berhasil berada di posisi bagus di area final third.

Ibrahima Konate (8) menjalani debut solid bersama Real Madrid. Kekuatan fisiknya membantu memenangkan duel dan posturnya berguna dalam melakukan sapuan, meski ia sempat terlihat kurang nyaman dengan penempatan posisi di kotak penalti.

Dean Huijsen (7) tampil kokoh sekaligus menunjukkan kualitas distribusi bola dengan lima operan menuju area pertahanan lawan.

Alvaro Carreras (7,4) mampu menjaga penampilannya tetap aman dan membangun kombinasi operan yang baik dengan lini tengah. Namun, karena kebutuhan pemain dengan karakter berbeda, Carreras diganti pada babak kedua.

Pertandingan Selanjutnya

Bernardo Silva (7) cukup rapi ketika menguasai bola dan sesekali mampu mengatur tempo. Namun, kontribusinya tidak konsisten dan ia hanya memenangkan dua dari sembilan duel yang diikuti.

Federico Valverde (8) melakukan kesalahan dalam proses gol Espanyol karena terlalu fokus terhadap bola dan gagal membaca pergerakan Calatrava. Meski begitu, ia nyaris mencetak gol kemenangan ketika tembakannya membentur bagian luar tiang gawang.

Arda Guler (8) menjadi pemain menonjol di lini tengah Real Madrid. Selain memberikan assist melalui eksekusi bola mati untuk gol Bellingham, ia konsisten mencari ruang dan menunjukkan kualitas sebagai playmaker utama sebelum ditarik keluar setelah satu jam pertandingan.

Jude Bellingham (8) melanjutkan performa positifnya dengan mencetak gol pembuka. Gelandang serang Inggris itu juga aktif bergerak ke depan, menunjukkan kualitas teknik, serta beberapa kali menghadirkan ancaman bagi pertahanan Espanyol.

Penyerang

Vinicius Junior (7) kesulitan menemukan pengaruhnya dalam pertandingan. Ia menjadi sasaran permainan keras lawan dan beberapa kali terlalu mudah terjatuh, sementara sepanjang laga tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran maupun peluang.

Kylian Mbappe (7) sempat frustrasi dan bergeser ke sisi kanan pada babak pertama untuk mencari ruang. Beberapa peluangnya belum menghasilkan gol, tetapi ia memainkan peran penting pada proses gol penentu dengan menciptakan ruang sebelum bola berakhir kepada Carlos Espi.

Idnews.top – Tottenham mendapatkan tamparan keras pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Di tengah belanja besar-besaran untuk memperkuat skuad, Spurs justru mengawali musim dengan kekalahan telak 0-3 dari Brentford.

Duel di Gtech Community Stadium, Sabtu (23/8) malam WIB, memperlihatkan persoalan Tottenham yang belum teratasi. Tim asuhan Roberto De Zerbi tampil kacau dan kesulitan mengimbangi intensitas Brentford sejak menit awal.

Tottenham diketahui telah menghabiskan sekitar €267 juta untuk mendatangkan pemain baru pada musim panas ini, atau setara sekitar Rp5,52 triliun. Mereka membeli Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke dengan harga tinggi.

Pengeluaran tersebut bahkan belum memasukkan potensi transfer Savinho dan Omar Marmoush dari Manchester City. Namun, investasi besar itu belum memberikan dampak instan ketika Spurs menjalani pertandingan kompetitif pertama mereka musim ini.

Kekalahan tersebut sekaligus menjadi awal buruk bagi De Zerbi dalam musim penuh pertamanya menangani Tottenham. Sebaliknya, Brentford menunjukkan bahwa efektivitas permainan tetap bisa menjadi senjata menghadapi tim dengan kekuatan finansial jauh lebih besar.

Tottenham Belum Menemukan Bentuk Terbaik

Brentford langsung memperlihatkan agresivitas sejak awal pertandingan dan beberapa kali membuat pertahanan Tottenham berada dalam tekanan. Nathan Collins sempat mendapat peluang emas melalui sundulan, sebelum Keane Lewis-Potter membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah menerima umpan dari kerja sama apik Mamadou Sangare dan Igor Thiago.

Tottenham semakin kesulitan setelah kehilangan bola di area tengah melalui Richarlison. Tembakan Mathias Jensen memang masih mampu ditepis Antonin Kinsky, tetapi Vitaly Janelt dengan mudah menyambar bola muntah untuk membawa Brentford unggul 2-0 pada menit ke-33.

Situasi tidak membaik bagi Spurs selepas jeda, bahkan setelah Mateus Fernandes masuk untuk melakukan debutnya. Kinsky kembali gagal mengamankan bola hasil tendangan voli Sangare sehingga Michael Kayode dapat memanfaatkannya untuk mencetak gol ketiga Brentford pada menit ke-49.

Brentford sebenarnya masih berpeluang menambah penderitaan Tottenham ketika mendapatkan penalti setelah Rodrigo Bentancur melanggar Kevin Schade. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya membentur tiang, sementara Spurs juga tidak mampu memanfaatkan peluang melalui Mikey Moore untuk sekadar mencetak gol hiburan.

Tottenham Digasak Brentford 0-3, Ini Kata De Zerbi

BolaIndonesia – Tottenham Hotspur mengawali perjalanan mereka di Premier League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Bertandang ke Gtech Community Stadium, Spurs harus mengakui keunggulan Brentford dengan skor telak 0-3 pada Sabtu (22/8/2026) malam waktu setempat.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan keras bagi Roberto De Zerbi yang menjalani laga kompetitif pertamanya sebagai pelatih Tottenham. Padahal, Spurs datang dengan optimisme tinggi setelah melakukan perombakan besar pada skuad selama bursa transfer musim panas.

Brentford Langsung Menekan Tottenham

Sejak pertandingan dimulai, Brentford tampil agresif dan mampu membuat Tottenham kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat lini belakang Spurs beberapa kali kehilangan kontrol.

Keane Lewis-Potter kemudian membuka keunggulan Brentford pada menit ke-12. Gol tersebut lahir setelah kerja sama serangan yang melibatkan Mamadou Sangare sebelum bola diselesaikan dengan baik oleh Lewis-Potter.

Tottenham berusaha merespons dengan meningkatkan penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya. Bahkan, Spurs tercatat tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama.

Kesalahan Spurs Dimanfaatkan Brentford

Situasi Tottenham semakin sulit pada menit ke-33. Vitaly Janelt berhasil menggandakan keunggulan Brentford setelah memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan Antonin Kinsky.

Gol kedua tersebut memperlihatkan persoalan Tottenham dalam mengamankan area pertahanan. Brentford justru semakin percaya diri dan mampu mempertahankan keunggulan 2-0 hingga turun minum.

De Zerbi kemudian mencoba melakukan perubahan pada awal babak kedua. Mateus Fernandes dan Rodrigo Bentancur dimasukkan untuk membantu mengubah jalannya pertandingan. Namun, perubahan tersebut belum sempat memberikan dampak signifikan.

Michael Kayode Bikin Spurs Makin Terpuruk

Memasuki menit ke-49, Brentford kembali mencetak gol. Michael Kayode memanfaatkan situasi bola berbahaya di area pertahanan Tottenham untuk membuat skor berubah menjadi 3-0.

Gol tersebut praktis membuat tugas Spurs semakin berat. Tottenham memang berusaha meningkatkan tekanan, tetapi pertahanan Brentford mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Brentford bahkan memperoleh peluang untuk mencetak gol keempat melalui penalti. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya dengan baik sehingga Tottenham terhindar dari kekalahan yang lebih besar.

Ini Alasan De Zerbi: Tottenham Belum Menjadi Tim

Setelah pertandingan, Roberto De Zerbi tidak berusaha mencari alasan untuk menutupi buruknya performa Tottenham. Pelatih asal Italia tersebut mengakui bahwa timnya belum berada dalam kondisi yang ideal.

De Zerbi menilai Tottenham belum sepenuhnya menjadi sebuah tim. Banyak pemain baru bergabung pada musim panas dan sebagian di antaranya belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Menurut De Zerbi, sejumlah pemain juga terlambat bergabung dengan skuad setelah agenda musim panas. Kondisi tersebut membuat persiapan Tottenham menjadi tidak maksimal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan alasan untuk membenarkan kekalahan telak dari Brentford.

De Zerbi Soroti Fisik dan Mental Pemain

Masalah Tottenham bukan hanya mengenai taktik. De Zerbi juga menyoroti aspek fisik dan mental anak asuhnya.

Brentford terlihat lebih agresif dalam perebutan bola dan lebih siap menghadapi duel. Sebaliknya, Tottenham kesulitan keluar dari tekanan sejak menit awal.

De Zerbi bahkan mengakui bahwa timnya kalah dalam hal pertarungan di lapangan. Menurutnya, Tottenham harus menunjukkan respons yang jauh lebih kuat ketika menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas tinggi.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi De Zerbi. Kehadiran pemain seperti Sandro Tonali, Andy Robertson, Jan Paul van Hecke, hingga sejumlah pemain baru lainnya belum langsung membuat Tottenham tampil sebagai tim yang solid.

Investasi Besar Belum Menjamin Hasil

Tottenham menghabiskan dana besar untuk membangun kembali skuad pada musim panas. Namun, pertandingan melawan Brentford menunjukkan bahwa proses membentuk tim kompetitif tidak bisa dilakukan secara instan.

De Zerbi kini memiliki tugas untuk menyatukan para pemain baru dengan pemain lama. Ia juga harus menemukan formula permainan yang mampu membuat Tottenham lebih agresif sekaligus solid ketika kehilangan bola.

Kekalahan 0-3 tersebut menjadi peringatan awal bahwa proyek baru Tottenham membutuhkan waktu. De Zerbi sendiri menilai target besar baru bisa dibicarakan setelah skuad benar-benar menjadi sebuah tim.

Tottenham Harus Segera Bangkit

Hasil Brentford 3-0 Tottenham tentu bukan awal yang diinginkan De Zerbi. Spurs kini harus segera melakukan evaluasi sebelum pertandingan Premier League berikutnya.

Perbaikan lini belakang, koordinasi lini tengah, efektivitas serangan, serta kondisi fisik pemain menjadi beberapa aspek yang harus segera dibenahi.

Bagi De Zerbi, kekalahan ini bisa menjadi bahan evaluasi penting untuk membangun Tottenham sesuai gaya bermain yang diinginkannya. Namun, tekanan akan semakin besar apabila Spurs kembali gagal meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.

Tottenham masih memiliki perjalanan panjang di Premier League 2026/2027. Kekalahan dari Brentford memang menyakitkan, tetapi De Zerbi memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa hasil buruk tersebut hanyalah awal dari proses pembangunan tim baru.

Hasil akhir: Brentford 3-0 Tottenham. Keane Lewis-Potter, Vitaly Janelt, dan Michael Kayode menjadi pencetak gol Brentford. Sementara itu, Roberto De Zerbi kini dituntut segera menemukan solusi agar Tottenham tidak kembali tampil di bawah standar.