30 Oktober 2026

> BERITA LIGA INGGRIS

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA INGGRIS, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Idnews.top – David Raya terpilih sebagai Man of the Match dalam duel Sunderland vs Arsenal. Kiper asal Spanyol itu tampil gemilang dengan menjaga gawang The Gunners tetap bersih sepanjang pertandingan.

Arsenal melanjutkan start sempurna di Premier League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland. Bermain di Stadium of Light, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners berhasil membawa pulang tiga poin.

Arsenal harus bekerja keras untuk memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain ketat pada babak pertama. Bruno Guimaraes kemudian menjadi pembeda lewat gol spektakuler, sebelum Bukayo Saka memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti.

Tambahan tiga poin membuat Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Sunderland masih berada di posisi ke-14 dengan raihan empat poin.

Performa David Raya

Raya memainkan peran penting dalam keberhasilan Arsenal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Ia mencatatkan dua penyelamatan dan tidak kebobolan sepanjang 90 menit.

Salah satu penyelamatan penting Raya terjadi ketika Sunderland mendapatkan hadiah penalti. Ia mampu menggagalkan eksekusi Enzo Le Fee dengan menepis bola yang mengarah rendah ke sisi kirinya.

Selain dua penyelamatan, Raya juga mencatatkan satu penalty save. Berdasarkan data pertandingan, ia memiliki expected goals conceded (xGC) sebesar 1,67, tetapi tetap mampu menjaga gawang Arsenal tanpa kebobolan.

Penampilan tersebut membuat Raya terpilih sebagai Player of the Match versi Premier League. Ia mendapatkan 71 persen suara dalam pemungutan suara resmi.

Susunan Pemain

Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Reinildo Mandava, Dan Ballard, Kevin Danso, Nordi Mukiele; Noah Sadiki, Granit Xhaka; Nilson Angulo, Enzo Le Fee, Thomas Meunier; Brian Brobbey.

Pelatih: Regis Le Bris

Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel Magalhaes, Ezri Konsa, Ben White; Myles Lewis-Skelly, Declan Rice; Christos Tzolis, Martin Odegaard, Bukayo Saka; Kai Havertz.

Pelatih: Mikel Arteta

Idnews.top – Sebanyak tujuh pertandingan Premier League dimainkan pada Sabtu (12/9/2026) malam WIB hingga Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. Rangkaian laga tersebut membuat persaingan klasemen Liga Inggris 2026/2027 semakin menarik setelah memasuki pekan keempat.

Arsenal menjadi tim yang paling menonjol setelah menjaga rekor sempurna dengan empat kemenangan beruntun. The Gunners naik ke puncak klasemen berkat kemenangan 2-0 atas Sunderland di Stadium of Light.

Gol Bruno Guimaraes dan penalti Bukayo Saka memastikan Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Mereka juga memiliki selisih gol +7, unggul dari Manchester City yang baru memainkan tiga laga.

Manchester City berada di posisi kedua dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. The Citizens masih memiliki kesempatan kembali ke puncak karena baru akan menghadapi Manchester United pada Minggu (13/9) malam WIB.

Hull City menjadi kejutan di papan atas dengan menempati posisi ketiga melalui koleksi delapan poin dari empat laga. Chelsea berada di posisi keempat dengan tujuh poin setelah bermain imbang 2-2 saat menjamu Hull City.

Liverpool masih tertahan setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Fulham. The Reds baru mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan, sementara Tottenham Hotspur berada di posisi ke-17 dengan dua poin setelah bermain tanpa gol kontra Everton.

Nottingham Forest meraih kemenangan 2-1 atas Aston Villa, sedangkan Ipswich Town menang dramatis 3-2 atas Crystal Palace. Bournemouth dan Brentford juga berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 pada pekan keempat.

Hasil Pekan 4 Premier League 2026/2027

Sabtu, 12 September 2026

21.00 WIB – Aston Villa 1-2 Nottingham Forest
21.00 WIB – Bournemouth 1-2 Brentford
21.00 WIB – Chelsea 2-2 Hull City
21.00 WIB – Crystal Palace 2-3 Ipswich Town
21.00 WIB – Liverpool 0-0 Fulham
23.30 WIB – Tottenham Hotspur 0-0 Everton

Minggu, 13 September 2026

02.00 WIB – Sunderland 0-2 Arsenal

Jadwal Pekan 4 Premier League 2026/2027

Minggu, 13 September 2026

20.00 WIB – Coventry City vs Brighton and Hove Albion
22.30 WIB – Manchester United vs Manchester City

Selasa, 15 September 2026

02.00 WIB – Leeds United vs Newcastle United

Top Skor Premier League 2026/2027

3 Gol

Joao Pedro (Chelsea), Bruno Fernandes (Manchester United), Morgan Rogers (Chelsea), Erling Haaland (Manchester City), Alexander Isak (Liverpool), Bukayo Saka (Arsenal), Marcus Tavernier (Bournemouth), Kevin Schade (Brentford)

2 Gol

Rayan Cherki (Manchester City), Cole Palmer (Chelsea), Emersonn (Ipswich Town), Mohamed Belloumi (Hull City), Leif Davis (Ipswich Town), Jack Hinshelwood (Brighton), Anthony Elanga (Newcastle), Bryan Mbeumo (Manchester United), Martin Odegaard (Arsenal), Tyrick Mitchell (Crystal Palace), Kai Havertz (Arsenal), Josh King (Fulham), Vitaly Janelt (Brentford)

Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari lawatan ke markas Sunderland, Stadium of Light, Minggu (13/9/2026). Dalam laga pekan keempat Premier League itu, Arsenal menang 2-0 di markas Sunderland.

Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam 45 menit pertama pertandingan. Pertandingan berjalan alot sepanjang babak pertama berlangsung.

Pada babak kedua, tim tuan rumah sempat mendapatkan kans untuk unggul lebih dulu. Sayangnya, eksekusi penalti Enzo Le Fee pada menit ke-56 gagal dan tak mengubah keadaan.

Justru Arsenal berhasil membuka keunggulan dua menit kemudian. Bruno Guimaraes mencetak gol pembuka kemenangan the Gunners pada menit ke-58 setelah menerima umpan dari Declan Rice.

Skor 0-1 untuk keunggulan Arsenal seakan bakal menjadi akhir dari pertandingan. Namun, pada masa injury time, The Gunners mendapatkan penalti dari wasit, di mana di sisi lain Sunderland kehilangan pemainnya, Reinildo, karena kartu kuning kedua.

Bukayo Saka yang mengambil eksekusi penalti pada menit 90’+7 itu berhasil menggandakan keunggulan bagi The Gunners yang sukses mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0 dan membawa pulang tiga poin dari markas Sunderland.

Susunan Pemain

Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Nordi Mukiele, Kevin Danso, Daniel Ballard, Reinildo; Granit Xhaka, Noah Sadiki; Thomas Meunier, Enzo Le Fee, Nilson Angulo; Brian Brobbey
Pelatih: Regis Le Bris
Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Ben White, Ezri Konsa, Gabriel, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Christos Tzolis; Kai Havertz
Pelatih: Mikel Arteta

PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam WIB.

Laga ini menjadi momen yang dinantikan pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel. Arsitek asal Belanda tersebut antusias membawa timnya kembali tampil di GBT.

“Ya, pertama-tama saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus untuk memulai kembali pertandingan tandang pertama kami di Surabaya seperti musim lalu,” ujar Van Gastel pada Sabtu (12/9/2026).

“Saya sangat menantikannya untuk bermain di stadion seperti ini dengan banyak sekali pendukung. Jadi saya sangat bersemangat untuk berada di sini dan persiapan kami sejauh ini berjalan cukup baik,” lanjutnya.

Punya Memori Positif

PSIM punya kenangan manis saat bertandang ke markas Persebaya pada musim lalu. Laskar Mataram berhasil membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 berkat gol Ezequiel Vidal.

Bek PSIM, Jop van der Avert, juga mendapat cerita dari beberapa rekan setim yang bermain pada pertandingan tersebut. Ia mendapat gambaran mengenai atmosfer GBT yang begitu meriah.

“Ya, jadi ketika kami melakukan perjalanan ke sini saya bertanya kepada beberapa rekan yang bermain di pertandingan pertama di sini musim lalu saat liga dimulai,” kata Van der Avert.

“Mereka memberi tahu saya tentang stadion yang bagus dan atmosfer yang luar biasa. Jadi saya pikir ya, bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus. Mudah-mudahan bisa meraih tiga poin,” sambungnya.

Sama-sama Raih Satu Poin

Kedua tim kompak mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan hasil imbang. PSIM bermain 1-1 kontra Persita Tangerang, sedangkan Persebaya juga ditahan Bhayangkara FC dengan skor identik.

Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin. PSIM berada di peringkat ke-11, adapun Persebaya tepat berada satu tingkat di bawahnya.

Di sisi lain, PSIM memboyong 25 pemain untuk berhadapan dengan Bajul Ijo. Hanya penjaga gawang muda Athaullah Daib yang tidak ikut dalam rombongan Laskar Mataram.

Idnews.top – Lamine Yamal mencetak sejarah baru bersama Barcelona setelah mengenakan ban kapten dalam pertandingan melawan Feyenoord di Liga Champions. Menurut SPORT, pemain berusia 19 tahun itu menjadi pemain termuda yang memimpin Barcelona sebagai kapten dalam pertandingan kompetitif pada era modern.

Yamal mengambil alih ban kapten setelah Raphinha ditarik keluar dalam pertandingan tersebut. Ia mencatatkan pencapaian itu pada usia 19 tahun dan 58 hari, mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang Bojan Krkic dan Gavi.

Sebelum Yamal, Bojan dan Gavi sama-sama pernah menjadi kapten Barcelona dalam pertandingan kompetitif ketika berusia 20 tahun. Bojan melakukannya pada usia 20 tahun dan 61 hari, sedangkan Gavi mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya 15 hari lebih tua.

Pencapaian tersebut menambah daftar panjang tonggak penting dalam perkembangan karier Yamal. Ia sebelumnya sudah dipercaya menjadi salah satu kapten Barcelona dan kini mendapat kesempatan memimpin tim utama di panggung Liga Champions.

Yamal Ungguli Rekor Bojan dan Gavi

Joan Gamper menjadi kapten pertama dalam sejarah Barcelona setelah mengenakan ban kapten pada usia 21 tahun. Dalam era modern, Bojan dan Gavi menjadi dua pemain muda yang sebelumnya tercatat sebagai kapten Barcelona dalam pertandingan kompetitif.

Bojan pertama kali memimpin Barcelona pada usia 20 tahun dan 61 hari. Sementara itu, Gavi melakukannya 15 hari lebih tua dari Bojan, dengan kesempatan pertamanya juga menjadi bentuk penghargaan dari rekan-rekan setim setelah ia kembali dari cedera serius.

Yamal kini melewati kedua pemain tersebut dengan selisih hampir satu tahun. Tidak ada catatan yang diketahui mengenai kapten Barcelona yang lebih muda darinya, meski sumber tersebut tidak menutup kemungkinan seorang pemain muda pernah mengenakan ban kapten pada dua dekade pertama sejarah klub.

Yamal Nikmati Tanggung Jawab sebagai Kapten

Sebelum pertandingan melawan Feyenoord, Yamal sudah berbicara mengenai arti kepercayaan rekan-rekan setim yang memilihnya sebagai salah satu kapten Barcelona. Ia mengaku kehormatan tersebut memberinya rasa tanggung jawab yang lebih besar sekaligus membuatnya bangga.

Yamal menjalani debut bersama Barcelona pada usia 15 tahun setelah berkembang melalui akademi La Masia. Sebelum berusia 20 tahun, ia sudah menjadi bagian dari jajaran kapten tim utama dan sebelumnya juga pernah mendapat pengalaman mengenakan ban kapten di level akademi.

Pencapaian bersama Barcelona dan Spanyol membuat peran tersebut menjadi bagian lain dari perkembangan pesat kariernya. Yamal telah meraih tiga gelar La Liga dan satu Copa del Rey bersama Barcelona, serta memiliki gelar Piala Eropa dan Piala Dunia bersama Spanyol.

BolaIndonesia – Jadwal Liga Inggris pekan ke-4 musim 2026/2027 menghadirkan sejumlah pertandingan menarik. Dua laga yang paling mencuri perhatian adalah Sunderland vs Arsenal dan Manchester United vs Manchester City. Kedua pertandingan tersebut menjadi sajian utama yang dinantikan penggemar sepak bola Inggris pada akhir pekan ini.

Sunderland akan menjamu Arsenal di Stadium of Light pada Sabtu, 12 September 2026. Sehari setelahnya, giliran Manchester United menghadapi Manchester City dalam derby Manchester di Old Trafford.

Sunderland Vs Arsenal Jadi Laga Menarik

Arsenal datang ke markas Sunderland dengan status sebagai salah satu tim yang kembali memburu konsistensi di awal musim. The Gunners juga berstatus sebagai juara bertahan Premier League setelah memenangkan gelar musim lalu.

Pertandingan melawan Sunderland tidak bisa dianggap mudah. Bermain di Stadium of Light memberikan keuntungan tersendiri bagi tuan rumah. Sunderland juga mengawali musim dengan hasil yang cukup kompetitif.

Sunderland tercatat mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan awal Premier League. Mereka meraih kemenangan atas Fulham, bermain imbang melawan Brentford, kemudian kalah dari Ipswich Town. Tim asuhan Regis Le Bris juga meraih kemenangan atas Hull City di Carabao Cup pada pertengahan pekan.

Arsenal tentu harus tampil serius sejak menit pertama. Apalagi, laga tandang seperti ini dapat menjadi ujian mental bagi tim yang sedang berusaha menjaga posisi di papan atas.

Arsenal Punya Tantangan Berat di Stadium of Light

Pertandingan Sunderland vs Arsenal dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 20.00 waktu Inggris. Dalam waktu Indonesia, laga tersebut berlangsung pada Minggu dini hari.

Arsenal juga harus mengatur kondisi pemain karena mereka baru menjalani pertandingan Liga Champions melawan Napoli pada pertengahan pekan. Mikel Arteta dituntut melakukan rotasi dengan tepat agar kualitas permainan tetap terjaga.

Sunderland berpeluang memanfaatkan situasi tersebut. Dukungan suporter tuan rumah juga bisa membuat pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi.

Manchester United Vs Manchester City Jadi Duel Paling Panas

Selain Sunderland vs Arsenal, jadwal Liga Inggris pekan ke-4 juga menyajikan derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City.

Manchester United akan bertindak sebagai tuan rumah di Old Trafford pada Minggu, 13 September 2026. Pertandingan ini menjadi salah satu laga terbesar dalam pekan ke-4 Premier League.

Derby tersebut juga menjadi ujian besar bagi Michael Carrick. Setelah membawa Manchester United finis di posisi ketiga musim lalu dan kemudian mendapatkan posisi permanen, eks gelandang United tersebut menghadapi ekspektasi yang semakin tinggi.

Namun, perjalanan United pada awal musim belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka baru mencatat satu kemenangan dari tiga pertandingan Premier League, yaitu ketika menghadapi Ipswich Town.

Derby Manchester Bisa Jadi Penentu Momentum

Manchester City tentu tidak ingin pulang dari Old Trafford tanpa poin. Sementara itu, Manchester United membutuhkan hasil positif untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menunjukkan perkembangan di bawah Carrick.

Pertandingan ini berpotensi berlangsung terbuka karena kedua tim memiliki kualitas menyerang yang mumpuni. Selain adu taktik antara kedua pelatih, duel lini tengah dan efektivitas penyelesaian akhir dapat menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.

Bagi Manchester United, kemenangan atas rival sekota bisa menjadi momentum besar untuk membangun musim yang lebih konsisten. Sebaliknya, Manchester City akan berusaha memanfaatkan kelemahan United dan membawa pulang poin maksimal.

Jadwal Liga Inggris Pekan ke-4 Lengkap

Selain dua pertandingan besar tersebut, pekan ke-4 Premier League juga menghadirkan sejumlah laga menarik. Pada Sabtu, 12 September, terdapat Aston Villa vs Nottingham Forest, Bournemouth vs Brentford, Chelsea vs Hull City, Crystal Palace vs Ipswich Town, Liverpool vs Fulham, serta Tottenham Hotspur vs Everton.

Kemudian pada Minggu, 13 September, Coventry City bertemu Brighton sebelum Manchester United menjamu Manchester City. Pekan ke-4 ditutup dengan pertandingan Leeds United vs Newcastle United pada Senin, 14 September.

Dengan demikian, Sunderland vs Arsenal dan Manchester United vs Manchester City menjadi dua pertandingan yang paling layak mendapatkan perhatian. Arsenal harus menghadapi atmosfer Stadium of Light, sedangkan Manchester United dan Manchester City akan mempertaruhkan gengsi dalam derby Manchester.

Persaingan di Liga Inggris musim 2026/2027 pun semakin menarik. Hasil dari dua laga besar tersebut berpotensi memberikan pengaruh terhadap momentum masing-masing tim di awal musim.

Mikel Arteta Sengaja Bikin Arsenal Kesulitan, Ini Alasannya

Boladonesia – Mikel Arteta ternyata punya cara tidak biasa untuk mempersiapkan Arsenal menghadapi kerasnya kompetisi musim ini. Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku sengaja membuat skuad The Gunners mengalami berbagai situasi sulit selama pramusim.

Bukan untuk menghukum pemain, metode tersebut justru dirancang agar Arsenal mampu menghadapi masalah yang tidak terduga selama pertandingan resmi. Arteta ingin para pemain terbiasa beradaptasi ketika kondisi ideal tidak lagi mereka dapatkan.

Pendekatan tersebut kembali menjadi sorotan setelah Arsenal mengalami gangguan perjalanan menjelang pertandingan Liga Champions melawan Napoli. Masalah lalu lintas udara membuat perjalanan Arsenal ke Italia terganggu. Namun, situasi itu tidak membuat skuad kehilangan fokus. Arsenal tetap mampu meraih kemenangan 1-0 di markas Napoli.

Mikel Arteta Sengaja Mengganggu Rutinitas Arsenal

Mikel Arteta menjelaskan bahwa dirinya memang berusaha menciptakan situasi tidak nyaman selama masa persiapan. Tujuannya sederhana, yakni membuat pemain tidak bergantung pada rutinitas yang selalu berjalan sempurna.

Arteta mengaku senang menghadapi tantangan seperti itu. Menurutnya, jika sebuah masalah sudah pernah dialami saat latihan atau pramusim, pemain akan lebih siap ketika masalah serupa muncul dalam pertandingan sebenarnya.

Salah satu contoh yang dilakukan adalah mengubah waktu makan dan transportasi. Tim juga sengaja menggunakan rute berbeda agar pemain terbiasa menghadapi perubahan rencana secara mendadak.

Arteta bahkan pernah membuat pemain tiba lebih terlambat dari jadwal yang direncanakan. Semua itu dilakukan untuk menguji bagaimana pemain merespons tekanan tanpa kehilangan konsentrasi.

Dressing Room Juga Dibuat Tidak Nyaman

Metode Mikel Arteta tidak berhenti pada perjalanan tim. Arsenal juga menjalani sejumlah simulasi yang membuat kondisi sebelum pertandingan terasa berbeda dari biasanya.

Salah satunya adalah membuat ruang ganti lebih panas. Jumlah fasilitas seperti tempat tidur pijat juga pernah dikurangi. Arteta ingin pemain memahami bahwa tidak semua hal akan tersedia dalam kondisi ideal ketika mereka bertanding di kompetisi resmi.

Bagi Arteta, persoalan kecil dapat berkembang menjadi gangguan besar apabila pemain tidak memiliki kemampuan beradaptasi. Karena itu, Arsenal justru mencoba menghadirkan gangguan tersebut lebih awal.

Pendekatan ini menunjukkan betapa pentingnya aspek mental dalam filosofi kepelatihan Arteta. Ia tidak hanya mempersiapkan pemain dari sisi taktik dan fisik, tetapi juga melatih kemampuan mereka menghadapi situasi di luar kendali.

Tujuannya Agar Arsenal Tidak Mudah Panik

Mikel Arteta tidak ingin pemain Arsenal menjadikan kondisi eksternal sebagai alasan ketika performa mereka terganggu. Terlambat datang, perubahan jadwal, perjalanan panjang, atau kondisi ruang ganti yang tidak ideal harus bisa dihadapi tanpa kepanikan.

Filosofi tersebut terlihat jelas dalam perjalanan Arsenal ke Napoli. Gangguan penerbangan membuat persiapan mereka berubah, tetapi skuad tetap mampu tampil disiplin dan membawa pulang kemenangan.

Arteta ingin pengalaman seperti itu menjadi pelajaran penting. Ketika masalah kembali muncul di pertandingan lain, pemain diharapkan sudah memiliki respons yang tepat karena mereka pernah menghadapi simulasi serupa sebelumnya.

Arteta Ingin Arsenal Siap Menghadapi Apa Pun

Pendekatan Mikel Arteta memang terdengar ekstrem. Namun, bagi sang pelatih, kesulitan yang dibuat secara sengaja memiliki tujuan untuk membangun mental juara.

Arsenal harus menghadapi jadwal padat Premier League dan Liga Champions. Dalam kompetisi sepanjang musim, gangguan seperti keterlambatan perjalanan, perubahan jadwal, tekanan suporter, hingga kondisi fisik pemain merupakan sesuatu yang sulit dihindari.

Karena itu, Arteta ingin skuadnya memiliki kemampuan untuk tetap fokus dalam keadaan apa pun. Ia percaya tim yang mampu beradaptasi dengan cepat akan memiliki keuntungan besar ketika menghadapi situasi sulit.

Metode tersebut juga sejalan dengan karakter Arteta yang dikenal sangat detail dalam mempersiapkan Arsenal. Sebelumnya, ia bahkan pernah menggunakan berbagai simulasi tidak biasa untuk meningkatkan kewaspadaan pemain, termasuk menghadirkan situasi yang sengaja mengganggu konsentrasi mereka.

Arsenal Mulai Memetik Hasilnya

Kemenangan Arsenal atas Napoli menjadi contoh menarik dari filosofi tersebut. Gangguan perjalanan yang berpotensi mengacaukan persiapan justru berhasil dilewati tanpa mengganggu fokus tim.

Arteta kini berharap pengalaman tersebut menjadi bagian dari mentalitas baru Arsenal. Bagi sang pelatih, menghadapi masalah bukan berarti mencari alasan, melainkan mencari cara agar tim tetap menjalankan tugasnya.

Dengan metode pramusim yang sengaja dibuat sulit, Mikel Arteta ingin Arsenal menjadi tim yang tidak hanya kuat secara taktik, tetapi juga tangguh secara mental. Jika pendekatan tersebut terus membuahkan hasil, The Gunners bisa memiliki modal penting untuk menghadapi tekanan dalam perburuan gelar sepanjang musim.

Laga panas langsung tersaji di pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (12/9/2026) sore WIB.

Laga ini menjadi laga yang paling dinantikan dari BRI Super League. Banyak pihak yang melabeli duel Persija Jakarta Vs Persib Bandung sebagai Derby DÍndonesia. Ada pula yang menyebutnya El Clasico Indonesia.

Persija Jakarta dan Persib Bandung hadir dengan modal yang sama. Mereka sama-sama meraih kemenangan di pekan pertama BRI Super League 2026/2027 yang lalu.

Laga ini juga sangat spesial bagi kedua tim. Sebab, untuk kali pertama sejak 2019, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung bisa digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Ingin Akhiri Tren Buruk

Pertandingan melawan Persib Bandung kali ini sangat spesial bagi Persija Jakarta. Mereka sudah lama tidak menjamu rivalnya itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Terakhir kali hal itu terjadi pada musim 2019.

Motivasi Persija Jakarta pun semakin besar. Data terkini menunjukkan Macan Kemayoran tidak pernah menang atas Persib Bandung sejak 2023.

“Sebenarnya, saya juga baru mendengar itu pertama kali bahwa kami berhasil memenangkan pertandingan di Kalimantan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dan saya cukup terkejut,” kata pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (11/9/2026).

“Sekarang, setelah saya tahu bahwa kita belum pernah mengalahkan Persib Bandung sejak 2023 juga, saya merasa semakin bertekad untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dan bermain lebih kuat agar kita bisa menang. Jadi, saya akan memastikan kita mempersiapkan diri dengan baik untuk bisa menang di laga besok,” tegasnya.

Bikin Bobotoh Bangga

Sementara itu pelatih Persib Bandung sadar betul betapa pentingnya laga melawan Persija Jakarta. Ini adalah laga terbesar di sepak bola Indonesia belakangan ini.

Pentingnya laga melawan Persija Jakarta pun sudah tertanam dalam diri para pemain Persib Bandung. Mereka bertekad untuk meraih kemenangan di kandang Macan Kemayoran dan membuat Bobotoh bahagia.

“Persaingan antara Persib Bandung dan Persija adalah pertandingan sangat penting. Saya pikir semua pemain tahu pentingnya laga ini bagi para penggemar dan saya berharap kami bisa membuat para fans bangga setelah pertandingan,” jelas Igor Tolic.

Prakiraan Susunan Pemain

Persija Jakarta (3-4-3): Nadeo (Kiper), Ridho, Pankov, Kolinger (Belakang), Memija, Calonego, Loncar, Arhan (Tengah), Witan, Jeremejeff, Mamut (Depan).

Pelatih: Shin Tae-yong

Persib (4-3-3): Teja (Kiper), Kakang, Matricardi, Mutombo, Tanamal (Belakang), Haye, Notsuda, Klok (Tengah), Menalo, Sekulic, Peralta (Depan).

Pelatih: Igor Tolir

Prediksi Bola.com: 50-50

Sabtu, 12 September 2026

Pukul 15.00 WIB

Persib akan melakoni laga berat melawan Persija Jakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Laga kedua tim berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Laga ini dipastikan bakal menyedot perhatian publik pencinta sepak bola Indonesia. Rivalitas panjang kedua tim akan membuat pertandingan berjalan dengan tensi panas sejak menit awal.

Persib datang dengan modal positif setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor 3-1 di Bandung. Sementara itu, Persija dalam motivasi tinggi setelah mengalahkan tuan rumah Borneo FC dengan skor 1-0.

Dengan hasil ini, Persib dan Persija tentu berambisi mempertahankan tren positif, sekaligus mengamankan posisi di papan atas klasemen.

Secara statistik, Persib memang unggul atas Macan Kemayoran dalam lima pertemuan terakhir. Persib mencatatkan empat kemenangan dan satu kali hasil imbang.

Raihan positif tersebut tentunya ingin kembali dilanjutkan Skuad Maung dipertandingan nanti. Pelatih Persib, Igor Tolic bakal menyiapkan strategi khusus untuk meredam perlawanan Persija.

Igor juga bakal mengandalkan beberapa pemain yang berpotensi menjadi pembeda pada pertandingan nanti.

Mariano Peralta

Mariano Peralta bakal mendapat sorotan khusus dipertandingan nanti. Penyerang asal Argentina ini dikenal memiliki kecepatan serta pergerakan lincah yang dapat memberikan masalah bagi lini belakang Persija.

Kualitas tersebut sudah diperlihatkan Peralta dalam beberapa laga bersama Maung Bandung. Peralta bahkan menjadi penentu kemenangan Persib atas Manila Digger pada babak play-off AFC Champions League Two 2026/2027.

Peralta merupakan rekrutan anyar Persib musim ini. Dia datang ke Bandung dengan reputasi mentereng sebagai pemain terbaik BRI Super League 2025/2026 bersama Borneo FC.

Bersama Pesut Etam, Peralta sukses mencetak 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan yang telah dijalani.

Balsa Sekulic

Selain Mariano Peralta, Balsa Sekulic juga berpotensi menghadirkan ancaman berbahaya bagi Persija Jakarta. Pemain asal Montenegro tersebut dikenal memiliki naluri gol yang tinggi.

Ketajaman Balsa Sekulic bersama Persib sudah dibuktikan sejak awal musim. Dia sukses menyumbangkan satu gol ketika Maung Bandung mengalahkan PSM Makassar.

Gol tersebut lahir melalui pergerakan ciamik Balsa Sekulic dalam mencari ruang kosong untuk melepas tembakan.

Adam Alis

Duel Persib kontra Persija punya arti spesial bagi Adam Alis. Gelandang berusia 32 tahun tersebut akan menghadapi mantan klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Adam sempat menjadi bagian dari Skuad Macan Kemayoran pada musim 2015. Namun, kebersamaan Adam Alis bersama Persija hanya bertahan selama satu musim.

Meski menghadapi mantan klubnya, Adam tetap bakal bersikap profesional. Dia akan berusaha memberikan kontribusi maksimal untuk membantu Persib mengamankan tiga poin di kandang lawan.

Adam bahkan pernah menjadi mimpi buruk untuk Persija musim lalu. Dua golnya ke gawang Persija menjadi penentu kemenangan Persib dengan skor akhir 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda.

Bayern Munchen menunjukkan performa luar biasa saat mengawali kiprah di Liga Champions. Menghadapi Bodo/Glimt, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, raksasa Jerman itu tampil dominan dan akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak.

Meski Bodo/Glimt sempat memberikan perlawanan sengit pada babak pertama, Bayern Munchen perlahan meningkatkan intensitas permainan.

Penguasaan bola, peluang berkualitas, dan tekanan tanpa henti akhirnya membuat pertahanan tim asal Norwegia tersebut runtuh.

Harry Kane menjadi salah satu pemain yang berperan besar dalam pesta gol Bayern Munchen. Michael Olise juga tampil impresif dan menjadi bagian penting dari kemenangan besar Die Roten.

Usai pertandingan, Kane mengungkapkan satu karakter yang membuat Bayern semakin berbahaya: mereka justru semakin kuat ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Bodo/Glimt Sempat Merepotkan Bayern

Bodo/Glimt sebenarnya tidak datang ke Allianz Arena untuk sekadar menjadi korban. Pada babak pertama, mereka mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin.

Tim asal Norwegia itu menjaga blok pertahanan dengan baik sembari tetap berani melakukan serangan balik. Beberapa kali bahkan mampu menguji pertahanan Bayern melalui transisi cepat.

Namun, Bayern Munchen tetap memegang kendali pertandingan. Die Roten menguasai sebagian besar bola dan terus menciptakan peluang berbahaya.

Kiper Bodo/Glimt tampil gemilang dan beberapa kali menggagalkan peluang Bayern Munchen. Kane mengakui bahwa timnya memang harus bersabar untuk membongkar pertahanan lawan.

“Kami harus bersabar, tetapi saya pikir kami juga lebih baik pada babak pertama. Kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan bagus. Kami tetap tenang dan terus menggedor,” ujar Kane kepada DAZN.

Kesabaran tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Gol Awal Jadi Titik Balik

Menurut Harry Kane, gol pertama menjadi momen penting yang membuat Bayern Munchen semakin nyaman mengendalikan pertandingan.

Setelah berhasil memecah kebuntuan, Bayern bermain dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi. Tempo permainan pun meningkat dan Bodo/Glimt semakin kesulitan keluar dari tekanan.

Kane melihat fenomena tersebut bukan sesuatu yang kebetulan. Ia menilai Bayern memang memiliki karakter untuk berkembang seiring berjalannya pertandingan.

“Gol awal membantu kami. Musim lalu kami memperlihatkan bagaimana menjadi semakin kuat seiring pertandingan berjalan,” kata Kane.

Karakter tersebut menjadi salah satu ciri permainan Bayern di bawah asuhan Vincent Kompany.

Ketika pertandingan memasuki fase akhir, intensitas Bayern justru meningkat. Tekanan demi tekanan akhirnya membuat pertahanan Bodo/Glimt tidak mampu bertahan lebih lama.

Kane dan Olise Jadi Motor Pesta Gol Bayern Munchen

Kemenangan besar Bayern tidak lepas dari kontribusi sejumlah pemain kunci.

Kane kembali menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak, sementara Olise memberikan energi dan kreativitas yang membuat lini belakang Bodo/Glimt semakin kerepotan.

Kombinasi keduanya menjadi salah satu alasan Bayern mampu mengubah pertandingan yang awalnya cukup ketat menjadi sebuah pesta gol.

Bodo/Glimt memang mampu bertahan dengan baik pada awal laga. Namun, menghadapi Bayern yang terus meningkatkan tempo selama 90 menit merupakan tantangan yang sangat berat.

Begitu ruang mulai terbuka, Bayern Munchen langsung menghukum lawannya.

Kane pun menilai kemenangan tersebut sebagai hasil dari kerja keras tim yang mampu menjaga ketenangan dan terus memberikan tekanan hingga akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan.

Harry Kane Puas, Bayern Awali Liga Champions dengan Sempurna

Kemenangan atas Bodo/Glimt menjadi pembuka yang sangat positif bagi Bayern Munchen di Liga Champions.

Bukan hanya tiga poin yang berhasil diamankan, tetapi juga sebuah pernyataantim asuhan Kompany memiliki kemampuan untuk meningkatkan performa ketika pertandingan semakin berjalan. Kane pun mengaku sangat puas dengan hasil tersebut.

“Kami ingin menampilkan performa yang bagus dan mendapatkan tiga poin di depan para penggemar kami. Saya senang kami berhasil melakukannya,” tegas Kane.

Bayern kini kembali menunjukkan salah satu karakter terkuat mereka: semakin lama pertandingan berlangsung, semakin sulit dihentikan.

Bagi lawan-lawan berikutnya di Liga Champions, kemenangan atas Bodo/Glimt sekaligus menjadi peringatan.

Menghadapi Bayern selama 90 menit bukan hanya soal bertahan dari tekanan awal, tetapi juga harus mampu bertahan ketika Die Roten mulai menaikkan tempo permainan.

Dan jika Harry Kane serta Michael Olise terus tampil seperti ini, Bayern bisa menjadi salah satu tim yang paling menakutkan di kompetisi Eropa musim ini.