26 Oktober 2026

Bulan: Juni 2026

Ousmane Dembélé menjadi bintang kemenangan Prancis setelah mencetak hattrick saat Les Bleus mengalahkan Norwegia 4-1 dan memastikan diri sebagai juara Grup I Piala Dunia 2026.

Bolaindonesia – Timnas Prancis menutup perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna. Les Bleus mengalahkan Norwegia 4-1 pada laga terakhir Grup I yang berlangsung Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memastikan Prancis melangkah ke babak 32 besar sebagai juara grup dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Mereka tampil konsisten sejak laga pembuka dan mampu mempertahankan performa impresif hingga pertandingan terakhir fase grup.

Dembélé Jadi Bintang Lapangan

Sorotan utama pertandingan jatuh kepada Ousmane Dembélé. Winger andalan Prancis itu tampil luar biasa dengan mencetak tiga gol alias hattrick.

Kecepatan, kreativitas, dan penyelesaian akhirnya membuat lini pertahanan Norwegia kesulitan sepanjang pertandingan. Penampilan gemilang tersebut menjadi modal penting bagi Dembélé untuk bersaing dalam perebutan gelar top skor turnamen.

Selain Dembélé, permainan kolektif Prancis juga mendapat pujian. Lini tengah mampu menguasai jalannya pertandingan, sedangkan pertahanan tampil disiplin sehingga Norwegia hanya mampu mencetak satu gol hiburan.

Norwegia Tetap Lolos ke Babak 32 Besar

Meski kalah telak, Norwegia tetap mengamankan tiket menuju babak 32 besar.

Tim yang diperkuat Erling Haaland itu finis sebagai runner-up Grup I setelah mengumpulkan poin yang cukup untuk mempertahankan posisi kedua klasemen. Kekalahan dari Prancis menjadi pelajaran berharga sebelum memasuki fase gugur yang dipastikan berlangsung jauh lebih ketat.

Persaingan Babak Gugur Semakin Menarik

Berakhirnya pertandingan Grup I membuat peta persaingan babak 32 besar semakin jelas. Sejumlah negara unggulan telah memastikan tempat di fase gugur, sementara beberapa laga terakhir fase grup masih menentukan komposisi lawan di babak berikutnya. Dengan performa yang ditunjukkan sejauh ini, Prancis diperkirakan menjadi lawan yang paling dihindari oleh tim-tim lain.

Kesimpulan

Prancis menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan terbesar dunia. Kemenangan 4-1 atas Norwegia bukan hanya memastikan status juara Grup I, tetapi juga mengirim pesan tegas kepada para pesaing bahwa Les Bleus siap berburu gelar Piala Dunia 2026.

Penampilan sensasional Ousmane Dembélé dengan hattrick menjadi bukti bahwa Prancis memiliki banyak pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan. Kini, perhatian akan tertuju pada kiprah mereka di babak 32 besar.

Uruguay vs Spanyol Live! Tempat Menonton, Jadwal Kick-off, dan Link Siaran Resmi Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Laga Uruguay vs Spanyol menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada fase grup Piala Dunia FIFA 2026. Duel yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 ini menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 32 besar.

Spanyol datang dengan modal lebih baik setelah bermain imbang melawan Tanjung Verde (Cape Verde) dan meraih kemenangan telak atas Arab Saudi. Sementara Uruguay mengoleksi dua hasil seri sehingga wajib meraih kemenangan apabila ingin memastikan tiket lolos tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.

Atmosfer pertandingan dipastikan berlangsung panas mengingat kedua negara memiliki sejarah panjang di ajang Piala Dunia. Pertemuan kali ini juga menjadi duel dua filosofi sepak bola berbeda, yakni permainan penguasaan bola ala Spanyol melawan intensitas tinggi racikan Marcelo Bielsa bersama Uruguay.


Tempat Menonton Uruguay vs Spanyol

Bagi pecinta sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung, berikut beberapa pemegang hak siar resmi di berbagai negara:

  • Indonesia: Platform resmi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 (seperti Vidio melalui Emtek Group sesuai wilayah lisensi yang berlaku).
  • Amerika Serikat: FOX (bahasa Inggris) dan Telemundo (bahasa Spanyol).
  • Inggris: ITV1 serta layanan streaming ITVX.
  • Spanyol: TVE La 1.
  • Australia: SBS.
  • India: Zee5.

Pastikan menyaksikan pertandingan melalui layanan resmi agar memperoleh kualitas tayangan terbaik sekaligus mendukung penyelenggara kompetisi.


Jadwal Kick-off Uruguay vs Spanyol

Pertandingan berlangsung di Guadalajara Stadium, Meksiko, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Tanggal: Sabtu, 27 Juni 2026
  • Kick-off Indonesia (WIB): sekitar pukul 07.00 WIB
  • Lokasi: Guadalajara Stadium, Guadalajara, Meksiko.

Perbedaan zona waktu membuat pertandingan dimainkan pada malam hari waktu setempat, namun dapat dinikmati pada pagi hari oleh penonton di Indonesia.


Duel Bintang yang Layak Dinantikan

Laga ini menghadirkan sederet pemain kelas dunia.

Di kubu Spanyol, perhatian tertuju kepada Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, hingga Álex Baena yang tampil impresif sepanjang fase grup. Kreativitas lini tengah mereka menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Uruguay.

Sementara Uruguay mengandalkan pengalaman dan determinasi para pemain seperti Federico Valverde, Darwin Núñez, dan Maxi Araújo. Tim besutan Marcelo Bielsa diprediksi bermain menyerang sejak menit pertama mengingat hanya kemenangan yang benar-benar mengamankan peluang lolos.


Statistik Pertemuan Uruguay vs Spanyol

Secara historis, Uruguay dan Spanyol sudah beberapa kali bertemu di berbagai ajang internasional.

Di Piala Dunia, kedua negara pernah bermain imbang 2-2 pada edisi 1950 serta 0-0 pada Piala Dunia 1990. Secara keseluruhan, Spanyol memiliki catatan yang lebih baik dalam rekor pertemuan, termasuk kemenangan 2-1 pada Piala Konfederasi FIFA 2013.

Rekor tersebut membuat Spanyol sedikit lebih diunggulkan, namun Uruguay dikenal sebagai tim yang mampu tampil luar biasa pada laga-laga besar.


Prediksi Jalannya Pertandingan

Spanyol diperkirakan tetap memainkan gaya menyerang berbasis penguasaan bola sambil menjaga keseimbangan pertahanan. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi terbaik di Grup H.

Sebaliknya, Uruguay hampir dipastikan tampil agresif sejak awal pertandingan. Bielsa kemungkinan meminta anak asuhnya menekan tinggi dan memanfaatkan kecepatan serangan balik demi mencetak gol cepat.

Apabila Uruguay mampu mencuri gol lebih dahulu, pertandingan diprediksi berlangsung jauh lebih terbuka. Namun bila Spanyol berhasil mengendalikan tempo, La Roja berpeluang mengunci kemenangan dan memastikan status juara grup.

Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, duel Uruguay vs Spanyol layak disebut sebagai salah satu pertandingan paling menarik pada penutupan fase grup Piala Dunia 2026. Selain menentukan siapa yang melangkah ke babak gugur, laga ini juga menjadi panggung pembuktian dua kekuatan tradisional sepak bola dunia yang sama-sama mengincar prestasi tertinggi di turnamen terbesar FIFA.

Irak Resmi Gugur dari Piala Dunia 2026, Nasib Wakil Asia Jadi Sorotan

BolaIndonesia – Irak dipastikan resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan telak pada laga terakhir Grup I. Hasil buruk tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Singa Mesopotamia di turnamen terbesar dunia, sekaligus menambah daftar wakil Asia yang gagal melangkah ke babak 32 besar. Situasi ini membuat persaingan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 semakin berat, dengan hanya segelintir tim yang masih mampu menjaga asa di fase gugur.

Hasil Buruk Jadi Penentu Nasib Irak

Harapan Irak untuk menciptakan kejutan pupus setelah gagal meraih poin pada pertandingan terakhir penyisihan grup. Menghadapi Senegal, Irak tak mampu mengimbangi permainan lawan dan harus menyerah dengan skor telak 0-5.

Sebelumnya, Irak juga mengalami kekalahan dari Norwegia serta Prancis. Dari tiga pertandingan fase grup, mereka gagal mengumpulkan satu poin pun sehingga finis di dasar klasemen Grup I. Catatan tersebut memastikan Irak tidak memiliki peluang lagi untuk lolos ke babak 32 besar.

Performa Irak Jauh dari Harapan

Masuk ke Piala Dunia 2026 dengan semangat tinggi, Irak sebenarnya diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain.

Lini pertahanan Irak menjadi salah satu titik lemah yang paling mencolok sepanjang fase grup. Mereka kebobolan dalam jumlah besar, sementara lini depan kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.

Kurangnya efektivitas penyelesaian akhir serta kesalahan-kesalahan individu membuat Irak gagal bersaing menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih merata.

Wakil Asia Mulai Berguguran

Tersingkirnya Irak memperpanjang daftar negara Asia yang gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah wakil Asia juga mengalami nasib serupa setelah tidak mampu bersaing di fase grup.

Qatar menjadi salah satu tim yang harus mengakhiri perjalanan lebih awal. Arab Saudi juga gagal memenuhi ekspektasi setelah kehilangan banyak poin penting sepanjang penyisihan grup.

Sementara itu, Korea Selatan masih berada dalam posisi sulit karena peluang lolos mereka bergantung pada hasil tim lain dan perhitungan klasemen peringkat ketiga terbaik. Iran pun masih harus menyelesaikan pertandingan terakhir untuk memastikan nasib mereka.

Jepang dan Australia Menjadi Harapan Asia

Di tengah banyaknya wakil Asia yang tersingkir, Jepang dan Australia justru tampil sebagai dua tim yang berhasil menjaga konsistensi permainan.

Jepang menunjukkan performa impresif sepanjang fase grup. Mereka mampu menahan Belanda, mengalahkan Tunisia dengan skor telak, lalu memastikan tiket ke babak 32 besar setelah bermain imbang melawan Swedia.

Australia juga berhasil mengamankan satu tempat di fase gugur usai finis sebagai runner-up grup. Keberhasilan kedua tim tersebut membuat mereka kini menjadi tumpuan harapan Asia untuk berbicara banyak di Piala Dunia 2026.

Persaingan Semakin Ketat

Format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara memang membuka peluang lebih besar bagi wakil Asia tampil di putaran final. Namun kenyataannya, persaingan di lapangan tetap berjalan sangat ketat.

Tim-tim Eropa, Amerika Selatan, hingga Afrika masih menunjukkan kualitas permainan yang lebih stabil. Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi negara-negara Asia yang ingin melangkah jauh dalam kompetisi paling bergengsi di dunia.

Kegagalan Irak menjadi bukti bahwa lolos ke Piala Dunia hanyalah langkah awal. Untuk mampu bersaing di fase grup dibutuhkan kedalaman skuad, konsistensi permainan, dan pengalaman menghadapi tekanan pertandingan level tertinggi.

Evaluasi Besar Menanti Irak

Berakhirnya perjalanan Irak di Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi federasi maupun tim pelatih. Meski berhasil mencapai putaran final merupakan pencapaian tersendiri, hasil di atas lapangan menunjukkan masih banyak aspek yang harus dibenahi agar mampu bersaing di level internasional.

Kini fokus Irak diperkirakan akan beralih pada regenerasi pemain dan persiapan menghadapi turnamen-turnamen Asia berikutnya. Sementara itu, sorotan publik Asia akan tertuju kepada Jepang, Australia, serta beberapa wakil lain yang masih berjuang menjaga nama baik benua di panggung Piala Dunia 2026.

Timnas Kolombia dan Portugal akan berhadapan pada laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (28-6-2026), menjadi penentu siapa yang berhak finis sebagai juara grup.

Kolombia saat ini memimpin klasemen Grup K dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Portugal menempati posisi kedua dengan empat poin sehingga hanya kemenangan yang dapat membawa Selecao das Quinas menggeser Kolombia dari puncak klasemen.

Kolombia tampil meyakinkan sepanjang fase grup. Tim asuhan Nestor Lorenzo itu membuka kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan, sebelum mengalahkan Republik Demokratik Kongo 1-0 pada pertandingan kedua.

Enam poin dari dua laga sudah memastikan Kolombia lolos ke babak 32 besar. Kini, Luis Diaz cs. hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci status juara Grup K.

Kuda Hitam

Apabila mampu finis di posisi teratas, Kolombia akan menghadapi satu di antara peringkat ketiga terbaik dari Grup D, E, I, J, atau L pada babak 32 besar.

Sebaliknya, jika kalah dari Portugal, Kolombia harus puas menjadi runner-up grup dan akan berjumpa peringkat kedua Grup L di fase gugur.

Kolombia juga disebut sebagai satu di antara tim kuda hitam pada Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Tricolor ini pernah mencatatkan prestasi terbaik dengan menembus perempat final Piala Dunia 2014.

Menariknya, laga ini menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Kolombia dan Portugal. Sebelumnya, kedua negara hanya sekali bertemu, yakni dalam laga uji coba pada 2014 yang berakhir imbang tanpa gol.

Andalkan Kebangkitan Ronaldo

Portugal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Uzbekistan 5-0 pada pertandingan sebelumnya. Cristiano Ronaldo menjadi sorotan berkat dua gol yang dicetaknya.

Penampilan itu sekaligus menjawab keraguan setelah kapten Portugal tersebut tampil kurang meyakinkan ketika bermain imbang tanpa gol melawan Republik Demokratik Kongo.

Tambahan dua gol itu membuat Ronaldo kini telah mengoleksi 975 gol sepanjang karier profesionalnya.

Portugal saat ini mengoleksi empat poin dan wajib mengalahkan Kolombia apabila ingin menutup fase grup sebagai juara Grup K.

Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan Portugal lolos sebagai runner-up. Bahkan jika kalah, Portugal masih berpeluang mempertahankan posisi kedua selama Republik Demokratik Kongo gagal mengalahkan Uzbekistan pada laga lainnya.

Skenario Terburuk

Dalam skenario terburuk, Portugal memang masih bisa lolos sebagai satu di antara peringkat ketiga terbaik. Namun, peluang tersebut dinilai sangat kecil karena tim asuhan Roberto Martinez difavoritkan finis di dua besar klasemen.

Kolombia diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit kepada Portugal dalam duel penentuan ini.

Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan berakhir imbang.

Hasil tersebut akan membuat Kolombia mempertahankan posisi sebagai juara Grup K, sedangkan Portugal harus puas finis sebagai runner-up dan berpotensi menghadapi Ghana pada babak 32 besar.

Prakiraan Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Puerta, Arias, Lerma; James Rodriguez, Luis Suarez, Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo

Portugal (4-3-3): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Neves; Pedro Neto, Cristiano Ronaldo, Joao Felix.

Pelatih: Roberto Martinez

Minggu, 28 Juni 2026

Pukul 06.30 WIB

Stadion Miami, Florida

KLIKBETS –  Gelandang Spanyol Pedri memuji penyerang Argentina Lionel Messi yang tetap bersinar di Piala Dunia 2026 meski sudah berusia 39 tahun. Pedri menilai eks rekan setimnya di Barcelona itu masih menunjukkan kualitas level atas di panggung terbesar.

Messi terus menjadi poros permainan Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia di turnamen yang digelar di Amerika Utara. Performanya sepanjang fase awal juga berbuah deretan rekor baru.

Pedri dan Messi pernah satu tim di Barcelona pada musim 2020-2021. Pengalaman itu membuat Pedri memahami langsung standar permainan peraih delapan Ballon d’Or tersebut.

Menjelang laga terakhir Grup H melawan Uruguay, Pedri kembali menegaskan kekagumannya. Ia menyebut usia tidak mengikis kemampuan sang kapten Argentina dalam mengendalikan permainan.

Pedri menyebut momen bermain satu lapangan dan berlatih bersama Messi sebagai fase penting dalam kariernya. Ia menilai pengalaman itu meninggalkan banyak pelajaran yang masih ia bawa hingga kini.

Saya beruntung bisa bermain dan berlatih bersamanya,” ujar Pedri kepada DSports.

Kecerdasan Bermain Jadi Kunci di Usia 39 Tahun

Saya sangat menikmati pengalaman itu dan belajar banyak darinya. Sekarang saya juga sangat menikmati melihatnya bermain,” tambah Pedri.

Menurut Pedri, keunggulan utama Messi berada pada kecerdasan membaca permainan. Ia menilai Messi selalu lebih cepat menemukan ruang dan posisi ideal ketimbang pemain lain.

Gelandang muda Spanyol itu melihat kemampuan memahami ruang membuat Messi tetap dominan meski faktor kecepatan bukan lagi senjata utama. Dalam pandangannya, kualitas semacam ini hanya dimiliki segelintir pemain.

Saya pikir ketika melihat pertandingan di televisi dan hanya memperhatikan dirinya, dia selalu mencari di mana ruang kosong berada atau di mana dia bisa menerima bola tanpa kawalan,” jelas Pedri.

Rekor Messi di Piala Dunia 2026

Performa Messi di Piala Dunia 2026 mencuat sejak fase grup. Kapten Argentina tersebut mencetak lima gol, masing-masing trigol ke gawang Aljazair dan dua gol saat menghadapi Austria, untuk memimpin lini serang tim.

Kontribusi itu mengantar Argentina lolos ke babak gugur sebagai juara grup. Di saat yang sama, bintang Inter Miami tersebut merangkai rekor baru di ajang empat tahunan ini.

Messi kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol. Ia juga memegang rekor kemenangan terbanyak di Piala Dunia dengan 18 kemenangan, jumlah penampilan terbanyak dengan 28 laga, serta menit bermain terbanyak yang mencapai 2.489 menit.

Man of the Match Norwegia vs Prancis: Ousmane Dembele Tampil Ganas dengan Hat-trick di Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Ousmane Dembele layak dinobatkan sebagai Man of the Match setelah membawa Prancis meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Norwegia pada laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Penyerang sayap berusia 29 tahun itu mencetak hat-trick hanya dalam babak pertama, sekaligus memastikan Les Bleus menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup dengan hasil sempurna.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Kecepatan Dembele di sisi kanan berkali-kali membuat lini belakang Norwegia kewalahan. Kerja sama apik bersama Kylian Mbappe menjadi senjata utama yang sulit dihentikan sepanjang pertandingan.

Dembele membuka keunggulan hanya beberapa menit setelah kickoff melalui aksi individu yang memukau sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang Norwegia. Gol cepat tersebut menjadi awal dari malam yang luar biasa bagi bintang Prancis itu.

Hat-trick Kilat yang Mengubah Jalannya Pertandingan

Penampilan Dembele semakin menggila ketika dirinya mencetak gol kedua sekitar menit ke-20. Lagi-lagi ia memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lini pertahanan Norwegia sebelum melepaskan penyelesaian klinis.

Norwegia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Thelo Aasgaard sehingga skor berubah menjadi 2-1. Namun harapan tim Skandinavia itu hanya bertahan beberapa menit.

Dembele kembali menunjukkan kualitas kelas dunia dengan mencetak gol ketiganya pada menit ke-32. Hat-trick tersebut menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia dan langsung mengunci dominasi Prancis bahkan sebelum turun minum.

Koneksi Dembele dan Mbappe Jadi Mimpi Buruk Norwegia

Selain mencetak tiga gol, Dembele juga tampil aktif sepanjang pertandingan. Pergerakannya tanpa bola membuka ruang bagi rekan-rekannya, sementara kombinasi bersama Kylian Mbappe menjadi ancaman yang terus menghantui pertahanan Norwegia.

Mbappe sendiri beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dan turut menyumbang assist dalam proses gol Dembele. Kolaborasi keduanya menunjukkan bahwa lini depan Prancis sedang berada dalam performa terbaik menjelang babak gugur.

Prancis kemudian memastikan kemenangan 4-1 setelah Désiré Doué mencetak gol penutup pada babak kedua. Hasil tersebut semakin menegaskan status Les Bleus sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Norwegia Tetap Lolos Meski Takluk

Meski mengalami kekalahan telak, Norwegia tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup I. Pelatih Ståle Solbakken melakukan rotasi besar dengan mengistirahatkan sejumlah pemain inti, termasuk Erling Haaland yang tidak dimainkan sepanjang pertandingan.

Keputusan tersebut memang menuai perhatian karena duel yang dinanti antara Haaland dan Mbappe akhirnya tidak terjadi. Namun langkah itu diambil demi menjaga kebugaran skuad menjelang fase gugur.

Kini Norwegia akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat di babak berikutnya, sementara Prancis melangkah dengan penuh percaya diri sebagai juara grup setelah mengoleksi poin sempurna.

Statistik Ousmane Dembele vs Norwegia

Penampilan Dembele menjadi sorotan utama berkat efektivitas dan penyelesaian akhirnya yang luar biasa.

  • 3 gol (hat-trick)
  • Membuka keunggulan Prancis sejak awal laga
  • Menjadi pemain terbaik (Man of the Match)
  • Membantu Prancis menang 4-1
  • Mengantar Les Bleus finis sebagai juara Grup I dengan rekor sempurna

Modal Besar Prancis Menuju Babak Gugur

Performa luar biasa Ousmane Dembele menjadi kabar menggembirakan bagi Prancis. Ketika perhatian banyak tertuju kepada Kylian Mbappe, justru Dembele tampil sebagai pembeda melalui hat-trick spektakuler yang memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini.

Jika Dembele mampu mempertahankan konsistensi seperti yang ditunjukkannya saat menghadapi Norwegia, maka Prancis memiliki peluang sangat besar untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Dengan lini serang yang tajam, kedalaman skuad yang mumpuni, serta kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih fase grup, Les Bleus kini semakin layak disebut sebagai salah satu favorit utama untuk mengangkat trofi juara.

Timnas Belanda memastikan diri finis sebagai juara Grup F Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Tunisia dengan skor 3-1 pada laga terakhir fase grup, Jumat (26-6-2026) pagi hari WIB.

Di pertandingan lain, Jepang bermain imbang 1-1 melawan Swedia, hasil yang cukup untuk mengantar Samurai Biru lolos sebagai runner-up grup.

Kemenangan Belanda sekaligus membuat tim asuhan Ronald Koeman mengoleksi tujuh poin. Jepang berada di posisi kedua, sedangkan Swedia juga berhasil melaju ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Tunisia harus mengakhiri turnamen tanpa mampu lolos dari fase grup.

Juara Grup

Belanda tampil dominan sejak awal menghadapi Tunisia di Kansas City Stadium. Tim Oranye menguasai permainan dan mampu memaksimalkan peluang untuk mengamankan kemenangan yang sekaligus mengunci posisi puncak klasemen Grup F.

Brian Brobbey kembali menjadi andalan lini depan Belanda. Bersama Cody Gakpo dan Donyell Malen, ia terus memberi tekanan kepada pertahanan Tunisia hingga Belanda akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-1.

Hasil tersebut membuat Belanda terhindar dari duel melawan Brasil di babak 32 besar. Sebagai juara grup, Belanda dijadwalkan menghadapi Maroko pada fase gugur.

Jepang Runner-Up, Swedia Lolos

Sementara itu, pertandingan Jepang kontra Swedia di Dallas berlangsung lebih ketat. Kedua tim tampil hati-hati karena sama-sama masih memiliki peluang lolos ke fase berikutnya.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-56 ketika Daizen Maeda membawa Jepang unggul lewat penyelesaian akhir dari sebuah skema serangan rapi.

Keunggulan itu hanya bertahan lima menit karena Anthony Elanga mencetak gol penyama kedudukan melalui aksi individu yang impresif.

Setelah skor menjadi 1-1, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas. Namun, hingga peluit panjang berbunyi tidak ada tambahan gol sehingga Jepang dan Swedia harus puas berbagi angka.

Hasil imbang itu memastikan Jepang finis sebagai runner-up Grup F dan akan menghadapi Brasil pada babak 32 besar. Swedia juga tetap melangkah ke fase gugur sebagai satu di antara tim peringkat ketiga terbaik.

Susunan Pemain

Tunisia Vs Belanda

Tunisia (5-4-1): Aymen Dahmen; Yan Valery, Montassar Talbi, Ali Abdi, Mohamed Amine Ben Hmida, Rani Khedira; Ellyes Skhiri, Hannibal Mejbri, Ismael Gharbi Anis Slimane; Hazem Mastouri.

Pelatih: Herve Renard

Belanda (4-1-2-3): Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Nathan Ake; Ryan Gravenberch; Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Donyell Malen.

Pelatih: Ronald Koeman

Jepang Vs Swedia

Jepang (3-4-3): Zion Suzuki; Kota Takai, Koki Machida, Ayumu Seko; Yukinari Sugawara, Hidemasa Morita, Wataru Endo, Kaoru Mitoma; Daichi Kamada, Takefusa Kubo; Daizen Maeda.

Pelatih: Hajime Moriyasu

Swedia (3-4-3): Viktor Johansson; Emil Holm, Isak Hien, Victor Lindelof; Gabriel Gudmundsson, Hugo Larsson, Yasin Ayari, Dejan Kulusevski; Anthony Elanga, Alexander Isak, Ken Sema.

Pelatih:-

BOLADONESIA – Timnas Pantai Gading memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Curacao di Philadelphia, Jumat (26/6) dinihari WIB. Pelatih kepala, Emerse Fae, pun mengajak para pemain dan suporter menikmati momen bersejarah tersebut, tetapi mengingatkan bahwa perjuangan timnya masih jauh dari selesai.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Les Elephants yang tampil dengan mayoritas pemain minim pengalaman di ajang Piala Dunia. Fae menilai hasil tersebut merupakan buah dari perkembangan tim yang terus menunjukkan kemajuan sepanjang turnamen.

“Nikmati momen bersejarah ini dan rayakan sebagaimana mestinya. Setelah itu, terus kirimkan energi positif, dukungan, dan doa agar kami bisa melangkah sejauh mungkin di kompetisi ini,” kata Fae seusai pertandingan.

“Kami sangat senang dengan hasil ini karena membawa kami lolos. Memang belum semuanya sempurna, tetapi kami menang 2-0 tanpa kebobolan. Itu sangat baik untuk moral dan kepercayaan diri menghadapi fase berikutnya,” sambung Fae.

Timnas Pantai Gading Semakin Solid

Fae menilai kekuatan terbesar Pantai Gading bukan hanya kualitas individu, melainkan kekompakan skuad yang terus berkembang selama turnamen berlangsung. Menurutnya, persaingan antarpemain berjalan sehat dan justru membantu meningkatkan performa tim.

“Ini adalah kelompok yang terus berkembang. Banyak pemain menjalani Piala Dunia pertama mereka, tetapi mereka bekerja dengan sangat baik dan memiliki solidaritas yang tinggi. Persaingan di dalam tim juga sehat sehingga semua pemain terdorong untuk memberikan kemampuan terbaik,” tuntas Fae.

Pantai Gading finis di posisi kedua klasemen grup E. Mereka bakal menghadapi tim penghuni posisi kedua grup I di babak 32 besar.

Saat ini, posisi kedua klasemen grup I ditempati oleh Norwegia dengan perolehan 6 poin. Penentuan juara serta runner-up grup I bakal terjadi pada pertandingan Norwegia vs Prancis di Boston pada Sabtu (27/6) dinihari WIB.

BolaIndonesia – Pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Selandia Baru dan Belgia menjadi salah satu duel yang paling dinanti. Kedua tim datang dengan kondisi yang belum ideal setelah gagal meraih kemenangan pada pertandingan sebelumnya. Situasi tersebut membuat laga ini memiliki arti yang sangat penting bagi peluang keduanya untuk lolos ke babak 32 besar.

Belgia, yang sejak awal turnamen diprediksi menjadi unggulan grup, justru belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Di sisi lain, Selandia Baru tampil penuh semangat, namun masih kesulitan menjaga konsistensi ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.

Dengan tekanan yang semakin besar, pertandingan ini diperkirakan berlangsung terbuka sejak menit pertama.


Selandia Baru Berusaha Bertahan di Tengah Tekanan

Selandia Baru menunjukkan karakter pantang menyerah sepanjang fase grup. Mereka sempat memberikan kejutan lewat permainan disiplin dan serangan balik yang efektif. Namun hasil-hasil sebelumnya membuat posisi mereka semakin sulit.

Lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah utama. Beberapa kali mereka kehilangan konsentrasi ketika menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lawan. Jika kesalahan serupa kembali terjadi saat menghadapi Belgia, peluang mencuri poin akan semakin kecil.

Pelatih Selandia Baru diperkirakan akan menginstruksikan anak asuhnya bermain lebih rapat dengan mengandalkan transisi cepat. Strategi tersebut menjadi senjata utama untuk meredam dominasi penguasaan bola Belgia.

Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi perhatian. Kesempatan yang tercipta harus mampu dimaksimalkan mengingat peluang menghadapi tim sekelas Belgia biasanya tidak datang berkali-kali.


Belgia Masih Belum Menemukan Ritme Permainan

Meski dihuni banyak pemain berpengalaman, Belgia justru tampil kurang meyakinkan sepanjang dua pertandingan awal. Aliran bola sering terhenti di sepertiga akhir lapangan dan kreativitas lini tengah belum berkembang maksimal.

Masalah lain yang cukup terlihat adalah minimnya variasi serangan. Belgia terlalu sering mengandalkan umpan silang dan kurang mampu membongkar pertahanan rapat lawan melalui kombinasi umpan pendek.

Pelatih Belgia diprediksi akan melakukan beberapa perubahan dalam susunan pemain guna meningkatkan agresivitas sejak awal pertandingan. Kecepatan di sektor sayap kemungkinan menjadi salah satu fokus utama demi membuka ruang bagi para penyerang.

Jika mampu bermain lebih efektif, Belgia tetap memiliki kualitas individu yang cukup untuk mengendalikan jalannya pertandingan.


Duel Lini Tengah Diprediksi Menjadi Penentu

Pertarungan di sektor tengah diyakini akan menentukan arah pertandingan. Belgia hampir pasti mendominasi penguasaan bola, sementara Selandia Baru akan berusaha memotong aliran serangan sebelum memasuki area berbahaya.

Kemampuan Belgia mengalirkan bola dengan cepat akan diuji oleh disiplin pertahanan Selandia Baru. Sebaliknya, setiap keberhasilan Selandia Baru merebut bola akan menjadi peluang emas untuk melancarkan serangan balik.

Tempo pertandingan diperkirakan meningkat pada babak kedua, terutama apabila skor masih imbang. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan sehingga tidak memiliki banyak pilihan selain bermain lebih berani.


Mentalitas Menjadi Faktor Pembeda

Tekanan psikologis kini menjadi tantangan terbesar bagi kedua tim. Belgia dibebani ekspektasi sebagai salah satu tim unggulan, sedangkan Selandia Baru berusaha mempertahankan asa untuk menciptakan kejutan di turnamen ini.

Belgia harus mampu mengatasi tekanan publik dan segera menemukan identitas permainannya. Sebaliknya, Selandia Baru akan mencoba memanfaatkan setiap celah untuk membuat lawannya frustrasi.

Pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat, terutama jika Belgia kembali kesulitan mencetak gol di awal laga. Semakin lama skor tetap imbang, kepercayaan diri Selandia Baru akan semakin meningkat.


Peluang Kedua Tim Masih Terbuka

Secara kualitas skuad, Belgia tetap lebih diunggulkan. Pengalaman para pemainnya di kompetisi elite Eropa menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan bertekanan tinggi seperti ini.

Namun Selandia Baru telah menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dikalahkan. Disiplin bertahan, kerja sama tim, dan semangat juang tinggi dapat menjadi modal untuk memberikan kejutan apabila Belgia kembali tampil di bawah performa terbaiknya.

Laga Grup G ini diprediksi berlangsung sengit hingga peluit akhir. Belgia membutuhkan kemenangan untuk membuktikan statusnya sebagai unggulan, sementara Selandia Baru akan berjuang habis-habisan demi menjaga harapan lolos ke fase gugur. Dengan kepentingan besar yang dipertaruhkan, duel ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada penutupan fase grup.

LARISBOLA – Hasil pertandingan Tunisia vs Belanda pada matchday ketiga Grup F Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Jumat (26/6) pagi WIB. Belanda tampil solid dan menyudahi laga dengan kemenangan 3-1.

Tim asuhan Ronald Koeman menutup 45 menit awal dengan keunggulan 2-0 berkat gol bunuh diri Ellyes Skhiri dan aksi Brian Brobbey.

Tunisia sebenarnya sempat mendapat peluang emas lebih dulu ketika Ismael Gharbi berada dalam posisi menjanjikan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat bola justru melambung di atas mistar gawang

Gol pertama Belanda tercipta melalui situasi yang tidak menguntungkan bagi Tunisia pada menit ke-3. Umpan silang Denzel Dumfries dari sisi kanan secara tidak sengaja dibelokkan oleh kapten Tunisia, Skhiri, hingga masuk ke gawang sendiri.

Belanda kemudian menggandakan keunggulan pada menit ketujuh melalui Brobbey. Berawal dari tendangan bebas Tijjani Reijnders yang diteruskan Virgil van Dijk ke arah penyerang tersebut, Brobbey berhasil mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan ke tiang jauh.

Tunisia sempat mengancam lewat sundulan Ben Slimane dari umpan silang Valery, tetapi bola masih mampu diamankan Bart Verbruggen.

Tunisia tidak menyerah begitu saja. Begitu keluar dari ruang ganti, pasukan Herve Renard tampil lebih agresif. Hasilnya, pada menit ke-54, Tunisia mampu mencetak gol lewat aksi Hazem Mastouri yang menerima umpan Hannibal Mejbri.

Namun, Belanda menunjukkan mentalitas yang tepat untuk merespon situasi. Berawal dari sepak sudut Tijjani Reijnders, bola disambut Jan Paul van Hecke yang kemudian diarahkan ke gawang. Gol! Skor menjadi 3-1 untuk Belanda.

Tunisia berupaya untuk membalas. Beberapa pergantian pemain dibuat. Hadj Mahmoud, Elias Achouri, dan Mortadha Ben Ouanes dimainkan pada menit ke-67. Lalu, ada Firas Chaouat yang dimainkan pada menit ke-75.

Meskipun sudah berupaya maksimal, Tunisia gagal mencetak gol balasan. Belanda juga bermain cukup nyaman dan mampu mempertahankan skor 3-1 hingga laga usai.

Hasil ini membuat Belanda finis sebagai pemuncak klasemen Grup F dengan tujuh poin. Belanda lolos ke babak 32 Besar. Sementara, Tunisia menjadi juru kunci klasemen Grup F. Tunisia selalu kalah pada tiga laga yang dimainkan.

Tunisia (4-2-3-1): Aymen Dahmen; Yan Valery, Montassar Talbi, Mohamed Amine Ben Hmida, Ali Abdi; Ellyes Skhiri, Rani Khedira; Anis Ben Slimane, Hannibal Mejbri, Ismael Gharbi; Hazem Mastouri.

Pelatih: Herve Renard.

Belanda (4-3-3): Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Nathan Ake; Ryan Gravenberch, Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders; Donyell Malen, Brian Brobbey, Cody Gakpo.