23 Oktober 2026

Laga Fulham versus Manchester United akan tersaji pada pekan ke-5 Liga Inggris 2026-27. Pertandingan di Craven Cottage ini dijadwalkan berlangsung Minggu, 20 September 2026 pukul 22.30 WIB.

Manchester United memasuki laga dengan tekanan setelah menelan kekalahan beruntun di dua pertandingan terakhir semua kompetisi. Fulham juga belum menunjukkan konsistensi di Liga Inggris, tetapi kemenangan atas West Ham United di Carabao Cup dapat menjadi tambahan kepercayaan diri.

Duel ini juga mempertemukan dua tim yang memiliki catatan berbeda ketika bermain di Craven Cottage. Fulham hanya mengoleksi satu poin dari dua pertemuan melawan Manchester United musim lalu, sementara Setan Merah memiliki rekor panjang tanpa kekalahan di markas The Cottagers.

Fulham Belum Menang di Liga Inggris

Fulham baru mengumpulkan satu poin dari empat pertandingan Liga Inggris musim ini. Hasil tersebut membuat pasukan Alvaro Arbeloa masih mencari kemenangan perdana di kompetisi domestik.

Hasil imbang 0-0 melawan Liverpool pada pekan sebelumnya menjadi hasil positif bagi Fulham. Mereka mampu meredam tim tamu setelah sebelumnya kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan pembuka Liga Inggris.

Kemenangan kemudian diraih di Carabao Cup ketika Fulham mengalahkan West Ham United 3-2. Oscar Bobb mencetak gol penentu pada menit ke-78 untuk membawa timnya melangkah ke babak berikutnya.

Manchester United Harus Segera Bangkit

Manchester United baru mengoleksi satu kemenangan dalam empat pertandingan Liga Inggris musim ini. Catatan tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan setelah mereka tersingkir dari Carabao Cup melalui kekalahan 2-3 dari Brighton.

Kekalahan tersebut terjadi setelah Manchester United sempat unggul dua gol. Hasil itu memperpanjang tekanan terhadap Michael Carrick, terutama karena timnya kembali gagal mempertahankan keunggulan dalam pertandingan penting.

Persoalan lain terlihat dari pertahanan Manchester United. Mereka baru mencatat satu clean sheet dalam enam pertandingan semua kompetisi musim ini, sementara empat dari lima laga lainnya berakhir dengan kebobolan minimal dua gol.

Prediksi Fulham Vs Man Utd

Fulham dapat memanfaatkan persoalan tersebut, terlebih Manchester United belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan tandang Liga Inggris musim ini. Mereka kalah 2-0 dari Hull City dan bermain imbang 2-2 melawan Everton.

Akan tetapi, Manchester United memiliki modal kuat dari rekor pertemuan di Craven Cottage. Mereka belum terkalahkan dalam 10 lawatan terakhir ke markas Fulham sejak kekalahan 3-0 pada Desember 2009.

Kualitas lini serang juga membuat Manchester United tetap memiliki peluang besar untuk mencetak gol. Fulham memang menunjukkan perkembangan di lini belakang saat menghadapi Liverpool, tetapi konsistensi pertahanan mereka masih menjadi pertanyaan.

Pertandingan diprediksi berlangsung ketat dengan kedua tim memiliki peluang untuk mencetak gol. Manchester United diperkirakan mampu memanfaatkan pengalaman dan kualitas pemain untuk mengamankan kemenangan tipis di markas Fulham.

Prediksi skor: Fulham 1-2 Man Utd.

Raphinha Ingin Perpanjang Kontrak dan Pensiun di Barcelona

Boladonesia – Raphinha kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan keinginannya untuk memperpanjang kontrak bersama Barcelona dan mengakhiri karier profesionalnya di klub asal Catalunya tersebut. Pernyataan itu disampaikan sang penyerang Brasil dalam wawancara dengan RAC1, di tengah performa impresifnya pada awal musim 2026/2027.

Raphinha saat ini masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga 30 Juni 2028. Namun, perkembangan performanya membuat pemain berusia 29 tahun tersebut mulai membuka peluang untuk bertahan lebih lama di Camp Nou. Ia bahkan berharap tidak perlu mencari klub lain ketika memasuki fase akhir kariernya.

Raphinha Mulai Membuka Peluang Kontrak Baru

Raphinha mengakui bahwa ketika menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2028, ia sempat memperhitungkan faktor usia. Saat itu, ia memperkirakan dirinya akan berusia sekitar 30 atau 31 tahun ketika masa kontraknya berakhir.

Namun, kondisi tersebut kini berubah. Penampilan Raphinha pada awal musim membuatnya merasa masih memiliki kemampuan untuk bermain di level tertinggi selama beberapa tahun ke depan.

“Saya berniat memperpanjang kontrak,” ujar Raphinha dalam wawancara dengan RAC1 seperti dikutip sejumlah media. Ia juga mengungkapkan harapan untuk mengakhiri kariernya bersama Barcelona tanpa harus pindah ke klub lain.

Keinginan tersebut menjadi perkembangan menarik karena kontrak Raphinha sebenarnya masih cukup panjang. Barcelona sebelumnya telah memperpanjang masa baktinya pada Mei 2025 hingga 2028.

Performa Raphinha Mengubah Rencana Masa Depan

Salah satu alasan utama perubahan pandangan Raphinha adalah performanya bersama Barcelona. Pemain Brasil tersebut tampil sangat produktif sejak awal musim dan menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam lini serang Blaugrana.

Dalam laporan terbaru, Raphinha telah mencetak 11 gol dan memberikan tiga assist dalam tujuh pertandingan Barcelona pada awal musim 2026/2027. Ia juga mencetak hat-trick dalam kemenangan besar Barcelona atas Racing Santander.

Produktivitas tersebut membuat Raphinha semakin penting dalam skema Hansi Flick. Selain berperan sebagai pencetak gol, ia juga mendapatkan kepercayaan besar sebagai kapten Barcelona.

Perubahan peran tersebut memperlihatkan bagaimana posisi Raphinha di dalam tim berkembang. Dari pemain yang sempat dikaitkan dengan kemungkinan hengkang, kini ia justru menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti Barcelona.

Raphinha Nyaman di Bawah Hansi Flick

Kehadiran Hansi Flick juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Raphinha di Barcelona. Sang pelatih memberikan kepercayaan besar kepada pemain Brasil tersebut dan mampu memaksimalkan kontribusinya di lini depan.

Pada musim ini, Raphinha bahkan dimainkan lebih dekat dengan posisi penyerang tengah. Perubahan tersebut membuatnya memiliki lebih banyak kesempatan berada di area berbahaya dan terlibat langsung dalam proses terciptanya gol.

Barcelona juga telah menjadikan Raphinha sebagai salah satu figur penting dalam skuad. Situs resmi klub sebelumnya mencatat bahwa Raphinha telah berkembang menjadi pemain dengan kontribusi besar sejak bergabung dari Leeds United pada 2022.

Barcelona Sudah Memikirkan Masa Depan Raphinha

Keinginan Raphinha untuk bertahan juga sejalan dengan ketertarikan Barcelona untuk mempertahankan sang pemain. Direktur olahraga Barcelona, Deco, sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa klub mempertimbangkan perpanjangan kontrak Raphinha.

Meski demikian, belum ada kesepakatan resmi mengenai kontrak baru tersebut. Raphinha sendiri menyebut pembicaraan mengenai masa depannya baru berada pada tahap awal.

Situasi tersebut membuat masa depan Raphinha masih terbuka. Kontrak hingga 2028 memberikan Barcelona waktu untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut, sementara sang pemain telah menyampaikan keinginannya secara terbuka.

Ingin Menutup Karier dengan Seragam Barcelona

Raphinha kini tidak hanya ingin memperpanjang masa baktinya di Barcelona. Ia juga memiliki ambisi untuk mengakhiri karier profesionalnya dengan seragam Blaugrana.

Keinginan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam perjalanan kariernya di Catalunya. Raphinha datang dari Leeds United pada 2022 dan perlahan berkembang menjadi pemain penting sekaligus salah satu pemimpin Barcelona.

Jika Barcelona dan Raphinha mencapai kesepakatan baru, pemain Brasil tersebut berpeluang menjalani periode akhir kariernya di Camp Nou. Untuk saat ini, fokusnya tetap membantu Barcelona mempertahankan performa positif pada musim 2026/2027.

Barcelona dijadwalkan menghadapi Sevilla dalam lanjutan La Liga pada 19 September 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Raphinha untuk kembali menunjukkan ketajamannya bersama Blaugrana.

Chelsea Kalah dari Brentford 0-3, Masalah The Blues Terungkap

Boladonesia – Chelsea kalah dari Brentford dengan skor 0-3 pada lanjutan Premier League 2026/2027 di Gtech Community Stadium, Jumat malam, 18 September 2026. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi The Blues yang harus kembali kehilangan poin setelah tampil kurang konsisten.

Hasil tersebut bukan sekadar kehilangan tiga poin. Kekalahan Chelsea memperlihatkan sejumlah persoalan yang masih harus segera diperbaiki oleh Xabi Alonso. Setelah sempat menunjukkan permainan menjanjikan pada awal musim, Chelsea kini mulai kehilangan konsistensi. Mereka bahkan menjalani tiga pertandingan Premier League tanpa kemenangan.

Chelsea Kalah dari Brentford Setelah Babak Kedua

Chelsea sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Pedro Neto dan Cole Palmer beberapa kali mencoba menciptakan ancaman ke pertahanan Brentford. Permainan The Blues juga terlihat lebih terorganisasi dibandingkan beberapa pertandingan sebelumnya.

Namun, persoalan kembali muncul setelah pertandingan memasuki babak kedua. Chelsea kehilangan kendali dan Brentford mampu meningkatkan tekanan secara bertahap.

Situasi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi Xabi Alonso. Chelsea tidak cukup hanya bermain bagus dalam periode tertentu. Mereka membutuhkan konsistensi selama 90 menit agar tidak kembali kehilangan momentum ketika lawan meningkatkan intensitas permainan.

Lini Belakang Chelsea Rapuh Saat Kalah dari Brentford

Masalah terbesar yang terlihat adalah pertahanan. Brentford berhasil mencetak tiga gol pada babak kedua melalui Jaidon Anthony, Igor Thiago, dan Fabio Carvalho.

Gol pertama menjadi contoh lain dari persoalan Chelsea dalam menghadapi situasi bola mati. Penjagaan yang tidak maksimal membuat Brentford mendapatkan ruang untuk membuka keunggulan. Setelah itu, Chelsea semakin kesulitan merespons dan justru kembali kebobolan pada fase akhir pertandingan.

Catatan pertahanan Chelsea memang mengkhawatirkan. Sebelum menghadapi Brentford, The Blues sudah menjalani 20 pertandingan liga secara beruntun tanpa clean sheet. Setelah kembali kebobolan tiga gol, masalah tersebut semakin terlihat jelas.

Ketergantungan pada Pemain Kreatif

Persoalan lainnya terlihat dari lini serang. Chelsea memiliki sejumlah pemain kreatif, tetapi efektivitas mereka menurun ketika menghadapi pertahanan yang disiplin.

Absennya Joao Pedro juga memberikan pengaruh terhadap pilihan di lini depan. Chelsea kesulitan menciptakan peluang bersih secara konsisten setelah Brentford mulai bertahan lebih dalam dan menutup ruang.

Cole Palmer tetap berusaha menjadi sumber kreativitas, tetapi Chelsea membutuhkan kontribusi lebih merata dari seluruh pemain. Ketika satu atau dua pemain tidak mampu menemukan ruang, aliran serangan The Blues terlihat lebih mudah dihentikan.

Masalah Konsistensi Mulai Terlihat

Situasi Chelsea semakin menjadi perhatian karena hasil terbaru datang setelah mereka bermain imbang 2-2 melawan Hull City. Dalam pertandingan tersebut, Chelsea juga sempat unggul lebih dahulu tetapi kemudian kehilangan kendali dan tertinggal sebelum akhirnya menyamakan kedudukan.

Pola tersebut kembali terlihat ketika menghadapi Brentford. Chelsea mampu memberikan perlawanan pada awal pertandingan, tetapi gagal mempertahankan level permainan ketika tekanan meningkat.

Artinya, persoalan Chelsea bukan hanya mengenai kualitas individu. Konsistensi, konsentrasi, koordinasi pertahanan, dan kemampuan mengendalikan pertandingan menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian.

Xabi Alonso Punya Pekerjaan Besar

Xabi Alonso tentu masih memiliki waktu untuk memperbaiki keadaan. Namun, kekalahan 0-3 dari Brentford memberikan gambaran jelas bahwa Chelsea belum menjadi tim yang stabil.

Alonso sendiri menyoroti masalah fokus dan kemampuan tim mempertahankan intensitas sepanjang pertandingan. Dengan sejumlah pemain mengalami cedera, pilihan sang pelatih juga menjadi lebih terbatas.

Chelsea kini harus menggunakan jeda internasional untuk melakukan evaluasi. Setelah mencetak banyak gol pada awal musim, The Blues justru harus mencari keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kekuatan bertahan.

Jika persoalan tersebut tidak segera diperbaiki, pertandingan-pertandingan berikutnya akan kembali menjadi ujian besar. Kekalahan dari Brentford menjadi pengingat bahwa Chelsea masih memiliki banyak pekerjaan sebelum benar-benar mampu tampil konsisten di Premier League.

BolaIndonesia – Persija Jakarta mengusung target meraih kemenangan ketiga secara beruntun saat menghadapi Java United FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Duel Persija Vs Java United dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 19.00 WIB.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Persija datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengawali kompetisi dengan dua kemenangan. Karena itu, skuad asuhan Shin Tae-yong atau STY bertekad menjaga tren positif tersebut.

Persija Incar Hattrick Kemenangan

Persija memiliki misi jelas dalam laga melawan Java United. Macan Kemayoran ingin melanjutkan laju sempurna sekaligus mengamankan tiga poin untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Dua kemenangan pada dua pekan awal menjadi modal penting bagi Persija. Namun, Shin Tae-yong tidak ingin para pemain terlena dengan hasil tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu justru meminta anak asuhnya tetap fokus menghadapi pertandingan.

Menurut STY, Java United memiliki karakter permainan yang harus diwaspadai. Mobilitas pemain lawan serta intensitas permainan menjadi perhatian utama Persija.

Karena itu, Persija diperkirakan akan tetap bermain dengan disiplin. Setiap pemain dituntut menjaga konsentrasi, terutama ketika Java United mencoba membangun serangan melalui pergerakan tanpa bola.

STY Pastikan Persiapan Persija Berjalan Lancar

Shin Tae-yong juga memberikan perhatian khusus terhadap persiapan tim. Berbeda dari biasanya, Persija tiba di Bali dua hari sebelum pertandingan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan waktu lebih kepada para pemain dalam menjaga kondisi fisik dan kebugaran. STY menyebut persiapan tim berjalan dengan baik menjelang pertandingan kontra Java United.

Situasi tersebut membuat Persija memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan strategi. Selain itu, para pemain juga bisa menjalani pemulihan secara lebih optimal sebelum pertandingan.

STY turut memastikan Persija tidak mengalami kendala berarti dalam menyiapkan komposisi tim. Ia bahkan menyebut skuad yang diturunkan diharapkan sama baiknya atau lebih baik dibandingkan saat menghadapi Persib pada pertandingan sebelumnya.

Java United Ingin Bangkit

Di sisi lain, Java United datang dengan motivasi untuk mendapatkan hasil positif. Tim yang sebelumnya dikenal sebagai Malut United tersebut baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal musim 2026/2027.

Pada pertandingan pertama, Java United bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC. Setelah itu, mereka harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 2-3.

Pelatih Fabio Lefundes menegaskan Java United ingin memperbaiki hasil ketika bertemu Persija. Karena itu, Persija tetap harus berhati-hati meskipun memiliki catatan awal musim yang lebih positif.

Java United juga memiliki sejumlah pemain yang dapat memberikan ancaman. Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Gustavo Almeida, yang pernah memperkuat Persija. STY sendiri sudah mengingatkan timnya mengenai kualitas dan mobilitas skuad lawan.

Persija Tak Boleh Kehilangan Fokus

Pertemuan Persija Vs Java United juga menarik karena kedua tim memiliki kebutuhan berbeda. Persija ingin mempertahankan rekor sempurna, sedangkan Java United berusaha mendapatkan kemenangan perdana musim ini.

Pada pertemuan sebelumnya di kompetisi musim 2025/2026, Persija berhasil mengalahkan Java United dengan skor 3-2 pada 24 Februari 2026.

Meski demikian, catatan tersebut tidak menjadi jaminan untuk pertandingan kali ini. Java United hadir dengan identitas baru dan telah melakukan perubahan setelah sebelumnya menggunakan nama Malut United. Mulai musim 2026/2027, klub tersebut bermarkas di Jawa Tengah dan membawa identitas Java United FC.

Dengan kondisi tersebut, Persija perlu menjaga konsentrasi sejak menit awal. Hattrick kemenangan memang menjadi target utama STY dan para pemainnya, tetapi perjuangan untuk mendapatkan tiga poin tetap harus dilakukan melalui permainan yang disiplin.

Laga Persija Vs Java United pun menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Jika mampu kembali meraih kemenangan, Persija akan semakin memperkuat momentum positif di awal musim.

BOLADONESIA – Xabi Alonso tak bisa menahan kekecewaan dan kekesalannya setelah Chelsea takluk 0-3 di kandang Brentford pada pekan ke-5 Premier League 2026-27, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. Secara khusus, dia kecewa oleh performa buruk anak-anak asuhnya pada babak kedua.

Dalam lawatan ke Stadion Gtech Community, The Blues memang kebobolan 3 gol pada babak kedua. Jaidon Anthony membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-61. Igor Thiago menggandakan keunggulan The Bees saat laga memasuki menit ke-83. Lalu, Fabio Carvalho mencetak gol penutup pada menit ke-4 added time.

“Saya kecewa dengan babak kedua, kecewa dengan hasil akhir. Bukan begini caranya berkompetisi di Premier League. Kami telah dihukum,” ujar Xabi Alonso seperti dikutip Football5Star.net dari BBC. “Saat ini, kami tak cukup konsisten untuk bersaing sepanjang laga. Hanya 45 menit tidak cukup karena kami perlu bersaing secara penuh (90 menit).”

Pria asal Spanyol itu menambahkan, “Semua aksi dapat menentukan. Setelah mereka mencetak gol, masih ada banyak permainan untuk dimainkan, tapi kami kehilangan kontrol itu dan begitu kebobolan gol kedua, situasinya jadi sangat sulit. Ini soal segalanya. Ini tentang taktik yang perlu kami tingkatkan dan lakukan lebih baik.”

Sorotan Utama Xabi Alonso

Meskipun mengakui Chelsea harus memperbaiki segala hal dalam permainan, Xabi Alonso menyoroti satu hal utama. Itu adalah penyelesaian akhir yang buruk. Bukan hanya soal eksekusi, melainkan juga umpan akhir dan aksi menentukan. Dalam pandangannya, itulah kelemahan utama The Blues.

“Pada babak pertama, kami main bagus tapi tak mampu menciptakan peluang emas. Kami gagal pada operan akhir, dribel terakhir untuk menembak pada posisi yang ideal. Namun, itu hanya satu sisi. Sisi lainnya, ketika perlu bertahan dan bermain rapat, lawan mencoba menyerang dan kai harus tahu cara bertahan dan bermain sebagai satu kesatuan,” urai Alonso.

Salah satu sebab ketajaman Chelsea menurun dalam lawatan ke kandang Brentford adalah ketiadaan Joao Pedro yang cedera. Namun, Alonso tak mau menjadikan itu sebagai alasan. Dia menegaskan, The Blues tidak boleh bergantung pada sosok tertentu karena punya pemain-pemain lain yang juga berkualitas.

Kini, Alonso berharap The Blues bisa memanfaatkan jeda internasional untuk memperbaiki diri. “Kami akan punya cukup waktu, tapi tak semua pemain tersedia. Jadi, tidak bisa penuh. Begitu mereka semua kembali, kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” kata eks pelatih Real Madrid dan Bayer leverkusen itu.

Sevilla vs Barcelona akan menjadi salah satu duel yang menarik perhatian pada pekan ketujuh Liga Spanyol 2026-27. Pertandingan ini mempertemukan Sevilla yang sedang berada di papan atas dengan Barcelona yang belum kehilangan poin.

Barcelona memimpin klasemen dengan 18 poin dari enam pertandingan. Sementara itu, Sevilla mengoleksi 13 poin dan menempati posisi keempat setelah mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, serta satu kekalahan.

Laga di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan dijadwalkan berlangsung Minggu, 20 September 2026 pukul 02.00 WIB. Sevilla memiliki catatan kandang yang patut diperhitungkan, tetapi Barcelona datang dengan produktivitas luar biasa sejak awal musim.

Performa Sevilla Semakin Meyakinkan

Sevilla mengawali perjalanan di Liga Spanyol dengan dua kemenangan atas Rayo Vallecano dan Athletic Bilbao. Kekalahan dari Atletico Madrid sempat menghentikan laju tersebut, tetapi tim asuhan Luis Garcia mampu segera bangkit.

Setelah bermain imbang melawan Espanyol, Sevilla meraih kemenangan beruntun atas Valencia dan Deportivo La Coruna. Hasil itu membuat mereka tetap berada dalam persaingan papan atas menjelang menghadapi Barcelona.

Catatan tersebut memperlihatkan Sevilla bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Bermain di hadapan pendukung sendiri juga dapat menjadi faktor penting bagi tuan rumah untuk meredam permainan Barcelona.

Barcelona Masih Sempurna

Barcelona memiliki catatan yang lebih impresif. Pasukan Hansi Flick memenangkan enam pertandingan Liga Spanyol dan berada di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Real Madrid.

Produktivitas menjadi salah satu kekuatan utama Barcelona. Mereka sudah mencetak 28 gol dalam enam pertandingan liga, sedangkan jumlah gol di seluruh kompetisi mencapai 33 dari tujuh pertandingan.

Lamine Yamal dan Raphinha juga tampil sangat produktif. Yamal telah mencatat delapan gol dan empat assist dalam tujuh penampilan, sementara Raphinha mengoleksi 11 gol dan tiga assist pada periode yang sama.

Prediksi Skor Sevilla Vs Barcelona

Sevilla punya pengalaman mengalahkan Barcelona dengan skor 4-1 pada pertemuan kandang musim lalu. Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa Barcelona tetap perlu tampil maksimal ketika bertandang ke Ramon Sanchez-Pizjuan.

Akan tetapi, Barcelona membawa momentum yang sangat kuat menuju pertandingan ini. Kemenangan 7-2 atas Racing Santander juga memperlihatkan betapa mengerikannya lini serang mereka.

Barcelona diperkirakan mampu menguasai pertandingan melalui penguasaan bola dan variasi serangan. Sevilla berpeluang memberikan perlawanan, tetapi kualitas ofensif tim tamu bakal menjadi pembeda.

Prediksi skor: Sevilla 1-3 Barcelona.

KLIKBETS – Pertandingan menarik akan tersaji pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 saat Persija Jakarta berhadapan dengan Java United FC. Duel dua tim papan atas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (19/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Persija Jakarta terpaksa menjamu lawannya di Bali tanpa penonton akibat kendala ketersediaan stadion di wilayah Jabodetabek. Hal itu memunculkan kembali julukan Macan Keluyuran yang sempat melekat di Persija beberapa musim lalu.

Kendati bermain di tempat netral, anak asuh Shin Tae-yong datang dengan kepercayaan diri membumbung tinggi setelah mengemas dua kemenangan beruntun atas Borneo FC (1-0) dan Persib Bandung (2-1).

Di sisi lain, Java United yang dibesut Fabio Lefundes berusaha bangkit setelah menelan hasil kurang maksimal. Setelah ditahan imbang Garudayaksa 1-1 pada laga perdana, Laskar Kepodang terpaksa takluk 2-3 dari Persita Tangerang. Menghadapi Persija, kewaspadaan ekstra disiapkan demi menghentikan tren positif Macan Kemayoran.

STY Tidak Senang

Pelatih Persija, Shin Tae-yong kecewa setelah mengetahui tim asuhannya tidak bisa menjamu Java United di Jakarta dan sekitarnya. Apalagi Macan Kemayoran harus menjalani perjalanan jauh ke Bali.

Shin Tae-yong bahkan mengaku sakit hati karena Macan Kemayoran justru harus bertanding di Stadion Dipta tanpa dukungan The Jakmania.

“Ya sebenarnya hari ini sangat menyedihkan dan sangat disayangkan pertandingan home tapi tidak bisa main di home,” bebernya.

“Ini sebenarnya buat sakit hati. Semoga kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini. Mohon dukungannya kepada The Jak agar bisa memberikan dukungan penuh. Di satu sisi, kami juga akan membalas dukungan tersebut dengan kemenangan,” tambahnya.

Ingin Menang

Sementara itu Java United membidik hasil positif pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Target tiga poin diusung saat jumpa tuan rumah Persija Jakarta.

Pelatih Java United, Fabio Lefundes, menegaskan timnya datang ke Bali untuk meraih poin. Pelatih asal Brazil itu menyadari pentingnya raihan poin saat melawan Persija, mengingat hasil kurang maksimal yang dialami Laskar Kepodang Emas pada dua laga sebelumnya.

“Kami siap melawan Persija setelah mendapatkan banyak pembelajaran di dua laga terakhir. Tidak ada pilihan, Java United datang untuk mendapatkan poin,” tegas Lefundes.

Prakiraan Susunan Pemain dan Prediksi Bola.com

Persija Jakarta (4-3-3): Nadeo Argawinata; Rizky Ridho, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Kerim Memija; Arlyansyah Abdulmanan, Stjepan Loncar, Kyohei Yoshino; Rayhan Hannan, Fabio Calonego, Alexander Jeremejeff.

Pelatih: Shin Tae-yong

Java United (4-4-2): Jorge Bartholdy; Riyan Ardiansyah, Gustavo Franca, Christian Gomis, Yance Sayuri; Kei Hirose, Tri Setiawan, Yakob Sayuri, Kaio Nunes; David da Silva, Gustavo Almeida.

Pelatih: Fabio Lefundes

Prediksi Bola.com: 55-45

Sabtu, 19 September 2026

Pukul 19.00 WIB

Kapten I Wayan Dipta

LARISBOLA – Arsenal sempat menjadikan Morgan Rogers sebagai target utama untuk memperkuat lini serang pada bursa transfer musim panas. Pemain timnas Inggris itu dinilai cocok untuk membawa The Gunners bersaing memperebutkan gelar Premier League.

Namun, Chelsea bergerak lebih cepat dalam perburuan tanda tangan Rogers. The Blues dikabarkan menebusnya dengan nilai sekitar 117 juta pounds dan berhasil mengalahkan Arsenal.

Keputusan Arsenal untuk tidak menyamai harga yang diminta Aston Villa membuat mereka harus mengalihkan perhatian ke pemain lain. Mikel Arteta pun masih memiliki sejumlah opsi menarik di pasar transfer.

Rogers dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain di sayap kiri maupun di belakang penyerang. Karena itu, Arsenal membutuhkan sosok dengan karakter permainan yang serupa.

Berikut lima pemain yang bisa menjadi alternatif Morgan Rogers untuk memperkuat lini serang Arsenal musim depan.

1. Yan Diomande

Yan Diomande sempat masuk radar Liverpool pada awal bursa transfer musim panas. Namun, sang pemain disebut lebih tertarik melanjutkan karier bersama Paris Saint-Germain.

Meski demikian, peluang Arsenal masih terbuka karena transfer tersebut belum terwujud. Nilai jual Diomande juga belum mengalami lonjakan setelah penampilannya di Piala Dunia bersama Pantai Gading tidak terlalu mencolok.

RB Leipzig dikabarkan mematok harga sekitar 93,5 juta pounds untuk melepas pemain muda tersebut. Nilai itu tetap tinggi, tetapi masih berada di bawah biaya transfer Morgan Rogers.

Diomande dikenal memiliki kemampuan menggiring bola yang sangat baik dan sulit ditebak. Selain mampu bermain di kedua sisi sayap, ia juga bisa menjadi pelapis ideal bagi Bukayo Saka.

2. Bradley Barcola

Bradley Barcola merupakan salah satu penyerang terbaik yang dimiliki Paris Saint-Germain saat ini. Meski begitu, ia dianggap sebagai pemain yang paling mungkin dilepas dibandingkan rekan-rekannya di lini depan.

PSG tidak memiliki tekanan untuk menjual Barcola karena kontraknya masih cukup panjang. Klub asal Prancis itu bahkan dikabarkan mematok harga sekitar 150 juta euro.

Nilai tersebut bisa berubah apabila PSG berhasil mendatangkan Maghnes Akliouche dari AS Monaco. Kedatangan pemain baru dapat membuka peluang Barcola hengkang.

Liverpool juga disebut meminati Barcola. Namun, Arsenal diyakini memiliki daya tarik tersendiri berkat sejarah panjang klub dengan pemain-pemain asal Prancis.

3. Mika Godts

Arsenal menunjukkan bahwa mereka tidak ingin membayar harga yang dianggap terlalu tinggi. Karena itu, Mika Godts bisa menjadi opsi yang lebih realistis.

Pemain muda Ajax tersebut tampil menonjol sepanjang musim lalu. Ia mencatatkan 29 kontribusi gol dalam 32 pertandingan Eredivisie.

Godts baru berusia 21 tahun dan masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Namun, ia belum membuktikan kualitasnya secara konsisten di level tertinggi.

Penampilannya di Liga Champions juga belum terlalu meyakinkan. Jika direkrut, Arsenal harus bersabar karena Godts masih tergolong sebagai proyek jangka panjang.

4. Kerim Alajbegovic

Nama Kerim Alajbegovic juga dikaitkan dengan Arsenal dalam beberapa waktu terakhir. Pemain Bosnia dan Herzegovina itu dinilai memiliki potensi besar meski belum sepenuhnya matang.

Alajbegovic merupakan lulusan akademi Bayer Leverkusen. Ia tampil cukup menjanjikan bersama RB Salzburg pada musim 2025/2026 sebelum kembali ke Leverkusen.

Meski belum mencatatkan penampilan bersama tim utama Leverkusen, klub tersebut dikabarkan bersedia melepasnya. Situasi itu membuka peluang bagi klub-klub peminat untuk bergerak.

Chelsea dan Atalanta juga disebut memantau perkembangannya. Namun, merekrut Alajbegovic berarti Arsenal harus memberi waktu agar sang pemain berkembang sebelum menjadi andalan utama.

5. Marcus Rashford

Marcus Rashford sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan saat tampil sebagai pemain pengganti di awal Piala Dunia. Namun, menit bermainnya semakin berkurang pada fase-fase berikutnya.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, lebih sering mempercayai Anthony Gordon. Situasi tersebut membuat masa depan Rashford kembali menjadi tanda tanya.

Gaji Rashford yang tinggi menjadi kendala bagi banyak klub peminat. Selain itu, kontribusinya saat bertahan juga sering mendapat sorotan dari para pelatih.

Meski peluangnya tidak terlalu besar, Rashford pernah beberapa kali dikaitkan dengan Arsenal. Jika kesulitan mendapatkan target utama, The Gunners bisa saja mempertimbangkan langkah mengejutkan untuk memboyongnya.

BOLADONESIA – Zinedine Zidane akhirnya mengumumkan daftar skuad timnas Prancis untuk tiga laga UEFA Nations League bulan ini. Zidane memanggil lima nama debutan di skuad perdananya bersama Les Bleus.

Lima pemain debutan tersebut adalah Guillaume Restes, Andy Diouf, Jeremy Jacquet, Lucas Da Cunha serta Esteban Lepaul. Selain kelima pemain debutan itu, Zidane juga menyertakan pemain-pemain bintang seperti Rayan Cherki, Kylian Mbappe, Dayot Upamecano serta Ousmane Dembele.

Zidane pun buka suara menganai keputusannya memanggil Lepaul. Zidane mengaku sangat senang dengan cara Lepaul bergerak di atas lapangan, khususnya di area-area sempit.

“Lepaul memiliki profil berbeda dibanding penyerang-penyerang lainnya. Dia mampu beroperasi dengan sangat baik di ruang sempit,” ujar Zidane dilansir Football5Star dari laman RMC Sport.

“Dia adalah salah satu pemain yang menarik perhatian saya. Dia punya insting mencetak gol yang bagus dan saya ingin melihat penampilannya secara langsung,” sambung Zidane.

Prancis membuka perjalannnya di UEFA Nations League dengan laga tandang melawan Turkiye. Partai tersebut rencananya digelar di Kocaeli Stadium pada 26 September mendatang.

Daftar Pemain Timnas Prancis:

Kiper: Mike Maignan (AC Milan), Guillaume Restes (Toulouse), Robin Risser (Lens);

Belakang: Andy Diouf (Inter Milan), Jeremy Jacquet (Liverpool), Pierre Kalulu (Juventus), Ibrahima Konate (Real Madrid), Jules Koundé (Barcelona), Maxence Lacroix (Chelsea), Adrien Truffert (Bournemouth), Dayot Upamecano (Bayern Munich);

Tengah: Eduardo Camavinga (Real Madrid), Rayan Cherki (Manchester City), Lucas Da Cunha (Como), Manu Kone (AS Roma), Adrien Rabiot (AC Milan), Warren Zaire-Emery (PSG)

Depan: Bradley Barcola (Liverpool), Ousmane Dembele (PSG), Desire Doue (PSG), Estéban Lepaul (Rennes), Kylian Mbappe (Real Madrid), Michael Olise (Bayern Munich).

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, mengakui timnya kehilangan kendali saat kalah telak 0-3 dari Brentford pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Gtech Community Stadium, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB.

Chelsea tampil cukup solid pada babak pertama. Namun, permainan The Blues berantakan setelah jeda hingga akhirnya Brentford mencetak tiga gol melalui Jaidon Anthony, Igor Thiago, dan Fabio Carvalho.

Kekalahan tersebut membuat Chelsea kini menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan di Liga Inggris. Sebelumnya, mereka takluk dari Arsenal dan bermain imbang kontra Hull City.

Alonso menilai Chelsea kehilangan konsistensi serta mentalitas kompetitif yang dibutuhkan untuk menjaga performa sepanjang pertandingan.

“Saya akan mengatakan bahwa kami kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan pada babak kedua,” ujar Alonso.

Detail-Detail Kecil Jadi Penentu

Menurut Alonso, detail-detail kecil bisa menentukan hasil pertandingan. Chelsea, kata dia, seharusnya mampu menjaga konsentrasi dan tidak memberikan keuntungan kepada lawan.

“Anda tahu bahwa detail-detail kecil bisa menjadi penentu. Anda tidak boleh memberikan keuntungan dalam pertandingan seperti ini,” kata Alonso.

“Ini tentang 95 menit pertandingan. Kami belum mampu mempertahankan level tersebut sepanjang pertandingan dalam beberapa laga awal musim ini dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki.”

Salah satu masalah yang menjadi sorotan adalah situasi bola mati. Bek Chelsea, Levi Colwill, bahkan mengakui timnya beberapa kali kalah dalam duel bola mati.

“Babak kedua kami tidak cukup bagus. Kami punya banyak hal yang harus dikerjakan selama jeda internasional,” ujar Colwill kepada Sky Sports.

“Mungkin pada beberapa momen kami kalah dalam duel bola mati dan kami harus memperbaikinya. Kami tidak bisa hanya mengandalkan tiga pemain depan untuk menyelamatkan kami dari situasi sulit. Kami semua harus saling membantu.”

Butuh Waktu

Alonso menilai Chelsea masih membutuhkan waktu untuk memahami bagaimana mengelola pertandingan dan mempertahankan level kompetitif hingga peluit akhir.

“Memahami pertandingan, mengetahui apa yang dibutuhkan untuk terus bersaing sampai akhir, itu adalah sebuah proses. Mereka membutuhkan waktu untuk merasakannya,” ujar mantan pelatih Real Madrid itu.

“Saat ini kami belum sepenuhnya merasakan hal itu untuk bisa bersaing sepanjang pertandingan.”

Di kubu Brentford, manajer Keith Andrews mengaku puas melihat timnya tampil sesuai rencana, terutama pada babak kedua.

“Saya sangat menantikan pertandingan ini. Lawan bermain dengan cara yang penuh respek untuk meredam apa yang kami lakukan,” kata Andrews.

“Saya merasa ada performa yang mulai muncul. Pendekatan kami fokus dan pada babak kedua kami menunjukkan siapa kami sebenarnya.”