21 Oktober 2026

BolaIndonesia – Hasil Liga Spanyol 2026/2027 kembali menghadirkan perubahan penting di papan atas. Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen setelah meraih kemenangan atas Sevilla, sementara Real Madrid harus menelan kekalahan dalam derbi Madrid. Situasi tersebut membuat Los Blancos kini tertinggal enam poin dari Barcelona.

Barcelona Sempurna, Raphinha Jadi Bintang

Barcelona melanjutkan start sempurnanya di LaLiga 2026/2027 dengan mengalahkan Sevilla 3-1 pada Sabtu, 19 September 2026. Bermain di Ramon Sanchez-Pizjuan, Barcelona sempat tertinggal lebih dulu setelah Youssouf Fofana mencetak gol pada menit ke-19.

Namun, Barcelona mampu memberikan respons cepat. Raphinha menyamakan kedudukan hanya beberapa menit kemudian. Pemain asal Brasil tersebut kemudian kembali mencetak gol pada menit ke-52 dan ke-69 untuk melengkapi hat-trick.

Kemenangan tersebut membuat Barcelona mempertahankan rekor sempurna di tujuh pertandingan awal LaLiga. Blaugrana mengoleksi 21 poin dari tujuh laga, sekaligus mempertahankan posisi teratas klasemen.

Performa Raphinha juga menjadi salah satu sorotan terbesar. Hat-trick ke gawang Sevilla membuat produktivitas sang pemain semakin menonjol dan membantu Barcelona menjaga jarak dengan para pesaingnya.

Real Madrid Kalah di Derbi Madrid

Berbeda dengan Barcelona, Real Madrid justru gagal membawa pulang poin dari pertandingan penting melawan Atletico Madrid.

Real Madrid kalah 1-2 dalam derbi Madrid yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano pada Minggu, 20 September 2026. Atletico membuka keunggulan melalui Alejandro Grimaldo dari titik penalti pada menit ke-53.

Enam menit berselang, Jonathan David menggandakan keunggulan Atletico. Real Madrid baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Antonio Rudiger pada menit ke-89. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Los Blancos dari kekalahan.

Pertandingan tersebut juga diwarnai kartu merah untuk Dean Huijsen. Bek Real Madrid itu diusir keluar lapangan pada awal babak kedua setelah pelanggaran terhadap Giuliano Simeone yang berujung penalti.

Real Madrid Kini Tertinggal Enam Poin

Kekalahan dari Atletico membuat Real Madrid berada di posisi ketiga dengan 15 poin. Atletico Madrid naik ke posisi kedua dengan 16 poin, sedangkan Barcelona berada di puncak dengan 21 poin. Dengan demikian, Real Madrid terpaut enam poin dari Barcelona setelah tujuh pertandingan.

Situasi papan atas LaLiga kini menjadi semakin menarik. Barcelona berhasil menjaga rekor kemenangan sempurna, sementara Atletico Madrid mulai memberikan tekanan setelah meraih kemenangan dalam derbi. Real Madrid harus segera kembali ke jalur kemenangan jika ingin terus menjaga persaingan di papan atas.

Hasil Pertandingan Liga Spanyol Terbaru

Selain pertandingan Barcelona dan Real Madrid, sejumlah laga lain juga berlangsung pada pekan ketujuh. Celta Vigo tampil impresif dengan menghancurkan Racing Santander 5-0. Sementara itu, Villarreal menang 3-1 atas Levante. Valencia harus mengakui keunggulan Real Sociedad setelah kalah 2-3 di kandang.

Getafe juga berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Malaga. Sementara Osasuna bermain imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano dan Athletic Bilbao ditahan Alaves tanpa gol.

Klasemen Sementara LaLiga

Persaingan di papan atas setelah rangkaian pertandingan terbaru menunjukkan Barcelona berada di posisi pertama dengan 21 poin, diikuti Atletico Madrid dengan 16 poin dan Real Madrid dengan 15 poin. Real Betis juga mengoleksi 15 poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Deportivo La Coruna.

Hasil tersebut membuat persaingan menuju posisi teratas masih terbuka. Barcelona memang memiliki keunggulan enam poin atas Real Madrid, tetapi perjalanan kompetisi masih panjang.

Bagi Real Madrid, kekalahan di derbi menjadi hasil yang harus segera dilupakan. Los Blancos masih memiliki banyak pertandingan untuk mengejar ketertinggalan, sedangkan Barcelona akan berusaha mempertahankan konsistensi agar tetap berada di puncak klasemen.

Dengan Barcelona yang terus menang, Atletico yang mulai mendekat, dan Real Madrid yang harus mengejar enam poin, persaingan LaLiga 2026/2027 dipastikan semakin menarik untuk diikuti pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Timnas Indonesia menatap ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dengan status tuan rumah. Skuad Garuda bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh untuk Grup A Premier Division.

Laga pertama yang akan dilakoni pasukan John Herdman adalah berjumpa Singapura di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam.

Daftar pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 telah ditentukan oleh pelatih John Herdman.

Skuad Garuda berkekuatan 23 pemain yang dipimpin pelatih kepala John Herdman. Tim Merah-Putih turun dengan kekuatan utamanya, meski minus Jay Idzes karena cedera.

Namun, Maarten Paes, Rizky Ridho, Emil Audero, Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Thom Haye, hingga Ole Romeny, siap diturunkan dalam persaingan FIFA ASEAN Cup mendatang.

Timnas Indonesia memiliki pesona dengan keberadaan pemain-pemain abroad atau yang sedang berkarier di luar negeri, terutama Eropa.

Yuk lihat daftar pemain berstatus abroad Timnas Indonesia yang wajib ditunggu aksinya dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 versi Bola.com berikut ini:

Ole Romeny

Sosok Ole Romeny dipandang sebagai mesin gol paling berbahaya di Timnas Indonesia saat ini. Enam gol dari 10 penampilan bersama skuad Garuda jadi bukti ketajaman pemain 26 tahun ini.

Di level Eropa, ia malang melintang ke sejumlah klub terkenal seperti FC Utrecht, Oxford United, dan sekarang bersama Fortuna Sittard dalam persaingan Eredivisie 2026/2027.

Ole Romeny selalu menjadi starter dalam lima pertandingan yang dilakoninya bersama Fortuna Sittard.

Dari jumlah itu, ia mengemas satu gol yang dilesakkan ke gawang tim raksasa PSV Eindhoven.

Justin Hubner

Berikutnya ada Justin Hubner, bek yang tak kenal kompromi di atas lapangan. Kariernya di Eropa semakin melesat sejak bergabung dengan Fortuna Sittard di Eredivisie dari musim lalu.

Musim 2026/2027, Hubner selalu menjadi starter dan tak pernah tergantikan di tujuh laga.

Ia berhasil menjadi pemain kepercayaan pelatih Danny Buijs. membantu Fortunezen nangkring di posisi keenam klasemen sementara.

Justin Hubner telah menorehkan 18 caps dan mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia sejak debutnya pada 5 Januari 2024.

Aksinya yang meluap-luap patut ditunggu dalam persaingan FIFA ASEAN Cup mendatang.

Elkan Baggott

Berikutnya ada Elkan Baggott. Bek jangkung berusia 23 tahun, menjadi permata bagi Timnas Indonesia.

Dengan postur menjulang hampir 2 meter, Baggott menjadi sosok sentral di barisan pertahanan skuad Garuda.

Elkan Baggott semakin menyala sejak hijrah ke Millwall mulai musim ini. Meski bermain di kasta kedua atau Divisi Championship Inggris, Elkan Baggott mendapat menit bermain yang sangat signifikan.

Enam pertandingan di Divisi Championship plus dua laga di ajang Carabao Cup, dengan total waktu bermain selama 334 menit, menjadikan Baggott sebagai pemain penuh potensi.

Kesempatan yang jarang didapat pemain-pemain muda seusianya di kawasan Asia Tenggara.

Emil Audero

Kemudian ada sosok Emil Audero, kiper Timnas Indonesia yang semakin meroket kariernya.

Ia termasuk pemain paling berpengalaman, terutama kiprahnya di Serie A Italia besama sejumlah klub besar, terutama Juventus dan Inter Milan.

Selain itu ia pernah menjadi bagian dari Sampdoria, Palermo, Cremonese, hingga Como 1907.

Emil Audero memutuskan hijrah ke Rayo Vallecano musim panas ini, dan menjadikannya sebagai pemain Timnas Indonesia pertama yang bermain di La Liga.

Emil Audero sudah memainkan tiga pertandingan beruntun di kompetisi La Liga musim ini. Rayo Vallecano kini bertengger di peringkat kesembilan dengan nilai delapan.

Penampilan ciamik Emil Audero menjadi modalnya untuk memperkuat skuad Garuda di ajang FIFA ASEAN Cup mendatang.

Maarten Paes

Masih ada sosok Maarten Paes, yang semakin membuat posisi penjaga gawang Timnas Indonesia kuat.

Bisa dibayangkan pemain yang merumput Ajax Amsterdam, salah satu klub terbesar dan tersukses di Belanda.

Meski pernah bermain untuk Utrecht, namun bagi Paes momen bermain untuk Ajax menjadi titik tertingginya.

Kiper berusia 28 tahun itu bahkan sudah memainkan 18 caps dengan seragam De Godenzonen sejak musim lalu.

Musim ini, Paes kalah bersaing dengan Marc-Andre ter Stegen. Namun ia masih mendapat kepercayaan bermain dalam lima pertandingan di semua kompetisi.

Maarten Paes juga masih menjadi kiper utama Timnas Indonesia untuk bergantian dengan Emil Audero.

Calvin Verdonk

Bintang Timnas Indonesia yang lagi abroad di Eropa lainnya adalah Calvin Verdonk. Winger serbabisa yang sedang berkarier di Ligue 1 Prancis bersama Lille, sejak musim lalu.

Verdonk menjadi pemain pelapis di Lille, dan sesekali mendapat kepercayaan sebagai starter. Verdonk sejauh ini telah memainkan 29 laga resmi bersama Lille di semua kompetisi sejak musim lalu.

Verdonk pernah mendapat kesempatan merasakan duel dengan bintang-bintang Liga Prancis, terutama tim raksasa Paris Saint-Germain (PSG).

Bahkan debutnya di Liga Champions Eropa hanya tinggal menunggu waktu.

Bersama Timnas Indonesia, pemain 29 tahun ini telah bermain 16 kali sejak debutnya pada 11 Juni 2024.

Kevin Diks

Nama terakhir dalam daftar ini adalah Kevin Diks. Bek berbakat yang sudah memainkan 12 laga dan mencetak dua gol untuk Timnas Indonesia.

Kevin Diks menjadi satu di antara pemain paling berharga di skuad Garuda, dengan sepak terjangnya di Eropa. Ia pernah bermain untuk Feyenoord, Fiorentina, Empoli, FC Copenhagen, dan kini bersama Borussia Monchengladbach.

Pemain 29 tahun tersebut kini menjadi pemain kunci di pertahanan Monchengladbach. Diks sudah memainkan total 38 laga dan mencetak lima gol untuk Die Fohlen sejak musim lalu.

Bermain di tengah persaingan Bundesliga yang termasuk kompetisi elite di Eropa, tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Kevin Diks.

Idnews.top – Gleison Bremer terpilih sebagai Man of the Match dalam duel Juventus vs Atalanta. Bek asal Brasil tersebut tampil solid di lini belakang sekaligus menyumbangkan satu gol untuk kemenangan Bianconeri.

Juventus meraih kemenangan saat menjamu Atalanta pada pekan kelima Serie A 2026/2027. Bermain di Allianz Stadium, Minggu (20/9/2026) malam WIB, Bianconeri mengamankan tiga poin setelah menang 2-0.

Francisco Conceicao membuka keunggulan Juventus melalui penyelesaian first-time dari dalam kotak penalti. Bremer kemudian menggandakan keunggulan tuan rumah lewat sundulan pada babak kedua.

Kemenangan tersebut membuat Juventus mengoleksi 10 poin dari lima pertandingan. Pasukan Luciano Spalletti menempati peringkat keenam klasemen sementara Serie A, sedangkan Atalanta berada di posisi ke-11 dengan enam poin.

Performa Bremer

Bremer tampil kokoh untuk membantu Juventus menjaga pertahanan mereka tetap aman sepanjang pertandingan. Ia aktif menghalau serangan Atalanta dan menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Bianconeri mencatatkan clean sheet.

Menurut catatan statistik pertandingan, Bremer mencatatkan tujuh kontribusi defensif. Ia juga membuat satu tekel, lima sapuan, dua sapuan dengan sundulan, satu intersepsi, dan satu recovery.

Kontribusi Bremer tidak hanya terlihat dalam bertahan. Ia turut mencetak gol kedua Juventus melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan sepak pojok Edon Zhegrova.

Gol tersebut memastikan Juventus semakin nyaman memimpin pertandingan. Bremer pun membantu Bianconeri mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Penampilan tersebut membuat Bremer terpilih sebagai Man of the Match versi Serie A. Performa solid di lini belakang dan kontribusinya lewat gol menjadi bagian penting dari kemenangan Juventus atas Atalanta.

Susunan Pemain

Juventus (4-2-3-1): Guglielmo Vicario; Pierre Kalulu, Bremer, Jhon Lucumi, Zeki Celik; Weston McKennie, Douglas Luiz; Francisco Conceicao, Nico Gonzalez, Kerim Alajbegovic; Randal Kolo Muani.

Pelatih: Luciano Spalletti

Atalanta (4-3-3): Marco Carnesecchi; Raoul Bellanova, Thomas Kristensen, Giorgio Scalvini, Lorenzo Bernasconi; Lazar Samardzic, Franck Kessie, Ederson; Charles De Ketelaere, Nikola Krstovic, Jonathan Rowe.

Pelatih: Maurizio Sarri

Pelatih: Luciano Spalletti

Boladonesia – Man of the Match AC Milan vs Lecce: Pulisic menjadi sorotan utama setelah tampil gemilang dalam kemenangan AC Milan atas Lecce pada giornata kelima Serie A 2026/2027. Dalam pertandingan yang berlangsung di San Siro, Senin (21/9/2026) dini hari WIB, Milan menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Pulisic terpilih sebagai Man of the Match AC Milan vs Lecce setelah memberikan kontribusi penting sejak awal pertandingan. Winger asal Amerika Serikat tersebut membuka keunggulan Milan pada menit ke-14 melalui sebuah penyelesaian yang menunjukkan kualitas tekniknya.

Kemenangan ini juga menjadi respons penting bagi Milan setelah sebelumnya mengalami hasil kurang maksimal. Rossoneri akhirnya kembali meraih tiga poin sekaligus menjaga momentum mereka di Serie A.

Pulisic Jadi Sinyal Positif untuk Milan

Pulisic langsung menunjukkan pengaruhnya ketika dipercaya tampil sebagai starter. Pemain bernomor punggung 11 itu menerima umpan panjang dari Strahinja Pavlovic sebelum melakukan kontrol yang sangat baik.

Kontrol pertama Pulisic membuat dirinya berada dalam posisi ideal untuk melanjutkan serangan. Setelah bola jatuh dengan sempurna, ia melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dihentikan kiper Lecce, Wladimiro Falcone.

Gol tersebut membuat Milan unggul 1-0 dan memberikan energi tambahan kepada tim tuan rumah. Menurut laporan pertandingan, Pulisic mencetak gol pertamanya untuk Milan pada 2026 setelah terakhir kali mencatatkan gol pada Desember 2025.

Man of the Match AC Milan vs Lecce

Penampilan Pulisic tidak berhenti setelah mencetak gol. Ia tetap menjadi salah satu sumber ancaman utama Milan sepanjang berada di lapangan.

Pergerakannya dari sisi serangan membuat pertahanan Lecce harus bekerja lebih keras. Pulisic juga terlibat dalam proses serangan yang menghasilkan gol kedua Milan melalui Adrien Rabiot.

Pada menit ke-62, Pulisic ikut membangun kombinasi serangan sebelum Rabiot menyelesaikannya menjadi gol kedua. Milan kemudian semakin nyaman mengontrol pertandingan setelah unggul dua gol.

Performa tersebut semakin menguatkan posisi Pulisic sebagai Man of the Match AC Milan vs Lecce dengan rating 7,5.

Kembali Bersinar di San Siro

Yang membuat penampilan Pulisic semakin menarik adalah situasi sebelum pertandingan. Ia mendapatkan kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya pada musim 2026/2027.

Menurut Sky Sport Italia, Pulisic sebelumnya terakhir kali menjadi starter di San Siro pada April ketika Milan menghadapi Juventus. Ia kemudian kembali tampil sejak menit pertama dan langsung mencetak gol.

Gol tersebut juga mengakhiri penantian panjang Pulisic untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor. Setelah mencetak gol, ia mendapatkan sambutan positif dari publik San Siro ketika digantikan pada menit ke-69.

Milan Menang Telak 3-0

Setelah Pulisic membuka keunggulan, Milan semakin menguasai pertandingan. Adrien Rabiot menggandakan keunggulan pada menit ke-62 setelah bekerja sama dengan Goncalo Ramos.

Diego Moreira kemudian melengkapi kemenangan Milan dengan gol ketiga pada menit ke-73. Ramos kembali terlibat dalam proses gol tersebut melalui kontribusinya dalam membangun serangan.

Hasil akhir 3-0 membuat Milan mengamankan tiga poin penting. Reuters mencatat kemenangan tersebut membawa Milan ke posisi kelima dengan koleksi 11 poin setelah lima pertandingan.

Pulisic Jadi Sinyal Positif untuk Milan

Kemenangan atas Lecce sekaligus memberikan sinyal positif bagi Ruben Amorim. Setelah melalui periode tanpa kemenangan dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Milan mampu merespons dengan performa yang lebih meyakinkan.

Bagi Pulisic, pertandingan ini menjadi momentum penting untuk kembali mendapatkan kepercayaan dan ritme permainan. Gol cepat serta kontribusinya dalam serangan membuatnya menjadi salah satu pemain paling menentukan di San Siro.

Dengan performa tersebut, tidak mengherankan jika Christian Pulisic menjadi Man of the Match AC Milan vs Lecce. Penampilannya bukan hanya ditentukan oleh gol pembuka, tetapi juga oleh pergerakan, kreativitas, dan keterlibatannya dalam permainan menyerang Milan.

Kini, perhatian akan tertuju pada bagaimana Pulisic melanjutkan momentum tersebut pada pertandingan-pertandingan berikutnya bersama Rossoneri.

Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan

Boladonesia – Hasil Juventus vs Atalanta berakhir dengan kemenangan penting Juventus pada pekan kelima Serie A 2026/2027. Bermain di Allianz Stadium, Turin, Minggu (20/9/2026) malam WIB, Bianconeri menang dengan skor 2-0.

Francisco Conceicao menjadi pembuka keunggulan Juventus pada babak pertama. Setelah pertandingan berjalan cukup ketat, Gleison Bremer kemudian memastikan kemenangan tuan rumah lewat sundulan pada babak kedua.

Hasil Juventus vs Atalanta ini membuat pasukan Luciano Spalletti mengamankan tiga poin sekaligus kembali ke jalur kemenangan di Serie A. Juventus kini mengoleksi 10 poin dari lima pertandingan.

Hasil Juventus vs Atalanta: Juventus Langsung Menekan Sejak Awal

Juventus memulai pertandingan dengan agresif. Randal Kolo Muani bahkan sudah memberikan ancaman ketika laga baru berjalan dua menit. Penyerang tersebut berhasil mendapatkan ruang dan melepaskan tembakan ke arah gawang.

Hasil Juventus vs Atalanta semakin menguntungkan tuan rumah setelah Bremer menggandakan keunggulan Juventus.

Namun, kiper Atalanta Marco Carnesecchi mampu melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang tersebut. Atalanta kemudian mencoba merespons melalui permainan dari lini tengah dan serangan dari kedua sisi lapangan.

Pertandingan berlangsung cukup berimbang sebelum Juventus akhirnya menemukan celah di pertahanan lawan.

Conceicao Buka Jalan untuk Juventus

Gol yang ditunggu Juventus akhirnya hadir pada menit ke-28. Zeki Celik mendapatkan ruang di sisi kiri dan mengirimkan umpan mendatar ke dalam kotak penalti.

Francisco Conceicao berada di posisi yang tepat untuk menyambut bola tersebut. Tanpa banyak melakukan sentuhan, pemain asal Portugal itu langsung melepaskan tembakan first-time yang mengarah ke sudut gawang.

Carnesecchi tidak mampu menghentikan bola. Juventus pun unggul 1-0.

Gol Conceicao menjadi pembeda pada babak pertama. Atalanta berusaha meningkatkan tekanan setelah tertinggal, tetapi pertahanan Juventus mampu menjaga keunggulan hingga turun minum.

Atalanta Hampir Menyamakan Kedudukan

Memasuki babak kedua, Atalanta tampil lebih berani. Tim asuhan Maurizio Sarri mendapatkan beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan.

Salah satu momen penting terjadi ketika Thomas Kristensen mendapatkan kesempatan melalui sundulan setelah situasi bola mati. Namun, upaya tersebut masih mampu digagalkan oleh pemain Juventus.

Atalanta juga terus mencoba memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Juventus. Guglielmo Vicario harus bekerja keras untuk menjaga gawangnya tetap bersih.

Bahkan, Randal Kolo Muani ikut memainkan peran penting ketika Juventus berada dalam tekanan. Ia melakukan intervensi krusial untuk mencegah peluang Atalanta berubah menjadi gol.

Bremer Kunci Kemenangan Juventus

Juventus akhirnya berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-77. Kali ini, Gleison Bremer menjadi pahlawan tuan rumah.

Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi dengan baik, Bremer memenangkan duel udara di dalam kotak penalti. Bek asal Brasil tersebut kemudian melepaskan sundulan keras yang mengarah ke gawang Atalanta.

Carnesecchi kembali tidak mampu berbuat banyak. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Juventus.

Gol tersebut sekaligus membuat Juventus semakin nyaman menghadapi sisa pertandingan. Bremer kembali menunjukkan kontribusinya bukan hanya dalam bertahan, tetapi juga ketika membantu serangan melalui situasi bola mati.

Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan

Kemenangan atas Atalanta menjadi hasil penting bagi Juventus setelah sebelumnya hanya mendapatkan satu poin dalam dua pertandingan Serie A terakhir. Bianconeri juga melanjutkan momentum positif setelah meraih kemenangan besar di kompetisi Eropa pada pertengahan pekan.

Luciano Spalletti pun membawa timnya memasuki jeda internasional dengan tambahan tiga poin. Juventus tercatat mengumpulkan 10 poin dari lima pertandingan dan berada di posisi keenam klasemen sementara menurut laporan setelah pertandingan.

Sementara itu, Atalanta harus menerima kekalahan ketiga secara beruntun. Tim asuhan Maurizio Sarri masih mengoleksi enam poin dari lima pertandingan dan berada di papan tengah klasemen.

Dengan hasil Juventus vs Atalanta tersebut, Juventus kembali mendapatkan tiga poin penting di Serie A.

Erling Haaland mencatat pencapaian personal unik ketika Manchester City mengalahkan Sunderland 5-3 pada pertandingan pekan kelima Liga Inggris, Minggu (20-9-2026).

Striker asal Norwegia itu menjadi pencetak gol kedelapan dalam pertandingan yang berlangsung dengan banyak gol tersebut.

Man City sempat memimpin berkat gol Enzo Fernandez, Rayan Cherki, serta dua gol Antoine Semenyo. Sunderland kemudian membalas melalui Brian Brobbey, yang mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut.

Haaland akhirnya menambah keunggulan Man City pada menit ke-81. Gol tersebut sempat dianulir karena offside, tetapi keputusan itu berubah setelah VAR melakukan peninjauan.

Gol ke gawang Sunderland memiliki arti khusus bagi Haaland. Ia kini sudah mencetak gol ke gawang seluruh 25 klub yang pernah dihadapinya bersama Man City di Premier League.

Akhirnya Bobol Sunderland

Sebelumnya, Sunderland menjadi satu-satunya klub yang pernah dihadapi Haaland bersama Man City, tetapi belum pernah dibobolnya. Ia bahkan gagal mencetak gol dalam dua pertemuan dengan Sunderland pada musim lalu.

Gol tersebut juga menjadi gol ke-117 Haaland di Premier League. Sementara itu, koleksi lima golnya pada musim ini membuatnya berada di posisi teratas dalam persaingan Sepatu Emas.

Alexander Isak berada di bawah Haaland dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara.

Penyerang Liverpool itu mengoleksi empat gol setelah mencetak gol kemenangan timnya atas Bournemouth, Minggu malam.

Torehan Brian Brobbey

Di sisi lain, Brobbey mencatat torehan hattrick yang berakhir dengan kekalahan timnya.

Ia menjadi pemain pertama sejak Roque Santa Cruz bersama Blackburn melawan Wigan pada Desember 2007 yang mencetak tiga gol, tetapi tetap menelan kekalahan dalam pertandingan Premier League.

Brobbey juga menjadi pemain keempat dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak hattrick melawan tim yang mengawali pertandingan sebagai pemuncak klasemen.

Sebelumnya, catatan tersebut dibuat Robbie Fowler, Dirk Kuyt, dan Romelu Lukaku.

Selain itu, Brobbey menjadi pemain pertama sejak Jamie Vardy, enam tahun lalu, yang mencetak hattrick ke gawang Manc City di Premier League.

Hattrick tersebut juga menjadi yang pertama bagi pemain Sunderland di kasta teratas sejak Jermain Defoe melakukannya sekitar satu dekade lalu.

Pencapaian Enzo Maresca

Sementara itu, manajer Man City, Enzo Maresca, turut mencatat pencapaian tersendiri.

Ia menjadi pelatih keenam yang mampu membawa sebuah klub memenangi lima pertandingan Premier League pertamanya secara beruntun.

Sebelumnya, Carlo Ancelotti bersama Chelsea dan Pep Guardiola bersama Man City masing-masing meraih enam kemenangan pada lima laga awal mereka.

Craig Shakespeare bersama Leicester, Maurizio Sarri bersama Chelsea, serta Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United juga mencatat lima kemenangan dalam lima pertandingan awal.

Idnews.top – Manajer AS Roma, Gian Piero Gasperini mengomentari hasil imbang yang didapatkan timnya saat berhadapan dengan Inter Milan. Ia menilai skor 2-2 itu merupakan hasil yang adil bagi kedua tim.

Kemarin malam, AS Roma menggelar laga grande partita di Olimpico Stadium. Mereka menjamu sang juara bertahan Serie A, Inter Milan untuk memperebutkan tiga poin di giornata kelima Liga Italia musim ini.

Di pertandingan ini, Roma tampil beringas di babak pertama. Mereka berhasil unggul 2-0 terlebih dahulu berkat aksi Manu Kone.

Namun sayang di babak kedua, Inter berhasil bangkit. Nerazzurri berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat sepasang gol dari kapten mereka, Lautaro Martinez.

Performa Sama Kuat

Dalam wawancaranya di DAZn, Gasperini tidak terlalu ambil pusing dengan hasil imbang ini. Ia menilai kedua tim bermain dengan sama baiknya dan hasil imbang ini merupakan hasil yang adil bagi keduanya.

“Saya rasa kami bermain dengan level yang seimbang dengan mereka. Saya rasa kedua tim sama-sama berpeluang untuk memenangkan pertandingan ini,” buka Gasperini.

“Mereka (Inter) mencetak gol tepat setelah babak kedua dimulai dan itu memberikan mereka energi. Inter adalah tim yang selalu mampu mencetak gol, namun kami juga memiliki sejumlah peluang juga di laga ini dan hasil ini akan memberikan kepercayaan diri bagi kami untuk melangkah maju ke depan.”

Masih Bisa Berkembang

Lebih lanjut, Gasperini menilai hasil imbang ini menjadi bukti bahwa AS Roma belum mencapai potensi terbaik mereka. Ia yakin Il Lupi masih punya banyak ruang untuk berkembang dan jadi lebih baik lagi.

Itulah mengapa ia berharap dengan hasil ini timnya mau terus berbenah dan meningkatkan performa mereka agar mereka semakin membaik hingga akhir musim nanti.

“Saya rasa kami masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Kami harus senang dengan progress yang sudah kami buat dan kualitas yang sudah kami tunjukkan di pertandingan tadi. Ada banyak hal positif hari ini dan kami harus lanjut berjalan di jalur ini,” pungkas sang manajer.

Kokoh di Puncak

Meski ditahan imbang Inter, AS Roma masih kokoh di puncak klasemen Serie A 2026/2027.

Mereka sama-sama mengoleksi 13 poin dengan Inter, namun Roma berada di puncak klasemen karena unggul selisih gol atas Nerazzurri.

BolaIndonesia – Manchester United bersiap menghadapi Fulham pada pekan kelima Premier League 2026/2027. Pertandingan yang digelar di Craven Cottage pada Minggu, 20 September 2026, ini menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk bangkit setelah melewati periode sulit dalam beberapa laga terakhir.

Perhatian besar menjelang pertandingan tidak hanya tertuju pada performa Manchester United, tetapi juga kontroversi VAR yang terjadi ketika mereka menghadapi Manchester City pada derbi Manchester pekan sebelumnya.

Memori Pahit dari Derbi Manchester

Manchester United harus menerima kekalahan 0-1 dari Manchester City di Old Trafford. Gol Erling Haaland pada babak kedua menjadi penentu pertandingan, tetapi proses lahirnya gol tersebut memicu perdebatan panjang.

Sebelum Haaland mencetak gol, Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan dinilai memiliki pengaruh terhadap jalannya permainan. Gol tersebut sempat dianulir karena offside, tetapi kemudian keputusan berubah setelah pemeriksaan VAR.

Belakangan, badan wasit profesional Premier League, Pro Ref, mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah kesalahan. Pro Ref menyatakan VAR gagal mempertimbangkan pengaruh Fernandez dalam situasi tersebut dan seharusnya wasit di lapangan diberi kesempatan untuk meninjau insiden melalui monitor.

Kesalahan itu membuat kekalahan Manchester United terasa semakin pahit. Apalagi, United sebenarnya menghadapi Manchester City yang bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah.

Carrick Tetap Percaya VAR

Meski kecewa dengan keputusan tersebut, Michael Carrick tidak kehilangan kepercayaannya terhadap teknologi VAR.

Menjelang pertandingan melawan Fulham, Carrick menegaskan bahwa dirinya tetap percaya pada sistem yang digunakan dalam sepak bola Inggris. Menurutnya, VAR tetap menjadi bagian dari sistem pertandingan yang harus digunakan dan dipercaya.

Carrick sebelumnya memang mengkritik keputusan VAR dalam derbi Manchester. Namun, pengakuan kesalahan dari Pro Ref tidak serta-merta mengubah hasil pertandingan.

Bagi Manchester United, persoalan tersebut kini harus segera ditinggalkan. Carrick membutuhkan fokus penuh dari para pemainnya untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Manchester United Butuh Respons di Craven Cottage

Laga melawan Fulham datang ketika tekanan terhadap Manchester United sedang meningkat. Setan Merah baru mengoleksi empat poin dari empat pertandingan Premier League dan juga tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion meski sempat unggul dua gol.

Situasi tersebut membuat pertandingan di Craven Cottage menjadi penting bagi United. Kemenangan dapat menjadi momentum untuk menghentikan rangkaian hasil mengecewakan, sementara hasil negatif kembali akan membuat perhatian terhadap performa tim semakin besar.

Carrick sendiri memilih untuk tidak terlalu memikirkan spekulasi mengenai masa depannya. Ia menegaskan bahwa fokusnya adalah mencari solusi dan memperbaiki performa Manchester United di lapangan.

Fulham Siap Manfaatkan Situasi

Di sisi lain, Fulham juga memiliki alasan untuk tampil percaya diri. Tim London tersebut datang setelah meraih kemenangan 3-2 atas West Ham United, sehingga memiliki modal positif sebelum menjamu Manchester United.

Pertandingan ini berpotensi menjadi ujian menarik bagi lini pertahanan Manchester United. Setelah mengalami kekalahan dari Manchester City dan Brighton, para pemain belakang United dituntut tampil lebih konsisten.

Sementara itu, lini depan United harus mampu memanfaatkan setiap peluang. Performa Bruno Fernandes dan para pemain ofensif lainnya akan menjadi bagian penting dari upaya United mendapatkan hasil positif.

Fokus pada Sepak Bola, Bukan Kontroversi

Memasuki pertandingan Fulham vs Manchester United, Carrick tampaknya ingin mengakhiri pembicaraan mengenai kontroversi VAR dan mengembalikan fokus kepada sepak bola.

Kesalahan VAR dalam derbi Manchester telah diakui oleh Pro Ref, tetapi Manchester United tetap harus menjalani pertandingan berikutnya dengan kondisi empat poin dari empat laga Premier League.

Laga di Craven Cottage pun menjadi kesempatan bagi United untuk memberikan respons. Fulham tentu tidak akan memberikan pertandingan mudah, terlebih mereka bermain di kandang sendiri.

Dengan tekanan yang sedang mengiringi Manchester United, pertandingan Fulham vs Man United bukan sekadar laga pekan kelima Premier League. Ini menjadi kesempatan bagi Carrick dan anak asuhnya untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dari memori pahit derbi Manchester dan kembali mendapatkan hasil positif.

Bola kini berada di kaki para pemain. VAR mungkin menjadi bagian dari pertandingan, tetapi respons Manchester United di lapangan akan menjadi hal utama yang menentukan perjalanan mereka setelah kontroversi derbi.

BOLADONESIA – Brighton and Hove Albion tampil dengan jersey biru saat menghadapi Arsenal di Stadion Amex pada partai pekan ke-5 Premier League, Sabtu (19/9). Seragam tersebut berbeda dari jersey kandang mereka yang biasanya identik dengan garis biru-putih.

Brighton menggunakan jersey tersebut sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-125 klub. Seragam khusus itu terinspirasi dari jersey yang digunakan The Seagulls pada 1901 dan hanya akan dikenakan satu kali dalam pertandingan kompetitif.

Jersey peringatan tersebut menampilkan atasan berwarna biru klasik yang dipadukan dengan celana pendek krem. Desain itu dibuat untuk memberikan penghormatan terhadap seragam pertama yang dikenakan The Seagulls.

Selain jersey khusus, The Seagulls juga menyiapkan berbagai perayaan di Stadion Amex untuk menandai momen bersejarah tersebut. Para suporter mendapatkan bendera individu di setiap kursi kandang, sementara East Stand dihiasi mosaik tifo biru-putih.

Stadion Amex Juga Dimodifikasi untuk Rayakan Hari Jadi ke-125 Brighton

Pertandingan melawan Arsenal juga dilengkapi dengan sejumlah elemen khusus lainnya. Salah satunya adalah bendera di lingkaran tengah lapangan yang menampilkan angka 125 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun klub.

Bendera sudut lapangan juga menggunakan desain khusus berwarna putih dengan logo peringatan 125 tahun The Seagulls. Seluruh elemen tersebut dibuat untuk memberikan nuansa berbeda pada pertandingan.

Perayaan tidak hanya berlangsung sebelum pertandingan. Brighton turut menyiapkan program khusus saat jeda pertandingan dengan menghadirkan wawancara bersama sejumlah legenda klub.

Perayaan hari jadi ke-125 The Seagulls berlangsung mulus. Tim besutan Fabian Huerzeler berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 3-0 berkat gol Pascal Gross (31′), Charalampos Kostoulas (45′) dan Chema Andres (57′).

Timnas Indonesia siap tempur menghadapi persaingan FIFA ASEAN Cup 2026. Daftar pemain tim Merah-Putih yang berjumlah 23 pemain telah diumumkan, Jumat (18/9/2026) malam WIB.

Timnas Indonesia berstatus tuan rumah pada FIFA ASEAN Cup 2026, bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh untuk Grup A Premier Division. Skuad Garuda turun dengan kekuatan terbaik, meski minus Jay Idzes karena cedera.

Meski tanpa sang kapten, masih ada Maarten Paes, Emil Audero, Kevin Diks, Rizky Ridho, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Thom Haye, hingga Ole Romeny, siap diturunkan dalam persaingan FIFA ASEAN Cup mendatang.

Di sektor gelandang cukup mengundang perhatian. Lengkapnya barisan tengah, menjadi senjata mematikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Yuk simak ulasan menarik di bawah ini

Stok Melimpah

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman cukup gembira menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Salah satu alasannya adalah stok pemain tengahnya yang cukup melimpah dan dalam kondisi siap tempur.

Ada Joey Pelupessy (SK Lommel), Jordi Amat (Persija), Ivar Jenner (Dewa United), Calvin Verdonk (Lille), Rayhan Hannan (Persija), dan kembalinya Thom Haye (Persib) usai menjalani skorsing.

Kondisi ini membuat John Herdman bisa leluasa untuk memilih nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan taktiknya. Penampilan mereka di level klub sebelum bergabung, semakin menambah optimisme sang juru taktik.

Komposisi Ideal

Mengacu pada komposisi pemain Timnas Indonesia pada laga resmi FIFA sebelumnya melawan Mozambik, John Herdman mungkin kembali memainkan empat gelandang. Dua gelandang sayap diprediksi diisi oleh Calvin Verdonk di kiri dan Dony Tri Pamungkas bisa bergerak ke kanan.

Kedua pemain ini memiliki kualitas kaki kiri melalui umpan, tusukan, hingga akselerasi dalam menyisir area pinggir lapangan. Adapun untuk dua gelandang tengah diprediksi menjadi milik Joey Pelupessy dan Thom Haye.

Pelupessy bertindak sebagai gelandang bertahan, perusak atau pemutus aliran serangan lawan. Sementara Thom Haye bisa kembali menempati pengatur permainan dari lini kedua. Ia telah menyelesaikan masa skorsing dan bakal menjadi salah satu kunci permainan.

Performa Gelandang

Joey Pelupessy dalam performa impresif menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Ia tak tergantikan di klubnya, SK Lommel dalam persaingan kompetisi kasta teratas Belgia. Ia bermain penuh dalam 6 laga di Jupiler Pro League.

Sang gelandang bertahan ini juga susah tergantikan di Timnas Indonesia dalam 10 laga terakhir. Thom Haye juga selalu diandalkan Persib, baik di kompetisi domestik maupun ajang AFC Champions League Two.

Calvin Verdonk masih menjadi pelapis di Lille dalam persaingan Ligue 1, bisa menjadi nilai tambah untuk kedalaman lini tengah Timnas Indonesia. Ivar Jenner semakin menjadi andalan di lini tengah Dewa United dengan tiga penampilan di BRI Super League 2026/2027.

Jordi Amat masuk eksperimen John Herdman sebagai gelandang bertahan, masih mendapat menit bermain di Persija. Duo Persija, Rayhan Hannan sudah punya dua penampilan di BRI Super League musim ini. Semenara itu, Dony Tri Pamungkas masih menunggu menit bermain oleh pelatih Shin Tae-yong.