31 Oktober 2026

> ARTIKEL

Jelajahi Semua mulai dari berita artikel terbaru, analisis pertandingan, profil pemain, hingga jadwal pertandingan. Blog ini bertujuan untuk menjadi sumber informasi terpercaya dan terkini bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan perkembangan dunia sepak bola, baik liga domestik maupun internasional.

PSIM Yogyakarta telah melengkapi kuota pemain asing untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini memiliki 11 pesepak bola impor dalam skuad.

Mereka adalah Ze Valente, Ezequiel Vidal, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Nermin Haljeta, Marvin Loria, Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, dan Mauro Caballero.

Lima nama terakhir merupakan rekrutan anyar PSIM. Mereka juga bakal mencicipi pengalaman pertama bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.

Sementara sisanya adalah bagian dari skuad musim lalu. Mereka turut membantu Laskar Mataram finis di peringkat ke-11 BRI Super League 2025/2026 dengan torehan 45 poin.

Pertimbangan Matang

Manajer PSIM, Iksan Mahar, sebelumnya mengatakan perekrutan legiun asing dilakukan melalui proses matang. Manajemen dan tim pelatih terlibat dalam menentukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.

“Semuanya hasil rembukan manajemen dan coach Jean-Paul. Kami punya tim talent scouting yang mencari sejumlah pemain, kemudian memberikan beberapa rekomendasi. Coach juga punya rekomendasi sendiri,” ujar Iksan.

Kehadiran para pemain asing diharapkan bisa menjadi kekuatan PSIM untuk menghadapi ketatnya persaingan di level teratas. Apalagi, Laskar Mataram memasang target lebih baik ketimbang musim kemarin.

Ujian pertama PSIM dibawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel tersaji pada 5 September. Laskar Mataram bakal menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore WIB.

Adrian Dalmau Jadi Opsi di Lini Depan

PSIM mempunyai tambahan opsi di lini depan melalui kedatangan Adrian Dalmau. Penyerang asal Spanyol itu diharapkan bisa menjawab kebutuhan Laskar Mataram akan sosok predator di kotak penalti.

Dalmau lahir pada 23 Maret 1994 dan punya pengalaman panjang di kompetisi Eropa. Ia pernah membela Real Madrid U-18, Rayo Vallecano B, Zamora CF, Racing Ferrol, Espanyol B, CD Numancia, Mallorca, Villarreal B, hingga Alcorcon.

Kariernya kemudian berlanjut ke Belanda bersama Heracles Almelo, FC Utrecht, dan Sparta Rotterdam. Ia juga sempat bermain di Polandia dengan berseragam Korona Kielce serta Piast Gliwice.

Salah satu periode terbaik Dalmau terjadi bersama Heracles Almelo pada Eredivisie 2018/2019. Ketika itu, pemain berusia 32 tahun itu sukses mencetak 19 gol plus lima assist.

Ze Valente dan Ezequiel Vidal Tetap Jadi Andalan

Selain mengandalkan wajah baru, PSIM juga masih punya sejumlah pemain asing yang sudah memahami karakter tim. Ze Valente jadi salah satu sosok yang diprediksi kembali memegang peranan penting.

Gelandang asal Portugal itu tampil sebagai motor permainan sekaligus top scorer PSIM musim lalu. Ze membukukan 10 gol dan empat assist dari 32 laga di BRI Super League 2025/2026.

Di belakangnya ada Ezequiel Vidal yang juga tampil produktif. Pemain asal Argentina tersebut mencatatkan delapan gol dan enam assist sepanjang musim lalu.

Vidal kerap dimainkan di sektor sayap dan memberikan kontribusi positif bagi tim. Kombinasi pemain lama dan anyar inilah yang diharapkan membikin PSIM lebih kompetitif musim mendatang.

Daftar Pemain Asing PSIM Musim 2026/2027

1.Ze Valente (gelandang/Portugal)
2.Ezequiel Vidal (winger/Argentina)
3.Jop van der Avert (bek/Belanda)
4.Yusaku Yamadera (bek/Jepang)
5.Franco Ramos (bek/Argentina)
6.Nermin Haljeta (penyerang/Slovenia)
7.Marvin Loria (winger/Kosta Rika)
8.Ondrej Rudzan (bek/Republik Ceko)
9.Adrian Purzycki (gelandang/Polandia)
10.Adrian Dalmau (penyerang/Spanyol)
11.Mauro Caballero (penyerang/Paraguay)

Luke Vickery mengambil keputusan yang mengejutkan dan bisa dikatakan berani. Pemain yang baru memegang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) itu disebut menolak untuk pindah ke klub League One Inggris di bursa transfer musim panas 2026.

Kabar penolakan Luke Vickery itu diungkap oleh jurnalis asal Australia, James Dodd melalui X pada Selasa (25/8/2026). Dodd menyebut Vickery menolak kemungkinan bermain untuk Peterborough United.

“Luke Vickery dari Macarthur dikabarkan menolak kepindahan ke klub League One Inggris, Peterborough United, pada jeda kompetisi kali ini,” tulis James Dodd.

Luke Vickery saat ini masih berusia 20 tahun. Pemain yang berposisi sebagai winger itu pun masih terikat kontrak di klub Australia, Macarthur Bulls FC hingga 2028.

Bertahan Dulu di A-League

Luke Vickery memiliki perjalanan yang baik sejauh ini di A-League bersama Macarthur Bulls FC. Hal itu yang membuat Peterborough United tertarik.

Namun, Jamed Dodd menyebut Luke Vickery kini masih ingin fokus berkarier di Australia. Ia akan mulai memikirkan opsi lain jika ada tawaran menarik dalam 6-12 bulan ke depan.

“Sempat menjalani musim yang cukup baik bersama Bulls, namun merasa situasinya belum tepat dan lebih baik bertahan di A-League serta meninjau kembali situasinya dalam 6 hingga 12 bulan ke depan,” jelas Dodd.

Menanti Debut

Luke Vickery resmi dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada hari Kamis, (16/7/2026). Proses perpindahan kewarganegaraan ini rampung setelah ia melakukan pengambilan sumpah setia warga negara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas.

Penyerang sayap klub Macarthur FC ini mendapatkan darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang lahir di Medan, Sumatra Utara pada 3 Desember 1937.

Luke Vickery kini masih menanti debut bersama Timnas Indonesia. Jika tidak ada halangan, ia akan merasakan hal itu di FIFA Series 2026 bulan depan.

Cristiano Ronaldo Murka, Al Nassr Comeback Dramatis 3-2

BolaIndonesia – Cristiano Ronaldo harus menelan kekecewaan besar saat Al Nassr menghadapi Al Ettifaq pada pekan ketiga Saudi Pro League 2026/2027. Sang kapten terlihat murka ketika ditarik keluar pada awal babak kedua, tetapi drama tersebut justru berakhir manis karena Al Nassr mampu melakukan comeback luar biasa dan menang 3-2 di markas Al Ettifaq.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Prince Mohamed bin Fahd, Rabu (26/8/2026) dini hari WIB, berjalan di luar dugaan. Al Nassr sempat berada dalam situasi sangat sulit setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-12. Namun, mental juara tim asuhan Ange Postecoglou akhirnya berbicara pada babak kedua.

Cristiano Ronaldo Tampil Emosional Usai Al Nassr Comeback

Cristiano Ronaldo mendapat kesempatan tampil sejak menit awal setelah sebelumnya mencetak gol ketika Al Nassr menang 4-0 atas Al Riyadh. Namun, laga melawan Al Ettifaq menjadi malam yang jauh lebih sulit bagi penyerang asal Portugal tersebut.

Al Nassr kehilangan kiper Bento pada menit ke-12 setelah sang penjaga gawang mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap Moussa Dembélé di luar kotak penalti. Situasi tersebut membuat Al Nassr harus bermain dengan 10 orang hampir sepanjang pertandingan.

Kondisi semakin buruk ketika Al Ettifaq mencetak gol melalui Ondrej Duda pada menit ke-31. Tuan rumah kemudian menggandakan keunggulan melalui Álvaro Medrán pada masa tambahan waktu babak pertama.

Tertinggal 0-2 dan bermain dengan 10 pemain membuat Al Nassr berada di ujung tanduk.

Ronaldo pun terlihat frustrasi dengan jalannya pertandingan. Sang kapten beberapa kali menunjukkan gestur kecewa sebelum akhirnya digantikan pada awal babak kedua. Postecoglou memasukkan Abdullah Al-Khaibari untuk menggantikan Ronaldo.

Al Nassr Bangkit Tanpa Cristiano Ronaldo

Keputusan mengganti Ronaldo sempat menjadi sorotan besar. Pasalnya, Al Nassr membutuhkan gol dan sang kapten merupakan salah satu pemain paling berpengalaman di skuad.

Namun, keputusan tersebut justru menghasilkan perubahan luar biasa.

Tanpa Ronaldo di lapangan, Al Nassr tampil lebih agresif. Sadio Mané mulai menjadi pusat perhatian dan memberikan energi besar di lini depan. João Félix juga memainkan peran penting dalam membangun serangan Al Nassr.

Abdulelah Al-Amri kemudian memperkecil ketertinggalan Al Nassr. Gol tersebut menjadi pemantik kebangkitan tim tamu yang sebelumnya terlihat hampir menyerah.

Sadio Mané Jadi Pahlawan Comeback Al Nassr

Setelah skor berubah menjadi 2-1, momentum pertandingan sepenuhnya bergeser ke kubu Al Nassr.

Sadio Mané kemudian mengambil alih panggung. Penyerang Senegal tersebut mencetak gol kedua Al Nassr untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Comeback yang sebelumnya terasa mustahil akhirnya benar-benar terjadi.

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Al Nassr terus memberikan tekanan. Sadio Mané kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-44, sekaligus memastikan tim tamu berbalik unggul 3-2.

Dengan demikian, Al Nassr berhasil membalikkan keadaan meski bermain dengan 10 pemain dan sempat tertinggal dua gol.

Cristiano Ronaldo Hanya Bisa Menyaksikan dari Bangku Cadangan

Ironisnya, seluruh gol comeback Al Nassr tercipta setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan lapangan.

Ronaldo yang terlihat kecewa ketika diganti akhirnya hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya dari bangku cadangan. Namun, kemenangan tersebut tetap menjadi hasil yang sangat penting bagi Al Nassr.

Situasi ini juga menunjukkan kedalaman skuad Al Nassr. Tim tidak sepenuhnya bergantung kepada Ronaldo untuk menciptakan kemenangan. Sadio Mané membuktikan dirinya mampu menjadi pembeda ketika pertandingan berada dalam situasi kritis.

Al Nassr Pertahankan Rekor Sempurna Tanpa Ronaldo

Kemenangan 3-2 atas Al Ettifaq membuat Al Nassr terus menjaga catatan sempurna pada awal Saudi Pro League 2026/2027. Mereka sebelumnya juga meraih kemenangan atas Al Riyadh dengan skor telak 4-0.

Hasil di markas Al Ettifaq terasa semakin spesial karena Al Nassr berhasil menang dalam kondisi yang sangat sulit. Bermain dengan 10 pemain, tertinggal 0-2, kehilangan Ronaldo pada babak kedua, tetapi tetap mampu mencetak tiga gol balasan.

Comeback ini juga menjadi pesan kuat bagi para pesaing Al Nassr. Tim juara Saudi Pro League tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas untuk memenangkan pertandingan bahkan ketika situasi terlihat hampir mustahil.

Cristiano Ronaldo mungkin meninggalkan lapangan dengan wajah penuh kekecewaan. Namun, beberapa puluh menit kemudian, ia menyaksikan rekan-rekannya menciptakan salah satu comeback paling dramatis di awal musim.

Al Nassr akhirnya pulang dari markas Al Ettifaq dengan kemenangan 3-2. Sementara Ronaldo menjadi pusat perhatian karena emosinya, Sadio Mané justru tampil sebagai pahlawan utama dalam malam comeback spektakuler tersebut.

Hasil AS Roma vs Fiorentina: Malen Hat-trick, Dybala 3 Assist

BolaIndonesia – Hasil AS Roma vs Fiorentina pada pekan pembuka Serie A 2026/2027 berakhir dengan kemenangan telak 4-0 untuk tuan rumah. Bermain di Stadio Olimpico, AS Roma tampil dominan sejak awal pertandingan dan membuat Fiorentina kesulitan mengembangkan permainan.

Donyell Malen menjadi bintang utama kemenangan AS Roma setelah mencetak hat-trick, sementara Paulo Dybala tampil luar biasa dengan menyumbangkan tiga assist untuk seluruh gol Malen. Niccolò Pisilli kemudian melengkapi pesta gol Giallorossi pada menit ke-86.

Babak Pertama AS Roma vs Fiorentina: Malen Bawa Roma Unggul

AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Anak asuh Gian Piero Gasperini berusaha menekan Fiorentina melalui kombinasi permainan cepat dan pergerakan Dybala di belakang Malen.

Fiorentina sebenarnya sempat mendapatkan peluang untuk memberikan ancaman. Namun, Mile Svilar mampu menjaga gawang Roma dari situasi berbahaya.

Roma kemudian menciptakan peluang melalui Rodrigo Mora. Tembakan melengkung pemain muda tersebut sempat mengarah ke pojok gawang, tetapi David de Gea melakukan penyelamatan gemilang.

Tekanan Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27.

Dybala menjadi kreator serangan. Pemain Argentina itu masuk ke area pertahanan Fiorentina dan mengirimkan bola kepada Malen. Sang penyerang Belanda kemudian melakukan kontrol dengan tumit, melewati Dodo, sebelum menaklukkan De Gea.

Roma unggul 1-0.

Gol tersebut membuat permainan Roma semakin percaya diri. Fiorentina mencoba merespons, tetapi lini pertahanan tuan rumah mampu menjaga keunggulan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua AS Roma vs Fiorentina: Malen Menggila

Memasuki babak kedua, Roma tidak mengendurkan tekanan.

Hanya tujuh menit setelah pertandingan dilanjutkan, Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Mario Hermoso mengirim umpan panjang yang menemukan Dybala. Sang gelandang serang kemudian meneruskan bola kepada Malen. Penyerang Belanda tersebut mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam bagian atas gawang De Gea.

Roma 2-0 Fiorentina.

Gol kedua tersebut membuat Malen semakin percaya diri. Fiorentina mulai kesulitan menjaga jarak antarlini dan memberikan terlalu banyak ruang kepada pemain-pemain Roma.

Malen Hat-trick, Dybala Borong Tiga Assist untuk AS Roma

Pada menit ke-60, kombinasi Dybala dan Malen kembali menghasilkan gol.

Dybala menunjukkan kualitas individunya dengan bergerak masuk ke area pertahanan Fiorentina. Ia kemudian mengirim umpan matang ke arah Malen.

Tanpa membuang kesempatan, Malen langsung menyelesaikan peluang tersebut.

Hat-trick! Roma unggul 3-0.

Dengan gol tersebut, Malen mencatatkan tiga gol dalam satu pertandingan, dan seluruh golnya berasal dari assist Dybala. Duet keduanya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Fiorentina sepanjang pertandingan.

Penampilan Dybala juga menjadi salah satu sorotan terbesar. Jika Malen menjadi eksekutor utama, maka Dybala berperan sebagai pengatur serangan yang terus menemukan celah di pertahanan lawan.

Pisilli Lengkapi Pesta Gol Roma

Fiorentina mencoba melakukan perubahan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, situasi tidak banyak berubah.

Roma tetap mampu mengontrol pertandingan dan menciptakan beberapa peluang tambahan.

Pada menit ke-86, Niccolò Pisilli akhirnya mencetak gol keempat Roma. Ia memanfaatkan bola di dalam kotak penalti sebelum melepaskan penyelesaian yang membuat De Gea kembali harus memungut bola dari gawangnya.

Roma 4-0 Fiorentina.

Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang. Roma pun membuka musim Serie A 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan.

Gasperini Beri Pesan Keras untuk Serie A

Kemenangan 4-0 ini menjadi awal yang sangat positif bagi Gian Piero Gasperini bersama Roma. Timnya menunjukkan kombinasi antara tekanan tinggi, kecepatan serangan, dan efektivitas di depan gawang.

Malen menjadi finisher yang sempurna, sementara Dybala membuktikan bahwa kreativitasnya masih menjadi senjata penting Roma.

Bagi Fiorentina, kekalahan ini menjadi peringatan keras. Mereka gagal memberikan respons terhadap tekanan Roma dan harus segera memperbaiki organisasi permainan.

Sementara itu, Roma mendapatkan modal besar untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Jika duet Malen-Dybala mampu mempertahankan performa seperti ini, Giallorossi berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan Serie A musim ini.

Hasil Akhir AS Roma vs Fiorentina

AS Roma 4-0 Fiorentina

⚽ 27′ Donyell Malen
⚽ 52′ Donyell Malen
⚽ 60′ Donyell Malen
⚽ 86′ Niccolò Pisilli

Man of the Match: Donyell Malen

Catatan utama: Malen mencetak hat-trick, sedangkan Paulo Dybala mencatatkan tiga assist dalam kemenangan telak Roma.

Xabi Alonso Puji Chelsea Usai Menang Dramatis di Markas Fulham

BolaIndonesia – Xabi Alonso Puji Chelsea setelah The Blues meraih kemenangan dramatis atas Fulham pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Bertandang ke Craven Cottage, Chelsea berhasil mengamankan kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung penuh drama.

Usai pertandingan, Xabi Alonso memberikan pujian kepada para pemain Chelsea. Ia menilai timnya mampu menunjukkan sikap profesional, solid, serta kedewasaan ketika menghadapi tekanan di markas Fulham. Menurut Alonso, karakter seperti itu sangat penting jika Chelsea ingin berkembang sepanjang musim.

Xabi Alonso Puji Mentalitas Chelsea

Chelsea memulai pertandingan dengan sangat cepat. Joao Pedro langsung mencetak gol ketika laga baru berjalan sekitar 31 detik setelah memanfaatkan umpan Cole Palmer. Gol tersebut memberikan keunggulan awal bagi tim tamu sekaligus menunjukkan agresivitas lini depan Chelsea.

Fulham kemudian memberikan perlawanan dan mampu menyamakan kedudukan. Situasi tersebut sempat membuat Chelsea kehilangan kendali selama beberapa menit. Namun, pasukan Alonso berhasil menemukan kembali ritme permainan dan mengambil keuntungan dari peluang yang mereka ciptakan.

Morgan Rogers kemudian membawa Chelsea kembali unggul. Setelah jeda, Cole Palmer memperbesar keunggulan The Blues melalui penyelesaian yang membuat Chelsea semakin nyaman. Fulham kembali memperkecil ketertinggalan, tetapi Chelsea mampu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Alonso menyebut kemenangan tandang tersebut sebagai sebuah penampilan yang profesional dan solid. Ia juga menilai para pemainnya berhasil mengelola momen-momen sulit dengan cukup baik.

Xabi Alonso Puji Trio Joao Pedro, Palmer, dan Rogers

Salah satu hal paling positif dari kemenangan Chelsea adalah performa lini depan mereka. Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer menjadi sumber ancaman utama bagi pertahanan Fulham.

Ketiganya bahkan sama-sama mencatatkan nama di papan skor. Joao Pedro membuka keunggulan Chelsea, Rogers kemudian mencetak gol kedua, sementara Palmer melengkapi penampilan apiknya dengan gol setelah turun minum.

Alonso secara khusus memberikan apresiasi kepada ketiga pemain tersebut. Ia melihat mereka bukan sekadar trio penyerang untuk pertandingan tertentu, tetapi pemain yang bisa menjadi fondasi penting dalam proyek Chelsea ke depan.

Menurut Alonso, ketiganya harus berani mengambil tanggung jawab lebih besar. Mereka juga diharapkan mampu memimpin dan menginspirasi rekan-rekannya di lapangan.

Hal tersebut menjadi sinyal bahwa Alonso memiliki rencana besar untuk lini depan Chelsea. Jika trio tersebut mampu menjaga konsistensi, The Blues berpotensi memiliki salah satu lini serang paling menarik di Premier League musim ini.

Chelsea Masih Punya Pekerjaan Rumah

Meski puas dengan kemenangan, Xabi Alonso tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya. Chelsea masih harus memperbaiki sejumlah aspek permainan, terutama ketika lawan mampu memberikan tekanan tinggi.

Fulham sempat membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit setelah mencetak gol balasan. Chelsea harus bekerja keras untuk kembali mengontrol pertandingan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi Alonso untuk meningkatkan organisasi permainan timnya.

Performa lini belakang juga menjadi perhatian. Beberapa kesalahan hampir membuat Chelsea kehilangan keunggulan. Karena itu, kemenangan di Craven Cottage memang menjadi awal yang bagus, tetapi belum bisa menjadi bukti bahwa seluruh persoalan Chelsea sudah selesai.

Justru dari pertandingan seperti inilah Alonso dapat melihat bagian mana yang perlu diperbaiki. Musim masih sangat panjang dan Chelsea akan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.

Debut Premier League Alonso Berbuah Tiga Poin

Kemenangan atas Fulham tentu memiliki arti khusus bagi Xabi Alonso. Ini merupakan pertandingan Premier League pertama yang dijalaninya sebagai manajer Chelsea dan langsung menghasilkan tiga poin.

Alonso sebelumnya sudah menunjukkan ambisi untuk membangun Chelsea menjadi tim yang mampu bersaing di berbagai situasi. Dalam persiapan pramusim, ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan, budaya tim, dan semangat kolektif agar Chelsea bisa menjadi tim yang mampu bersaing di mana pun.

Kini, kemenangan di markas Fulham memberikan fondasi awal yang menjanjikan.

Chelsea memang belum sempurna. Namun, keberanian bermain menyerang, kemampuan bangkit setelah kehilangan momentum, serta kualitas individu di lini depan memberikan alasan bagi para pendukung untuk optimistis.

Bagi Alonso, tiga poin tersebut bukan sekadar kemenangan pembuka. Hasil ini merupakan langkah pertama dari proyek besar yang sedang ia bangun di Stamford Bridge.

Jika Chelsea mampu mempertahankan mentalitas seperti yang diperlihatkan di Craven Cottage sekaligus memperbaiki kelemahan di lini belakang, perjalanan The Blues pada musim 2026/2027 layak untuk dinantikan. Debut kemenangan Xabi Alonso pun bisa menjadi awal dari era baru Chelsea yang jauh lebih kompetitif.

Manchester City Comeback 2-1, Cherki Gemilang, Haaland Mandul

BolaIndonesia – Manchester City comeback secara dramatis saat menghadapi Bournemouth pada laga pembuka Premier League 2026/27. The Citizens berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 2-1 di Etihad Stadium. Rayan Cherki menjadi salah satu pemain yang tampil gemilang dalam kemenangan tersebut.

Sempat tertinggal lebih dari 80 menit, Manchester City akhirnya membalikkan keadaan melalui Marc Guéhi dan Joško Gvardiol. Rayan Cherki menjadi salah satu pemain paling menentukan setelah masuk dari bangku cadangan dan menyumbangkan dua assist.

Manchester City Sempat Tertinggal dari Bournemouth

Manchester City sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan terus mencoba membangun serangan. Namun, Bournemouth justru mampu mencuri keunggulan pada menit ke-26.

Marcus Tavernier memanfaatkan kesalahan di lini belakang City untuk membawa Bournemouth unggul 1-0. Gol tersebut membuat tekanan kepada Maresca semakin besar karena permainan City terlihat belum sepenuhnya padu.

Beberapa peluang berhasil diciptakan tuan rumah. Namun, penyelesaian akhir Manchester City belum maksimal. Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang mendapatkan peluang, tetapi striker Norwegia tersebut belum mampu menemukan ketajamannya di depan gawang.

Rayan Cherki Jadi Kunci Manchester City Comeback

Perubahan penting terjadi ketika Rayan Cherki masuk pada babak kedua. Pemain asal Prancis tersebut langsung memberikan energi baru dalam permainan Manchester City.

Cherki menunjukkan kualitas kreativitasnya dengan menghadirkan ancaman dari sisi serangan. Tidak hanya mampu membawa bola melewati tekanan lawan, ia juga memiliki visi untuk menemukan rekan setim di area berbahaya.

Dampaknya langsung terlihat pada menit ke-84. Cherki mengambil sepak pojok dan mengirimkan bola akurat ke kotak penalti. Marc Guéhi kemudian menyambut umpan tersebut dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Cherki Kembali Jadi Kreator Gol Kemenangan

Belum berhenti di sana, Cherki kembali menjadi aktor penting pada masa injury time.

Pada menit ke-90+1, Manchester City mendapatkan momentum serangan. Cherki kembali mengirimkan umpan berbahaya yang kemudian dimanfaatkan Joško Gvardiol untuk mencetak gol kemenangan.

Gol tersebut sempat dianulir karena dianggap offside. Namun, pemeriksaan VAR akhirnya mengesahkan gol Gvardiol.

Etihad Stadium pun meledak. Manchester City yang sebelumnya terlihat frustrasi akhirnya mengamankan kemenangan 2-1 lewat dua gol dalam tujuh menit terakhir.

Haaland Mandul Saat Manchester City Comeback

Di balik kemenangan dramatis tersebut, perhatian juga tertuju kepada Erling Haaland.

Striker andalan Manchester City itu belum mampu mencetak gol dalam pertandingan ini. Haaland memang mendapatkan beberapa peluang, tetapi penyelesaian akhirnya belum berada pada level terbaik.

Kondisi tersebut sebenarnya cukup wajar mengingat sejumlah pemain City baru kembali setelah menjalani periode panjang bersama tim nasional di Piala Dunia. Maresca juga menilai beberapa pemainnya masih membutuhkan waktu untuk kembali mencapai kondisi fisik terbaik.

Namun, Haaland tetap menjadi pemain yang sangat penting bagi proyek baru Manchester City. Ketika ritmenya sudah kembali, lini depan City diprediksi akan jauh lebih berbahaya.

Maresca Bawa Manchester City Raih Kemenangan Comeback

Kemenangan atas Bournemouth memberikan modal berharga bagi Maresca dalam pertandingan liga pertamanya sebagai manajer Manchester City.

Memang masih terdapat banyak pekerjaan rumah. City terlihat belum sepenuhnya menemukan keseimbangan permainan, sementara beberapa eksperimen taktik juga masih membutuhkan penyesuaian.

Namun, kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit menjadi sinyal positif. Manchester City tidak menyerah meski waktu pertandingan semakin menipis.

Maresca pun mendapatkan kemenangan yang sangat penting sekaligus emosional dalam debutnya di Premier League bersama City.

Cherki Jadi Senjata Baru Manchester City

Performa Cherki menjadi salah satu hal paling menarik dari pertandingan ini.

Dua assist dalam situasi pertandingan yang sangat sulit menunjukkan bahwa pemain Prancis tersebut memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Kreativitasnya dapat menjadi elemen penting bagi Manchester City di era pasca-Pep Guardiola.

Bahkan, Maresca telah memberikan sinyal bahwa Cherki berpeluang mendapatkan tempat sebagai starter setelah menunjukkan dampak besar dari bangku cadangan.

Jika Cherki mampu mempertahankan performa seperti ini, Manchester City memiliki tambahan kreator yang dapat membantu Haaland mendapatkan lebih banyak peluang.

Manchester City Comeback Jadi Modal Penting

Kemenangan 2-1 atas Bournemouth bukan sekadar tiga poin. Hasil ini menunjukkan bahwa Manchester City masih memiliki mentalitas untuk bertarung hingga menit terakhir.

Cherki menjadi bintang comeback dengan dua assist, sementara Guéhi dan Gvardiol menjadi pencetak gol penentu.

Haaland memang belum tajam, tetapi musim masih sangat panjang. Jika striker Norwegia tersebut kembali menemukan insting mencetak gol dan Cherki terus memberikan kreativitas, Manchester City bisa menjadi ancaman serius bagi para rivalnya.

Era baru Maresca pun dimulai dengan cara yang dramatis: tertinggal, tertekan, tetapi akhirnya menang.

Man of the Match Newcastle Liverpool: Szoboszlai Bersinar

BolaIndonesia – Dominik Szoboszlai terpilih sebagai Man of the Match Newcastle vs Liverpool pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Gelandang Liverpool tersebut tampil sebagai penentu setelah mencetak gol penyama kedudukan melalui penalti pada menit ke-90+9.

Liverpool harus bekerja keras ketika bertandang ke St James’ Park, Minggu (23/8/2026). Pertandingan berlangsung dramatis dan berakhir dengan skor 2-2. Hasil tersebut membuat The Reds gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertama mereka di bawah pelatih baru, Andoni Iraola.

Namun, Liverpool terhindar dari kekalahan berkat ketenangan Szoboszlai dalam mengeksekusi penalti pada detik-detik terakhir pertandingan.

Man of the Match Newcastle Liverpool

Pertandingan Newcastle vs Liverpool berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Newcastle mampu membuka keunggulan melalui Anthony Elanga pada menit kelima. Liverpool kemudian merespons setelah jeda dan menyamakan skor lewat Cody Gakpo pada menit ke-55.

Hanya berselang dua menit, Joe Willock kembali membawa Newcastle unggul 2-1. Liverpool pun harus mengejar ketertinggalan hingga penghujung pertandingan.

The Reds sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Liverpool mencatat 27 tembakan, termasuk tujuh yang mengarah ke gawang, sedangkan Newcastle membuat 13 percobaan dengan empat tembakan tepat sasaran.

Meski demikian, rapatnya pertahanan Newcastle membuat Liverpool kesulitan menemukan gol kedua.

Penalti Dramatis pada Menit 90+9

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Newcastle, drama besar terjadi pada masa injury time.

Liverpool mendapatkan hadiah penalti setelah Victor Muñoz dijatuhkan Lewis Hall di area terlarang. Keputusan tersebut kemudian tetap berlaku setelah pemeriksaan VAR.

Szoboszlai mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Tekanan tentu sangat besar karena satu tendangan tersebut menentukan apakah Liverpool pulang tanpa poin atau membawa satu angka.

Gelandang asal Hungaria itu tidak melakukan kesalahan. Ia melepaskan tendangan penalti dengan tenang dan mengarahkan bola ke sudut gawang Newcastle.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2 dan menjadi sentuhan terakhir yang sangat penting dalam pertandingan.

Kapten Liverpool Menunjukkan Mentalitas

Status Szoboszlai sebagai kapten Liverpool membuat momen tersebut semakin penting. Ia berani mengambil tanggung jawab ketika tim membutuhkan pemain dengan mental kuat.

Eksekusi pada menit ke-90+9 juga menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Liverpool berada dalam situasi sulit karena Newcastle sudah berada beberapa detik dari kemenangan.

Alih-alih menyerah, Szoboszlai tampil sebagai pemain yang memberikan harapan terakhir kepada timnya.

Gol tersebut bukan sekadar penyama kedudukan. Penalti Szoboszlai menyelamatkan Liverpool dari kekalahan sekaligus memberikan satu poin dalam laga pembuka musim.

Performa Penting di Laga Pembuka Musim

Penghargaan Man of the Match Newcastle vs Liverpool kepada Szoboszlai menjadi bukti betapa pentingnya kontribusinya dalam pertandingan tersebut.

Liverpool memang belum menunjukkan performa sempurna di bawah Iraola. Pertahanan mereka masih beberapa kali memberikan ruang kepada Newcastle, sementara tuan rumah mampu memanfaatkan momentum dengan baik.

Akan tetapi, Liverpool menunjukkan daya juang hingga menit terakhir. Szoboszlai menjadi simbol dari semangat tersebut.

Bagi Iraola, hasil imbang 2-2 tentu belum ideal. Namun, mendapatkan satu poin dari pertandingan tandang yang penuh tekanan bisa menjadi modal awal bagi Liverpool untuk membangun momentum.

Newcastle Harus Kecewa

Di sisi lain, Newcastle pantas merasa kecewa. The Magpies sudah dua kali memimpin pertandingan dan berada sangat dekat dengan kemenangan.

Gol Willock pada menit ke-57 membuat Newcastle berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga masa injury time.

Sayangnya, penalti pada menit-menit terakhir menggagalkan kemenangan yang sudah berada di depan mata.

Meski gagal mendapatkan tiga poin, Newcastle memperlihatkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan serius kepada Liverpool.

Szoboszlai, Sosok Penentu di St James’ Park

Pada akhirnya, skor 2-2 menjadi hasil akhir Newcastle vs Liverpool. Anthony Elanga dan Joe Willock mencetak gol untuk tuan rumah, sedangkan Gakpo dan Szoboszlai menjadi pencetak gol Liverpool.

Di tengah pertandingan yang penuh drama tersebut, Dominik Szoboszlai muncul sebagai pemain paling menentukan.

Gol penalti pada menit ke-90+9 bukan hanya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan, tetapi juga mengantarkan sang gelandang meraih penghargaan Man of the Match versi Premier League.

Jika mampu mempertahankan mentalitas dan kepemimpinan seperti ini, Szoboszlai berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam era baru Liverpool bersama Iraola.

Untuk pertandingan pembuka musim yang penuh tekanan, satu hal sudah terlihat jelas: ketika Liverpool membutuhkan penyelamat, Dominik Szoboszlai tampil pada saat yang paling menentukan.

Idnews.top – AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Samuel Chukwueze terpilih sebagai Man of the Match berkat kontribusi pentingnya dalam keberhasilan Rossoneri membawa pulang tiga poin.

Alphadjo Cisse membuka keunggulan AC Milan pada menit ke-64 setelah memanfaatkan peluang di kotak penalti. Adrien Rabiot kemudian menggandakan keunggulan tiga menit berselang sebelum Che Adams memperkecil skor melalui gol akrobatik pada menit ke-90+3.

Chukwueze menjadi salah satu pemain yang paling aktif membongkar pertahanan Torino sepanjang pertandingan. Winger asal Nigeria itu memang belum maksimal pada babak pertama, tetapi terus mengambil inisiatif dan akhirnya memberikan assist untuk gol Rabiot.

Chukwueze Beri Ancaman dari Sisi Kanan

Chukwueze beberapa kali menciptakan masalah bagi pertahanan Torino melalui pergerakan dan keberaniannya membawa bola dari sisi kanan. Ia juga memaksa kiper Torino melakukan penyelamatan setelah melakukan aksi individu pada fase awal pertandingan.

Sejumlah umpan silang Chukwueze belum menghasilkan gol pada babak pertama. Namun, ia tidak menghilang dari permainan dan terus berusaha mencari cara untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Chukwueze mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Rabiot yang berada dalam posisi tepat menyambut bola dengan volley terkontrol untuk membawa AC Milan unggul 2-0.

Kontribusi Chukwueze juga terlihat saat membantu tim bertahan dan mengejar pergerakan lawan. Kemampuannya melakukan tracking back membuat penampilannya tidak hanya berpengaruh ketika AC Milan menyerang.

Cisse dan Rabiot Juga Berperan Penting

Cisse menjalani babak pertama yang tidak mudah karena gagal memanfaatkan dua peluang yang didapatkannya. Namun, penyerang muda itu bangkit dengan penyelesaian tenang untuk mencetak gol pembuka dan gol perdananya di Serie A.

Gol tersebut menjadi momen penting bagi pemain muda AC Milan itu untuk membayar kegagalan sebelumnya. Penyelesaiannya juga memperlihatkan ketenangan karena Cisse memilih menempatkan bola ke sudut gawang daripada melepaskan tendangan terlalu keras.

Rabiot memberikan dampak instan setelah masuk dari bangku cadangan. Gelandang Prancis itu menciptakan gol Cisse melalui umpan ke kotak penalti sebelum mencetak gol kedua AC Milan.

Penampilan Rabiot menunjukkan potensinya ketika dimainkan lebih dekat dengan lini depan. Pergerakannya menuju tiang jauh untuk menyambut umpan Chukwueze menjadi bukti bahwa ia dapat memberikan opsi tambahan di posisi gelandang serang.

Kemenangan ini menjadi awal positif bagi AC Milan dalam perjalanan Serie A 2026-27. Chukwueze pun layak mendapatkan penghargaan Man of the Match setelah tampil aktif, mencatatkan assist, dan memberikan kontribusi dalam dua fase permainan.

Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic, mengakui timnya masih membutuhkan tambahan penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Menurut pelatih asal Kroasia ini, sektor penjaga gawang Persib saat ini masih cukup rawan karena hanya memiliki dua kiper, yakni Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat padatnya agenda yang akan dijalani Maung Bandung.

Persib menghadapi tantangan berat pada musim 2026/2027. Selain harus tampil di kompetisi domestik, tim besutan Igor Tolic juga akan menjalani AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.

Selain itu, skuad Maung Bandung harus menempuh perjalanan panjang untuk melakoni pertandingan tandang. Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi penting, termasuk di posisi penjaga gawang

“Secara umum, ya, karena jika Anda memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi. Jadi memperhitungkan perjalanan jauh ini, dan Indonesia juga negara yang sangat besar, banyak perjalanan, banyak pertandingan, mungkin cedera dam (akumulasi) kartu kuning atau merah,” ungkap Jozic.

“Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kami mungkin masih membutuhkan penjaga gawang baru,” lanjutnya.

Belum Ada Keputusan

Kendati begitu, Jozic menegaskan keputusan untuk merekrut penjaga gawang baru bukan kewenangannya. Sebagai pelatih kiper, ia hanya memberikan masukan kepada manajemen mengenai kebutuhan tim.

Sejauh ini, Jozic memastikan kondisi Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana terus menunjukkan perkembangan. Dia meyakini kedua kipernya dalam kondisi siap tempur saat menghadapi Manila Digger.

Persib akan menghadapi klub Filipina tersebut pada babak kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027. Duel kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 31 Agustus mendatang.

“Saya pikir kita masih punya waktu 10 hari lagi menuju pertandingan paling penting. Jadi saya pikir Teja dan Fitrah akan siap untuk pertandingan ini,” katanya.

“Jadi saya tidak merasa khawatir sedikit pun tentang pertandingan atau tentang performa mereka. Saya tenang dan saya ingin mereka berdua juga tetap tenang, serta memberikan yang terbaik untuk tim,” terang Jozic.

Menuju AFC Champions League 2

Laga kontra Manila Digger sangat krusial bagi Persib. Jika mampu memetik kemenangan, Marc Klok dkk. dipastikan melangkah ke fase Grup E ACL 2 bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.

Borneo FC akan melakoni fase Grup D pada AFC Challenge League 2026/2027.

Tim Pesut Etam terpilih sebagai tuan rumah bagi One Taguig FC (Filipina), Tainan City FC (China Taipei), dan pemenang laga playoff antara Yangon United (Myanmar) melawan Ezra FC (Laos).

Semua laga kasta ketiga antarklub Asia itu akan dilaksanakan di Stadion Segiri Samarinda, pada 18, 21, dan 24 Oktober 2026. Pelatih Mauro Jeronimo pun sangat serius menyiapkan tim. Karena agenda Borneo FC musim ini sangat padat.

Selain turnamen ini, Diego Michiels dkk. ditempa untuk dua agenda lainnya yakni BRI Super League dan League Cup musim ini. Arsitek asal Portugal ini diharapkan mampu mengarungi tiga ajang ini dengan hasil maksimal.

Pesan Mauro

Khusus AFC Challenge League 2026/2027, Mauro Jeronimo menilai turnamen ini tak mudah. Karena dia mengaku belum tahu kekuatan tiga calon lawan yang akan dihadapi pasukannya.

“Saya harus jujur. Kita akan memainkan tiga laga pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus menyiapkan diri dengan baik. Saya tidak ingin berkomentar soal tiga calon lawan itu. Karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus pelajari mereka terlebih dulu,” katanya.

Mauro Jeronimo juga menyadari permainan sepak bola selalu sulit. Meskipun Borneo FC akan bertarung di kandang sendiri dengan dukungan total suporter fanatiknya.

“Kami akan main di Samarinda. Main di turnamen Internasional di depan suporter. Ini akan sangat memotivasi para pemain. Tapi pertandingan sepak bola tak selalu mudah. Jadi perlu rendah hati, tapi harus bermain dengan hati agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut,” ucapnya.

Dukungan Suporter

Mauro Jerenimo juga menyebut Pusamania akan menjadi kekuatan besar untuk memompa spirit anak asuhnya.

“Saya berharap kita bermain dengan 12 pemain. Sebelas pemain di lapangan ditambah satu kehadiran para suporter. Mereka akan jadi kekuatan dan daya besar untuk pertandingan nanti bersama suporter dalam momen baik maupun buruk. Seperti biasa saya bilang, kita akan jadi kuat,” tuturnya.