31 Oktober 2026

> BERITA LIGA INGGRIS

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA INGGRIS, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Idnews.top – Xabi Alonso menilai Chelsea menunjukkan performa profesional dan solid saat mengalahkan Fulham pada laga pembuka Liga Inggris 2026/2027. Kemenangan 4-2 di Craven Cottage, Selasa (25/8/2026) dini hari WIB, menjadi awal positif bagi sang pelatih di kompetisi domestik.

Chelsea langsung membuka keunggulan ketika laga baru berjalan 32 detik melalui Joao Pedro. Fulham sempat menyamakan skor lewat Joshua King, tetapi Morgan Rogers membawa The Blues kembali unggul sebelum Cole Palmer memperlebar keunggulan setelah jeda.

Fulham kembali memperkecil ketertinggalan melalui Gonzalo Garcia. Chelsea tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang tiga poin dari markas rival sekota.

Alonso mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi dari permainan timnya. Namun, ia senang karena Chelsea mampu melewati berbagai situasi sulit dan menunjukkan kematangan yang dibutuhkan sepanjang musim.

Alonso Puji Performa Profesional Chelsea

Alonso menilai kemenangan di kandang Fulham bukan hasil yang mudah diraih. Menurutnya, pertandingan berjalan intens dan Chelsea harus mampu mengelola berbagai fase permainan sebelum memastikan kemenangan.

Chelsea sempat kehilangan kontrol selama sekitar 10 menit setelah Fulham mencetak gol penyama kedudukan. Alonso kemudian melihat timnya melakukan perbaikan dan tampil lebih nyaman ketika memasuki babak kedua.

“Rasanya sangat bagus, tentu saja. Kami tahu betapa sulitnya memenangkan pertandingan Liga Inggris, apalagi pertandingan Liga Inggris tandang,” kata Alonso di situs resmi klub.

“Kami mempersiapkan diri untuk pertandingan yang intens, dan saya merasa ini adalah penampilan yang sangat profesional, solid, menunjukkan kedewasaan dan mampu mengelola momen-momen sulit,” lanjutnya.

Chelsea Belajar Mengontrol Momen Sulit

Alonso menilai kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki Chelsea. Ia ingin para pemain memahami bahwa pertandingan Liga Inggris tidak selalu dapat dikendalikan sesuai rencana.

Sang pelatih juga menekankan bahwa pengelolaan pertandingan harus berjalan beriringan dengan penerapan taktik. Kemenangan atas Fulham menjadi bagian dari proses Chelsea untuk terus berkembang.

“Kami mendapatkan keunggulan cukup cepat dan memiliki peluang untuk mencetak gol kedua, tetapi setelah penyama kedudukan, kami melewati 10 menit ketika kami tidak memilih momen yang tepat untuk melakukan pressing dan pergerakan,” ujar Alonso.

“Kami memperbaikinya dengan baik dan pada babak kedua kami merasa nyaman tanpa bola serta mampu mengontrol pertandingan. Ini adalah performa yang bisa kami bangun untuk masa depan,” tambahnya.

Alonso Senang Bisa Rayakan Kemenangan Bersama Fans

Setelah peluit akhir berbunyi, Alonso dan para pemain Chelsea menghampiri suporter yang hadir di Craven Cottage. Momen tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan antara pemain dan pendukung sejak awal musim.

Alonso juga merasakan antusiasme suporter sebelum pertandingan dimulai. Ia senang karena para pemain mampu memberikan penampilan serius dan menunjukkan usaha maksimal hingga pertandingan berakhir.

“Kami senang memainkan pertandingan Liga Inggris pertama musim ini. Pertandingan resmi Liga Inggris pertama saya bersama Chelsea terasa luar biasa, di stadion ini bersama fans kami dan merayakannya bersama mereka,” tutur Alonso.

“Saya melihat wajah-wajah yang bahagia pada akhirnya dan penting untuk menciptakan ikatan ini. Ini masih awal, pertandingan pertama, tetapi merupakan awal yang bagus,” pungkasnya.

Rapor Pemain Chelsea vs Fulham: Trio Depan Bersinar

BolaIndonesia – Chelsea mengawali Premier League 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Bertandang ke Craven Cottage, The Blues sukses mengalahkan Fulham dengan skor 3-2 dalam laga yang sekaligus menjadi debut kompetitif Xabi Alonso sebagai pelatih.

Hasil Fulham vs Chelsea tersebut memperlihatkan dua wajah berbeda. Di satu sisi, lini depan Chelsea tampil sangat menjanjikan. João Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer sama-sama mencetak gol dan menjadi sumber utama ancaman bagi pertahanan Fulham. Di sisi lain, penampilan Robert Sánchez menjadi perhatian setelah sang kiper melakukan sejumlah kesalahan yang berkontribusi terhadap dua gol tuan rumah.

Chelsea Langsung Tampil Agresif

Chelsea tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Pertandingan baru berjalan sekitar 31 detik ketika Cole Palmer memberikan umpan kepada João Pedro. Penyerang asal Brasil tersebut kemudian melakukan penyelesaian cerdik untuk membawa Chelsea unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi awal dari penampilan impresif trio lini depan Chelsea. Palmer bergerak aktif di antara lini, João Pedro memberikan ancaman dari posisi penyerang, sedangkan Morgan Rogers menunjukkan kemampuan eksplosif sejak debut kompetitifnya bersama The Blues.

Fulham memang sempat menyamakan kedudukan melalui Josh King. Namun, Chelsea kembali menemukan momentum sebelum babak pertama berakhir.

Morgan Rogers Langsung Bersinar

Morgan Rogers mendapatkan sorotan khusus setelah mencetak gol dalam debutnya di Premier League bersama Chelsea. Pemain Inggris tersebut memanfaatkan assist dari Maxence Lacroix untuk membawa The Blues kembali unggul 2-1.

Performa Rogers menjadi salah satu sisi positif terbesar dalam pertandingan ini. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga mampu membangun kombinasi dengan Palmer dan João Pedro.

Kehadiran Rogers membuat lini serang Chelsea terlihat lebih dinamis. Pergantian posisi di antara ketiga pemain tersebut membuat pertahanan Fulham kesulitan menentukan pemain yang harus dikawal.

Cole Palmer Kembali Menunjukkan Kelasnya

Cole Palmer juga pantas mendapatkan rapor tinggi. Setelah melewati musim sebelumnya yang terganggu masalah kebugaran, Palmer menunjukkan tanda-tanda kembali ke performa terbaik.

Palmer menciptakan assist untuk gol João Pedro dan kemudian mencetak gol ketiga Chelsea pada awal babak kedua. Kombinasinya dengan João Pedro menjadi salah satu momen paling berbahaya bagi Fulham.

Dengan kontribusi satu gol dan satu assist, Palmer kembali memperlihatkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain terpenting Chelsea.

João Pedro Jadi Ancaman Utama

João Pedro menjadi pemain Chelsea lainnya yang tampil menonjol. Gol cepatnya memberikan kepercayaan diri kepada tim sejak awal pertandingan.

Penyerang Brasil tersebut juga tidak berhenti setelah mencetak gol. João Pedro terus bergerak mencari ruang dan terlibat dalam proses terciptanya gol Palmer.

Trio João Pedro, Palmer, dan Rogers menjadi alasan utama Chelsea mampu mencetak tiga gol di markas Fulham. Ketiganya terlihat memiliki koneksi yang menjanjikan dalam sistem permainan Xabi Alonso.

Robert Sánchez Jadi Titik Lemah Chelsea

Jika lini depan mendapatkan banyak pujian, Robert Sánchez justru menjadi titik lemah Chelsea. Kiper asal Spanyol tersebut dinilai kurang meyakinkan sepanjang pertandingan.

Sánchez melakukan kesalahan ketika Fulham mencetak gol pertama melalui Josh King. Ia juga gagal mengamankan situasi yang kemudian dimanfaatkan Gonzalo García untuk mencetak gol kedua Fulham.

Kesalahan tersebut membuat Chelsea harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan. Padahal, secara ofensif The Blues mampu menciptakan cukup banyak peluang.

Masalah di posisi penjaga gawang menjadi pekerjaan rumah penting bagi Xabi Alonso. Chelsea bahkan masih memiliki Mike Penders sebagai opsi persaingan di posisi tersebut.

Rapor Pemain Chelsea

Berikut rapor pemain Chelsea dalam kemenangan 3-2 atas Fulham:

Robert Sánchez – 4/10: melakukan kesalahan pada dua gol Fulham.
Josh Acheampong – 8/10: solid dalam bertahan dan melakukan sejumlah intervensi penting.
Maxence Lacroix – 8/10: tampil impresif dalam debutnya dan memberikan assist.
Levi Colwill – 5/10: beberapa kali kesulitan membaca serangan Fulham.
Malo Gusto – 6/10: cukup disiplin membantu pertahanan.
Reece James – 6/10: bekerja keras menjaga keseimbangan tim.
Romeo Lavia – 6/10: membantu sirkulasi bola sebelum digantikan.
Jorrel Hato – 6/10: aktif membawa bola dari sisi kiri.
Cole Palmer – 8/10: satu gol dan satu assist.
Morgan Rogers – 8/10: mencetak gol pada debutnya dan tampil agresif.
João Pedro – 8/10: mencetak gol pembuka dan menjadi ancaman sepanjang laga.
Debut Xabi Alonso Berakhir Manis

Kemenangan atas Fulham memberikan awal yang sangat positif bagi Xabi Alonso. Chelsea mampu menunjukkan sepak bola menyerang yang cepat dan dinamis, terutama melalui kombinasi trio João Pedro, Palmer, dan Rogers.

Namun, kemenangan ini juga memperlihatkan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Chelsea tidak boleh terlalu sering memberikan kesempatan kepada lawan akibat kesalahan individu di lini belakang.

Secara keseluruhan, rapor pemain Chelsea vs Fulham memperlihatkan bahwa lini depan menjadi modal besar The Blues musim ini. Jika masalah di bawah mistar dapat diperbaiki, Chelsea berpotensi menjadi salah satu tim yang menarik untuk diperhatikan sepanjang Premier League 2026/2027.

Kesimpulan: Chelsea menang 3-2 atas Fulham berkat ketajaman João Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer. Trio lini depan tampil gemilang, sementara Robert Sánchez menjadi titik lemah yang perlu segera dibenahi oleh Xabi Alonso.

Manchester City Comeback 2-1, Cherki Gemilang, Haaland Mandul

BolaIndonesia – Manchester City comeback secara dramatis saat menghadapi Bournemouth pada laga pembuka Premier League 2026/27. The Citizens berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 2-1 di Etihad Stadium. Rayan Cherki menjadi salah satu pemain yang tampil gemilang dalam kemenangan tersebut.

Sempat tertinggal lebih dari 80 menit, Manchester City akhirnya membalikkan keadaan melalui Marc Guéhi dan Joško Gvardiol. Rayan Cherki menjadi salah satu pemain paling menentukan setelah masuk dari bangku cadangan dan menyumbangkan dua assist.

Manchester City Sempat Tertinggal dari Bournemouth

Manchester City sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan terus mencoba membangun serangan. Namun, Bournemouth justru mampu mencuri keunggulan pada menit ke-26.

Marcus Tavernier memanfaatkan kesalahan di lini belakang City untuk membawa Bournemouth unggul 1-0. Gol tersebut membuat tekanan kepada Maresca semakin besar karena permainan City terlihat belum sepenuhnya padu.

Beberapa peluang berhasil diciptakan tuan rumah. Namun, penyelesaian akhir Manchester City belum maksimal. Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang mendapatkan peluang, tetapi striker Norwegia tersebut belum mampu menemukan ketajamannya di depan gawang.

Rayan Cherki Jadi Kunci Manchester City Comeback

Perubahan penting terjadi ketika Rayan Cherki masuk pada babak kedua. Pemain asal Prancis tersebut langsung memberikan energi baru dalam permainan Manchester City.

Cherki menunjukkan kualitas kreativitasnya dengan menghadirkan ancaman dari sisi serangan. Tidak hanya mampu membawa bola melewati tekanan lawan, ia juga memiliki visi untuk menemukan rekan setim di area berbahaya.

Dampaknya langsung terlihat pada menit ke-84. Cherki mengambil sepak pojok dan mengirimkan bola akurat ke kotak penalti. Marc Guéhi kemudian menyambut umpan tersebut dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Cherki Kembali Jadi Kreator Gol Kemenangan

Belum berhenti di sana, Cherki kembali menjadi aktor penting pada masa injury time.

Pada menit ke-90+1, Manchester City mendapatkan momentum serangan. Cherki kembali mengirimkan umpan berbahaya yang kemudian dimanfaatkan Joško Gvardiol untuk mencetak gol kemenangan.

Gol tersebut sempat dianulir karena dianggap offside. Namun, pemeriksaan VAR akhirnya mengesahkan gol Gvardiol.

Etihad Stadium pun meledak. Manchester City yang sebelumnya terlihat frustrasi akhirnya mengamankan kemenangan 2-1 lewat dua gol dalam tujuh menit terakhir.

Haaland Mandul Saat Manchester City Comeback

Di balik kemenangan dramatis tersebut, perhatian juga tertuju kepada Erling Haaland.

Striker andalan Manchester City itu belum mampu mencetak gol dalam pertandingan ini. Haaland memang mendapatkan beberapa peluang, tetapi penyelesaian akhirnya belum berada pada level terbaik.

Kondisi tersebut sebenarnya cukup wajar mengingat sejumlah pemain City baru kembali setelah menjalani periode panjang bersama tim nasional di Piala Dunia. Maresca juga menilai beberapa pemainnya masih membutuhkan waktu untuk kembali mencapai kondisi fisik terbaik.

Namun, Haaland tetap menjadi pemain yang sangat penting bagi proyek baru Manchester City. Ketika ritmenya sudah kembali, lini depan City diprediksi akan jauh lebih berbahaya.

Maresca Bawa Manchester City Raih Kemenangan Comeback

Kemenangan atas Bournemouth memberikan modal berharga bagi Maresca dalam pertandingan liga pertamanya sebagai manajer Manchester City.

Memang masih terdapat banyak pekerjaan rumah. City terlihat belum sepenuhnya menemukan keseimbangan permainan, sementara beberapa eksperimen taktik juga masih membutuhkan penyesuaian.

Namun, kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit menjadi sinyal positif. Manchester City tidak menyerah meski waktu pertandingan semakin menipis.

Maresca pun mendapatkan kemenangan yang sangat penting sekaligus emosional dalam debutnya di Premier League bersama City.

Cherki Jadi Senjata Baru Manchester City

Performa Cherki menjadi salah satu hal paling menarik dari pertandingan ini.

Dua assist dalam situasi pertandingan yang sangat sulit menunjukkan bahwa pemain Prancis tersebut memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Kreativitasnya dapat menjadi elemen penting bagi Manchester City di era pasca-Pep Guardiola.

Bahkan, Maresca telah memberikan sinyal bahwa Cherki berpeluang mendapatkan tempat sebagai starter setelah menunjukkan dampak besar dari bangku cadangan.

Jika Cherki mampu mempertahankan performa seperti ini, Manchester City memiliki tambahan kreator yang dapat membantu Haaland mendapatkan lebih banyak peluang.

Manchester City Comeback Jadi Modal Penting

Kemenangan 2-1 atas Bournemouth bukan sekadar tiga poin. Hasil ini menunjukkan bahwa Manchester City masih memiliki mentalitas untuk bertarung hingga menit terakhir.

Cherki menjadi bintang comeback dengan dua assist, sementara Guéhi dan Gvardiol menjadi pencetak gol penentu.

Haaland memang belum tajam, tetapi musim masih sangat panjang. Jika striker Norwegia tersebut kembali menemukan insting mencetak gol dan Cherki terus memberikan kreativitas, Manchester City bisa menjadi ancaman serius bagi para rivalnya.

Era baru Maresca pun dimulai dengan cara yang dramatis: tertinggal, tertekan, tetapi akhirnya menang.

Man of the Match Newcastle Liverpool: Szoboszlai Bersinar

BolaIndonesia – Dominik Szoboszlai terpilih sebagai Man of the Match Newcastle vs Liverpool pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Gelandang Liverpool tersebut tampil sebagai penentu setelah mencetak gol penyama kedudukan melalui penalti pada menit ke-90+9.

Liverpool harus bekerja keras ketika bertandang ke St James’ Park, Minggu (23/8/2026). Pertandingan berlangsung dramatis dan berakhir dengan skor 2-2. Hasil tersebut membuat The Reds gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertama mereka di bawah pelatih baru, Andoni Iraola.

Namun, Liverpool terhindar dari kekalahan berkat ketenangan Szoboszlai dalam mengeksekusi penalti pada detik-detik terakhir pertandingan.

Man of the Match Newcastle Liverpool

Pertandingan Newcastle vs Liverpool berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Newcastle mampu membuka keunggulan melalui Anthony Elanga pada menit kelima. Liverpool kemudian merespons setelah jeda dan menyamakan skor lewat Cody Gakpo pada menit ke-55.

Hanya berselang dua menit, Joe Willock kembali membawa Newcastle unggul 2-1. Liverpool pun harus mengejar ketertinggalan hingga penghujung pertandingan.

The Reds sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Liverpool mencatat 27 tembakan, termasuk tujuh yang mengarah ke gawang, sedangkan Newcastle membuat 13 percobaan dengan empat tembakan tepat sasaran.

Meski demikian, rapatnya pertahanan Newcastle membuat Liverpool kesulitan menemukan gol kedua.

Penalti Dramatis pada Menit 90+9

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Newcastle, drama besar terjadi pada masa injury time.

Liverpool mendapatkan hadiah penalti setelah Victor Muñoz dijatuhkan Lewis Hall di area terlarang. Keputusan tersebut kemudian tetap berlaku setelah pemeriksaan VAR.

Szoboszlai mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Tekanan tentu sangat besar karena satu tendangan tersebut menentukan apakah Liverpool pulang tanpa poin atau membawa satu angka.

Gelandang asal Hungaria itu tidak melakukan kesalahan. Ia melepaskan tendangan penalti dengan tenang dan mengarahkan bola ke sudut gawang Newcastle.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2 dan menjadi sentuhan terakhir yang sangat penting dalam pertandingan.

Kapten Liverpool Menunjukkan Mentalitas

Status Szoboszlai sebagai kapten Liverpool membuat momen tersebut semakin penting. Ia berani mengambil tanggung jawab ketika tim membutuhkan pemain dengan mental kuat.

Eksekusi pada menit ke-90+9 juga menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Liverpool berada dalam situasi sulit karena Newcastle sudah berada beberapa detik dari kemenangan.

Alih-alih menyerah, Szoboszlai tampil sebagai pemain yang memberikan harapan terakhir kepada timnya.

Gol tersebut bukan sekadar penyama kedudukan. Penalti Szoboszlai menyelamatkan Liverpool dari kekalahan sekaligus memberikan satu poin dalam laga pembuka musim.

Performa Penting di Laga Pembuka Musim

Penghargaan Man of the Match Newcastle vs Liverpool kepada Szoboszlai menjadi bukti betapa pentingnya kontribusinya dalam pertandingan tersebut.

Liverpool memang belum menunjukkan performa sempurna di bawah Iraola. Pertahanan mereka masih beberapa kali memberikan ruang kepada Newcastle, sementara tuan rumah mampu memanfaatkan momentum dengan baik.

Akan tetapi, Liverpool menunjukkan daya juang hingga menit terakhir. Szoboszlai menjadi simbol dari semangat tersebut.

Bagi Iraola, hasil imbang 2-2 tentu belum ideal. Namun, mendapatkan satu poin dari pertandingan tandang yang penuh tekanan bisa menjadi modal awal bagi Liverpool untuk membangun momentum.

Newcastle Harus Kecewa

Di sisi lain, Newcastle pantas merasa kecewa. The Magpies sudah dua kali memimpin pertandingan dan berada sangat dekat dengan kemenangan.

Gol Willock pada menit ke-57 membuat Newcastle berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga masa injury time.

Sayangnya, penalti pada menit-menit terakhir menggagalkan kemenangan yang sudah berada di depan mata.

Meski gagal mendapatkan tiga poin, Newcastle memperlihatkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan serius kepada Liverpool.

Szoboszlai, Sosok Penentu di St James’ Park

Pada akhirnya, skor 2-2 menjadi hasil akhir Newcastle vs Liverpool. Anthony Elanga dan Joe Willock mencetak gol untuk tuan rumah, sedangkan Gakpo dan Szoboszlai menjadi pencetak gol Liverpool.

Di tengah pertandingan yang penuh drama tersebut, Dominik Szoboszlai muncul sebagai pemain paling menentukan.

Gol penalti pada menit ke-90+9 bukan hanya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan, tetapi juga mengantarkan sang gelandang meraih penghargaan Man of the Match versi Premier League.

Jika mampu mempertahankan mentalitas dan kepemimpinan seperti ini, Szoboszlai berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam era baru Liverpool bersama Iraola.

Untuk pertandingan pembuka musim yang penuh tekanan, satu hal sudah terlihat jelas: ketika Liverpool membutuhkan penyelamat, Dominik Szoboszlai tampil pada saat yang paling menentukan.

Man City Comeback, Cherki Gemilang

BolaIndonesia – Manchester City membuka perjalanan di Premier League 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. The Citizens berhasil melakukan comeback dan mengalahkan Bournemouth dengan skor 2-1 di Etihad Stadium, Minggu (23/8/2026). Kemenangan ini sekaligus menjadi awal yang emosional bagi Enzo Maresca dalam pertandingan liga pertamanya sebagai manajer City.

Bournemouth sempat membuat tuan rumah berada dalam tekanan setelah Marcus Tavernier mencetak gol pembuka pada menit ke-26. Manchester City sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus mencari celah di pertahanan lawan, tetapi penyelesaian akhir mereka belum maksimal.

Manchester City Sempat Kesulitan

Sejak awal pertandingan, Manchester City mencoba mengambil kendali permainan. Namun, Bournemouth mampu bertahan dengan disiplin dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik.

Gol Tavernier membuat situasi semakin sulit bagi City. Tim asuhan Maresca harus bermain lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi belum ada yang berbuah gol.

Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan. Striker asal Norwegia tersebut memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, tetapi belum mampu menemukan ketajamannya di depan gawang Bournemouth. Penjaga gawang Bournemouth, Djordje Petrovic, juga tampil baik dalam menggagalkan peluang City.

Situasi tersebut membuat City harus mencari solusi dari lini lain. Ketika pertandingan memasuki babak kedua, Maresca akhirnya memasukkan Rayan Cherki pada menit ke-63.

Cherki Jadi Pembeda Manchester City

Keputusan tersebut terbukti sangat penting. Cherki langsung memberikan energi baru dalam permainan Manchester City.

Pemain asal Prancis itu tampil kreatif dan mampu memberikan variasi serangan yang sebelumnya sulit ditemukan City. Kehadirannya membuat lini belakang Bournemouth semakin tertekan.

Puncaknya terjadi pada menit ke-84. Cherki mengambil tendangan sudut yang kemudian disambut Marc Guéhi dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat Manchester City dan para pendukung di Etihad Stadium.

Belum berhenti sampai di sana, Cherki kembali menunjukkan kualitasnya pada masa injury time. Ia memberikan umpan yang membuka ruang bagi Joško Gvardiol. Bek Manchester City tersebut kemudian melepaskan penyelesaian yang membawa City berbalik unggul 2-1.

Gol Gvardiol sempat dinyatakan offside. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan VAR, gol tersebut akhirnya disahkan. Manchester City pun memastikan comeback dramatis dengan dua gol pada menit-menit akhir.

Cherki Gemilang, Maresca Punya Senjata Baru

Performa Cherki menjadi salah satu cerita utama dari kemenangan Manchester City. Masuk sebagai pemain pengganti, ia justru menjadi aktor penting di balik dua gol comeback.

Dua assist tersebut menunjukkan bahwa Cherki memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Kreativitas, kontrol bola, dan keberaniannya dalam mengambil keputusan menjadi modal penting bagi City pada musim baru.

Maresca sendiri mendapatkan awal yang sangat positif. Meski permainan timnya masih belum sepenuhnya meyakinkan, kemenangan tersebut menunjukkan bahwa Manchester City memiliki karakter untuk bangkit ketika berada dalam situasi sulit.

Haaland Belum Tajam, tetapi Tetap Berbahaya

Di tengah gemilangnya Cherki, performa Haaland justru menjadi perhatian. Sang striker belum mencetak gol dalam pertandingan ini dan beberapa peluang yang didapatkannya belum mampu dikonversi menjadi gol.

Namun, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Haaland sedang kehilangan ketajamannya. Maresca menyebut sejumlah pemain City baru kembali setelah menjalani Piala Dunia sehingga kondisi fisik mereka belum berada pada level terbaik.

Haaland tetap menjadi pemain penting dalam sistem Manchester City. Jika kebugarannya semakin meningkat dan koneksi dengan pemain kreatif seperti Cherki semakin matang, ancaman City di lini depan berpotensi menjadi jauh lebih besar.

Era Baru Manchester City Dimulai dengan Comeback

Kemenangan atas Bournemouth menjadi pembuka yang penuh drama bagi Manchester City di era Maresca. Setelah tertinggal selama sebagian besar pertandingan, City akhirnya mampu membalikkan keadaan lewat kontribusi besar Cherki, Guéhi, dan Gvardiol.

Hasil ini memang belum menghapus seluruh pertanyaan mengenai permainan Manchester City. Namun, satu hal sudah terlihat jelas: City memiliki mental untuk bangkit dan Cherki bisa menjadi salah satu senjata penting mereka musim ini.

Sementara Haaland masih mencari sentuhan terbaiknya, Manchester City tetap berhasil mendapatkan tiga poin berharga. Jika para pemain kunci mulai mencapai kondisi terbaik, The Citizens berpotensi tampil semakin kuat dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Comeback Manchester City atas Bournemouth bukan sekadar kemenangan. Ini menjadi sinyal awal bahwa era baru di Etihad Stadium bisa menghadirkan cerita menarik sepanjang musim 2026/2027.

Idnews.top – AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Samuel Chukwueze terpilih sebagai Man of the Match berkat kontribusi pentingnya dalam keberhasilan Rossoneri membawa pulang tiga poin.

Alphadjo Cisse membuka keunggulan AC Milan pada menit ke-64 setelah memanfaatkan peluang di kotak penalti. Adrien Rabiot kemudian menggandakan keunggulan tiga menit berselang sebelum Che Adams memperkecil skor melalui gol akrobatik pada menit ke-90+3.

Chukwueze menjadi salah satu pemain yang paling aktif membongkar pertahanan Torino sepanjang pertandingan. Winger asal Nigeria itu memang belum maksimal pada babak pertama, tetapi terus mengambil inisiatif dan akhirnya memberikan assist untuk gol Rabiot.

Chukwueze Beri Ancaman dari Sisi Kanan

Chukwueze beberapa kali menciptakan masalah bagi pertahanan Torino melalui pergerakan dan keberaniannya membawa bola dari sisi kanan. Ia juga memaksa kiper Torino melakukan penyelamatan setelah melakukan aksi individu pada fase awal pertandingan.

Sejumlah umpan silang Chukwueze belum menghasilkan gol pada babak pertama. Namun, ia tidak menghilang dari permainan dan terus berusaha mencari cara untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Chukwueze mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Rabiot yang berada dalam posisi tepat menyambut bola dengan volley terkontrol untuk membawa AC Milan unggul 2-0.

Kontribusi Chukwueze juga terlihat saat membantu tim bertahan dan mengejar pergerakan lawan. Kemampuannya melakukan tracking back membuat penampilannya tidak hanya berpengaruh ketika AC Milan menyerang.

Cisse dan Rabiot Juga Berperan Penting

Cisse menjalani babak pertama yang tidak mudah karena gagal memanfaatkan dua peluang yang didapatkannya. Namun, penyerang muda itu bangkit dengan penyelesaian tenang untuk mencetak gol pembuka dan gol perdananya di Serie A.

Gol tersebut menjadi momen penting bagi pemain muda AC Milan itu untuk membayar kegagalan sebelumnya. Penyelesaiannya juga memperlihatkan ketenangan karena Cisse memilih menempatkan bola ke sudut gawang daripada melepaskan tendangan terlalu keras.

Rabiot memberikan dampak instan setelah masuk dari bangku cadangan. Gelandang Prancis itu menciptakan gol Cisse melalui umpan ke kotak penalti sebelum mencetak gol kedua AC Milan.

Penampilan Rabiot menunjukkan potensinya ketika dimainkan lebih dekat dengan lini depan. Pergerakannya menuju tiang jauh untuk menyambut umpan Chukwueze menjadi bukti bahwa ia dapat memberikan opsi tambahan di posisi gelandang serang.

Kemenangan ini menjadi awal positif bagi AC Milan dalam perjalanan Serie A 2026-27. Chukwueze pun layak mendapatkan penghargaan Man of the Match setelah tampil aktif, mencatatkan assist, dan memberikan kontribusi dalam dua fase permainan.

Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic, mengakui timnya masih membutuhkan tambahan penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Menurut pelatih asal Kroasia ini, sektor penjaga gawang Persib saat ini masih cukup rawan karena hanya memiliki dua kiper, yakni Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat padatnya agenda yang akan dijalani Maung Bandung.

Persib menghadapi tantangan berat pada musim 2026/2027. Selain harus tampil di kompetisi domestik, tim besutan Igor Tolic juga akan menjalani AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.

Selain itu, skuad Maung Bandung harus menempuh perjalanan panjang untuk melakoni pertandingan tandang. Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi penting, termasuk di posisi penjaga gawang

“Secara umum, ya, karena jika Anda memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi. Jadi memperhitungkan perjalanan jauh ini, dan Indonesia juga negara yang sangat besar, banyak perjalanan, banyak pertandingan, mungkin cedera dam (akumulasi) kartu kuning atau merah,” ungkap Jozic.

“Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kami mungkin masih membutuhkan penjaga gawang baru,” lanjutnya.

Belum Ada Keputusan

Kendati begitu, Jozic menegaskan keputusan untuk merekrut penjaga gawang baru bukan kewenangannya. Sebagai pelatih kiper, ia hanya memberikan masukan kepada manajemen mengenai kebutuhan tim.

Sejauh ini, Jozic memastikan kondisi Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana terus menunjukkan perkembangan. Dia meyakini kedua kipernya dalam kondisi siap tempur saat menghadapi Manila Digger.

Persib akan menghadapi klub Filipina tersebut pada babak kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027. Duel kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 31 Agustus mendatang.

“Saya pikir kita masih punya waktu 10 hari lagi menuju pertandingan paling penting. Jadi saya pikir Teja dan Fitrah akan siap untuk pertandingan ini,” katanya.

“Jadi saya tidak merasa khawatir sedikit pun tentang pertandingan atau tentang performa mereka. Saya tenang dan saya ingin mereka berdua juga tetap tenang, serta memberikan yang terbaik untuk tim,” terang Jozic.

Menuju AFC Champions League 2

Laga kontra Manila Digger sangat krusial bagi Persib. Jika mampu memetik kemenangan, Marc Klok dkk. dipastikan melangkah ke fase Grup E ACL 2 bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.

Borneo FC akan melakoni fase Grup D pada AFC Challenge League 2026/2027.

Tim Pesut Etam terpilih sebagai tuan rumah bagi One Taguig FC (Filipina), Tainan City FC (China Taipei), dan pemenang laga playoff antara Yangon United (Myanmar) melawan Ezra FC (Laos).

Semua laga kasta ketiga antarklub Asia itu akan dilaksanakan di Stadion Segiri Samarinda, pada 18, 21, dan 24 Oktober 2026. Pelatih Mauro Jeronimo pun sangat serius menyiapkan tim. Karena agenda Borneo FC musim ini sangat padat.

Selain turnamen ini, Diego Michiels dkk. ditempa untuk dua agenda lainnya yakni BRI Super League dan League Cup musim ini. Arsitek asal Portugal ini diharapkan mampu mengarungi tiga ajang ini dengan hasil maksimal.

Pesan Mauro

Khusus AFC Challenge League 2026/2027, Mauro Jeronimo menilai turnamen ini tak mudah. Karena dia mengaku belum tahu kekuatan tiga calon lawan yang akan dihadapi pasukannya.

“Saya harus jujur. Kita akan memainkan tiga laga pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus menyiapkan diri dengan baik. Saya tidak ingin berkomentar soal tiga calon lawan itu. Karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus pelajari mereka terlebih dulu,” katanya.

Mauro Jeronimo juga menyadari permainan sepak bola selalu sulit. Meskipun Borneo FC akan bertarung di kandang sendiri dengan dukungan total suporter fanatiknya.

“Kami akan main di Samarinda. Main di turnamen Internasional di depan suporter. Ini akan sangat memotivasi para pemain. Tapi pertandingan sepak bola tak selalu mudah. Jadi perlu rendah hati, tapi harus bermain dengan hati agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut,” ucapnya.

Dukungan Suporter

Mauro Jerenimo juga menyebut Pusamania akan menjadi kekuatan besar untuk memompa spirit anak asuhnya.

“Saya berharap kita bermain dengan 12 pemain. Sebelas pemain di lapangan ditambah satu kehadiran para suporter. Mereka akan jadi kekuatan dan daya besar untuk pertandingan nanti bersama suporter dalam momen baik maupun buruk. Seperti biasa saya bilang, kita akan jadi kuat,” tuturnya.

Idnews.top – Tottenham mendapatkan tamparan keras pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Di tengah belanja besar-besaran untuk memperkuat skuad, Spurs justru mengawali musim dengan kekalahan telak 0-3 dari Brentford.

Duel di Gtech Community Stadium, Sabtu (23/8) malam WIB, memperlihatkan persoalan Tottenham yang belum teratasi. Tim asuhan Roberto De Zerbi tampil kacau dan kesulitan mengimbangi intensitas Brentford sejak menit awal.

Tottenham diketahui telah menghabiskan sekitar €267 juta untuk mendatangkan pemain baru pada musim panas ini, atau setara sekitar Rp5,52 triliun. Mereka membeli Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke dengan harga tinggi.

Pengeluaran tersebut bahkan belum memasukkan potensi transfer Savinho dan Omar Marmoush dari Manchester City. Namun, investasi besar itu belum memberikan dampak instan ketika Spurs menjalani pertandingan kompetitif pertama mereka musim ini.

Kekalahan tersebut sekaligus menjadi awal buruk bagi De Zerbi dalam musim penuh pertamanya menangani Tottenham. Sebaliknya, Brentford menunjukkan bahwa efektivitas permainan tetap bisa menjadi senjata menghadapi tim dengan kekuatan finansial jauh lebih besar.

Tottenham Belum Menemukan Bentuk Terbaik

Brentford langsung memperlihatkan agresivitas sejak awal pertandingan dan beberapa kali membuat pertahanan Tottenham berada dalam tekanan. Nathan Collins sempat mendapat peluang emas melalui sundulan, sebelum Keane Lewis-Potter membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah menerima umpan dari kerja sama apik Mamadou Sangare dan Igor Thiago.

Tottenham semakin kesulitan setelah kehilangan bola di area tengah melalui Richarlison. Tembakan Mathias Jensen memang masih mampu ditepis Antonin Kinsky, tetapi Vitaly Janelt dengan mudah menyambar bola muntah untuk membawa Brentford unggul 2-0 pada menit ke-33.

Situasi tidak membaik bagi Spurs selepas jeda, bahkan setelah Mateus Fernandes masuk untuk melakukan debutnya. Kinsky kembali gagal mengamankan bola hasil tendangan voli Sangare sehingga Michael Kayode dapat memanfaatkannya untuk mencetak gol ketiga Brentford pada menit ke-49.

Brentford sebenarnya masih berpeluang menambah penderitaan Tottenham ketika mendapatkan penalti setelah Rodrigo Bentancur melanggar Kevin Schade. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya membentur tiang, sementara Spurs juga tidak mampu memanfaatkan peluang melalui Mikey Moore untuk sekadar mencetak gol hiburan.

Tottenham Digasak Brentford 0-3, Ini Kata De Zerbi

BolaIndonesia – Tottenham Hotspur mengawali perjalanan mereka di Premier League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Bertandang ke Gtech Community Stadium, Spurs harus mengakui keunggulan Brentford dengan skor telak 0-3 pada Sabtu (22/8/2026) malam waktu setempat.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan keras bagi Roberto De Zerbi yang menjalani laga kompetitif pertamanya sebagai pelatih Tottenham. Padahal, Spurs datang dengan optimisme tinggi setelah melakukan perombakan besar pada skuad selama bursa transfer musim panas.

Brentford Langsung Menekan Tottenham

Sejak pertandingan dimulai, Brentford tampil agresif dan mampu membuat Tottenham kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat lini belakang Spurs beberapa kali kehilangan kontrol.

Keane Lewis-Potter kemudian membuka keunggulan Brentford pada menit ke-12. Gol tersebut lahir setelah kerja sama serangan yang melibatkan Mamadou Sangare sebelum bola diselesaikan dengan baik oleh Lewis-Potter.

Tottenham berusaha merespons dengan meningkatkan penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya. Bahkan, Spurs tercatat tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama.

Kesalahan Spurs Dimanfaatkan Brentford

Situasi Tottenham semakin sulit pada menit ke-33. Vitaly Janelt berhasil menggandakan keunggulan Brentford setelah memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan Antonin Kinsky.

Gol kedua tersebut memperlihatkan persoalan Tottenham dalam mengamankan area pertahanan. Brentford justru semakin percaya diri dan mampu mempertahankan keunggulan 2-0 hingga turun minum.

De Zerbi kemudian mencoba melakukan perubahan pada awal babak kedua. Mateus Fernandes dan Rodrigo Bentancur dimasukkan untuk membantu mengubah jalannya pertandingan. Namun, perubahan tersebut belum sempat memberikan dampak signifikan.

Michael Kayode Bikin Spurs Makin Terpuruk

Memasuki menit ke-49, Brentford kembali mencetak gol. Michael Kayode memanfaatkan situasi bola berbahaya di area pertahanan Tottenham untuk membuat skor berubah menjadi 3-0.

Gol tersebut praktis membuat tugas Spurs semakin berat. Tottenham memang berusaha meningkatkan tekanan, tetapi pertahanan Brentford mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Brentford bahkan memperoleh peluang untuk mencetak gol keempat melalui penalti. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya dengan baik sehingga Tottenham terhindar dari kekalahan yang lebih besar.

Ini Alasan De Zerbi: Tottenham Belum Menjadi Tim

Setelah pertandingan, Roberto De Zerbi tidak berusaha mencari alasan untuk menutupi buruknya performa Tottenham. Pelatih asal Italia tersebut mengakui bahwa timnya belum berada dalam kondisi yang ideal.

De Zerbi menilai Tottenham belum sepenuhnya menjadi sebuah tim. Banyak pemain baru bergabung pada musim panas dan sebagian di antaranya belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Menurut De Zerbi, sejumlah pemain juga terlambat bergabung dengan skuad setelah agenda musim panas. Kondisi tersebut membuat persiapan Tottenham menjadi tidak maksimal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan alasan untuk membenarkan kekalahan telak dari Brentford.

De Zerbi Soroti Fisik dan Mental Pemain

Masalah Tottenham bukan hanya mengenai taktik. De Zerbi juga menyoroti aspek fisik dan mental anak asuhnya.

Brentford terlihat lebih agresif dalam perebutan bola dan lebih siap menghadapi duel. Sebaliknya, Tottenham kesulitan keluar dari tekanan sejak menit awal.

De Zerbi bahkan mengakui bahwa timnya kalah dalam hal pertarungan di lapangan. Menurutnya, Tottenham harus menunjukkan respons yang jauh lebih kuat ketika menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas tinggi.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi De Zerbi. Kehadiran pemain seperti Sandro Tonali, Andy Robertson, Jan Paul van Hecke, hingga sejumlah pemain baru lainnya belum langsung membuat Tottenham tampil sebagai tim yang solid.

Investasi Besar Belum Menjamin Hasil

Tottenham menghabiskan dana besar untuk membangun kembali skuad pada musim panas. Namun, pertandingan melawan Brentford menunjukkan bahwa proses membentuk tim kompetitif tidak bisa dilakukan secara instan.

De Zerbi kini memiliki tugas untuk menyatukan para pemain baru dengan pemain lama. Ia juga harus menemukan formula permainan yang mampu membuat Tottenham lebih agresif sekaligus solid ketika kehilangan bola.

Kekalahan 0-3 tersebut menjadi peringatan awal bahwa proyek baru Tottenham membutuhkan waktu. De Zerbi sendiri menilai target besar baru bisa dibicarakan setelah skuad benar-benar menjadi sebuah tim.

Tottenham Harus Segera Bangkit

Hasil Brentford 3-0 Tottenham tentu bukan awal yang diinginkan De Zerbi. Spurs kini harus segera melakukan evaluasi sebelum pertandingan Premier League berikutnya.

Perbaikan lini belakang, koordinasi lini tengah, efektivitas serangan, serta kondisi fisik pemain menjadi beberapa aspek yang harus segera dibenahi.

Bagi De Zerbi, kekalahan ini bisa menjadi bahan evaluasi penting untuk membangun Tottenham sesuai gaya bermain yang diinginkannya. Namun, tekanan akan semakin besar apabila Spurs kembali gagal meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.

Tottenham masih memiliki perjalanan panjang di Premier League 2026/2027. Kekalahan dari Brentford memang menyakitkan, tetapi De Zerbi memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa hasil buruk tersebut hanyalah awal dari proses pembangunan tim baru.

Hasil akhir: Brentford 3-0 Tottenham. Keane Lewis-Potter, Vitaly Janelt, dan Michael Kayode menjadi pencetak gol Brentford. Sementara itu, Roberto De Zerbi kini dituntut segera menemukan solusi agar Tottenham tidak kembali tampil di bawah standar.