27 Oktober 2026

By: MISIQQ

Idnews.top – Manchester United memenangkan laga uji coba terbaru mereka melawan Atletico Madrid. Ada sejumlah pemain Setan Merah yang tampil mencolok di laga tersebut.

Manchester United baru saja menggelar laga uji coba di Stockholm, Swedia. Mereka menantang tim kuat asal Spanyol, Atletico Madrid di Strawberry Arena.

MU yang tampil dominan sejak awal laga justru tertinggal 0-1 terlebih dahulu. Namun Setan Merah mampu membalikkan kedudukan menjadi 2-1 di babak kedua dan mereka jadi pemenang ajang pra musim bertajuk Snapdragon Cup tersebut.

Di laga ini, ada beberapa pemain Manchester United yang tampil cemerlang sehingga Setan Merah bisa meraih comeback melawan Los Rojiblancos. Siapa saja mereka?

Amad Diallo

Pemain MU pertama yang tampil impresif di laga ini adalah Amad Diallo.

Sang winger baru saja kembali dari Piala Dunia. Namun ia menjadi ancaman nyata di sisi kanan serangan MU dan ia membuat lini pertahanan Atletico ketar-ketir sepanjang laga.

Di laga ini ia hanya bermain selama 45 menit karena ini laga pra musim pertamanya. Namun ia menunjukkan penampilan yang luar biasa di laga ini.

Mason Mount

Pemain Manchester United kedua yang tampil luar biasa melawan Atletico Madrid tidak lain adalah Mason Mount.

Dipasang sebagai gelandang tengah, Mount menjadi jendral lini tengah MU. Ia mampu mengontrol tempo permainan dan juga mahir mendistribusikan bola.

Visi permainannya benar-benar top di laga ini. Ia juga rajin melakukan pressing sehingga ia benar-benar tampil dominan di lini tengah MU pada laga ini.

Shea Lacey

Wonderkid Manchester United ini kembali menunjukkan bahwa dirinya memang siap untuk mendapatkan peran yang lebih banyak di tim utama MU di musim 2026/2027.

Diplot di belakang striker, Lacey tampil dengan impresif. Ia berulang kali menjadi momok bagi pertahanan Atletico dengan pergerakannya yang lincah.

Kontribusi terbaiknya di laga ini adalah memenangkan penalti bagi MU di awal babak kedua. Ia juga beberapa kali mengancam gawang Los Rojiblancos dengan tendangan-tendangannya yang apik.

Bryan Mbeumo

Bryan Mbeumo menjadi pahlawan Manchester United di pertandingan di Stockholm ini.

Di babak pertama ia memang minim kontribusi di lini serang MU. Namun di awal babak kedua ia berhasil mengeksekusi penalti dengan tenang Ssehingga MU menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Mbeumo juga menunjukkan ketajamannya ketika ia mengonversi umpan tarik Jack Fletcher menjadi gol. Dengan dua golnya di laga ini, Mbeumo menunjukkan ketajamannya sebagai mesin gol MU.

Jack Fletcher

Pemain Manchester United terakhir yang tampil mengesankan di laga ini adalah gelandang muda mereka, Jack Fletcher.

Fletcher masuk di babak kedua menggantikan Amad Diallo. Ia bermain dengan apik, di mana ia aktif melakukan pressing ke pertahanan Atletico.

Ia berhasil mengintersep umpan pemain belakang Atletico lalu mengirimkan umpan terukur yang berbuah menjadi gol kedua Bryan Mbeumo di laga ini.

IDnews. top – Real Madrid Bungkam Leganes 4-1, Tim Racikan Mourinho Kian Menjanjikan

Real Madrid kembali menunjukkan performa impresif dalam rangkaian laga pramusim. Los Blancos mengatasi perlawanan Leganes dengan skor 4-1 di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (29/7/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut memperpanjang tren positif skuad besutan Jose Mourinho. Sebelumnya, mereka juga berhasil mengalahkan Alcorcon dengan skor tipis 1-0.

Bukan hanya hasil akhir yang menjadi sorotan, tetapi juga perkembangan permainan Madrid. Intensitas pressing, transisi cepat, dan organisasi tim mulai terlihat semakin matang di bawah arahan Mourinho.

Empat gol Madrid dicetak Federico Valverde, Gonzalo Garcia, Franco Mastantuono, serta satu gol bunuh diri Ruben Pulido Penas. Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026/2027.

Sejak awal pertandingan, Real Madrid langsung mengambil kendali permainan. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Mourinho membuat lini tengah Madrid mampu menguasai tempo pertandingan.

Gol pembuka hadir pada menit ke-22 melalui Federico Valverde. Gelandang asal Uruguay itu menuntaskan umpan terobosan Arda Guler dengan sepakan terarah yang gagal dihentikan kiper Leganes.

Madrid kemudian menggandakan keunggulan lima menit berselang lewat Gonzalo Garcia yang menyambut umpan silang Trent Alexander-Arnold. Leganes belum menyerah dan mampu memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit ke-36 melalui sepakan keras Naim Garcia yang lebih dulu membentur tiang gawang.

Babak Kedua: Mastantuono Tambah Gol, Madrid Menutup Laga dengan Kemenangan Meyakinkan

Selepas turun minum, Real Madrid tetap tampil dominan dan terus menekan pertahanan lawan. Leganes kesulitan keluar dari tekanan sehingga lebih banyak bertahan di area sendiri.

Gol ketiga akhirnya tercipta pada menit ke-58. Franco Mastantuono berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola liar hasil tembakan Trent Alexander-Arnold dan mengubah skor menjadi 3-1.

Keunggulan Madrid semakin besar hanya dua menit kemudian setelah Ruben Pulido Penas melakukan gol bunuh diri. Mourinho memanfaatkan sisa pertandingan untuk memainkan beberapa pemain muda, sementara Los Blancos sukses mempertahankan keunggulan 4-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Real Madrid: Lunin; Trent, Asencio, Huijsen, Carreras; Valverde, Camavinga; Mastantuono, Guler, Ciria; Gonzalo.

Leganes: Raul Fernandez; Rubén Pena, Gueye, Ignasi Miquel, Marvel, Naim; Zico, Diawara, Kechta; Roberto Lopez y Goethler.

Idnews.top – Fenerbahce mulai mengambil langkah nyata untuk merekrut Rafael Leao dari AC Milan pada bursa transfer musim panas. Klub asal Turki itu dikabarkan telah mengirimkan tawaran perdana kepada Rossoneri.

Nilai proposal yang diajukan mencapai 40 juta euro ditambah bonus. Namun, AC Milan belum bersedia menerima penawaran tersebut karena menginginkan nilai dan skema transfer yang berbeda.

Negosiasi antara kedua klub diperkirakan masih akan terus berlangsung. Rafael Leao juga disebut tidak akan bertahan di San Siro untuk musim mendatang.

Laporan dari Sportitalia, Sport Mediaset, dan pakar transfer Turki Yagiz Sabuncuoglu mengungkap perkembangan terbaru dalam proses negosiasi tersebut.

Tawaran Perdana Fenerbahce Masih Belum Memenuhi Keinginan Milan

Fenerbahce mengirim direktur Cihan Kamer beserta rombongan ke Italia untuk membahas transfer Rafael Leao. Kehadiran mereka bahkan terlihat saat tiba di Bandara Malpensa.

Menurut Sportitalia dan Yagiz Sabuncuoglu, nilai proposal berada di kisaran 40 juta euro. Sementara itu, Sport Mediaset menjelaskan rincian tawaran tersebut mencapai 5 juta euro sebagai biaya peminjaman dan 35 juta euro sebagai kewajiban pembelian pada akhir musim.

Selain itu, terdapat bonus sebesar 2 juta euro yang bergantung pada performa pemain. Meski begitu, AC Milan tidak tertarik dengan skema pinjaman yang disertai kewajiban membeli.

AC Milan Tetap Ingin Transfer Permanen

AC Milan sebelumnya juga sudah menyampaikan sikap serupa kepada Galatasaray dan Benfica. Rossoneri hanya bersedia melepas Rafael Leao melalui transfer permanen.

Klub membutuhkan dana segar untuk melanjutkan aktivitas di bursa transfer musim panas. Sebab, AC Milan sudah mengeluarkan lebih dari 100 juta euro untuk mendatangkan Goncalo Ramos dan Mario Gila.

Karena itu, Milan mematok harga 50 juta euro untuk Rafael Leao. Negosiasi dengan Fenerbahce diperkirakan masih akan berlanjut hingga kedua klub menemukan titik temu.

Rafael Leao Siap Terima Kontrak Menggiurkan

Rafael Leao disebut siap menerima tawaran kontrak dari Fenerbahce apabila transfer terealisasi. Nilai gajinya mencapai sekitar 12 juta euro per musim.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pendapatan yang diterimanya selama membela AC Milan. Faktor finansial itu menjadi salah satu daya tarik dalam proses kepindahannya.

Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan antara kedua klub. Selama AC Milan belum mendapatkan penawaran sesuai keinginan, transfer Rafael Leao masih harus menunggu perkembangan berikutnya.

Idnews.top – Sebuah rumor baru beredar seputar pergerakan Arsenal di bursa transfer musim panas ini. The Gunners kini dilaporkan berminat untuk mengamankan jasa Vinicius Junior dari Real Madrid.

Di musim panas ini, Arsenal memang dilaporkan ingin mengupgrade lini serang mereka, khususnya di sektor sayap. Mikel Arteta membutuhkan pemain top agar sektor sayapnya bisa tampil lebih mematikan di musim depan.

Juara Premier League itu awalnya ingin memboyong Morgan Rogers dari Aston Villa. Namun The Gunners gigit jari, karena Chelsea mampu menikung transfer tersebut dengan mahar yang sangat tinggi.

The Athletic baru-baru ini memberikan update seputar perburuan winger baru Arsenal. The Gunners kini dilaporkan berminat untuk membajak Vinicius Junior di musim panas ini..

Winger yang Teruji

Menurut laporan tersebut, Arsenal kini mempertimbangkan serius untuk memboyong Vinicius Junior dari Real Madrid. Sang winger dinilai bisa jadi upgrade yang bagus untuk lini serang Arsenal.

Vini memang punya reputasi yang apik di sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi salah satu pemain andalan Real Madrid di mana ia produktif dan konsisten mencetak gol dan assist bagi Los Blancos.

Mikel Arteta meyakini winger Timnas Brasil itu bakal membuat lini serang The Gunners semakin mematikan di musim depan. Itulah mengapa ia mulai berencana untuk mencoba mengamankan jasa sang winger di musim panas ini.

Pantau Situasi Vini

Menurut laporan yang sama, Arsenal belum bergerak untuk memboyong jasa Vinicius. Mereka masih mengamati situasi kontrak sang winger di Real Madrid.

Kontrak Vinicius di Real Madrid habis di tahun 2027 nanti. Sejauh ini Real Madrid dan sang winger masih belum kunjung mencapai kata sepakat terkait kontrka tersebut.

Jika situasi ini berlanjut, Arsenal akan mencoba menawar Vinicius ke Real Madrid. Karena mereka tahu Real Madrid ogah kehilangan sang pemain secara cuma-cuma di tahun depan.

Mahar Transfer Tinggi

Meski kontraknya tinggal satu tahun lagi, Real Madrid dilaporkan akan membanderol Vinicius dengan harga yang mahal di musim panas ini.

Los Blancos dilaporkan hanya mempertimbangkan melepas sang winger di kisaran 80-100 juta Euro di musim panas ini.

Idnews.top – Spanyol menutup Piala Dunia 2026 sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium. Kemenangan itu bukan hanya menghadirkan trofi dunia kedua bagi La Roja, tetapi juga pengakuan dari banyak tokoh sepak bola.

Salah satu apresiasi datang dari mantan penyerang Italia, Christian Vieri. Pemilik sembilan gol di dua edisi Piala Dunia itu menilai Spanyol tampil dominan sejak peluit pertama hingga pertandingan berakhir.

Bagi Vieri, final tersebut memperlihatkan bagaimana sepak bola modern tidak selalu ditentukan oleh deretan bintang terbesar. Ia melihat kekuatan utama Spanyol lahir dari kerja sama, organisasi permainan, dan disiplin taktik yang dijalankan seluruh pemain.

Penampilan konsisten sepanjang turnamen membuat Spanyol pantas berdiri di puncak dunia. Mereka hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan dan mampu mengendalikan hampir setiap laga yang dijalani.

Permainan Kolektif Jadi Kekuatan Utama

Vieri menilai Spanyol menguasai pertandingan sejak awal tanpa memberi banyak ruang kepada Argentina. Menurutnya, dominasi itu terlihat jelas sepanjang 120 menit final.

Ia berkata, “Sejak menit pertama hingga pertandingan berakhir, yang terlihat hanya Spanyol, Spanyol, dan Spanyol. Mereka benar-benar luar biasa. Organisasi Spanyol, federasi, pelatih, dan seluruh staf melakukan pekerjaan yang fantastis bersama tim ini.”

Vieri juga percaya gelar dunia diraih berkat kekuatan kolektif, bukan semata kualitas individu. Ia mengatakan, “Hari ini, mereka memperlihatkan bahwa Anda tidak membutuhkan nama-nama besar untuk menjadi juara. Anda membutuhkan tim yang bagus. Spanyol memiliki tim yang luar biasa dan mereka bermain sebagai satu kesatuan. Argentina hampir tidak pernah menguasai bola, dan ketika mereka mendapatkannya, para pemain Spanyol langsung menekan hingga bola kembali direbut. Mereka mendominasi pertandingan dari awal sampai akhir.”

Pertahanan Kokoh Sulit Ditembus

Menurut Vieri, Argentina kesulitan mengembangkan permainan karena tekanan tinggi yang terus diterapkan Spanyol. Para pemain La Roja mampu menutup ruang dan memaksa lawan kehilangan bola dalam waktu singkat.

Ia berkata, “Setiap kali Argentina menguasai bola, mereka tidak mampu mempertahankannya. Itu sangat sulit karena Spanyol menekan dengan enam, tujuh, bahkan delapan pemain. Argentina kesulitan melewati garis tengah untuk menciptakan peluang. Saat menguasai bola Spanyol sangat bagus, dan ketika tidak menguasai bola, mereka bahkan lebih luar biasa.”

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas organisasi pertahanan Spanyol sepanjang turnamen. Mereka menutup Piala Dunia 2026 dengan rekor hanya kebobolan satu gol.

Masa Depan Cerah Bersama De la Fuente

Vieri melihat usia rata-rata skuad Spanyol yang masih sekitar 26 tahun menjadi modal besar untuk masa depan. Ia yakin La Roja memiliki peluang besar mempertahankan level permainan hingga Piala Dunia 2030.

Ia berkata, “Masih banyak hal yang akan datang dari tim Spanyol ini karena mereka sangat muda dan penuh semangat. Anda bisa membayangkan mereka bermain di Santiago Bernabeu atau Camp Nou dengan stadion penuh warna merah. Mereka tidak akan mudah kebobolan.”

Pujian juga diberikan kepada pelatih Luis de la Fuente yang dinilai berhasil membangun fondasi kuat sejak menangani kelompok usia muda. Pengalamannya bersama para pemain membuat proses pembentukan tim berjalan lebih cepat dan efektif.

Vieri tidak lupa mengapresiasi Rodri serta Pau Cubarsi yang tampil luar biasa sepanjang turnamen. Menurutnya, Rodri menjadi pusat permainan Spanyol, sedangkan Cubarsi mampu berkembang pesat karena berada dalam sistem tim yang saling memahami dan selalu percaya diri memainkan bola.

Bagi Vieri, gelar Piala Dunia 2026 bukan hasil yang datang secara kebetulan. Spanyol berhasil mencapai puncak karena memiliki identitas permainan yang jelas, organisasi yang solid, dan para pemain yang rela bekerja untuk kepentingan tim di atas segalanya.

Idnews.top – Bukayo Saka telah membuat pembuktian bahwa dirinya bukan pemain sembarangan. Winger Timnas Inggris itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain elit seusai laga Prancis vs Inggris baru-baru ini.

Bukayo Saka merupakan salah satu pemain andalan Timnas Inggris. Namun ia tidak selalu menjadi starter selama Piala Dunia 2026 ini karena ia mengalami sejumlah masalah cedera.

Namun di laga perebutan juara 3 Piala Dunia antara Prancis vs Inggris yang digelar pagi tadi, Saka menjadi starter. Ia diplot Thomas Tuchel tampil di sisi kanan lini serang The Three Lions.

Di laga ini, Saka membantu Timnas Inggris mengalahkan Prancis dengan skor akhir 4-6. Di laga ini, Saka berhasil mendaulatkan diri jadi pemain elit di Piala Dunia 2026.

Catatkan Hattrick

Di pertandingan ini, Saka berhasil mencetak hattrick ke gawang Timnas Prancis.

Dua gol ia cetak di babak pertama. Ia mencetak gol ketiga dan gol keempat Inggris sehingga The Three Lions unggul 0-4 di babak pertama.

Di babak kedua, Prancis membuat perlawanan dan sempat memperkecil keduudkan menjadi 3-4. Namun Saka berhasil memperlebar keunggulan Inggris melalui eksekusi penaltinya, di mana gol penalti itu membuatnya resmi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026.

Hanya 3 Pemain yang Bisa

Catatan Hattrick Saka itu merupakan catatan yang spesial. Karena tidak banyak pemain yang mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.

Di edisi tahun 2026 ini, hanya ada tiga pemain sebelum Saka yang mampu mencetak hattrick. Mereka adalah Lionel Messi (vs Aljair), Jonathan David (vs Qatar), dan Ousmane Dembele (vs Norwegia).

Catatan hattrick Saka semakin spesial karena tiga pemain tersebut mencetak hattrick di fase grup. Sementara Saka satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di fase gugur, dan itu membuat sang winger layak mendapatkan status sebagai pemain elit.

Idnews.top – Mike Maignan akan menjadi salah satu tumpuan Prancis saat menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB itu menjadi panggung berikutnya bagi kiper AC Milan tersebut.

Penjaga gawang berusia 31 tahun itu datang dengan catatan yang sangat meyakinkan sepanjang turnamen. Dari 46 penampilan bersama tim nasional, Maignan telah membukukan empat clean sheet di Piala Dunia 2026 dan baru kebobolan dua gol.

Performa konsisten sebagai tembok terakhir itu membuat Prancis memiliki fondasi pertahanan yang sulit ditembus lawan. Ketenangan, kepemimpinan, dan kemampuan mengatur lini belakang menjadi modal penting Les Bleus dalam perburuan tiket menuju final.

Mike Maignan Jadi Pilar Pertahanan Prancis

Julukan “Magic Mike” semakin melekat berkat kontribusinya setelah mengambil peran yang sebelumnya dipegang Hugo Lloris. Ia membantu Prancis mencapai semifinal Euro 2024 dan kini kembali mengantar tim melangkah hingga empat besar Piala Dunia 2026.

Maignan juga mencatat tiga pertandingan fase gugur secara beruntun tanpa kebobolan. Rangkaian performa tersebut diawali penyelamatan penalti penting saat Prancis mengunci posisi teratas Grup I melalui kemenangan atas Norwegia.

Kemampuan fisik, refleks, teknik, serta distribusi bola menjadi keunggulan utama sang penjaga gawang. Selain piawai menggagalkan peluang lawan, ia juga berperan besar dalam membangun serangan dari lini belakang.

Unggul dalam Catatan Penyelamatan

Menjelang semifinal, Spanyol memang memiliki jumlah clean sheet lebih banyak dibanding Prancis. Namun, Mike Maignan tampil lebih sibuk dengan membukukan 11 penyelamatan, unggul satu dari kiper Spanyol yang mencatat 10 penyelamatan.

Catatan tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Maignan ketika tim berada dalam tekanan. Keputusan cepat dan posisi yang tepat membuatnya mampu menjaga gawang Prancis tetap aman pada momen-momen krusial.

Maignan lahir di Guyana Prancis yang berada di pesisir timur laut Amerika Selatan sebelum tumbuh besar di kawasan utara Paris. Perjalanan hidupnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter hingga berkembang menjadi salah satu kiper terbaik dunia.

Kualitas Maignan juga mendapat pengakuan dari penjaga gawang Brasil, Alisson Becker. “Dia kuat secara fisik, cepat, memiliki teknik yang bersih. Dia sangat tangguh. Dia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Alisson.

Idnews.top – Ada insiden menarik di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Norwegia yang baru saja selesai digelar. Gol pertama Jude Bellingham di laga ini diperdebatkan keabsahannya.

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu berjalan sengit. Norwegia yang tampil agresif sejak awal laga mampu mencetak gol terlebih dahulu berkat gol Andreas Schjelderup.

Namun keunggulan Norwegia itu tidak bertahan lama. Beberapa detik jelang buyaran babak pertama, Jude Bellingham mampu mencetak gol ke gawang Norwegia.

Gol tersebut membuat kedudukan kembali sama kuat 1-1 sebelum memasuki jeda pertandingan. Namun gol Bellingham tersebut menimbulkan kontroversi, terutama dari pihak Norwegia.

Bola Kena Kabel

Dalam proses terjadinya gol tersebut, ada indikasi bahwa gol ini seharusnya tidak sah.

Ini disebabkan proses gol ini diawali dari tendangan gawang dari Jordan Pickford. Bola terlihat mengenai kabel spider cam di atas lapangan sehingga bola berubah arah.

Bola kemudian berhasil diamankan Harry Kane sehingga ia memberikan umpan kunci kepada Anthony Gordon sebelum sang winger akhirnya melepaskan umpan tarik yang diselesaikan Bellingham menjadi gol penyama kedudukan Inggris.

Norwegia Protes Keras, Wasit Tak Bergeming

Setelah gol tersebut, para pemain dan staff Timnas Norwegia melancarkan protes kepada wasit Clement Turpin.

Mereka menilai gol itu seharusnya tidak sah. Karena jika bola tidak mengenai kabel spidercam tersebut, maka bola kemungkinan besar akan out dan gol itu tidak akan pernah terjadi.

Nmaun wasit asal Prancis itu tidak bergeming akan protes tersebut. Ia tetap mengesahkan gol tersebut dan skor 1-1 tetap bertahan hingga turun minum

Laga Berikutnya

Timnas Inggris sendiri berhasil menjadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.

Lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah pemenang dari laga Swiss vs Argentina yang akan digelar beberapa saat lagi.

Idnews.top – Amerika Serikat akan menghadapi Belgia pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Rabu (8/7) mulai pukul 07.00 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung melalui TVRI dan MaxStream.

Duel ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sedang berada dalam tren positif. Amerika Serikat melangkah ke fase gugur setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina 2-0, sedangkan Belgia memastikan tiket babak 16 besar lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal setelah melalui babak perpanjangan waktu.

Bagi Amerika Serikat, pertandingan ini menjadi peluang untuk memperbaiki catatan mereka di fase gugur Piala Dunia. Sebaliknya, Belgia bertekad menjaga asa generasi emas mereka untuk melangkah lebih jauh pada turnamen yang diyakini menjadi Piala Dunia terakhir bagi sejumlah pemain senior.

Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil konsisten sejak fase grup. Amerika Serikat berhasil menjadi juara grup untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2010 sebelum melanjutkan performa impresif dengan menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina.

Sementara itu, Belgia menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Senegal. Sempat tertinggal dua gol, Setan Merah bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 3-2 melalui babak tambahan waktu.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: 16 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan: Amerika Serikat vs Belgia
Tempat: Seattle Stadium
Hari, tanggal: Selasa, 7 Juli 2026
Jam kick-off: 07.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_55ojjboj/amerika_serikat_vs_belgia
DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia

Belgia memiliki modal psikologis yang cukup baik menjelang pertandingan ini. Pada laga uji coba yang berlangsung pada Maret lalu, mereka sukses mengalahkan Amerika Serikat dengan skor meyakinkan 5-2.

Di sisi lain, Amerika Serikat memperlihatkan perkembangan signifikan di bawah arahan Mauricio Pochettino. Kehadiran Folarin Balogun di lini depan membuat variasi serangan mereka semakin berbahaya dan sulit diprediksi.

Meski belum selalu tampil dominan sepanjang turnamen, Belgia memiliki keunggulan dari sisi pengalaman. Para pemain senior mereka beberapa kali mampu menjadi pembeda ketika tim berada dalam situasi sulit.

Pertandingan diperkirakan berjalan ketat karena Amerika Serikat akan mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah. Namun, kualitas individu Belgia, terutama di sektor lini tengah dan lini depan, dinilai masih memberi mereka sedikit keunggulan.

Prediksi skor: Amerika Serikat 1-2 Belgia.

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.