Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA EROPA, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.
IDnew.top – Manajer Manchester United, Michael Carrick mengungkapkan situasi timnya di pra musim 2026/2027. Ia mengonfirmasi bahwa pemain-pemain yang berlaga di Piala Dunia akan segera memperkuat Setan Merah lagi.
Sejak dua pekan lalu, Manchester United sudah memulai pra musim mereka. Carrick mengumpulkan para penggawa Setan Merah di Carrington untuk mulai berlatih menyambut musim baru.
Namun sejauh ini skuad MU memang masih belum komplet. Ada beberapa pemain inti mereka yang belum bergabung dengan pra musim mereka karena mereka mendapatkan jatah libur usai tampil di Piala Dunia 2026.
Ketika ditanya kapan para pemain ini akan bergabung, begini kata Carric. “Ya, mereka yang bermain di Piala Dunia akan segera kembali ke tim kami,” ujar Carrick di MUTV.
Bakal Semakin Kuat
Carrick menyebut bahwa para pemain yang bertanding di Piala Dunia 2026 akan diintegrasikan secara perlahan menyesuiakan sampai di babak mana mereka bertanding.
Ia yakin bahwa ketika skuad Setan Merah sudah utuh, mereka bakal jadi tim yang lebih kuat kendati sang manajer menilai skuad MU yang tersedia saat ini sebenarnya sudah cukup bagus.
“Tim kami akan semakin kuat seiring waktu menjelang musim di mulai. Namun saya bisa bilang, kami punya grup yang bagus di pra musim saat ini,” sambung Carrick.
Bakal Terus Berkembang
Manchester United sendiri baru saja menggelar laga uji coba melawan Wrexham. Di pertandingan yang digelar di Helsinski, Finlandia itu, Setan Merah kalah dengan skor tipis 0-1.
Carrick berjanji bahwa timnya akan terus berbenah dan akan semakin membaik sehingga mereka akan siap menghadapi musim kompetisi 2026/2027 mendatang.
“Kami tidak sabar untuk memainkan pertandingan-pertandingan berikutnya. Kami akan terus berkembang, kami akan terus mendorong diri kami hingga datangnya musim baru,” pungkas pelatih 44 tahun tersebut.
Laga MU Berikutnya
Manchester United sendiri dijadwalkan akan mengadakan laga uji coba lagi di akhir pekan ini.
Mereka akan menantang tim asal Norwegia, Rosenborg pada hari Jumat (24/7) malam nanti dan Setan Merah bertekad untuk meraih kemenangan di partai ini.
Jurgen Klopp dikabarkan segera ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Jerman. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) disebut akan mengumumkan penunjukan mantan manajer Liverpool tersebut pada Jumat (24/7/2026).
Klopp akan menggantikan Julian Nagelsmann yang meninggalkan kursi pelatih setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara mengejutkan dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Menurut laporan jurnalis Sky Germany, Florian Plettenberg, seluruh proses menuju penunjukan Klopp kini hampir rampung.
Klopp dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan DFB untuk menangani Timnas Jerman hingga Piala Dunia 2030.
Kesepakatan antara DFB dan Red Bull, tempat Klopp menjabat sebagai Head of Global Soccer, juga telah tercapai sehingga tidak ada lagi kendala terkait kepindahannya.
Era Baru Die Mannschaft
Plettenberg mengungkapkan Klopp dan CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, bahkan menggelar pertemuan tertutup di New York pada akhir pekan lalu guna menyelesaikan detail terakhir sebelum penandatanganan kontrak.
Jika tidak ada perubahan, Klopp akan menandatangani kontraknya di Frankfurt pada Jumat, bersamaan dengan konferensi pers resmi dari DFB.
Klopp belum kembali melatih sejak meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024. Selama hampir sembilan tahun di Anfield, ia sukses mempersembahkan gelar Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.
Jabatan Sekarang
Setelah meninggalkan Liverpool, pria berusia 59 tahun itu bergabung dengan Red Bull sebagai Head of Global Soccer. Selama Piala Dunia 2026, ia juga aktif sebagai analis di televisi Jerman.
Apabila resmi ditunjuk, Klopp akan memimpin Jerman pada dua turnamen besar berikutnya, yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan Die Mannschaft ke jajaran elite sepak bola dunia setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Idnew.top – Nobar Piala Dunia itu bukan cuma soal datang, duduk, lalu teriak pas gol tercipta. Buat banyak pria, nobar juga jadi bagian dari momen kumpul yang dinanti. Ada obrolan sebelum kick-off, ada saling ejek tipis-tipis soal tim jagoan, ada juga suasana ramai yang bikin satu malam terasa lebih hidup dari biasanya.
Karena itu, persiapan sebelum nobar sebetulnya nggak cuma soal cari tempat atau pilih jersey. Ada detail lain yang sering kelihatan sepele, tapi ngaruh ke kenyamanan sepanjang acara tubuh yang terasa fresh, wajah yang nggak kusam, dan aroma yang bikin diri sendiri tetap nyaman saat duduk berdekatan dengan banyak orang. Di sinilah parfum pria nobar jadi relevan.
Bukan berarti nobar harus dibuat terlalu serius. Justru sebaliknya, persiapan yang simpel bisa bikin kamu lebih enjoy dari awal sampai pertandingan selesai.
Sebelum Nobar, Bukan Cuma Outfit yang Perlu Dipikirkan
Kalau mau jujur, outfit memang jadi hal pertama yang biasanya dipikirkan. Mau pakai jersey retro, kaus tim nasional, atau outfit santai yang tetap enak dilihat, semuanya bisa bantu membangun suasana. Tapi outfit yang oke akan terasa lebih maksimal kalau tubuhnya juga sudah siap.
Bayangin datang ke tempat nobar setelah seharian kerja atau kuliah, lalu langsung duduk di tengah keramaian. Baju sudah pas, tapi badan masih terasa gerah dan wajah kelihatan capek. Kesan keseluruhannya jadi kurang enak. Makanya, persiapan sebelum berangkat sebaiknya nggak berhenti di urusan baju saja.
Kadang yang bikin rasa pede naik justru hal-hal yang sederhana, mandi dulu, bersihin wajah, lalu pakai parfum yang pas. Dari situ, nobar terasa bukan sekadar datang nonton, tapi datang dalam kondisi yang lebih enak.
Grooming Simpel Biar Nggak Datang dalam Kondisi “Asal Berangkat”
Grooming sebelum nobar sebenarnya gampang. Nggak perlu ritual panjang atau banyak langkah. Yang penting tubuh terasa bersih dan wajah nggak kelihatan capek. Mandi sebelum berangkat jadi langkah paling dasar untuk ngilangin rasa gerah, debu, dan sisa aktivitas seharian.
Setelah itu, bagian wajah juga penting. Wajah yang terasa bersih bikin keseluruhan penampilan lebih siap. Untuk kebutuhan ini, FFAR Sigma Spirit 2 in 1 Face Wash & Shaving Foam cocok buat pria yang suka semuanya simpel. Produk ini bisa dipakai untuk membersihkan wajah sekaligus membantu proses bercukur, jadi nggak perlu ribet pakai banyak produk. Formulanya membantu membersihkan menyeluruh, menjaga kelembapan kulit, membantu menenangkan kulit setelah bercukur, dan memberi sensasi clean, fresh, masculine scent. Buat yang ingin tampil rapi tanpa banyak effort sebelum nobar, ini jadi langkah yang cukup masuk akal.
Yang menarik, hasil dari grooming sederhana kayak gini bukan cuma kelihatan di luar. Tubuh terasa lebih ringan, wajah lebih nyaman, dan mood biasanya ikut naik.
Parfum yang Tepat Bikin Nobar Lebih Enak Dijalanin
Setelah outfit sudah oke dan grooming dasar selesai, satu sentuhan terakhir yang sering bikin semuanya terasa lengkap adalah parfum. Dalam suasana nobar yang ramai, parfum yang tepat bisa bikin kamu merasa lebih nyaman tanpa harus terasa berlebihan.
Untuk momen seperti ini, tipe aroma yang fresh dan maskulin biasanya paling aman. FFAR Sigma Spirit EDP punya karakter seperti itu. Parfum ini dirancang untuk pria aktif yang penuh semangat dan suka kebebasan, dengan ketahanan hingga 8 jam. Bukaan aromanya datang dari ozone, lemon, bergamot, lavandin, dan italian orange yang langsung memberi kesan segar dan energik.
Setelah itu, aromanya berkembang ke melon, nutmeg, patchouli, geranium, dan white floral, lalu ditutup dengan vetiver, amber, musk, leather, dan cedar yang bikin wanginya tetap punya sisi maskulin yang rapi. Hasilnya, parfum ini terasa pas buat suasana nobar, nggak terlalu berat, tapi tetap punya karakter.
Aroma seperti ini cocok buat pria yang ingin hadir dengan kesan segar tanpa kelihatan terlalu “niat”. Nobar jadi lebih nyaman, ngobrol lebih pede, dan suasana ramai pun terasa lebih enak dijalani.
Pada akhirnya, nobar Piala Dunia bukan cuma tentang pertandingan besar, tapi juga soal menikmati momen kebersamaan dengan versi terbaik dari diri sendiri. Saat outfit sudah dipilih, tubuh sudah dibersihkan, wajah terasa segar, dan parfum yang dipakai mendukung keseluruhan vibe, rasa percaya diri biasanya muncul lebih natural. Dan dari situ, upgrade grooming routine bersama FFAR terasa seperti langkah simpel yang memang layak jadi bagian dari persiapan sebelum malam pertandingan dimulai.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi satu di antara tokoh yang hadir dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia 2026 setelah Spanyol mengalahkan Argentina pada partai final, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Trump berada di atas panggung bersama sejumlah pejabat untuk menyerahkan medali dan trofi kepada kedua tim.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, Trump memasuki stadion bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Saat berjalan keluar dari lorong menuju panggung sementara, ia mendapat sorakan cemooh dari penonton.
Di atas panggung, Trump dan Infantino didampingi Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, serta Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Ketiga kepala negara tersebut mewakili tiga tuan rumah Piala Dunia.
Kendati penyerahan trofi dilakukan oleh pihak lain, Trump bertugas menyerahkan medali kepada para pemain dan mengalungkannya ke leher mereka.
Peran Trump
Keterlibatan Trump dalam seremoni penyerahan trofi sebenarnya telah dikonfirmasi sejak bulan lalu.
Saat itu, Gianni Infantino menyatakan bahwa dirinya dan Trump akan bersama-sama menikmati partai final sekaligus menyerahkan trofi kepada tim juara.
Secara teknis, Infantino yang menyerahkan trofi kepada kapten Spanyol, Rodri. Namun, Trump menjadi satu-satunya pemimpin dari tiga negara tuan rumah yang berada di panggung ketika momen tersebut berlangsung.
Peran serupa juga dijalani Trump dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia Antarklub pada musim panas tahun lalu. Ketika itu, ia berdiri di bagian depan saat Chelsea mengangkat trofi juara.
Tuai Kritik
Kedekatan Trump dengan Infantino serta pengaruhnya terhadap Presiden FIFA mendapat kritik, termasuk dari internal Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USFF) mdan sejumlah pihak dari negara lain.
Sebelumnya, Trump juga mengklaim berperan dalam pencabutan hukuman penangguhan terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Setelah mengalahkan Amerika Serikat pada babak 16 besar, Belgia sempat menyindir Timnas AS dan Trump.
Idnews.top – Bukayo Saka telah membuat pembuktian bahwa dirinya bukan pemain sembarangan. Winger Timnas Inggris itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain elit seusai laga Prancis vs Inggris baru-baru ini.
Bukayo Saka merupakan salah satu pemain andalan Timnas Inggris. Namun ia tidak selalu menjadi starter selama Piala Dunia 2026 ini karena ia mengalami sejumlah masalah cedera.
Namun di laga perebutan juara 3 Piala Dunia antara Prancis vs Inggris yang digelar pagi tadi, Saka menjadi starter. Ia diplot Thomas Tuchel tampil di sisi kanan lini serang The Three Lions.
Di laga ini, Saka membantu Timnas Inggris mengalahkan Prancis dengan skor akhir 4-6. Di laga ini, Saka berhasil mendaulatkan diri jadi pemain elit di Piala Dunia 2026.
Catatkan Hattrick
Di pertandingan ini, Saka berhasil mencetak hattrick ke gawang Timnas Prancis.
Dua gol ia cetak di babak pertama. Ia mencetak gol ketiga dan gol keempat Inggris sehingga The Three Lions unggul 0-4 di babak pertama.
Di babak kedua, Prancis membuat perlawanan dan sempat memperkecil keduudkan menjadi 3-4. Namun Saka berhasil memperlebar keunggulan Inggris melalui eksekusi penaltinya, di mana gol penalti itu membuatnya resmi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026.
Hanya 3 Pemain yang Bisa
Catatan Hattrick Saka itu merupakan catatan yang spesial. Karena tidak banyak pemain yang mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.
Di edisi tahun 2026 ini, hanya ada tiga pemain sebelum Saka yang mampu mencetak hattrick. Mereka adalah Lionel Messi (vs Aljair), Jonathan David (vs Qatar), dan Ousmane Dembele (vs Norwegia).
Catatan hattrick Saka semakin spesial karena tiga pemain tersebut mencetak hattrick di fase grup. Sementara Saka satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di fase gugur, dan itu membuat sang winger layak mendapatkan status sebagai pemain elit.
Timnas Argentina menyatakan siap menerima sanksi dari FIFA menyusul kontroversi yang terjadi setelah kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Minggu waktu setempat atau Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris di Atlanta, Kamis dini hari WIB lalu. Lionel Messi turut berperan dalam kemenangan tersebut.
Usai pertandingan, para pemain Timnas Argentina merayakan keberhasilan mereka di lapangan. Namun, perhatian kemudian tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan “The Falklands are Argentine” yang dibentangkan para pemain.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Inggris.
Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, meminta agar para pemain Argentina dijatuhi sanksi sehingga tidak bisa tampil pada laga final hari Minggu. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mendukung penyelidikan FIFA terhadap insiden tersebut.
Bahkan, sempat muncul usulan agar Argentina dicoret dari partai final sehingga Inggris kembali mendapat tempat. Namun, hingga kini belum ada keputusan seperti itu.
Siap Terima Sanksi
Presiden Argentina, Javier Milei, menyatakan negaranya siap menerima konsekuensi atas insiden tersebut. Menurutnya, tindakan para pemain dipengaruhi oleh luapan emosi setelah pertandingan.
“Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Apa yang dilakukan para pemain bisa dimengerti karena mereka terbawa emosi,” kata Milei dalam sebuah pernyataan.
“Mereka melakukannya dan kemungkinan akan muncul pembahasan mengenai sanksi finansial. Sangat sah bagi para pemain untuk menyampaikan pendapat mereka.”
Milei menilai apa yang dilakukan para pemain di lapangan tidak berkaitan dengan urusan diplomasi.
“Dalam skenario terburuk, Argentina akan menerima sanksi finansial sebesar 20.000 paun dari FIFA. Kami akan merebut kembali Malvinas melalui jalur diplomasi dan dengan tindakan yang cerdas,” ujar Milei.
FIFA Masih Pelajari Insiden
FIFA menyatakan komite disiplin independennya masih mempelajari laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Seperti prosedur standar, komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan kemungkinan langkah lebih lanjut berdasarkan kode disiplin FIFA,” bunyi pernyataan FIFA.
Jarak waktu yang singkat antara semifinal pada Rabu dan final pada Minggu membuat proses tersebut menjadi sorotan.
Kepulauan Falkland Ikut Bersuara
Di tengah kontroversi tersebut, anggota Majelis Legislatif Kepulauan Falkland, Jack Ford, turut menyampaikan tanggapannya.
Ia mengatakan video yang memperlihatkan skuad Argentina menyanyikan lagu mengenai Kepulauan Falkland di ruang ganti setelah pertandingan melawan Mesir juga sempat beredar.
“Kami kecewa, meski sayangnya tidak terkejut, dengan tindakan seperti ini karena ini bukan pertama kalinya terjadi,” ujar Ford.
Ia juga menegaskan Kepulauan Falkland merupakan Wilayah Seberang Laut Britania Raya yang memiliki pemerintahan sendiri serta membiayai wilayahnya secara mandiri.
Ford menambahkan bahwa dalam referendum mengenai status politik wilayah tersebut pada 2013, sebanyak 99,8 persen warga Kepulauan Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania Raya dengan tingkat partisipasi sekitar 92 persen.
Referendum itu, menurutnya, dipantau oleh pengamat internasional independen.
Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.
Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.
Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.
Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.
Jadi Pencetak Asisst Terbanyak
Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.
Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.
Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.
Lampaui Rekor Pele
Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.
Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.
Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.
Penyelenggara Ballon d’Or, France Football, menegaskan tidak ada aturan yang menghalangi pemain yang berkarier di luar Eropa untuk memenangkan penghargaan tersebut.
Pernyataan itu membuat Lionel Messi tetap berpeluang meraih Ballon d’Or kesembilannya.
Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, France Football menerbitkan sebuah artikel di rubrik press room di situs resmi Ballon d’Or dengan judul, “Can you win the Ballon d’Or without playing for a European club?” atau “Bisakah memenangkan Ballon d’Or tanpa bermain untuk klub Eropa?”
Artikel tersebut menggunakan foto Cristiano Ronaldo sebagai gambar utama. Namun, pembahasan di dalamnya menyoroti peluang pemain yang kini tidak lagi berkarier di Eropa, termasuk Messi.
Penjelasan Penyelenggara
Kapten Timnas Argentina itu telah bermain di Major League Soccer (MLS) selama tiga musim.
Meski begitu, France Football menegaskan tidak ada lagi pembatasan terkait kompetisi tempat seorang pemain berkarier untuk bisa memenangkan Ballon d’Or.
“Untuk menjawab pertanyaan itu, mari melihat sedikit sejarah,” tulis France Football.
“Ballon d’Or yang dibuat pada 1956 awalnya diberikan kepada pemain Eropa terbaik yang bermain di liga Eropa. Aturan itu bertahan hingga 1995, ketika penghargaan tersebut menjadi berskala global, tetapi masih terbatas untuk pemain yang bermain di liga Eropa. Namun, sejak 2007 tidak ada lagi pembatasan. Ballon d’Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia.”
Di Luar Eropa
France Football juga mengingatkan bahwa Messi pernah memenangkan Ballon d’Or saat berstatus sebagai pemain MLS. Ia menjadi pemain putra pertama yang meraih penghargaan tersebut tanpa membela klub Eropa.
Messi memperoleh Ballon d’Or kedelapannya pada Oktober 2023, beberapa bulan setelah bergabung dengan Inter Miami.
Namun, France Football juga menjelaskan bahwa periode penilaian saat itu masih mengacu pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain.
“Sejak 2022, Ballon d’Or dinilai berdasarkan satu musim, dari Agustus hingga Juli, bukan lagi tahun kalender,” tulis France Football.
“Itu berarti, untuk penilaian di level klub, para juri mendasarkan keputusan mereka pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain, klub yang ditinggalkannya pada musim panas 2023 setelah menjadi juara dunia.”
Nominasi Ballon d’Or
Sejak saat itu, Messi belum lagi masuk daftar nominasi Ballon d’Or. France Football juga menyebut Neymar menjadi pemain pria terakhir yang masuk nominasi, meski menghabiskan seluruh periode penilaian di luar Eropa, yakni saat masih membela Santos pada 2011.
Sementara itu, pada kategori putri, Megan Rapinoe yang saat itu bermain untuk Seattle Reign FC berhasil memenangkan Ballon d’Or pada 2019.
Terlepas dari hasil final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Messi dinilai berpeluang meraih Golden Ball ketiganya sebagai pemain terbaik turnamen.
Tempatnya dalam daftar nominasi Ballon d’Or tahun ini juga disebut hampir pasti.
Apabila kembali tampil gemilang dan membawa Argentina menjadi juara dunia, Messi disebut akan menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan Ballon d’Or kesembilan. Menurut artikel tersebut, France Football telah menegaskan bahwa peluang itu tetap terbuka.
Idnews.top – Ajang Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarpembalap muda terbaik Asia-Pasifik. Seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 17-19 Juli itu juga menyuguhkan cerita menarik dari sosok di luar dunia balap.
Perhatian publik tertuju kepada Ing Asavanund, pembalap asal Thailand yang memiliki karier ganda sebagai aktor. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race 2026.
Ing Asavanund bukan nama asing bagi penggemar serial televisi Thailand. Aktor kelahiran 9 Februari 2006 itu berada di bawah naungan agensi GMMTV dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial My Sweetheart Jom yang tayang pada 2025.
Meski memiliki popularitas di industri hiburan, Ing datang ke Mandalika bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Ia menunjukkan bahwa kemampuannya di lintasan balap juga layak diperhitungkan saat menjalani sesi latihan bebas pertama.
Aktor Muda Thailand yang Serius Menekuni Dunia Balap
R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship seri Mandalika diikuti 21 pembalap dari berbagai negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan ini juga menghadirkan rider dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.
Di antara deretan peserta tersebut, Ing Asavanund menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian. Latar belakangnya sebagai aktor profesional membuat kehadirannya mendapat sorotan, tetapi performanya di lintasan membuktikan bahwa ia bukan sekadar figur publik yang mencoba dunia balap.
Pada sesi Free Practice 1 yang digelar Jumat (17/7), Ing membukukan waktu terbaik 1 menit 55,274 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi ke-10 dari total 21 pembalap yang mengikuti sesi latihan pembuka.
Hasil itu menjadi modal awal yang cukup menjanjikan bagi pembalap Thailand tersebut. Ing masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya saat mengikuti sesi kualifikasi pada Sabtu (18/7), sebelum bertarung pada balapan utama yang berlangsung Minggu (19/7).
Tantangan Berat Menanti Ing Asavanund di Mandalika
Persaingan Ing Asavanund dipastikan tidak akan mudah karena ia harus menghadapi tiga pembalap Yamaha Racing Indonesia yang memiliki kualitas mumpuni. Ketiganya adalah Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior, dan M. Abid Ashar Musyafa yang tampil pada seri Mandalika.
Sabian Fathul Ilmi datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi balapan seri kedua di The Bend Motorsport Park, Australia, pada awal Mei lalu. Pembalap berusia 14 tahun itu kini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin dan bertekad kembali bersaing di barisan depan pada balapan kandangnya.
Sementara itu, Reynaldi Junior menjalani musim penting dalam perjalanan kariernya. Juara R15 Idemitsu Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025 tersebut kini menimba pengalaman di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship setelah sebelumnya naik kelas ke National Sport 250cc pada Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series musim 2026.
Di sisi lain, M. Abid Ashar Musyafa menjadi salah satu ancaman terbesar pada seri Mandalika. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih kemenangan pada dua race seri pertama dan kedua kelas Junior Sport 250 U-18 Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series 2026..
Prancis dan Inggris akan berhadapan dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19-7-2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama gagal melaju ke final setelah tersingkir pada partai semifinal.
Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan The Three Lions kalah 1-2 dari juara bertahan Argentina di Atlanta.
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, sebelumnya menyebut Spanyol sebagai tim favorit sebelum semifinal dimulai. Prediksi tersebut terbukti setelah La Roja memastikan tiket ke final berkat kemenangan 2-0 atas tim asuhannya.
Gol penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian Pedro Porro membawa Spanyol melangkah ke partai puncak. Pada pertandingan itu, lini serang Prancis yang dipimpin Kylian Mbappe hanya mampu membukukan nilai expected goals sebesar 0,31.
Pada laga tersebut, Deschamps memecahkan rekor sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia. Meski begitu, pendekatan taktiknya menuai kritik, termasuk dari Mbappe seusai pertandingan.
Kini Deschamps berpeluang menutup kiprahnya bersama Prancis dengan medali perunggu. Les Bleus memburu medali perunggu ketiga dari empat penampilan di laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia, yang terakhir kali mereka jalani pada edisi 1986.
Prancis pernah mengalahkan Belgia 4-2 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1986 dan menang 6-3 atas Jerman Barat pada edisi 1958. Sementara pada 1982, Les Bleus harus puas finis di posisi keempat setelah kalah dari Polandia.
Inggris Kembali Dihantui Kegagalan
Di kubu Inggris, Thomas Tuchel juga mendapat sorotan setelah The Three Lions gagal melaju ke final.
Inggris sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon saat menghadapi Argentina. Namun, Lionel Messi menyumbang dua assist yang membantu Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan sekaligus mengantarkan Argentina ke final.
Kekalahan tersebut membuat Inggris kembali gagal menembus level tertinggi di Piala Dunia. The Three Lions kini tercatat selalu kalah dalam tujuh laga fase gugur Piala Dunia saat menghadapi tim yang berada di 10 besar peringkat dunia.
Inggris juga menjadi satu-satunya tim yang dua kali gagal lolos ke final Piala Dunia setelah sempat unggul lebih dulu pada semifinal di abad ke-21. Sebelumnya, situasi serupa terjadi ketika menghadapi Kroasia pada 2018.
Meski gagal mencapai final, Tuchel masih berpeluang membawa Inggris meraih pencapaian terbaik kedua dalam sejarah mereka di Piala Dunia.
Dalam dua kesempatan sebelumnya tampil pada perebutan peringkat ketiga, Inggris kalah 0-2 dari Belgia pada edisi 2018 dan 1-2 dari Italia pada 1990.
Namun, hasil positif atas Prancis tidak akan mudah diraih. Inggris hanya mampu memenangi satu dari sembilan pertemuan terakhir melawan Les Bleus. Terakhir kali kedua tim bertemu di Piala Dunia 2022, Inggris juga disingkirkan Prancis pada babak perempat final.
Prakiraan Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Konate, Lacroix, T. Hernandez; Kone, Zaire Emery; Cherki, Olise, Doue; Mbappe.