26 Oktober 2026

Bulan: September 2026

Boladonesia – Luka Modric mulai menghadapi tantangan baru dalam sistem permainan Ruben Amorim di AC Milan. Gelandang veteran asal Kroasia itu kini dituntut mengikuti tuntutan sepak bola berintensitas tinggi yang mengandalkan pressing agresif, transisi cepat, dan pergerakan dinamis.

Luka Modric di Sistem Ruben Amorim Mulai Menjadi Sorotan

Performa Modric dalam laga melawan Lazio menjadi bahan pembicaraan di Italia. Pemain berusia 41 tahun itu tidak mampu memberikan pengaruh seperti yang diharapkan dari seorang pengatur tempo, terutama ketika Milan harus menghadapi tekanan dan permainan cepat lawan.

Amorim kemudian memasukkan Yunus Musah pada babak kedua untuk menambah kecepatan di lini tengah. Perubahan tersebut membantu Milan memperbaiki permainan dan bangkit setelah tertinggal 2-0 dari Lazio hingga meraih hasil imbang 2-2.

Ruben Amorim Mengakui Tantangan Luka Modric dalam Pressing

Pelatih Milan, Ruben Amorim, tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi Modric. Dalam keterangannya pada 11 September, Amorim menjelaskan bahwa timnya mungkin kehilangan sebagian kemampuan pressing ketika memainkan sang gelandang, tetapi mendapatkan kendali penguasaan bola yang lebih baik.

Menurut Amorim, Luka Modric tetap menjadi pemain penting AC Milan karena mampu mengatur tempo dan memberikan kualitas ekstra saat Milan menguasai bola, bukan sekadar mengandalkan tekanan tanpa henti.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Amorim masih melihat tempat bagi Modric dalam rencananya. Namun, sang pelatih juga harus mencari keseimbangan antara kemampuan mengontrol permainan dan tuntutan fisik yang menjadi bagian dari sistemnya.

Luka Modric dan Masalah Taktik, Bukan Sekadar Usia

Analisis La Gazzetta dello Sport menyebut kesulitan Modric lebih berkaitan dengan aspek taktik dan atletik daripada kualitas teknik. Ia masih memiliki kemampuan mengumpan dan membaca permainan, tetapi tidak bisa terus-menerus melakukan sprint dari kotak penalti ke kotak penalti selama 90 menit seperti yang dituntut sepak bola berintensitas tinggi.

Masalah lain muncul ketika Modric terlalu turun mendekati bek tengah. Posisi tersebut membuat Milan memiliki lebih sedikit pemain di antara lini, sehingga proses membangun serangan dan menghubungkan lini tengah dengan pemain depan menjadi kurang efektif. Amorim menyampaikan bahwa perubahan pendekatan diperlukan agar Modric dapat tampil lebih nyaman.

Peran Baru Luka Modric di Tengah Persaingan AC Milan

Situasi ini membuka kemungkinan perubahan peran bagi Modric. Milan perlu mengatur menit bermainnya dengan lebih cermat agar pengalaman dan kualitasnya tetap memberi dampak tanpa memaksanya menghadapi tuntutan fisik yang berlebihan.

Masuknya Musah saat melawan Lazio memperlihatkan bahwa Amorim memiliki alternatif ketika membutuhkan kecepatan dan energi tambahan di lini tengah. Namun, satu pergantian pemain belum cukup untuk memastikan bahwa Modric akan kehilangan tempat utama secara permanen.

AC Milan Harus Menemukan Formula yang Tepat untuk Luka Modric

AC Milan kini menghadapi pekerjaan penting untuk menyatukan gaya bermain Amorim dengan karakter Modric. Sistem yang mengutamakan penguasaan bola dapat membantu sang gelandang mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sedangkan permainan yang terlalu sering berubah menjadi duel sprint dan serangan balik berisiko mengurangi pengaruhnya.

Amorim juga harus memastikan bahwa lini tengah Milan tetap memiliki keseimbangan. Modric membutuhkan rekan yang mampu menutup ruang, memenangkan duel, dan membantu tim mempertahankan intensitas ketika penguasaan bola berpindah. Dengan dukungan tersebut, kualitas umpan serta pengalaman Modric berpotensi kembali menjadi keunggulan Milan.

Masa Depan Luka Modric di Bawah Ruben Amorim

Kesulitan Modric tidak otomatis berarti kariernya di Milan berada di ujung jalan. Tantangan yang muncul justru memperlihatkan pentingnya penyesuaian taktik dan pengelolaan kondisi fisik. Amorim masih mengakui kualitas sang pemain, tetapi ia harus menentukan kapan Modric menjadi pengatur tempo sejak awal pertandingan dan kapan tenaganya lebih bermanfaat untuk mengendalikan laga pada fase akhir.

Bagi Milan, keberhasilan mengatasi persoalan ini akan menjadi salah satu kunci perjalanan musim mereka. Modric tetap memiliki pengalaman dan kecerdasan permainan yang berharga, sementara Amorim membawa tuntutan sepak bola modern yang membutuhkan energi serta kecepatan. Pertemuan dua karakter tersebut akan menentukan seberapa besar kontribusi Modric dalam proyek Milan musim ini.

Kesimpulan: Luka Modric mulai kesulitan di sistem Ruben Amorim, terutama ketika pertandingan berjalan cepat dan menuntut pressing berulang. Namun, kualitasnya dalam mengatur tempo dan menguasai bola masih membuatnya menjadi aset penting bagi AC Milan. Tantangan berikutnya adalah menemukan peran yang memungkinkan Modric memberi pengaruh maksimal tanpa terbebani tuntutan fisik yang tidak sesuai dengan karakter permainannya.

BolaIndonesia – Serie A 2026/2027 semakin panas setelah rangkaian pertandingan pekan keempat rampung digelar. Persaingan di papan atas mulai memperlihatkan sejumlah kandidat kuat untuk memperebutkan Scudetto. AS Roma menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian setelah mempertahankan rekor sempurna dengan empat kemenangan beruntun.

Roma Masih Sempurna di Puncak Klasemen

AS Roma sukses mengalahkan Torino dengan skor 2-0 pada pekan keempat. Donyell Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor sebelum Niccolò Pisilli memastikan kemenangan pada menit-menit akhir.

Kemenangan tersebut membuat Roma mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dengan catatan 12 gol dan hanya satu kali kebobolan. Performa tersebut membuat tim asuhan Gian Piero Gasperini menjadi salah satu favorit serius dalam persaingan papan atas.

Inter Milan juga menjaga persaingan setelah secara dramatis mengalahkan Udinese 5-3. Sempat tertinggal dua gol, Nerazzurri mampu melakukan comeback melalui Carlos Augusto, Nicolò Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny.

Inter kini mengoleksi 12 poin, sama dengan Roma. Namun, Roma berada di posisi teratas berkat keunggulan selisih gol.

Como dan Lazio Mengintai

Como tampil impresif setelah meraih kemenangan 2-1 atas Parma. Hasil tersebut membuat Como mengumpulkan 10 poin dan berada di posisi ketiga.

Sementara itu, Lazio juga memiliki 10 poin setelah bermain imbang 2-2 melawan AC Milan. Rossoneri harus puas membawa pulang satu poin setelah tertinggal dua gol dan melakukan comeback pada babak kedua.

Cagliari juga membuat kejutan dengan kemenangan 2-1 atas Atalanta. Hasil tersebut membawa Cagliari mengoleksi sembilan poin dan masuk dalam persaingan papan atas.

Hasil Lengkap Pekan Keempat Serie A

Berikut hasil pertandingan pekan keempat Serie A 2026/2027:

  • Venezia 2-4 Fiorentina
  • Genoa 1-1 Frosinone
  • Lazio 2-2 AC Milan
  • Atalanta 1-2 Cagliari
  • Lecce 3-2 Monza
  • Napoli 1-0 Bologna
  • Sassuolo 3-2 Juventus
  • Como 2-1 Parma
  • Torino 0-2 Roma
  • Inter Milan 5-3 Udinese

Hasil-hasil tersebut membuat persaingan klasemen semakin menarik, terutama setelah Juventus menelan kekalahan pertamanya musim ini dari Sassuolo.

Klasemen Serie A 2026/2027 Terbaru

Berikut klasemen sementara setelah empat pertandingan:

PosTimMainPoinSelisih Gol
1Roma412+11
2Inter412+7
3Como410+5
4Lazio410+3
5Cagliari49+2
6AC Milan48+3
7Frosinone47+3
8Udinese47+2
9Juventus47+2
10Sassuolo47+1
11Napoli46+1
12Atalanta460
13Lecce46-2
14Torino43-3
15Fiorentina43-6
16Bologna41-3
17Parma41-4
18Monza41-5
19Genoa41-6
20Venezia40-7

Klasemen menunjukkan Roma dan Inter menjadi dua tim yang masih memiliki rekor sempurna setelah empat pertandingan. Como dan Lazio menjadi pengejar terdekat dengan 10 poin.

Donyell Malen Memimpin Daftar Top Skor

Persaingan pencetak gol juga tidak kalah menarik. Donyell Malen menjadi top skor sementara Serie A dengan enam gol setelah mencetak gol ke gawang Torino.

Malen tampil luar biasa sejak awal musim. Penyerang Roma tersebut sebelumnya mencetak hattrick ketika menghadapi Fiorentina dan dua gol saat melawan Lecce. Gol ke gawang Torino membuat koleksinya mencapai enam gol dari empat pertandingan.

Di belakang Malen, Antonio Raimondo menjadi salah satu penyerang yang patut diperhatikan dengan empat gol. Sementara Davide Frattesi dan Franco Mastantuono sama-sama telah mengoleksi tiga gol.

Jadwal Serie A Pekan Kelima

Persaingan semakin menarik pada pekan kelima. Pertandingan terbesar akan mempertemukan Roma vs Inter pada Sabtu, 19 September 2026. Duel tersebut berpotensi menjadi pertandingan penting dalam perebutan posisi puncak klasemen.

Jadwal lengkap pekan kelima:

  • Jumat, 18 September: Monza vs Sassuolo
  • Sabtu, 19 September: Bologna vs Torino
  • Sabtu, 19 September: Udinese vs Cagliari
  • Sabtu, 19 September: Roma vs Inter
  • Sabtu, 19 September: Venezia vs Lazio
  • Minggu, 20 September: Fiorentina vs Napoli
  • Minggu, 20 September: Frosinone vs Como
  • Minggu, 20 September: Parma vs Genoa
  • Minggu, 20 September: Juventus vs Atalanta
  • Minggu, 20 September: Milan vs Lecce

Roma vs Inter Jadi Laga yang Paling Dinanti

Duel Roma melawan Inter akan menjadi sorotan utama pekan kelima. Kedua klub sama-sama mengawali musim dengan sangat kuat dan kini berada di dua posisi teratas klasemen.

Roma memiliki keuntungan bermain di Stadion Olimpico, tetapi Inter datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 5-3 atas Udinese. Pertandingan ini berpotensi menjadi ujian terbesar bagi Gasperini maupun Inter pada awal musim.

Dengan persaingan yang semakin ketat, hasil pertandingan, klasemen, jadwal dan top skor Serie A 2026/2027 akan terus berubah setiap pekannya. Roma, Inter, Como, Lazio, hingga Cagliari kini mulai menunjukkan ambisi untuk bersaing di papan atas dan memburu tiket kompetisi Eropa maupun Scudetto.

Chivu Santai Inter Kebobolan 3 Gol

BolaIndonesia – Cristian Chivu tidak terlalu mengkhawatirkan lini belakang Inter Milan meski timnya kebobolan tiga gol saat menghadapi Udinese. Inter Milan berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 5-3 dalam lanjutan Serie A 2026/27 di San Siro, Senin (14/9/2026).

Pertandingan berjalan penuh kejutan. Inter Milan bahkan sempat tertinggal dua gol lebih dahulu. Namun, karakter kuat Nerazzurri kembali terlihat setelah mereka mampu membalikkan keadaan dan mencetak lima gol.

Hasil tersebut membuat Inter tetap berada di papan atas Serie A. Kemenangan atas Udinese juga memperpanjang start sempurna Inter pada awal musim.

Inter Milan Sempat Tertinggal 0-2

Udinese mengejutkan Inter Milan sejak awal pertandingan. James Abankwah membawa tim tamu unggul pada menit ke-9 setelah menyambut umpan Unai Gomez melalui sundulan.

Situasi semakin sulit bagi Inter ketika Jürgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese pada menit ke-16. Inter tertinggal 0-2 dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, pasukan Cristian Chivu tidak kehilangan kepercayaan diri. Carlos Augusto memperkecil skor pada menit ke-26 melalui tembakan keras. Setelah itu, Nicolo Barella mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-35.

Skor 2-2 bertahan hingga turun minum. Inter kemudian menunjukkan perubahan besar pada babak kedua.

Chivu Pilih Melihat Sisi Positif

Kebobolan tiga gol tentu menjadi catatan bagi Inter Milan. Meski begitu, Chivu tidak ingin terlalu fokus pada jumlah gol yang bersarang di gawang timnya.

Bagi sang pelatih, respons para pemain setelah tertinggal dua gol justru menjadi hal penting. Inter mampu menjaga ketenangan, meningkatkan intensitas permainan, lalu mengambil kendali pertandingan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan Chivu tetap percaya dengan karakter timnya. Inter tidak panik meski harus mengejar ketertinggalan sejak menit-menit awal.

Dengan kata lain, kemenangan 5-3 bukan sekadar tentang banyaknya gol yang tercipta. Pertandingan tersebut juga memperlihatkan mentalitas Inter ketika berada dalam situasi sulit.

Thuram, Esposito, dan Bonny Lengkapi Comeback

Inter Milan akhirnya berbalik unggul pada menit ke-57. Marcus Thuram mencetak gol ketiga Nerazzurri dan membuat San Siro kembali bergemuruh.

Sepuluh menit kemudian, Pio Esposito menambah keunggulan Inter menjadi 4-2. Gol tersebut lahir melalui rangkaian serangan yang membuat pertahanan Udinese kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain Inter.

Inter kemudian semakin menjauh pada menit ke-79. Ange-Yoan Bonny mencetak gol kelima dan membuat skor berubah menjadi 5-2.

Udinese masih mampu memberikan perlawanan. Idrissa Gueye mencetak gol ketiga bagi tim tamu pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Inter tetap menang 5-3.

Chivu Tidak Ingin Inter Kehilangan Identitas

Bagi Chivu, pertandingan melawan Udinese menjadi gambaran mengenai identitas Inter Milan yang ingin terus dibangun. Timnya memang melakukan kesalahan di awal laga, tetapi mampu memberikan respons yang kuat.

Inter juga menunjukkan kualitas ofensif yang sangat baik. Lima gol dicetak oleh empat pemain berbeda, yaitu Carlos Augusto, Barella, Thuram, Esposito, dan Bonny.

Produktivitas tersebut menjadi modal penting bagi Inter untuk menjalani pertandingan berikutnya. Namun, lini pertahanan tetap memiliki pekerjaan rumah setelah kebobolan tiga kali dalam satu pertandingan.

Chivu tentu berharap timnya bisa memperbaiki detail-detail kecil tanpa mengorbankan agresivitas yang menjadi kekuatan mereka.

Inter Milan Siap Hadapi Tantangan Berikutnya

Kemenangan 5-3 atas Udinese membawa Inter Milan terus menjaga momentum positif di Serie A. Selanjutnya, Inter dijadwalkan menghadapi AS Roma pada 19 September 2026.

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian menarik bagi Chivu dan anak asuhnya. Roma juga mengawali musim dengan hasil positif dan berada di papan atas klasemen.

Karena itu, kemenangan atas Udinese menjadi bekal penting bagi Inter. Chivu kini memiliki waktu untuk mengevaluasi lini pertahanan sekaligus mempertahankan ketajaman lini depan.

Kebobolan tiga gol memang bukan hasil ideal bagi sebuah tim yang ingin bersaing di papan atas. Namun, bagi Chivu, kemampuan Inter bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan akhirnya menang 5-3 menunjukkan bahwa timnya memiliki mental serta kualitas untuk menghadapi tekanan besar.

Inter Milan kini tidak hanya berbicara tentang hasil akhir. Mereka juga mulai menunjukkan karakter kuat di bawah asuhan Cristian Chivu.

BOLADOENSIA – Anthony Hudson telah mengumumkan 23 pemain yang mengisi skuad timnas Thailand untuk berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin (14/9/2026). Skuad kali ini lebih kuat dari saat tampil di Piala ASEAN 2026, tapi tetap saja menuai perdebatan.

Tak seperti di Piala ASEAN, skuad Changsuek kini kembali diperkuat sejumlah pemain bintang. Sebut saja kapten Chanathip Songkrasin, bek Kritsada Kaman dan Nicholas Mickelson, gelandang Peeradol Chamratsamee, serta penyerang sayap Supachok Sarachat. Di Piala ASEAN, mereka tak dilepas klub masing-masing.

Akan tetapi, secara mengejutkan, Hudson menepikan beberapa nama besar yang kerap jadi andalan timnas Thailand. Dua di antaranya adalah Teerasil Dangda dan Theerathon Bunmathan. Adapun Suphanat Mueanta belum bisa comeback karena cedera di klubnya, RB Omiya Ardija.

Di samping Teerasil dan Theerathon, nama lain yang juga disisihkan Hudson adalah Weerathep Pomphan dan Ben Davis. Keduanya tak masuk dalam rencana sang pelatih kali ini meskipun tampil apik dan jadi motor penggerak klub masing-masing pada pekan-pekan awal Thai League 1.

Misi Timnas Thailand

Putusan Anthony Hudson tak membawa Teerasil Dangda, Theerathon Bunmathan, Weerathep Pomphan, dan Ben Davis ke timnas Thailand menuai kecaman. Hudson dinilai ingkar janji karena sebelumnya menegaskan pemilihan pemain berdasarkan performa.

Hal yang membuat para fan Changsuek kesal, Hudson malah memanggil Iklas Sanron yang baru pulih dari cedera, lalu Manuel Tom Biehr dan Anan Yodsangwal yang sama sekali belum main di Thai League 1 musim ini. Dia juga tetap menyertakan Suphanan Bureerat yang cedera pada laga terakhir klubnya.

Khusus soal Teerasil, banyak pihak menilai Hudson gegabah. Walaupun tak dalam performa bagus dan sudah uzur, dia bisa jadi harapan karena Supachai Jaided, Teerasak Poeiphimai, dan Jude Soonsup-Bell tak punya statistik impresif. Tanpa Suphanat Mueanta, nama besar Teerasil masih dibutuhkan Changsuek.

Meskipun demikian, Hudson tetap percaya diri. Dia menilai 23 pemain yang akan tampil di FIFA ASEN Cup 2026 adalah yang terbaik saat ini. Dia juga mengisyaratkan, ajang ini juga jadi salah satu seleksi untuk tim yang nanti dibawa ke Pala Asia 2027. Misinya adalah mengumpulkan semua pemain terbaik pada saat itu.

Boladonesia – Juventus kembali mendapat sorotan setelah kekalahan mengejutkan dari Sassuolo. Hasil tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas Bianconeri sebagai salah satu klub elite Italia. Meski memiliki sejarah panjang dan ambisi besar, Juventus masih harus membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.

Juventus Tumbang dari Sassuolo

Juventus menelan kekalahan 2-3 dari Sassuolo pada pertandingan Serie A, Minggu, 13 September 2026. Hasil ini menjadi pukulan bagi tim yang ingin menunjukkan diri sebagai kandidat kuat dalam persaingan papan atas Liga Italia.

Pertandingan tersebut memperlihatkan bahwa Juventus masih memiliki sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi. Kekalahan dari Sassuolo bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nama besar klub tidak otomatis menjamin performa di lapangan.

Bianconeri tentu menginginkan hasil yang lebih baik. Namun, ketika menghadapi lawan yang mampu memberikan tekanan, Juventus masih harus menunjukkan konsistensi, ketenangan, dan kualitas permainan yang lebih matang.

Performa Juventus Belum Mencerminkan Tim Hebat

Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat. Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang sedang dihadapi klub asal Turin tersebut.

Tim hebat bukan hanya tim yang memiliki pemain berkualitas atau sejarah gemilang. Tim hebat juga harus mampu menjaga performa, mengontrol pertandingan, dan meraih kemenangan ketika menghadapi situasi sulit.

Saat melawan Sassuolo, Juventus gagal membawa pulang hasil positif. Skor 2-3 menunjukkan bahwa pertandingan berjalan ketat, tetapi pada akhirnya Bianconeri harus mengakui keunggulan lawan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Juventus masih perlu berkembang di berbagai aspek. Mulai dari pertahanan, keseimbangan lini tengah, hingga efektivitas serangan, semuanya harus mendapat perhatian.

Apabila ingin bersaing dengan klub-klub terbaik Italia, Juventus tidak boleh hanya mengandalkan kualitas individu. Mereka perlu membangun permainan yang lebih solid dan konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Kekalahan Ini Jadi Peringatan Penting

Hasil melawan Sassuolo seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh skuad Juventus. Kekalahan tersebut datang pada awal musim, sehingga masih ada kesempatan untuk memperbaiki berbagai kekurangan.

Namun, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan serius. Serie A merupakan kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi. Setiap kehilangan poin dapat memengaruhi posisi di klasemen dan kepercayaan diri tim.

Bianconeri harus belajar dari pertandingan ini. Mereka perlu memahami mengapa lawan mampu mencetak tiga gol dan bagaimana cara memperbaiki organisasi pertahanan.

Selain itu, para pemain juga harus meningkatkan konsentrasi sepanjang pertandingan. Tim besar dituntut mampu menjaga fokus, terutama ketika pertandingan memasuki fase-fase menentukan.

Lini Pertahanan dan Konsistensi Perlu Diperbaiki

Salah satu pekerjaan rumah Juventus adalah memperkuat pertahanan. Kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan tentu menjadi perhatian, meskipun sepak bola tidak bisa dinilai hanya dari jumlah gol yang masuk.

Pertahanan yang baik membutuhkan kerja sama seluruh pemain. Penyerang harus membantu memberikan tekanan, gelandang harus menjaga keseimbangan, dan pemain belakang harus mampu membaca ancaman lawan.

Juventus juga perlu meningkatkan konsistensi ketika menguasai bola. Penguasaan bola yang tidak diikuti peluang berbahaya akan membuat tim kesulitan mencetak gol.

Oleh karena itu, evaluasi setelah kekalahan dari Sassuolo harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya menyalahkan satu pemain, tetapi mencari solusi agar performa tim bisa meningkat.

Bianconeri harus segera bangkit

Juventus masih memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai tim hebat. Namun, kesempatan tersebut membutuhkan kerja keras dan hasil nyata di lapangan.

Pertandingan berikutnya menjadi momen penting bagi Bianconeri untuk merespons kekalahan dari Sassuolo. Mereka harus menunjukkan karakter, meningkatkan kualitas permainan, dan kembali meraih kemenangan.

Jika Juventus mampu memperbaiki kelemahan yang terlihat, peluang untuk bersaing di papan atas tetap terbuka. Sebaliknya, apabila masalah yang sama terus berulang, ambisi besar klub akan semakin sulit diwujudkan.

Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat, tetapi perjalanan musim masih panjang. Bianconeri harus membuktikan bahwa mereka mampu berkembang dan kembali menjadi kekuatan besar di sepak bola Italia.

KLIKBETS – Chelsea akan memasuki Premier League 2026/2027 dengan membawa catatan yang belum sepenuhnya memuaskan dari musim sebelumnya. The Blues hanya mampu finis di peringkat ke-10 klasemen akhir Premier League dengan koleksi 52 poin dari 38 pertandingan.

Chelsea mencatatkan 14 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 14 kekalahan. Dari 38 pertandingan tersebut, mereka mencetak 58 gol dan kebobolan 52 gol, sehingga memiliki selisih gol +6.

Hasil tersebut membuat Chelsea tertinggal cukup jauh dari zona Liga Champions. Arsenal yang menjadi juara mengoleksi 85 poin, sementara Manchester City, Manchester United, dan Aston Villa melengkapi empat besar.

Chelsea juga menutup musim dengan performa yang kurang konsisten. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan, ditambah satu hasil imbang dan tiga kekalahan.

Catatan tersebut menjadi modal evaluasi bagi Chelsea untuk menghadapi musim baru. Dengan target kembali bersaing di papan atas, The Blues dituntut tampil lebih konsisten sejak awal musim 2026/2027.

Agustus-November

  • 24 Agustus 2026 – 02.00 WIB Fulham vs Chelsea
  • 29 Agustus 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Brighton & Hove Albion
  • 5 September 2026 – 21.00 WIB Arsenal vs Chelsea
  • 12 September 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Hull City
  • 19 September 2026 – 21.00 WIB Brentford vs Chelsea
  • 10 Oktober 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Bournemouth
  • 17 Oktober 2026 – 21.00 WIB Everton vs Chelsea
  • 24 Oktober 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Tottenham Hotspur
  • 31 Oktober 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Manchester United
  • 7 November 2026 – 21.00 WIB Sunderland vs Chelsea
  • 21 November 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Leeds United
  • 28 November 2026 – 21.00 WIB Nottingham Forest vs Chelsea

Desember-Februari

  • 2 Desember 2026 – 03.00 WIB Chelsea vs Crystal Palace
  • 5 Desember 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Liverpool
  • 12 Desember 2026 – 21.00 WIB Manchester City vs Chelsea
  • 19 Desember 2026 – 21.00 WIB Chelsea vs Aston Villa
  • 26 Desember 2026 – 21.00 WIB Coventry City vs Chelsea
  • 30 Desember 2026 – 03.00 WIB Ipswich Town vs Chelsea
  • 2 Januari 2027 – 22.00 WIB Chelsea vs Newcastle United
  • 6 Januari 2027 – 03.00 WIB Crystal Palace vs Chelsea
  • 16 Januari 2027 – 22.00 WIB Chelsea vs Sunderland
  • 23 Januari 2027 – 22.00 WIB Leeds United vs Chelsea
  • 30 Januari 2027 – 22.00 WIB Chelsea vs Nottingham Forest
  • 6 Februari 2027 – 22.00 WIB Manchester United vs Chelsea
  • 10 Februari 2027 – 03.00 WIB Newcastle United vs Chelsea
  • 20 Februari 2027 – 22.00 WIB Chelsea vs Ipswich Town
  • 27 Februari 2027 – 22.00 WIB Aston Villa vs Chelsea

Maret-Mei

  • 3 Maret 2027 – 03.00 WIB Chelsea vs Coventry City
  • 13 Maret 2027 – 22.00 WIB Chelsea vs Arsenal
  • 20 Maret 2027 – 22.00 WIB Hull City vs Chelsea
  • 10 April 2027 – 21.00 WIB Chelsea vs Fulham
  • 17 April 2027 – 21.00 WIB Brighton & Hove Albion vs Chelsea
  • 24 April 2027 – 21.00 WIB Chelsea vs Manchester City
  • 1 Mei 2027 – 21.00 WIB Liverpool vs Chelsea
  • 8 Mei 2027 – 21.00 WIB Tottenham Hotspur vs Chelsea
  • 15 Mei 2027 – 21.00 WIB Chelsea vs Everton
  • 23 Mei 2027 – 21.00 WIB Bournemouth vs Chelsea
  • 30 Mei 2027 – 22.00 WIB Chelsea vs Brentford

BOLADONESIA – Setelah 2,5 bulan kosong, kursi pelatih timnas Ekuador akhirnya terisi. Senin (14/9/2026), Marcelo Gallardo resmi diumumkan sebagai pelatih baru La Tri oleh Asosiasi Sepak Bola Ekuador (FEF).

Setelah Ekuador tersisih pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sebastian Beccacece mengundurkan diri. Setelah itu, kursi pelatih kosong hingga akhirnya FEF menunjuk Gallardo hanya sepekan sebelum jeda internasional.

“Kami punya talenta, struktur, dan ambisi. Kami siap. Biarkan orang-orang percaya karena mereka punya alasan untuk itu. Selamat datang, Marcelo,” urai pernyataan resmi FEF seperti dikutip Football5Star.net dari Infobae.

Tidak mudah bagi FEF merekrut Marcelo Gallardo. Negosiasi berjalan sebulan penuh. Pada akhirnya, tercapai kesepakatan kontrak hingga 2030. Misi utama sang pelatih baru tentu saja Copa America 2028 dan Piala Dunia 2030.

Babak Baru Marcelo Gallardo

Bagi Marcelo Gallardo, kesepakatan melatih timnas Ekuador adalah babak baru slam kariernya. Setelah 15 tahun melatih klub, dari Uruguay hingga Arab Saudi, dia kini, untuk kali pertama, menangani sebuah timnas.

Untuk kali pertama pula, Gallardo tak akan ditemani Matias Biscay yang selama ini selalu jadi tangan kanannya. Menurut Infobae, Biscay absen tak lagi mendampingi Gallardo karena alasan keluarga.

Saat ini, Gallardo belum mengumumkan secara resmi staf kepelatihan yang akan membantunya dalam menangani La Tri. Namun, dua nama dipastikan masuk, yaitu Hernan Bujan dan Alejandro Albornoz.

Seperti Biscay, Bujan sudah menyertai Gallardo sejak di Nacional pada 2011. Dia disebut-sebut akan mengisi pos Biscay sebagai tangan kanan sang pelatih. Adapun Albornoz adalah analis video saat Gallardo menangani River Plate dari 2024 hingga 2026.

LARISBOLA – Nico Paz menikmati malam istimewa saat Como menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada debut mereka di Liga Champions. Kemenangan tersebut menjadi pembuka sempurna bagi klub Italia itu di panggung Eropa sekaligus membuktikan alasan sang gelandang memilih bertahan.

Como tampil tanpa rasa gentar di Stadio Sinigaglia yang baru direnovasi untuk memenuhi standar UEFA. Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone menjadi pencetak gol dalam kemenangan bersejarah tersebut.

Bagi Nico Paz, pertandingan ini menjadi jawaban atas keputusan untuk melanjutkan karier bersama Como. Ia merasa malam seperti inilah yang sejak awal ingin dirasakan setelah memilih bertahan di klub tersebut.

Nico Paz Tegaskan Pilihan Bertahan

Nico Paz mengaku sangat menikmati atmosfer pertandingan bersejarah tersebut. Ia juga merasa bahagia karena keputusan untuk bertahan di Como akhirnya menghadirkan malam yang selama ini ia bayangkan.

“Ini adalah malam yang bersejarah, kami menjalani pertandingan luar biasa. Kami sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini dan sangat bahagia,” ujar Nico Paz kepada Sky Sport Italia.

Ia kemudian menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk tetap berada di Como. “Saya bertahan untuk malam-malam seperti ini, saya tahu di sinilah saya akan berkembang paling banyak dan saya sangat senang dengan keputusan saya. Saya membuat pilihan yang tepat.”

Baturina Jadi Kunci Serangan Como

Como menunjukkan kualitas mereka melalui permainan menyerang yang efektif sejak awal pertandingan. Baturina membuka keunggulan sebelum memberikan assist untuk gol Douvikas, sedangkan Diao dan Perrone melengkapi kemenangan setelah jeda.

Nico Paz memberikan apresiasi khusus kepada Baturina yang tampil menentukan dalam pertandingan tersebut. “Baturina adalah pemain luar biasa, dia melihat ruang yang bisa digunakan untuk menyakiti Leipzig dan melakukan pekerjaan yang luar biasa,” katanya.

Como kemudian harus bermain lebih bertahan setelah unggul 3-1 pada babak kedua. Nico Paz tetap memberikan kontribusi penting melalui assist pada menit-menit akhir meski tenaganya mulai terkuras.

Tetap Berjuang Meski Dikawal Ketat

Nico Paz mengakui Leipzig memberikan perhatian khusus sepanjang pertandingan. Pemain Argentina itu bahkan terus mendapat pengawalan dari salah satu pemain lawan sehingga ruang geraknya menjadi lebih terbatas.

“Pertandingan ini sulit karena saya terus dikawal oleh pemain nomor 27 sepanjang laga. Hal itu membuka ruang bagi rekan-rekan setim saya,” ujar Nico Paz.

Ia juga mengakui belum tampil dalam kondisi terbaik dan masih bisa meningkatkan performanya. “Saya tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya, tetapi setelah jeda saya sedikit lebih sering mendapatkannya. Tentu saja, saya selalu bisa tampil lebih baik.”

Kemenangan atas Leipzig membuat Como menjadi satu-satunya tim Italia yang meraih tiga poin pada matchday pertama Liga Champions. Inter dan Napoli menelan kekalahan, sedangkan Roma bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.

Idnews.top – Manchester City berhasil keluar sebagai pemenang dalam Derby Manchester. Berikut sejumlah catatan menarik dari pertandingan Manchester United vs Manchester City.

Manchester City berhasil meraih kemenangan atas Manchester United pada pekan keempat Liga Inggris 2026/2027, Minggu (13/9/2026) malam WIB. The Citizens menang 1-0 di Old Trafford berkat gol Erling Haaland pada babak kedua.

Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan. Manchester City pun sukses membawa pulang tiga poin dari markas rival sekotanya.

Tambahan tiga poin membuat Manchester City kini mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. The Citizens menempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris.

Sejumlah catatan menarik tercipta setelah Manchester City mengalahkan Manchester United. Berikut perinciannya.

Catatan Menarik Duel Manchester United vs Manchester City

  1. Erling Haaland kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Derby Manchester di Premier League dengan sembilan gol. Ia melewati catatan Sergio Aguero dan Wayne Rooney yang sama-sama mengoleksi delapan gol.
  2. Manchester City mencatat kartu merah paling awal dalam pertandingan Premier League yang berujung kemenangan mereka, yakni ketika laga baru berjalan 22 menit 23 detik. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Vincent Kompany yang mendapat kartu merah pada menit ke-10 saat menghadapi Hull City pada Maret 2014, meski Manchester City tetap menang 2-0.

Catatan Menarik Duel Manchester United vs Manchester City

  1. Sebanyak 50 tim pernah mendapat kartu merah sebagai tim tamu di Old Trafford dalam ajang Premier League. Namun, hanya dua tim yang tetap mampu meraih kemenangan, yakni Everton pada November 2025 setelah mendapat kartu merah pada menit ke-13 dan menang 1-0, serta Manchester City hari ini yang mendapat kartu merah pada menit ke-23 dan menang 1-0.
  2. Manchester City menjadi tim tamu pertama yang mampu meraih 10 kemenangan atas Manchester United di Old Trafford dalam sejarah Premier League. Dalam 11 musim terakhir sejak 2016/2017, tidak ada pertandingan lain di kompetisi kasta teratas Inggris yang menghasilkan lebih banyak kemenangan tim tamu daripada Derby Manchester, yakni 10 kali.

KLIBETS – Barcelona menjaga laju sempurna dan tetap memimpin klasemen liga spanyol setelah mengalahkan Levante 4-2 di Ciutat de Valencia, Minggu (13/9/2026) malam WIB, pada pekan kelima Liga Spanyol 2026/27.

Tim tamu membangun keunggulan tiga gol lebih dulu: Xavi Espart membuka skor, disusul dua gol Lamine Yamal. Tuan rumah memperkecil jarak via Ivan Romero dan Roger Brugue, sebelum Karim Adeyemi memastikan kemenangan jelang bubaran.

Tambahan tiga poin membuat Barcelona mengoleksi 15 poin dari lima laga, mempertahankan posisi teratas dan rekor sempurna. Levante tertahan di peringkat ke-13 dengan lima poin. Di laga lain, Atletico Madrid menundukkan Real Sociedad 3-0 di Stadion Anoeta melalui gol Alejandro Grimaldo, Jonathan David, dan Giuliano Simeone.

Hasil tersebut mengantar Atletico ke posisi keempat dengan 10 poin, sementara Real Sociedad berada di urutan ke-12 dengan tujuh angka. Pada pekan yang sama, tidak ada perubahan status untuk Barcelona di puncak klasemen liga spanyol.

Hasil dan Jadwal Pekan Kelima Liga Spanyol

Berikut hasil lengkap dan jadwal pekan kelima Liga Spanyol 2026/27 (WIB):

Sabtu, 12 September 2026

  • 02.00 WIB – Sevilla 1-0 Valencia
  • 19.00 WIB – Racing Club 2-1 Alaves
  • 21.15 WIB – Osasuna 0-2 Espanyol
  • 23.30 WIB – Athletic Club 1-1 Elche

Minggu, 13 September 2026

  • 02.00 WIB – Real Madrid 4-1 Rayo Vallecano
  • 19.00 WIB – Celta Vigo 1-1 Malaga
  • 21.15 WIB – Levante 2-4 Barcelona
  • 23.30 WIB – Getafe 1-1 Deportivo

Senin, 14 September 2026

  • 02.00 WIB – Real Sociedad 0-3 Atletico Madrid

Selasa, 15 September 2026

  • 02.00 WIB – Villarreal vs Real Betis

Seluruh waktu pertandingan di atas tercatat dalam WIB.

Partai Villarreal vs Real Betis menjadi penutup rangkaian pekan kelima.

Persaingan Sengit di Liga Spanyol

1BarcelonaBarcelona550021+1715
2Real MadridReal Madrid540114+1012
3AlavesAlaves531111+610
4Atletico MadridAtletico Madrid531110+410
5SevillaSevilla53118+210
6Deportivo La CorunaDeportivo La Coruna52309+39
7Real BetisReal Betis4301509
8EspanyolEspanyol52128+37
9Athletic ClubAthletic Club52127+17
10Racing SantanderRacing Santander5212907