27 Oktober 2026

By: J13

Idnews.top – Andrea Pirlo akhirnya buka suara terkait kontroversi yang menghambat peluangnya menjadi pelatih Timnas Italia. Legenda Azzurri itu memberikan klarifikasi mengenai kerja samanya dengan perusahaan judi asal Rusia yang menjadi sorotan.

Pirlo sebelumnya menjadi kandidat kuat untuk menggantikan posisi pelatih Italia setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak kesempatan tersebut. Namun, peluang tersebut mulai terganggu setelah muncul polemik terkait perannya sebagai duta merek perusahaan judi asal Rusia.

Kontroversi semakin besar setelah Pirlo diketahui menghadiri acara di Moskow pada Mei 2026. Selain itu, kerja sama dengan perusahaan judi juga mendapat perhatian karena promosi perjudian dilarang di Italia.

Melalui akun Instagram pribadinya, Pirlo memilih memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh perjalanan profesionalnya selalu berjalan sesuai aturan dan nilai yang ia pegang.

Pirlo Jelaskan Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia

Pirlo mengaku mengikuti perdebatan mengenai namanya dengan rasa sedih setelah peluangnya menangani Timnas Italia menjadi perbincangan publik. Ia memilih diam sebelumnya karena menghormati pihak federasi dan seluruh institusi yang terlibat.

Mantan gelandang Juventus dan AC Milan itu kemudian merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Menurutnya, kerja sama yang dipermasalahkan merupakan bagian dari aktivitas profesionalnya di Uni Emirat Arab.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya mengikuti dengan penuh kesedihan perdebatan yang berkembang mengenai nama saya dan kemungkinan mengambil pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia,” tulis Pirlo di Instagram.

“Demi menghormati institusi, federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga sekarang. Namun, saya merasa sudah saatnya menjelaskan beberapa hal,” lanjut Pirlo.

Pirlo Tegaskan Tidak Ada Unsur Politik

Pirlo menjelaskan bahwa selama kariernya sebagai pemain maupun pelatih, dirinya selalu menjalankan tugas dengan menghormati hukum negara tempatnya bekerja. Ia juga menegaskan kontrak profesional yang dibuat selalu dijalankan sesuai kesepakatan.

Menurut Pirlo, memberikan makna politik terhadap kerja samanya dengan perusahaan Rusia merupakan kesimpulan yang tidak tepat. Ia menyebut tidak pernah memiliki pandangan atau keyakinan seperti yang dikaitkan kepadanya.

“Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih, saya selalu menjalankan tugas dengan menghormati sepenuhnya hukum di negara tempat saya bekerja serta kontrak yang saya tanda tangani,” kata Pirlo.

“Kerja sama profesional yang menjadi sumber kontroversi baru-baru ini muncul sebagai bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan secara eksklusif bersifat komersial serta olahraga. Mengaitkan kerja sama tersebut dengan makna politik berarti memberikan keyakinan kepada saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan tidak saya miliki,” tegas Pirlo.

Pirlo Berterima Kasih kepada Maldini dan Leonardo

Dalam pernyataannya, Pirlo juga menyampaikan apresiasi kepada Paolo Maldini dan Leonardo yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya. Keduanya disebut memiliki rasa hormat dan kepercayaan terhadap kemampuan Pirlo untuk menangani Timnas Italia.

Pirlo menyesalkan keputusan olahraga justru berubah menjadi konflik publik yang menyeret namanya. Ia menegaskan hubungan emosionalnya dengan Italia tidak pernah bergantung pada jabatan tertentu.

“Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas rasa hormat serta kepercayaan yang mereka tunjukkan kepada saya. Saya mengetahui kompetensi, keseriusan, dan kecintaan mereka yang selalu diberikan kepada sepak bola Italia,” ucap Pirlo.

“Saya menyesalkan bahwa sebuah pilihan olahraga dengan cepat berubah menjadi konfrontasi publik yang akhirnya memberikan makna dan niat kepada saya yang sebenarnya tidak pernah ada. Kecintaan terhadap Italia tidak bergantung pada sebuah pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan selalu menemani saya,” tutup Pirlo.

Peluang Pirlo Tangani Italia Makin Sulit

Meski Pirlo belum secara resmi menarik diri dari kandidat pelatih Italia, peluangnya kini disebut semakin kecil. Kontroversi yang muncul membuat federasi kemungkinan harus mempertimbangkan pilihan lain.

Situasi tersebut juga dapat berdampak kepada Maldini sebagai direktur teknik Italia. Jika tidak bisa membawa pelatih pilihan utamanya, posisi Maldini di federasi berpotensi ikut menjadi sorotan.

Italia kini harus mencari solusi baru untuk menentukan sosok yang akan memimpin Azzurri. Sementara itu, Pirlo memilih fokus menjaga reputasi dan menjelaskan posisinya kepada publik.

Idnews.top – Sebuah rumor baru beredar seputar pergerakan Arsenal di bursa transfer musim panas ini. The Gunners kini dilaporkan berminat untuk mengamankan jasa Vinicius Junior dari Real Madrid.

Di musim panas ini, Arsenal memang dilaporkan ingin mengupgrade lini serang mereka, khususnya di sektor sayap. Mikel Arteta membutuhkan pemain top agar sektor sayapnya bisa tampil lebih mematikan di musim depan.

Juara Premier League itu awalnya ingin memboyong Morgan Rogers dari Aston Villa. Namun The Gunners gigit jari, karena Chelsea mampu menikung transfer tersebut dengan mahar yang sangat tinggi.

The Athletic baru-baru ini memberikan update seputar perburuan winger baru Arsenal. The Gunners kini dilaporkan berminat untuk membajak Vinicius Junior di musim panas ini..

Winger yang Teruji

Menurut laporan tersebut, Arsenal kini mempertimbangkan serius untuk memboyong Vinicius Junior dari Real Madrid. Sang winger dinilai bisa jadi upgrade yang bagus untuk lini serang Arsenal.

Vini memang punya reputasi yang apik di sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi salah satu pemain andalan Real Madrid di mana ia produktif dan konsisten mencetak gol dan assist bagi Los Blancos.

Mikel Arteta meyakini winger Timnas Brasil itu bakal membuat lini serang The Gunners semakin mematikan di musim depan. Itulah mengapa ia mulai berencana untuk mencoba mengamankan jasa sang winger di musim panas ini.

Pantau Situasi Vini

Menurut laporan yang sama, Arsenal belum bergerak untuk memboyong jasa Vinicius. Mereka masih mengamati situasi kontrak sang winger di Real Madrid.

Kontrak Vinicius di Real Madrid habis di tahun 2027 nanti. Sejauh ini Real Madrid dan sang winger masih belum kunjung mencapai kata sepakat terkait kontrka tersebut.

Jika situasi ini berlanjut, Arsenal akan mencoba menawar Vinicius ke Real Madrid. Karena mereka tahu Real Madrid ogah kehilangan sang pemain secara cuma-cuma di tahun depan.

Mahar Transfer Tinggi

Meski kontraknya tinggal satu tahun lagi, Real Madrid dilaporkan akan membanderol Vinicius dengan harga yang mahal di musim panas ini.

Los Blancos dilaporkan hanya mempertimbangkan melepas sang winger di kisaran 80-100 juta Euro di musim panas ini.

Idnews.top – Sebuah pengakuan dibuat oleh Piero Ausilio. Direktur Inter Milan itu mengakui bahwa timnya menaruh hati terhadap bek milik Tottenham, Cristian Romero.

Seperti yang sudah diketahui, Romero merupakan sosok yang penting di skuad Tottenham. Semenjak pindah ke London Utara, ia menjadi dinding yang kokoh untuk pertahanan Spurs.

Namun kisah Romero dan The Lilluywhites akan berakhir di musim panas ini. Sang bek memutuskan untuk cabut dari Tottenham untuk mencari tantangan baru dalam karirnya.

Ada sejumlah tim yang menaruh minat pada bek Timnas Argentina tersebut. Salah satu nama yang cukup sering dikaitkan dengan sang bek adalah juara bertahan Serie A, Inter Milan.

Tidak Membantah

Baru-baru ini, Ausilio dikonfirmasi mengenai rumor ketertarikan Inter Milan terhadap Romero. Sang direktur tidak membantah kabar tersebut.

Ia menilai Romero adalah bek dengan kualitas yang luar biasa, sehingga ia bisa menjadikan lini pertahanan Inter lebih tangguh di musim depan.

“Ya, kabar itu (Inter meminati Romero) memang benar. Kami memang tertarik untuk mendatangkannya di bursa transfer ini,” ujar Ausilio.

Lagi Proses Penjajakan

Ausilio juga menyebut bahwa Inter sudah bergerak untuk mengamankan jasa sang bek. Mereka sudah menjalin komunikasi dengan agen sang bek dan juga Tottenham.

Ia tidak membeberkan sudah sejauh apa proses negosiasi tersebut, namun ia berharap Inter bisa mengunci transfer Romero dengan segera.

“Kami saat ini sedang berbicara dengan agen Romero dan juga Tottenham. Kita lihat apa yang akan terjadi nanti,” pungkas sang direktur.

Harga Mahal

Menurut kabar yang beredar, Inter Milan harus menyiapkan uang dalam jumlah besar jika serius ingin memboyong Romero di musim panas ini.

Tottenham kabarnya hanya mau melepas sang bek di kisaran 50-70 juta euro di musim panas ini karena sang bek dinilai lagi berada di puncak performanya.

Idnews.top – Alejandro Garnacho resmi meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Aston Villa pada bursa transfer musim panas 2026. Kepindahan itu bukan keputusan mendadak, melainkan hasil kesepakatan bersama yang sudah tercapai jauh sebelum transfer diumumkan.

Winger asal Argentina tersebut bergabung dengan Villa dengan status pinjaman disertai kewajiban bersyarat untuk dipermanenkan. Jika seluruh klausul terpenuhi, Chelsea berpeluang mendapatkan kembali sebagian besar biaya transfer senilai 43 juta poundsterling yang mereka keluarkan saat merekrut Garnacho dari Manchester United.

Keputusan melepas Garnacho juga menjadi bagian dari perubahan arah yang dilakukan Chelsea. Kedatangan Xabi Alonso sebagai pelatih baru membuat klub melakukan evaluasi terhadap komposisi skuad untuk musim 2026/2027.

Di sisi lain, Garnacho juga menginginkan tantangan baru setelah menjalani musim yang tidak berjalan sesuai harapan di Stamford Bridge. Kini, ia berpeluang kembali tampil di Liga Champions bersama Aston Villa.

Chelsea dan Garnacho Sepakat Berpisah

Menurut laporan Daily Mail, Chelsea dan Garnacho sudah mencapai kesepakatan untuk berpisah jauh sebelum proses transfer selesai. Kedua belah pihak menilai kepindahan menjadi solusi terbaik bagi perkembangan karier sang pemain.

Meski tampil inkonsisten sepanjang musim lalu, Chelsea disebut tidak memiliki penilaian negatif terhadap Garnacho. Sumber internal klub menyebut pemain berusia 22 tahun itu merupakan sosok yang pemalu dan sering kali disalahpahami.

Mantan pelatih Chelsea, Liam Rosenior, bahkan diyakini selalu memberikan dukungan kepada Garnacho. Ia melihat sang pemain sebagai sosok yang membutuhkan kepercayaan dan pendekatan personal agar mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.

Meski sempat menunjukkan kualitas, termasuk saat Chelsea mengalahkan Aston Villa 4-1 pada Februari lalu, performa Garnacho dinilai belum cukup stabil. Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan klub untuk melepasnya pada musim panas ini.

Garnacho Ingin Bangkit Bersama Aston Villa

Di Aston Villa, Garnacho akan bekerja di bawah arahan Unai Emery. Pelatih asal Spanyol itu dikenal memiliki kemampuan menghidupkan kembali performa pemain yang sempat mengalami penurunan di klub sebelumnya.

Garnacho mengaku memilih Aston Villa karena ingin mendapatkan kembali rasa percaya dirinya. Ia berharap dapat mengulang performa impresif seperti saat pertama kali menembus tim utama Manchester United.

“Saya pikir saya mencari klub untuk mendapatkan kepercayaan diri, dan mencoba menjadi pemain seperti dulu, sejak tahun-tahun pertama saya di United,” katanya kepada situs web resmi Villa.

“Saya berbicara dengan manajer dan dia memberi saya kepercayaan diri untuk berada di sini dan mencoba membantu tim,” sambung pemain asal Argentina.

Idnews.top – Chelsea resmi mengumumkan perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai transfer mencapai 117 juta poundsterling. Nilai tersebut menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah sekaligus rekrutan anyar The Blues dengan kontrak berdurasi enam tahun.

Sebelum bergabung ke Stamford Bridge, Rogers sempat dikaitkan dengan Arsenal. Namun, Chelsea berhasil membajak proses transfer pada akhir pekan lalu dan mengamankan tanda tangan gelandang berusia 23 tahun itu.

Rogers datang ke London setelah tampil bersama Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Penampilannya bersama Aston Villa membuatnya dipercaya masuk skuad asuhan Thomas Tuchel.

Selama membela Aston Villa, Rogers mencatatkan 125 penampilan dengan torehan 31 gol dan 29 assist. Ia juga pernah menimba ilmu di akademi Manchester City sebelum berkarier di Middlesbrough, Lincoln City, Bournemouth, dan Blackpool.

Morgan Rogers Ungkap Alasan Memilih Chelsea

Rogers mengaku sangat antusias memulai petualangan barunya bersama Chelsea. Ia menyebut The Blues sebagai klub yang sudah lama dikaguminya sejak masih kecil.

Selain itu, Rogers tertarik dengan proyek yang sedang dibangun klub bersama pelatih baru. Menurutnya, arah perkembangan Chelsea menjadi alasan utama menerima tawaran tersebut.

“Saya sangat bersemangat. Bagi saya, Chelsea adalah klub terbesar di London dan klub yang selalu saya kagumi sejak masih kecil,” ujar Rogers.

“Saya juga sangat antusias dengan proyek bersama pelatih baru, para pemain yang kami miliki, dan arah yang sedang dituju klub ini. Itulah alasan saya berada di sini dan saya sudah tidak sabar untuk segera memulai,” lanjut Rogers.

Xabi Alonso Jadi Faktor Penting

Morgan Rogers mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali berbicara dengan Xabi Alonso sebelum transfer diselesaikan. Pembicaraan tersebut membuatnya semakin yakin memilih Chelsea.

Ia merasa filosofi permainan yang diterapkan Alonso sangat sesuai dengan gaya bermainnya. Rogers pun berharap bisa berkembang di bawah arahan pelatih asal Spanyol tersebut.

“Saya sudah beberapa kali berbicara dengan Xabi Alonso. Bagi saya, sangat penting memahami seperti apa karakter pelatih, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana dia ingin tim bermain,” kata Rogers.

“Semua itu sangat sesuai dengan cara saya memandang sepak bola, cara saya ingin bermain, menjadi diri sendiri, bermain dengan bebas, dan mengekspresikan kemampuan saya. Kehadirannya menjadi salah satu alasan terbesar saya memilih bergabung ke sini,” tutup Rogers.

Idnews.top – Spanyol kembali berada di puncak sepak bola dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah.

Kemenangan itu menjadi penutup sempurna perjalanan tim asuhan Luis de la Fuente yang tampil konsisten sejak fase grup. Mereka menguasai jalannya laga final dan hanya membutuhkan satu momen untuk memastikan trofi berpindah tangan.

Keberhasilan tersebut langsung memicu gelombang apresiasi dari berbagai kalangan. Tokoh kerajaan, politik, olahraga, hingga dunia hiburan memberikan penghormatan atas pencapaian Spanyol.

Banyak pihak menilai gelar ini merupakan buah dari proses panjang pembinaan pemain muda dan konsistensi filosofi permainan. Dominasi Spanyol sepanjang turnamen menjadi alasan mengapa mereka pantas berdiri sebagai juara dunia.

Ferran Torres Jadi Penentu Gelar Dunia

Spanyol mendominasi pertandingan sejak menit awal meski Argentina bertahan sangat rapat. Emiliano Martinez berkali-kali menggagalkan peluang La Roja sepanjang waktu normal.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-106. Nico Williams menyundul umpan Pedro Porro sebelum Ferran Torres menyambar bola ke atap gawang tanpa mampu dihentikan Martinez.

Argentina kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu kuning kedua menjelang babak tambahan. Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap berjuang hingga akhir, tetapi gagal membendung tekanan Spanyol.

Raja Felipe VI hingga Gianni Infantino Beri Apresiasi

Raja Felipe VI memberikan penghormatan kepada para pemain atas perjuangan mereka sepanjang turnamen. Ia berkata, “Kalian telah menghadapi setiap tantangan dengan keyakinan sebagai tim besar dan membawa nama Spanyol ke titik tertinggi.”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga memberikan ucapan selamat kepada sang juara. Ia berkata, “Selamat kepada Spanyol yang dinobatkan sebagai tim terbaik di dunia. Sebagai tim terbaik sepanjang turnamen, kalian pantas menjadi juara Piala Dunia FIFA!”

Perdana Menteri Pedro Sanchez turut merayakan keberhasilan tersebut melalui pesan singkat. Ia menulis, “Kita adalah juara dunia! Tim nasional kita luar biasa! Terima kasih, tim.”

Tokoh Olahraga dan Hiburan Ikut Merayakan
Petenis Carlos Alcaraz meluapkan kegembiraannya dengan kalimat singkat. Ia menulis, “Ayo, Spanyol!!!!!!!!!!!”

Legenda basket Pau Gasol menilai keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif yang dibangun selama bertahun-tahun. Ia berkata, “Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari kerja bertahun-tahun, tumbuh bersama, dan membangun tim yang tidak pernah berhenti percaya.”

Aktor Javier Bardem juga memberikan penghormatan kepada skuad Spanyol. Ia menilai tim nasional menjadi contoh kerja sama, persatuan, sportivitas, dan semangat kebersamaan.

Fondasi Luis de la Fuente Berbuah Gelar

Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Spanyol, Aitor Karanka, menganggap kesuksesan ini merupakan hasil kepercayaan terhadap pemain muda dan para pelatih. Menurutnya, Luis de la Fuente beserta staf mampu memperlihatkan identitas sepak bola Spanyol di panggung tertinggi.

Legenda Spanyol Carles Puyol memberikan ucapan singkat, “Selamat, Spanyol. Sangat pantas.” Mantan petenis Rafael Nadal juga ikut merayakan dengan kalimat, “Juara dunia untuk kedua kalinya!”

Rangkaian ucapan tersebut menjadi gambaran besarnya kebanggaan masyarakat terhadap pencapaian La Roja. Setelah tampil dominan sepanjang turnamen, Spanyol akhirnya mengukuhkan diri sebagai raja baru sepak bola dunia dengan cara yang benar-benar meyakinkan.

Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.

Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.

Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.

Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.

Jadi Pencetak Asisst Terbanyak

Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.

Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.

Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.

Lampaui Rekor Pele

Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.

Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.

Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.

Idnews.top – Ajang Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarpembalap muda terbaik Asia-Pasifik. Seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 17-19 Juli itu juga menyuguhkan cerita menarik dari sosok di luar dunia balap.

Perhatian publik tertuju kepada Ing Asavanund, pembalap asal Thailand yang memiliki karier ganda sebagai aktor. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race 2026.

Ing Asavanund bukan nama asing bagi penggemar serial televisi Thailand. Aktor kelahiran 9 Februari 2006 itu berada di bawah naungan agensi GMMTV dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial My Sweetheart Jom yang tayang pada 2025.

Meski memiliki popularitas di industri hiburan, Ing datang ke Mandalika bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Ia menunjukkan bahwa kemampuannya di lintasan balap juga layak diperhitungkan saat menjalani sesi latihan bebas pertama.

Aktor Muda Thailand yang Serius Menekuni Dunia Balap

R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship seri Mandalika diikuti 21 pembalap dari berbagai negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan ini juga menghadirkan rider dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.

Di antara deretan peserta tersebut, Ing Asavanund menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian. Latar belakangnya sebagai aktor profesional membuat kehadirannya mendapat sorotan, tetapi performanya di lintasan membuktikan bahwa ia bukan sekadar figur publik yang mencoba dunia balap.

Pada sesi Free Practice 1 yang digelar Jumat (17/7), Ing membukukan waktu terbaik 1 menit 55,274 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi ke-10 dari total 21 pembalap yang mengikuti sesi latihan pembuka.

Hasil itu menjadi modal awal yang cukup menjanjikan bagi pembalap Thailand tersebut. Ing masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya saat mengikuti sesi kualifikasi pada Sabtu (18/7), sebelum bertarung pada balapan utama yang berlangsung Minggu (19/7).

Tantangan Berat Menanti Ing Asavanund di Mandalika

Persaingan Ing Asavanund dipastikan tidak akan mudah karena ia harus menghadapi tiga pembalap Yamaha Racing Indonesia yang memiliki kualitas mumpuni. Ketiganya adalah Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior, dan M. Abid Ashar Musyafa yang tampil pada seri Mandalika.

Sabian Fathul Ilmi datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi balapan seri kedua di The Bend Motorsport Park, Australia, pada awal Mei lalu. Pembalap berusia 14 tahun itu kini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin dan bertekad kembali bersaing di barisan depan pada balapan kandangnya.

Sementara itu, Reynaldi Junior menjalani musim penting dalam perjalanan kariernya. Juara R15 Idemitsu Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025 tersebut kini menimba pengalaman di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship setelah sebelumnya naik kelas ke National Sport 250cc pada Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series musim 2026.

Di sisi lain, M. Abid Ashar Musyafa menjadi salah satu ancaman terbesar pada seri Mandalika. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih kemenangan pada dua race seri pertama dan kedua kelas Junior Sport 250 U-18 Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series 2026..

Idnews. top – Kylian Mbappe gagal membawa Prancis melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-2 dari Spanyol di Dallas Stadium. Penyerang Real Madrid itu tampil selama 90 menit, tetapi tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

Spanyol memastikan kemenangan lewat gol penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan gol Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil tersebut mengantar La Furia Roja melaju ke final untuk menghadapi pemenang semifinal Inggris kontra Argentina.

Prancis sebenarnya datang dengan status unggulan tipis berkat kualitas lini serang yang dimiliki. Akan tetapi, organisasi pertahanan Spanyol membuat Les Bleus kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.

Bagi Prancis, kekalahan ini mengakhiri langkah mereka di semifinal dan membuat tim asuhan Didier Deschamps harus menjalani laga perebutan peringkat ketiga. Sementara itu, Spanyol menjaga peluang meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.

Kylian Mbappe Gagal Memberi Ancaman

Kylian Mbappe memasuki semifinal dengan koleksi delapan gol di Piala Dunia 2026. Catatan tersebut membuatnya kembali menjadi tumpuan utama lini depan Prancis saat menghadapi Spanyol.

Namun, pertahanan rapat yang dibangun Luis de la Fuente berhasil memutus ruang gerak sang penyerang. Mbappe kesulitan memperoleh ruang untuk berlari maupun melepaskan penyelesaian yang membahayakan gawang Unai Simon.

Selama pertandingan berlangsung, Mbappe tidak mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang (0 shot on target). Kondisi itu menjadi gambaran keberhasilan lini belakang Spanyol membatasi pengaruh pemain berusia 27 tahun tersebut.

Pertahanan Spanyol Redam Andalan Prancis

Mbappe sempat berusaha membangkitkan permainan Prancis setelah gol Lamine Yamal dianulir karena offside. Akan tetapi, upayanya berulang kali terhenti oleh disiplin pertahanan lawan.

Marc Cucurella melakukan tekel penting untuk menggagalkan peluang Mbappe pada babak kedua. Unai Simon juga tampil sigap sebagai sweeper-keeper sehingga ruang di belakang lini pertahanan tetap aman.

Frustrasi mulai terlihat menjelang akhir pertandingan ketika Mbappe menerima kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Simon. Ia kemudian memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas, tetapi bola melambung di atas mistar gawang.

Prancis Gagal Bangkit

Didier Deschamps sempat memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki untuk menambah daya gedor. Pergantian tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan karena Spanyol tetap tampil disiplin hingga peluit akhir.

Kekalahan 0-2 memastikan Prancis gagal ke final Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Spanyol melangkah ke partai puncak dengan modal pertahanan kokoh yang sukses meredam pemain-pemain berbahaya milik lawan, termasuk Kylian Mbappe.

Idnews.top – Emiliano Martinez menjadi sosok penting di bawah mistar Argentina menjelang semifinal Piala Dunia 2026. Kiper berusia 33 tahun itu siap mengawal La Albiceleste saat menghadapi Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Martinez tampil dalam seluruh perjalanan Argentina menuju empat besar turnamen. Hingga semifinal, ia mencatat dua clean sheet dan kebobolan enam gol dalam enam pertandingan.

Pengalaman serta ketangguhannya membuat Argentina tetap percaya diri menghadapi laga besar. Mental kuat yang dimiliki Martinez berkali-kali membantu juara bertahan melewati situasi sulit sepanjang kompetisi.

Emiliano Martinez Selalu Hadir pada Momen Penting

Sebagai penjaga gawang, Martinez dikenal mampu menguasai area penalti dengan sangat baik. Posturnya yang tinggi dan keberaniannya keluar dari gawang membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.

Pada perempat final melawan Swiss, Martinez menjadi penyelamat lewat sejumlah intervensi penting. Salah satu aksi terbaiknya adalah menggagalkan peluang Breel Embolo melalui penyelamatan saat keluar dari gawang dengan timing yang tepat.

Ketika Lionel Messi menjadi pembeda di lini depan, Martinez memberikan rasa aman di sektor pertahanan. Determinasi, keberanian, dan komitmennya menjadi fondasi penting bagi permainan Argentina.

Peraih Golden Glove yang Tak Kenal Menyerah

Martinez bukan sosok asing di panggung Piala Dunia. Ia pernah meraih penghargaan Golden Glove berkat kontribusi besarnya saat membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar.

Semangat juangnya juga terlihat di level klub. Martinez tetap tampil pada final Liga Europa bersama Aston Villa meski mengalami cedera jari, sebuah bukti ketangguhan yang terus melekat dalam kariernya.

Karier profesional Martinez seluruhnya dijalani di Inggris setelah bergabung dengan Arsenal dari Independiente saat masih remaja. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya bersama Aston Villa dan berkembang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Kapten Argentina, Lionel Messi, memberikan pujian tinggi kepada rekan setimnya tersebut. “Kami memiliki Emiliano Martinez yang luar biasa. Dia adalah monster di bawah mistar gawang.”