BOLADONESIA – Bek anyar Persija Jakarta, Denis Kolinger, mengaku terkesan dengan metode kepelatihan Shin Tae-yong. Meski baru menjalani pekan pertama bersama Macan Kemayoran, pemain asal Kroasia itu menilai latihan yang diterapkan pelatih asal Korea Selatan tersebut berjalan sangat profesional.
Kolinger menjadi salah satu rekrutan anyar Persija untuk menghadapi musim 2026-2027. Sejak bergabung dalam sesi latihan di Persija Training Ground, bek berusia 32 tahun itu langsung mengikuti seluruh program yang disusun Shin Tae-yong bersama tim pelatih.
Proses adaptasi bek jangkung itu pun berjalan cukup mulus. Dia merasa tidak mengalami kesulitan untuk mengikuti ritme latihan maupun berbaur dengan rekan-rekan barunya di dalam skuad Macan Kemayoran.
Menurut dia, intensitas latihan terus meningkat dari hari ke hari. Dia optimistis seluruh pemain akan berada dalam kondisi terbaik saat kompetisi Super League 2026-2027 dimulai.
“Latihan berjalan sangat baik setiap hari. Sekarang kami sudah memiliki rutinitas harian. Kami memulainya dengan intensitas yang lebih ringan dan saya rasa setiap hari akan semakin berat. Saya berharap kami siap menyambut awal musim,” kata Denis Kolinger.
Denis Kolinger Apresiasi STY
Selain puas dengan proses adaptasinya, Kolinger juga memberikan apresiasi kepada Shin Tae-yong. Pemain yang pernah mencatatkan satu penampilan bersama Timnas Kroasia itu menilai sang pelatih mampu menciptakan keseimbangan antara kedisiplinan dan suasana yang menyenangkan di dalam tim.
Menurut Kolinger, Shin Tae-yong selalu menuntut para pemain tampil serius selama latihan. Namun, di luar sesi latihan, mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut tetap memberi ruang agar para pemain bisa menikmati kebersamaan di dalam tim.
“Saya pikir pelatih sangat profesional, itulah yang saya sukai. Dia ingin kami serius saat latihan, itu hal yang normal. Ketika kami bercanda, kami bercanda. Tetapi ketika kami bekerja, kami benar-benar bekerja,” ucap dia.
IDnew.top – Manajer Manchester United, Michael Carrick mengungkapkan situasi timnya di pra musim 2026/2027. Ia mengonfirmasi bahwa pemain-pemain yang berlaga di Piala Dunia akan segera memperkuat Setan Merah lagi.
Sejak dua pekan lalu, Manchester United sudah memulai pra musim mereka. Carrick mengumpulkan para penggawa Setan Merah di Carrington untuk mulai berlatih menyambut musim baru.
Namun sejauh ini skuad MU memang masih belum komplet. Ada beberapa pemain inti mereka yang belum bergabung dengan pra musim mereka karena mereka mendapatkan jatah libur usai tampil di Piala Dunia 2026.
Ketika ditanya kapan para pemain ini akan bergabung, begini kata Carric. “Ya, mereka yang bermain di Piala Dunia akan segera kembali ke tim kami,” ujar Carrick di MUTV.
Bakal Semakin Kuat
Carrick menyebut bahwa para pemain yang bertanding di Piala Dunia 2026 akan diintegrasikan secara perlahan menyesuiakan sampai di babak mana mereka bertanding.
Ia yakin bahwa ketika skuad Setan Merah sudah utuh, mereka bakal jadi tim yang lebih kuat kendati sang manajer menilai skuad MU yang tersedia saat ini sebenarnya sudah cukup bagus.
“Tim kami akan semakin kuat seiring waktu menjelang musim di mulai. Namun saya bisa bilang, kami punya grup yang bagus di pra musim saat ini,” sambung Carrick.
Bakal Terus Berkembang
Manchester United sendiri baru saja menggelar laga uji coba melawan Wrexham. Di pertandingan yang digelar di Helsinski, Finlandia itu, Setan Merah kalah dengan skor tipis 0-1.
Carrick berjanji bahwa timnya akan terus berbenah dan akan semakin membaik sehingga mereka akan siap menghadapi musim kompetisi 2026/2027 mendatang.
“Kami tidak sabar untuk memainkan pertandingan-pertandingan berikutnya. Kami akan terus berkembang, kami akan terus mendorong diri kami hingga datangnya musim baru,” pungkas pelatih 44 tahun tersebut.
Laga MU Berikutnya
Manchester United sendiri dijadwalkan akan mengadakan laga uji coba lagi di akhir pekan ini.
Mereka akan menantang tim asal Norwegia, Rosenborg pada hari Jumat (24/7) malam nanti dan Setan Merah bertekad untuk meraih kemenangan di partai ini.
11 Penyelamatan Gila Emiliano Martinez Warnai Final Piala Dunia 2026
BolaIndonesia – Spanyol akhirnya berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Namun, jika ada satu pemain yang membuat pertandingan tetap hidup hingga menit-menit akhir, nama itu adalah Emiliano “Dibu” Martinez.
Kiper andalan Argentina tersebut tampil luar biasa sepanjang laga final di MetLife Stadium. Di tengah dominasi total Spanyol, Martinez berkali-kali melakukan penyelamatan kelas dunia yang membuat para pemain La Roja frustrasi. Meski akhirnya gagal membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia, penampilannya layak disebut sebagai salah satu performa individu terbaik dalam sejarah final Piala Dunia.
Spanyol Menguasai Jalannya Pertandingan
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung menunjukkan identitas permainan mereka. Rodri menjadi pengatur tempo, sementara Pedri, Fabián Ruiz, Lamine Yamal, dan Nico Williams terus menekan lini belakang Argentina.
Peluang demi peluang berhasil diciptakan. Bola mengalir cepat dari kaki ke kaki, membuat pertahanan Albiceleste dipaksa bekerja ekstra keras.
Namun, setiap kali peluang emas tercipta, Emiliano Martinez selalu hadir sebagai penyelamat.
Beberapa kali sang penjaga gawang menepis tembakan keras dari luar kotak penalti, menggagalkan peluang satu lawan satu, hingga melakukan refleks luar biasa saat bola sudah mengarah ke pojok gawang.
Statistik pertandingan memperlihatkan betapa dominannya Spanyol. Mereka menguasai bola, menciptakan jauh lebih banyak peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol karena penampilan fenomenal Martinez di bawah mistar.
Dibu Martinez Pecahkan Rekor Final Piala Dunia
Penampilan heroik Martinez bukan hanya sekadar impresif, tetapi juga mencatat sejarah.
Kiper Aston Villa tersebut membukukan 11 hingga 12 penyelamatan sepanjang pertandingan—bergantung pada metode pencatatan statistik—sebuah angka yang melampaui rekor penyelamatan terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia. Bahkan data analitik menunjukkan ia mencegah lebih dari satu gol yang secara statistik seharusnya bersarang ke gawang Argentina.
Tak heran jika banyak pengamat menyebut skor akhir 1-0 sama sekali tidak mencerminkan jalannya pertandingan.
Tanpa aksi heroik Martinez, Spanyol sangat mungkin menutup laga dengan kemenangan tiga, empat, bahkan lima gol.
Ferran Torres Akhirnya Menemukan Celah
Setelah terus digagalkan selama lebih dari 100 menit, Spanyol akhirnya menemukan cara menaklukkan Martinez.
Pada menit ke-106, Ferran Torres memanfaatkan celah kecil di pertahanan Argentina sebelum melepaskan penyelesaian klinis yang akhirnya menghentikan perlawanan sang penjaga gawang.
Gol tersebut menjadi satu-satunya momen ketika Martinez benar-benar tak mampu berbuat banyak.
Meski kebobolan, publik sepak bola tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performanya. Bahkan banyak media internasional menempatkan Martinez sebagai pemain terbaik Argentina sekaligus salah satu pemain terbaik di laga final.
Lionel Messi Tak Berkutik
Di sisi lain, Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
Lionel Messi yang menjalani kemungkinan Piala Dunia terakhirnya gagal memberikan pengaruh besar karena terus dikawal rapat oleh lini tengah dan pertahanan Spanyol.
Rodri bersama rekan-rekannya sukses memutus aliran bola menuju sang kapten sehingga Argentina minim menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Ketimpangan inilah yang membuat Martinez bekerja jauh lebih keras dibandingkan rekan-rekannya. Hampir sepanjang laga, ia menjadi pemain Argentina yang paling sibuk di lapangan.
Kekalahan yang Tetap Membesarkan Nama Martinez
Kekalahan memang terasa menyakitkan bagi Argentina. Namun, Emiliano Martinez justru meninggalkan final dengan reputasi yang semakin tinggi.
Ia memang gagal membawa pulang trofi, tetapi aksi-aksi penyelamatannya membuat final tetap kompetitif hingga babak tambahan waktu. Andai bukan karena refleks, keberanian, dan ketenangannya di bawah mistar, Spanyol kemungkinan besar sudah berpesta gol jauh sebelum Ferran Torres mencetak gol kemenangan.
Pada akhirnya, trofi memang menjadi milik Spanyol, tetapi salah satu cerita terbesar dari final Piala Dunia 2026 adalah penampilan luar biasa Emiliano Martinez—seorang penjaga gawang yang hampir sendirian menjaga harapan Argentina tetap hidup hingga detik-detik terakhir pertandingan.
Jurgen Klopp dikabarkan segera ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Jerman. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) disebut akan mengumumkan penunjukan mantan manajer Liverpool tersebut pada Jumat (24/7/2026).
Klopp akan menggantikan Julian Nagelsmann yang meninggalkan kursi pelatih setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara mengejutkan dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Menurut laporan jurnalis Sky Germany, Florian Plettenberg, seluruh proses menuju penunjukan Klopp kini hampir rampung.
Klopp dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan DFB untuk menangani Timnas Jerman hingga Piala Dunia 2030.
Kesepakatan antara DFB dan Red Bull, tempat Klopp menjabat sebagai Head of Global Soccer, juga telah tercapai sehingga tidak ada lagi kendala terkait kepindahannya.
Era Baru Die Mannschaft
Plettenberg mengungkapkan Klopp dan CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, bahkan menggelar pertemuan tertutup di New York pada akhir pekan lalu guna menyelesaikan detail terakhir sebelum penandatanganan kontrak.
Jika tidak ada perubahan, Klopp akan menandatangani kontraknya di Frankfurt pada Jumat, bersamaan dengan konferensi pers resmi dari DFB.
Klopp belum kembali melatih sejak meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024. Selama hampir sembilan tahun di Anfield, ia sukses mempersembahkan gelar Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.
Jabatan Sekarang
Setelah meninggalkan Liverpool, pria berusia 59 tahun itu bergabung dengan Red Bull sebagai Head of Global Soccer. Selama Piala Dunia 2026, ia juga aktif sebagai analis di televisi Jerman.
Apabila resmi ditunjuk, Klopp akan memimpin Jerman pada dua turnamen besar berikutnya, yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan Die Mannschaft ke jajaran elite sepak bola dunia setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Idnew.top – Nobar Piala Dunia itu bukan cuma soal datang, duduk, lalu teriak pas gol tercipta. Buat banyak pria, nobar juga jadi bagian dari momen kumpul yang dinanti. Ada obrolan sebelum kick-off, ada saling ejek tipis-tipis soal tim jagoan, ada juga suasana ramai yang bikin satu malam terasa lebih hidup dari biasanya.
Karena itu, persiapan sebelum nobar sebetulnya nggak cuma soal cari tempat atau pilih jersey. Ada detail lain yang sering kelihatan sepele, tapi ngaruh ke kenyamanan sepanjang acara tubuh yang terasa fresh, wajah yang nggak kusam, dan aroma yang bikin diri sendiri tetap nyaman saat duduk berdekatan dengan banyak orang. Di sinilah parfum pria nobar jadi relevan.
Bukan berarti nobar harus dibuat terlalu serius. Justru sebaliknya, persiapan yang simpel bisa bikin kamu lebih enjoy dari awal sampai pertandingan selesai.
Sebelum Nobar, Bukan Cuma Outfit yang Perlu Dipikirkan
Kalau mau jujur, outfit memang jadi hal pertama yang biasanya dipikirkan. Mau pakai jersey retro, kaus tim nasional, atau outfit santai yang tetap enak dilihat, semuanya bisa bantu membangun suasana. Tapi outfit yang oke akan terasa lebih maksimal kalau tubuhnya juga sudah siap.
Bayangin datang ke tempat nobar setelah seharian kerja atau kuliah, lalu langsung duduk di tengah keramaian. Baju sudah pas, tapi badan masih terasa gerah dan wajah kelihatan capek. Kesan keseluruhannya jadi kurang enak. Makanya, persiapan sebelum berangkat sebaiknya nggak berhenti di urusan baju saja.
Kadang yang bikin rasa pede naik justru hal-hal yang sederhana, mandi dulu, bersihin wajah, lalu pakai parfum yang pas. Dari situ, nobar terasa bukan sekadar datang nonton, tapi datang dalam kondisi yang lebih enak.
Grooming Simpel Biar Nggak Datang dalam Kondisi “Asal Berangkat”
Grooming sebelum nobar sebenarnya gampang. Nggak perlu ritual panjang atau banyak langkah. Yang penting tubuh terasa bersih dan wajah nggak kelihatan capek. Mandi sebelum berangkat jadi langkah paling dasar untuk ngilangin rasa gerah, debu, dan sisa aktivitas seharian.
Setelah itu, bagian wajah juga penting. Wajah yang terasa bersih bikin keseluruhan penampilan lebih siap. Untuk kebutuhan ini, FFAR Sigma Spirit 2 in 1 Face Wash & Shaving Foam cocok buat pria yang suka semuanya simpel. Produk ini bisa dipakai untuk membersihkan wajah sekaligus membantu proses bercukur, jadi nggak perlu ribet pakai banyak produk. Formulanya membantu membersihkan menyeluruh, menjaga kelembapan kulit, membantu menenangkan kulit setelah bercukur, dan memberi sensasi clean, fresh, masculine scent. Buat yang ingin tampil rapi tanpa banyak effort sebelum nobar, ini jadi langkah yang cukup masuk akal.
Yang menarik, hasil dari grooming sederhana kayak gini bukan cuma kelihatan di luar. Tubuh terasa lebih ringan, wajah lebih nyaman, dan mood biasanya ikut naik.
Parfum yang Tepat Bikin Nobar Lebih Enak Dijalanin
Setelah outfit sudah oke dan grooming dasar selesai, satu sentuhan terakhir yang sering bikin semuanya terasa lengkap adalah parfum. Dalam suasana nobar yang ramai, parfum yang tepat bisa bikin kamu merasa lebih nyaman tanpa harus terasa berlebihan.
Untuk momen seperti ini, tipe aroma yang fresh dan maskulin biasanya paling aman. FFAR Sigma Spirit EDP punya karakter seperti itu. Parfum ini dirancang untuk pria aktif yang penuh semangat dan suka kebebasan, dengan ketahanan hingga 8 jam. Bukaan aromanya datang dari ozone, lemon, bergamot, lavandin, dan italian orange yang langsung memberi kesan segar dan energik.
Setelah itu, aromanya berkembang ke melon, nutmeg, patchouli, geranium, dan white floral, lalu ditutup dengan vetiver, amber, musk, leather, dan cedar yang bikin wanginya tetap punya sisi maskulin yang rapi. Hasilnya, parfum ini terasa pas buat suasana nobar, nggak terlalu berat, tapi tetap punya karakter.
Aroma seperti ini cocok buat pria yang ingin hadir dengan kesan segar tanpa kelihatan terlalu “niat”. Nobar jadi lebih nyaman, ngobrol lebih pede, dan suasana ramai pun terasa lebih enak dijalani.
Pada akhirnya, nobar Piala Dunia bukan cuma tentang pertandingan besar, tapi juga soal menikmati momen kebersamaan dengan versi terbaik dari diri sendiri. Saat outfit sudah dipilih, tubuh sudah dibersihkan, wajah terasa segar, dan parfum yang dipakai mendukung keseluruhan vibe, rasa percaya diri biasanya muncul lebih natural. Dan dari situ, upgrade grooming routine bersama FFAR terasa seperti langkah simpel yang memang layak jadi bagian dari persiapan sebelum malam pertandingan dimulai.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi satu di antara tokoh yang hadir dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia 2026 setelah Spanyol mengalahkan Argentina pada partai final, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Trump berada di atas panggung bersama sejumlah pejabat untuk menyerahkan medali dan trofi kepada kedua tim.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, Trump memasuki stadion bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Saat berjalan keluar dari lorong menuju panggung sementara, ia mendapat sorakan cemooh dari penonton.
Di atas panggung, Trump dan Infantino didampingi Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, serta Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Ketiga kepala negara tersebut mewakili tiga tuan rumah Piala Dunia.
Kendati penyerahan trofi dilakukan oleh pihak lain, Trump bertugas menyerahkan medali kepada para pemain dan mengalungkannya ke leher mereka.
Peran Trump
Keterlibatan Trump dalam seremoni penyerahan trofi sebenarnya telah dikonfirmasi sejak bulan lalu.
Saat itu, Gianni Infantino menyatakan bahwa dirinya dan Trump akan bersama-sama menikmati partai final sekaligus menyerahkan trofi kepada tim juara.
Secara teknis, Infantino yang menyerahkan trofi kepada kapten Spanyol, Rodri. Namun, Trump menjadi satu-satunya pemimpin dari tiga negara tuan rumah yang berada di panggung ketika momen tersebut berlangsung.
Peran serupa juga dijalani Trump dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia Antarklub pada musim panas tahun lalu. Ketika itu, ia berdiri di bagian depan saat Chelsea mengangkat trofi juara.
Tuai Kritik
Kedekatan Trump dengan Infantino serta pengaruhnya terhadap Presiden FIFA mendapat kritik, termasuk dari internal Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USFF) mdan sejumlah pihak dari negara lain.
Sebelumnya, Trump juga mengklaim berperan dalam pencabutan hukuman penangguhan terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Setelah mengalahkan Amerika Serikat pada babak 16 besar, Belgia sempat menyindir Timnas AS dan Trump.
Usai Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Datangi dan Hibur Lionel Messi
BolaIndonesia – Ada pemandangan mengharukan yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Di tengah pesta kemenangan La Furia Roja, Lamine Yamal menunjukkan sikap penuh respek kepada Lionel Messi yang baru saja merasakan pahitnya kekalahan di partai puncak.
Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford. Kemenangan tersebut memastikan Spanyol menjadi juara dunia, sementara Argentina harus menerima kenyataan gagal mempertahankan trofi yang mereka raih pada Piala Dunia sebelumnya.
Namun, perhatian kemudian tertuju kepada sebuah momen emosional antara Yamal dan Messi. Setelah pertandingan berakhir, Yamal terlihat menghampiri Messi dan memberikan pelukan kepada sang legenda Argentina. Pemain muda Spanyol tersebut juga berusaha menghibur Messi yang tampak kecewa setelah perjuangan panjang Argentina berakhir dengan kekalahan.
Lamine Yamal Tunjukkan Rasa Hormat kepada Messi
Sikap Lamine Yamal tersebut mendapat perhatian besar dari para pencinta sepak bola. Di usia yang masih sangat muda, Yamal menunjukkan bahwa persaingan di atas lapangan tidak menghilangkan rasa hormat kepada lawan.
Yamal sendiri memiliki hubungan simbolis yang sangat kuat dengan Messi. Jauh sebelum menjadi salah satu bintang terbesar sepak bola dunia, Yamal pernah berada dalam satu sesi pemotretan dengan Messi ketika masih bayi. Foto tersebut kemudian kembali viral menjelang Piala Dunia 2026 karena keduanya akhirnya bertemu sebagai lawan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pertemuan itu terasa semakin istimewa karena Messi berada di penghujung kariernya, sedangkan Yamal sedang memulai era baru sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di generasinya.
Kini, sebuah foto lama yang memperlihatkan Messi bersama bayi Yamal seolah mendapatkan penutup cerita yang luar biasa. Hampir dua dekade berselang, keduanya kembali berada di satu lapangan. Bedanya, kali ini Yamal berdiri sebagai bintang utama Spanyol yang baru saja mengangkat trofi Piala Dunia.
Messi Gagal Pertahankan Gelar Juara Dunia
Bagi Lionel Messi, kekalahan tersebut tentu menjadi pukulan berat. Messi datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan setelah sebelumnya membawa Argentina menjadi kampiun pada 2022.
Argentina juga berhasil melewati perjalanan panjang menuju final. Mereka menyingkirkan Inggris di semifinal dan kemudian bertemu Spanyol dalam laga puncak. Akan tetapi, Argentina tidak mampu mencetak gol hingga pertandingan berakhir.
Sebaliknya, Spanyol tampil disiplin dan berhasil mencetak gol kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung ketat. La Roja akhirnya keluar sebagai juara dan menambah koleksi gelar Piala Dunia mereka.
Bagi Messi, laga final tersebut juga terasa sangat emosional karena turnamen ini berpotensi menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Sang megabintang kini telah berusia 39 tahun dan masa depannya di level internasional menjadi salah satu pertanyaan terbesar setelah turnamen berakhir.
Momen yang Menggambarkan Pergantian Generasi
Pelukan Yamal kepada Messi memiliki makna lebih dari sekadar gestur setelah pertandingan. Momen tersebut seakan menggambarkan pergantian generasi dalam sepak bola dunia.
Messi telah menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai salah satu pemain paling dominan di dunia. Bersama Barcelona dan Argentina, ia memenangkan berbagai gelar bergengsi dan menciptakan banyak momen bersejarah.
Kini, nama Yamal mulai muncul sebagai salah satu pemain yang dipercaya dapat menjadi wajah baru sepak bola dunia. Pemain Spanyol tersebut bahkan telah menghadapi Messi dalam pertandingan terbesar yang bisa dimainkan seorang pesepak bola.
Namun, Yamal menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya memiliki kemampuan luar biasa di atas lapangan. Pelukannya kepada Messi memperlihatkan sisi kemanusiaan dan rasa hormat yang membuat momen tersebut semakin berkesan.
Respect untuk Lamine Yamal dan Lionel Messi
Kemenangan Spanyol memang menjadi milik Yamal dan rekan-rekannya. Namun, momen setelah pertandingan juga menjadi milik Messi yang mendapatkan penghormatan dari generasi berikutnya.
Pelukan Yamal kepada Messi menjadi salah satu gambaran paling indah dari olahraga. Ada kemenangan dan kekalahan, tetapi tetap ada rasa hormat kepada seorang legenda.
Bagi Yamal, malam tersebut mungkin menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kejayaan. Sementara bagi Messi, kekalahan di final bisa menjadi salah satu halaman terakhir dari perjalanan panjangnya di Piala Dunia.
Dua generasi sepak bola akhirnya bertemu dalam satu panggung. Messi mungkin harus meninggalkan lapangan dengan rasa kecewa, tetapi Yamal memastikan sang legenda tidak meninggalkan pertandingan tanpa mendapatkan penghormatan.
Respect! Lamine Yamal dan Lionel Messi menghadirkan satu momen emosional yang kemungkinan akan terus dikenang oleh para penggemar sepak bola dunia.
Idnews.top – Bukayo Saka telah membuat pembuktian bahwa dirinya bukan pemain sembarangan. Winger Timnas Inggris itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain elit seusai laga Prancis vs Inggris baru-baru ini.
Bukayo Saka merupakan salah satu pemain andalan Timnas Inggris. Namun ia tidak selalu menjadi starter selama Piala Dunia 2026 ini karena ia mengalami sejumlah masalah cedera.
Namun di laga perebutan juara 3 Piala Dunia antara Prancis vs Inggris yang digelar pagi tadi, Saka menjadi starter. Ia diplot Thomas Tuchel tampil di sisi kanan lini serang The Three Lions.
Di laga ini, Saka membantu Timnas Inggris mengalahkan Prancis dengan skor akhir 4-6. Di laga ini, Saka berhasil mendaulatkan diri jadi pemain elit di Piala Dunia 2026.
Catatkan Hattrick
Di pertandingan ini, Saka berhasil mencetak hattrick ke gawang Timnas Prancis.
Dua gol ia cetak di babak pertama. Ia mencetak gol ketiga dan gol keempat Inggris sehingga The Three Lions unggul 0-4 di babak pertama.
Di babak kedua, Prancis membuat perlawanan dan sempat memperkecil keduudkan menjadi 3-4. Namun Saka berhasil memperlebar keunggulan Inggris melalui eksekusi penaltinya, di mana gol penalti itu membuatnya resmi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026.
Hanya 3 Pemain yang Bisa
Catatan Hattrick Saka itu merupakan catatan yang spesial. Karena tidak banyak pemain yang mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.
Di edisi tahun 2026 ini, hanya ada tiga pemain sebelum Saka yang mampu mencetak hattrick. Mereka adalah Lionel Messi (vs Aljair), Jonathan David (vs Qatar), dan Ousmane Dembele (vs Norwegia).
Catatan hattrick Saka semakin spesial karena tiga pemain tersebut mencetak hattrick di fase grup. Sementara Saka satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di fase gugur, dan itu membuat sang winger layak mendapatkan status sebagai pemain elit.
Timnas Argentina menyatakan siap menerima sanksi dari FIFA menyusul kontroversi yang terjadi setelah kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Minggu waktu setempat atau Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris di Atlanta, Kamis dini hari WIB lalu. Lionel Messi turut berperan dalam kemenangan tersebut.
Usai pertandingan, para pemain Timnas Argentina merayakan keberhasilan mereka di lapangan. Namun, perhatian kemudian tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan “The Falklands are Argentine” yang dibentangkan para pemain.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Inggris.
Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, meminta agar para pemain Argentina dijatuhi sanksi sehingga tidak bisa tampil pada laga final hari Minggu. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mendukung penyelidikan FIFA terhadap insiden tersebut.
Bahkan, sempat muncul usulan agar Argentina dicoret dari partai final sehingga Inggris kembali mendapat tempat. Namun, hingga kini belum ada keputusan seperti itu.
Siap Terima Sanksi
Presiden Argentina, Javier Milei, menyatakan negaranya siap menerima konsekuensi atas insiden tersebut. Menurutnya, tindakan para pemain dipengaruhi oleh luapan emosi setelah pertandingan.
“Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Apa yang dilakukan para pemain bisa dimengerti karena mereka terbawa emosi,” kata Milei dalam sebuah pernyataan.
“Mereka melakukannya dan kemungkinan akan muncul pembahasan mengenai sanksi finansial. Sangat sah bagi para pemain untuk menyampaikan pendapat mereka.”
Milei menilai apa yang dilakukan para pemain di lapangan tidak berkaitan dengan urusan diplomasi.
“Dalam skenario terburuk, Argentina akan menerima sanksi finansial sebesar 20.000 paun dari FIFA. Kami akan merebut kembali Malvinas melalui jalur diplomasi dan dengan tindakan yang cerdas,” ujar Milei.
FIFA Masih Pelajari Insiden
FIFA menyatakan komite disiplin independennya masih mempelajari laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Seperti prosedur standar, komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan kemungkinan langkah lebih lanjut berdasarkan kode disiplin FIFA,” bunyi pernyataan FIFA.
Jarak waktu yang singkat antara semifinal pada Rabu dan final pada Minggu membuat proses tersebut menjadi sorotan.
Kepulauan Falkland Ikut Bersuara
Di tengah kontroversi tersebut, anggota Majelis Legislatif Kepulauan Falkland, Jack Ford, turut menyampaikan tanggapannya.
Ia mengatakan video yang memperlihatkan skuad Argentina menyanyikan lagu mengenai Kepulauan Falkland di ruang ganti setelah pertandingan melawan Mesir juga sempat beredar.
“Kami kecewa, meski sayangnya tidak terkejut, dengan tindakan seperti ini karena ini bukan pertama kalinya terjadi,” ujar Ford.
Ia juga menegaskan Kepulauan Falkland merupakan Wilayah Seberang Laut Britania Raya yang memiliki pemerintahan sendiri serta membiayai wilayahnya secara mandiri.
Ford menambahkan bahwa dalam referendum mengenai status politik wilayah tersebut pada 2013, sebanyak 99,8 persen warga Kepulauan Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania Raya dengan tingkat partisipasi sekitar 92 persen.
Referendum itu, menurutnya, dipantau oleh pengamat internasional independen.
Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.
Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.
Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.
Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.
Jadi Pencetak Asisst Terbanyak
Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.
Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.
Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.
Lampaui Rekor Pele
Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.
Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.
Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.