
BOLADONESIA – Xabi Alonso tak bisa menahan kekecewaan dan kekesalannya setelah Chelsea takluk 0-3 di kandang Brentford pada pekan ke-5 Premier League 2026-27, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. Secara khusus, dia kecewa oleh performa buruk anak-anak asuhnya pada babak kedua.
Dalam lawatan ke Stadion Gtech Community, The Blues memang kebobolan 3 gol pada babak kedua. Jaidon Anthony membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-61. Igor Thiago menggandakan keunggulan The Bees saat laga memasuki menit ke-83. Lalu, Fabio Carvalho mencetak gol penutup pada menit ke-4 added time.

“Saya kecewa dengan babak kedua, kecewa dengan hasil akhir. Bukan begini caranya berkompetisi di Premier League. Kami telah dihukum,” ujar Xabi Alonso seperti dikutip Football5Star.net dari BBC. “Saat ini, kami tak cukup konsisten untuk bersaing sepanjang laga. Hanya 45 menit tidak cukup karena kami perlu bersaing secara penuh (90 menit).”
Pria asal Spanyol itu menambahkan, “Semua aksi dapat menentukan. Setelah mereka mencetak gol, masih ada banyak permainan untuk dimainkan, tapi kami kehilangan kontrol itu dan begitu kebobolan gol kedua, situasinya jadi sangat sulit. Ini soal segalanya. Ini tentang taktik yang perlu kami tingkatkan dan lakukan lebih baik.”
Sorotan Utama Xabi Alonso
Meskipun mengakui Chelsea harus memperbaiki segala hal dalam permainan, Xabi Alonso menyoroti satu hal utama. Itu adalah penyelesaian akhir yang buruk. Bukan hanya soal eksekusi, melainkan juga umpan akhir dan aksi menentukan. Dalam pandangannya, itulah kelemahan utama The Blues.
“Pada babak pertama, kami main bagus tapi tak mampu menciptakan peluang emas. Kami gagal pada operan akhir, dribel terakhir untuk menembak pada posisi yang ideal. Namun, itu hanya satu sisi. Sisi lainnya, ketika perlu bertahan dan bermain rapat, lawan mencoba menyerang dan kai harus tahu cara bertahan dan bermain sebagai satu kesatuan,” urai Alonso.

Salah satu sebab ketajaman Chelsea menurun dalam lawatan ke kandang Brentford adalah ketiadaan Joao Pedro yang cedera. Namun, Alonso tak mau menjadikan itu sebagai alasan. Dia menegaskan, The Blues tidak boleh bergantung pada sosok tertentu karena punya pemain-pemain lain yang juga berkualitas.
Kini, Alonso berharap The Blues bisa memanfaatkan jeda internasional untuk memperbaiki diri. “Kami akan punya cukup waktu, tapi tak semua pemain tersedia. Jadi, tidak bisa penuh. Begitu mereka semua kembali, kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” kata eks pelatih Real Madrid dan Bayer leverkusen itu.
