29 Oktober 2026

> BERITA LIGA PRANCIS

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA PRANCIS, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Idnews.Top – Tempat menonton pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Ghana. Bolaneters bisa menonton laga mendebarkan ini melalui sejumlah saluran berikut ini.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Kolombia dan Ghana di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB. Di atas kertas, Kolombia diunggulkan berkat kualitas individu dan performa konsisten sepanjang turnamen.

Kelebihan utama Los Cafeteros terletak di sektor sayap, dengan Daniel Munoz dan Luis Diaz sebagai motor serangan. Kecepatan dan agresivitas mereka diprediksi akan menyulitkan pertahanan Ghana yang terkenal kokoh. Sebelumnya, tim kuat seperti Inggris dan Kroasia kesulitan membongkar pertahanan Ghana karena terlalu fokus menyerang dari tengah. Kolombia hadir dengan strategi berbeda, memaksimalkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang.

Daniel Munoz sendiri datang dengan momentum positif setelah mencetak gol ke gawang RD Kongo di fase grup. Performa apiknya menjadi modal berharga bagi tim asuhan Nestor Lorenzo.

Meski tidak diunggulkan, Ghana tetap menyimpan peluang kejutan. Organisasi pertahanan disiplin menjadi kekuatan utama mereka untuk meredam serangan lawan. Di lini depan, kehadiran pemain berpengalaman seperti Jordan Ayew menjadi senjata mematikan dalam skema serangan balik, terutama saat pemain Kolombia terlalu asyik menyerang ke depan.

Dengan Kolombia yang mengandalkan sayap dan Ghana yang siap menunggu di belakang, laga ini menjanjikan duel taktik menarik antara serangan agresif dan pertahanan terorganisir.

Tempat Menonton Kolombia vs Ghana

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Kolombia vs Ghana
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Jam kick-off: 08.30 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_t2lownf9/kolombia_vs_ghana

DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prakiraan Susunan Pemain Kolombia vs Ghana

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Lucumi, Sanchez, Mojica; Puerta, Lerma, Arias; Rodriguez, Suarez, Diaz

Pelatih: Nestor Lorenzo

Ghana (4-5-1): Asare; Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah; Sulemana, Partey, Owusu, Sibo, Semenyo; Ayew

Pelatih: Carlos Queiroz

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.

Belgia menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time di Seattle (2/7/2026) WIB. Ini comeback kedua Red Devils dari tertinggal dua gol di fase gugur setelah Jepang

Belgia kembali membalikkan keadaan di ajang empat tahunan tersebut. Red Devils menyingkirkan Senegal 3-2 lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski sempat tertinggal dua gol.

Laga di Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7/2026) WIB, sempat mengarah ke kemenangan Senegal hingga menit-menit akhir waktu normal. Belgia memaksa extra time dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Hasil ini menambah daftar comeback Belgia dari ketertinggalan 0-2 pada fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, mereka melakukan hal serupa saat melawan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Dua momen itu menempatkan Jepang dan Senegal sebagai korban kebangkitan dramatis Belgia di panggung Piala Dunia.

Lolos 16 Besar Usai Drama di Seattle

Senegal tampil lebih efektif di sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka unggul lebih dulu melalui Habib Diarra pada menit ke-24, dan memperlebar jarak lewat Ismaila Sarr pada menit ke-51.

Belgia berada di ambang eliminasi ketika waktu normal memasuki fase krusial. Harapan skuad berjuluk Red Devils muncul saat Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Tiga menit berselang, Youri Tielemans menyundul umpan Leandro Trossard untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut memaksa duel berlanjut ke perpanjangan waktu.

Ketika laga tampak menuju adu penalti, keputusan VAR menghadirkan babak baru. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan menyatakan Tielemans dilanggar di kotak penalti.

Tielemans mengeksekusi sendiri kesempatan itu dan sukses pada menit 120+5. Belgia menang 3-2, mengamankan tempat di babak 16 besar dan mengakhiri laju Senegal dengan cara yang menyakitkan.

Jejak 2018: Jepang dan Awal Kebangkitan Red Devils

Delapan tahun sebelumnya, Belgia mencatat salah satu kebangkitan paling diingat di Piala Dunia. Pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia, lawannya kala itu adalah Jepang.

Samurai Biru mengejutkan lewat gol Genki Haraguchi pada menit ke-48. Empat menit kemudian, Takashi Inui menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Belgia merespons melalui Jan Vertonghen yang memperkecil skor. Tekanan berlanjut, dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit kemudian.

Memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli menuntaskan peluang untuk memastikan kemenangan 3-2.

Dua Momen, Satu Pola di Fase Gugur

Kemenangan atas Jepang pada 2018 tercatat sebagai comeback pertama Belgia dari ketertinggalan dua gol pada fase gugur Piala Dunia. Di edisi 2026, Senegal menjadi korban terbaru skenario serupa.

Kali ini, Belgia melakukannya di babak 32 besar dan berujung tiket ke babak 16 besar. Polanya sama: tertinggal 0-2, menyamakan kedudukan jelang akhir, lalu menuntaskan kemenangan 3-2.

Dua catatan tersebut menegaskan kemampuan Belgia untuk bangkit pada momen paling menentukan, dengan Jepang dan Senegal sama-sama merasakan pahitnya comeback Red Devils di Piala Dunia.

Idnews.top – Belgia seperti memiliki hubungan khusus dengan pertandingan yang tampak nyaris berakhir dengan kekecewaan. Ketika harapan mulai menipis, tim berjuluk Red Devils itu justru mampu menemukan jalan untuk membalikkan keadaan.

Pemandangan tersebut kembali terlihat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle. Belgia tertinggal dua gol dari Senegal dan hanya beberapa menit lagi dari kepulangan lebih cepat.

Namun, sejarah ternyata belum selesai ditulis. Delapan tahun setelah membungkam Jepang lewat comeback ikonik, Belgia kembali menghadirkan cerita serupa dengan Senegal sebagai korban terbaru.

Saat Senegal Merasa Tiket Sudah di Tangan

Sepanjang sebagian besar pertandingan, Senegal tampil sebagai tim yang lebih dekat dengan kemenangan. Habib Diarra membuka keunggulan pada menit ke-24 sebelum Ismaila Sarr menggandakan skor pada awal babak kedua.

Skor 2-0 bertahan hingga laga memasuki fase akhir. Para pendukung Senegal mulai melihat babak 16 besar di depan mata, sementara Belgia tampak kehabisan waktu.

Keadaan berubah pada menit ke-86 ketika Romelu Lukaku mencetak gol yang menghidupkan harapan. Tiga menit kemudian, Youri Tielemans menyundul bola ke gawang Senegal dan membuat pertandingan kembali seimbang.

Perpanjangan waktu tidak langsung menghasilkan pemenang. Ketika adu penalti mulai terasa sebagai akhir yang paling mungkin, drama terakhir muncul pada masa tambahan waktu extra time.

Tinjauan VAR menghadirkan penalti untuk Belgia setelah Tielemans dijatuhkan di kotak penalti. Gelandang itu kemudian berdiri di depan bola dan mengirim tendangan yang memastikan kemenangan 3-2 pada menit 120+5.

Jepang yang Lebih Dulu Merasakan Luka yang Sama

Bagi banyak pendukung Belgia, comeback atas Senegal langsung mengingatkan pada malam bersejarah di Rusia pada 2018. Saat itu, Jepang sempat membuat Belgia berada di tepi jurang eliminasi.

Genki Haraguchi membuka keunggulan Jepang pada menit ke-48. Empat menit berselang, Takashi Inui melepaskan tembakan jarak jauh yang membawa Jepang memimpin 2-0.

Belgia perlahan menemukan jalan keluar dari tekanan. Jan Vertonghen memperkecil ketertinggalan sebelum Marouane Fellaini menyamakan skor menjadi 2-2.

Ketika laga memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat yang berawal dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli muncul di posisi yang tepat untuk menuntaskan umpan Thomas Meunier dan memastikan kemenangan 3-2.

Jepang menjadi korban pertama comeback dua gol Belgia di fase gugur Piala Dunia. Kini, delapan tahun kemudian, Senegal merasakan pengalaman yang hampir identik.

Dua pertandingan itu dipisahkan oleh waktu yang panjang. Namun, keduanya memiliki pesan yang sama bahwa Belgia adalah tim yang tetap berbahaya hingga peluit akhir benar-benar berbunyi.

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (2/7/2026) dini hari WIB.

Timnas Inggris tak meraih kemenangan ini dengan mudah. Bahkan, fans The Three Lions dipaksa waswas hampir sepanjang pertandingan.

Tim besutan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain DR Kongo, Brian Cipenga, mencetak gol cepat pada menit ketujuh.

Inggris baru mampu bangkit selepas jeda minum pada babak kedua. Kapten Tiga Singa, Harry Kane, tampil sebagai penyelamat lewat dua gol. Itu memastikan pasukan Thomas Tuchel membalikkan keadaan sekaligus mengamankan tiket ke 16 besar.

Dua gol tersebut juga mengantar Kane menorehkan catatan istimewa. Penyerang Bayern Munchen itu menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker melakukannya saat menghadapi Kamerun pada perempat final Piala Dunia 1990.

Sudahi Rekor Buruk

Meski lolos, penampilan Inggris masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Lini pertahanan mereka beberapa kali tampak rapuh dan menjadi sorotan jelang duel melawan Meksiko pada babak berikutnya.

Performa yang kurang meyakinkan tentu tidak sepenuhnya memuaskan para pendukung Inggris. Namun, hasil akhir menjadi hal terpenting mengingat mereka berstatus favorit sebelum pertandingan dimulai.

Kemenangan comeback atas Republik Demokratik Kongo juga mengukir sejarah baru bagi Inggris. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil memenangi pertandingan Piala Dunia setelah tertinggal saat turun minum.

Catatan tersebut mengakhiri rekor sembilan pertandingan tanpa kemenangan setiap kali Inggris memasuki jeda babak pertama dalam posisi tertinggal.

Tak hanya itu, Inggris juga memutus rekor buruk yang telah bertahan selama enam dekade. Ini merupakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu, mengakhiri rangkaian 13 pertandingan tanpa mampu membalikkan keadaan ketika lawan mencetak gol pembuka.

Terakhir kali Inggris berhasil memenangi laga Piala Dunia setelah tertinggal lebih dulu terjadi pada final Piala Dunia 1966 saat menghadapi Jerman Barat.

Rekor Sempurna Kontra Wakil Afrika

Kemenangan atas Republik Demokratik Kongo juga memperpanjang rekor sempurna Inggris menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia.

Sebelumnya, mereka menaklukkan Kamerun 3-2 pada perempat final Piala Dunia 1990 dan mengalahkan Senegal 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pada 16 besar, Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca. Menariknya, stadion legendaris tersebut bukan tempat yang asing bagi The Three Lions. Dalam 88 pertandingan terakhir yang mereka lakoni di sana, Inggris hanya menelan dua kekalahan.

Idnews.top – Prancis vs Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan telak Les Bleus. Bermain di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB, Prancis menang 3-0 atas Swedia.

Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Prancis setelah mencetak dua gol pada menit ke-45 dan 74. Satu gol lainnya lahir melalui Bradley Barcola pada menit ke-53.

Keunggulan pertama Prancis hadir tepat sebelum turun minum melalui aksi Mbappe. Setelah itu, Barcola memperlebar jarak pada awal babak kedua sebelum Mbappe memastikan kemenangan lewat gol keduanya.

Hasil ini mengantarkan Prancis melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Swedia harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen tersebut.

Pada fase berikutnya, Prancis akan menghadapi Paraguay. Paraguay sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.

Mbappe Pecah Kebuntuan Jelang Turun Minum

Prancis tampil dominan sejak awal pertandingan dan terus menekan pertahanan Swedia. Mbappe bahkan sempat menjebol gawang lawan pada menit ke-20, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.

Peluang demi peluang terus diciptakan Les Bleus sepanjang babak pertama. Mbappe sempat membentur tiang gawang pada menit ke-32, sedangkan tendangan akrobatik Michael Olise pada menit ke-36 juga mengenai tiang.

Tekanan Prancis berlanjut hingga penghujung babak pertama. Olise kembali mengancam pada menit ke-42, tetapi sepakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-45. Kombinasi Olise, Ousmane Dembele, dan Mbappe dari situasi sepak pojok pendek dituntaskan sang kapten dengan penyelesaian akurat ke pojok gawang untuk membawa Prancis unggul 1-0.

Skor 1-0 bertahan hingga jeda pertandingan. Swedia kesulitan keluar dari tekanan dan minim peluang berbahaya sepanjang 45 menit pertama.

Barcola dan Mbappe Pastikan Tiket 16 Besar

Prancis langsung menambah keunggulan delapan menit setelah babak kedua dimulai. Kesalahan umpan pemain Swedia dimanfaatkan Aurelien Tchouameni sebelum Olise mengirim umpan matang kepada Barcola yang mengubah skor menjadi 2-0.

Gol tersebut membuat Prancis semakin percaya diri dalam mengendalikan permainan. Swedia berupaya bangkit, tetapi lini belakang Les Bleus tampil disiplin dan jarang memberikan ruang.

Pada menit ke-74, Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya. Menerima umpan terobosan presisi dari Olise, penyerang Prancis itu berlari tepat waktu sebelum melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut gawang untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Tambahan dua gol membuat Mbappe kini mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026. Jumlah itu membuatnya sejajar dengan Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas turnamen.

Olise juga melanjutkan performa impresifnya. Gelandang serang tersebut kini memimpin daftar assist Piala Dunia 2026 dengan lima assist.

Swedia memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-89 melalui Viktor Gyokeres. Namun, kiper Mike Maignan mampu menggagalkan tembakan keras sang penyerang sehingga gawang Prancis tetap aman.

Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Prancis menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0 dan melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Paraguay.

Pertemuan Meksiko vs Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan digelar di Mexico City Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WIB. Laga ini menjadi ujian berikutnya bagi salah satu tuan rumah turnamen yang tengah berada di laju positif.

El Tri menembus fase gugur dengan catatan sempurna: tiga kemenangan dari tiga laga fase grup tanpa kebobolan, plus enam gol tercipta. Mereka memuncaki Grup A dengan poin maksimal dan menjaga momentum di hadapan publik sendiri.

Ekuador tiba di fase ini sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup E. Kepercayaan diri pasukan Sebastian Beccacece meningkat setelah bangkit dan menaklukkan juara grup Jerman 2-1 pada partai terakhir.

Dengan dukungan lebih dari 80.000 penggemar, Meksiko menargetkan kelanjutan rekor tak terkalahkan mereka di turnamen, sementara Ekuador membawa semangat juang yang terbukti efektif saat membalikkan keadaan kontra Jerman.

Jadwal, Arena, dan Misi El Tri

Partai Meksiko vs Ekuador tersaji di Mexico City Stadium pada Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WIB. Atmosfer kandang yang masif menjadi modal tambahan bagi El Tri dalam misi menjaga kesempurnaan di babak 32 besar.

Meksiko datang dari fase grup dengan tiga clean sheet dan enam gol, performa yang memompa optimisme suporter bahwa kampanye mereka kali ini berpotensi menorehkan catatan spesial. Dominasi itu menempatkan mereka kukuh di puncak Grup A.

Di stadion sendiri, tim asuhan Javier Aguirre mengantongi rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan Piala Dunia. Sepanjang sejarah, Meksiko hanya dua kali kalah di kandang, dengan kekalahan terakhir terjadi pada kualifikasi melawan Honduras pada September 2013.

Performa Gemilang Meksiko di Fase Grup

Kampanye El Tri dibuka dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan, lewat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez. Mereka melanjutkan laju lewat hasil 1-0 melawan Korea Selatan, sebelum menutup dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Republik Ceko untuk mengamankan posisi teratas.

Aguirre, yang kini memasuki periode ketiganya menukangi Meksiko, membawa pengalaman panjang di pentas ini. Ia pernah tampil di Piala Dunia 1986 sebagai gelandang dan melatih El Tri pada edisi 2002. Pada kedua kesempatan tersebut, Meksiko mengemas dua kemenangan dan satu hasil imbang di babak grup, rekor yang kini telah dilampaui skuad saat ini.

Stabilitas lini belakang menjadi fondasi utama, tercermin dari tiga partai tanpa kebobolan. Efektivitas serangan juga terjaga melalui kontribusi Quinones dan Jimenez, yang kembali diharapkan memberi dampak pada fase gugur.

Ekuador dan Kebangkitan di Partai Penentu

Perjalanan Ekuador di Grup E berliku. Mereka memulai dengan kekalahan 1-0 dari Pantai Gading akibat gol menit ke-90, lalu ditahan 0-0 oleh Curacao meski melepaskan 27 tembakan ke gawang. Posisi mereka pun bergantung pada laga pamungkas.

Momen krusial hadir saat menghadapi Jerman. Leroy Sane sempat membawa lawan unggul cepat, namun Nilson Angulo segera menyamakan skor, sebelum Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan pada menit ke-77 untuk memastikan tiket 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Capaian ini menandai kedua kalinya Ekuador menembus fase gugur Piala Dunia, menyamai torehan 2006. Saat itu, tim yang dipimpin Ivan Hurtado lolos bareng tuan rumah, tetapi tersingkir 0-1 di babak 16 besar lewat tendangan bebas David Beckham.

Rekor Pertemuan, Kabar Tim, dan Perkiraan XI

Meksiko dan Ekuador telah bersua 28 kali. El Tri memimpin dengan 17 kemenangan, Ekuador meraih empat kemenangan, sementara tujuh laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir terjadi pada Oktober 2025 dalam uji coba internasional yang berakhir 1-1.

Di Piala Dunia, kedua tim baru sekali bertemu: fase grup 2002 yang dimenangi Meksiko 2-1. Catatan head-to-head itu menambah bumbu duel fase gugur kali ini di Mexico City.

Menjelang babak 16 besar, Meksiko tidak menghadapi masalah cedera. Javier Aguirre diperkirakan akan mengembalikan Raul Jimenez ke starting lineup setelah diistirahatkan kontra Republik Ceko. Raul Rangel akan tetap menjadi penjaga gawang utama, meskipun Guillermo Ochoa yang berusia 40 tahun sempat tampil melawan Republik Ceko, menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah, bersama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang tampil di enam Piala Dunia.

Di kubu lawan, Ekuador juga dilaporkan tidak memiliki masalah kebugaran atau cedera. Sebastian Beccacece diperkirakan tidak mengubah banyak komposisi dari tim yang menundukkan Jerman.

Perkiraan susunan pemain:

Meksiko: Rangel; Sanchez, Montes, Vasquez, Gallardo; Lira, Romo, Gutierrez; Alvarado, Jimenez, Quinones
Ekuador: Galindez; Franco, Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Caicedo, Vite, Angulo; Plata, Valencia

Idnews.Top – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Berbagi Kasih kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Kali ini, BRI Region 13 Malang menyalurkan bantuan paket sembako kepada Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program sosial yang dijalankan PKK BRI Region 13 Malang dengan total penyaluran 500 paket sembako senilai Rp100 juta. Paket bantuan tersebut diberikan kepada empat lembaga keagamaan di wilayah Malang Raya untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

YPPII Batu menjadi salah satu penerima manfaat dengan mendapatkan 125 paket sembako senilai sekitar Rp25 juta. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, kecap manis, dan teh celup.

Selanjutnya, paket sembako tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat melalui jaringan pelayanan YPPII Batu. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah lingkungan sekitar.

Selain YPPII Batu, program BRI Berbagi Kasih juga menjangkau tiga lembaga keagamaan lainnya, yakni Keuskupan Malang, Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), serta Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN).

Melalui program tersebut, BRI berharap dapat berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

Perwakilan PKK BRI Region 13 Malang, A. Antho Widyatmoko, mengatakan program BRI Berbagi Kasih merupakan bentuk nyata kepedulian BRI untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui program BRI Berbagi Kasih, kami ingin terus menumbuhkan semangat kepedulian dan berbagi kepada sesama. Kami berharap bantuan paket sembako ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat sinergi antara BRI dan berbagai lembaga keagamaan dalam menghadirkan dampak sosial yang positif bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BRI untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar A. Antho Widyatmoko.

Apresiasi dari YPPII Batu

Ketua Umum Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu, Pdt. Dr. Roland M. Octavianus, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan BRI melalui program BRI Berbagi Kasih.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi antara BRI dan YPPII Batu diharapkan dapat terus berlanjut agar manfaat yang diberikan semakin luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan paket sembako ini akan sangat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi bagian dari pelayanan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu,” katanya.

“Kami berharap kolaborasi yang baik seperti ini dapat terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Kepedulian yang ditunjukkan BRI melalui program ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar Pdt. Dr. Roland M. Octavianus.

Program BRI Berbagi Kasih menjadi salah satu inisiatif sosial BRI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan dan sosial, BRI berupaya menghadirkan manfaat yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui berbagai program sosial yang dilakukan secara berkelanjutan, BRI terus memperkuat komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membangun nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan.

Idnews.top – Sebuah langkah menarik dilakukan Chelsea beberapa waktu yang lalu. The Blues baru-baru ini merilis pernyataan dan kronologi kepergian Enzo Maresca dari Stamford Bridge yang mereka sebut sebagai akal bulus sang pelatih.

Di musim panas tahun 2024 kemarin, Chelsea menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala mereka yang baru. Mantan pelatih Leicester City itu diminta untuk menangani The Blues.

Setelah meraih kesuksesan di musim perdananya, banyak yang berekspektasi Maresca bakal membawa banyak kesuksesan bagi The Blues di musim 2025/2026. Namun nyatanya pelatih asal Italia itu secara mengejutkan berpisah dengan Chelsea di awal tahun kemarin.

Beberapa saat yang lalu, Enzo Maresca dikonfirmasi telah menjadi manajer baru Manchester City menggantikan Pep Guardiola. Namun Chelsea merilis sebuah pernyataan mengejutkan seputar penunjukkan tersebut.

Maresca Sudah Main Mata dengan City Sejak Akhir Tahun

Dalam keterangan resmi mereka, Chelsea mengungkapkan bahwa Enzo Maresca sebenarnya sudah sejak akhir tahun digoda Manchester City. Mereka menyebut sang pelatih tidak kuat iman dan jadi tidak fokus menangani The Blues.

“Pada musim gugur tahun lalu, mantan pelatih kepala Chelsea, Enzo Maresca memberi tahu klub bahwa terdapat kemungkinan dirinya akan menggantikan Pep Guardiola sebagai pelatih Manchester City pada akhir musim,” tulis pernyataan resmi Chelsea.

“Seiring berjalannya waktu, klub menyadari bahwa keinginan sang pelatih untuk menggantikan Guardiola sangat besar. Ia menunjukkan komitmen penuh untuk mengejar kesempatan tersebut, meskipun masih terikat kontrak jangka panjang dengan Chelsea dan tidak memiliki hak untuk mengakhiri kontrak tersebut secara sepihak.”

Bukan Dipecat Tapi Mengundurkan Diri

Chelsea juga meluruskan bahwa mereka tidak memecat Maresca di awal tahun kemarin. Sang pelatih memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya demi mengejar karir di Manchester City.

“Pada Desember 2025, Maresca secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya. Klub merasa sangat kecewa karena meyakini bahwa fokus dan komitmennya telah beralih kepada klub lain serta peluang baru tersebut, padahal ia baru bergabung dengan Chelsea pada tahun sebelumnya,” sambung Chelsea.

“Tidak ada klub yang menginginkan pergantian pelatih kepala di tengah musim. Namun, mengingat keputusannya untuk tidak lagi menjalankan tanggung jawab hingga akhir musim, Chelsea tidak memiliki pilihan selain melindungi para pemain, para pendukung, serta kehormatan klub dengan menerima pengunduran dirinya,” tutup pernyataan resmi Chelsea.

Manchester City Bayar Kompensasi

Dalam keterangan resmi mereka, Chelsea mengonfirmasi bahwa Manchester City membayar kompensasi kepada mereka untuk penunjukkan Maresca tersebut.

The Blues kabarnya menerima bayaran sekitar 17 juta pounds untuk melepas Maresca jadi juru taktik baru Manchester City.

Idnews.top – Pertandingan Afrika Selatan vs Kanada pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan drama hingga detik terakhir. Duel yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Senin (29/6/2026) WIB itu dimenangkan Kanada dengan skor tipis 1-0.

Laga Afrika Selatan vs Kanada berjalan ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling menciptakan peluang berbahaya. Ketika laga tampak akan berakhir tanpa gol, Stephen Eustaquio muncul sebagai pembeda.

Gelandang Kanada tersebut mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+2. Berkat kontribusi krusialnya, Eustaquio terpilih sebagai Man of the Match dalam pertandingan tersebut.

Gol Penentu Eustaquio Antar Kanada ke Babak Berikutnya

Afrika Selatan tampil cukup menjanjikan pada babak pertama dengan sejumlah kombinasi serangan yang merepotkan lini belakang Kanada. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama yang membuat peluang gagal berbuah gol.

Kanada juga memiliki kesempatan emas menjelang turun minum. Aubrey Modiba berhasil menyapu sundulan Moise Bombito di garis gawang sebelum Ronwen Williams melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Tajon Buchanan.

Setelah jeda, Kanada mengambil alih kendali permainan. Tembakan Tani Oluwaseyi sempat ditepis Williams, sementara Mbekezeli Mbokazi melakukan intersepsi penting untuk menghalau ancaman lanjutan.

Masuknya Alphonso Davies pada menit ke-75 meningkatkan intensitas serangan Kanada. Kecepatan dan kemampuan individunya memberi tekanan tambahan kepada pertahanan Afrika Selatan.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada masa stoppage time. Eustaquio menyambut bola pantul di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang bersarang di sudut bawah gawang.

Man of the Match yang Menentukan Nasib Kanada

Penampilan Stephen Eustaquio menjadi faktor pembeda dalam laga yang berlangsung sangat seimbang. Gol pada menit akhir memastikan Kanada melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

FIFA menilai kontribusi Eustaquio sangat menentukan hasil pertandingan. Gol tersebut memberi kemenangan penting bagi skuad asuhan Jesse Marsch setelah bekerja keras sepanjang laga.

Gol detik-detik akhir Stephen Eustaquio memberi Kanada kemenangan yang diraih melalui perjuangan keras atas Afrika Selatan.

Kemenangan ini membawa Kanada ke fase berikutnya untuk menghadapi pemenang laga Belanda melawan Maroko. Sementara itu, Afrika Selatan harus mengakhiri perjalanan mereka meski berhasil mencatat sejarah dengan mencapai fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Bagi Eustaquio, penghargaan Man of the Match menjadi pelengkap malam istimewa yang memastikan namanya tercatat sebagai pahlawan kemenangan Kanada. Satu sentuhan akurat pada menit akhir cukup untuk mengubah arah pertandingan dan menjaga mimpi Kanada tetap hidup di Piala Dunia 2026.