26 Oktober 2026

Timnas Thailand

BOLADONESIA – Timnas Vietnam berhasil menjadi juara Piala ASEAN 2026 (26/8/26). Mereka berhasil menahan imbang 2-2 Thailand pada leg kedua babak final dan unggul secara aggregat 4-2.

Thailand sejatinya mampu memperkecil keadaan secara agregat terlebih dahulu pada menit ke-12 lewat sepakan keras Yotsakor Burapha yang gagal diantisipasi Patrik Le Giang.

Thailand punya peluang besar untuk memperkecil keadaan pada menit ke-47 karena mereka mendapatkan penalti. Tapi sepakan Kakana Khamyok melambung tinggi ke atas gawang.

The Golden Star Warriors justru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Sepakan Nguyen Xuan Son membentur tiang gawang, tapi bola lalu mengenaik kaki kiper Chatchai Budprom dan masuk ke gawangnya sendiri.

Thailand akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-85 lewat sepakan Wanchai Jarunongkarn pada menit ke-85.

Tapi di saat mereka ingin menyamakan kedudukan, Vietnam berhasil killing the game pada injury time lewat gol bunuh diri spektakuler sang pencetak gol Wanchai, di mana dia berniat memotong umpan dari jarak yang cukup jauh dan malah berakhir menendang bola ke gawangnya sendiri. Skor 2-2 (agg. 4-2) bertahan hingga akhir.

Fakta Fakta Menarik Piala ASEAN 2026

Dengan hasil ini Vietnam berhasil mempertahankan gelar juara mereka dan meraih gelar juara keempat dalam sejarah turnamen ini, hanya Thailand yang lebih banyak (7).

Vietnam berhasil menjadi tim ketiga yang berhasil mempertahankan gelar setelah Thailand (2002, 2016) dan Singapura (2006)

Dua pemain Vietnam Nguyen Dinh Bac dan Nguyen Xuan Son berhasil menjadi topskorer Piala ASEAN 2026 dengan 5 gol, dengan nama pertama juga dinobatkan menjadi MVP.

BOLADONESIA – Timnas Thailand belum mau menyerah meski berada dalam posisi sulit setelah kalah 0-2 dari Vietnam pada leg pertama final Piala ASEAN 2026. Bek keturunan Maroko, Oussama Thiangkham, percaya peluang Thailand untuk membalikkan keadaan masih terbuka pada pertandingan kedua.

Kekalahan tersebut membuat Timnas Thailand harus bekerja keras pada leg kedua yang akan berlangsung di kandang Vietnam pada 26 Agustus 2026. Dua gol Vietnam di Stadion Rajamangala membuat skuad Gajah Perang harus menang dengan selisih setidaknya dua gol jika ingin menjaga peluang menjadi juara.

Oussama mengakui hasil pertandingan pertama membuat dirinya dan rekan-rekannya kecewa. Namun, bek berusia 23 tahun tersebut menegaskan para pemain Thailand tidak boleh larut dalam kekecewaan.

Yakin Timnas Thailand Masih Punya Peluang

“Secara pribadi, saya sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi semua pemain telah berusaha sebaik mungkin. Sayang sekali kami tidak bisa memanfaatkan peluang atau mencetak gol,” kata Oussama dikutip dari Soha.

Menurut dia, Timnas Thailand harus segera mengevaluasi kesalahan yang terjadi pada leg pertama. Persiapan juga menjadi sangat penting karena Vietnam akan mendapatkan dukungan penuh dari para suporter ketika kedua tim kembali bertemu.

“Tapi pertandingan belum berakhir; masih ada pertandingan kedua di depan. Kami akan berusaha sebaik mungkin, bersiap untuk melawan mereka, dan mengincar hasil yang baik,” ujar dia.

Oussama menegaskan para pemain Timnas Thailand akan mencoba memperbaiki berbagai kekurangan yang terlihat pada pertandingan sebelumnya. Dia menyadari tugas tersebut tidak mudah, terutama karena pertandingan kedua digelar di kandang Vietnam.

“Kami mencoba mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dari pertandingan sebelumnya untuk meningkatkan performa. Tentu saja, bermain tandang di stadion Vietnam adalah tugas yang sangat sulit,” kata Oussama.

Meski begitu, dia tetap percaya Timnas Thailand bisa memberikan kejutan. Oussama meminta rekan-rekannya mempertahankan keyakinan dan mengerahkan seluruh kemampuan pada leg kedua.

“Tapi tidak ada yang mustahil, dan yang terpenting, kami akan memberikan yang terbaik,” pungkas dia.

BOLADONESIA – Anthony Hudson, pelatih timnas Thailand, mengungkapkan sebuah impian besar dalam hidupnya. Dia mengaku, sebelum meninggal, sangat ingin melihat Changsuek berlaga di gelaran akbar Piala Dunia. Dalam pandangannya, impian itu tidaklah mustahil.

“Saya benar-benar ingin melihat timnas Thailand lolos ke Piala Dunia setidaknya sekali dalam hidup saya,” ujar Anthony Hudson seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Siam Sport. “Sebelum meninggal, saya ingin melihat timnas Thailand di Piala Dunia. Itu benar-benar kata hari saya dan saya yakin kami dapat melakukannya.”

Hal yang membuat pelatih asal Inggris itu sangat yakin adalah rencana penambahan lagi jumlah peserta dari 48 menjadi 64 tim. Meskipun baru sekadar usulan, Hudson menilai hal itu sebagai peluang emas bagi negara-negara kecil yang selama ini merasakan tampil di Piala Dunia adalah impian mustahil.

“Langkah atau regulasi seperti itu akan menguntungkan bagi timnas seperti kita (Thailand). Setelah bekerja sama dengan berbagai asosiasi dan negara, penambahan jumlah tim peserta menciptakan peluang positif bagi banyak timnas, entah soal nilai nasional, investasi atau gambaran keseluruhan negara dalam hudungan dengan turnamen,” ujar Hudson.

Ajakan Anthony Hudson

Atas dasar itu, Anthony Hudson mengajak seluruh pemangku kepentingan di sepak bola Thailand untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik. Visi dan misi menuju Piala Dunia harus lebih ditingkatkan dengan langkah-langkah nyata. Tanpa itu, penambahan jumlah peserta tidak akan berarti apa-apa.

“Tentu saja, itu seharusnya memotivasi timnas dengan peringkat lebih bawah dari rata-rata dan tidak lolos ke Piala Dunia untuk lebih berkembang lagi. Itu seharusnya memendorong lebih banyak perkembangan di liga dan program-program usia muda yang sangat bagus bagi banyak timnas,” urai pelatih berumur 45 tahun itu.

Dalam konteks Thailand, dia berujar, “Dari sekarang, kami akan fokus pada pemanduan bakat dan pengecekan performa pemain. Pada September, kami akan punya 23 pemain. Lalu, kami akan menggunakan kelompok ini ini untuk menjalani TC jangka panjang. Saya yakin kami punya potensi untuk mencapai titik itu. Jika melihat beberapa tim yang masuk Piala Dunia terakhir ini, kami juga bisa sama baiknya.”

Hudson didapuk sebagai pelatih Thailand pada 22 Oktober 2025 setelah pemecatan Masatada Ishii yang membuat tim sulit lolos ke ke Piala Asia 2027. Saat itu, dia kurang dari 4 bulan menjabat Direktur Teknik FA Thailand. Di tangannya, Changsuek masih unbeaten dengan meraih 3 kemenangan dan 2 kali imbang.