26 Oktober 2026

Timnas Singapura

BOLADONESIA – Laga leg I semifinal Piala ASEAN 2026 akan berlangsung pada akhir pekan ini. Partai Singapura vs Thailand akan berlangsung pada Sabtu (15/8/2026), sementara duel Malaysia vs Vietnam digelar pada keesokan harinya. Namun, animo penonton untuk kedua laga itu terbilang berbeda.

Untuk laga Singapura vs Thailand, Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) pada Rabu (12/8/2026) mengumumkan bahwa tiket telah habis terjual. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sehari kemudian mengumumkan baru 3.563 tiket yang terjual untuk laga Malaysia vs Vietnam. Itu hanya sekitar 24% dari total kapasitas stadion.

Memang betul, kapasitas Stadion Jalan Besar yang jadi kandang The Lions tidaklah besar, hanya 6.000 hingga 6.500 penonton. Itu jauh dari kapasitas Stadion KLFA, kandang Harimau Malaya pada Piala ASEAN 2026, yang mampu menampung 15.000 penonton. Namun, angka 3,563 tiket yang telah terjual hingga Kamis lalu hanya setengah dari kapasitas Stadion Jalan Besar.

Situasi penjualan tiket semifinal Piala ASEAN 2026 ini berbeda dengan saat Malaysia menjamu Filipina pada matchday terakhir fase grup. Kala itu, 2 hari jelang pertandingan, tiket sudah hampir ludes. Hanya tiket untuk suporter tim tamu yang tersedia. Saat pertandingan, total penonton yang hadir mencapai 12.734 orang.

Protes Tiket Semifinal Piala ASEAN

Penjualan tiket semifinal Piala ASEAN 2026 untuk laga Malaysia vs Vietnam yang baru mencapai 20% dari kapasitas total stadion ditengarai tak terlepas dari satu faktor. Itu adalah putusan FAM menaikkan harga tiket hingga 70%, dari 30 ringgit menjadi 50 ringgit. Hal itu memicu protes dari para suporter Harimau Malaya.

Harga itu memang tidak seberapa dan masih terjangkau. Namun, sebagian suporter menilai kenaikan itu tidak masuk akal karena fasilitas dan kenyamanan di Stadion KLFA tidaklah bagus. Mereka terang-terangan menyebut harga 50 ringgit hanya pantas diberlakukan jika pertandingan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil yang kini masih dalam masa renovasi.

FAM berdalih, kenaikan harga tiket semifinal Piala ASEAN 2026 tak terlepas dari kenaikan biaya penyelenggaraan. Salah satunya soal keamanan. Patut dicatat, selepas laga melawan Filipina, terjadi kericuhan yang melihatkan suporter dari kedua tim di luar stadion. Hal tersebut sepertinya membuat panitia menambah personil keamanan untuk laga melawan Vietnam.

Bagi para pemain dan pelatih Tan Cheng Hoe, kehadiran para suporter sangatlah penting dalam partai menjamu Vietnam nanti. Dorongan semangat dari mereka bisa jadi salah satu senjata untuk menghadapi tim asuhan Kim Sang-sik yang tampil luar biasa pada fase grup meskipun sempat ditahan tanpa gol oleh Singapura.

BOLADOENESIA – Pelatih timnas Singapura, Gavin Lee kurang terlalu berkesan dengan performa timnya dalam kemenangan 2-1 lawan Kamboja (24/7/26). Lee menyebut ini bisa jadi pembelajaran.

Singapura butuh gol spektakuler Ilhan Fandi di menit terakhir laga untuk bisa mengalahkan Kamboja 2-1 pada laga pertama Piala ASEAN 2026.

Lee mengatakan bahwa dirinya tidak mau menikmati hasil ini.

“Pertandingan pembuka di setiap kompetisi selalu sedikit sulit, dan saya rasa kami melihatnya malam ini. Sejujurnya, saya tidak terlalu ingin menikmati hasilnya, dan saya rasa para pemain juga menyadari hal itu,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi ASEAN United.

“Selalu menyenangkan memulai kompetisi dengan tiga poin, tetapi sekarang kami harus mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Kami punya pertandingan lain pada hari Senin, jadi penting untuk mengarahkan energi kami ke pertandingan itu.”

Gavin Lee Mengungkapkan Apa yang Salah

Singapura akan menjamu Timor-Leste dalam pertandingan fase grup berikutnya di Stadion Jalan Besar pada hari Senin (27/7/26). Lee bersikeras agar para pemainnya tidak mengulangi penampilan buruk pada hari Jumat setelah melihat Ouk Sovann menyamakan kedudukan setelah gol pembuka Shawal Anuar pada menit ke-22 untuk tim tamu.

“Kami memasuki setiap pertandingan dengan kesepakatan tertentu tentang bagaimana kami ingin bermain. Sayangnya, kami tidak menepati kesepakatan tersebut hari ini, terutama selama babak pertama,” kata Lee.

“Pada jeda babak pertama, kami menunjukkan kepada semua orang cermin. Saya pikir kami memulai babak kedua dengan jauh lebih baik dalam bertahan. Terlalu banyak ruang bagi gelandang kami untuk bertahan di babak pertama, dan kami menderita kerugian yang tidak perlu sebagai akibatnya. Kami sedikit membaik selama babak kedua.

“Sesuatu yang sering kami katakan adalah bahwa kami harus menerima ketidaknyamanan. Ada banyak momen tidak nyaman hari ini, tetapi kami membiarkan momen-momen itu mengendalikan kami. Itu adalah pelajaran yang harus kami pelajari.”