
BOLADONESIA – UEFA melontarkan kritik keras terhadap FIFA terkait rencana penjualan hak komersial Piala Dunia senilai 17,5 miliar euro. Bahkan, sejumlah negara Eropa disebut mempertimbangkan boikot Piala Dunia apabila Presiden FIFA Gianni Infantino tetap memaksakan proposal tersebut.
Ketegangan antara dua organisasi sepak bola terbesar dunia itu meningkat setelah muncul laporan bahwa FIFA ingin menjual sebagian kepentingan komersial Piala Dunia kepada investor eksternal. Langkah tersebut diyakini akan menghasilkan keuntungan besar bagi FIFA dari kesuksesan Piala Dunia 2026.

Menurut laporan yang beredar, FIFA juga memberikan tenggat waktu hingga 19 September kepada seluruh federasi anggota untuk mendukung proposal tersebut. Sebagai imbalan, federasi yang menyetujui rencana itu akan menerima bonus sekitar 35 juta euro, sedangkan yang menolak hanya mendapatkan sekitar 9 juta euro.
“Hari ini kami mengetahui adanya tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada federasi untuk mendukung proposal mereka, jika tidak maka tawaran kompensasi satu kali akan dicabut. Itu sudah menjelaskan segalanya tentang rencana ini,” tulis UEFA dalam pernyataan resminya.
UEFA Sebut FIFA Hanya Menguntungkan Diri Sendiri
UEFA juga mengonfirmasi akan menggelar pertemuan darurat pekan ini untuk membahas langkah lanjutan terkait proposal FIFA tersebut. Organisasi yang dipimpin Aleksander Ceferin itu mengklaim penolakan terhadap rencana FIFA terus bertambah.
Menurut UEFA, hasil diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan sepak bola menunjukkan bahwa semakin banyak pihak yang tidak setuju dengan gagasan tersebut.

“Setelah berdiskusi dengan banyak pemangku kepentingan dalam sepak bola, UEFA mengetahui bahwa ada penolakan yang signifikan dan terus berkembang terhadap skema FIFA.”
“FIFA tidak bisa terus menggunakan olahraga ini untuk memperkaya diri mereka sendiri dan teman-teman mereka. Kami bisa mengembangkan sepak bola dengan cara yang benar. Sudah waktunya memprioritaskan federasi, klub, liga, pemain, dan para suporter,” tegas UEFA
